Jungkat

15 Headphone Bluetooth Terbaik di Akhir Tahun 2025 (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Jumpa lagi Jibo TV. Jumpa lagi di rekomendasi akhir tahun 2025 bareng Fernanda. Sekarang kita mau rekomendasi apa? Headphone wireless. Headphone wireless. Harga? Harga unlimited lah. Unlimited. Oke. Saat budget bukan masalah. Oh, enggak gitu juga ya. Enggak gitu juga. Budget tetap masalah ya. Budget tetap masalah. Tapi yang yang jelas kita mau bahas soal laptop. pilihan-pilihan laptop. Eh, salah gue kok laptop sih? Gue kaget juga jadi laptop salah. Oke, yang jelas sekarang kita mau bahas soal headphone. Headphone. Headphone itu yang begini maksudnya headphone overar gitu ya. Iya, overar. Bluetooth. Bluetooth overar gitu kan. Berbagai macam harga. Tapi sebelum kita mulai dicek dulu disclaimernya. Oke, sudah dibaca kan? Ada yang mau ditambah? Ada tambahan, yaitu kalau misalnya ada headphone wireless yang mungkin brandnya itu ee di-review di content creator luar tapi tidak resmi di Indonesia mungkin ya enggak masuk di list ini. Jadi Baseos yang H1 misalnya yang pakai sound by bos belum belum masuk. Belum masuk masuk. Boleh dong basos masukin ya. Eh, kok jadi minta masukin? Terus kalau misalnya ada yang enggak kesebut di sini karena kita kelupaan, wajar namanya juga manusia. Ya, tinggal tulis aja di bawah nanti. Eh, ini juga bagus, Bang. Bukan gini nulisnya. Jangan nulis, "Bang, lu parah lu. Jelek banget, apa yang ini." Gitu. Jangan gitu. Jangan tersinggung. Jangan tersinggung ya. Oke, kita akan mulai dari harga yang tidak terjangkau dulu oleh banyak orang. Dan yang pertama itu ada Sennheiser punya handphone baru ee yang baru masuk di Indonesia di Desember ini. Ada HDB 630 HDB 630. Lu enggak ikutan deh kalau udah itu harganya udah ajaib sih biasanya. Harganya di Rp9 juta. Uh, Rp9 juta. Masih single digit. Masih single digit. Belum dua ya. Belum dua. Dia dapat dongle ee sialnya harusnya bisa dongel yang kayak buat gaming gitu. Harusnya 2,4 GZ. Oh ada ya? Ada ya? Nah, tapi ini dongalnya dongal Bluetooth. Oh, kok gitu? Emang biar bisa apate exoseless aja sebenarnya. Oh, gitu. Tapi di Indonesia ada enggak sih dongal yang apa sih namanya? RF itu ada. Kalau headphone-handphone gaming kan pakai. Oh, enggak. Bukan yang ini enggak ada ya? Yang konsumer wireless gini jarang. ada Enggak ada kayaknya deh. Jadi dia dan ini drivernya bagus, separasi bagus, tonal default-nya udah diukur frekuensi respons-nya sama content kreator luar juga banyak akurat sesuai dengan average rata-rata selera orang tapi dia punya custom EQ canggih banget nanti ditunjukin di layar aja. Dia bisa digeser-geser, dinaik turunin kayak layaknya kita nyentuh custom equalizer parametric di mixer dia. Udah semakin canggih aja. Iya. Nurut pokoknya ya. Iya. Kekurangannya palingan agak fittingnya earpad-nya masih belum selebar JBL ataupun Bus aja kayak agak kecil dikit. Heeh. Itu tapi ini emang drivernya bagus banget. Jurnih, lebar separasinya mantap. Oke, mic gimana mic? Mic-nya oke. Tapi surprisingly Sennheiser approach-nya agak beda. Biasanya brand lain tuh saing-saingan di noise reduction kayak Sony ya. Jadi dibuka sekalian. Dibuka sekalian dikit. Tapi enggak enggak dibuka banget sih. Nah, tetap agak menurut gua itu pilihan yang bagus loh daripada lu pusing ya mesti benar-benar bikin gating segala macam, setengah jalan aja. Jadi suara kitanya enggak jadi butek gitu. Iya, suara enggak jadi butek. Pas gate-nya kebuka tutup itu enggak terlalu terasa gitu kan. I nah gitu-gitu. Malah lebih make sense. Malah lebih make sense. Sial yang harganya Rp9 juta dan kalau patokan gua sih as long as lu di atas AirPods itu agak bahaya harganya. Tapi tapi enteng. enteng lah. Nah, kalau Airpods kan beda agak berat agak ininya apa ee rangkanya itu loh rangkanya jepitan kelampingnya AirPods Max itu juga agak kencang ngejepitnya walaupun dia memang bahannya bukan kulit ya he kayak apa sih kayak meshmesh gitu agak-agak dingin tapi ya Airpods Max again e ini yang versi kedua kan versi kedua bedanya cuma nambah lubang type C