Jungkat

1M JOURNEY BACK TO CHINA: PERJALANAN DIMULAI (YouTube Video)

  • 13/12/2025

Perjalanan ini bermula dari satu langkah kecil di tanah Sulawesi. Menembus lengkung pantai, dinginnya pegunungan, dan jalan panjang yang mengajarkan arti keteguhan. [musik] Dari sana roda terus berputar menuju Borneo melewati rimba, sungai, dan garis-garis jalan yang seolah tak pernah berakhir. [musik] Setiap kilometer menyimpan cerita. Setiap persinggahan menjadi saksi bahwa perjalanan bukan sekedar berpindah tempat tapi juga bertumbuh. 360, Pak. 360. Lalu ASEAN menyambut negara demi negara dilalui, budaya demi budaya disentuh. tawa, tantangan, kejutan, [tertawa] dan persahabatan baru terjalin sepanjang lintasan. Perjalanan overline ini bukan hanya lintasan geografis, tapi lintasan [musik] jiwa. Mengingatkan bahwa dunia ini begitu luas, namun hati manusia untuk saling terhubung jauh lebih luas. Dan kini langkah itu kembali memanggil. Setelah semua cerita yang terukir, setelah penantian yang panjang, perjalanan berikutnya akhirnya tiba. Kami bersiap menatap rute baru, melaju lebih jauh, menembus batas-batas baru menuju Cina. Dengan semangat yang sama seperti pertama kali berangkat dan keberanian yang [musik] tumbuh dari setiap pengalaman, inilah saatnya membuka babak baru. Jalan masih panjang, tapi kami lebih siap dari sebelumnya. Perjalanan belum selesai. Ini baru dimulai kembali. baru mulai sudah delay Selamat datang di wah one million Journey episode back to China. Gimana Bapak pala? Gimana? Apanya nih? Pak kita ya kita enggak ada pesawat direct. Ternyata tidak ada karena kita harus ke Laos dulu. Ke Laos dulu. Betul. Enggak dong. Apa? Kita harus ke Thailand dulu. Oh iya ke Thailand dulu. [tertawa] Transit Pakim. Masih baru udah jetl dan pesawatnya luar biasa. Kita berangkat jam apanya? Kita kita ni boarding jam 5.00 sore. Jam 5.00 sore karena delay. Delay harusnya boarding jam 1555 tadi. Oke. Terus nyampai jam terus nyampai Don Weng Bangkok jam 8.00 malam, Pak. Oke. Nah, ke Vienti-nya dari Bangkok kalau sesuai jadwal jam .00 pagi, Pak. Jadi tanggal 7 yang nginap kita tidok di bandara. Di bandara. Ye, kalau itu gede loh camper fan kecil kan nginp kan. Oh, iya iya gede tapi sangat senang. Terima kasih. Eh, iya iya. Senang kan diajak kan? Senang senang. Nah, itu dia poinnya. Tapi yang spesial kita akan jalan dari Laos ke China. China. Terus kita ke Wuhu. Apa itu Wuhu? Wuhu itu ee di Anhui. H. Tempat di mana brand Cherry itu muncul. Oh, balik kampung lagi kita nih. Iya. Cherry itu adalah BUMD, badan usaha milik daerah di Anhui di mana keren. Keren banget. Nah, 38 yang kita pakai itu CKD. Ah, buatan Indonesia. Jadi kita akan bawa ke Cina. balik kampung. Balik kampung. Makanya tulisannya back to China. Oke. Judulnya berarti one milijur ini edisi back to China. Berarti tekl itu adalah kami tidak pergi, kami kembali. Gua sih gak pernah. [tertawa] Terus tadi daerah sana kita akan ke Shanghai. Heeh. Di Shanghai kita akan kirim mobil balik ke Indonesia. Oh, dibalikin Pak mobilnya, Pak. Oh, dia gak mau dibalikkan ke kampung halaman dia kah? Jangan dong. Itu kan mobil gua, Pak. Oh, gitu. Enggak gitu dong konsepnya. Mana tahu P Cherry bilang, "Aku mau beli barang langka nih." Dia bilang, "Ah, itu bisa dihitung. [tertawa] Cuma nanti kita ke sianginya gimana?" Oh, iya ya benar ya kan? Tapi kalau 2 M cincai lah. Kemahalan. Bismillah. [tertawa] Ya, Wes. Jadi, perjalanan kita masih panjang. Kita akan ke Laos dulu. Perjalanan dimulai dari sini. Walaupun kami harus menginap semalam nanti di bandara Thailand. Senang rasanya bisa kembali melakukan perjalanan ini lagi. Kami tidak sabar untuk explore keaneka budaya selama perjalanan nanti. Kami ucapkan selamat menikmati perjalanan kami di One Million Journey edisi Back to China. [musik] Jadi kita sudah sampai di bandara Don Mueng. Don Mueng. Bangkok. Bengkok. Kawan. Nah, sekarang jam 09.00 malam. Masalahnya kita itu besok pagi jam berapa, Pal? Jam .00 pagi. Berarti kita tidur malam di sini. Tidur malam di sini. Pertanyaannya, ada hotel enggak? Ha, itu yang mau ku tanyakan. Emang ada hotel di dalam bandara? [tertawa] Enggak tahu ya. Coba gini, kita coba cari aja tempat penginapan. Kalau bayar, bayar deh gitu. Wis, tapi harus di dalam bandara. Gua malas keluar sejujur aja sih. Sama koper kita