Jungkat

10 HAL YANG SAYA SUKA DAN TIDAK DARI VINFAST VF3 (YouTube Video)

  • 27/06/2025

Ini adalah FinFas VF3 yang sudah saya beli kira-kira sebulan. Dan ini adalah salah satu mobil yang bentuknya paling cute yang pernah saya beli. Dan setelah sebulan dipakai, tentu saja mobil ini punya banyak hal yang menyenangkan. Tapi mobil ini juga tidak luput dari sejumlah hal yang kurang menyenangkan. Dan di video kali ini saya akan buka semuanya ke Anda. Apa saja 10 hal yang saya suka dari mobil ini dan 10 hal yang saya tidak suka. Mobil ini mengawali kiprahnya di tanah air lewat IMS 2025 di awal tahun pada saat pertama kali saya ketemu mobil ini. Ini adalah mobil yang saya paling tidak suka dari boot FinFast. E bukan tidak suka dengan konsep mobilnya, tapi karena ada beberapa perintilan kecil-kecil yang mestinya ada tapi tidak ada di mobil ini yang e lebih seperti suka dengan mobil ini. Tapi aduh sayang sekali kenapa enggak ada beberapa hal itu. Nah, tapi anyway istri saya ee suka dia juga butuh buat mobil sehari-hari makanya dibelilah FinFast VF3 warna urban mint ini. sampai sekarang itu sudah jalan mungkin kira-kira 600700 km. Memang bukan saya yang sering bawa. Yang sering bawa adalah istri saya, tapi saya juga bawa sesekali dan mulai bisa merasakan apa saja yang saya suka dan tidak. Tapi sebelum kita masuk ke yang saya suka dan tidak, ada satu hal yang saya pikir itu bakal menjadi hal yang tidak saya suka. Tapi ternyata setelah berjalannya waktu, it's ok. itu adalah charging-nya yang hanya DC. Jadi, kan mobil ini tidak bisa diarge e dicharge secara AC, hanya bisa secara DC. Nah, itu tadinya saya pikir itu bakal masalah karena charger di rumah saya AC semua. Tapi ternyata kita dapat wall charger yang sekaligus juga portable charger dan itu saya instalasi di rumah walaupun cuman 3.000 watt ya kekuatannya, tapi dengan baterai yang kecil ternyata tetap bisa ngecharge sekitar 5 jam 6 jam sampai penuh. Jadi normal karena baterainya juga enggak terlalu besar. Dan ketika kita ke SPKLU biasanya rata-rata mereka punya DC juga dan sekarang saya juga sudah punya DC di rumah jadi enggak terlalu masalah tapi saya akan buka hal-hal lainnya. Oke, mobil ini memang harganya murah sekali ya, Rp189 juta karena masih dapat diskon promo di awal-awal. Normalnya tuh kalau enggak salah di Rp220-an juta tapi Rp1 juta dengan buyback guarantee 70% dalam 3 tahun. Menurut saya good deal banget. Tapi tetap saja hal pertama yang saya kurang suka dari mobil ini adalah velegnya. Velegnya tuh benar-benar kaleng. Benar-benar veleg biasa, veleg murah gitu ya. Bukan, bukan veleg yang stylish. Okelah, ada dopnya Finfast, tapi fakta bahwa itu bukan veleg aluminium dan itu veleg yang murah agak sedikit mengurangi penampilan mobil. Tapi untuk hal yang itu saya sudah pecahkan solusinya dan saya sudah pasang HSR wheel. Lihat ini keren sekali modelnya pas gitu. Dan ini masih pakai ban standarnya supaya rolling resistance-nya dan range-nya tetap sama, performanya tetap sama. Tapi sebelum saya memilih HSR BSI ini, ada sejumlah veleg lain yang menjadi alternatif. Nah, ini saya ajak Anda ke salah satu outlet HSR di Jakarta Barat untuk melihat proses pemilihan. [Musik] Nah, jadi inilah pilihan veleg-vel HSR yang lain sebelum saya pilih veleg yang saya pasang di mobil saya sekarang. Nah, ini ada HSRJ Limpo. Ini sama pokoknya semuanya ukurannya 16 inci, lebarnya 6,5. supaya kita masih bisa pakai ban standarnya. Ini J limpo ini bentuknya itu memadukan antara sporty dan elegan. Ini juga cakep gitu dipakai di mobil