sisanya Sama. Ada yang bilang ini Max 2, ada yang bilang max USBC. I max USBC sih nama resminya. Nama resminya USBC, ada yang bilang dua Iya. Iya. Terus saya bingung. Ada ada teman waktu nitip soalnya pas lagi di US gitu nitip gitu titip yang dua. Yang mana sih? Kamu bilang cuma oh USBC. Oke. Oke. Yang di marketinginnya kalau mau jadi highest harus pakai kabel type C-nya. Enggak mau pakai type C apa aja bisa sebenarnya sama desaer bisa. MFI dong. Gimana sih? Iya sih MF-nya mungkin yang dijual. Iya itu dia. Itu juga not bad tapi ya again enggak ada custom IQ. Mic-nya enggak buruk tapi ya fittingnya sih. Clampingnya agak susah aja. Not bad. Mungkin ini suara fitting mungkin tapi looks-nya dong. Looks oke warna-warnanya lucu-lucu. Mungkin akan ada AirPods Max warna oren kah kayak iPhone 17. Enggak tahu. Itu looksnya itu loh tampil kaya. Wih, tampilnya rich gitu kan kelihatan gitu set. Hah, apa itu 2 R juta gitu. Lumayan kan. Tapi itu masih lebih murah AirPods daripada Sennheiser. Iya benar. Tapi kalau Senheiser kan logonya aja udah wah audio banget. Audio banget nih gitu. Bang, ada kabelnya enggak, Bang? gitu. Ada kabel inclus dia masih includin ini juga analog analog yang buat ke pesawat yang cabang dua itu masih ada masih ada dikasih padahal pesawat juga udah 3,5 semua engak sih se iya iya iya kebanyakan cuma kadang-kadang 3,5 juga enggak pas gitu loh kalau yang besat-besat tua oh masih ada masih ada dia ngebawa ee apa yang jack jadul ini converternya sor ya ini emang kalau bikinnya gini kita maju mundur suka-suka kita aja ada converter dua gitu Tu tapi dia ada 3,5 sama type C juga. Betul. 3,5 ada. Type C ada lengkap ya. Wajarlah kalau kualitas suara segitunya kan. Betul. Kita turun apa tuh ke yang lu pakai dong. Oh, daily driver gue. Daily driver gil. Supir spir harian ya. Supir harian daily driver. Spir harian. Tapi ini punya lu nih yang hitam punya gue yang putih. Kenapa tidak gua bawa di sini? Karena ada di dalam tas gua buat jalan ke luar negeri. Yes. Kalau gua traveling naik pesawat sih bukan luar negeri. Kalau traveling naik pesawat sih spally gua selalu bawa punya gue yang warna putih. Heeh. Yang itu yang belokan besinya tuh kuning ya. Yoi. Belokan besinya putih juga tapi kelihatan banget di sini. Jelas banget tuh pencling gitu. I sini ini A in-nya mantap sekali. Sudahlah kalau ini sudah mantap rapi ini. Sudahlah cakep. Terus bisa diginiin ditutup sebelah buat kebuka transparansi sementara dan dilepas aja tangan lu. Tuh baliknya seamless. B udah kebiasaan Pak kalau tiba-tiba ada yang datang nyolek-nyolek mau nawarin makan langsung begitu itu cepat banget. Cep. Yes. Enak. Tapi bisa dibikin speak to chat juga kalau mau di gua gua enggak ng speak to chat karena suka keluar masuk nanti jadinya enggak enggak enggak tertarik. Terus ini nih fitur terbaiknya. W bisa dilipat. Bisa dilipat ya. Tekan orang-orang penginnya dilipat. FI gua tidak bawa case-nya loh. Ke mana-mana enggak bawa case-nya. Gua bawanya dalam kondisi kayak gini. Case-nya menarik case-nya. Nah, ini loh yang yang gua heran ya. Kan gua punya X4 juga ya kan ada X4 pembahasan berbeda nanti X4 ya. Ada X4 juga dan X4 terakh kecil. Oke, ya kan SM ter kecil. Nah, case-nya ini lebih kecil dari XM5. Hmm, jelas XM6 ini lebih kecil dari XM5. Tapi X4 lebih kecil lagi. Lebih kurus lebih kurus. Lebih kurus. Yang gua enggak terimanya apa coba? Apa tuh? Ini kan lebih lebar. He. X4 lebih kurus. Ini gua masukin ke tempatnya X4 X4. Oke. Dan masuk masuk. Jadi lebih enggak makan space. Iya. Jadi harusnya Sony bikin kotaknya kayak X4 aja biar lebih kecil. Kenapa mesti dibikin melebar begini gitu? Iya. Ya, biar lebih gampang dibawa. Tapi berakhir toh gua juga emang enggak bawa-bawa juga ujung-ujungnya dikalungin apa enggak gua taruh di gua enggak mesti dikalungin. Gua rasanya aneh sih gitu. Ih padahal keren enggak kurang sih gua. Keren. Keren Sony gitu putih lagi kelihatan banget ya? Kelihatan banget. Benar enggak enggak enggak kalau gua masukin dalam pouch. Oke. Dan ini mikrofonnya canggih ya. Oke. 12 mic itu buat AC juga