Jungkat

1M JOURNEY BACK TO CHINA: MENUJU KOTA ANSHUN (YouTube Video)

  • 04/01/2026

Halo semuanya, jumpa lagi di One Million Journey edisi Back to China. Pada episode sebelumnya, senang sekali rasanya kami bisa mengunjungi destinasi wisata Stone Forest dan juga mencicipi makanan di pasar malam yang ada di Kunming. Pada episode kali ini, kami akan melanjutkan perjalanan ke kota selanjutnya yaitu Ansun. Bagaimana perjalanannya? Tonton terus videonya. Ini pagi-pagi ada problem mereka mau balikin deposit cuma Misalnya pakai WeChat, Wipay Win. Di sini tuh agak beda sama Beijing sama shanghai ya. Di mana semuanya Alipay. Di sini banyak yang eksklusif cuma pakai Wechat. Wipayit. Berarti udah beres ya. Udah beres. Depos dapat. Iya dikasih kurang enggak? Enggak pas kok. Enggak pas. Cuma masalnya kita cuci baju mau ngapa-ngapain semuanya harus pakai wishet pay. Gua ada wishin sih. Bisa dipakai enggak? Udah masuk ini juga apa? Win terus pasar aja enggak tahu mereka belum bisa transfer ke win gue. Iya. Aku enggak tahu. Aku enggak tahu ini bisa keluar apa enggak. Nanti coba transfer di parkiran aja kali ya. Gua juga udah bisa. Aduh udah mau check out tapi malah harus ngurusin deposit yang ribet. Padahal kami juga mengejar waktu untuk ke kota selanjutnya. Ada-ada aja dah. Aduh drama di pagi hari. Belakang lagi kejauh lagi habis itu kedekat jauh lagi habis itu ngedekat jauh lagi habis itu dekat ini jago kau we ini kita ketahan 15 menit gara-gara enggak bisa keluar ya saking terlalu canggihnya sistem parkir iya nyerahlah nyerah udah udah udah bukain aja bukain aja nyerahlah enggak bisa kemarin Riana terjebak 30 menit di basement gara-gara enggak bayar PWIN kita putar balik di parkiran basement gara-gara Alipe cacat heeh sekarang kita terjebak 15 menit hanya untuk keluar dari parkiran karena kameranya cacat. Heeh. Aduh, inilah teknologi Utopia ya. Teknologi karena plat nomor kita tuh beda. Dia kayaknya enggak enggak mengenali hal itu gitu. Iya. Apa ini? Apa itu plat B? Dia bilang kok warna putih. Dia bilang kan kita warna putih yang lain warna biru platnya. I sudahlah sis ya. Eh Kim diang pagi-pagi dapat kerjaan diang [tertawa] itu motor kenapa ya? Itu kayaknya motor semua di Loa deh. Iya. Serius tu? Berdebu semua. Cleebo. Alamak. Idih. Kok bisa? Aku sakit hati nengok motor tuh macam di om sampah dibardnya. Udah gitu ya kalau dilihat ya di bawahnya tuh pakai pickup biasa kayak sekelas suling for momomx tahu enggak? Iya. I i ya. Enggak bukan moto haler. Itu kayak muatan jadinya buat motor-gumpuk udah pasti rusak itu. Kayaknya mau didaur ulang deh. Tapi kau lihat itu motor bensin atau motor listrik? Eh, gua enggak nemu bensin dari kemarin. Listrik semua. Itu bensin kok tepat. Mana listrik semua? Oh, wow. Dan motornya emang kayaknya dibikin pelan semua ya biar bisa jalan di lewat jalan motor sini. Dibuat pelan. Iya. Enggak ada yang ngebut, enggak ada yang kencang. Kayaknya enggak nyampai 60 deh. Apakah memang di limit atau mereka yang tahu diri? Enggak tahu ya. Tuh, itu motor listrik semua. Dan kebanyakan ini mereknya jangan ya. Apa namanya? Yadea. Yadeha. Uh, lihat tuh kotanya. Oh, sebenarnya nih yang bikin gelateng garapi itu enggak apa motornya ya? Motornya berantakan, Pak, sih sepanjang jalan. Terlalu banyak sih. Seandainya enggak ada motor di kota lebih rapi sih. Tapi motor itu kan itu tipe-tipe sepeda motor sewakan itu kan yang ada franchise-nya itu yang apa di tempat-tempat tuh. Iya. Jadi mereka tuh bisa sewa motor cukup dengan scan QA lo bawa motor pergi jalan gitu. Coba makin ngerti cara pakainya. Sebelum kami keluar dari kota Kunming, kami akan mampir ke salah satu wisata yang ada di kota ini, yaitu Old Town Kunming. Gua pikir kotaknya tuh udah lewat loh, masih kota lagi ternyata. Desak juga maksudnya kalau di Jakarta tuh yang daerah banyak gedungnya tuh Sudirman ya kan normal kan ini masih panjang ini kayak tiba-tiba ada Sudirmannya lagi di tempat yang malam-malam tuh bercahaya semua iya di sini tuh listrik per kilow-nya berapa sih kayaknya mereka kayak headon banget ya bu apa buang-buang listrik g buang-buang listrik loh tapi emang katanya listrik Cina murah enggak kok bisa listrik murah tapi BBM-nya mahal oh iya oke Google berapa tarif listrik di Cina? Tarif listrik di Tiongkok bervariasi berdasarkan wilayah dan jenis penggunaan, tetapi rata-rata sekitar 0.70 per kWh. Hh. Tarif tersebut dapat lebih rendah di beberapa provinsi seperti Guangdong. 0,7 [musik] ya 1400 * 2.400 1600 iya 1600 sama kayak Indo berarti sama ya sama [musik] ya? Kalau 1600 mah mendingan orang ini enggak sih beli mobil listrik enggak sih? Iyalah bensin mahal toh? Listrik listrik sama ya. Udahlah ya. Bensin mahal banget. 