ini. Lihat ini gayanya tuh sporty, elegan. Nah, kemudian yang kedua ini ada HSR PNT. HSRPT ini selalu jadi favorit saya, bahkan favoritnya Virel. Dia juga pakai buat di ee mobil drift-nya tahun lalu dan saya juga pakai HSRPT ini untuk Honda Prelot saya. Tapi memang kalau buat di mobil ini setelah dipasang cakep, tapi karena remnya terlalu kecil dan ini terlalu banyak ee kopongnya gitu ya velegnya, ini baru pas kalau kita pakai big breakit gitu ya. Jadi sporty, sporty banget cuman tidak didukung oleh remnya yang cukup besar dari standar mobilnya. Remnya kekecilan. Jadi yang ini saya skip. Tapi kalau misalnya Anda suka yang model benar-benar sporty, ini keren banget sih pente ini dan ada unsur retro-retronya juga gitu. Kemudian ini ada HSR Mentawai. Ini menurut saya keren sekali. Dia warnanya itu e abu-abu dove ya, jadi gagah. Dan HSR wheel-nya ini bentuknya seperti embos di sini. Jadi bukan hanya di ee wheel cap-nya aja, tapi juga di velegnya. Jadi kesannya tuh modern velegnya. Ada kesan mahalnya juga karena di embos seperti ini. Dan ini agak mirip-mirip veleg yang beraliran motor sport ya. Jadi motor sport yang elegan. Bahkan velek-velek bernuansa rally itu dulu juga ada yang ee seperti ini nuansanya, tapi ini beda dan ini juga saya rasa cocok untuk mobil ini. Nah, tapi memang ini ada kesan modernnya gitu. Walaupun mobil ini mobil baru, tapi kayaknya mobil ini tuh lebih pas kalau ada unsur-unsur retronya yang kuat. Makanya saya pilih HSR BSI ini. HSR BSI ini sebenarnya saudaranya HSR KLG. KLG itu singkatan dari kaleng. BSI ini singkatan dari besi. Jadi veleg yang menyerupai veleg kaleng dan velek besi. Walaupun ini aluminium ya, bukan bukan velek kaleng, bukan veleg besi. Dan lihat ini. Ini bentuknya tuh ada keretro-retroannya gitu. Eh, jadi e saya senang banget ngelihat veleg ini pas banget dengan karakter mobilnya. Enggak terlalu modern, ada unsur retronya, tapi kualitas pengerjaannya ini bagus sekali. Dan veleg ini lebih apa ya, lebih humble gitu, lebih to earth gitu ya. Jadi ada kesan mobil ini tuh benar-benar ee pas gitu sama veleg ini karena ya mobilnya juga humble. Bahkan veleg standarnya juga hanya veleg besi. Nah, kita ganti dengan HSR BSI yang dia enggak menghilangkan karakter asli mobilnya, tapi dengan bahan veleg yang jauh lebih berkualitas dan tampilan yang lebih keren. Makanya ini Nah, pilihan veleg untuk Finfast VF3 ini sangat beragam. Enggak perlu ganti ban, cukup ganti velegnya saja karena ukuran veleg tetap sama dengan bawaan pabriknya. Untuk style dari veleg HSR ini memang sangat bervariasi, jadi bisa disesuaikan dengan konsep atau style yang Anda inginkan. Tentu saja karena banyaknya pilihan veleg untuk FinFast VF3 ini, pastinya ke depannya saya akan jadi sering ganti-ganti konsep atau style veleg sesuai keinginan saya. Well, veleg adalah memang masalah selera. Enggak mungkin semua orang suka satu jenis veleg yang sama. Kalau itu yang terjadi, enggak ada macam-macam dong bentuk velegnya begitu aja. Tapi ini adalah ee pilihan saya. Yang lain juga bagus-bagus menurut saya, tapi ini menurut saya e keren gitu. Dia bentuknya masih kayak velek kaleng, tapi dia aluminium. Lebih mahal kelihatannya, warnanya juga pas. Serta logo HSR-nya juga humble gitu ya. Enggak enggak terlalu yang besar gitu ya. Jadi eh veleg humble tapi berkelas mirip seperti konsep mobilnya. Nah, tapi tetap saja kalau Anda belum beli veleg, Anda belum ganti veleg, itu adalah satu hal yang saya tidak suka dari mobil ini adalah veleg standarnya. Sekarang kita masuk ke hal yang saya suka