1 Bulan Pake IQOO 15R (YouTube Video)
Handphone yang satu ini udah rilis selama 3 bulan, tapi saya baru pakai 1 bulan terakhir ini. Dan saya ngerti langsung ya dalam waktu 1 bulan itu kenapa para penggunanya, para pembelinya mereka bilang ini handphone yang worthy. Dan saya setuju di harga R jutaan handphone ini sayang kalau dilewatin. Yuk kita bahas. Ini dia IQ 15R. Bismillah. Alhamdulillahi rabbil alamin. Wasalatu wasalam ala rasulillah e barengan sama Nobo di sini dan IQ 15R ini udah saya pakai 1 bulan terakhir dipinjamin sama IQ Indonesia. Tapi untuk video ini mereka tidak merevisi script, tidak e supervisi video, enggak bisa ganti-ganti isi. Pendapat saya tidak berubah kalau emang handphone ini emang adalah handphone yang worthy. E satu buah handphone yang secara value atau harga berpadu dengan spesifikasi dan juga berpadu dengan performanya itu benar-benar menarik. Apalagi di harganya yang sekarang gitu kan. rilwest di harga R jutaan. Tapi kalau kita ngat marketplace sekarang udah ada di harga R jutaan. Kayaknya mah sayang kalau ditinggalkan. Ya, awal megang IQ 15R ini yang bisa gue rasain adalah rasa familiar karena emang bentuknya agak keiPhone-an ya, rounded ages seperti ini. Yang harus diappreciate adalah tetap mencoba menghadirkan eel premium dengan metal frame dan juga body bagian belakangnya ini dia udah menggunakan glass atau udah menggunakan kaca. Di tangan rasanya nyaman untuk digenggam, tapi memang secara bobot agak lumayan ya. Yang ini yang warna hitam. Kalau enggak salah 202 gr. Sementara yang warna putih atau yang warna silver, yang satu lagi itu yang kotak-kotak lebih berat lagi 206 gr. Sebenarnya sih masih banyak handphone-handphone di luar sana yang lebih berat. Tapi mengingat secara bentuk handphone ini masuk dalam kategori cukup kompact. Layarnya by the way ini 6,59 inci. Enggak sampai 67 inci. Jadi ya berasa aja gitu distribusi bobotnya areanya di situ-situ aja. Satu hal yang juga masuk dalam keunggulan sebenarnya dan ini masuk ke dalam ranah desain, tapi desain bagian dalam yaitu adalah UI-nya udah menggunakan origin OS6. Jadi dengan segala smoothness-nya, dengan one hand mode-nya menggunakan handphone ini di satu tangan aja tanpa berpindah-pindah atau tanpa menambahkan tangan sebelah kita, itu jadi masih oke aja. Dari sisi layarnya sendiri dengan ukuran 6,59 inci, handphone ini enggak bisa dibilang kompact. Tapi di tahun 2026 dia juga enggak bisa dibilang sebagai kategori e handphone dengan layar yang besar. Juga adjustment untuk yang terbiasa main dengan layar besar ada dan juga adjustment untuk yang terbiasa main dengan layar kompact itu hadir. Jadi ya handphone ini between lah solusi kali ya untuk yang pengin punya handphone enggak terlalu kecil tapi juga enggak terlalu besar. But however, secara kualitas layar untungnya dia oke karena udah menggunakan AMOLED refresh rate-nya sampai 144 Hz, tidak LTPO by the way. Dan untuk brightness sendiri ini cukup besar ya diklaim sama Vivo bisa sampai dengan 1800 nits. Buat yang suka nonton film, streaming, YouTube, Netflix Prime or whatever that is, akan senang sih karena secara warnanya keluar rich gitu ya. Tapi akan gemes kalau nontonnya menggunakan speaker phone. Walaupun emang handphone ini udah menggunakan stereo speaker, cuman kualitas suaranya ya sesuai dengan harganya lah ya. Positioning-nya