1 Jutaan Layar Besar, Baterai Besar, Update Panjang! REVIEW Redmi 15C (YouTube Video)
Kalian punya budget R jutaan tapi lagi nyari HP dengan baterai besar dan layar yang besar juga? Nah, yang satu ini mungkin bisa jadi jawaban ya. Ini adalah Redmi 15C, smartphone 1 jutaan terbaru dari keluarganya Xiaomi. Layarnya gede banget, 6,9 inci. Refresh rate-nya udah 120 Hz. Jadi mulus nih scoring-soring ya. Baterai juga gede, 6000 mAh. Dan daya tahannya juga lumayan awet. Charging udah 33 watt. Jadi lumayan cepatlah ngechasnya ya. punya rating IP64 juga ya untuk perlindungan dan percikan air dan debu. Jadi aman kalau kehujanan. Update juga panjang 4 kali versi Android dan 6 tahun security patch. Nah, apakah smartphone ini akan cocok buat kalian? Simak review-nya kali ini. Ya, ini Redmi 15C, penerus dari Redmi 14C yang hadir tahun 2024. Kita udah pernah bikin video pembahasannya loh waktu itu ya. Kalau kalian kelewat berarti mungkin belum subscribe tahu dong harus ngapain. Oke, sekarang kita langsung aja mulai pembahasannya dari paket penjualannya. Di dalamnya tentunya ada unit smartphone dengan screen protektor yang sudah langsung terpasang. Lalu tentunya ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini ada charger 33 watt di dalamnya ya. Lalu ada kabel USB type C, ada case juga, ada sim tr ejector dan paket dokumen. Jadi walaupun harganya kelas terjangkau, yang satu ini cukup lengkap isi paket penjualannya. Nah, untuk desain smartphone menggunakan desain yang flat atau datar untuk sisi depan serta bagian frame-nya. Sementara untuk sisi punggungnya atau belakangnya ini menggunakan desain yang disebut sebagai quad curved. Jadi bagian atas, bawah, dan kiri kanan sisi belakang smartphone ini punya lengkungan yang diklaim membuatnya jadi lebih nyaman pada saat digenggam. Modul kameranya sekarang berbentuk kotak, jadi cukup beda ya dari Redmi 14C yang modul kameranya dulu berbentuk lingkaran dengan ukuran besar. Untuk materialnya yang satu ini pakai bahan polikarbonat baik untuk sisi belakang serta frame-nya juga. Untuk opsi warnanya ada empat, ada midnight black, mint green, moonlight blue, dan twilight orange. Untuk warna midnight black dan meint green itu punya back cover yang polos. Sementara warna moonlight blue dan twilight orange back covernya punya semacam corak abstrak yang membuatnya ya enggak terkesan polos tentunya ya. Untuk dimensinya tinggi 171,56 mm, lebar 79,47 mm, dan tebalnya di 7,99 mm. Sementara bobotnya ada di 211 gr dan dia sudah punya rating IP64 untuk daya tahan terhadap debu dan air. Ini meningkat dibandingkan 14C yang punya rating IP 52 saja. Tapi ingat ini levelnya bukan untuk dicemplungin ke dalam air. Jangan diajak berenang, jangan dicuci pakai air, jangan. Ya, ini kalau kena hujan tipis-tipis aja masih okelah. Nih, lanjut ke sisi-sisinya. Kita lihat di sisi kanan ya, ada tombol power yang menyatu dengan fingerprint scanner serta ada tombol volume. Di sisi atas ini kosong. Di sisi kiri ada SIM tray non hybrid. Jadi bisa pakai dual SIM dan micro SD card secara bersamaan ya. Di sisi bawah itu ada mikrofon, ada port USBC, dan ada grill speaker. Jadi smartphone ini punya satu mikrofon dan satu speaker. Ya, masih wajarlah untuk kelas harga R1 jutaan. Nah, untuk speaker kualitas suaranya terbilang standar lah. Tapi di harga sejutaan kita memang belum bisa berharap kualitas yang luar biasa gimana gitu. Belum lah ya. Tapi kalau untuk volumenya ini udah cukup lantang untuk kelas harganya. Beralih ke sisi depan sekarang ini adalah