paling pertama. Ya, tentu saja pasti Anda sudah bisa menebak hal pertama yang saya suka dari mobil ini. Sama seperti alasan saya membeli mobil ini adalah bentuknya. Saya pikir bakal bosan setelah berapa lama, ternyata enggak. Bentuknya masih sangat menarik, cute sekali. menarik perhatian orang dan desainnya itu benar-benar berkelas. Ya, memang seperti saya ceritakan bahwa desain ini tidak dikerjakan oleh FinVas sendiri, tapi ee FinFas itu pakai jasa desain oleh desainer, kumpulan desainer asal Australia. Dan akhirnya terbentuklah desain yang iconic ini. Sepintas seperti apalagi dengan warna urban mint ya, seperti Land Rover Defender versi dibolkan atau Land Rover Defender versi Bonsai. Eh, dan tapi detailnya tidak mencontek dari defender, tapi mobil ini ada kelihatan gagahnya nih, garis bahunya, over fendernya yang besar, kemudian ground clearance-nya lumayan tinggi dan dia juga enggak pendek-pendek amat mobilnya. Kemudian ada split di sini diplit bodinya oleh kaca. Jadi detail-detailnya sangat menarik dari depan samping sampai belakang dan tetap saya suka walaupun sudah sebulan punya mobil ini. Masuk ke hal kedua yang saya tidak suka dari mobil ini. Langsung aja kap mesinnya penyok-penyok. Lihat ini memang mobil ini dibuat dari ah seperti bahan bumper ya. Entah poliuretan atau eh fiber ya, tapi bukan besi. Termasuk juga kap mesinnya ini bukan besi, tapi pengerjaannya mengecewakan. Lihat ini mobil baru gitu, enggak seharusnya penyok-penyok. Ini bergelombang gitu loh. Kelihatan sekali gelombangnya. Bahkan ketika kita nyetir juga kelihatan sekali. Dan itu tidak terjadi di sparkbard ya. Sparbardnya mulus, bagus. Padahal kayaknya bahannya sama bahannya, bukan bahan besi, tapi di sparkboardnya bisa oke. Begitu di kapnya meleot-meleot. Padahal di bawah juga enggak ada mesin yang panas sekali gitu ya. Di sini juga tetap dingin. Tapi emang enggak rapi aja pengerjaannya. Ee dan percuma mau saya ganti pun seperti ini karena ini bukan karena kerusakan karena memang standarnya Finfast. Kemungkinan saya akan cari alternatif mungkin ganti cup mesinnya pakai carbon fiber aja. Sekarang saya belum dapat, tapi ada rencana seperti itu karena mengganggu banget gitu ngelihat kap mesin bergelombang bahkan dari ee jok pengemudi. Masuk ke hal berikutnya yang saya suka dari mobil ini adalah akses ke belakang relatif mudah dan space-nya juga lumayan memadai. Harus diingat mobil ini tuh sangat kecil karena kecilnya itu dia punya sejumlah keuntungan. Tapi kan memang kecil itu mengundang resiko yaitu akses yang sulit. Ini masuk ke belakangnya gampang apalagi karena atapnya lumayan tinggi. Jadi enggak masalah untuk saya masuk sekalipun. Dan begitu saya udah di dalam ini masih cukup memadai. Apalagi di bangku ini kan ada cekungan gitu ya. Jadi dia masih bisa ya enggak gede tapi masih ok lah. Apalagi saya juga punya safety belt 3 titik gitu. Jadi untuk jarak-jarak dekat masih oke. Dan memang mobil ini enggak bisa jarak jauh karena range-nya sedikit. Di sini juga masih ada cup holders. Dan istri saya juga beberapa kali dia duduk di belakang, dia enggak komplain. Bukan tempat paling nyaman, tapi surprisingly memadai untuk orang dewasa sekalipun. Hal berikutnya yang saya tidak suka, lampunya sudah ketinggalan zaman. Bukan desainnya. Desainnya oke ya. Desainnya tuh keren, modern, dan sesuai dengan desain bodinya dengan dibelah oleh logo Finfas ini. Tapi nyala lampunya kuning. Ini masih pakai bohlam. Ini juga projektornya bukan LED. Dan saya juga merasa kurang begitu terang di malam hari. Kurang begitu