1 Jutaan | Iphone 17 Air versi Android 😂 | infinix smart 10 plus (YouTube Video)
Hai Andika, guys. Di sini kenalin ini adalah Infinix Smart 10 Plus. HP yang mirip banget sama iPhone 17R tapi harganya cuma di R jutaan aja. Emang iPhone 17R belum launching sih ya, tapi kalau kita lihat dari leak yang beredar dan kita bandingkan sama punyanya Infinix ini malah si Infinix punya dua kamera loh. Tapi jelas looks-nya aja yang mirip ya. Jerwnya jelas beda. Infinix ini cuma dibantrol dengan harga R1,4 juta. Jangan disamakiin sama punyanya Apple. Tapi di harga R1,4 juta, apa aja yang diberikan sama Infinix? Yuk, kita bahas. Walaupun ini seri smart, tapi boknya udah mirip sama seri hot ya. Warnanya khas Infinix hijau. Dan kalau kita lihat di sini RAM-nya, nah kalian jangan terkecohy ya. Ini kan ada RAM 16. Tapi untungnya Infinix masih ngasih keterangan ya 8 + 8. Karena ada brand lain itu yang 16-nya gede terus delannya itu kecil di bawah gitu. Jadi enggak kelihatan seolah-olah kayak RAM 16 gig enggak ya? Ini RAM-nya 8 GB dan ngomongin virtual RAM sejauh saya ng-review HP virtual RAM itu gimik aja enggak kepakai kok. Terus untuk baterainya walaupun R1,4 juta, Infinix ini selalu ngasih gebrakan sih 6.000 1000 mzms, ada NFC 120 Hz, dan 700 nit brake display. 700 nit-nya ini apakah pecknya atau HBM-nya? Nanti kita lihat, ya. Terus untuk selling point lain dia 18 watt ya, 1,4 juta wajarlah ya, apalagi udah dikompromis sama baterainya yang 6000 mAmps. Ada IP64 Dust and water resistant 4,5G network. Ada-ada aja emang ya. Terus 300% ultra volume dan langsung aja kita buka di dalam paket pembelannya ini ada apa aja dan desainnya kayak apa. Be tetap ya karena entry level jadi packaging-nya itu packaging entry level experience unboxing-nya. Uh tapi yang saya suka ini saya udah pernah pakai nih smartf nih. Cakep banget nih. Jadi kita dapat kuota 792 GB setiap bulannya itu 33 GB selama 24 bulan. Lumayan. Ini lumayan banget sih ya. Terus kita juga dapat buku panduan seperti biasa dan juga hard case low ya ini bukan soft case. Jadi kita dapat hard case casing terus kita dapat kabel type A to type C dan adapter 18 watt dan sim ejector udah sih. Oh, saya nemu kertas baru nih. Apaan nih? License by Qualcom. Padahal ya, padahal ini chipsetnya pakai UniC loh. Tapi kenapa license by Qualcom ya? Apakah ada Qualcom Sound atau apa? Menarik nih. This product implement certain pattern technology from Qualcom. Tapi di boxnya enggak ada. Coba deh buat kalian yang tahu license Qualcom-nya nih ada di mananya untuk Infinix Smart 10 Plus. Beh, jadi ini si Infinix Smart 10 Plus-nya. Desainnya ini sih bikin pangling ya. Beda banget dengan Smart series sebelumnya. Jadi kalau kita perhatikan di area sini itu mid ini kasar ya. Terus ini glossy. Dan di bagian sini itu juga mid juga. Jadi ada kayak semacam tutun gitu. Wih, ini mirip iPhone banget sih. Kalau kalian perhatikan leak-nya iPhone kan dia juga punya kayak dual tone kayak gini ya. Cuman iPhone kan dia tiga kamera, kalau ini dua kamera. Tapi jadinya lihat aja nih tangan saya. Tangan saya ini cepat banget basah dan biasanya gampang banget nempel fingerprint. Nah, ini. Wah, enggak nempel fingerprint sama sekali loh ya. Cakep. Terus di bagian sini ada fingerprint side moed sambil kita nyalain