semua di sana juga. Enggak tahu koper kan transfer langsung transit enggak baju kita di sana. Iya juga sih gua bawa Ronaldo bukan bukan bukan bukan. Jadi challenge-nya adalah mencari hotel di dalam bandara atau mencari tempat yang enak buat tidur. Nyaman ada langs fix ya kita harus menggembel. Tak ada pilihan. Let's go. Mari menggembel bersama. Kok dia semangat sih? Ingat seru loh kami adalah enggak bawaan kami gembel kan kami adalah homeless. Oh iya. Jadi ini adalah normal buat kami Pak. Ini seru banget loh. Nah kau tengok kalau lu kan homeless enggak mesti gembel Jon. Kita ngegembel beneran ini di mari. Semua ini hanya soal pola pandang dan pola pikir. Ya udah kita cari tempat yang enak buat tidur, salat ya dan lain-lain. Tinggal gelar kan. Jadi di bandara ini kanan itu rata-rata 200 300 bat artinya 150-an. Nah, kita menemukan makanan yang hanya 180 bat. Rp90.000. Heeh. Dan ini halal. Let's go. Ini lu. Iya. Kita semua makan ini. Chicken. Ada macam-macam tapi enggak ada babi. Chicken basil le on rice. Benar nih ayam. H. Lu mau sen? Gua mau mas. Dan malam ini kami akan menginap di sini, Bandara Don Weng. Setelah makan malam, kami harus beristirahat karena pada pagi harinya kami melanjutkan perjalanan lagi ke Laos. Kami akan memulai perjalanan kami bersama Duo Tigo dari Laos. Jadi, kami akan mengambil mobil yang dititipkan di Cherry Laos dan melanjutkan perjalanan. Tapi sebelum itu kami mampir dulu ke cafe Amazon yang berada di daerah bandara. Ya, enggak tahulah ini dealer buka jam 09.00 kita terdampar di Amazon coffee yang ada di Law seberang bandara dong. Wat Aku juga tahu ini di Lao [tertawa] gak mana tahu kita jet lag aku lupa negara mana kita sekarang gitu loh. Sekarang jam 08.31 31. Jadi setengah jam lagi baru kita bergerak. Gimana cara kita ke dealer? Ada dua pilihan. Naik mobil 5 menit, jalan kaki enggak nyampai 20 menit, 19 menit. Aku pilih naik mobil 5 menit. Terima kasih karena koper. Oh iya kalau gitu kita ini aja, Pak. Kalau lagi dua pegas [tertawa] koper kau bawa koper ikut mereka jalan kaki kan naik naik mobil kan. Nah cocok. W olahraga ya udah lalu kami gak lalu kami sampai duluan ngapain di dealernya kita berangkat duluan udah boleh jalan sekarang oke selamat tinggal tim akan bergerak [tertawa] sekarang kan 20 menit kalau jalan sampai sana kita pulang dari Cina oh langsing kita, Bang kau tengok dia ngomong sambil megang apa kau tengok apa iniuku dengan gula yang cukup minimalis cuma satu ini tadi dia juga makan ini. Nah, dia ngomong tentang kurus [tertawa] nomor satu. Aduh, aduh sama ini cemilan kopi. Bekas kopi. Setelah kami tadi sarapan enak, saatnya kami menuju Dealer Jerry Laos. Karena menurut aplikasi GPS ID, Du Tigo masih standby di dealer Laos. [musik] Selain GPS tracker, Du Tigo juga dilengkapi dengan GPS ID 2 live. Jadi enggak cuma tahu mobil ada di mana, tapi juga bisa lihat kondisi luar dan interior. Bahkan dalam keadaan gelap pun tetap aman. Jadi mau di mana pun kita berpisah dengan mobil, kita bisa tetap pantau dan jadi merasa aman. Nah, yang mau samaan GPS ID yang kita pakai selama 1 million Journey bisa cek di link di bawah. Lanjut ya. Kami menuju dealer Cherry dengan membakar kalori dari bandara. Sementara John dan Rihanna naik taksi duluan bersama koper-koper yang kami bawa [musik] ke sini. Papa dadah. Yuk kita jalan. Jalan kaki dari bandara yang menuju dealer akan memakan waktu kurang lebih 19 menit dengan jarak tempuh 1,5 km. Dari sini udah kelihatan tuh, Pal. Emang teroritas, Pak. Enggak jauh-jauh amat. Enggak terlalu jauh. Coba kita lihat berapa menit dari sini jalan kakinya. 14. 14 menit ya. Bentarlah. Iya. 900 m doang dari bandara. Wow. Ye, sampai pal. Kenapa lu lecet gua? Kenapa sendalnya? Aduh, gimana? Makanya gua dong tuh. Pakai apa tuh? Oh, yang itu. Iya. Ini beli di PFD Klaten Rp35.000. Awet tuh. CFD Klaten. Udah ke beberapa negara. [tertawa] Benar lagi ada yang sudah pakai sendal jutaan gitu ya. Sudah ke berapa negara tuh sendal? Asik. Sombong. Enggak apa-apa. Enggak apa-apa. Benar. Benar. R5.000 sombong. [tertawa] Akhirnya sampai juga. Kami tidak sabar untuk menjemput Duo Tigo. Dan di sini juga kami disambut baik oleh teman-teman Cherry Laos. [musik] Kunci sudah kita pegang. Where's your friend? Morning. Morning. Nice to see you again. Nice to see you again. So, the