Jungkat

1.5 JUTAAN! Unboxing Redmi 15C Indonesia (YouTube Video)

  • 23/08/2025

Halo guys, David di sini, dan Redmi 15C nih... HP murah lagi dari Xiaomi. Sesuai namanya ya, C, Cheap, Murah. Soalnya dia dijual di harga 1.5 jutaan. Ada yang 1.599 dan 1.799 juta kalau mau varian RAM dan internal yang lebih gede. Wah, kalau chip berarti auto cupu dong? Atau justru chip itu artinya singkatan dari "Carry"? Soalnya sekilas info aja, sepanjang 2025 ini, periode Q1 dan Q2, setengah tahun pertama, Xiaomi jadi brand HP yang paling laris di Indonesia! Market share-nya paling gede, versi "Survey Canalys". Dan kalau ngomongin kuantitas, udah pasti HP sejuta dua jutaan yang paling banyak kejual, termasuk Redmi C gini. Makanya nih, HP bakal punya peran penting buat Xiaomi. Harus bagus dan menarik kalau mereka pengen win streak top 1 terus ya? Kalau 2 edisi kemarin, itu termasuk rame bener. Apalagi yang Redmi 13C. Rame! Kalau 15C ini kayak gimana? Apakah bakal bikin orang langsung auto beli? Let's Go! Kita cobain bareng dulu. Di sini kita lihat desain kotaknya, sangat memamerkan reputasi ya? Namanya Redmi 15C! Terus di bagian atasnya ada NFC support. Jadi HP 1.5 jutaan, udah support NFC, udah bagus, standar sekarang! Dulu HP 2 juta sampe 3 juta belum tentu ada NFC lho! Sekarang kayaknya udah wajib ya? Karena buat eToll dan lain-lain itu penting sih. Di sini dia NFC supportnya masih pake sticker, mungkin kalau di luar negeri dia nggak ada NFC, sementara di Indonesia ditambahin, jadi ada stiker tambahan juga! Di pojok kanan atas ada logo Redmi, di bawah ada keterangan lagi yang... terbuat dari stiker tambahan lagi. Jadi bukan dicetak. Itu mirip kayak Redmi 14C kemarin sih, ini mirip banget. Ini warnanya merah juga, tapi nggak ada bingkainya, kalau si 15C ada bingkainya. Dia juga pake sistem stiker, jadi dia cetak kotaknya dulu, semuanya sama, baru tempelin sesuai variannya. Kalau saya baca komen di Redmi 14C kemarin sih, pas kita bahas stiker ini, katanya "Emang lebih efisien gitu bang". "Mending cetak 1 kotak aja buat 2 varian", terus stikernya baru di custom, biar lebih murah lagi produksinya. Buat varian yang kita bahas ini adalah yang baru, warna biru. Oke, ini yang RAMnya hingga 16GB, 8GB plus 8GB. Ini udah pake cara mainnya Transsion Group ya? Tulis yang gede yang... bohong-bohongan, yang kecil yang beneran. Di sini memori internalnya varian yang 256GB, baterainya 6000 mAh, ini salah satu upgrade yang gede dari Redmi 15C. Baterainya besar, standar maksudnya. Besar tapi standar. Ya bukan gitu sih maksudnya, soalnya kapasitas baterai itu nggak bakal bisa bener-bener... konsisten 6000 pas semua. Biasanya ada baterai tipikal, ada baterai standar, dan kira-kira dia di 6000 mAh barunya. Chargingnya juga makin kenceng di 33 Watt, yang edisi kemarin 14C dia di 18W, terus layarnya besar, 6.9 inci. Nice! Dan refresh rate 120Hz. Di sini ada tulisan kecil juga, saya apresiasi banget ada keterangan yang bikin jelas gini. Mendukung ekspansi RAM, jadi ini bukan 16GB tapi ekspansi RAM, dan refresh rate disesuaikan hingga buat aplikasi yang