13 JUTAAN Mewah Idaman Anak DKV & Editor! - Dell Precision 5570 (RTX A1000) (YouTube Video)
Today, gue lagi enggak mau nunjukin kalian rekomendasi laptop kantoran ataupun laptop gaming. Kami mau nunjukin wujud laptop sempurna buat kaum desainer, editor, dan fotografer, tapi bukan MacBook. Singkat cerita, laptop ini adalah Dell XPS 15 versi mobile workstation profesional yang dijual secara B2B alias ke korporat dan enggak dimaksudkan buat dijual langsung di etalase toko. Jadi, enggak heran kalau laptop bekas kantor ini feel dan desainnya premium pakai banget banget banget, macam MacBook tapi Windows. Pada saat baru rilis, konfigurasi yang kami pegang ini harganya sekitar 3.000 USD atau 46 jutaan di tahun 2022, belum termasuk bea cukai. Harga yang wajar untuk sebuah ISV certified mobile workstation dari Dell. Buat kantong perusahaan, itu angka yang kecil lah ya. Sekarang di pasar laptop second setelah masa Dell support dan garansinya sudah habis, kami rasa 13 juta adalah angka yang bagus buat nikmatin segala kemewahan ala Dell XPS series yang segera kita bahas. Balik lagi soal desain dan build quality, hampir 4 tahun setelah laptop ini rilis, penampakannya masih sangat premium dan futuristik, at the same time minimalis berkat bezel ekstra tipis enggak cuma di tiga sisi, tapi keempat sisi termasuk bawah. Membuat laptop 15,6 inci ini serasa laptop 14 inci. Unibody aluminium atas bawahnya juga tebal dan sangat presisi seperti namanya, full CNC milled yang menurut gue ngalahin laptop sekelas Envy 16 sekalipun. Finishing palm rest dan frame keyboard-nya pun dikasih lapisan soft touch ala carbon fiber, touchpad ekstra luas dan nyaman, sebuah perpaduan sempurna dari kemewahan laptop high end dan kokohnya laptop bisnis. Ini adalah salah satu contoh laptop performa tinggi yang desainnya sama sekali enggak gaming dan kalau kalian bilang ini laptop harga 30 juta orang pasti bakal percaya-percaya aja karena ini emang sesolid dan sepremium itu saat berada di tangan. Next, alasan utama gue sangat nyaranin laptop ini ke kaum desainer dan editor adalah karena dia punya salah satu touchscreen 4K IPS terbaik yang pernah ada di laptop manapun. Sure, ini bukan mini LED, bukan OLED dan cuma 60 Hz, tapi layar ini tajam, terang, kontras tinggi dan punya gamut coverage 100% Adobe RGB yang luar biasa untuk desain dan color grading secara akurat. Asli, ngedit video dan foto di laptop ini nyaman banget di mata, berasa pakai monitor 4K yang jauh lebih gede karena piksel-pikselnya sama sekali enggak kelihatan. Bahkan kejar-kejaran nih sama resolusi kamera mirrorless full frame yang gue pakai ketika di zoom sedikit. Fakta bahwa layar ini lapis Gorilla Glass dan touchscreen, meski belum support stylus, turut mendukung produktivitas daily secara intuitif. Sangat sulit intinya nemu laptop baru di bawah 20 bahkan 30 jutaan yang punya touchscreen 4K standar industri profesional. Percolokan, udah enggak ada lagi port USB A dan HDMI meninggalkan enggak cuma dua tapi tiga port USB C, dua di antaranya Thunderbolt 4 40 Gbps dan ketiganya full function termasuk display output 8K dan charging 130 watt, dua di kiri, satu di kanan, di samping slot SD card UHS 2 full size dan combo audio jack. Selama kalian minimal punya charger 100 watt, laptop ini enggak harus di-charge pakai charger bawaan untuk sekedar dipakai dan slot SD card ini penting banget kan buat kaum fotografer dan videografer yang enggak pengin bawa dongle ke mana-mana untuk sekedar nyolok SD card. Speed-nya mantap pula. Wi-Fi udah Wi-Fi 6E. Login biometrik ada dua opsi yakni sensor fingerprint-nya tuh di tombol power dan sensor Face ID di webcam 720p. Kemungkinan karena keterbatasan sang bezel ekstra tipis. Meskipun punya Face ID, webcam ini resolusinya hanya 1 megapixel alias 720p dan tidak punya webcam shutter. Selain layar yang ciamik, speakernya enggak kalah nendang. [musik] Sebagai user envy 16 menurut gue udah bagus, watt speaker laptop ini jauh lebih jernih, powerful terutama di vokal dan nge-bass. Subjektifnya lebih baik dari speaker MacBook Air dan hampir sebagus bawaan MacBook Pro, dua front firing dan dua subwoofer. Jauhlah di atas standar laptop gaming belasan juta. Konfigurasi yang dijual di toko partner kami saat ini hanya ada satu SKU, yakni layar 4K, baterai 89 WH, dengan prosesor Intel Core i7 