ada buat teleponannya tapi cakep. IC mantap. Suara mantap. Mic juga oke udah mantap banget lah ini lengkap paket lengkap lifestyle headphone iya oke. emang agak banyak mid base-nya awal-awal, tapi habis itu setelah update firmware dan lu bisa custom fleksibel banget. Aman aman aman. Ini salah satu headphone yang sama seperti yang lain sebetulnya sih sebetulnya cuman di kelas-kelas gini tuh ya kalau pakai beginian di pesawat hati-hati. Kenapa tuh? AC kan bagus banget ya. Heh. Terus tiba-tiba buka kaget sendiri. Kaget jadi tiba-tiba kencang banget suaranya gitu. Suka kaget sendiri tuh saking rapihnya rapi algoritma. Jadi punya dua cip ANC apa gituah. Pintar pokoknya. Pintar pintar pintar pintar. ini sangat eh highly recommended karena harga versus kemampuan. Kuncinya itu di bawah AirPods. Kunci harga di bawah AirPods sudah harga di bawah AirPods. Kalau fitur ditambahin semakin bagus gitu aja. Harga launchingnya di 7,8 waktu itu ya kita datang. Udah udah berapa sekarang? Udah enam sempat kemarin ada flashell 5,6 5,8. Widih, ngeri ngeri sudah semakin make sense lah. Sudah semakin make sense, Guys. Oke, ada apa lagi? Kita lanjut kita ke pesaing ANC yang bagus juga itu ada Bos. Hmm. Wah, kalau ini sih susah. Bose e cover ultra headphone second gen. Ingat ini kelas atas. Kelas atas juga nih ya. Kelas atas. Kalau mau mencari ear cups-nya yang dalam lebar ya. I. Oh iya. Ini agak agak agak dangkal nih. Gua kadang-kadang masih kena nih ketonjok sama speakernya. Jadi e drivernya di sini itu bisa nyentuh di telinga. Kalau yang Sony ya masih bisa. Masih bisa. Kalau yang ee boost ini lebih dalam. Jadi lebih lapanglah telinganya ketika pakai ini. In juga sangat kedap tapi dia tidak bisa dibikin senutral Sony lah. Ini masih ngebas-ngebas jadi Oh iya. Tapi bukan ngebas yang jelek gitu kok. Bukan ngebas yang jelek. Ini buat yang enggak suka bass-bass amat mungkin iya. Tapi kalau buat yang suka bass aja ini bassnya masuk di akal kok. Yang namanya bos tuh selalu begitu. Memang selalu begitu selalu begitu kan namanya b bukan BS bukan bukan B. Ada dong BSnya gitu. Ini ee bagus dan harganya juga besar. Di bawah AirPods. Di bawah AirPods. Ingat di bawah AirPod. Apun di bawah AirPods itu bagus. Oh iya. di bawah Airpods itu bisa dipertimbangkan lah. 6 jutaan lah. 6 komaan lah. 6 jutaan. Iya iya iya. I bisa jadi oke juga ini bos. Enggak mau jadi dari driver gua. Enggak. Tapi itu keren. Dan sebetulnya teman-temannya saudara-saudaranya dia yang di bawah-bawah juga rata-rata karakternya bagus-bagus yang enggak mesti ultranya juga masih bagus sih. Dan satu kalau dia dalam pesawat karakternya dia anc-nya dia beda dengan Sony appro agak beda ya. Lebih kayak gimana tuh? Eh, hem itu benar-benar hilang gon ya. Kalau catatan dari gua itu yang bos itu low low frekuensi itu gonnya gon gon banget. Iya karena huming itu kan low low frekuensi gitu mesin-mesin sawat itu. Iya. Kalau yang lain tuh kan kayak kalau motong tuh semua dipotong jebret gitu kan dari atas sampai bawah frekuensinya dipotong semua. Kalau itu kayak dipotong set gitu bawahnya dipotong habis gitu. Tapi kalau Sony he bawahnya memang lebih kedap B tapi atasnya lebih kedap Sony. Iya makanya kan banyak yang bilang katanya wah ini ee lebih bagus yang Sony. Entar dulu di mana dulu luonsi ininya dikuranginnya begitu di pesawat akan sangat menghargai sekali ANC-nya bos ya. Ya tapi itu need picking ya. Ada ANC sudah syukur sebetulnya di pesawat. Betul. Nah ada apa lagi nih kita? Next. Ini dari JBL. Ini ada JBL. Eh, Tour M3. Nah, Tour M3 ini suaranya juga bagus, drivernya oke. Gua pikir bakal ngebas-ngebas Arman Cardon gitu. Enggak. Separasinya juga cakep. Gua baru pertama kali coba ini di venue-ya JBL Festival waktu itu dijadiin kayak silent disco gitu. Jadi, ada DJ dipakai sama pengunjungnya ini. Dan ini suaranya bagus. Ear-nya juga cukup ee dalam. Tapi-nya belum sama kayak yang dua itu belum belum cuma kan dia ada di fitur ya kelebihannya fiturnya banyak dia di aplikasinya tuh ee customisasinya IQ-nya lumayan oke lah terus banyak banget halamannya