mendukung. Jadi nggak semua aplikasi. Di sebelah kanan ada "Powered by Xiaomi HyperOS", terus processor "Quad Octa-Core", Kalau udah nggak sebut merek kayak seri-nya apa, biasanya udah agak bikin mikir ya? Dan si Redmi 15C ini pakenya Helio G81. Itu mirip kayak 14C, yang nggak sekenceng itu sih... Tapi buat harga 1 jutaan udah oke lah? Nanti kita lihat performanya kayak gimana. Terus ada 50MP kamera ganda AI, dual kamera dengan AI, semuanya AI. Oke, di sini ada Redmi 15C, ada pengisian daya ini yang tadi, desain ramping dan elegan, Nanti coba kita lihat 6000mAh seramping apa! Wuh! Lalu, weitss... Garansinya sendiri mantap, 15 bulan sesuai standar brand dari Xiaomi, terus dibuat di Indonesia, Redmi 15C, baterai, layar, charging, desain ini, semuanya udah ketulis, dan varian yang kita unbox adalah "Twilight Orange 8GB 256GB", dibikin di Indonesia! Sip, sekarang langsung kita buka aja! Oh iya, jadi kalau tadi dia tulis warnanya orange, dia nggak sesuai sama stiker ini ya, mungkin semua stiker Redmi 15C warnanya biru. Jadi... jangan lihat depannya ini, lihat bagian bawahnya ini. Lumayan gede tulisannya. Isinya sendiri kita bakal dapetin si HP-nya Redmi 15C. Apa ini keterangannya? Sesuai-sesuai sama kayak tadi, sleek, powerful, sama semua, sama tulisan belakang! Terus ada Redmi, nggak ada welcome-welcome lagi ya? Hmm...? Nggak ada ya? Jangan-jangan di dalemnya, biasakan langsung di jebret di bagian paling depannya. Oh ada nih, Redmi 15C, dan selamat bergabung menjadi keluarga besar Xiaomi. Terus ada casing... Saya suka HP murah tetap dapetin aksesoris yang lengkap, kalau kita lihat cut outnya gini, atau bentukan lubangnya gini, mirip kayak Xiaomi 15 sih, seri flagship mereka... Mungkin desainnya keinspirasi dari itu juga, ngikutin flagship yang lagi berjalan atau tren sekarang. Di sini ada kabel type A to type C, terus ada charger 33 Watt! Oke, ada gitu lagi ya? Sip, nggak ada isi lagi, langsung lihat HP-nya aja. Di sini HP-nya mempunyai desain seperti... HP-HP pada umumnya sih, ini desain yang sangat standar sih. Ini kita cabut dulu, desain yang sangat standar, ada kotak, ada bingkai kotaknya dengan 2 kamera bulat gede, di sampingnya ada LED Flash, dan ada hiasan-hiasan yang bikin dia simetris kali ya? Di sini ada tulisan 50MP AI Cam, dan warnanya ini seperti warna foundation. Kayak buat makeup gitu, tergantung tone warna yang anda suka. Kayak gimana mungkin agak coklat atau agak ringan sedikit, tapi ini kayaknya warna yang paling netral, warna kulit. Ini namanya warna Twilight Orange, sama sekali tidak berasa ada orange-orangenya sih! Mungkin ini kalau dibilang krim lebih cocok ya? Atau beige atau apa, tapi ini nggak ada orange-orangenya sih. Coba ya, sedikit kuis buat Ekbal, lu lebih seneng desain yang mana? Warnanya beda sih, iya sih kalau ini sama-sama biru, kayak stiker itu mungkin lebih oke ya? Gini aja, gini sih POV Ekbal, gimana menurut lu? Ini lebih gede, jadi mungkin lebih wah ya yang 15. 