jelas, bukan yang full bass, bukan yang mewah segala macam. Suaranya ini kayak ngumpul di area mid dan juga high. Suka nonton e let's say kayak kajian atau mungkin podcast. Terus e ternyata settingan audionya itu lebih banyak di area mid dan juga high. Nah, udah kering-kering tuh suara gitu ya. Kayak kangen ngedengerin pancinya bass dari suara kita. Yang seru emang kalau kita ngomongin IQ 15R itu adalah ngomongin masalah performa. bukan karena spesifikasinya, udah pakai Snapdragon 8 Gen 5, terus juga bukan karena storage-nya, bukan karena RAM-nya yang emang secara teknologinya udah oke, terus juga besar dan segala macam ya. Enggak, bukan itu. Tapi emang karena antara settingan hardware dan juga software dari handphone ini bisa dibilang galak. Kita mungkin mengawali dari benchmark dulu deh. Ini beberapa data-data benchmark yang saya punya mulai dari Anutu, Geek Bench, eh 3D Mark. kita bisa dapat sedikit bayangan kurang lebih seperti apa IQ 15R ini. Kalau hanya menangani kerjaan hari-hari kayak sosial mediaan, WhatsApp, foto-foto, udahlah handphone ini udah lebih dari cukup. Bahkan juga menyatu dengan origin OS-nya yang memudahkan kita menggunakan one hand mode lagi-lagi terus juga smoothness-nya udah oke. Ah udahlah udahlah buat harian handphone ini udah ajib. Tinggal kita membiasakan menggunakan si Origin OS. Itu yang seru sebenarnya kalau kita ngomongin coba main game menggunakan handphone ini karena ada option-option tambahan ya yang ngebikin handphone ini jadi menarik. Kemampuan base standarnya aja untuk kita main game menggunakan handphone ini sebenarnya mah udah oke gitu ya. kita bisa push untuk main MLBB itu FPS-nya tinggi. CODM FPS-nya tinggi dan on top of that kita masih bisa menambahkan yang namanya ultra gaming mode. Jadi kemampuan resolusinya ditingkatin dan FPS-nya ditingkatin. Benar, mungkin untuk saat ini tidak semua game support, hanya beberapa game aja. Tapi satu yang kita jadiin contoh adalah MLBB ya. dia ini bisa sampai 144 fps main di IQ 15R tentu menggunakan mode interpolasi ya dengan si e super frame rate tadi main e CODM tinggi dan secara grafik pun juga stabilisasinya bisa masuk dalam kategori aman. And if that's not enough, di mode ultra gaming mode-nya ini masih ada fitur-fitur tambahan yang bisa kita pakai seperti straptic yang bisa kita atur. Terus juga ada extra light yang bisa kita dapetin. Dan enggak ketinggalan tentu adalah fitur bypass charging yang bisa kita aktifin kalau kita lagi pengen main game tapi baterainya udah mulai sesat. Nah, untuk Ultra Gaming Mode ini sendiri sebenarnya keunggulan itu bisa didapatkan bukan hanya karena software. Karena emang si IQU ini punya dedicated chip gitu ya untuk bisa si IQ 15R ini dapetin extra boost performance. Pintarnya IQ enggak cuman untuk nge-boost performance-nya aja, dia juga mikirin masalah cooling systemnya. Jadi dipikirin gimana caranya gitu ya. Emang pas kita lagi main dengan super resolution dengan super FPS, iya device itu lebih hangat dibandingkan dengan tidak menggunakan mode itu. Tapi begitu match-nya selesai, enggak berapa lama device-nya langsung dingin lagi. Nah, pertanyaan mungkin untuk yang pengin ngedit-ngedit gimana? Nah, karena device ini emang konsepnya menggunakan chipset yang udah kelas 8 gitu ya, seri 8. Jadi, untuk nge-share video 1 menit filennya 4K 10 bit lock diwarnain dari Xiaomi ke 1080. Dia ini hanya perlu waktu 23 detik aja. Sementara untuk video yang lebih lama ini sekitar 1 menit 30 detik. 