deh di kalau di J Iya iya iya iya nah ini kelebihannya kan teknologi hm iya kan ada kayak dongle tambahannya itu loh ya enggak dong kayak casing apa ya kayak case ya TWS case TWS buat sebagai transmitter ya dari sour source yang enggak punya Bluetooth mungkin. Iya. Nah, di pesawat ini menarik. Gimana tuh? Memang sekarang udah udah mulai ada pesawat yang bisa langsung nyambung Bluetooth. Oh, gitu. Oke, udah mulai. Tapi dalam setahun 20 30 flight cuma dua kali gua dapat. Jadi tetap butuh itu ya transmitter. Iya. Jadi sebetulnya tetap kalau ada transmitir kayak gini kan enggak pusing Ee colokin dia ke pesawat terus kita dengerin gitu. Dan enggak perlu beli transmitter third party. Ada kan third party juga. Oke. Yang kadang-kadang itu pairingnya blind gitu, blind pairing gitu kan. Susah banget ya. Iya. Dan enggak bisa diatur-atur dong. Enggak bisa. Kalau itu bisa diatur-atur mau segala macam bisa. Ee menarik sekali buat gua karena kalau buat yang sering traveling naik pesawat e sangat berguna sekali. Karena walaupun lu duduknya udah di sorry to say bisnis class terus katanya dapat headphone yang katanya pakai ANC. enggak sih? Enggak sekelas sama yang begini-begini. Belum. Belum. Belum. Tetap belum. Belum sekelas sama yang gini-gini. Belum, belum, belum. Yang, yang yang di awal-awal nih kita bahas nih enggak ada yang sekelas sama itu. Jadi dia akan ningkatin e kenyamanan banget. Di pesawat itu memang ada beberapa kelas yang dapat XM6 kan seingat gua ada pesawat ee belum sih, belum nyampai. Terakhir gua naik ini bukan nyombong ya, tapi kebetulan naik bisnis classnya Singapore Airlines aja belum. Oh belum belum. Coba baru lihat di TikTok ada gosip-gosip pesawat akan menyediakan XM6 katanya buat ini mungkin Ana atau Jal first class mungkin ya. Nah, itu bukan bisnis class gitu. Tapi kalau semalam, tapi kalau harga flight-nya semahal itu ya mending punya. Mending punya. Iya dong. Mending punya. Udah ngepas semua bentuk udah pas gitu kan tinggal colok beres. Sama kalau punya alat-alat apa gitu yang yang masih analog-analog banget ya kan. I don't know. Turn table zaman dulu mungkin. Masih analog-analog banget. Iya masih bisa pakai gitu dan stable kalau itu. Oke next. Ada apa lagi? Next. Ee ini dari harga yang sudah turun sudah 3 tahun tapi masih bagus itu ada Sennheiser momentum 4. Masih ada itu masih ada. Dia memang lebih ngebas dari yang SDB E 630-nya ini. Ini lebih balance aja. Nah, itu lebih ngebas jauh. Tundity-nya masih oke. ANC-nya agak kurang tapi mikrofonnya masih oke. Dan harganya sudah turun udah oke R jutaan. Udah R jutaan sekarang. Jutaan dulu kayaknya sempat 65 sekarang sudah R jutaan. Jadi kalau nyari sound quality itu masih oke. Nice. Ada apa lagi ini? Kayaknya har udah udah masuk dalam rana harga kepleset ya. Udah di bawah lima. Udah di bawah lima nih. Di bawah lima. Enggak usah kita gaungkan lagi. Yang penting di bawah airpods. Enggak usah. Udah pasti di bawah AirPods. Di bawah lima. IUD pasti di bawah AirPods kalau di bawah lima. Di bawah lima. Terus yang sudah turun harga juga XM juga. XM4 nih. Ada XM4. Ada XM5 juga udah turun sih. Iya XM4. Tapi XM4-nya yang sangat menarik e paling dicari orang sih ya. Enggak tahu mungkin kepala dua ya bisa dilipat sih B. Iya bisa dilipat kepala dua dan I bicara quality suaranya sebetulnya enggak segitu jauhnya berubah dari 45 ke 6. Enam paling beda sih. Tapi en memang en beda. Cuma kalau bilang 4 kelima tuh hampir enggak ada beda. Agak lebih lebar dikit yang lima. Bahkan lu dari empat ke enam sebetulnya enggak sebeda kalau lu pindah ke headphone lain. Hmm. H masih di dalam keluarga yang sama gitu loh. Iya. Iya. Buat kalau pengin gunain headphone wireless as lifestyle aja dan mungkin lu enggak terlalu ngulik audio-audio amat masih decent-desent aja Iya. Dan untuk kelas 2 jutaan kalau enggak salah sekarang ya worlah. Ah udah keterlaluan sih untuk ANC bisa kalau ada yang baru keluar di harga R juta nangis sih ketemu ginian. Sebenarnya XM5-nya juga udah turun cuma banyak yang mengeluhkan, "Ah, enggak bisa dilipat gitu." Iya. XM5 