18 kW 18 L. [musik] 18.000 per liter kalau di Indonesia. Kalau mobil masih banyak mobil-mobil [musik] bensin, kenapa sepot udah enggak ada mobil bensin ya? Motor bensin? Heeh. Karena kayaknya motor di sini tuh buat jarak pendek-pendek doang kali ya. Dalam kota itu ya? Dalam kota. Makanya k kita ketemu di tol itu semua motor-motor touring ya. Heeh. Motor gede. Untungnya Old Tan Kunming yang akan kami tuju tidak begitu jauh. [musik] Hanya berjarak sekitar 14 km dengan jarak tempuh sekitar 35 menit. Kami penasaran seperti apa di sana. [musik] Nah, bentar lagi kita udah nyampai di Kunming Old Town. Old Town. Ini depan patung apa ya? Makin ke sini tuh makin bagus toh pemandangannya. secara alamnya ya. Bukan, bukan maksudnya secara bikinan sih fabrikasi semua sih. Fabrikasi ada patung-patungnya, ada bunga-bunganya itu bagus sekali ya. Rapi sih. Heeh. Dan makin dikit motor ke sini. Wow, lihat ada gunung. Kayak dari kemarin k gunung lah, Pak. Iya sih, lama-lama bosan juga sih sebenarnya sih. Nah, ya inilah yang mulai kami lak. Kayak orang Klaten tuh tiap hari lihat sawah orang lihat. Ih sawah. Ah si ora bener di awal-awal gitu sekarang lama-lama kan Iwan bilang aduh Jon lu yang nyetir tidak jonn gua bosan dia bilang terlalu nyam terlalu nyam terlalu bagus justru menaikkan standar teralu wi sombong iya nanti kau ketemu jalan yang seperti keeluang prabang itu langsung astagfirullah tapi lebih tapi selamanya luang prabang bangit enggak pernah ngantuk dan gak pernah minta ganti ganti setir loh oh iya karena emang on terus memang dia tuh diciptakan Kan untuk di jalan rusak, tidak untuk jalan bagus. Nah, nih tempat parkirnya nih. Nah, ini ah mulai masuk tempat wisatanya banyak taksi nongkrong. Oke. Ramai kah hari ini? Ya, ini hari kerja sih ya. Jangan laku ramai lagi. He. rame cok. Parkir kemarin 40 yuan ya semalam ya? Iya. R.000. Iya. Lumayan. Bisakah kebuka? Come on, Long. Prabang dia harus scan dulu. Scan pakai alip scan ya. Hal Kenapa kau kasar sekali? K asal besi itu sangat-sangat kasar lah. Oh langsung kedetek dong. Buka Alipay. Buka Alipay. Oh bagus loh. Apa aku tak? Kiri, kiri, kiri. Wi bagus. Dia punya pintu raksasa tuh. Gil. Btw, Pak. K sebelum kita jalan lebih jauh, Pak K, ada baiknya Anda mencari makanan, Pak. Betul. Kita tidak punya bahan bakar untuk dibakar. Ini macam Singkawang, Beb. Sumpah. Hei, Singkawari mana? Habis-bisok mau HK sini. Aku foto pasih Bapakku kira aku di Singawang. Oke, kita sudah sampai di Yunan Old Town. Ini apa, Pak? Yunan ke Kuning Kota. Kunming. Kunming old town. Enggak dong. Yunan benar. Yunan. Yunan benar. Ya udah. [tertawa] Enggak aku dia. J. By the way, heh. Ini tuh mobilnya kita enggak bersih apa catnya udah kusem ya? Gara-gara kotor-kotoran terus. Kayaknya udah mulai kusem dikit sih, Pak. Udah mulai kusem. Iya, soalnya gua dicuci berapa kali di Malaysia, di mana gitu sudah mulai kelihatan sebenarnya, Pak. Kusemnya, Pak. Oke, berarti next kita akan bawa mobil ini buat reverurnish atau enggak repa yang beberapa yang lecet. Oh, iya benar. Karena kita pakai auto glow, weh. Iya, Pak ya. Iyalah. Ah, iya. Benar, benar, benar, Ben. Gua kemarin waktu Lingbi gua nabrak Oh, iya. tuh masukin ke bengkel pakai auto glow itu enggak kelihatan kayak apa namanya dipain kayak enggak kelihatan di repain berarti kagak belang Pak enggak belang udah gitu kata yang punya bengkel auto glow itu kalau bikin dempul dempulnya tuh enak buat dicetak bagus keras dan enggak berat oh wi canggih ya iya nanti senia lu masukin aja juga sekalian pakai auto glow udah lecet banyak kan belum pak dikit oh jangan bohong lihat keren banget tempatnya nya. Selamat datang di Pik 2. Salah salah. Kita lagi di Yunan, Kota Wisata Cibubur. Emang gini Old Town Kunming adalah replika arsitektur kuno yang terletak di gerbang timur Desa Etnis Yunan meliputi area seluas lebih dari 50 hektar. Kota ini memiliki 18 bangunan bergaya kuno yang dibangun dengan gaya arsitektur Kunming Lama. dirancang untuk mewakili versi ringkas dari kota tradisional. Area ini telah menjadi kawasan pameran yang elegan yang menampilkan budaya Tionghoahan di Desa Etnis Yunan. Ternyata ada danaunya keren banget. [musik] Habis itu gunungnya tuh kayak ada tebing-tebing gitu. Ini rasanya tuh kayak ini tahu enggak? Danau dekat bumi perkemanci bubur jauh lebih bagus ini. Bagus ini. Kalau di kalau di bumi perkemanci bubur cuman ada mitos [musik] pocong maupun diilanak, Pak. Di [tertawa] sini enggak ada. Enggak ada. Enggak ada. Tapi enggak ada monyet di sini ya. Oh iya enggak ada monyet. Iya benar. Tanaman-tanamannya juga terawat sekali. Itu bagus banget. Nah selama ini ya enggak tahu ya. Gua enggak ada dengar kita jalan-jalan nih wisata ke mana? Jepang, Korea, Cina itu kayak enggak masuk list gitu loh. Iya. Yunan bagus, Pak. Yunan ini provinsi Yunan Kunming lah. Dekat Kuningnya jauh ini. Ampun deh. Bagus banget deh. Alamnya parah. Keren banget. Bahkan di jalan tol aja bagus dari kemarin tuh di sini sewa mobil aduh cakep. Murah ya? Hah? Murah mobil. Enggak tahu ya. Bawa mobil enak banget. Iya iya iya nyetir mobil enak di sini. Heeh. Jalannya mulus lus lus lus lus lus. Asoy. Asoy. Asoy. Dan ini enggak bayar. Iya. Gratis. Heeh. Beli kopi baru bayar. Nah, ini ada rabika nih. Wah, indah sekali. Di tengah modernnya kota kuning terdapat replika kota tradisionalnya. Benar-benar destinasi yang wajib dikunjungi kalau balik lagi ke sini. Sebenarnya di dalam tuh ada banyak banget yang bisa kita explore lebih seru lagi. Cuma sayang ya di sini enggak bisa nerbakin drone ya kan. Terus juga cuaca kalau kita lihat ini udah mau hujan loh. Bahkan jam .00 nanti petir ya. Ini udah agak sedikit gerimis ya. Jadi sebaiknya kita jalan aja. Dan kalau di Cina ini gua enggak terlalu pusing kalau misalkan jalannya itu sekitar jam agak sorean. Kenapa? Karena ini kita ke Ahsun ini 5 jam ya. Jadi kalau kita berangkat jam 3. Aja itu kita nyampai sekitar jam ya. Di sini gelapnya aja tuh hampir jam 0.00 ya kemarin jam 19.5 ya dan jalannya bagus jadi buat kita jalan malam itu rasanya safe gitu beda sama pas peluang terabang [tertawa] kemarin. Oh kan hujannya kan pas kan. Untung kita ke sana. Untung kita enggak masuk ke dalam Minceng Hotel Ali. Kita ke mana sih? Nih nih nih. Sorry sorry maki gak ada sih pak se ya dia ngomong apa s macin nanti kan kita kok we bang dia