12800H vPro, 14 core 20 set 6 p-core, lengkap pakai iGPU Intel Iris Graphics 96 IU kalau sang Nvidia Quadro RTX A1000-nya lagi idle. Spek ini tentu bukan buat gaming berat mengingat si A1000 basically adalah RTX 3050 4 giga yang di-downclock dan under volt ke 45 watt, tapi harusnya udah lebih dari cukup buat jalanin AutoCAD, Blender, Adobe Illustrator, bahkan editing dan color grading 4K di Premiere Pro. RAM bawaannya sayangnya, duh baru pertama kali nih gue menyayangkan dikasih DDR5 16 giga dual channel. Karena untuk update ke 32 giga berarti kalian harus rogoh kocek lebih dalam daripada DDR4. Kabar baiknya ada dua slot NVMe PCIe Gen 4 yang salah satunya udah keisi 1 tera ekstra kencang. Bisa dapat laptop DDR5 16 giga plus NVMe 1 tera incredible di tahun 2026 adalah sebuah privilege. Jujur, ini kan hitungannya laptop profesional slash kantoran, jadi harap maklum bahwa dia lebih ngejar stabilitas dan kesenyapan sistem dibanding tinggi-tinggian frame rate saat gaming. Power CPU-nya di-limit di sekitaran 75 watt, ya still lebih kencang dibanding rata-rata ultrabook generasi terbaru bahkan dibanding laptop gaming Core i5 generasi 13 dengan performa stabil dan konsisten, hampir enggak ngaruh juga mau dicolok maupun enggak dicolok. Dengan segala keterbatasan GPU 45 watt, render time blender ray tracing dan Premiere Pro 4K-nya masih cengli lah, di bawah 6 menit untuk tes export 4K 10 bit durasi 10 menit. Sebagai perbandingan, ultrabook-ultrabook 20 juta yang terbaik saat ini macam pakai IGP Intel Arc B390 maupun Radeon 890M, rata-rata butuh 7 sampai 8 menitan. Again, perbedaan performa sang RTX A2000 baik dicolok maupun enggak yang enggak beda jauh. [musik] Dengan segala keterbatasan VRAM 4 giga dan TDP 45 watt, GPU ini masih mampu kok jalanin Cyberpunk di setting low ke medium atau Stellar Blade dengan DLSS ketika kalian lagi jenuh mikirin revisi desain. Masuk akal buat update dari GTX 1050 4 giga atau 1060 3 giga laptop misalnya. Karena TDP rendah, sistem dual fan dual heat pipe ini enggak perlu kerja keras, risiko thermal floating rendah, tetap senyap dan buangnya ke engsel demi mengeliminasi ventilasi di kiri kanan. Semoga sih layar selalu aman, tapi toh ini bukan OLED yang sensitif sama panas. Konsekuensinya, paling emang kalau main game atau render agak lama, udah pasti permukaan keyboard perlahan memanas. Gimana ya? Kalau spek laptop gaming tahun 2022 dipaksa kalem jadi laptop kantor, beginilah hasilnya. Persis XPS 15, keyboard enggak punya numpad maupun kolom samping dedicated untuk page up page down. However, keyboard-nya nyaman meski cetek, punya backlit dua tingkat dan yang terpenting kita punya touchpad ekstra luas, termasuk yang paling nyaman yang pernah ada di laptop Windows walau bukan haptic touchpad macam di MacBook. Kombinasi touchscreen dan touchpad luas ini bikin kita tetap bisa kerja dengan nyaman in case mouse ketinggalan di rumah. Yang paling enggak MacBook dari laptop ini cuma daya tahan baterai, di mana sang prosesor seri H tetap nge-drain baterai even udah 89 WH dan battery health-nya excellent. Browsing ringan dan nyetel YouTube kuat sekitar 5 sampai 6 jam, tapi kalau dipakainya edit video dan blender, sekitar 2 jam sudah low bat. Again, bukan masalah serius karena bisa di-charge pakai adaptor 100 watt sembarang, bahkan powerbank 65 watt di keadaan darurat. Well, dengan minus paling soal battery health dan lecet di beberapa unit di toko, Dell Precision 5570 atau XPS 15 keluaran 2022 ini bisa jadi pilihan terbaik buat anak-anak DKV dan Kom Kreatif yang belum bisa 100% migrasi ke Apple karena satu lain hal. Diantara laptop second 13 jutaan lainnya, di sini kalian dapat build quality dan experience yang luar biasa dan mungkin bisa merubah mindset kalian yang seringkali cuma lihat spek laptop dari segi CPU dan GPU yang dipakai. Ya, mungkin dengan harga yang sama saat ini bisa kok dapat laptop gaming second pakai RTX 3060, bahkan 4050, tapi sudah pasti enggak punya build quality sebaik Precision, layar setajam Precision, speaker sedahsyat Precision, dan fleksibilitas kerja sebagus Precision. Buat kalian yang minat dan tinggal di Jakarta, bisa langsung ke Andrun Laptop Store di lantai dasar Harco Mangga Dua. Garansi 1 bulan. Itu dulu saja rekomendasi laptop second kami today. Gue Mike, sampai jumpa di next video.