layar 6,9 inci panel IPS. Resolusinya adalah 1600 * 720 piksel. Refresh set-nya up to 120 Hz. Jadi dia bisa naik ke 120 Hz kalau ada aktivitas dan turun ke 60 Hz kalau tidak ada aktivitas. Untuk gratis-nya kita mendapatkan angka 580-an nits untuk pengujian indoor. Sementara untuk simulasi outdoor beratas layarnya bisa mencapai 890-an nit. Udah lumayan terang nih untuk kelas harganya ya. Nah, smartphone ini punya tiga mode warna layar yaitu standar, vivit, dan saturated. Hasil tes kelar gambutnya lihat nih seperti ini ya. Intinya seluruh mode warna layar di smartphone ini lebih diarahkan untuk mendekati ke arah 100% sRGB. Tapi kalau mau benar-benar dekat dengan 100% sRGB bisa pilih mode saturated. Nah, untuk basel emang belum bisa dibilang tipis ya, tapi di kelas harga segini masih wajar sih sebetulnya. Oh ya, layar ini katanya sudah dibekali dengan teknologi wet touch Display 2.0. Jadi, layarnya tetap bisa beroperasi meskipun jari kita basah. Selain itu, ada juga sertifikasi Tuv Rinland ICE yang diklaim bisa mengurangi efek lelah pada mata saat melihat layar ini dengan durasi waktu yang lama. Kemudian di basel atas layar ini ada sebuah earpiece. Lalu di bawah earpiece terdapat sebuah kamera selfie dengan model waterdrop. Ini kamera 8 megap F2.0 fix focus. Perekaman videonya bisa mencapai 1080p 30 fps. Beralih ke sisi belakang ini adalah kamera utamanya 50 megap F1.8 tentunya autofokus berkamar videonya sampai 1080p 30 fps. Untuk fitur-fitur ada timelapse, night mode, portraet mode, dan ultra HD. Kemudian ada satu kamera bonus di sini serta ada LED flash. Oke, sekarang kita lihat jeroannya ya. Untuk SOC dia pakai Mediatek Helio G81 Ultra. Ultra ini berarti datang dari keluarganya Xiaomi gitu ya. Untuk RAM dan storage-nya ada dua opsi, ada yang 6128 dan ada yang 8256. RAM-nya pakai LPD 4X dan storage-nya tentunya karena pakai G81 dia pakai EMMC. Nah, di sini ada fitur RAM expansion hingga 8 GB kalau memang dibutuhkan. Nah, untuk unit yang kami uji adalah varian yang 8 GB dengan storage 256 GB. Oke, untuk baterai ini 6000 mAh dengan dukungan charging 33 watt ini meningkat ya dibandingkan Redmi 14C yang baterainya adalah 5.160 mAh dan chargingnya cuma sampai 18 watt saja. Untuk sensor dia punya asalometer, light sensor, proximity sensor, magnetometer. Sayangnya gyroskop hardware-nya belum ada di sini. Untuk konektivitas dia tentunya bisa 2G, 3G, dan 4G ya. Bluetooth-nya sudah bisa versi 5, Wii versi 5 juga dan NFC tersedia di sini. FM radio juga ada. Untuk menggunakannya kita perlu menyambungkan earphone ke audio jack 3,5 mm-nya. Untuk kode Bluetooth bisa dilihat nih ada apa aja di sini ya. SBC, AAC, Qualcom FTX juga ada di sini dan LDAC juga bisa. Untuk sisi keamanannya dia punya face unlock serta fingerprint sensor. OS-nya pakai Hyper OS 2 berbasis Android 15. Nah, untuk update smartphone ini dijanjikan mendapatkan update OS 4 kali dan security patch selama 6 tahun. Jadi, ini bakal dapat jatah update sampai Android 19. Mantap ya. Untuk kelas harganya ini udah terhitung panjang sih sebetulnya. Update-nya biasanya di sini kan cuma dapat update 1 sampai 2 tahun. Nah, bagus sudah dapat update 1 jutaan ada yang enggak ada update-nya. Nah, untuk iklan di sini masih ada ya. Kalau seri Redmi emang umumnya emang masih ada iklannya. Kalau kalian mau bebas iklan itu sernya yang Xiaomi ya. Xiaomi 15, 15 Ultra, 14T dan lain-lain ya. Sementara untuk aplikasi pihak ketiga di sini ada beberapa yang sudah terinstal dari awal tapi untungnya ini bisa di-uninstal