1M JOURNEY BACK TO CHINA: AKHIRNYA KOTA BESAR JUGA! (YouTube Video)
Halo semuanya. Pada episode kemarin kami sudah masuk ke Cina dan langsung menuju ke Puer. Di episode kali ini kami akan explore Puer dan langsung menuju Kunming. Saksikan keseruhannya di One Million Journey Back to China. Sekarang adalah hari ke berapa, Pal? Hari keelima atau enam? Hari ini eh royal kena royalti 29.900, Pak. Per [tertawa] meja. Per meja. Iya. I kita enggak ada mejanya ya. Enggak apa-apa ya di dashboard. Ya udah. Jadi hari ini kita mau kuning ya. Kuning i gua cuma penasaran sama hotelnya. Hm. Semalam itu banyak banget anak kecil. He hah. Ya kan semalam ada anak kecil kan keluarga kan. Oh enggak tahu ya. Dip kami enggak ada. Eh, kok semalam pas kita masuk inget enggak kita bikin video di su anak-anak rameai. Oh, iya. I ya ya. Tapi pas kita masuk ke hotelnya Heeh. di kamar mandi ada Oh itu oh iya ah itu ban dalam. Ban dalam [tertawa] di hotel keluarga. Tapi bagus dia tuh ada kayak logo yang HIV itu loh. Logo yang pita itu untuk mencegah mencegah edukasi lebih baik. Aku aku awalnya enggak nyadar kok si tunjukin baru om tempat tidurnya twin gitu bukan bukan dempetan ah bisa diakalin Pak iya kenapa harus dikasih begituan gitu gua bingung oh komplimentary [tertawa] gua seumur-mumuri nginp di hotel baru pertama kali dapat gituan ah masih sih lu pernah ada ada beberapa sama loh aku juga pertama kali kau hotel mana, Bang ada di luar negeri banyakan kemarin-kemarin Malaysia ada juga oke oh ya udah jadi kita mau cari Curigakan banget. Makan dulu. H makan dulu, habis itu ngopi. Dan penasaran kan kemarin turga kita Alex. Nah, ini. Dada. Halo. Halo. Tuh. Yuk kita langsung jalan. Let's go. Let's. Go. Mengawali pagi dengan mencari sarapan tentunya dengan makanan yang halal. Mencari makanan halal di Cina bukan hal yang sulit. Perhatikan tulisan Cina ini atau halal di restoran yang biasanya dikelola oleh komunitas muslim HUI dari Misaco hingga ke bab Sinciang. Cita rasa halal mudah ditemukan di banyak kota besar. Saya memilih untuk sarapan mie, sedangkan yang lain memilih untuk langsung makanan berat. Porsi yang sangat banyak membuat kami harus memutuskan untuk membungkus makanan untuk dimakan nanti saat di perjalanan. Tahu enggak kita tadi makan segitu banyak habisnya berapa? Berapa, Pal? 138 yuan dikali 2400. Segitulah muncul ti 300-an sekian lah. Gila sampai sampai 2.400. Iya kursnya 2.400. Kalau itu kan kalau 100 aja 280 kan. Enggak maksudnya dengan kursi sebanyak itu dan dibungkus lagi sebanyak. Masih bisa [tertawa] dibungkus. Iya. Kita berapa? Bertujuh ya. Bertujuh. Gila L. I love you sedekah itu bukan bukan dagang kali Pak. Apakah ini cuma di puer ya? Aku ggak tahu ya. Dagingnya juga banyak gitu loh. Enak enak enak dagingnya banyak. Enak ini. So far kemarin kita makan lami nih the best nih. Ini yang paling enak. Ini paling enak. Oh puer. Puer puer. Kita jalan lagi sekitar 400 kilo dari sini dan kita akan menempuh sekitar 5 jam untuk untuk mencapai Yunan eh Kunming. ibu kota dari Yunan. Yunan. Let's go. Ini masuknya Yunan bukan sih? Yunan si Yunan. Baka jalan nih. Enggak benar itu buat motor. Justru perjalanan kami awali dengan meninggalkan kota Puer menuju Kunming dengan masuk ke expressway yang tak berapa jauh. Nah, enaknya itu kalau kita setir kanan dian di jalur orang mobil kiri-kiri begini agak susah buat kita ngelihat sananya gitu loh. Seriusan? Yo, betasul. Oh, gitu. Alright. Wah, benar enggak tuh? Aku tapi aku ada aku tahu satu hal yang tidak bisa kita pakai, Pak. Apa tuh? Jadi kan ini kan aplikasi dia kan hanya mengambil data dari yang dikasih sama daerah ini tuh dia kan ngambil datanya tuh. Maps even kayak HP aku nih yang Vivo yang selama aku pakai aplikasi yang sama sampai sini dia punya fiturnya semua berubah jadi jadi apa? Jadi lebih canggih. Contoh kita punya waktu di sini dia langsung berubah teng. Jadi dia dia bagian dua daerah lalu dia punya cuaca dia punya suhu itu lebih detail. Itu mah lu ke luar negeri juga pakai HP ya begitu. Betul. Artinya apa? Di Indonesia itu datanya kedesiain. Ngerti enggak? Mungkin enggak. Tapi lu ke Australia, ke Jepang itu juga begitu. Bawahan Android. Enggak cuma Cina doangul. Eh, astagfirullah. Apaan tuh? Apa tuh, Bang? Itu