4K 60 fps untuk source-nya diender ke 1080 30 fps. Dia hanya memerlukan waktu 43 detik. Benar-benar seperti flagship tapi hadirnya di angka 6 jutaan. Makanya saya bisa bilang, "Oh, IQ ini doing really, really well dari sisi performanya." Out of the box, handphone ini itu udah menggunakan baterai 7.600 00. Jadi, ya udah pakai silikon karbon. Performa baterainya ini benar-benar optimal. Normalnya handphone ini e menggunakan koneksi WiFi itu bisa bertahan 2 sampai 3 hari. Kalau misalkan mix Wii dan GSM, dia ada di area sekitar 2 hari. Dan tadi saya sempat coba ngelakuin benchmarking. Nonton YouTube 100% brightness hanya makan daya 1% untuk 30 menit. Tiktokan 30 menit, full brightness juga hanya memakan daya 1% aja. Kalaupun ada aktivitas yang mengambil daya baterai cukup banyak, itu adalah saat kita lagi main game menggunakan mode super resolution dan juga super FPS tadi. Normalnya kita main CODM atau main MLBB itu baterainya hanya berkurang 4%. Tapi kalau misalnya mode tadi kita nyalain, baterainya itu berkurang 7%. Ya, perbedaannya lumayan berasa kalau si Super Resolution dan juga si Super FPS tadi diaktifkan. Kayaknya semua yang diomongin dari tadi bagus-bagus semua. Kameranya harusnya jelek nih. [tertawa] Surprisingly untuk eh handphone dengan setup dua kamera aja yaitu main kamera dan juga ultra wide angle. Ultra wide angle-nya juga enggak istimewa-istimewa banget. Saya sih yop ternyata si IQ 15R ini di-push sampai ke lima kali zoom pun juga masih bisa. Ya tentu ini adalah kondisi stadionnya terang banget gitu. Tapi saya coba lagi nih akhirnya dalam kondisi waktu itu Jakarta lagi mendup dipush ke lima kali zoom-nya pun juga detailnya masih hadir gitu. Walaupun emang ini image-nya udah diproses banget dan juga ada bantuan AI pastinya tapi ya secara hasil bisa dipertanggungjawabkan dan juga bisa dipost gitu. Jadi hitungannya IQ 15R ini dari sisi kamera walaupun mungkin bukan yang paling bagus, bukan yang paling lengkap secara setup-nya, tapi udah lebih dari cukup untuk kita pakai hari-hari [berdehem] dokumentasi-dokumentasi kejadian harian mah udah aman banget kita enggak usah terlalu ribet di area itu gitu. Makanya tadi gua sempat bilang kan di awal video kalau handphone ini emang worthy banget apalagi di harganya sekarang. By the end of the day, bisa dibilang IQ 15R adalah satu buah device yang sangat menarik dan kayaknya kalau emang lagi nyari handphone di angka R jutaan bisa jadi allrounder, siap dipakai ini itu semua segala macam ini menjadi salah satu opsi terbaiknya. Mungkin pertanyaan berikutnya adalah dibandingin dengan Samsung Galaxy A57, gimana buang? Nah, yang ini ditunggu aja kali ya. belum bikin videonya karena full review A57 juga belum jadi. Tapi ya buat sekarang mungkin itu yang bisa di-share dari handphone yang satu ini. Mungkin boleh cerita-cerita kali ya di kolom komentar di bawah buat yang udah pakai gimana-nya pakai EQ 15R dan next handphone apa lagi yang kita review? Tulis di kolom komentar. E kali-kali lagi ada rezeki untuk bisa ngetes barang yang emang lagi kalian pengen cari. Gu sekarang taufik no diri. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bye. Kita ketemu lagi di video berikutnya. Bye.