kalau memang tidak dibutuhkan. Nah, untuk fitur yang cukup menarik di sini ada interconnectivity ini bikin smartphone-nya bisa terhubung dengan tablet dari keluarga Xiaomi. Jadi, ini bisa menjalankan beberapa fungsi lintas perangkat. Contohnya seperti shart clipboard, call, Sync, network sync, dan lain-lain. Fitur kekinian dari Google seperti Gemini dan Circle to Search juga udah ada di sini. Jadi, udah kekinian juga ya. Oke, sekarang kita langsung masuk ke pengujian performanya. Untuk Antutu 10 dengan menggunakan 3D Lite dia dapat R66.000-an. Sementara Geekbench 6 single core 406 multiore di 1383. Untuk trimmax sling shot ekstrem saat video ini dibuat tesnya masih terkunci ya. Biasanya tes ini baru terbuka menjelang HP-nya rilis. Sekarang kita lihat konsistensinya untuk 3mlife stress test ya. Sayangnya yang satu ini juga masih terkunci sama seperti tes sebelumnya. Lalu untuk GFX Band 1080p TX off screen dapat 35 fps. Sekarang kita lihat untuk pengujian gaming. Sedikit catatan aja di sini kita gak bakal uji game berat seperti Gensin Impact dan Wering Waves karena yang satu ini memang tidak dirancang untuk game berat ya. Nah, kita langsung mulai dari Subway servers. Refresh set layar langsung turun ke 60 Hz saat game ini dijalankan. Saat refres layer kita atur manual ke 120 Hz, hasilnya sama aja. Layarnya langsung turun ke 60 Hz saat game ini dijalankan. Jadi kita cuma bisa mainkan game yang satu ini di frame rate maksimal 60 fps aja. Tapi tentunya ini lancar, enggak ada masalah. Sekarang kita lihat untuk Free Fire. Di sini kita coba dengan setting frame rate high dan seting grafisnya kami setting mentok kanan. Hasilnya game ini jalan di kisaran 50 sampai 60 fps. Jadi ini masih cukup nyaman untuk dimainkan. Lalu untuk PUBG Mobile setting grafik yang terbuka itu sampai smooth ultra alias 40 fps. Kalau kita mainkan game ini jalan di kisaran 35 sampai 40 fps. Jadi masih bisalah untuk dimainkan selama bukan di level kompetitif. Untuk Groing tentunya belum diupport karena memang tidak ada sensor gyroscope secara hardware di sini ya. Lalu untuk Mobile Legends di sini setting frame-nya terbuka hingga super atau 90 fps. Tapi pas kita buka game-nya refresh rate-nya langsung turun ke 60 Hz. Diatur manual ke 120 Hz pun tetap turun ke 60 Hz lagi pada saat game-nya dijalankan. Sementara untuk setting grafis yang terbuka seperti ini ya. Nah, saat dimainkan frame rate-nya bisa sekitar 50 sampai 60 FPS kalau sepi dan bisa turun ke kisaran 30 sampai 40 FPS kalau lagi ramai. Setelah dimainkan untuk satu game, S panas di sisi belakangnya ada di 38 derajat celcius. Sementara sisi depan ada di kisaran 39 sampai 40 derajat celcius. Oke, sekarang kita lanjut ke pengujian kameranya. Di tangan saya kali ini udah ada Redmi 15C dan kali ini pengujian kameranya bareng sama saya. Di sini suara yang kalian dengar itu adalah ee suara yang direkam langsung menggunakan mikrofon dari smartphone-nya. Jadi ini enggak pakai ee mikrofon tambahan. Suara aslinya tuh kayak gini. Agak hati-hati aja karena di sini mikrofonnya cuman ada satu ya. Jadi pastikan mikrofonnya itu enggak ketutup sama tangan kalian waktu lagi ngerekam. Kita mulai dari kamera selfie-nya. Untuk detailnya ini memang bukan yang super tajam ya. Dan menurut kami ini agak terasa oversharpen. Tapi untuk smartphone di kelas harga Rp1 jutaan kualitas seperti ini wajar-wajar aja kok. Untuk kemampuan dynamic range ini juga standar aja ya. Bagian background-nya masih terasa agak over expos, tapi seenggaknya area wajah itu