ada tuh pink. Eh, yang kuning. Kuning. Waduh. Aman. Karet karet karet. Jatuh enggak dia? Enggak. Eh, gua kena itu barrier. Gimana ya? Musuh ngapain kita? Menter gimana? Mesti gimana? Mesti berhenti dulu. Lapor polisi apa gimana? Enggak tahu dah. Bahasa Inggris. Tapi kayaknya enggak apa-ap apa apa ngomong bahasa Inggris ngomong gua. Mobil gua lecet enggak apa-apa cuma itunya barriernya gimana? Apakah kita harus ganti atau gimana? Pecah kah? Geser doang. Geser. Oh kegeser doang. Chat si Alex gua enggak lihat tadi ada barir kecil sih dia di bawah itu. Untungnya tidak ada masalah besar jadi kami tetap bisa melanjutkan perjalanan kembali. Enggak apa-apa katanya. E kata katanya kalau enggak rusak enggak apa-apa. Cuma pindah doang kan dia cuma moving doang. Barrier. Iya mobil kita juga kenapa-napa, kena ban doang. Yuk maju duluan. Emang itu berarnya terbuat dari beton ya? Enggak tahu apaan. Kayak batu gitu. Tapi kayak ada batunya di bawah. Keras Kuat ya? Kuat. Berirnya enggak apa-apa cuma geser doang. Wis ini takutnya kita harus ganti atau apa. Aman. Tapi kata dia enggak perlu cari aman aja. Cina ya di negara orang. Yoi. Nah, kita kembali mengambil pasokan isi ulang kartu hits kita. Wah, Ton. L mobil depan loh. GCIC apa tuh? Indonesia Cinanya apa? Ada IC-IC-nya biasanya Indonesia Cina. Okei. Apa artinya? Ukaci. Ukaci sama-sama. kartunya sudah dapat cok. Cim dulu poanginya. Enggak yang ini malah vender. Isih ulang ya jan ya. Iya gua isi ulang kayaknya aja buat kita ke lancang kita. Gimana bayar isi saldonya? Gak perlu nanti bayar dipan santai. Tenang. Ada Ali Pay. Ada Ali. Jadi di sini itu banyak ini ya, kebun teh. Kebun teh. Terus enggak cuma kebun teh, kita bisa ngelihat Kota Kunming. Ternyata semua full of apartemen. Oh ya. Nih lihat sebelah kanan. Ini masih puer kali. Ini kanan puer. yang tadi kita di sana ini kan kita lewat kita muterin dia. Small town masih diang small town tapi semuanya ini ya apartemen ya. Iya iya rumah susun tinggi-tinggi so. Heeh. Jadi dengan lahan yang terbatas enggak perlu buka lahan terlalu banyak buat dapetin itu tanya kan sebenarnya penghunian yang banyak gitu loh kan dia naik ke atas. Betul. Sebenarnya tuh mereka tidak ada keluang lahan loh. Lahannya sangat banyak cuma pakai efisien sekali bikin bangunan gitu loh. Sebenarnya sama kayak di Singapura. Tapi kalau Singapura ya karena kurang lahan. Betul. Itu aku bilang mereka terpaksa karena keterbatasan. Iya. Cina tidak. Ee kita hari ini melewati garis balik utara atau dideskripsikan sama Kunming eh Kunming si Alex itu kita bakal keluar dari daerah tropis. Oh iya, tadi tadi aku juga dikasih tahu sama si Alex. Berarti kita sekarang memasuki area yang lebih dingin kah? Informasi lebih lanjut. Iya, kita bakal memasuki daerah lebih dingin daripada sebelumnya. Ye ye. Berarti kalau kita maju terus ke utara kita bisa ketemu salju lah. Bisa dong. Bum musimnya tapi atau mau usia kayaknya menurutku suhu pas buat aku 23 24 23 24 dan panasnya juga enggak terlalu panas ya iya suhunya pas di rute kita kita tidak akan menemukan salju ya oh okah saat yang kami tunggu-tunggu untuk melihat indahnya pemandangan di Expressway menuju Kunming membuat kami sangat sangat menikmatinya. Perjalanan ke destinasi kami selanjutnya ditempuh dengan jarak 453 km atau sekitar 5 jam perjalanan yang full melewati Expressway. Kemarin kan enggak ada yang naik-naik ya. Sekarang kita naik gunung loh. Nanjak. Cuman ya di mata kita lihatnya nanjak. Feelingku kita sampai sana enggak berasa Coba ya. biasa begitu karena aku lihat dia punya elevasi itu kayak slow banget gitu baru naik dan ini elevasinya lebih banyak sih dibanding yang sebelum-sebelumnya ya. Dari kita poer ke Kunming lebih tuh kan. Oh iya ya. Enggak berasa ya. Enggak berasa karena dia punya elevasi pelan. Iya apalagi mobilnya bertenaga. Dan aku rasa kalau aku super truk aku kerasa bersyukur sekali Cina. Iya di sini truknya itu kencang-kencang juga 80-an. Rata-rata enggak ada yang cuma jalan 60 gitu. Semua super truk itu cuma takut dengan tanjakan ekstrem. yang benar gagal nanjak gitu. Itu doang. Ini kita jalan 90 ya. Dia jalan berapa? Paling nih 70 lah ya. Masih bisa masih bisa. Berarti kita sebagai pengusaha pengusaha ekspedisi, pengusaha mobil