HP-nya dan kita instalasi beberapa aplikasi untuk hands on. Ada volume up and down di bagian atas. Harusnya ini sih speaker. Terus ada sim tray, ada audio jack. Masih ada audio jack, mikrofon, speaker, dan juga type C. Untuk warna yang kita bahas ini namanya Ruby Red dan warnanya ini mirip banget sama flip seven. Jadi saya suka sih ya pink-pink merah gimana gitu. Dan ada warna lain juga kayak black, titanium silver, iris blue. Tapi yang paling saya suka sih yang Ruby red ini ya. Kayak gak kelihatan kalau dia HP R jutaan gitu. Cakep. Beh, coba kalian lihat nih. Wah. Dan bobotnya pun juga enteng ya. Bobotnya ini ada di 198 gr. Padahal baterainya gede ya, 6.000 mamp dan harganya cuma Rp1,4 juta. Oke, jadi si Infinix Smart 10 Plus-nya udah selesai kita instalasi untuk hands on. Dan ya kalau tampak belakang sih cakep ya. Dia kelihatan HP yang enggak kelihatan kalau R1 jutaan, tapi kalau dibalik set nah baru nih kelihatan dia HP entry level. Kenapa? Karena bezelnya masih tebal, terutama di dagunya sini. Walaupun yang patut diapresiasi itu di kamera punch-nya ya. Karena Infinix di R jutaan udah pakai pan sih. Terus selain IP rating 64, kalau saya research katanya dia tahan banting sampai ketinggian 1,5 m. Ya nanti dieview-nya lah kita coba banting-banting ya. Ini kita coba hands onh on dulu. Untuk layarnya yang 120 Hz udah aman sih ya scrolling-srolling mulus. Cuman memang sayangnya di harga segini pilihannya kalau 120 Hz itu resolusinya di XD Plus. Tapi apakah dia pixelated? Wih, ada beda ya. Sekarang tombol keyboard-nya itu ada warna hijau-ijunya gitu sekarang tuh. Terus kalau kita ngomongin huptik feedback, dengar enggak ya? Kalau kalian pernah naik becak ya, kalau kalian pernah ekonominya sulit naik becak dulu kayak saya. Nah, ini suara geter-geternya itu kayak bel becak der der. Jadi hampir semua seluruh badannya geter ketika dipencet. Untuk YouTube karena dia SD Plus, jadi bisa di upskinnya di 1080p aja atau full HD. Dan kira-kira seperti ini nih kualitas layarnya ya. Dan 700 nits-nya kita belum tes ya, tapi nanti tolong editor kalau misalkan udah dites sama tim benchmark dipopin ya untuk color akurasinya dan brightness-nya ada di berapa. Karena dia enggak ngomong pick brightness ya, tapi 700 snit sun display gitu. Tapi kalau dari sini aja sih layarnya brightness-nya enggak ada masalah ya. Kalau misalkan saya lemparkan ke lighting. Coba brightness-nya saya mentokin dulu. Nah, ini udah mentok ya. Mentok banget. Terus saya lempar ke lighting. Wow. Tuh. Wih, masih cakep, Guys. Lingnya langsung enggak kelihatan, ya. Tuh. Tapi kalau misalkan segini sih terlalu silau. Nah, untuk speakernya dia juga udah stereo. Jadi, kalau misalkan ini saya tutup bagian atasnya masih bisa kedengaran dan lumayan balance ya karena dia enggak pakai speaker yang buat telepon. Jadi, ada speaker lagi di sini. Dan suaranya sih lumayan. Coba deh kita setel lagu ya. Suaranya sih enggak yang imersif, enggak yang powerful ya. Ada gembretnya juga. Ini volume 100% saran sesi 80% lah. Ini 80% masih oke kalau 80%. Dan bassnya ya bassnya jadi trible ya atau enggak ada bassnya lah. Untuk OS dia pakai XOS seperti biasa dan kalau kalian tanya apakah ada iklan, enggak ada. Tapi kalau bloodware lumayan ya lumayan banyak bloodware-nya. Ini selain