ini baru mantap wih gratis prak-prak bodoh loh gratis nol kok bisa enggak usah uh gak kok bisa ini karena kita bar pakai bung ya enggak tahu ya keren benar nol atau kok selalu aja enggak 0,0 tben bae hah Oh, I love China. Enggak, tadi [tertawa] pagi kan kita dibantai 40-an sekarang nol. Dia tuh kayak ya saling subsidi lah. Eh, kita lihat kanan aja yuk. Kita mau ngelihat itunya danaunya. Eh, mau lihat danaunya. Kan danaunya besar sekali loh. Kita ambil kanan aja ya. Mau ngintip danaunya kayak gimana sih yang gede itu? Ini danau besar sekali dan mulainya peradaban di Kunming. Wih, itu di sini. Hah? Tadi aku lihat di dalam kecil danaunya. Eh, enggak. Ini ada danau. Ini danau besar sekali. Lihat nih. Tuh. Oh, itu danau. Uh, danau segede gini. Gila, itu laut. Oh, asal muasal itu ya. Ya, peradaban dimulai dari air. Wis. Oh, kita kembali ke pekong dong. Heeh. Ini kita harusnya ke sana kan, cuma gua pengin lihat danaunya dulu aja. Bebas. Waktu punya kita, Pak. Nak jalan balik ke Luang Prab pun siapa nak nolak kau. Enggak. Cuma kalau di sini gua tuh senangnya adalah kita mau berangkat ini kan 5 jam ya. Heeh. Mau berangkat jam .00 aja gua ngerasa aman. Oh, malam. Tapi kemarin di ruang Prabang pun kau merasa aman-aman aja. Apanya? Jalannya kita jalan di malam hari itu berasa aman gitu loh. Iyalah tol kayak gini. Untung kita enggak masuk ke dalam tuh kalau enggak kita di dalam kehujanan. Ye. Ini apa ini? Besar sekali. Ei museum ya? Enggak enggak enggak. Ini Istanegara kayaknya nih. Sekolah bukan dong. Sekolah apa? Enggak mungkin gak ada orang. Wih, ngur apa? Apa ngawur. Ayo L kena L. Ini dia ngambil jalur sepeda terus ada kamera. Kena kau, kena kau. Kok dia berani? Yes. Biasalah. Lihat tuh danaunya. Mana? Mana? Udah ketemu. Putih. Hujan cok. Bukan putih itu berkabut. Berkabut. Uh, gede kek laut laut kapalnya gede banget bergelombang. Eh, kayak danau. Eh, kayak Toba enggak sih? kan Toba katanya bergelombang ya. Berombak ya. Oh, gede banget gila. Oh, kita lagi jalan di pesisiran si danau ini. Apa nama danaunya? Danau Tomba. Danau Tian atau sering disebut Danau Tianci atau Danau Kunming [musik] adalah danau besar yang terletak di dataran tinggi Yunan Wicho. Dekat Kunming, Yunan, Tiongkok. Nama Tian diambil dari singkatan lama untuk Provinsi Yunan. Danau air tawar hasil patahan ini berada pada ketinggian 18.865 m dengan luas 298 km² panjang 39 km dari utara ke selatan dengan kedalaman rata-rata 44 m. Uh, aku tak s ujungnya. Wih, iya keren banget bersih lagi. Ih, bagus. Heeh, bagus banget. Itu kayak pulau loh di tengah-tengah enggak, itu enggak ada pulau sih. Cuma kayak pulau bentuknya kalau di sini bagus banget aku pak k toba seger ini enggak sih? Mungkin lu pakai berombak loh itu loh. Enggak lu enggak pakai roba pernah. Oh ada yang berenang ada yang berenang. Serius? Bukan. Bukan tuh air mancur. Air mancur tuh ada speedbot. Ada apa ya? Wah asik banget ya. Ih ini udah kayak laut Pak. Warnanya air sumber kehidupan. Nah, keren. Kira-kira apa fungsi kincer air itu? Ya, itu buat ini sukasi udara aerator biar ikan-ikannya enggak mati. Kalau ditambah udang vaname memang aku percaya itu ada. Ini di danau dari dulu sudah ada. Ngapa kasih aerator? Yasan kali. Ah, atau itu pembangkit listrik tenaga danau ya. Bisa jadi. Nah, saatnya kami melanjutkan perjalanan. Sedih rasanya meninggalkan kota ini karena belum bisa explore lebih banyak. Semoga di lain kesempatan kami bisa kembali lagi ke sini. Sekarang kita mau masuk tol. Oh gitu. Bilanglah. Itu yang penting. Eh udah jadi satu konten itu tadi. Nihaw kenapa dia baru lulus apaau gimana dikasih gituan? Baru wisuda Tuhan. Bukan itu. Ha hal itu tuh Miss Universe Wisata Kunming. Halah halah halah. Perjalanan ke Kota Ansun akan memakan waktu sekitar 6 jam dengan jarak tempuh sekitar 450 km. Wah akan menjadi perjalanan yang panjang lagi ya. Kok lurus kar? Eh, kita rest area dulu y. Wes area Song Ming. Song. He, masih 4 jam 44 menit lagi. Ada tuh perbaction. Eh, ini enggak boleh masuk. Siapa bilang ini? Loh, itu mobil. Kenapa ada plang itu? Makanya. Eh, itu orang salat, Wi. Oh, iya itu orang salat. Lihat. Eh, singgah singgah singgah. Jagain dia dong. Kita bantu dia jagain dari apa gitu. Tapi ya kita juga kalau salat tuh seperti itu dari kemarin kan. Nah, John ini dia kan tidak salat ya. Nah, dia itu bantuin kita buat mengusir anjing. Gak ada kalimat yang lebih suka, lebih keren gitu loh. Karena waktu kita su anjing di mana-mana kan lu yang mengusir kan. Iya sih. Cuma keren sikit. Om Tor yang panggil aku apa? Tentara Allah. Tentara Allah kan dengarnya aku tuh kayak enak. Bukan mengusir anjing ya. Ini ini si nonmuslim ngusir anjing [tertawa] mana gitu kalimatnya gitu loh. Sebelum kami dihadapkan pemandangan dan jalan yang terus-menerus, kami mampir ke rest area untuk makan dan membeli beberapa buah untuk perjalanan biar perjalanan ini menjadi tetap segar. Ini kita lagi mampir di rest area sekalian beli buah ya. Ini ada buah yang lucu-lucu nih. Anggurnya ini kayak karet. Macam anggur plastik. Macam anggur buat hiasan tapi ini bisa dimakan. Ya. Ini apa sih? Lengkeng bias. Lengkeng biasa. Ini kayak tua yang asing kemarin deh. Tadi beli ini ya? Beli nangka ya? Iya. Nangkanya orange terus ya Jon ya perhatiin deh WC kalau yang udah pakai otomatis otomatis enggak bau tapi jangan coba-coba buka biliknya eventut otomatis pun karena ada surprise meledak tapi dia enggak bau loh I ini. Oke. Ini aku tadi ada meleber ke mana-mana. Rest area itu rest area rata-rata lebih bagus dientar