truk itu hemat. Kita hemat banyak untuk maintenance mobil. Berarti ya ongkosnya luang prabang. Itu bisa dua kali, [tertawa] tiga kali ongkos yang di sini. Iya. Dan lu kebayang enggak eh ini truk-truk ya itu gua enggak nemu satu truk dari luar China. Mereknya tuh semuanya merek-merek Cina semua. Enggak nemuin satu hero Jepang ya? Jepang ya? Eh United Diesel Nissan diesel ya. Volvo. Eh Mercedes Benz enggak ada semuanya Ho. Ho. Semuanya sakman i semuanya foton. Tapi ya ini menjawab pertanyaan tadi si Bang Ridwan. Ih, murah banget ya kita sini. Karena sebenarnya salah satu faktor dari bahan baku mahal adalah didistribusi. Betul. Contoh yang kayak kita tadi ngetes yang di Laos Vienpien sama di daerah Botten. Oh, mahal banget. Jomplang hingga lebih dari 50%. Iya, karena kita wajar traknya tuh Aco Lebo lewat jalan Abo juga. Terus yang lucu adalah di boten kalau kita bayar pakai kit mahal. Mahal banget. Jadi kita beli kopi itu kalau pakai Ali itu per itunya Rp40.000. Kalau kita pakai kit jadi Iya. Rp5.000-an kalau dirupiahkan lah ya. Sama-sama lebih. Iya bisa. Alasannya aku rasa sederhana Bang karena gini kalau yuan kita kan pakai Mi Botton bisa pakai di Cina bisa 5 jam cuma 1 jam. Cuman kalau pakai KIP yang mana kau mau pakai ke luang perabang kota terdekat atau ke vien iya kali ya kejauhan. Jadi sebenarnya dibikin lebih mahal biar dipaksa. Betul. Lu payuan aja udahlah. Ya berarti pelan-pelan mata uang boten itu bukan lagi kip. kan. Iya bisa bedanya 50% loh. akhirnya kita pakai Alipe terus. Iya iya betul betul. Tapi aku benar-benar mengerti sekarang sih mengapa barang Cina istilahnya murah. Infrastruktur itu salah satu dong yang membantu banget yang membuat kita punya sawi dan kita punya kangkung murah. Karena bayangkan contoh daerah selatan ini daerah penghasil sesuatu apa kek kayak kayak sayur-sayuran kan dia bawa sekian puluh ton bawa ke Beijing pun truk tuh gampang bawanya. Dan truknya itu lihat dong gede-gede semua. Gede. Enggak ada truk-truk kecil yang jalan jarak jauh tuh. Enggak. jumlah truk yang besar, volume besar kan angkutannya kan lebih efisien harganya ya bersaing ya pickup yang kecil tuh enggak ada yang masuk tol. Jadi buat antar kota-kota yang jauh-jauh sampai ratusan kilo tuh mereka truknya besar semua mungkin dijadiin satu gitu. Jadi truk kecil itu cuma buat antar kota buat distribusi ke tempat-tempat kecilnya efisien dia ya. Takuska jangan pulau negeri ya kayak kita Iya. kita langsung wah isi kepala kita tuh banyak gitu langsung oh begini oh begitu kayaknya Indonesia bisa maju kalau begini ya we ya ya besok aku ngelamar DPR kayaknya Oh bisa bisa bisa bisa layan loh tapi aku ngerti kerja 5 tahun pensiun sumur hidup [musik] kita baru ngelewatin checkpoint lagi ya Jadi banyak sekali checkpoint, tapi semuanya mudah. Enggak ada rasa-rasa ee takut seperti di Kamboja. Iya. Padahal ini jumlah pemeriksaan lebih padat, lebih apa ya? Lebih kompleks gitu ya, kayak di Laos. Di beberapa wilayah Cina, polis checkpoint menjadi bagian dari sistem keamanan. Setiap kendaraan dan identitas diperiksa secara singkat. Dikarenakan ada yang ingin ke toilet, kami memutuskan untuk keres area dan juga mengisi bensin. Saatnya kita isi bensin. Ini adalah isi bensin perdana kita di Cina. Heeh. Bensin Cina. Karena dari kemarin kita sibuk ngisi habisin bensin Laos. Iya. Ini juga masih sisa loh kemarin kan disuruh jalan jalan jalan jalan jalan katanya gitu. Jadi yang 95 itu 8,14. Yang 92 itu 7,63. Yan. Maju ya coba 7,63 * 2.400 mode parkir Rp.000 Rp8.000 maju ya depan ajaak masuk wih hujan loh hujan bantu lumayan ya Rp.000 ya Rp16000 pantesan orang pada beli mobil listrik masuk akal di Indo aja R.000 R000 per liter ya. Kita ngomongin pertalit ya. Ah itu tuh beli mobil listrik aja udah untung apalagi ini berarti saless mobil compression sama-sama ngeluh dong di sini. Di Cina. kita kan Gias lagi banyak mobil-mobil yang apa comosion lagi ngeluh penjual hancur. Di Cina gimana ya? Ya, harusnya dari tadi sih kita lihat masih gini, kalau kita lihat mobil tua tuh kayak ada ra itu rata-rata bensin. Tapi mobil yang 2022 ke atas rata-rata listrik semua. Ini rest area yang paling rameai yang pernah kita lewatin. Betul. Dia rameai tuh gara-gara truknya tuh baik parkir