beberapa aplikasi yang sudah saya instal, ada lumayan terutama di game-game dan juga software-software lokalan yang biasanya ini memang difokuskan untuk TKDN ya. Dan untuk skor Anutunya BTW dia ini pakai Uni Asusi T2750 ya. Dan skornya sih ya skor-skor HP entry ya, enggak sampai Rp300.000 tuh segini aja. Dan tadi juga sempat saya cobain untuk main game tapi software FPS meter saya enggak bisa kebaca di sini ya. Jadi mungkin kita coba lihat untuk Mobile Legends dia settingannya di mana, PUBG settingannya di mana. Karena Uni SUC itu ya kalau skor anutunya enggak sampai Rp300.000. Kalau misalkan PUBG, Mobile Legends masih ok lah. Tapi kalau kalian maining wave, Gensin Impact setting rata kiri aja kadang masih ngos-ngosan kalau mainnya Uni Susi 7000 series. Untuk storage-nya dia ini pakai 128 GB tapi sayangnya yang AMMC ya. Jadi terlihat tadi kalau pas kita buka PUBG agak lama bootingnya karena belum UFS ya. Tapi di harganya R1,4 juta. Berarti selling poinnya sebenarnya lebih ke baterai. Ada NFC 6000 mahal loh baterainya ya. Dan juga desain sih desainnya untuk sebuah hampir R1 jutaan patut diapresiasi walaupun mirip banget sama iPhone 17R dan juga 17 yang pro ya. Karena kalau kalian lihat leak-likaknya yang Pro itu juga ada kayak semacam pattern-nya kayak gini. Warnanya sih saya suka ya. Cakep loh warnanya. Ini udah kayak flip se warnanya. Gokil. Oke, sambil kita buka PUBG karena dia FPS meternya gak bisa. Jadi kita coba lihat untuk PUBG ini ya. Smooth ultra ya. Jadi di kisaran 40 FPS-an lah untuk PUBG ini. Nah, dan untuk layarnya sih oke, mulus, lancar ya. Kayaknya touch sampling-nya juga tinggi nih. Oke, sekarang coba kita lihat Mobile Legends. Mobile Legends dia dapat settingannya di mana? Kalau tebakan saya sih di 60 fps ya. Berarti frame rate-nya dapat di high lah. Tapi coba kita lihat Mobile Legends ini. Bukanya aja lumayan, Guys. Karena dia pakai EMMC. Loading-nya ini tergantung Wi-Fi ya. Okelah, ya. Uh, lumayan cepat kalau Mobile Legends. Setting. Terus kita coba lihat ke grafik. Ini custom tuh sesuai dengan perkiraan saya. Jadi, frame rate-nya ada di high, dia bisanya di 60 fps. Oke, sekarang kita cobain kameranya di luar ya. Untuk main kameranya ini 8 megap, selfie kameranya juga 8 megap. Uh, sayang banget ya. Harusnya ini kalau dimasukkan ke seri Note terus desainnya kayak gini saya bakalan suka sih 8 megapel kayak apa. Kita coba di luar deh. Jadi, ini adalah kualitas kamera depan dari Infinix Smart 10 Plus ya, kelas entry level jadi lumayan goyang-goyang ya. Terus kalau misalkan kita coba dnamic range-nya tuh dia langsung jadi satu antara tembok dan langit. Terus muka saya juga bisa diouch. Enggak bisa di-touch ya. Jadi kita enggak bisa pilih fokusnya dan kalau digunain untuk jalan kira-kira seperti ini ya. Standarnya kelas entry lah. Skin t-nya juga detailnya agak berkurang, warnanya agak berkurang dan kalau misalkan kita gunain untuk muter-muter di bagian belakangnya juga terlihat motion bl ya. Walaupun muka saya enggak terlalu stabilizer gitu. Aduh jadi pusing. Terus jalan tangan satu masih lumayan sey. Tapi ingat harganya ini R1,4 juta. Jadi jangan komplain yang aneh-aneh ya. dapat baterai NFC dengan desain yang premium gini aja udah lumayan cakep. Nah, kalau misalkan indoor kayak gini nih. Dan