entar. Udah udah. Eh kok mau beli ini. Woi. Ya udah beliah. Udah udah udah udah udah udah udah udah udah kita bagi aja bareng aja bareng. Enggak gua penasaran nangkanya orang. Gua penasaran nangkanya orangen. Silakan. Cempedak ya. Hmm. Ini orange warnanya aneh. Oh ini favorit palik rasa kayak kita beli divelnya la [musik] mat. Mat mat gak manis ya. Iya itu suka ini rasa dia soalnya. Hmm. Enak. Mereka makan mie lebih ngiler ya. Mie enak banget langkanya. Enak banget. Nah, ini dia nih yang dari tadi bikin kami penasaran. Terlihat dari tadi kami masuk, segarnya buah ini jadi teman kita nanti di perjalanan. Ayo, lu narik gua, lu narik gua. Yah, narig. [tertawa] Eh, eh, heh. Yakin kok gitu? Masa gitu? Udah begini. Hap. Kok gitu? Kok aneh. Kiri kanan kiri. Capek loh ini. Ini berarti kiri kanan kiri kanan. Capek banget itu. Coba buktikan anak semi militer ya. Nah, tuh berat banget itu tuh. Jadi ini ada konsepnya gym di rest area. Tujuannya apa? Tak ngantok. Kan kau duduk terus dari tadi kan. Nah, enak kok kayak kayak kayaknya enggak benar sih. Kurang tinggi ininya. Ayo kita lomba. Siapa yang bisa manjat sampai ujung? Saya. Ayo. Ah, kalau ini mah gampang. Ah, merampot. Coba tes dulu lah. Gua di pasar Minggu sering ya. Alah, kurang panjang. Janganlah potong berarti lu J coba Jon. Apalagi Jon. Hop hop hop. Wis Chinese warrior. [tertawa] Ninja Ninja Warrior. Ayo ayo. [tertawa] Udah kua sakit ya. Coba coba Pak ini gede kali terlalu simetris dan bagus dia. Itu bulatnya bagus dan dipegang tuh kayak karet tahu enggak? Macam plastik. Iya macam plastik. Tapi enak dia. Enggak manis-manis banget. Hmm. Enggak ada biji, coy. Dan satu gini harganya itu cuma R.000. Enak banget ya. Ini enggak manis punya. Kita sebenarnya punya punya mobil sebelah duluan. Bagi dua lagi. Sama kita minta nangkanya. Buka bang buka pintu. Bagi itu kita barter anggur dengan nangka. Ini juga anggur jan Bentar dong. Aku mau ngecas nih HP-ku mau untuk jadi ikan maps. Nah, anggur H. Charge only. Oke. Hmm. Seenak itu kah, Pak? Enak kali ni. Continue. Masih sebagai pecinta buah. Tapi, tapi sini punya duren kureng. Dia punya anggur boleh-boleh. Nah, dibilangin duren Indonesia itu terbaik. Musangking apa segala macam sama duren lokal beh kalah kalah. Dan variannya macam-macam. Iya. Iya. I gua paling suka durian susu. Tahu Pernah makan enggak durian kayak susu tapi di mana? Klaten. Iya. Cuma dia cuma ada musim tertentu doang dan jumlahnya enggak banyak. Wih, lengkap kali. Oke. Nanti kalau kau ke Klaten, wah udah oke. Aku order susu. Kau bawa baju aja semuanya kita ngurus. Wei, itu yang saya suka. Gua punya teman. He. Dia itu punya akun Instagram namanya Klaten Foody. Nah, cocok udah. kayaknya aku pernah dengar kalau enggak salah dia ada pernah colab sama Osaki Helmet. Nah, betul [tertawa] aku dapat helm gratis. Let's go. Kami cukup siap pada perjalanan kali ini dan juga penasaran kira-kira selama perjalanan pemandangan apa yang akan kami lihat sampai ternyata [musik] lihat sebelah kanan kita sampai di Sidrap Sulawesi Selatan. W Sulawesi Selatan. Kincir angin sidrap, Kawan-kawan. Iya iya iya iya iya Eh tapi ini loh opo? Dari sekian banyak tempat yang kayak begini menurut gua potensial banget buat jadi tempat kincir angin. Ternyata aku baru ketemu satu. Ternyata memang tidak semua bisa punya. Kemarin di Sulawesi Selatan ada dua sidrap dan jadi Ponto. Karena memang buket boleh banyak, boleh sama, tapi alur angin tuh beda-beda katanya. Dan ini perhatiin deh putarannya agak kencang loh yang di sit enggak ya? Iya dia lebih pelan. Ini kencang loh. Oh iya ngomongin kencang rupanya kincin angin itu dibatasi kekencangannya gak betu kencang. Enggak boleh. Betul. Aku baru ng dia bilang kalau angin kencang banget aku bilang berarti bagus dong. Gak. Kami matiin. Dia bilang kami matiin. Dia punya ini turbin. Iya aku tahu juga. Keren ya. Itu waktu gua di Itali gua juga ketemu kayak gitu. Eh jauh kali ya, Pak? Iya. Pas lagi jalan weh keren. Ada kincir angin. Tapi sekarang Indonesia udah punya. Jadi kita dari ujung ke ujung sudah jalan sampai 30.000 km oke menggunakan Cherry 23. Oke. ASEAN atau apapun itu semuanya ada di Indonesia. Oke. Kincir angin ada di Sidrap. Danau besar ada di Toba. Pegunungan Batu ada di Sulawesi. Betul. Karsnya ada. Heeh. Jalan rusak ada. Oh, kita masih jalan rusak. Sungai besar ada. Oh, sungai Mekong. Itu kita enggak kalah Kapuas kita yang Kalimantan itu enggak kalah. Iya. Tapi ada satu hal yang luput. Apa yang ada di Indonesia? Belum tentu ada di luar negeri. Apakah itu? Toraja. Oh iya. Makam batu Wemo apa kek. Oh makam batu Toraja yang itu. Iya itu enggak ada paling salju yang enggak ada. Cuma kita masti ke Jayapura jauh sekali. Betul. Eh sini pun harus ke Harbin bawa ketemu saljunya. Betul. Tapi intinya ada ada apalagi ada ya. Jadi sebenarnya kalau kalian pengin keliling Indonesia tanpa bikin CPD karne, tanpa keluar duit yang banyak tentu saja keluar banyak ya. Mis juga ke Sumatera, ke Sulawesi. Tapi jauh lebih hemat daripada kalian harus ke luar negeri. Satu yang enggak ada Kasino enggak ada di Indonesia. Oh iya. Atau ada tapi kita enggak tahu. Setelah setelah kami lihat lihat ya jadi yang enggak ada itu maksudnya aku bilang gini. Indonesia tuh ternyata pas kita lihat tuh ramah buat family. Contoh kemarin pas kita main ke Pataya Puket dan teman-temannya. Iya. Bang Ridwan bilang, "Aku agak takut kalau bawa orang rumah ke sini." Karena memang di mana-mana satu ganja, dua jualan kasino-kasinoan itu, togel-togel itu loh. Dan