memadai untuk standar sekarang. Ya, dia belum auto lamp, Mas. Saya masih bisa maafkan lah. Enggak perlu teknologi auto lamp yang dia bisa nyala sendiri kalau udah gelap. Tapi minimal mungkin dikasih LED gitu ya yang lebih yang lebih memadai lah mungkin buat saya ini. Jadi ee mobilnya udah keren tapi sorot lampunya kuning jadi terasa kurang modern. Sekarang kita masuk ke hal yang saya suka lagi dari mobil ini adalah AC-nya bisa diubah arahnya. Kita harus ingat bahwa mobil ini itu sangat sangat reasonable harganya di bawah Rp200 juta. E entry level sekaliah mobil ini. Tapi lihat AC-nya dia punya pengaturan secara elektrik untuk arah AC. Bisa ke kaki ini, bisa 100% ke kaki. Ada ee eh defoger depannya juga. maksudnya ee untuk menghilangkan kabut dari kaca depan karena dia juga ada ventilasi di depan dan biasanya di mobil yang sangat-sangat entry level ini tuh tidak ada dan ini secara elektrik pula bukan mekanikal. Jadi kalau misalnya kita ngerasa hembusan AC-nya tuh terlalu besar gitu ya, by the way ini AC-nya juga e dinginnya sangat memadai. Kita bisa arahkan kalau kaki kita kurang dingin, kita bisa arahkan ke kaki. Kalau kaca kita ngembun, kita bisa arahkan ke depan. Jadi AC-nya eh lumayan canggih untuk ukuran entry level. Masuk ke hal yang saya kurang suka. Berikutnya sebenarnya ini mixed feeling ya. Di satu sisi saya suka dengan overfender dan bumper yang warnanya hitam dove membuat gagah. Tapi memang kalau terjadi sesuatu, kalau lecet, kalau bocel itu susah sekali diperbaikinya. Karena kalau di chat pun akan belang. Kalau enggak di chat pun ya akan terlihat bekasnya. Jadi kalau ada apa-apa itu sulit perbaikannya. Nah, ini udah kejadian nih. Seperti ini. Ini bumpernya baret-baret. Dan ini saya mesti apakan? Saya saya dempul, saya cat enggak mungkin sama warnanya karena yang lain tidak dicat. Artinya satu-satunya cara kalau misalnya saya mau mengembalikan seperti semula ya harus ganti bumper atau cara lain saya belum tahu. Kalaupun dikerjakan mungkin kayak efek kulit jeruknya ini enggak bisa gitu ya. Karena ini kan raw material. Nah, by the way kalau ada yang nanya ini kenapa? Jadi ini ee pas istri saya yang bawa. Enggak apa-apa loh saya enggak masalah. istri saya yang bawa dan dia juga udah cerita kronologisnya bahwa pada saat itu dia nabrak pagar, tapi memang totally salah pagarnya ya, bukan salah istri saya. Istri saya juga bilang itu pagarnya yang salah. Saya juga e setuju sama dia. Jadi kita juga enggak cari siapa yang salah. Okelah tuh pagernya memang yang mungkin enggak mau minggir gitu ya, tapi susah untuk dikembalikan. Jadi ini saya berencana untuk mengganti lagi bumper depannya dengan yang baru supaya mulus lagi. Saya belum tahu tapi berapa harganya. Nah, oke. Untuk hal yang saya suka dan saya tidak suka berikutnya kita akan lakukan sambil kita jalan. Oke, sekarang kita udah jalan. Jadi sambil saya ngomong, Anda juga bisa ee menikmati siluet dan bentuk mobil ini dari luar dengan veleg baru HSR BSI ini. Oke, terakhir saya menyebut tentang hal yang kurang saya suka. Artinya sekarang giliran hal yang saya suka berikutnya itu adalah tombol-tombol fisik di dalam mobil ini. Sekarang itu banyak sekali pabrikan mobil terjebak mengurangi semua tombol masuk ke dalam layar yang yes, mungkin itu mengikuti Tesla terlihat lebih futuristis mobilnya, tapi sangat-sangat merepotkan dan senang sekali ini FinFas masih meletakkan sejumlah tombol yang penting untuk kita ee akses. Jadi, tombol AC, tombol volume itu masih ee fisik ya. Jadi enggak perlu susah-susah ke layar. Dan