tuh masalahnya memang enggak bisa dilipat. Cuma yang banyak ya dulu kan SM tetap aja paling laku ya salah satu salat yang paling laku laku gitu ya kalau bisa ee memaafkan tidak bisa dilipatnya itu ya silakan ambil XM5 tapi kalau enggak ya mau ke XM4 atau X6 kalau buat yang traveling suka enggak sih empat ke en oh empat enggak lima si dari empat gua juga empat ke enam di rumah jarinya 4 sama en gitu enggak ada lima malah iya murah sekalian aja udah gitu murah sekalian gila sekalian gitu naik ke atas iya iya oke next kita next turun ini justru Justru sebenarnya hyp-nya udah lama cuma baru masuk Indo Soundcore Space One Pro itu di 2,6 2,7-an. Kurang berani ya masuknya ya? Kurang cepat ya. Berani berani distributor Indonya masukin aja. Soalnya waktu itu sempat ada kayak blind test gitu di beberapa kalau enggak salah audio engineer segala macam. Udus sama XM6 dan lain sebagainya. Kayaknya yang disetel emang suara default. Jadi banyak yang pilih Space One Pro. Sebenarnya sih Space One Pro emang not bad defaultnya, tapi yang lain yang di atasnya ini kalau lu udah EQ sih rapihnya bisa jauh lebih rapi. Iya. Untuk kalau lu pengin punya aja fittingnya oke, ANC-nya masih kalah sama XM Sony series. Tapi kalau mau tetap itu ambil karena memang tonal default-nya enggak diapa-apain juga lumayan ngebas dan nge-string bisa ambil space one pro. Space one pro di 2 jutaan. 2 jutaan. Terus masih di 2 jutaan apa sekarang sempat turun nih apa nih? Udah jadi agak 1,1 koma kadang-kadang. Ah, Sonyware ini gila juga sih. tapi ini bass banget enggak sih? Nge-bus banget dia. Bas lah. Tapi gini ini bass besar ya, bukan bass ngacau loh Ini bass besar enggak ngacau sama sekali enggak rapi. Dan dia A in-nya bagus banget. Bagus. Yang sejuta ke bawahnya kayak Edifier, Irfan, bahkan Sound Kore yang Space One Pro tadi masih belum bisa menyaingi in-nya Sony lah menurut gua. Uldware bagus, mikrofonnya juga desain banget. Sayangnya tonaltinya kalau bagi gua sih terlalu banyak bassnya. Oh iya dan dia malah bisa ditambah lagi dua kali. Uld S, ult 2. Iya. Tuh gua lihat tuh pas gua lihat eh buat apa tambah ngebas lagi. Jadi kalau gua mungkin akan pakainya di e oldnya gua matiin dan EQ aja bassnya manuali gitu. Iya. Mungkin enggak nurin bass ya. Mungkin buat berapa orang normalnya udah bisalah. Soalnya kayak soalnya kayak kalau kalau lu pakai sesuatu headphone gitu terus lu boost bassnya, nah ini udah ult tanpa diboost. Ini dia dia defaultnya begitu memang. Iya. Jangan diboost lagi. Nanti berlebihan lu enggak bisa pakai headphone yang lain lagi loh. Udah kecuning kupingnya nanti. Betul. Dan pesaingnya Sennheiser lagi. Senheiser aksentum. Aksentum tuh ada dua, ada yang plus, ada yang enggak. ya yang gak plus yang biasa itu bedanya cuma dapat casing sama dapat touch control lah. Tapi drivernya kurang lebih mirip-mirip. Dia counternya Sony ya Seniser nih dia midrange centric banget bisa dibikin slightly neutral-neutral gitulah. Tipical tipicalnya Senizer. Iya tipical Senizer. Mid range-nya bagus klaring cakep tapi bassnya biasanya enggak terlalu banyak. Enggak terlalu di-empasize sama dia kecuali momentum for. Oh iya turun lagi apa tuh? Udah ke region R1 juta. Ada apa nih? Edifier. Ada apa? Edifier masih 830 NB. Edifier 830 NB. Ini juga ee cukup awet baterai kalau enggak salah 80 apa 90 jam gitu. Udah LDC, custom EQ, suaranya juga udah beres lah drivernya. Cuma ya mikrofon sama in si belum seamazing headphone-headphone yang kayak accentizer dan lain sebagainya. Cuma dia udah include kabel type C. Eh sori apa? Mode kabel type C. Mode Oh iya iya itu yang bahkan XM6 enggak punya. XM6 enggak punya. Betul. XM6 enggak punya itu mode tuh enggak bisa tuh ya. Hanya 3,5 aja. Iya ada type C-nya buat ngecas doang ya. Buat ngecas. Jadi ngakalinnya dicolok ngecas misalnya ke laptop gini buat ngecas doang tapi Bluetooth-nya nyala. Jadi connect ke laptopnya. Oh dia bluetooth-nya nyala gitu. Umpang ngecas doang sebenarnya. Bisa bisa itu beat the purpose Pak. Tujuannya kan mau dapat kualitas tinggi. Ini kenapa jadi masih pakai betut