road is okay. I hope so. Ah, hope so. Oke. Jadi, jalur boteng itu eh suka banjir. Jadi, tadi kita tanya kayaknya [tertawa] baik-baik saja. I think it will be the high chance to test the car because a lot and the car can handle so it will be a good advertising video. We already did that on Borneo. Oh wow. like maybe f months ago I think with your modification under the car it could handle things hopefully ya oke let me see the car so it will be a long trip [tertawa] very long trip so maybe we take a 30 day one month h from here Shanghai 30 days it's interesting. We would like to see how it goes for your trip. So [tertawa] hopefully everything going well. Mana ini Promx gua 38. Coba ya. Aman. Bagaimana akinya? Apak starter? Wah, masih ada suaranya. Wuh, alhamdulillah. Gua pikir mati mesinnya halus soalnya. Sekarang 29.000 km. Jadi, bentar lagi akan sampai 30.000 km. Alhamdulillah setelah dilakukan pengecekan ternyata Duo Tigo tidak ada kendala sama sekali dan siap untuk jalan. If the road is broken, how much? So you have to everything make you and also you have sleeping back you have back in. Ya. Ya. Team C ya. Oh, Indonesia. Indonesia. Wow. Thank you so much. Wow. Bm. Bm. Oh, wow. Wow. Wow. Batik. like open open. Wow wow wow wow. This is the first ever Indonesian gift for me. Wow. Wow. Wow. I like it. I like this one. Try it. Try it. Ok. from Sumba ya. Ini baby Sumba ya Asmat from Borneo. Wow. Thank you. I like it much. Good. You look handsome ya. Wow. [tertawa] It's fits me very well. Don't need to Oh, no need. No need. Oh, just w Thank you very much. Selamat datang. Selamat datang. [tertawa] We use selamat for everything. Oh, wow. Happy birthday. Selamat ulang tahun. Good morning. Good morning. Selamat pagi. Selamat pagi. Oh, I learn new. We always selamat. Selamat mean safe. Safe. Safe travel. Traveling dengan selamat. And I wish you selamat at traveling. Oke. [tertawa] If any helps that you need just contact me or contact my team Mr. Y and also my boss Miss Fala. [tertawa] Ya, the super beautiful boss. Thanks for all the help. Ok, bye bye. If you guys come to Indonesia, just contact us. Y sure [tertawa] one thing I hope you guys come to loud again in around October or November because if you have auto show big aut if you can come we can you know enjoy together in auto show and many activities happen and you can also do the your video review about how the EV market in LS is going on and you can use this one to promote everything in your channel. Yeah, we will support you everything if you need. Yeah, you thank you very much. See you again. See you again. And sake again. Thank you. Oke. Thank you my friends. Ya, thank you camera guy. Gak kebalik. Terima kasih banyak Ceri Laos karena sudah menjaga Duo Tigo. Kami akan melakukan persiapan untuk keberangkatan besok. Hari ini kami akan makan siang dan menginap di rempah Indonesia yang tidak jauh dari dealer Cherry Laos. Jadi karena tadi semuanya pada capek, kita enggak bikin video. Betul, Pak. Gua kabruk. Gobr gabruk. Kita langsung aja tidur. Istirahat. Enak tidurnya nyenyak, Pak. Nyenyak. Nyenyak. Tadi saya ada 2 jam lah. Lebih dong. Masa lebih ya? Jam 12.00 gua bang jam . Saya berasa 2 jam. Nah, [tertawa] jadi ceritanya waktu kita kemarin ke rempah Indonesia, heh. Kita udah mesan di Grand Ali Hotel kan. Betul sekali. Udah ngomong-ngomong. Nah, ternyata di belakang rempah Indonesia persis itu ada penginapannya. Iya. Saya kira rumah warga, Pak, awalnya. Iya. Kunta Residence. Dan kenapa kita nginap di sini? Ya, kita bayar enggak, bukan sponsor. Cuma ini loh ini tuh rumah tradisional. Ternyata rumah tradisional Lao. Heritage House Lao. Jadi kalau kalian googling rumah heritage e rumah tradisional Law itu kayak gini. Cuma ini versi bagusnya lah. Biasanya kayu-kayunya tuh udah agak-agak begitu kan. Ini kayunya rumahnya sudah umur 100 tahun. Oh gitu, Pak. Kayu-kayunya. dipindah ke sini. Uh, difinishing lagi. Bagus. Jadi ini harusnya mahal banget. Harusnya jadi cagar budaya kalau udah 100 tahun sama Pak. Enggak. Karena di sini biasa jadi hardwood namanya. Kayu ulit kali. Iya. Mungkin ya. Mungkin. Tapi dari referensi yang gua baca sih enggak ada sebutan kayu ulin. Bilangnya hardwood bilangnya. Tapi hardwood bilangnya. Jadi kayak joglo kali ya. Udah tua dipindah-pindah