sini berhenti karena hujan kali ya. Iya mungkin. Ini kota apa sih? Ini kayaknya kota gede deh. Ini tuh banyak gedung-gedung. Where are we? Sekarang ini adalah area tropic of cancernya dunia, Bang. Apa? Apa? Apa? Tropy apa? Cancer apa? Jangan tropy of cancer. Maksudnya cancer itu kayak garis bukan garis katulisnya, Pak ya, garis lintang itu loh antara sisi utara dan sisi bagian tropis. Jadi kita sekarang di sisi utara dunia. Oke, Tropic of Cancer atau garis balik utara adalah garis lintang imaginer pada 23,5 derajat di belahan bumi utara. Garis ini menandai batas paling utara pergerakan matahari saat sinarnya jatuh tepat di atas kepala pada Solistis Juni. Jadi, aku boleh bilang ke Bapak Mama aku, aku sudah memasuki daerah dingin atau subtropis. Sepertinya subtropis dulu deh. Wei, selamat ya, Guys. Kamu masuk ke daerah subtropis Indonesia. Apa? Tropis. Tropis kan kita subtropis. Habis subtropis apa? Tropis kanaslim. Tropislim. Berarti habis tropis kan subtropis. Habis subtropis itu tropika aslim ya. Cakep bedanya keren ya. Kita keluar dari jembatan terus hujan kayak langsung kabut dong. Wus. Wih, kabut dong. Bener dong. Aduh, keren banget ya. Ah, memang benar suhu seakan langsung menjadi sejuk dan pemandangannya w keren banget ya Cina ya, Guys. Itu adalah train apa? Logistik train ya. Iya, kereta listik itu memang alam sih itu kereta yang lewat tadi itu mengangkut batu bara. Uh, lihat tuh, tiba-tiba ada kota gede di situ. Uh, bagus banget itu. Kayak membulat itu terbuka ah kabutnya tuh. Iyaya gitu. Ini kayak New Zealand yang South Island tahu enggak? Uh, keren. Itu lagi hujan tuh. Bagus bagus. Yu anjiang. Yu anjang. Ya, nadam nih sangat-sangat luar biasa, Pak. Yu yu yuanjiang. Tapi kalau J itu jadi ci ya. Lihat Kak Piye Yuan Ciang ya. Oh itulah namanya Yusin Kunming Sos. Yu yuan. Ye. Mantap. Tuh lihat tuh depan kita. Huhuy. Kabutnya tiba-tiba di gini-gini ada sebelah kanan komplek apartemen ya. Ada lagi besar. Gila ya. Ada jembatan lagi kayak jembatan everywhere gitu loh. Bagus-bagus loh jembatannya. Dan alamnya indah banget alamnya. Maksudnya dia di tengah komplek itu ada apartemen. Orang-orang yang di apartemen itu kerjanya apa ya? Ah, pertanyaan bagus. Aku mau nanya tadi orang-orang Yan tuh pakai P tuh kerja Perjalanan di jalan tol ini bukan sekedar menuju tujuan. Pegunungan, lembah, dan langit terbuka membentang di sepanjang jalan menghadirkan pemandangan indah yang menemani setiap kilometer. Menjadikan perjalanan sama berartinya dengan tujuan itu sendiri. Namun, kok tumben ada macet ya? Ada apa kira-kira? Tiba-tiba ada kemacetan dan pelan. Ini apa ya? Pemeriksaan ya? Enggak tahu. Jadi di sini tuh katanya jalur tengkorak karena belok-beloknya. Aku enggak lihat ada belok-belok tadi. Ya belok sih cuma enggak tengkorak juga. Karena di sini katanya banyak yang kalau remnya cacat tuh pasti ah glosor masuk ke jurang istilah gitu. Tapi cuma segitu doang. Dibilang jalur tengkorak kali. Dia enggak pernah kedieng. Dia kedieng ke Bromok. Macam mana dia ngomong? He wah jalur pocong. Jalur pocong atau dia keluar prabang. Oh, prabang. Wah, jalur bunuh diri [tertawa] jal tengkora apa lagi? Hah? Kanan ya? Kenapa ya? Oke, checkpoint biasa kita udah ngelewatin berapa? Tiga. Ada lebih enggak? Pokoknya per 100 checkpin. Oh, ini kan tuh pas tuh di per 100 tuh 98. Petugas memeriksa identitas dengan singkat, memastikan keamanan tetap terjaga sebelum perjalanan kembali berlanjut. Ya, tukaran kali ya. Ayo, ayo. Tadi gua enggakara apa? Aku mau barak pemandangan dengan Oh, ya udah. Mereka bilang ini jalur tengkorak karena banyak tikungan-tikungan belok-belok. Gua malah bosan jalannya merasa lurus-lurus, beloknya cuma dikit. Ah, tidur aja ah. Itulah namanya perbedaan persepsi, Pak. Jalur tengkorak tuh lahos. Tengkorak tengkorak. Jalur tengkorak ini dikenal penuh resiko. Tikungan tajam dan jejak kecelakaan menjadi pengingat bahwa di sini kehati-hatian adalah satu-satunya cara untuk bertahan dan melanjutkan perjalanan selanjutnya. Kami beristirahat sejenak di rest area untuk memulihkan tenaga, memastikan perjalanan tetap aman, nyaman, dan penuh cerita. Hah. Kita akhirnya nyampai di sebuah rest area. Enggak tahu gua tadi tidur, Jonnya nyetir. Ye. Professional player