ketiga cewek-ceweknya ya lumayan bertebaran. Event enggak cuma di Bangkok, kita ketemu itu di Kamboja, ketemu itu di Laos, dan ketemu itu di Boten sampai ke Cina. Itu banyak Cina enggak ketemu. Boten banyak ya? Boten. Oh, Cinanya enggak ada ya. Aman boten boten. Ei, Cina kok lupa di hotel Oh, itu kan beda. Itu kan alatnya tapi enggak di pinggir jalan dia. nomor HP-nya bertebaran. Oh, iya ya. Di kamar kotanya itu apaan? Kotak itu itu ada nomor telepon. Ini nomor telepon cewek seksi. Oh, alah ini gua enggak kan. Cuman bagusnya Indonesia tuh aku rasa cukup ramah sih buat. Oke. I betul sekali. Masih tabu lah ya. Nah, kalau katanya kita itu akan bertemu dengan apa yang kita cari. Berhubung kita enggak nyariin kayak begitu-begitu makanya juga enggak ketemu. Betul, betul, betul. Tapi beda lagi kalau di Thailand atau di ee Kamboja ya emang itu der dibuka gituor. Iya. Tanpa harus dicari udah ada. Tapi memang kalau alam kita, Gu kita alam kita tuh enggak kalah sih. Alam kita indah. H cuma kalah satu, infrastruktur ke alam itu kurang sekali. I itu PR tapi gua yakin dalam beberapa tahun lagi harusnya bisa ya. Oh iya iya iya. Soalnya juga memang kita sempat ketemu beberapa opini gini kalau aku sudah berkeluarga anak kecil aku lebih senang libur ke luar negeri. Kenapa? Karena bagi mereka tuh lebih mudah untuk kayak dorong stroller nih. Bayangin enggak lu bisa bawa anak lu melihat gunung batu Cars pakai stroller. Itu sih sesuatu yang spesial sih buat aku. Iya. Dan banyak orang tua artinya kalau misalkan tempatnya itu ekstrem, enggak mungkin orang tua itu akan datang ke situ. Melewati jalan-jalan yang ekstrem. Iya. Iya. Betul. Betul. Itu sih. Tapi something aku rasa Indonesia bakal sana. Aksesibilitas. Ei, dalam kali. Jadi, aksesibilitas itu bukan berarti kita harus sediakan yang mewah-mewah gitu, enggak. Tapi kesetaraan aja gitu. Jadi, orang-orang yang butuh aksesibilitas mereka punya buat ke sana gitu loh. Oke. Tuh, tapi ya itulah. Tapi mumpung ini masih awal kita jal kan masih enggak lama-lama banget. Aku rasa nanti pas di ending-nya Cina kita kan bisa recap dikit lah tentang kita dapatkan. Ya, satu yang aku rasa yang Indonesia paling kuat adalah di keramahannya sih. Ya, betul. Indonesia itu ya bule nanya dia ngomong bahasa yang enggak ngerti pun responnya orang tuh minimal senyum dulu. I enggak kita tuh pun atau enggak panik. Kita tuh punya kebiasaan kita tak ngerti senyum duluan ketawa juga ya. Sini itu kayaknya kau dua kali ya yang kayak responnya tuh kayak kasar sekali gitu ya. yang pas kau minta tolong buat putar apa sih? Putar mobil ya. Ya begitulah ya. Di sini tidak serama indo buat aku ya. Enggak helpful. Iya dia tidak ada empati kurang kayak yang kita beberapa kali loh kena kasung gitu kayak dia bodoh amat gitu loh. Kalau Indo kan dibantuin dulu gimana ya. Yes betul sekali ya. Kita lihat sampai nanti di Shanghai ya. Aku akan ngelihat dikit lah. Karena kita enggak boleh cuma lihat wah luar negeri itu indah-indah tapi tetap kita harus percaya bawaan sesuatu yang bisa kita bawa balik ke Indonesia dan itu tuh bisa meningkatkan kualitas di sana. Wah keren banget. Ini pemandangan yang sangat jarang kami temui selama Overland. Kami disuguhi dengan banyaknya kincir angin besar yang membuat kami kagum selama perjalanan. Tidak hanya kincir angin, tapi di perjalanan kami kali ini, kami juga menemukan pemandangan yang mencuri perhatian dan itu adalah hu apa itu? Nuklir bukan itu? Nuklir. Nuklir itu ceropong gede banget itu emang bukan nuklir ya? Pemakin listrik tang nuklir kayak gitu kayak gitu nuklir. Setahu aku pi pemil listrik tentang nuklir itu menghasilkan uap air sak banyak. Uap-uap gas banyak tapi uapnya warna putih. Itu warna hitam biasanya di pinggir laut, Mas. Nuklir pinggir laut biasanya bukan di sini. Karena sih aku nuklir itu kan fusi NVC menghasilkan gas yang besar, menghasilkan panas yang panas dan jadi uap air. Cuman itu bangunan aku sering nonton di film Ultraman. Oh, gua tahu apa. Kalau ada Ultraman itu yang dirobohin ya. Iya selalu antara monsternya jatuh di sana atau Ultraman jatuh di sana. Eh, terus apa dong itu dong? Cooling tower atau disebut juga dengan menara mendingin adalah alat penghilang panas yang digunakan untuk memindahkan kalor buangan ke atmosfer. [musik] Menara pendingin dapat menggunakan penguapan air atau hanya menggunakan udara saja untuk [musik] mendinginkannya. Menara pendingin umumnya digunakan untuk mendinginkan air yang dialirkan pada kilang minyak, pabrik kimia, pusat pembangkit listrik, dan pendinginan gedung. Menara yang digunakan bervariasi dalam ukurannya. Menara pendingin hiperboloid dipatenkan oleh Frederick Van Iterson dan Petronel Quipers pada tahun 1929. Itu kayaknya pembangkit distrik tenaga gas karena kita ada di Siaeng Gas Station. Bukannya SPBU dong. Itu SPBU cok. [tertawa] Itu rest area. Oh rest area ya. Ye kita sampai di rest area. Oh rest areanya banyak sekali. Ini truk. Mana itu WC-WC-nya? Yang tadi bagus banget ya. Sear yang sebelumnya. Kayaknya ini tempatnya enggak sering dikunjungin banyak orang, tapi satu hal mereka tuh bersihnya konsisten. Oh iya iya bersihnya semua sama. Jadi di Tiongkok itu ya kalau kita perhatiin bersih enggak ada vandalisme. Tapi di WC mereka enggak siram ya. Gak tahu kenapa ya. Enggak tahu aneh. The car parking. The car. The car jauh the car 5.000 atapnya. Benar dong, solar panel baru ku bilang. atapnya solar panel. Keren. Ganti atap dan solar panel Anda di Indogini. Saya seru ya. Heeh. Ini daerah yang sangat