14 ya? Ya ya ya, 14. Mungkin karena dipengaruhi warna juga? Jadi saya juga lebih suka yang 14, rasanya lebih flagship, lebih... garang gitu kameranya. Kalau ini berasa lebih mainstream aja, mungkin karena dia ngikutin desain si Redmi Note, atau desain si Xiaomi flagshipnya, yang emang pake kotak seperti ini, simple-simple saja. Kalau nggak ngeliat logo Redmi juga mungkin saya bisa nebak ini HP-nya OPPO, HP-nya Realme, HP-nya siapa, karena lumayan mainstream lah desain beginian. Kalau udah ngeliat logo Redmi di sini, baru... Oh, ternyata HP-nya Redmi toh, ya ya ya... Terus di sebelah kanan, dia ada tombol power, tombol volume. Di atas dia polosan saja, tidak ada IR blaster, atau tidak ada speaker tambahan, jadi dia mono, nggak ada mikrofon, terus di kiri dia ada SIM tray, yang support 2 kartu nano SIM plus microSD. Jadi kalau mau di ekspansi lagi, pengen lebih dari 256GB, tinggal tambahin memori, di sini masih ada headphone jack, mantap, ada mikrofon, port type C, dan ada speaker. Jadi buat sebuah HP 1.5 juta, fiturnya emang nggak ada yang mengejutkan sih. Nggak ada gyroscope fisik, dia nggak punya, IR blaster dia nggak punya, tapi dia punya NFC, yang bakal kepake kalau misalnya anda emang... pengguna e-money sehari-hari, itu selalu menyelamatkan. Sama satu lagi, HP ini juga dapetin upgrade di durability-nya ya. Sekarang dia udah IP64, yang artinya tahan percikan air, seperti air hujan. Jadi buat pejuang rupiah yang sering ada di jalanan, ini fitur yang bakal diapresiasi banget sih! 1.5 juta dapet beginian, sama baterainya juga gede, apakah bodinya sleek, seperti klaim Xiaomi yang ditulis di kotak? Rasanya sih... Ya biasa aja sih ini. Kalau ada yang bilang HP 6000 mAh, standar sekarang ini yang saya bayangin. Dia agak tebel, dan beratnya juga lumayan tinggi di 205 gram. Bukan HP yang sleek-sleek banget. Apakah elegan? Itu tergantung selera. Sip! Jadi ini adalah penampilan paling awal, dari Redmi 15C, dengan layar 6.9 inci. Nice! Ini kalau kita lihat tampilannya sih, bezelnya masih tebel ya? Tapi dia tetep sama aja kalau kita bandingin sama si 14C. Bedanya kalau saya pegang dan lihat langsung begini, si Redmi 14C dia lebih kurus sedikit ya! Dibanding si 15C yang baru... jadi lebih manjang rasanya. Kalau dipegang juga si 14C rasanya lebih ramping. Mungkin kalau ditanya lebih nyaman digenggem yang mana? Saya bakal jawab yang 14C. Lebih ramping itu lebih masuk aja, lebih yakin aja, dibanding ini lebih lebar. Tapi kalau misalnya anda lebih senang yang lebih lebar, mungkin jadi nilai plus. Kalau tipe layarnya sendiri sama, dia masih pakai IPS LCD, resolusinya HD, 1600x720 pixel, refresh ratenya up to 120Hz. Tapi dia cuma jalan di aplikasi tertentu aja. Ya misalnya kita coba tampilin refresh rate layarnya. Show refresh rate. Kalau lagi di aplikasi setting, biasanya aplikasi yang paling-paling enteng, karena cuma menu-menu gini doang, dia bisa 120 fps. Di sini kelihatan, dia lagi munculin 120. Bisa turun ke 60 juga kalau lagi idle, tapi kalau di tempat lain, misalnya scroll aplikasi, dia mentoknya di 90 aja ya. Terus kalau kita buka YouTube, kayak sosmed, atau aplikasi tergantung lah aplikasi apaan, dia cuma jalan di 60 fps aja! Jadi sangat-sangat tergantung sama aplikasi apa yang lagi kita pakai. Makanya di kotak Xiaomi itu ketulis, buat aplikasi tertentu saja, 120. Intinya layarnya sanggup, tapi bakal aktif di mana kita nggak tahu. Upgrade di layar 15C yang paling berasa, kalau kita bandingin sama generasi sebelumnya, ada di bagian brightness ya. Jadi kalau kita pentokin brightnessnya, bakal kerasa jelas kalau brightness dari Redmi. 