masih bisa kelihatan dengan cukup jelas. Lanjut ke urusan stabilizernya. Mengingat smartphone ini enggak punya sensor gyro, jadinya yang satu ini enggak punya EIS untuk stabilizer sehingga video yang dihasilkan belum stabil kayak gini. Lanjut ke kamera utamanya. Kalau di tempat yang pencahayaannya ideal, kami rasa detailnya masih cukup oke dan tidak terlalu oversharpen seperti kamera selfie-nya. Untuk dynamic range ini mirip ya sama kamera selfie-nya. Bagian background juga terasa agak over expos, tapi bagian wajah masih bisa terlihat dengan jelas. Untuk stabilizer ini juga lagi-lagi sama kayak kamera selfie-nya. Karena tidak ada sensor gyrio, jadinya enggak punya IIS untuk stabilizer di kamera utamanya ini juga. Untuk kemampuan autofokusnya kurang lebih kayak gini nih. Amanlah pokoknya. Lanjut ke low light. Kemampuan kamera selfie di smartphone ini tentunya udah menurun ya. Kalau di cahaya yang minim detailnya semakin turun dan noise juga udah mulai bermunculan. Untungnya videonya masih tetap terang. Jadi bagian wajah itu masih kelihatan dengan jelas. Begitu juga di kamera utamanya. Detail sudah mulai berkurang dan video yang dihasilkan jadi lebih soft. Ini sih hal yang wajar ya untuk smartphone di kelas harga R1 jutaan. Solusinya harus pintar-pintar cari tempat yang pencahayaannya ideal biar hasilnya lebih maksimal. Oke, sekarang kita lihat hasil foto-fotonya. Kalau di kondisi cahaya yang cukup, hasil jepretannya cukup oke ya, detailnya cukup oke dan ketajamannya juga masih pas gitu. Tapi kalau di kondisi low light memang jadi menurun. Jadi, lagi-lagi ini kita harus pintar-pintar dalam mencari sumber cahaya agar bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Oke, itu dia tadi pengujian kamera dari Redmi 15C. Overall ini masih sesuailah dengan ekspektasi kami untuk smartphone di kelas harga R1 jutaan. Kalau ditanya yang kurang apa, bagi kami sih kemampuan stabilisasi videonya ya. Mungkin di seri berikutnya Redmi bisa menghadirkan fitur EIS ke dalam smartphone entry level-nya. Ini sekian dulu pengujian kamera dari Redmi 15C. Lanjut lagi ke pengujian berikutnya. Nah, sekarang kita tes untuk baterainya ya. Untuk local YouTube video playback 1080p yang kita download dulu tuh ya video YouTube-nya baru kita putar secara offline ya. Baterai baru habis setelah nyaris 25 jam tepatnya 24 jam 58 menit. Ini udah tergolong awet untuk smartphone di kelas harga R1 jutaan. Lalu untuk streaming YouTube 1080p 30 FPS non HDR selama setengah jam baterai berkurang 3%. Scrolling TikTok selama setengah jam, baterai berkurang 3% juga biasanya di 4%-an di sini ya. Oke, sekarang kita lihat untuk tes charging. Kalau kita pakai charger bawaan yang 33 watt, hasilnya adalah untuk mencapai 50% butuh waktu 31 menit. Dari kosong sampai penuh hanya butuh waktu 1 jam 9 menit. Ini udah oke banget nih ya. Apalagi ini di harga R1 jutaan dan baterainya besar 6.000 mAh. Lanjut lagi untuk Netflix dia support WhiteFine L1 tanpa dukungan HDR. Tapi untuk YouTube streamingnya bisa sampai 2160 p 60 fps tanpa dukungan HDR. Tapi hasilnya agak patah-patah. Kalau mau lancar sebaiknya pakai resolusi yang lebih rendah. Lagian layarnya juga ya enggak tinggi juga kan resolusinya ya. Lalu untuk Haptic feedback by default getaran dihasilkan itu memang terasa kurang kuat. Untungnya kita bisa atur jadi lebih kuat lagi lewat menu pengaturan keyboard. Nah, untuk Wii sharing ternyata di sini bisa. Nah, untuk menggunakannya kita bisa menyalakan fitur hotspot saat smartphone terhubung ke