banyak tempat ramah lingkungannya ya. Atap solar, panel. Betul. Terus anginnya kincir. Kincir angin ya kan? Airnya PLTA. Apa sih airnya? PLTA tuh apa? Kan airnya dipakai juga buat di pakai kicil. Ah seram dah. Wah ya ya. Kami mampir lagi di rest area untuk salat asar dan juga membeli beberapa cemilan untuk perjalanan nanti. Kami baru sadar ternyata selama di rest area Cina yang kita kunjungi selalu bersih dan juga bagus. Di resarnya tiba-tiba ada pastur tourage parking. Parkir buat sapi. Parkir buat truk yang bawa sapi. Yakin? Iya. Masa dia naik sapi terus ah parkir. Ah taruh situ kan kan mana tahu ada masih naik babi hutan toh. Ini masuk akal karena yang bawa binatang sapi, babi, kambing apa itu kan pasti bau. Nah, disediakan parkiran khusus. Ah, sangat masuk akal. Kalau kita bawa teman macam binatang parkir di mana? [tertawa] Tadi kita parkir bisa aja tuh. Parkiran biasa. Iya. Karena gak ketahuan enggak dikomplain. Harusnya kita parkir tuh kita ke tadi pasage. Kalau ditanya kenapa di sini, Bang? Iya. Kami bawa teman macam binatang. [tertawa] Lihat kiri kosong enggak? Kiri kosong. Aman. Kosong. Aman. Itulah sulitnya kalau kita setir kanan di negara yang setir kiri. Susah buat lihat sampingnya. Harus ada ee copilot. Kawan. Iya. Itulah fungsi kawan. Nah, itu dia gunung batu lagi. Stone Forest. tapi beda sama batunya itu beda. Ah, beda. Kalau ini kayaknya agak ditambang dikit nih. Tambah enggak itu mungkin sampai sikitlah. Tak ke manah. Sikit aje Iya deh, enggak apa-apa sikit. Nah, Kak itu berhenti loh. Betul. Enggak gerak dia. Berarti anginnya terlalu loh pelan atau kencang nih kemungkinannya. Feelingku kayaknya benc dia matiin. Masa sih? Jadi kalau anginnya kekencengan dia matinya itu berhenti. Mati. Benar dimatiin karena berbahaya. Berbahaya katanya. Kalau berbahaya itu bisa copot atau gimana? Gak tahu. Aku cuma nanya sekali persisi drap. [tertawa] Nah, tapi di drap itu gua ngelihat ada ini loh spare part. Betul. Standby di bawahnya. Iya. Baling-baling tuh standby satu biji. Dua biji lebih dari dua kayaknya. Tiga apa? Nah, ini lebih parah. Ada satu kincir yang balingnya dua. Mana cuma dua baling. Oh iya benar. Oh iya kok bisa ya? Kesembunyi kali satu lagi. Oh mungkin tuh lagi di maintenance. Bisa jadi. Bisa jadi. Nah pertanyaannya dia gimana cara ganti baling-baling segitu gede? Enggak gampang naik ke atas colok kayak ganti lampu. Aku ada satu video yang seram banget pernah gua lihat. Apa-apa teknis h lagi di atas baling-baling situ. Kebakaran. Wah. Yang dua orang itu bukan? Iya. Yang dua orang. Akhirnya dia bingung dia mau lompat naik apa turun [tertawa] atau mau kebakar di atas. Lu gimana ininya? Meninggal dua-duanya. Aduh, itu seram banget sih. Horor kali, Pak, ceritanya, Pak. Enggak ada kisah yang penyenangkan dar kin cerirangin, Pak. Iya, itu kan cuma cerita ya. Tapi itu serem banget tuh. Gua enggak kebayang kalau jadi dua orang itu tuh lihat deh. Iya. Kalau di posisi setinggi itu kayaknya buat pakai ee terjun payung bisa sih. Terjun payung. Coba dia. [tertawa] Bisa dong. Masa enggak bisa. Makanya orang-orang yang bekerja di Zidrap gitu ya, yang bisa naik-naik ke atas itu ya, itu luar biasa sih. Demi keluarganya, demi orang tuh bisa jadi satu desa, satu kota, dapat listrik, itu perjuangannya enggak mudah. mereka harus naik tangga ke atas, ya kan? Gantinya benar naik tangga ya. Masa sih ada lift? Mahal dong. Enggak kayak apa itu baling mereka besar banget bukan? Kalau kita mau macuk ke dalam tuh sampai ke atasnya naik tangga dong dia orangnya bisa. Baling-balingnya agak gimana diganti ya? Enggak tahulah. Pokoknya maintenance kan pasti harus naik ke atas dong. I iya iya. Ini antara tambang atau lagi dibangun buat jalan? Tu sebelah kiri tuh lagi jalan. Oh tuh lihat tuh. Opo itu ada jembatan. Jembatan. Iya ya. Oh ini jalan pas sih pasti jalan. Mungkin dulu ini jalan juga waktu dibikin tuh seperti ini, coklat-coklat juga, tapi habis itu ditumbuhin tanaman lagi. Masuk akal. Oh, berarti ini lagi membangun jalan baru. Tapi gua sangat merekomendasikan kalian kalau ke China sewa mobil, coba nyetir, lihat infrastrukturnya, wei. Lihat bagaimana mereka membangun jalan. Lihat bagaimana mereka membangun di luar jalan yang kita lewatin, jembatannya, tempat keretanya, kincir anginnya. Itu magnificent. Wis kayaknya ini lebih dari Eropa ya. Hei, aku tak sana J aku tak tahu. Tapi lebih cantik kah? Eh, di mata Anda tetap ada perbedaannya tapi lebih megah. Woi, berjalannya tuh lebih megah. Bagaimana mereka membangun infrastruktur modernnya tuh lebih berasa. Ya berarti untuk penduduk 1,4 miliar sebenarnya tanah mereka masih luas kan masih gede banget. Udah gitu ya lu bayangin gimana caranya mengatur 1,4 miliar penduduk dengan suku tuh ada banyak, ada 50-an ya. Yap. Dan luas banget loh. Luas banget. Kau aku bayangkan di kampanye macam mana ya? Iya. [tertawa] Kampanye kelinci. Makanya mereka kalau bikin pemilu tuh pasti mahal banget. Penduduknya banyak. Tapi ada pemilu kan mereka enggak ada. Oh ya Enggak ada pemilu. Oh lihat tuh pemandangannya. Uh. Kita negeri di atas awan. Mantap menyala. Wih. PTW ketinggian kita sekarang di 1950 mdpl. Wih, hampir 2 kilo. Tinggi loh itu. Kita sudah sampai di Kicau ya. Ini tol kicau. Tol di ketinggian segini. Wow, ngeri sekali. Ngeri ngeri. Pantasnya juga. Pernah enggak kita naik tol yang setinggi ini? Gak ada. Aku tak pernah ketemu tol di atas ket yang 2000. Tinggi banget loh. Nah. Nah, ini baru cantik. Wah. Iya. Tuh, lihat tuh. Banyak banget itunya. Bagus kincir