15C yang baru, dia lebih terang daripada 14C. Jadi itu sesuatu yang penting juga. Saya udah buktiin juga di luar ruangan, asal mataharinya nggak terik-terik banget, sinarnya nggak full power, agak ngintip-ngintip dari awan, isi layar HP-nya masih bisa kelihatan dengan jelas, aman buat mata. Tapi kalau udah terik banget, emang bakal agak susah. Jadi dari layar udah oke, dia udah... lebar, terus udah terang, udah mulus juga, kacanya juga Corning Gorilla Glass 3. Bagian yang harus diperhatiin justru ada di sini. Kalau anda udah perhatiin dari awal, mungkin udah nyadar ya... Ini kita matiin dulu refresh rate, show refresh ratenya, berasa nggak? Saya ketik refresh rate, nyari di optionnya, dia butuh 1-2 detik buat munculin hasil pencariannya. Jadi memang agak lambat ya prosesornya Helio G81, dan tipe storage yang dipakai juga masih eMMC. Apa? Coba kita cari NFC! Kayak nggak ada gitu. Nah, baru muncul. Jadi memang harus sedikit bersabar ya. Kita lihat skor dari AnTuTu-nya dulu, yang dapet di 264 ribu. Ini angka yang kecil juga. Mungkin kedengerannya agak ngekritik ya? Kayak "Wah bang, kok HP 1.5 juta dibilang kayak gitu ya?" "Emang kayak gitu kan performanya ya? Mau ngarep apa gitu buat HP 1.5 jutaan" "Emang performanya kayak gini..." Saya bukan ngekritik, tapi cuma ngasih realita aja, kalau HP sejutaan, skornya emang nggak bakal tinggi-tinggi banget! Kenapa saya nekenin itu? Nanti di kesimpulan bakal saya jelasin lebih lanjut. Sekarang kita coba gamenya dulu. Ada konteksnya ya. Buat Mobile Legends, dia ke-cap di 60 fps ya. Padahal di settingan gamenya, dia bisa sampai super alias 90. Apakah ini penyebabnya adalah... software dari HyperOS-nya yang nggak ngijinin Mobile Legends jalan di... 90, yang maksimalnya itu? Atau ada yang lain ya? Saya udah cari-cari sebentar, tapi nggak dapet aja. Tetep mentok di 60, dan hasil grafis gamenya pun, grafiknya, fpsnya juga mentok di 60. Jadi jarang-jarang sih ada kasus kayak gini, gamenya bolehin, tapi HPnya yang nggak mau. HP-nya nyadar diri kali ya? Kalau emang dia ini levelnya entry level, yang 1.5 juta, prosesornya juga bukan yang kenceng-kenceng banget, jadi ya udahlah, 60 aja udah cukup kok, mulus-mulus aja kok. Walaupun agak sedikit berat sih kalau saya... main di sini. Ini baru 2 menit selesai, ini AI kayaknya(?) Ya agak berat sih, sedikit aja. Cuma buat main fun-fun bisa, kalau anda jago mungkin rank bisa, tapi kalau mau kompetitif banget kayaknya bakal agak sedikit membatasi. Buat Genshin ini kerasa sih, patah-patahnya. Wow, ini belum boss battle pun udah tek-tek-tek-tek. Jadi... kurang cocok buat main game berat. Padahal di Redmi 14C kemarin masih bisa lho, masih oke lho. Rata-ratanya