itu sangat memudahkan karena AC ini akan sering kita utak-atik. Hal yang saya kurang suka berikutnya sebenarnya ini agak membingungkan ya. Ini karakter asli mobilnya atau ada kerusakan. Tapi masalahnya kalau kerusakan ini masih terlalu baru mobilnya dan mobil ini tidak mengalami benturan apa-apa. Tapi sejak awal sudah ada bunyi seperti ini. Nah, ini untuk mendemonstrasikan saya harus balik sebentar ke distrik otomotif ke tempat ee garasi saya. Nah, kenapa saya harus kembali ke garasi? Karena ini melibatkan mundurnya mobil ini. Jadi, hal yang saya enggak suka berikutnya adalah ketika mundur kadang-kadang dia tuh suka bunyi klek klk klek kklek dari gardan belakangnya. Coba ya, kita coba kita mundur. Tekek gitu. Tapi kadang enggak ada. Kadang ada. Kadang enggak ada. kayak kayak ada sesuatu yang longgar gitu loh Kadang-kadang ada getarannya juga gitu kayak rusak gitu loh gardannya. Tapi ini dari awal udah kayak gini. Eh, dan itu terjadi kalau mundur dan sambil direm sedikit. Jadi kayak kita mau parkir gitu. Saya enggak tahu kenapa saya akan bawa ini ke bengkel Finvas. Entah itu memang karakter mobilnya atau ada kerusakan. Oke, kita balik jalan lagi sekarang. Oke, moga-moga aja itu malfunction ya. Jadi saya malah berharap itu adalah kerusakan supaya setelah diperbaiki masih dalam masa warranty itu enggak berbunyi lagi. Tapi kalau itu ternyata karakter ya udah artinya saya harus harus terbiasa dengan bunyi seperti itu. Oke but anyway sekarang kita masuk ke hal yang saya suka berikutnya. Ini mobil tenaganya kecil cuman 40 HP. Miriplah dengan wooling REV. Tapi yang saya suka dari mobil ini adalah karakter lajunya. Mobil ini tuh laju, terasa terasa bertenaga terus gitu. Tidak yang berlimpah tapi lebih dari cukup tenaganya. Jadi ketika kita mau ee tiba-tiba maju gitu ya secara cepat itu cepat sekali akselerasinya dia. Saya sudah cek 0 sampai 100 km/h-nya memang 0 sampai 100 km/h-nya tidak tidak impresif lah 16 detik ya. Karena dia top speed-nya juga 100 km/h 104. Tapi yang impresif adalah 0 sampai 60-nya itu tidak sampai 6 detik, hanya di 5 detikan ee hasil perhitungan saya sendiri di ee alat ukur berbasis GPS. Tapi itu kan cuman angka. Tapi yang jelas nih sekarang saya lari 70 gitu ya. Saya mau akselerasi positif gitu tenaganya tuh. Jadi enggak enggak ngos-ngosan ini mobil. Mungkin juga karena bobotnya yang enteng. Saya sebelumnya pernah punya Woling RV. Ini sedikit lebih responsif dibandingkan RV padahal tenaganya sama. Mungkin juga karena RV mungkin lebih berat ya karena dia baterainya lebih besar. Jadi ini terasa lebih lincah gitu enak gitu tenaganya. Apalagi dari kecepatan bawah sampai 60 km/h di dalam kota tuh enak sekali apa ee ee betotan tenaganya tuh bukan yang ee sangat brutal, tidak brutal sama sekali malah, tapi more than enough. Sekarang kita masuk ke hal berikutnya yang saya kurang suka dan menurut saya ini aneh sekali dan enggak pernah saya temui di mobil lain adalah kompresor AC-nya itu selalu mati pada saat kita mematikan mobil. Jadi ketika kita start, kita mulai jalan, AC itu hanya fannya yang nyala. Kompresornya enggak nyala sama sekali. Harus dipencet setiap kali kita jalan. Jadi, ada dua yang harus kita pencet. Yang pertama tombol AC ni untuk mengaktifkan kompresor AC dan satu lagi tombol ventilasi udara menutup ventilasi. Yang ventilasi saya bisa maafkan deh karena Mercy pun seperti itu kadang-kadang. Tapi kalau AC ini kadang-kadang kita sering lupa gitu ya, kita jalan kok AC-nya panas bisa dipencet. itu tiap kali tiap kali berhenti kita tiap kali matiin