Jungkat

Redmi Pad 2

Redmi Pad 2 resmi dipasarkan di Indonesia sebagai tablet yang menonjolkan layar 11 inci beresolusi 2.5K, baterai besar, dan pengalaman multimedia yang fokus pada hiburan harian. Perangkat ini menjalankan Xiaomi HyperOS 2, sehingga ekosistem dan fitur perangkat lunak mengikuti arah terbaru dari Xiaomi untuk lini tablet. Redmi Pad 2 juga diposisikan untuk penggunaan yang praktis, mulai dari belajar, browsing, sampai streaming.

Dari sisi desain fisik, Redmi Pad 2 memiliki dimensi tinggi 254.58 mm, lebar 166.04 mm, dan tebal 7.36 mm. Bobot yang dicantumkan adalah 510 g. Pilihan warna yang disebutkan untuk Indonesia mencakup Lavender Purple, Mint Green, dan Graphite Grey.

Untuk performa, Redmi Pad 2 menggunakan MediaTek Helio G100-Ultra dengan proses manufaktur 6 nm. Konfigurasi CPU yang dicantumkan adalah A76 + A55 dengan 2x A76 hingga 2.2 GHz dan 6x A55 hingga 2.0 GHz. GPU yang dipakai adalah Mali-G57 MC2.

Pada sisi memori, konfigurasi retail yang tampil untuk Redmi Pad 2 di Indonesia adalah 4 GB + 128 GB. Tipe RAM yang dicantumkan adalah LPDDR4X dan penyimpanan internal memakai UFS 2.2. Tablet ini juga mendukung peningkatan kapasitas penyimpanan hingga 2 TB melalui kartu TF (microSD).

Redmi Pad 2 memakai layar 11 inci dengan rasio aspek 16:10. Resolusi layar yang dicantumkan adalah 2.560 x 1.600 dengan kerapatan 274 ppi. Layar mendukung tampilan 1.07 miliar warna, dan Xiaomi menekankan pengalaman visual yang tajam untuk hiburan maupun penggunaan sehari-hari.

Jenis panel layar untuk Redmi Pad 2 dijelaskan sebagai layar LCD 11 inci dengan laminasi penuh (in-cell). Informasi ini penting karena menjelaskan karakter panel dan metode laminasi yang digunakan pada unit yang dipasarkan. Dengan layar datar, pengalaman menulis dan navigasi biasanya terasa lebih konsisten di seluruh permukaan layar.

Untuk kelancaran visual, refresh rate yang dicantumkan adalah hingga 90 Hz. Xiaomi juga menyebut refresh rate AdaptiveSync 90 Hz untuk pengalaman scrolling, menonton, dan bermain game yang lebih mulus pada aplikasi yang didukung. Touch sampling rate tercantum hingga 360 Hz, serta hingga 240 Hz saat menggunakan pena.

Dari sisi kecerahan, layar Redmi Pad 2 dicantumkan memiliki 500 nit (standar) dan 600 nit untuk mode luar ruangan. Kombinasi resolusi 2.5K dan kecerahan tersebut ditujukan agar konten tetap jelas saat dipakai di berbagai kondisi cahaya. Ini relevan untuk pengguna yang sering berpindah antara indoor dan area yang lebih terang.

Untuk kenyamanan mata, Redmi Pad 2 mencantumkan sertifikasi TUV Rheinland, yaitu Low Blue Light (solusi perangkat lunak), Flicker Free, dan Circadian Friendly. Xiaomi juga menyebut teknologi peredupan DC pada halaman ringkasan produk. Paket ini dibuat agar penggunaan layar dalam durasi panjang terasa lebih nyaman, khususnya untuk membaca atau belajar.

Redmi Pad 2 juga mencantumkan fitur “wet touch” pada bagian layar. Fitur ini menargetkan respons sentuhan yang lebih baik ketika kondisi jari atau permukaan layar tidak sepenuhnya kering. Dalam penggunaan harian di iklim tropis, ini bisa membantu saat tangan berkeringat atau terkena cipratan ringan.