bisa 25 fps ke atas lho. Tapi kalau Genshin di 15C ini entah kenapa, dapetnya sekitar 15. Lumayan jauh ya? Kayak udah beda chipset gitu. Padahal sama aja Helio G81. Ini RAM-nya juga 8GB punya, bukan 6GB. Apakah Genshin-nya yang makin berat, karena mapnya makin luas, tapi nggak sejauh itu sih. Karena Helio G99 dari dulu performanya stabil, fpsnya gitu-gitu aja, 30an. Nggak pernah ada yang tiba-tiba belasan atau 25 ke bawah gitu. Ini tiba-tiba lumayan cocok. Buat speakernya... kok rasanya lebih bagus ya? Ntar, kesan saya ke Redmi 14C soalnya speakernya kurang. Nanti kita coba bandingin deh. Agak... berantakan gitu. Ini 14C ya. Ya pecah-pecah rasanya, rasanya bitrate-nya rendah. Ya saya waktu itu masih sama sih. Dulu saya komen saya nggak suka speaker Redmi 14C. Walaupun buat konteks 1 jutaan juga, tapi agak pecah. Iya sih, kalau ini nggak ada kesan dia pecah atau bitrate-nya rendah. Emang kurang berisi aja, tapi itu wajar buat HP 1 jutaan. Lebih enak, lebih enak. Nggak, nggak bagus-bagus banget, tapi ini udah sesuai buat harganya. Lebih enak. Oke, berapa? 7 ya? 7. Mari kita lanjut tes kamera 50MP. Di sini kita cobain sama sih... hijau-hijau, terus kita fotoin tulisannya juga, terus kita fotoin si... Wih dari Medi ini. Hasilnya buat saya ini... Karakter foto dari HP 1 jutaan sekali. Warnanya agak... sedikit kotor ya, agak kuning-kuning, terus sharpeningnya kuat, kameranya berasa nggak pede buat nangkep detail-detail tanpa banyak diproses, disini... sharpeningnya kerasa sih. Foto malamnya sendiri jelas apa yang difoto, tapi cahaya masih agak bocor, warna juga udah agak sedikit puder, jadi nggak bisa dibilang bagus, tapi nggak bisa dibilang ancur kayak beberapa HP 1 jutaan lain yang biasanya pake chipset Unisoc ya? Yang itu udah jadi ciri khas banget. Ada beberapa yang nggak, tapi biasanya... HP yang pake Unisoc itu lebih ancur lagi dari ini. Kalau yang itu levelnya udah sampe nggak jelas, sementara Redmi ini masih oke buat harga sejutaan. Cek-cek, ini adalah hasil perekaman kamera depan dari Redmi 15C. Dari kejauhan ada suara mesin potong rumput sih, ngeeeeng, entah kedengeran atau nggak, kalau nggak kedengeran berarti... canceling microphone-nya lumayan bagus, tipis-tipis aja sih, di telinga kedengeran... Jelas tapi nggak mengganggu, kalau di HP semoga bisa di-cancel sedikit ya. Kalau dynamic range-nya putih saja, ya walaupun... Oh iya, langsung keliatan. Ya fokusnya langsung berubah kalau nggak ada muka, kalau ada muka dia langsung nyeimbangin, fokusin ke muka aja, brightnessnya dan lain-lain. Jadi lumayan pintar warna juga, saya suka. Kekurangannya emang cuma gempa aja deh, nggak ada stabilizer, dan resolusinya di 1080p 30 fps aja! Nggak bisa lebih tajem atau lebih mulus sih. Kesimpulan buat Redmi 15C. Plusnya berasa ya, tapi minusnya juga jelas ada. Namanya juga HP 1 jutaan. Banyak spec yang dijagain, misalnya Helio G81, yang aman buat main game enteng, tapi... NO buat game berat. Layar 120Hz yang mulus buat scroll-scroll enteng, dia... bisa... layarnya, speknya mampu, tapi... Cuma jalan di kondisi tertentu doang. Memorinya