masih bagus. Ini semalamnya yang dua kamar US do. Wih. Dan ini lihat ada sekitar tujuh ya, ada tujuh rumah. Ada tujuh rumah ya semuanya rumah panggung. Ini rumah khas dari Lao. Keren, bagus. Tapi yang gua paling suka ini tuh kayak ramah buat bawa keluarga nih. Lihat nih. Oh iya juga ya. Jadi masing ini kan satu ini sebenarnya dua rumah jadi satu bangunan satu panggung. Yang itu juga satu panggung. Nih di sini kita ada lagi ada yang jemur [tertawa] tempat buat laundry. Laundry. Jadi dikasih ee mesin cuci sama ada jemuran. Nah, terus kita lihat ke atas yuk. Gue tuh jadi pengen bikin tahu enggak? Tapi ini panggungnya tinggi, Pak. Panggungnya tinggi 2,5 m rata-rata memang kayunya ini enggak goyang loh. Kuat banget loh. Iya. Stabil banget. Stabil banget ya. Ini ada halaman Sena lagi bekerja. Wus kita masuk. Luar biasa. Nah, ini ada apa namanya? Buat nyamuk Jaring nyamuk. Jaring nyamuk apa sih biasanya? Bukan kelambu dong. Kisi-kisi nyamuk Pak. Streaming apa? Streaming. Nah, ini masuk ruang utama. Uh. Ya, ini ada tempat buat nonton TV, tamu, meja makan. Meja makan. Ini enam loh. Ih, banyak ya. Enam ya. Ini mohon maaf agak berantakan. Ini kayu beneran semuanya. Kita masuk ke kamar utama. Nah, ini kamar utamanya. Besar sekali kamarnya. Sangat diperhatikan kamarnya besar, Pak. Padahal rumah kayu. Besar. Iya. Terus lihat AC nih kipas ada kipas ada lampunya bisa dinyalain dua-duanya. Ini kan ada empat lampu. Bisa dinyalain empat-empatnya tapi cuma dua. Oh dua. Ini dua tali ini. AC-nya gede jadi pasti dingin. Bahkan kedinginan. Kedinginan, Pak. Saya di depan. Apa di sini? Kedinginan. Ada lagi TV masuk ke dalam. TV. Kamar mandi. Nah, ini dia betap, Pak. Jadi dia [tertawa] tiap kamar ada kamar mandinya. Heeh, betul. Nah, di bagian ini itu bukan kayu keramik dia. Iya, nih. Nah, terus ini ada WC-nya terpisah. Ini buat air panas ya. Jadi kalau misalkan mau nyalain diputar dulu tadi ya. Gitulah pokoknya caranya. Nah, ini kita ke kamar yang sini nih. Yuk, kamar dulu yuk. Kamar kedua. Permisi. I. Selamat datang room service. Monggommonggo. Ini ada toilet di sebelah sini ya. Toilet doang. WC sama apa namanya? Sing. Nah, ini kamarnya yang dipakai sama John dan Rihan. Hai. Heeh. Gimana tidur tadi? Enak, wei. Nyaman kali. 4 jam kau tidur. Cuma aku tak ngerti kenapa tidur siang tidak pernah nyaman kayak tidur malam Ah, makanya tadi malam tidur dong. Suruh-suruh siapa enggak tidur? Gua tanya. Heeh. E gak salah sih. Mohon maaflah saya salah. Udah aku gak mau nanya lagi. Jadi karena kita di bandara itu tidurnya ngemper ya. Berhubung saya itu bisa sleep anywhere anytime. pules loh dia. Pules pules. Oke. Tadi gua tidur coba tidur siang sejam doang udah langsung muter-muter lagi ngobrol. Lebih segar dia. Anda kagak [tertawa] jam tidur berarti kita normal beliau yang memang beda. Ayo sini sini sini monggo silakan. Ini boleh dimasukin silakan. Nah. Ini tuh enggak ada WC, tapi ada betup. Oh, iya. Tetap. Wow. Tuh, tutup, Pak. Heeh. Jadi, tiap kamar ada kamar mandi. Cuma yang kamar ini enggak ada WC-nya. WC-nya terpisah di sana. He, di sini. Nah, jadi ada yang dua kamar, satu kamar. Ada yang dua kamar, satu kamar. Kayaknya yang satu kamar begini modelnya kayaknya, Pak, ya. Iya. Yang dua kamar 80 USD. USD. Nah, ini nih biar ada ruangan lagi yang pakai keramik. Temboknya juga keramik karena ini adalah dapur. Lantainya juga ini ya enggak gagah kan? Enggak. Nah, dapurnya dia pakai gas kompornya lihat dong ada ovennya di bawah, Pak. Serius banget, Pak. Ini iya ini standing kompor standing stove. Terus ada buat bikin kopi, pemanas air, buat bikin nasi ya, sama buat kita bikin roti. Sink-nya ada dua, kiri kanan ada ini kulkas dingin. Freezernya juga dingin. Iya. Dan FYI listrik H per kilow-nya 1800 Kip. Wih, murah. Eh, enggak dong. Sama dong. Indonesia kan R700 ya. Oh, iya. I rupiah 1800 skip ya. Enggak beda jauh sama Indonesia. Lebih murah dikit kali ya. Se kira-kira 1.00 1400 lah. Heeh. Per kilowatt. Jadi tapi yang katanya yang sangat murah sekali adalah air. Oh air. Kayak ada perusahaannya juga Pak PDAM gitu. Iya PDAM. W tanya PDAM berapa bayar air? He. Wah enggak tahulah. Pokoknya murah bangetlah kayak enggak kayak air gratis. Dekat sungai kali Pak. Mekong. Mekong mungkin. Jadi distribusinya gampang. Ee menurut yang punya ini air tuh sangat