dan beliau tidok tak nyenyak. [tertawa] Dia bilang, "Bantingan aku keras." Enggak. Lu tuh kalau belok uk begitu loh. Enggak, [tertawa] enggak lembut, pelan gitu. Kayak di satu sisi aku agak enggak senang kalau dia tidur gitu. Aku t ada kawan ngomong jadi [tertawa] kayak he sikit gitu loh. Kapan lagi kau bisa ngerjain sekelas ribuan hadis gitu loh. Berapa kali tadi sen sering [tertawa] ya gua bangun mulu gimana sih? Enggak enggak enggak ini enggak ini enggak benar istriku adalah bukti kami berbulan-bulan bertonton enggak masalah apa kau beli minum apa soda gembira soda. Soda gembira Pak. Heeh tahu dari mana soda gembira? Ah, ini makanya orang ngeklaim soda gembira ini yang benar saudara gembira. Heh. Wah. [tertawa] Wah. Steel soda dr. Gimana rasanya? Tawar, Pak. [tertawa] Ketawar enggak berbusa. Heeh. Enggak berbusa kok. Oh, berarti benar kemarin karena kami dapat yang expired memang enggak ada soda juga. Kita dikasih gratis kemarin waha [tertawa] soda drink itu. Terus maksudnya ini kayaknya ini deh kayak soda udah habis gitu. Berarti memang gitu rasanya. R atau jangan-jangan satu negara udah expired Enggak dong. Jangan [tertawa] tapi ini adalah resarnya yang padat Terus yang menarik adalah WC-nya enggak bau pesing. Betul. Di tempat cewek bau. Oh, bau ya. Karena kan Cina itu kan punya punya tradisi kalau habis ee bab atau bak mereka enggak siram. Mereka enggak siram. Orang yang setiram kabur. Benar. Heeh. Nah, di sini itunya otomatis ada sensor. punya kami masih manual tadi ku ininjak. Nah, itulah yang membedakan. Makanya yang ini kok enggak bau lakinya. He, berarti mereka semua malas. Harus pakai sensor baru enggak bersih ya itu tapi enggak ada yang nyiram. Bersih lucu kan. Aku karena bingung enggak tahulah. Ya udah, apa lagi yang mau diiniin? Kabarin kabarnya apa kabarnya? kabarnya. Oh, akhirnya kami menemukan jalam lubang satu kali. Satu kali satu doang. Itu pun kami sudah kayak wow itu su [tertawa] sama sambungan tadi dua kali. Ada sambungan enggak enak. Dua kali, Pak. [tertawa] Dua kali. Itu parah sih. Itu parah sih menurut aku sih. Sudah 400 kilo padahal ya. Iya. Baru dua ketemu sambungan enggak enak samau gas. Ini lu nyetir begini apa? Tinggi benar euy. Tegak betul. Oh iya macam keadilan macam pickup [tertawa] club emang beda ya. Yoi bang driver pickup yoi. Sama di cup. Aduh nah kan gini enak. Enaknya orang relatif dan aku bilang istriku tuh paling happy kalau naik pickup. Enggak juga weh. Itu terpaksa weh. Eh janganlah gitu. kau jangan terlalu lama duduk kursi macam gini nanti kau tak terbis tak bisa duduk tegak keadilan dah. Yuk, let's go. Ayo apa kau nih John kalau nyetir aku tahu nih belok piring nih kau beloknya gini ah. Gimana orang kagak bangun? Gak janganlah begitu. Iya gua tadi kenapa sih beloknya enggak bisa? [tertawa] Janganlah begitu kan kami popular. Ingat kita tadi tuh nyetir di jalur tengkora. Iya tengkora. Kau tak lihat jalur parah sebenarnya. Makanya dibilang jalur tengkora. Tapi dari tadi mandangannya gini terus Iyaus ya. Riana itu ya dari awalnya sat kesimaan dengan pbukitan sampai dia ngomong bukitnya kenapa tak kelar-kelarnya? Banyak benar bukitnya. [tertawa] Pas pertama tuh wah keren lama-lama ya. Keren. Keren. Panjang kali. Membuktikan itu apa? Wanita tuh cepat bosan. Enggak enggak dong. Enggak gitu dong. Maksudnya sesuatu yang bagus tapi kita dapat gitu terus. Yang sama lama-lama bisa bosan juga. Nah, memang jalur kita tuh harus jalur ruang prabang. Selalu full of surprise. Iya. Kalau ruang perabang tuh langsung kayak bersyukur terus gitu. [tertawa] Ketika ketemu jalan bagus tuh kayak wah i ya iya. Dalam sekali, Pak. Ya, luang perabang tuh adalah perjalanan tentang kehidupan. Itu cocoknya e lagunya itu perjalanan ini. Ah, nyaman. Eh, bisa 120 di sini. Oke, kita kencangkan. Let's go. Di tengah perjalanan terlihat sebuah motor masuk ke jalur tol. Pemandangan yang jatang ya. Jadi ternyata sebenarnya tol ini tuh boleh masuk motor. Iya. Aku baru nyadar juga ketika aku udah tengok motor. Enggak, enggak, enggak. Gua udah ketemu motor sih sebenarnya motor touring waktu di Tress Area. Mereka lagi pada istirahat. Tapi yang yang benar-benar lagi jalan tuh baru-barusan. Oke. Benar-benar dia lagi naik motor ngegas. Berarti