gede, sampai 256GB, tapi tipenya masih e-MMC, yang harus agak ditungguin dikit. Warna layar juga oke, udah enak dilihat, brightnessnya juga sanggup buat dipake di outdoor, kualitas kamera juga oke aja buat harga 1.5 juta. Nggak bisa dibilang bagus, tapi juga nggak bisa dibilang ancur. Kali ini, Xiaomi kerasa main aman sih, di Redmi 15C. Mungkin mereka udah puas ya, mungkin karena mereka udah bisa jadi nomor 1 dengan HP kemarin, yang sekarang udah diupgrade. Harusnya lebih nomor 1 lagi tuh! Sekarang baterainya udah lebih gede, dari 5000an mAh jadi 6000 mAh, charging juga makin kenceng, sampai 33 Watt, udah level midrange mereka sih spek baterainya, layar juga makin nantang lagi, di 6.9 inci, udah tahan air juga IP64. Kalau anda pengen beli Redmi 15C ini, karena budgetnya mentok, nggak boleh lebih dari 2 juta, atau beli HP cuma cari layar gede sama baterai jumbo, nggak macem-macem lah, aplikasi enteng aja. Saya sih yes aja ya, Redmi 15C ini aman-aman aja. Tapi ini balik ke yang omongan saya dari benchmark tadi, soal spec-nya, performanya... 1 jutaan banget. Kalau anda bisa buat nunggu lebih lama, buat nabung, buat sampai 2 juta lebih dikit deh, 2 juta kecil, itu HPnya udah jauh-jauh lebih bagus dari HP 1 juta gede kayak HP ini. Kemarin udah kita bahas beberapa HP 2 juta kecil dari Transsion, udah bikin saya happy sepanjang video. Anda tau Transsion kan, yang isinya Infinix, Tecno, Airtel, di Indonesia, posisinya udah nomor 2 lho! Ngekorin Xiaomi. Cuma selisih 1% doang. Dan kalau lihat arah perkembangannya, mungkin Q3 nanti mereka bakal jadi nomor 1 ya, kalau konsisten terus. Semoga bisa jadi pecutan buat Xiaomi, biar makin ngegas lagi, dari harga sampe ke kualitas, nggak main aman aja. Semoga yang terbaik jadi nomor 1 ya. Demikian unboxing GadgetIn buat Redmi 15C. Like kalau anda suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo! Baterai gede, layar... Ask AI... Gede... Charging kencang... Iklan! Oh iya iklan ya? Mari kita lihat iklan. Oh ada! Ini langsung GoPay Transfer and Payment.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Xiaomi

Xiaomi adalah brand elektronik inovatif dengan produk smartphone, AIoT, dan smart home berteknologi canggih. Xiaomi menghadirkan perangkat berkualitas dengan harga kompetitif, mulai dari HP, tablet, wearable, hingga perangkat rumah pintar.

Redmi 15C

Redmi 15C adalah smartphone kelas menengah yang dirilis resmi di Indonesia oleh Xiaomi dengan fokus pada daya tahan baterai, layar yang luas, dan performa yang memadai untuk penggunaan harian. Perangkat ini cocok bagi pengguna yang membutuhkan ponsel untuk komunikasi sehari-hari, konsumsi konten, dan aktivitas ringan sampai menengah tanpa kompromi di...

Redmi 14C

Redmi 14C merupakan smartphone yang dipasarkan secara resmi di Indonesia oleh Xiaomi dan hadir sebagai bagian dari seri Redmi yang fokus pada pengalaman visual besar, daya tahan baterai panjang, serta kamera utama yang andal. Perangkat ini menggunakan sistem operasi Xiaomi HyperOS, antarmuka bawaan terbaru Xiaomi yang mengelola sistem, optimasi performa,...