ee mobilnya kita masuk mobil lagi kita jalanin dia mati lagi. Kita harus pencet kenapa gitu? Kenapa enggak langsung aktif? Atau mungkin karena untuk menghemat listrik enggak juga. Enggak tahu deh kenapa, tapi jadi merepotkan aja. Tiap kali masuk itu ada ritual nyalain kompresor AC. Itu. Hal berikutnya yang saya senang dari mobil ini dan ini sebenarnya sudah terprediksi karena mobilnya kecil adalah konsumsi energinya. Konsumsi energinya itu hampir 11,6 km/ KWH. Dan kita tahu 1 kWh itu dia jauh lebih murah dibandingkan 1 lit bensin. 1 kWh itu kalau di rumah saya Rp1.800. Belum termasuk diskon kalau malam hari ya. Ini kita enggak ngomong diskon, kita ngomong normal aja. Jadi hanya butuh Rp1.800 untuk mencapai hampir 12 km. 11,6 km. Dan itu artinya per kilometer mobil ini hanya menghabiskan uang Anda Rp150-an. Cuma Rp150 perak. Kalau kita jalan 1000 kilo artinya ya ni mobil ya. Kalau kita jalan 1000 kilo, kita ngisi-ngisi. Artinya cuman butuh Rp150.000. Kalau kita jalan 10.000 R 1000 kilo cuman butuh Rp1,5 juta. Itu benar-benar jauh lebih rendah dibandingkan mobil bensin atau bahkan mobil listrik lain sekalipun. Dan ee 11,6 itu saya dapatkan bukan di jalan luar kota ya, tapi di jalan yang variatif ya. Yang enggak macet-macet banget tapi juga enggak yang lancar-lancar banget. Tapi syaratnya kita jangan berkendara di atas 80 km/h. Kalau kita di atas 80 km/h, dia akan lebih boros walaupun tetap iit sih, tetap di 10-an km/ kWH. Ini mobil benar-benar bagaikan gratis menjalankannya. Enggak kerasa biaya listriknya. Oke, sekarang kita masuk ke hal yang saya kurang suka berikutnya ee itu adalah heal start assist-nya. Sebenarnya jujur aja, pertama kali saya nyoba mobil ini di DMS, saya pikir mobil ini tidak punya heal start assist sama sekali. Karena pada saat saya test drive di tanjakan, begitu lepas rem dia mundur, harus langsung dikompensasi oleh gas. Tapi ternyata setelah saya pakai mobil ini ada ternyata heill start assis-nya. Dia menggunakan rem tangan. Jadi ketika kita berhenti di tanjakan, dia akan mengaktifkan rem tangan. Jadi ketika kita lepas rem, dia tidak bergerak sama sekali. rem tangan akan ee lepas secara otomatis begitu kita menginjak gas. Tapi masalahnya itu butuh waktu. Jadi enggak langsung gitu. Jadi begitu kita berhenti, kita mesti nunggu 2 sampai 3 detik baru ada bunyi ngik e rem tangan aktif baru kita ee bisa lepas gas gitu. Kenapa enggak eh heal start assis yang normal atau aktivasi rem tangannya itu mungkin bisa e lebih cepat? Mungkin juga biar kita enggak terlalu jerki gitu ya. Karena kan sistemnya biasanya kalau heill start assis itu dia menahan rem. Tapi ini bukan menahan rem, dia mengaktifkan rem tangan. Dan mengaktifkan rem tangan itu prosesnya lebih lama dibandingkan hanya menahan rem. Jadi iya oke ada heill start assist-nya tapi agak delay dan harus terbiasa. berbeda dengan sebagian besar mobil-mobil lainnya. Kembali lagi ke hal yang saya suka berikutnya adalah ini mobil setirnya enteng tapi self center. Oke, setirnya tidak ada rasa sama sekali, tidak ada feedback, tapi dia self center. Jadi, ketika kita pakai di dalam kota itu menyenangkan. Enten sekali. Pakai jari kelingking aja bisa, tapi dia juga self center lagi gitu. enggak perlu di ee kita balikin sendiri gitu. Jadi cukup natural rasa nyetirnya walaupun enteng ya. Pada intinya karakter setir mobil ini memang karakter sebuah micro city car ya yang memang dia enteng sekali dan biasanya itu enteng itu tidak disertai oleh self center yang baik. Tapi ini masih ada self center yang baik. Oke, kita