murah sekali di sini. Jadi dianggapnya gratis makanya betap bisa sampai dua-2. Oh iya ya benar ya. Mau berendam bebas aja tuh. Ini rasanya pengen bikin gigi di Kelen. Tal kayaknya menarik Pak. Iya asik ya. Asik Pak. Rumah kayu begini. Nah hari ini jadwal kita adalah kita mau belanja buat persiapan besok. Hm. Karena setelah kita cari-cari info dan dealer sudah mengingatkan kita bisa menginap di jalan karena jalanannya itu ada yang terputus dan bolak-balik satu jadi macet panjang. Dan ini lagi musim hujan. Ada curah hujan yang mungkin mengganggu. Iya. 4 hari yang lalu itu longsor jalan terputus. Sekarang sudah bisa tapi masih ada perbaikan. Iya. Jalur luang perabangoten. Semoga perjalanan kita baik-baik saja Aman, Pak. Amin. Oke, besok kita berangkat jam . Pagi. Oh, pagi nih. Iya, pagi-pagi banget ya. Pagi banget. Padahal perjalanan kalau misalkan standar cuma 6 jam. 6 jam betul. Cuma masalahnya Google Maps di sini tuh enggak update. Gua lihat Google Street View. Itu 2016. Ya, sekitar 9 tahun yang lalu. Betul. Mobil-mobil Google Street Viw toong tolong datang di-update karena berbeda banget. Tadi kita lihat dealer Cherry itu dulunya dealer. Dulunya dealer ternyata enggak usah diomongin lah. Oh gitu. 2016 lama banget ya. Jadi kurang lebih seperti itu ya. Wes. hari ini kita mau belanja dan sekalian lihat night marketnya yuk. Boleh Pak? Boleh. Udah siap? Siap dong. J. [tertawa] Ada apa? Ada apa? Udah siap dong. Iya. Jadi kemarin kita mau berangkat pagi banget. Ada yang bilangnya jam . katanya bukan, tapi kabar terakhir ke Luang Prabang itu 6 jam saja dan jalannya sudah tidak ada problem. Jadi makanya santai. Jadi bisa ngopi-ngopi dulu. Ah. Ah udahlah kita balik lagi. Setelah awal kita jadi kan kemarin dari dealer Cherry begitu sampai sini informasinya beda lagi. Karena baru aja ada yang naik ke atas katanya cuma 6 jam. Jadi kita bisa santai-santai dulu di Vieng Cieng. Kang Vieng. Tang Vieng [tertawa] apa tempat baru. Oke, gas gas. Nah, sebelum videonya kita lanjutkan, kita mau kasih informasi dulu nih kalau kita sekarang lagi ada di Laos di mana kita lagi melakukan perjalanan 1 million Journey Back to China. [musik] Kita akan ke Cina sampai akhirnya Shanghai. Mobil kita bawa balik dan ini mobil dari Indonesia. Nah, untuk menemani perjalanan kita, kita menggunakan tools-tools dari [musik] mesin HL untuk memudahkan ketika terjadi emergency. Kayak misalkan nih ada cordless Impact [musik] Rench di mana ini bisa kepakai kalau kita mau buka kunci-kunci termasuk ban secara mudah dan kita punya hand tools yang super lengkap dari mesin AL plus dengan [musik] racetnya ya di mana dia punya garansi Slack ganti baru. Kemudian untuk obeng plus dan obeng minus serta kita punya racet yang bisa ngebantu kita waktu ngenceng-ngencengin [musik] baut pakai obeng plus ya. Dan ini bisa diputar dan ini bisa dipilih mau putar kiri atau ke kanan dan bisa di ah tekuk seperti ini. Jadi dia bisa dipakai dengan berbagai macam gaya. Dan yang terakhir kita juga punya tay repair kit. Jadi meskipun [musik] kita sudah punya ban serep, tetap kita punya tay repair kit di mana kalau misalkan ban kita bocor atau kena paku atau semacamnya, kita tinggal pompa dan bisa langsung tambal [musik] dengan cara ini secara otomatis. Jadi kurang lebih itulah hand tools dan power tools yang kita bawa selama perjalanan 1 million journey back to China. Kita gunakan mesin HL karena dia sudah [musik] terpecah sejak lama, ada garansi Slack ganti baru dan service centernya ada [musik] di mana saja. Sekarang kita kembali lagi ke videonya. Sah. Oke, kita sekarang ke Luang Prabang ya. I Luang Pra. Tapi kita mau cerita sedikit di restoran NPA Indonesia itu ee kita itu disambut baik oleh keluarga ya, keluarga Bapak Asdir. Cuma enggak mau masuk video. Ah, iya i ya. Betul. H. Jadi ee kita berterima kasih banyak. Kemarin juga diajak jalan-jalan, kita berdua doang sih ya. Iya. Yang lainnya ada yang pengin mandi apa dan kawan-kawan backup data. Bahkan kita dikasih oleh-oleh. Banyak banyak. Jadi dicek lah dicek. Nah cocok cocok. Masuk Pak. Siap. Kita follow Bapak ya. Kita otw luang Prabang sekitar 6 jam 15 menit. Eh, jika menemukan pom bensin dalam kondisi yang bagus, kita akan menepi untuk mengisi jerry can. Siap. Bensin Prox masih 3/4, race-nya 444. Oke, aman. Ini karena masjid