juga? Iya seperti itu. Tapi ya iya iya ada satu sirkuit kelewat di XM6 tuh ya. Sayangnya itu aja sih. Dan itu sudah bisa banyak kok headphone-hefone sejuta yang sekarang sudah bisa mode kabel type C. Jadi hemat baterai, Bluetooth tidak nyala dan rata-rata orang traveling ke mana-mana mungkin bawa satu kabel aja ya. Satu jenis kabel aja udah bukan micro USB, udah bukan lightning ya type C udah enggak perlu bawa 3,5 lagiah gitu buat yang pengin praktis. Aneh ya? Padahal kan ee apa? Airpods Max-nya udah pakai. Udah pakai type C. Y Iya. Kenapa enggak pada nyontek? Bisa nyontek gitu. Tinggal tambah aja type C. Wajib yang dicontek yang bener aja lah gitu kan yang kayak gitu-gitu yang dicontek harusnya jangan desainnya. Next. Ada apa lagi? Kita punya Irfan Wave Pro. Ada ya? Irfan Wave Pro. Ye. Ini fittingnya paling enak kalau di budget under juta sekarang udah 900 apa 800 gitu. Udah, udah segituan. Iya. Udah. E earpad-nya lebar dan kelemping ngejepitnya juga enggak terlalu ngejepit banget dan di kepalanya juga enggak terlalu nusuk gitu di atas kepala. Nah, ini dia punya gua masih ada plastiknya. Wah, masih ada plastiknya. Masih baru nih. Ini pokoknya lebar banget dan earpad-nya juga bisa ditarik kalau mau diganti sudah dijual juga resmi di toko Irfann ya. Garansi juga 2 tahun. Cakep. Ini juga belum bisa mode kabel type C. Heeh. Ketahuan banget ya. Ini makai di rumah doang pas div doang ya. Enggak dipakai di rumah doang. Kalau di rumah masih bisa masih dipakai tapi enggak dibawa jalan-jalan makanya plastiknya masih ada. Oh kalau yang ya lihat deh XM6 lu. XM6 gua udah berantakan semua bentuknya pasti udah agak-agak minyakan-minyakan. Udah ada minyakan-minyakan baret-baret mana-mana. Kalau ini pakai di rumah. Kemudian di bawah sejuta itu ada tadinya 600 sekarang tergoreng menjadi 800 itu ada Soundpit Space Pro. Sound pits. Nah, soundpits itu masih oke, udah lekc juga, udah 10 band custom juga bisa mode kabel type si itu oke, cuma tidak ada konfirmasi untuk earpadnya dijual gitu di e Indonesia, tapi itu masih bagus. Hm. Di bawahnya ada Irfan Tune Pro. Ya, Tun Pro ya. Gua juga ada sih. Nah, Tune Pro itu. Tapi dia tidak ada LCK ya seingat gua. basic banget dia. Basic basic basic basic 500 600.000an. Heeh. Tapi surprisingly bassnya kayak kayak 4i sama 4 tadi lu pasti lebih suka 4i gitu kan. Nah ini dia bassnya lebih ada di tun Pro dibanding dengan di wave wave pro itu lebih neutral lah. Malah jadi bahaya buat wave pro-nya. Jangan-jangan sebenarnya keluar wave pro plusnya kan aduh harga-harganya udah mau nyenggol-nyenggol nanggung gitu. Iya. Tiba-tiba keluar lagi 1,4 juta Wave Pro Plus. Repet loh. Tapi enggak apa sih anyway kalau ini sih gua masih suka sih sebetulnya masih lumayan oke karena kan driver gede beda rasanya. ada apagi kita R.000 ada apa R00.000 enggak ya? Ada lagi enggak ada. Jangan ya. 500 masih ada 500 600-an itu ada Tozo H10. Tozo ini menarik. Sial gua enggak bawa itu dia earpad-nya bisa diputar dibukanya jadi kayak benar-benar diparitu kan set udah nanti dicopot. Jadi sangat user friendly kalau kalian mau ganti earpad-nya dan earpad-nya juga dijual di Indonesia seperti CMF yang baru. Oh eh nothingting. CMF yang CMF yang bukan nothing. Kalau kan kalau nothing kan kotak. I I ya. CMF yang warna-warni itu. Itu kan tinggal diputar juga diputar ya. Jadi ya user friendly lah enggak perlu ragu, takut robek atau nariknya. I sih ngeri sih narik begini tuh mesti pakai keyakinan gitu. Sebenarnya kalau yakin aja terus lu salah gitu kan. Kanya begitu dicabut, eh bukan yang ini deng gitu yang mau digantinya. Eh copot beneran. Tapi biasanya kalau sekali ganti mah dua-duanya lah. Enggak takutnya kan salah salah ngambil Oh ya beda beda beda merek. Beda. I ini enggak boleh cabut ya udah lepas ya. Itu praktis bagus ya sounds juga oke. Dan ada custom EQ-nya user friendly juga Tozo ya bisa saling sharing antar user untuk E custom EQ-nya ya. Itu standar tozo banget itu. Nah, standar tozo itu. Standar tozo ada lagi? Ada yang paling murah Rp300.000. Rp300.000 boleh. Ini lumayan nih. Oke