wifi. Ya, tentunya kalau hotspot pakai 4G sih ya bisa-bisa aja tentu di hidupin aja hotspot-nya pada saat lagi nyambung ke 4G itu juga bisa. Nah, untuk harganya Redmi 15C itu dijual dengan harga Rp1.599.000 untuk varian yang 6128 dan Rp1.799.000 untuk varian 8256 yang kami uji ini. Untuk detail lengkapnya cek di kolom deskripsi. Kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Mungkin akan ada yang protes di sini dengan layar HD di smartphone ini, tapi mengingat harga R jutaan rasanya wajar ya sebetulnya ya. Lalu untuk OS-nya tentunya masih ada iklan tipis-tipis di sini ya harga segini dan untuk sensor giroskop belum ada. Lalu untuk storage dia masih menggunakan IMMC. Dari si menariknya layarnya ukurannya besar 6,9 inci. Kalau memang ini yang dicari udah mantap deh di Rp1 jutaan nih ya. Refresh-nya 120 Hz. Baterainya besar 6000 mAh. Tahan baterainya awet. charging-nya cukup cepat juga. Chargernya pun sudah ada dalam paket penjualan. Update software-nya ini ekstra nih, panjang di sini ya. Lalu dia masih punya fingerprint scanner. Lalu sim tray-nya ini non hybrid. Jadi bisa dua SIM card plus micr SD. NFC ada di sini. Audio jack juga ada. Dan ada opsi hiburan gratis yaitu FM radio. Serta yang paling penting dia punya rating IP64 untuk daya tahan terhadap debu dan air ya. Hujan tipis-tipis masih oke di sini. Pertanyaannya, kira-kira smartphone ini cocoknya buat siapa? Ya tentunya Redmi 15C ini sangat cocok untuk yang sedang mencari smartphone dengan harga Rp1 jutaan, tapi maunya punya layar besar dan baterai juga maunya yang besar. Buat yang nyari smartphone ramah kantong tapi update software panjang, cocok juga nih ya yang satu nih update versi Android-nya lama nih, panjang nih ya. Atau buat yang nyari smartphone murah pakai NFC bisa juga di sini ya kan banyak ya kalau udah murah enggak ada NFC-nya. Ini masih punya. Lalu buat para Redmi fans yang lagi nyari smartphone terjangkau, Time, maunya pakai nama Redmi, nah ini juga bisa jadi pilihan yang menarik. Pada akhirnya hadirnya Redmi 15C ini tentunya menambah opsi smartphone di kelas harga Rp1 jutaan. Jadi, makin ramai di sini. Jadi, kalau yang kalian cari adalah smartphone di kelas harga R jutaan, yang satu ini akan sangat menarik untuk dipertimbangkan. Saya D Irfan JakaTB TV. [Musik]
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...
Pasar tablet murah kembali bergeliat dengan hadirnya sebuah perangkat metal yang mendefinisikan ulang standar gadget ramah kantong. Di harga dua jutaan, perangkat...
Ingin tahu apakah Xiaomi 17T masih pantas menyandang predikat "HP menang banyak" di tengah tren harga yang makin meroket sepanjang tahun 2026? Kreator mengajak kita...
DHIARCOM mengupas tuntas kehadiran Xiaomi 17T Pro yang mendobrak pasar lewat kombinasi performa kelas wahid dan baterai jumbo 7000 mAh. Penonton akan diajak melihat...
Siapakah rajanya midrange tahun ini? DKID Media mengupas tuntas Xiaomi 17T yang hadir dengan kemampuan zoom optik 5x, baterai jumbo 6.500 mAh, serta desain compact...
Pasar smartphone kelas premium midrange kembali memanas lewat kehadiran Xiaomi 17T yang membawa kejutan besar di angka Rp 7.999.000. Dengan harga seseksi itu,...
Xiaomi kembali menggebrak pasar lewat lini 17T yang membawa lompatan besar pada sektor fotografi mobile. Di tengah fluktuasi harga yang memicu perdebatan, perangkat...
Redmi Pad 2 9.7 hadir di tengah ketatnya persaingan pasar tablet terjangkau dengan membawa sejumlah perubahan desain dan spesifikasi yang cukup berani. Namun, di...

