Alazar bukan ya? Oh ya, kemarin pert datang ya. Iya, sekalian ngambil itu sepedanya Pak Thor. Ah, boleh saja. [tertawa] Akhirnya perjalanan dimulai. Namun sayang sekali kami tidak bisa explore di kota ini. Padahal Vientien adalah ibu kota Laos itu sendiri. Terletak di Lembah Mekong dan berbatasan dengan negara Thailand, kota ini memiliki penduduk kurang lebih sekitar 950.000 jiwa. Di sini banyak sekali tempat yang bisa dikunjungi seperti patat luang, sebuah stupa emas Buddha yang terkenal, Watsi Saket, sebuah kuil Buddha tertua dengan umur lebih dari 200 tahun dan masih banyak lagi. Ada juga beberapa kuliner seperti Somtam, salad pepaya hijau pedas yang dicampur dengan tomat, kacang tanah, dan saus pedas. Jadi, karena kami mengejar waktu untuk ke destinasi selanjutnya, kami harus melewatkan itu semua. Sayang sekali. Ah, apa ini? Ini pom bensin cuma kita salah masuk. Oh, iya ya. Apa namanya? Bacakan dong. Kita baca. Ah, itulah nak. Macam mana aku nak baca nih? Ya pokoknya nih. Nah, kau cuma ada bedan petrol sama diesel. [musik] Pom bensin Garuda terserahlah apa? Petrol ya? Diesel regular regular petrol ya regular regulai tong eh tunjuk tunjuk tunjuk tunjuk tunjuk aduh. Sebelum kami melakukan perjalanan yang panjang, kami akan mengisi bensin mobil dan juga jerigen yang sudah kami siapkan. Antisipasi jika nanti di perjalanan panjang ini tidak menemukan pom bensin lagi. Al dulu apa minum? Air ceri. Air ceri. Belum pernah coba kan? Iya. Dilogoin doang, Pak. Air cerry. Tapi by the way lu perhatiin kan di jalan tuh kalau mobil baru biasanya listrik di sini mobil lama yang bensin. Dan pom bensin sudah mulai agak sepi. Iya ya. Ini kita cuma kita doang yang sih. Sama motor biji. Tahu enggak pal kenapa? Gua nanya sama orang sini kenapa kok bisa mobil listrik semua yang baru-baru? Jadi dulu waktu perang Ukraina sama Rusia meletus. Duar harga mesin langsung lonjak naik. Kosong. Kosong. Jadi orang Vienn itu ke Udon Tani buat beli bensin terus balik lagi. Ah seriusnya segitunya, Pak? Iya. Semenjak itu orang-orang jadi beli mobil listrik. Oke. Itu penyebabnya banyak di sini ya. Iya. Akhirnya seperti itulah ceritanya. Makanya sekarang kalau mobil baru tuh kita ngelihat kayak si ICAR J6 ya kan banyak banget P23 tuh banyak banget berserak udah. B. Iya ya. Jadi mobil listrik tuh banyak karena di sini pernah sampai BBM tuh kosong. Kayak di suatu tempat juga ya kan BBM pengantrinya panjang. Ada tuh, Pak. Saya tahu tempatnya. J nih kita isi bensin sama isi dua jerry can, juta kit. Total berapa liter sih? Enggak tahu. Tadi ini total satu mobil R1,5 juta. Yang satu lagi R1,2 juta. Oh, itu si tangki berarti. Heeh. 65 L sama 50 L 2,7 juta Kip berapa? Kalau di kurs kan kalau gampang hitung itu ada kurangin 10% walaupun kalau di kurs ya itu Google lebih murah cuma kan kada biaya penukaran bang berarti sekitar 2,5 juta juta. Nah buat yang penasaran berapa harga bensinnya di situ 23.000 kip per liter. 23.000 kip ya sekitar Rp20.000 per liter. Hah? Round 91. Hai China Law Highway. ini kita mau ke tol keren namanya China Law Highway. Sama kayak dirimu kemarin tuh yang tol yang panjang itu loh. Mungkin [musik] sampai China tolnya. E penginnya begitu, Pak. Cuma ingat kita dapat info tentang jalannya putus. Oke. Tapi udah nyambung kan? Iya. Tu kan ini tol tapi kok enggak ada itu? Oh, ini highway ya, bukan tol yang kita harus tap-tap itu ya? Eh, tapi katanya ada yang suruh bayar. Nah, bayarnya itu dua katanya. Bisa cash sama pakai QR. QR apa? Ali Payi. Enggak. Namanya apa yang QR-nya? Law Law QR apa ya? Law. Enggak tahu [tertawa] kalau dial kan kita tahu duit now. Ya ya apa ya? Apa ya? Nah, katanya nanti difoto aja QR-nya nanti kasih ke teman kita. Wih yang dirempah Indonesia nanti dibayarin kita transfer aja ke dia. Mantap tuh. ETC. ETC tol gate 2 kilo. Ada tolnya. Oke. Oke. Ada gate-nya. Kita lihat nanti gimana tol di laut. Tapi so far jalannya seali. Coba lihat ini berapa kilo kita kilo ke berapa. Aku mau lihat ini panjang berapa kilo totalnya sebelumnya putus. Oke, sekarang 29130 km. Catat dulu. 29 29130. Tapi ini bagus ya. Tengahnya ada tanaman tinggi. Biar ini fungsinya tahu enggak biar apa? Angin bukan juga mungkin angin bisa. Jadi kalau misalkan malam ada yang pakai lampu high beam high beam itu nyebelin. Wih wih, ada sapi di tengah