sekarang kita cobain kamera belakangnya. Kamera belakangnya juga autofokusnya sih ada ya, tapi detail warnanya itu kayak berkurang gitu. Terus dynamic range-nya, exposure-nya. Jadi kalau misalkan kita pindah dari sini, set tuh dia masih memproses langitnya kayak masih diproses gitu. Terus ini resolusi 2K 30 FPS ya, BTW. Ini saya jalan mundur dan kita coba lihat kalau perpindahan antara gelap keterangnya dengan autofokusnya gimana. Set. Autofokus sih aman ya, cepat juga. Cuman warna dan detail ya kelasnya entry di 1,4 jutaannya sih masih oke-oke banget. Terus kalau misalkan kita coba zoom untuk detail tuh. Beh, masih cakep sih kalau kita zoom detailnya ya. Tekstur down-nya masih kelihatan. Boknya juga dapat. Terus bayangan gambar terak dan gelapnya juga masih cakep. Kalau digunain untuk nge-vlog kira-kira seperti ini nih. Hah. Kalian jadi bisa compare kamera depan dengan kamera belakang mana yang buat nge-vlog karena sama-sama 8 megapel sebenarnya. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja ya video unboxing dan juga hands on dari Infinix Smart 10 Plus. Yang jelas tujuannya ini buat ya buat pekerja outdoor lah yang enggak mau ngecas-ngecas. 6000 ms-nya ini di atas standar HP di bawah R,5 juta. Karena di bawah R,5 juta itu biasanya ya 5.000 jaranglah yang 6.000 kayak Infinix Smart 10 Plus. Cuman sayangnya untuk ngecas 6000 mampi, kita dikasihnya adapter atau support HP-nya itu cuma di 18 watt. Jadi ngecasnya bakal di sekitar 1 jam lebih hampir 2 jam. Tapi ini cocok banget sih buat teman-teman kita yang ojol driver online karena dia ada NFC-nya juga. Jadi, selain baterainya awet, terus layarnya juga terang digunain di odoor, desainnya juga cakep, enggak terlihat R jutaan. Dia ada NFC-nya. Jadi kalau misalkan top up etol, harusnya aman-aman aja. Dan sayangnya bezelnya kalau dibikin lebih tipis lagi sih menurut saya bakal lebih cakep sih. Hmm. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja saran saya buat Infinix. Coba model ini dimasukin ke seri agak flagship-nya ya, agak atasnya ya. Jangan di seri hot, jangan di seri smart, tapi di seri Nude. Kayaknya cakep deh, minimalis. Terus flat kayak gini lagi ramai aja gitu, lagi banyak yang pakai desain-desain kayak gini karena modern dan kekinian.
Video Lainnya
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple, menyusul rumor kuat mengenai lonjakan harga perangkat masa depan mereka akibat ketergantungan...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Pasar ponsel murah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat sejutaan yang sekilas membawa visual mewah layaknya lini premium masa depan. Di balik desainnya yang...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Mencari gawai ringkas yang benar-benar bisa diandalkan untuk mobilitas ekstrem kini bukan lagi sekadar angan. Lewat gebrakan layar Flexible OLED PaperMatte yang...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Dunia kreasi konten video bersiap menghadapi pergeseran besar seiring hadirnya Insta360 Luna Ultra, sebuah kamera pocket gimbal dual-lensa yang digadang-gadang...
Langkah berani Apple menggandeng Gemini demi mendongkrak kecerdasan Siri akhirnya menjawab skeptisisme panjang para pengguna setia. Pembaruan besar ini tidak hanya...

