di sini jumlah orang punya motor lebih dikit. Heeh. Berarti Daeng dan si Sandi itu bisa lewat sini ya? kayaknya iya ya lewat sini mereka ya. Iya lewat tol loh. Enak banget. Cuman lumayan juga berasai 400 kilo full gini terus ya. Iya sih sebenarnya lewat lewat yang nontol naik motor tuh lebih asik kayak justru itu letak asiknya. Kalau kalian nonton dari episode awal coba kalian hitung berapa kali bank keluarkan tagline-nya ini. Enggak tahu kan bisa dipotong-potong nanti. Oh pintar. Editor jangan dikut. Angin menemani dan musik mengalun pelan. Setiap kilometer terasa ringan. Menikmati ritme perjalanan tanpa terburu-buru. Hanya fokus pada jalan dan momen yang sedang berlangsung. Ternyata memang Cina seindah itu ya. Wah, ini gerbang apa nih? Ah, Rihana do your part. Cepat. Ayo baca baca baca. Kalau enggak bisa baca, coret dari Cina. Kalau enggak bisa baca di airport Kunming kita turunin. Turunkan deportasi [tertawa] dia Enggak tahu. Enggak tahu. Ah, gua tuh ya mereka ini kadang-kadang itu suka ngomong berdua bahasa Cina. Kes. Sampai sini ketemu orang Cina mati kutu kayak nah selesai. Ah, cemen bener gaya-gayaan. Tapi di momen inilah kita belajar ya Cina apa kan namanya Cindo. Kami Cindo Kalau Cindo gak pernah ke Cina tuh namanya bukan Cina Indo Ja. Keindo. Indo aja. Oke. Iya iya iya. Begitu. Jadi beda banget yang Cina lu pelajarin sama Cina orang ngomong di sini ya. Yang benar tuh ini. Ini yang benar tuh ini. Ini itu bahasa universalnya Chinese Mandarin. Oke. Enggak ada. Cuman karena pas di Indonesia kita tuh tidak ngomongnya ini, kita ngomongnya bahasa dialek daerah ya kayak HKO. Akhirnya aku bahkan tidak menguasai bahasa utama negara ini. BTW ini Mandarin berarti ya. Aku nanya sama si Alex, dia ngomong gini, "Di Cina itu ada 50 lebih suku." Iya. Oke. Cuman karena bahasa Chinese itu diterapkan pada semua sekolah, semua orang berbagai suku pun pasti bisa bahasa Mandarin. Sama kayak bahasa Indonesia sama. Nah, tapi masing-masing subsuku itu punya bahasanya masing-masing sama Indonesia begitu. Nah, kami adalah masuk kategori sapsukunya itu. Masalahnya adalah kami tidak diajarkan Mandarin. Tapi kalau diambil dari roots-nya lu sebenarnya dari Cinanya Cina yang mana? Suuku yang mana? Riana tahu. Aku lupa aku di mana, Beb. Dahah, bapaknya gimana? Kau enggak tahu? Aku gak tahu. Ah, bapak aku pun gak tahu. Bapak aku cuma cerita nenek moyang kau dari mana gitu. Mechuan. Nah, something like that lah. Ah, Mechuan itu yang ada sapi yang enak itu kata koy di Mechuan. Oh, iya. Ingat kan? Iya. Iya. Dia ada cerita. Wah, benar-benar dia pakai enggak ikut lagi. Dia ngomongnya selatannya Cina toh. Kita enggak lewat bilangnya mau ikut mau ikut. Wah, jadwal segini enggak bisa. Aduh, sombong kali ini. Meuan nih gua ingat nih yang dia bilang katanya enak. Meya ya. Meiwan tuh. Meuan. Meuan. Meu Meuan. Meuan. Mohon maaf jika ada sepanjang episode Cina ni banyak kami salah ngomong atau salah mengucapkan dimaklumi. Iya. Terutama Anda ya. I kalau saya enggak ngerti ya wajar. Saya merasa malu sebagai suara sipit sekarang. Tak berguna aku punya bahasa sipit. Maret ASEAN ngomong. Hei, kita ikut nanti bahasa sama kita aja. He, aku udah PD. Aku bilang tenang ya dalam trip road trip ini hari gak bisa. Am the guy. Tak guna ujung malah gua lebih ngerti. Malah dia bisa ngomong sama orang Cina asli. Iya. Malah dia paham apa yang gua omongin. Kayak aku balik-balik nih. Aku mau itulah kembali untuk ee aku tuh kecewa ini. I ya ya. Untung Ruden mau ngikut kita Aku agak takut ketika bapak mama aku nonton konten ini sih. [tertawa] Malu dia. Kanca internasional dia bilang. [tertawa] Jangan kasih nonton Richa ya. Heeh. Enggak apa-apa jangan kasih dia nonton. Malu aku. Perjalanan tak terduga yang membuat perjalanan ini semakin berkesan. Sedang asyik menyetir dan menikmati jalan, tanpa sadar kami malah kelewatan pintu keluar tol. Ada-ada saja. Jadi kita salah exit. Eh, maps sebagus ini bisa salah exit. Gimana ceritanya? Iya. Enggak, enggak. Yang gua sebel tadi eh kita ngelihat di depan ya. Eh, nanti bentar lagi exit. Oke, kita kasihlah. Nyasar. Hmm. Kok bisa-bisanya apa itu? Kayaknya enak. Lapar, Bang. Ritmang aku kok bisa-bisanya. Btw, di sini kita kan di jalur yang bayar cash ya. Heeh. Ternyata