tol. Oh iya itu unik. Sapi di tengah tol. Sapinya enggak dikasih tahu dulu apa ini tol jangan masuk gitu. Karena kan aku sudah bilang Anda kan puji tanaman tengah-tengah toh. Itu makanannya dia. Jadi dia punya hak datang juga. Jadi ada plus dan minus menggunakan tanaman sebagai pempetas jalan ini. Mengundang sapi, Pak. [tertawa] Iya. Iya. Nah, ini dia nih pintu tolnya. Binayen B Seeker. Oh, ini masih ada Fangfien. Oh, Fangfing tuh nama gunung. Kita lurus. Bagus loh gerbangnya tuh. Megah ya. Iya. Iya. Aku suka kita yang cash toh. Mana yang cash? Mana yang cash? Ah, iya. Anda bertanya pada orang yang kurang tepat sebenarnya. Pak cash. Kita punya cash kan? Ada. Tapi di mana? Ayo kacamataku. Zoom 20 kali lipat. Ini cash. Cash. Yang mana? Cash ya? Jangan. Oh, enggak tu. ITC cuma satu sis Oh oke Jon lu pegang duit enggak Jon? Enggak ada L kan bawanya. Eh kita enggak bawa duit P. W berapa? Ada ada ada 100. Aman cukupkah? Ada ada ada cukuplah. Nah ini karena kita setir kiri harusnya. Oh iya harusnya aku di yang kan di sini Makanya tadi kau bilang dia ttap coy. Serius bisa Sab cash ko ko. Oh, bayarnya di sana. Bayarnya di sana, Guys. Kok kok ngerti dia ngomong apa sih? Aku tak ngerti dia ngomong apa. Ih, gimana? Kita kan berapa hari di sini? To. Tko. Tu iya. Bayarnya di sana. I ya, itu loh. Nah, tuh. Mobil 120, bus 100, truk 100. ada itu tuh fast and seat belt. Gua p kamera tadi. CTV. Oh, jalannya so far so good. Oke. Oke. Walaupun cukup dia enggak semulus yang kayak di Malaysia kan. Oh, iya. Oke, ini mah oke banget. Lebih bagus dari di Indonesia. tujuan pertama kami adalah luang perabang. Perjalanan ini akan memakan waktu sekitar 7 jam dengan jarak tempuh 310 km. Perjalanan ini akan menjadi perjalanan yang panjang karena jalur yang kami lalui tidak sepenuhnya jalan tol. [musik] Jon I. Ini kita udah jalan mungkin hampir setengah jam kali ya. Enggak ada mobil lain? Enggak ada sepi. Aku bingung. Inilah tol di mana penduduk orangnya cuma R juta. Iya juta itu masih cuma sepertiganya penduduk Jakarta. Iya loh. Satu negara tuh kau kasih Jakarta. Lihat kosong kosong kosong kosong. K ada mobil loh. Tadi ada satu traktor. Aku lebih banyak kendaraan niaga dari tadi. Ketemu dua trak-trak sama pickup. Tak ada aku tak ada mobil mencurigakan. Terus tadi kita mau ke rest area. Tadi saya enggak direkam ya. Kosong. Atau depan mobil lagi itu a kita ketemu. Ini apa nih? Buua. E macam lagu Thailand. Bu [tertawa] enggak ada orang loh. Song kosong kosong. Ada rumah tiba-tiba. Iya. Kiri kosong kanan kosong. Kiri ada mobil. Kita mau cari resernya juga enggak ada. Ah, ini nih harus pakai topi-topian. Tapi lucu nih ada kayak aura-aura kayak aura farming. Aura farming kawan. Btw di Los itu juga ada paco jalur rupanya yang lombak balak perahu itu loh. Iya, akhirnya ada mobil beneran akhirnya. Tapi ini mobil bug juga. Ha, lu ya. Sama aku bilang mobil-mobil niaga semua. Aku tak ketemu mobil normal ya. Aneh banget ini. Kita ngalamin kayak gitu di mana ya? Aku ingat yang pas kita mau ke border Kamboja, kita panik. Kenapa kok sepi banget enggak ada orang dari saat datang ke sini? Ah, mirip. Cuma itu wajar kita kepagian. Ini udah jam berapa? Jam 10. Coy. Iya. Agak-agak spooky ya sendirian gitu kalau malam aku spooky banget sih btw kayaknya ini enggak ada lampu deh. Kalau malam enggak ada Songos Kosong. Jadi kita bayar highway yang tidak ada lampu ya. Tapi kan jalannya kosong. mulus maksudnya. Iya. Ini buat bikin drag bisa ini. I kan PTW kameranya kan kedetek ya. Anda mau ngebut juga aman sebenarnya cuma karena beliau sangat tak aturan tuh. Hei jangan jangan cari masalah di negara orang itu rumah. Oh iya baru K bilang itu tiang rupanya kamera. Mohon maaf kamera CTV dadah. Itu puci itu puci. Aku tak mau ngomong itu tadi yo. Sabadi gitu. Sabaidi. Sabaidi. Jadi tadi kalau gua lihat itunya tulisannya ya, rest area itu ada tiga. Ada yang 3 kilo, ada yang 56 kilo, ada yang berapa kilo lagi? Ah betul, Pak. Benar. Jauh-jauh tuh. Ini yang 3 kilo kita berhenti ya. Y kita berhenti di yang 3 kilo yang dekat ini ya. Semoga bukan rumput lagi. Kalau rumput tinggal dimakan rumput aja, Pak. Namanya Phong. Kamu tukang Pong. Wah, kosong sekali jalanan di sini. Kami tidak menemukan rest area yang bagus untuk singgah. Tapi tak lama kemudian, kami menemukan satu rest area