anginnya ya. Bagus. Bagus. Dan banyak tower-tower. Lihat di situ tower apa? Sutet. Ada CCTV atau lampu. Oh police check lagi di police check. Tapi kok polis ceknya tadi pindah ke sana ya? Lagi dibangun toh atau di lagi direhap. Enggak. Bangunan apa ini? Udah perhatiin sekarang udah mulai turun. Tadi kan nanjak terus ya. Sekarang turun. Siapin engine brake kalau memang ekstrem. Ada banyak yang pengen diomongin di sini ya. Ini mah kasihan kalau video nanti cuma ini apaan ngomongin tol terus. Iya loh. Ngeri ya. Tidak terasa sudah setengah jalan kami untuk sampai ke kota Ansun. Mungkin kami tidak sadar karena selama perjalanan kami terus diperlihatkan oleh kincir angin yang besar ini. Sungguh indah sekali. Ini keren loh. gedungnya tinggi-tinggi tapi atapnya tuh atap-atap Cina gitu loh. Atap Cina kawan. Cina di negara Cina gak salah sih. Ya. Oke ni sekarang nyari tempat tu ya. Salat Salat dulu bentar. Di pinggir jalan aja. Kayak tadi kan orang cari ada tuh pohon-pohonnya tuh. Pohon-pohon dan burung-burung semua. menyambut kita. Riang cerita. Oh, gitu. Bukan lubang ruang perabang. Eh, itu Cherry Jessicnya dikasih itu besi balang depan. Mau ke mana dia? ini aja nih. Nah, sebelum kami memasuki kota Ansun, kami mampir lagi ke rest area terakhir pada perjalanan ini untuk mengisi bensin Du Tigo dan juga ke kamar mandi. Woi, Jon lihat Jon kita menemukan Wi. Gila tadi keluar sunsetnya tuh di tuh. Iya sunset. Dan lihat dong di sini tanamannya mulai berwarna. Ada yang ungu-ungu, ada yang hijau muda, ada yang hijau gelap. Uh. Uh. Lihat tuh bawa mobil banyak gede banget tuh. Tiba-tiba ada pemukiman di sebelah sana. Betul. Dan ini sunset kita di jam 0.15 malam. Keren banget. [tertawa] Tahu enggak nih? Kenapa sebelah kanan kita itu ada kayak semacam penghalang? Oh, pemecah angin. Yes. Karena ini bisa crossw namanya. Nanti mobil kita macam belenggok-lenggok Iya. Lihat vegetasinya tuh di depan. Aduh kerennya. Huh langsung tekanan di kuping tinggi berarti. Tinggi keren. Tapi dengar enggak tadi suara deng ada itu suara itu tangki bahan bakar. Kenapa ya tekanannya tiba-tiba berubah jadi dia buah kayak tadinya ketekan kebuka atau mungkin jadi ketekan. Ketekan nih gua rasa. Aman. Aman kah? Ih bagus banget. He bagus ya. Kuning gitu loh. Aduh gantengnya aku di sini. Hah. Tinggal China, China, China. Ah ya, ya, ya. Tinggal jarak 2 jam 10 menit 180 kil. Hmm. Dekat. Kita tiba di jam 09.10 malam. Mantap. Nah, jam 09.10 tuh sebenarnya kan kita lebih maju 1 jam. Jadi, jam 0.00 sih sebenarnya. Cup normal. Cukup normal temannya itu. Wah, sepertinya kami akan sampai ke kota Ansun sebelum langit gelap karena tinggal beberapa menit saja kami akan tiba di sana. [musik] I used to jump without looking. [musik] Ini kita lewat jembatan yang panjang dan tinggi sekali. Bawaah kita jurang menyala. Itu itu bawahnya tuh jurang. Ini tinggi banget loh itu jurang. Dan kalau ini dinding kan pendek dindingnya tuh. Iya. Kalau orang di kanan tuh cepat bilok kanan sikit selesai dia. Makanya dikasih con ini biar kita pelan-pelan. Betul ya. Dan cuma satu jalur. Iya. Tapi ini ya di sini kan 100 ya sebenarnya ya. Tapi kalau kita lihat speedometer 40 karena tadi ada itunya ya. Tadi ada logo 40 km/h ya. Tapi kan kita aman kita ngikuti mobil depan kan. Heeh. Jadi dia itu ngelihat dari marka jalan terus nanti dia akan diterjemahkan ke sini tuh dapat 100 dia ngedek enggak 100 tunggu ya coba lihat ya tereng ah 100 benar [tertawa] canggih kan canggih kawan oke hmm sikat jadi bukan karena dia baca pet jalan ada sig 100 dia langsung 100 tting berarti kamu gak orang ya Kita bikin planks 20 taruh. Iya. Jangan gitu dong. Aduh dong tuh. Enggak dong. Kayak dia tergantung. Oh kita pakai ada dia cuma warning doang. Heeh. Kasih tahu kau Ja. Iya. Bukan berarti dia bakalan ngrem. Betul. Tapi kalau kayak gini kita misalkan lagi 100 nih. Tiba-tiba dia jadi 60. Nah kita tinggal pencet satu sekali minus nanti dia langsung adjust sama si ngikutin kecepatannya. itu kecepatan menurut menurut batas kecepatan ya. Tapi itu cuma yang di Prox doang. Kalau yang Pro enggak bisa. Yang bukan premium tuh enggak ada. Enggak gitu. Dan itunya adasnya enggak jalan loh di di mobil belakang loh. Kenapa ya? Karena kita punya bumper bawah itu kan ada besinya. Oh. Itu membaca enggak tahu gimana aku ceritanya. Tiba-tiba jadi naik karenanya ke kehantem-hantem mulu ya. Jadi naik dia nutupin sensor radar. Oke. Perlu tahu gitu ya? Ini kenapa mati? Oh, pas dilihat naik dia bumpernya ngalangin sensor. Pantesan. Nah, jadi sensor tuh ada macam-macam. Ada kamera. Oke, yang di atas sini nih. Kamera dua biji. Terus ada namanya radar. Radar itu di depan di bawah di bumper bagian bawah itu biasanya kotak hitam doang. radar itu dia ee fungsinya, cara kerjanya adalah dia mengeluarkan sinyal. He. Terus nunggu sinyalnya mantul. Oh, macam sonarnya itu dong. Macam relawan. Nah, jadi nanti dia bisa tahu jarak itu berdasarkan sinyal yang dipantul pantulin radar radio frekuensi. Oke, frekuensi radio. Kalau sonar itu yang buat pakai suara. Kayak contohnya nih, parking sensor tuh pakai sonar tuh. Oke, suara. Makanya dulu awal-awal parkingan tuh bunyi tit tit tit tit tit pakai deet ti karena dia mant lebih cepat. gitu. Itu juga yang dipakai sama ini submarine lah. Iya iya ya. Buat kami mancing biasa Nah, ini pakai sona. Tembak bawah, tembak atas. Tembak bawah tembak atas. Betul. Nah, terus ada namanya lidar. Nah, aku tengok itu di iPhone. Nah, lidar itu yang paling advance karena dia pakai laser. Iya. Iya. Nah, hebatnya