warga lokal aja banyak enggak pakai tol ya, Tol ya. Kenapa ya? Maksudnya sudah semaju Cina tapi ternyata masih dikasih gate yang orang bisa bayar cash biasa. Iya. Sangat-sangat manusiawi. Kita itu semuanya tuh udah etol semuanya. Kok aku enggak ketemu yang langsung lewat-lewat tuh yang kue tit tit apa sih nama sih? ETC. ETC ya? Sana ya? Iya. Itu sebelah kiri. Wah. Oh, dua jalur ya. Aku suka yang gini. Jadi pendatang tuh gak susah. Dan enggak semua orang yang daily basisnya itu naik tol tiba-tiba dalam setahun dua kali mesin naik tol. Itu oh ya udahlah aman gituah. Sangat manusiawi. Mantap jiwa. [musik] Salah belok kan? Belok. Salah belok sini kok. Salah belok. memasuki kota. Macet macet dong. Mendekati. He aneh ini. Kok ada macet. Apa itu macet? Dari tadi sepi, sekarang ada macet. Aku punya peradaban. Iya, sepertinya depan ada kota. Wow. Kota wisata. Kota wisata dong. Ini jam pulang kerja kayaknya. Heeh. Nah, tepat sekali kita bertukar gantian ya. Ee sebenarnya aku agak panik sih, Pak. Kenapa? Aku enggak terbiasa di nyetir di jalur kanan. Enggak apa-apa nanti jadi biasa. Oh, nanti kebiasa bawa ke Indonesia. Oke, nih ada fun fact. Fun fact lihat ada plat nomor. Kalau warna biru itu tandanya mobil bensin. kebalik ya. Oh, biru bensin. Iya, kalau hijau jauh tuh sampingmu. Berarti itu mobil listrik. kalau hybrid? Sama biru dia masuknya. Oh, hybrid tetap biru. Oh, harus pure EV baru jadi hijau. Tapi gua kalau di Cina ya, bensinnya per liter. Bung beli mobil listrik sih ya. Wis nyam-nyam jiwa pelitnya tuh enggak ya. Hidup orang pelit mahal banget loh. Aku mau tahu sih mobil listrik yang dipakai paling lama sih udah berapa tahun dan kondisi gimana? Iya. Aku mau lihat berapa tahun. Udah banyak. Ada enggak di atas 10 tahun? Enggak ada kan? Ada. ada. Ada ada ada. Mas bagus kah? Ya ada yang masih jalan, ada yang Nanti tanya lah. Wah deras. Ya, hujan macet deras. Bayangkan kita lagi di arah boten kayak gini hujannya. Berdoa kita tiap hari tiap [tertawa] jalan. Oh, aku tahu tadi situ jangan-jangan mau ke Tien celek ya nih Mas Ribon. Oh, Tien celek kita kasih makan burung. I Jadi kita tuh mau ke danau cuma karena hujan tidak jadi y dan benar hujan. Jalanan mulai ramai, bangunan berdiri rapat, dan ritme perjalanan pun berubah menandai babak baru dari perjalanan yang membawa kami lebih dekat kehidupan kota. Uh, terang amat. Ei, terlalu terang ini kayak kita nih. Kita coba buka. Udah deh, buka nih. Uh, sangat sangat menyala. Hilang suara siulannya. Yup. Magic. ing teknologia teknologia Nah kita dari pusat kota King, Pak. Iya, pusat kota Kunming. Enggak dong. Ini kita justru ke pinggiran kan kita ke bandara. Oh, kita disuruh sedikit belok ke kiri. Ambil tiga jalur dari sebelah kiri. Enggak, sebelah kanan. Hah? Nih. Kok di peta kami disuruh ke kanan ya? Oh iya. Oh iya. Oh iya. Visual kita belum maki dia, Bang. Makan dia. Enggak perlulah kita lihat peta aja. [tertawa] Oke. Oke. Tiba-tiba langit berubah gelap. Angin menguat. Hujan turun deras dan badai datang tanpa peringatan. Mengubah suasana perjalanan menjadi ujian yang menuntut kewaspadaan dan ketenangan. Nyalain Fogl. Fog lampana Flampnya enggak kelihatan apa-apa. Mobil depan berhenti. Tak nampak. Ini kah? Kayak angin puting belum? Apa? Nah, ini baru kita kanan nih. Tak nampak wei. Nih lihat jalan aja. Nampak kon nampak. Mataku silinder ya kena cahaya gini makin bias dia. Dah aku pegangin dah. Kenapa direm? Kok depan berhenti? Kan aku tanya apa? Eh woi depan gua berhenti dong sayang. Rkam sayang di belakang. Sini juga berhenti. Sini juga berhenti. Sama sama sama ini bakalannya. Woi. Mau jalan kah dia? Ini hujan luar biasa sampai mobil depan berhenti enggak sih? Jalan, jalan pelan-pelan yuk. Gas dikit. Mataku silinder pak foto kerat enggak telat. [tertawa] Ini kayak film-film apa Ultraman Godzilla keluar itu loh. Ini ngeri sih. Ngeri lah, Bang. Salah satu caranya kita bisa ngelihat jalan tuh ngelihat mobil depan. Yap. Untuk ada dia tanpa dia. Aku tak tahu di depan ada jalan atau gak. Dia pun bingung di depan ada apa. Atau lu mau merapat enggak? Tukaran gimana? Di sini paling kanan aja pojok. Boleh. Yakin kau? Gak apalah. Selanjut. Yakin lu? Gak aku takut juga. J mana? Mana? Kanan kanan kanan kanan. Kan