masuk ke hal yang tidak saya suka. Berikutnya adalah okelah kita tahu mobil ini memang bentuknya kurang aerodinamis gitu ya. Tapi kadang-kadang yang agak mengganggu saya itu adalah suara angin di atas 80 km/h itu ada gemerisik suara angin di dekat jendela sini. ya kadang-kadang ya tergantung arah angin juga tergantung kepadatan udara di sekitar tapi ya saya bisa mendengar desir ee angin gitu ya jadi ee udah lama banget saya enggak pernah dengerin desir angin di jendela tapi ternyata mobil ini ada desir anginnya ya mungkin enggak terlalu signifikan buat ee sebagian besar orang enggak apa-apa, tapi buat saya agak sedikit ganggu jadi kayak kayak kacanya kurang rapat gitu ya padahal udah rapat gitu ya tapi masih ada bunyi angin. Nah, hal yang saya suka berikutnya saya juga harus peragakan di ee parkiran garasi di Distrik Otomotif PIK 2 karena ini melibatkan manuver yang mungkin mengganggu pengendara lain kalau saya lakukan di jalan. Yaitu hal yang saya suka berikutnya adalah radius putarnya kayak bajai. Kecil banget radius putarnya. Huh, lihat ini gampang sekali muter balik paket ini mobil. Kalau misalnya kita ada ee salah jalan atau kita harus manuver tuh enggak ada susah-susahnya pakai mobil ini. Bahkan istri saya itu kemarin sempat nyasar ke satu jalan dan dia itu terjebak harus muter balik. Dia bilang tadinya dia udah panik, ternyata muutar baliknya itu gampang banget. banyak mobil lain yang punya radio spoter se kecil ini ya. Mungkin Woling RV salah satunya. Tapi ini bikin mobil ini bermanuvernya sangat-sangat mudah. Oke, kita balik ke jalan lagi. Masuk ke hal yang kurang saya suka berikutnya dan ini sebenarnya sudah terprediksi gitu ya, tapi tetap aja gemes gitu. Adalah range-nya yang cuman 200 km kecil, hanya 210 km kalau enggak salah di ee klaimnya. Itu terlalu kecil menurut saya. gitu ya. Karena baterainya cuman 18 kWh dengan konsumsi energi di sebelan km/wh yang memang 200-an km. Karena saya pernah punya Wooling RV. Woling RV yang bodinya juga mirip sama ini dan sekarang juga harganya sudah tereduksi jauh. Itu dia bisa 300 km. Andaikan mobil ini dijual di 200-an lah, tapi bisa 300 km itu akan much better. Karena Wooling RV saja itu dengan body yang mirip dengan ini bisa memuat baterai 26 kWh. Sedangkan di sini cuman 18 kWh. Kalau mobil ini bisa 26 kWH, maka dia dengan mudah bisa mencapai 300 km yang mana itu akan jauh lebih fleksibel dan menyenangkan. Oke, saya harus jujur sekarang memang untuk kota itu tidak terlalu masalah, tapi tetap aja jadi lumayan sering gitu nge-charge kalau kita jalan 70 kilo sehari gitu ya, minimal 2 hari sekali kita udah harus nge-charge. Tapi kalau 300 km tuh bisa lebih lama lagi kita baru perlu ee nge-charge. Sebenarnya 200 km tuh cukup, cuman sayang aja gitu mobil rival lainnya yang sekecil ini bisa 300 tapi ini belum bisa. Pas-pasan lah 200 km. Kalau Anda tiap hari di dalam kota enggak masalah. Cuman kalau ngelihat Ling RV kok itu bisa ya 300. Masuk ke hal yang saya suka berikutnya adalah hal yang tidak saya sangka sebelumnya itu adalah kestabilan. Bagaimana saya expect mobil ini stabil mengingat mobil ini seperti bonsai dan tinggi. Tapi begitu saya belok kan ini stabil loh. Limbungnya itu minimal ya. Mungkin karena ee ini ya karena suspensinya juga tidak terlalu empuk. Tapi justru itu bagus. Istri saya bahkan bilang ketika dia bawa di tol itu dia ngerasa percaya diri karena mobilnya tuh anteng, mobilnya tuh enggak melayang dan ketika bermanuver juga oke. Ya, tetap saya enggak menyarankan Anda untuk manuver tajam di kecepatan