nih. Apa tuh dia? Tozo H100. Jagoan bawah ya? Jagoan bawah. Jagan bawah Tozo ya. Dia udah ada custom EQ. Enaklah bisa dibikin balance. Jauh lebih balance dibanding TWS-nya yang lebih free shape, lebih ngebas. Ini lebih bisa dibikin balance. Tapi earpad-nya dia enggak enggak segede headphone wireless pada umumnya agak kecil. Iya. Jadi agak-agak semi on ear lah. walaupun bentuknya dibikin kayak kotak buat kesannya overar, tapi sebenarnya agak-agak masih nekan. Masih. Tapi itu bisa diganti earpad-nya. Epad-nya dijual di Indonesia. Ada custom EQ, beres lah. Rp300.000. Rp300.000. Oke. Kalau model-model yang kayak headphone walkman zaman dulu gitu, ada yang bagus enggak suaranya sih? Pasti banyak yang nanya deh. Soalnya kan skenanya ya. Skenanya ya. Ya, ada sebenarnya gua sebutin ada costapro aja ada yang bluetooth sih sekarang. Oh iya ya. Ya, yang dijepit gini yang warna biru kayak mechanical banget gitu desainnya. Yang begitu orange gitu. Nah, ada ada yang orang juga itu oke juga ada orang dan ada JLab. JLab Rewind 2 itu orangen tuh. Itu or Jab oke enggak sih Bass? Oke enggak sih? Kalau kayak gitu agak agak bright sih dia tipis B ya. Cost soalnya gitu sih. Eh, kalau cost JLAB enggak gitu basic gitu. Jab. Kalau kalau cost lumayanlah suaranya bagus. Kos bagus ya. Harga gimana? Enggak resmi. Oh iya, costnya enggak resmi. Engak enggak ada distributor resmi susah. Jangan ya. Enggak resmi ya. Kalau yang ada resmi berarti JLabs. JLab itu ada tapi udah sold out banget tuh. JLab Rewind. Aduh, sayang banget ya. Ada lagi yang oke juga. Heeh. Yang mirip-mirip kayak Jep itu namanya Philips. Ada Philips tah 2000. Dia on ear on ear Nah, ini berasa ya dibandingkan dengan Zab mungkin agak lebih bright lah. Dan udah ada custom IQ-nya juga sih. Philips ini cuma belum secanggih aplikasi IQ-nya kayak Tozo, Irfan dan kawan-kawan lah. Ini mungkin e kode nih Sennhiser mungkin mau bikin lagi. Oh, Sennheiser kayak HD25 gitu ya. Dulu pernah ada kan ya? Ini ini soalnya ee ya skenanya beda aja. Satu satu skena beda ya kan buat keren-kerenan. Kedua ee ini buat e yang pakai hijab ya kan. enggak selalu dong mau bawa yang gede gitu kan kalau ada yang lebih kecil tapi bisa terlalu langsung di luar aja mungkin lebih enak gitu. Iya, HD25 bagus itu. E, kalau sialnya kabel cuma kalau Sennheiser bakal bikin HD25 versi Bluetooth mungkin menarik. Nah, lucu tuh. Tapi yang tadi tadi lucu-lucu sih juga apa ee on gaya Sony enggak mau bikin Wman-nya punya situ loh. Sony ada Sony yang mana Sony itu emang masuk Indonesia? Masuk masuk ada ya? Ada ya Sony CH520? CH520. Iya, itu on ear juga, tapi enggak apa ya lifestyle-nya agak beda nih. Bukan onir yang kecil-kecil nih. Enggak bisa. Enggak bisa kurang scan. Kalian yang dulu buat itu headphone scan eh headphone buat apa? Buat workman itu kalian dulu yang bikin. Yang bikin orange itu kalian juga. Nah, itu tinggal dibikin versi lagi. Tinggal bikin ulang lagi. Itu gua rasa blueprint-nya masih ada itu. I iya iya iya. Bahkan dia enggak bikin versi bluetooth-nya. Fing kabelnya pun masih oke loh ya. Kalau dia bikin lagi ya. Iya, dibikin lagi versi kabel sekarang lagi balik lagi nih retro balik lagi retro-retroan. Alah, Dak banyaklah. Murah. mau dilarin ke mana tuh? Colok jadi Bluetooth. Bisa bisa keluarinnya type C. Iya keluarin type C kalau mau ya C sekalian. Tapi benar kalau bilang bahkan dia mau bikin basic-nya ulang diulang lagi aja. Itu bisa loh. Gua yakin masih ada yang mau. Pasti pasti akan ada yang mau ngakalin termasuk gua Akan ada yang mau ngakalin itu biar bisa pakai Bluetooth hanya buat dipakai sehari-hari. Banyaklah bluetoth Bluetooth receiver banyak. Banyak Bluetooth receiver pasti ada yang mau pakai. Nih on ear-nya Sony justru yang bikin yang lain. Kalau harganya harganya gimana? Kalau Sony yang jual sejuta gitu masih ditelan kayaknya sih. G enggak apa-apa gitu kalau Sony masih ditelan gua rasa kalau Sony sejuta 999 masih ditelan itu. Iya iya iya kan polos ya. Enggak usah pakai bluetooth segala macam style. Iya. Dan begitu tulis Sony di sini generasi ini ini OG-nya