bolehkah? Yuk. Woi, dia punya itu. Jalan jalan dah. Stop stop ya. Bentar bentar bentar. Yaap. Gimana? Aku mundurin lu. Bentar mundur. Ada esnya. Ada es. Lah kombo. Wah tinggal kasih sirup dah. Jadilah dia. Caman aku lagi saljo ada. Gak tahu. Ayo cepat. Bentar. Ah kau itu lebih langsing tapi tidak tidak satset ya. Sangat tidak ergonomis untuk berpindah [tertawa] markah jalannya hanyut. Alhamdulillah sudah mendingan nih. Anda berpindah di posisi sudah nyaman. Kita tong sampah ya. Mana kita tahu ya ini apa sih? Eh ini ada apa sih? Ini yang kau tabrak itu kah? Bukan ngawur. Woi. Woi. Dedekan gu woi. Banjir banget kau bilang ibu kota mewah. Hah? Ini genangan. Ini mobil kita langsung bersih habis Oke. Nyaman-nyaman. Kayaknya harus ke kiri ya ya. Ambil kiri 800 m. Oh, ini udah bukan tol ya. Ada lampu merah. 3 menit lagi kita nyetir lumayan ya. Hm. Sudah jam berapa kita jalan? Dari jam 12.00. Pas sampai jam 5. Eh, sampai jam 0.00. 6 jam pas kok. Enggak. Ini jam 07. Eh, jam 0.00. Jam ya karena kita banyak berhenti juga kan. Iya kita kan santai ya karena aku slow. Kota ini menyambut kami dengan hujan. Lampu-lampu memantul di aspal basah. Suara rintik menjadi irama. Dan perjalanan pun terasa lebih tenang di bawah langit kelabu. ini bukan banjir. Woi. Woi. Kau ini air turun dari sana. Kau bilang ini genangan. Enggak. Enggak. Ini bukan banjir. Ini air turun dari sana. Al. Aku tahu air turun. Aku tahu maknya turun mak apa nih? Alamak serang kali. Tadi motor di depan kita ni ke mana, Pak? Gak tahu ini aku main air sih bisauncur aku sini. Benar aku tinggal sampai pelampong tuh pakai karet tuh. Hanyut aku. Bagus-bagus sih mobil sini ya. Tapi enggak ngerti itu mereknya apa, itunya apa. Ya, kalau di kota kayaknya mobil makin l makin bagus ya. Iya. Karena kalau wangi orang enggak butuh-butuh banget mobil enggak beli mobil. Oh, betul betul kayak si Alex enggak punya mobil. Iya iya serius? Iya dia enggak butuh. Padahal dia bisa nyetir loh. Betul ya. Berarti karena Paris ini udah bagus banget ya. Enggak butuh mobil. Makanya ketika dia pakai mobil berarti dia orang kaya banget. K emang buat lifestyle. Wis. Buat nyari kenyamanan. Wis mantap. Bukan karena kebutuhan. Kalau kebutuhan beli mobilnya murah-murah entar. Katanya 10 menit dari bandara seperti enggak ada bandara di sini. Nah, kayaknya aku nanya bandara mana. Enggak ada arah oke depan tuh mobil depan tuh yang merah-merah itulah hotel kita. Jalan kaki di samping kita supermarket lagi. P ada ada shel ini kali nih. Mana nih nih depan itu nih. Hah? Udah sampai mana mobilnya? Mana mobil kalian? Di mana sih, kawan? Udah masuk nih. Udah tadi belok pas ada MU. Mix mix. Oh, Mas belok ke dalam. Masuk ke dalam kah? Ke yang parkiran hotel kah? Belum. Belum masuk. Masih 300 m lagi untuk sampai hotel. Cuman tadi pokoknya belokan gangnya itu ada Mikuway sebelah Belokan gang ada mix. Jalan gede kok. Salah mungkin salah. Mana miku? Gak ada miku. Enggak ada Miksu. Salah. Apaan nama hotel ini? Tak bisa ku baca ini masalahnya. Ada ada Indonesianya, Jang. Hah? Ini hotel Indonesia, Bang. Maksudnya ada tulisan itunya, Pak. Itulah namanya. Ini bukan One Fotel. Coba bentar bentar. Mana lihat tulisannya. Bukan, bukan, bukan. Eh, bukan ini. Weng bukan ini Bukan. Yakin bukan ini? Ini depan Bion Bion Hotel. How know that? Kunming Sunjua Culture. Bukan bukan ini atau bukan bukan bukan hotel ini. Bukan bukan bukan hotel hotel hotel. Sia la Laan. Oh ini depan ini. Iya tapi kok mereka enggak ada. Itu dia baru nyampai lagi mundur. Iya baru nyampe. Akhirnya kami tiba di tujuan. Mesin dimatikan, langkah melambat dan waktu istirahat pun dimulai. Menutup perjalanan panjang dengan rasa lega dan ketenangan. Dan untuk teman-teman yang ingin membeli kaos official merchandise 1 million Journey bisa cek link yang ada di deskripsi atau pin yang ada di kolom komentar. Terima kasih telah menonton. Sampai jumpa di episode selanjutnya. One Sah. Tepuk tangan semuanya. Huh. Lihat tuh kita sampai ke atas tapi ternyata masih ada atasnya lagi. Dari sini mengandang udah keren banget ya. Keren. Selamat datang di Kota Kuning. Sunset menyabut kita, Saudara-saudara. Ternyata itu belum finalnya. Ini nih lebih keren lagi. Langkah kecil [musik] buat cerita besar