tinggi ya. Gimana juga mobil ini ground clearance-nya tinggi. Kalau kesandung apa-apa ya bukan bukan mustahil bisa kebalik juga. Mobil apapun bisa kebalik kalau kita manuvertnya kasar. Tapi untuk mobil setinggi ini saya cukup surprise dengan kestabilan dan kemantapannya. PD gitu belok-belok pakai di mobil. Sekarang kita masuk ke hal yang saya tidak suka, yang paling akhir itu adalah he klaksonnya kurang berwibawa gitu. Ya memang sih ini bukan mobil yang berwibawa, tapi klakson berapa sih harganya gitu kan. Jadi ya ini mungkin cuman preferensi pribadi ya. Dan saya tidak menyarankan Anda untuk sering-sering menggunakan klakson. Tapi kan kadang-kadang kita tuh ada klakson yang klakson terima kasih ya, klakson persahabatan ya, bukan klakson cari musuh gitu kan. Nah, kan kayak gitu. Kalau bunyinya lebih berlebih bawah kan keren gitu ya. Tapi jangan gunakan klakson untuk marahin orang lain. Gunakan klakson ketika kita dalam keadaan bahaya, kita harus e memberitahu orang posisi kita di mana gitu ya. Tapi saya penyuka suara klakson yang merdu bukan yang asal ada. Dan sekarang kita masuk ke last but not least. Hal yang saya suka yang paling akhir, tapi less but notice ya, bukan berarti ini yang paling rendah derajatnya dibandingin yang lain, yaitu adalah ukuran bannya yang besar. Jadi, ukuran ban yang besar ini membawa sejumlah keuntungan. Yang pertama secara tampilan dia jadi proporsional. Sparbard itu kelihatan penuh. Oke, coba saya bandingkan dengan woling RV. RV itu contoh yang kekecilan bannya 12 inci. Mungkin woling RV itu kalau 14 atau 14 inci lah mungkin itu jadi lebih sesuai. Tapi mobil ini ban standarnya itu sudah 16 inci dan dia juga tebal ya eh 17575 kalau enggak salah apa 17575 R16 dan ini masih bisa di ee naikin lagi mungkin ke 2057015 kali ya. Ee tapi ban yang besar itu membuat penampilan jadi proporsional. Dan ada satu keuntungan lagi, bahan besar itu membuat mobil ini semakin anteng ketika melewati jalan bergelombang, polisi tidur. Karena bannya besar diameternya. Jadi gelombang itu menjadi terasa kecil dilewati oleh ban ini. Dibandingkan dengan ban yang kecil, guncangan sedikit aja itu akan terasa signifikan di ban. Jadi saya suka dengan mobil ini dengan menggunakan ban Oke, kita balik ke garasi di Distrik Otomotif Pik 2. Ya, jadi itulah 10 hal yang saya suka dan kurang suka dari mobil ini. Semuanya benar-benar opini saya pribadi yang saya rasakan. Tidak ada yang ditutupi, tidak ada yang dikurangi, tidak ada yang ditambahi, tidak ada endorsement, tidak ada intervensi sama sekali dari ee FinFast ini murni mobil yang ee dibeli untuk istri saya dan itu yang kami rasakan. Dan mungkin saja bisa berbeda dengan Anda yang punya ee FinFast juga. Kalau Anda memang punya FinFast VF3 dan merasakan pengalaman yang berbeda, baik yang disuka atau tidak disuka, silakan komentar di bawah. Tapi moga-moga video ini bisa membantu Anda yang masih bingung memutuskan antara membeli VF3 atau tidak. Mungkin video ini Anda bisa ee lebih terbantu sebelum membuat ee keputusan. Tapi overall enggak nyesal sama sekali beli mobil ini ee benar-benar kepakai sama istri. Istri juga suka dan praktis, hemat, simpel, cute, keren sekali. Dan enggak tahu sampai berapa lama mobil ini masih dipakai, tapi mobil ini pasti akan lumayan sering berjalan untuk keperluan keluarga, terutama istri dan anak saya. Jadi, jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Fitra Eri jika Anda belum. Follow Instagram saya @vitra. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye bye.

Lihat di YouTube