Di sektor kamera, Redmi Pad 2 memiliki kamera belakang 8 MP dengan ukuran sensor 1/4 inci dan bukaan f/2.0. Ukuran piksel yang dicantumkan adalah 1.12 um, serta perekaman video hingga 1080p 30 fps dan 720p 30 fps. Mode yang disebutkan mencakup Foto, Video, Dokumen, Teleprompter, dan HDR.

Untuk kamera depan, resolusinya adalah 5 MP dengan ukuran sensor 1/5 inci dan bukaan f/2.2. Kamera depan mendukung perekaman 1080p 30 fps dan 720p 30 fps. Konfigurasi ini umumnya ditujukan untuk video call, kelas online, dan selfie sederhana.

Jika Anda membutuhkan detail sensor kamera, Xiaomi menyebut pemasok CMOS kamera belakang adalah GalaxyCore, dengan model GC08A8-WA1XZ. Informasi sensor ini membantu membedakan detail hardware kamera tanpa perlu menebak dari spesifikasi umum. Xiaomi juga menegaskan bahwa Redmi Pad 2 memiliki kamera belakang 8 MP.

Untuk daya, Redmi Pad 2 membawa baterai 9.000 mAh (standar). Xiaomi menekankan daya tahan untuk aktivitas panjang seperti membaca, bermain game, dan menonton video. Angka baterai ini juga ditegaskan di FAQ sebagai salah satu nilai jual utama.

Pengisian daya mendukung pengisian cepat 18 W melalui USB Type-C, dengan dukungan PD2.0 dan QC2.0. Xiaomi mencantumkan bahwa pengisian dalam kemasan adalah 15 W, dan adaptor daya tidak disertakan. Xiaomi juga menyarankan penggunaan adaptor daya Xiaomi 15 W.

Untuk konektivitas, Redmi Pad 2 mencantumkan kemampuan Wi-Fi 5 dan Bluetooth 5.3. Codec Bluetooth yang disebutkan meliputi SBC, AAC, dan LDAC, serta dukungan IPv6. Port data yang dicantumkan adalah USB 2.0.

Pada bagian sensor, Xiaomi mencantumkan akselerometer, sensor cahaya sekitar virtual, dan sensor Hall. Pada halaman spesifikasi Indonesia, tidak ada keterangan mengenai sertifikasi IP maupun sensor sidik jari, sehingga keduanya tidak dicantumkan dalam konten ini. Pendekatan ini menjaga konten tetap presisi sesuai data yang ditampilkan untuk retail Indonesia.

Untuk audio dan hiburan, Xiaomi menyebut Redmi Pad 2 mendukung speaker quad dengan Dolby Atmos dan memiliki jack headphone 3.5mm. Kombinasi empat speaker dan jack 3.5mm memberi fleksibilitas, baik untuk menonton tanpa headset maupun memakai earphone kabel. Ini juga menjadi salah satu poin utama yang disorot Xiaomi dalam FAQ perangkat.

Dari sisi perangkat lunak, halaman spesifikasi Indonesia mencantumkan Xiaomi HyperOS 2. Xiaomi juga menyebut “tolok ukur pengalaman tablet entry-level” dengan HyperOS 2.1 pada FAQ, dan menekankan pengalaman yang lebih mulus dengan interkonektivitas Xiaomi. Selain itu, ada dukungan fungsi layar ekstensi PC seperti layar sekunder nirkabel untuk Windows dan Mac.

Redmi Pad 2 cocok untuk pelajar dan keluarga yang membutuhkan layar besar 11 inci 2.5K untuk membaca materi, belajar online, dan menonton edukasi dengan tampilan tajam. Tablet ini juga cocok untuk pengguna yang fokus pada hiburan karena menggabungkan layar 90 Hz, baterai 9.000 mAh, dan sistem audio quad speaker. Untuk pekerja yang butuh layar tambahan secara praktis, dukungan mode layar sekunder nirkabel dapat membantu alur kerja sederhana saat berpindah tempat.

Bagikan

WhatsApp
Media Sosial
Lainnya

Loading related content…