beneran ini gitu kan OG-nya itu menurut gua sih ada ada sih itu marketnya ada pasarnya gitu. Oke. Ada lagikah yang menarik di headphone? Enggak ada lagi sih. Sejauh ini. Itu aja yaitu ya. Masih muter-muter enggak terlalu enggak terlalu banyak juga ya. Enggak terlalu sepusing kayak di TWS. Atau lu ada fitur yang lu inginkan di headphone ini yang belum ada di sini? Fitur yang gua inginkan di headphone adalah add on mic. Oh, kayak ada jelet zabra. Yang kalau dilipat. Iya. Ada tambahan. Oh, tapi kan dilipat. Gua enggak mau. Gua maunya kayak kayak headphone gaming. Oh, yang dicolok. dicolot itu iya bisa dicopot tapi adanya di consumer dicopot. Oke oke oke. Jangan di headphone gaming. Jangan headone gaming. Ini kan casing muat lah. Iya muat cuma segini doang gitu loh. Iya sisip kan bisa kalau kalau cari apa yang gua mau tuh itu. Soalnya kalau katanya mau taruh di sini bisa tapi kalau mau dipakai sius kan bisa kena-kena ya terus kresek kresek kresek kresek kresek gitu begini tuh tinggal pas mau nelepon crok. Keren sih. Taruh di sini. Eah dicombine dengan segala macam mikrofon apa ya? Mikrofon yang sudah 12 biji itu rasanya silakan. E ENC-nya harusnya bersih. Iya betul karena lebih direct ya mikrofon. Iya. Ee signal toasya jauh udah kan. Terus dia dapat dia dapat data dari luarnya banyak. Ah hilang belakangnya harusnya gon harusnya gon yang pakai TWS saja bisa bikin gon saya tahun depan sini bisa lebih gon lagi. Itu akan menarik sih sebetulnya. Kalau dari gua itu adalah fitur yang ada udah ada di headphone gaming-nya Steel Series yang baru R juta itu kalau enggak salah eh itu removable bater penting banget. Removable baterai penting banget ininya ee bisa dibuka sek itu baterai kayak baterai kotak Nokia gitu diganti bisa diganti. Keren tuh. Kalau penting itu harus ada di consumer juga sih menurut gua. Soalnya kan sekarang lagi musim serviceable serviceable. Servisable lagi musim kayak bisa diganti jam loh smartwatch pixel pixel yang baru itu serviceable apanya nih kaca bisa diganti. Oh kaca ininya ya kalau pecah tu bisa ganti dengan mudah diganti. Sekarang lagi musimnya arahnya ee lebih mudah user serviceable malah. Jadi rusak pesanannya sendiri. Jadi kita tinggal e beli ininya doang ya. Apanya? Beli spare partnya. Beli sparnya kan bisa diganti dengan mudah oleh headphone sebenarnya udah ya, udah banyak bisa kayak begitu cuman baterainya enggak ada. Tinggal baterai belum. Iya, habis headphone entar gua minta di TWS tapi susah kalau itu kecil. Kecil banget. Susah usernya harus punya solder. Tapi sebenarnya kalau bos-bos bisa kali bisalah kan gede-gede itu krek. Atau paling enggak ya ada satu tipe yang benar-benar user serviceable. Apa tuh? Enggak dibikin satu tipe. Jadi enggak perlu satu line up dibikin. Oh, jangan semua lineup-nya. Iya, ada satu tipe yang memang switch spot dibikin lebih ke user serviceable. Habis itu kalian bisa lihat nanti kira-kira jalan apa enggak jalan nih gitu. Tes. Kalau ternyata banyak enggak suka bikin dua tipe kan gitu. High end low end gitu. Tapi kalau Apple yang bikin misalnya nanti jadinya ee barangnya datang tapi earp-nya harus nambah. Adons drivernya lagi. Drivernya beli terpisah. Beli terpisah. Jadi udah punya headphone belum ada driver kan add on. Baterainya terpisah. Baterainya bisa jadi datang kok belum hidup. Iya. Baterai beli terpisah repot juga. Tapi tenang kalau beli selama pre order dapat bonus baterai. Nah kesannya hebat. Ini kita sudah ngayalnya jauh sekali sebetulnya. Jaan. Oke oke oke. Jadi kalau misalnya kalian ada yang lain yang menarik juga yang menurut kalian, "Wah, kenapa enggak dipilih," ya taruh aja di kolom komentar. Enggak usah pusing-pusing. Taruh di kolom komentar. Tambahin jadi teman-teman yang lain bisa lihat juga, gitu. Oke. Nah, jangan lupa kita juga ada rekomendasi akhir tahun 2025 yang lain laptop, TWS ada juga ada smartphone juga ada macam-macam. Dicek aja harusnya sebelum 121 semuanya sudah akan tayang. Jadi sampai di sini dulu. Sampai jumpa lagi di rekomendasi akhir tahun 2025 berikutnya. ya

Lihat di YouTube