lidar dia bukan cuma ngukur jarak, tapi karena dia sekali itu jebret itu dia kan enggak lurus ya, kayak cahaya gitu loh. Nah, dia bisa ngelihat pattern. Oh, oke. Jadi, dia bisa ngelihat di depan itu bentukannya macam mana. Nah, bergelombang kan. Apakah dia nanjak turun dan kawan-kawan itu bisa dilihat pakai namanya lidar. Wih, gitu. Keren ya. Kita punya lidar enggak ada. Oke. Nah, jadi di Cina ini banyak mobil yang sudah pakai lidar. Uh, tapi enggak semuanya rata-rata tuh jarang banget yang bisa dipakai buat nyetir otomatis sampai benar-benar bisa masuk ke segala macam. karena sekarang sementara ini leadarnya masih dipakai buat learning. Itu belajar loh. Jadi, dari rute yang kita lewatin, dia kumpulin data sampai perfect baru dia bisa jalan. Wii. Eh, item dia ya. Iya dong. Bahkan kalau misalkan kita jalan nih tiba-tiba di tengah jalan ada lubang kita biasa ngindarin nanti dia akan learning dia akan ngindarin ketika dia jalan sendiri. Saya rekomendasikan Anda bisa nguji leadar Anda ngambil data di ruang Prabang. Ah lidarnya akan sangat bingung. Dia bilang, "Pak, gak ada jalan yang bagus, Pak." Gitu. Makanya lidar tuh taruhnya di atas biasanya. akhirnya kami sampai di kota Ansun. Kami tidak sabar untuk sampai di penginapan untuk beristirahat. Eh, ini kita keluar tol terus ke mana sih? Kok jalannya begini ini ya? 4 menit sampai ke hotel kita tengah kota nih, Bang. Ini sih kalau dilihat di sini kayak ada hutan sih. Mana ada kota di sini? Ini hutan tiantai mountain. Di bawa dibawa k gunung. Tapi dia ada air terjun terbesar di dunia. Oh, berarti iya di hutan kita. Tian taicun. Tianun. [tertawa] Ini gua kalau jadi hantu di Cina ada tempat-tempat yang gua bakal tinggal sih di sini sih. Aku gak tahu episode los ada muncul gak ya pas kita ketemu hantu. Cuman aura tempat ini macam kota Seno. Iya iya iya iya. H biasanya dekat-dekat sini tu ada vampir Cina nih. Nah, bisa jadi. Ini sepi sumpah. Kiri lu lihat kanan kau nengok orang. Lu lihat kiri lu lihat kiri ada. Oke kiri kiri aman. Kau lihat kanan ada orang pai senter. Ah kau lihat kananmu tuh. H anjir mana? Enggak ada di kananmu. Orang pai senter. Mana kanan gua? Mana kagak mati lampu Kagak ada. Hah? Mati lampu kok mati enggak nih. Ini ada vampirnya kah? Oi, Bang Pala, kau tengok orang sebelah kanan tuh jalan kaki bawa senter. Ah, ini mati lampu Gelap. Gak ada rampok Jon. Aman aku tak takut rampok kau. Kira takut rampok kah? Puyang kuyang. Udah aja. Oh, ini kota sanggau dia. Sanggau? Iya macam sanggau nih. Kota hantu seramnya ngumpul di depan semua gitu. macam lagi apa gitu lagi ini musyawarah jadi siapa yang kita jadikan tumbal ini kayak opening film tuh tahu gak yang kita masuk kampung r kampung tu ada sekta ibunya tapi dibilang kota kayak gitu aku cari hotel johon itu ada hotel yang Rp1 juta dan lumayan bagus mewah di ansun hotel kita harganya berapa Bang 300-an jajaran 260-an y senang ak ya murah Oh iya Ya, cuman apa laundry yang kau harapkan? Sini jaringan cari cari makan. Aku bingung di mana sekarang gini. Ini bukan mati lampu rupanya. Lampu hidup tuh. Ini ini bukan enggak ada ee bukan canggih pakai sensor pasti Jon enggak ada lampu apa? Oh, namanya juga kota tua. All to. Oh, kan harus kayak vintage pakai pakai apa? Low energy punya pakai pakai lilin. Serius enggak ada lampu loh J. Enggak tahu. Hm. Ini kasih suara. Wih, kok ada Rollroyce sih? Ada Rollroyce, sumpah. Iya, warna biru tadi. Ada Rollroyce, Boy. Warna biru. Putih. Oh, ini tempat mafia nih gua rasa nih. Penjualan ginjal mulai ini kayak opening film-film serp nih. Nanti war jendela. Dibuka jendela itu lihat dari kita jendela gitu kan. Oh, ada mangsa nih. 4B di bilang orang luar kan ngumpul semua. Eh, udah tua lagi. Apa itu semua? Ahli ahli wingun. Geng kapak itu. Geng kapak kapak hitam. Dua kapak. Geng dua kapak. Kok W gasik semua ngumpulnya lumayan lucu ya. Ngumpul rampai-rame gitu di depan. ya. Begitu. tiba-tiba di depan kami bertemu boten. Tiba-tiba rame meriah ya depan ya. Ini boten sekali. Very boten. Ini ngumpul sumur di sini. Woi, ini ambil kanan kiri. Hm. Kanan. Itu hotel kita. Nah, itu hotel kita kan yang depan tuh. Yang mana sih? Mantap, Bang Pala. Good choice. Very meriah. Ini hotel kita dengan harga permalam Rp260.000 saja. Gimana, Pak? Ini yakin mau nginep sini nih? Yah, gimana? Ada kuyangnya enggak nih? [tertawa] Aku udah bilang ke Bang Pala tulisan merah nih macam intro film hantu Cina. Iya lagi ya. Iya lagi ini jarak dari exit tol ke sini tuh agak lumayan spooky ya. Spooky hitam. He gelap. Gelap ya. Dan inilah hotel tempat kami menginap. sempat ada kendala bahasa untuk kami check in. Untungnya ada Rihana yang bisa diandalkan untuk masalah ini. Saatnya kami beristirahat karena besok kami akan melanjutkan eksplorasi lagi di kota ini. Dan untuk teman-teman yang ingin memesan kaos official merchandise 1emion Journey bisa cek link yang ada di deskripsi atau pin yang ada di kolom komentar. Terima kasih telah menonton sampai jumpa di episode selanjutnya. Dia tuh WC-nya jadi satu sama shower. Jadi kamu mandi di sini ya, tapi sini ada WC-nya. Hati-hati kejeblos. Rp260.000 lah. Ya sudahlah. Hah, perjangan kita masih panjang jadi saksikan terus jangan sampai ketinggalan. Karena gak tahu ya mereka langsung ke kota duluan. Sedangkan kita kan menurut yang tadi yang ini tuh lebih naik gak terlalu capek kayaknya ya. What is this? Oh ya. Ah jauh. Oh temukan [musik] dunia baru. Cina penuh warna dan cahaya. Langkah [musik] kecil buat cerita besar.

Lihat di YouTube