yang cukup besar. Ini dia rest areanya. Ton ini akan menjadi rest area pertama kita di Lao. Ekspektasimu gimana sebelum masuk dulu? Ini kayaknya sama deh kayak yang tadi dah. Apa? Rumput. Aku akan bilang dia seperti rest Kamboja. At least ada satu minimarket. Ada WC dan ada tempat makan. Nah, ada bangunan bagus kan? Eh, e eh. Sepi, cok. Kok enggak seram? Oh, ada orang Pal. Ada Pal ini kok agak-agak bangunannya sepi gitu, Pak. Bukan rumput sih, ya. Ada bangunan yang tadi kan rumput tuh. Iya, ini ada bangunannya nih. Kok agak-agak? Kok gini? Mana aku punya sevel atau aku punya majon? Tutup dong. Tahu dari mana tutup? Itu tulisan kau nak tutup apa yang kau lihat? Ini kayak gedung kawinan tahu enggak? Aah kawinan Pak. Ada tuh ada satu orang nanya, "Ibu, adakah menjual kopi?" Serius? Belum jadi, Pak. Lagi dibangun. Sabidi, Saididi. Tutup, ya, Bu. Hong. Oh, Hong Nam. Oke. Kap. Enggak ada apa-apa. Ya udahlah, jalan lagi yuk. Coba gas lagi. Apaah? Beneran enggak gambarnya tuh? Ada kopi, ada pom bensin, ada apa gitu ya? Ternyata kosong. Nah, nah aku ketemu ini juga nih. Dia ada jalur kaca di bawah. Itu apa? Kayaknya buat nyebrang ke sebelah. Kahmat mau buat stop di sini enggak? Boleh. Boleh. Boleh. Jadi apa ini? Panas. Ini semacam bangunan di tengah jalan tol, Pak. Ya. Dan kami berdua salah. Aku bilang ini bangunan lengkap dengan kafe, Amazon, kemudian minimarket. [tertawa] Bang Ridwan bilang tak ada. Ini semu rumput. Sotoy. Jawabannya apa? Orang jawabannya apa ini? Orang gak ada ini apa-apa gak ada yang mampir. [tertawa] Aduh. Tapi tenang Pal. Apa tuh? Kalau kebelet He ada ini. Oh pastinya entr stop. Ent stop. Jon nyetirlah. Bosan aku enggak ada apa-apa di jalan. Selama dia lurus aku bisa [tertawa] kosong. Enggak ada apa-apa trafficnya. Bahkan gitu-gitu aja tolnya. Negara sebesar ini 7 juta penduduk saja. Iya ya. Cit banget penduduknya. Berarti kita sebatu impor. Impor apa? dari Jakarta keikut. Sudahlah [tertawa] Jer Jon. Siap. Ganti pemain sementara kawan. Jadi sekarang ya kami nyetir sori. Wah ada apa nih? Ini lucu kali ya. Ada. Eh kita membela bukit coy. Keren. Ada prosidurnya loh. Eh kaget. Ini kayak tunel-tunnel yang kita ketemu di Jepang tahu enggak sih? Dia membelah gunung itu loh. Ini sepertinya panjang. Ih, ih, bagus. Selamat datang di Cisum Dawu. Cisum dawu. Eh, benar kan? Cisung dau kan? Eh, keren ini. Bagus ini. Bagus ini. Ini kayaknya belum jadi full ya. Ini masih ada pekerjaan sebelah kanan tuh. Lihat tuh. Kurangk. Iya, benar-benar masih perapian-perapian gitu. Kalau itu kenapa nyetir? Itu enggak disandarin sini Kursi. Aku terbiasa nyetir 50 derajat. Aku bilang, "Aduh, ini kan bukan truk, Pak." Ee berbulan-bulan, bertahun-tahun hidup aku, Pak, itu pick up, Pak. Jadi mohon dimaklumi, Pak. Nyender enak gitu. Ada headr yang bisa kepakai. Jangan. Karena aku kalau kebiasaan nyender waak, susah tegak kembali. Jadi, mending k tegakkan terus terbahaya. Wong unik [tertawa] itulah harusnya itu wong koko unik. Itulah, Jun. Nanti kalau some aku lihat Mercy atau BMW aku tegakkan 90 derajat ini. Iya iya iya. Heeh gitu. Biar volv tekak derajat. Ye sudah lewat pas kita keluar kan itu kayak dunia berbeda biasanya ini kayak menuju surga apa gitu. Uh wis ngeri kali maju surga. Ini bagus loh view-nya. Kalau kita berhenti pelan kita fotonya ini bagus loh. Iya ini ada truk aja nih. Betulan. ih bagus. Wow. Wow. Amazing. Selamat datang di Cina. Belum. Enggak. Enggak. Ini bagus sih. Bagus. Ah. Tuh. Rame tuh sana tuh. Kan benar rame. Oh, ada perbaikan ditutup jalannya baru kelihatan orangnya. Dari tadi enggak ada orang. Oh, bukan. Itu emang mobilnya berhenti. Bisa langsung salib truknya kosong kirinya. Ye, ada rest area lagi. Ye, tapi ini rest areanya berbeda karena ada lake-nya si danau. No nguem lake. Nguem lake. Harusnya bagus. Nah, mulai mulai. Ayo cerita ekspektasimu dulu. Ya, gimana tuh Resarnya berhenti enggak? Kita berhenti aja Pak. Nih ada orang kata nih, Pak. Apa ini? Gini doang. Belumlah, belum nyampai lah. Kenapa berhenti nih orang? Eh, berhenti di kanan dong atuh. Oi, woi. Udah nih. Ini rest are yang pertama. Rumput doang. Mana danaunya? Ini rest area apa? Ini rest area yang kalau kita tadi berhenti di rest area pertama ya seperti ini. Gimana, Pal? C Pal. Kita beli kopi dulu. Apaah lei kali ya? Rumpet doang. Gua penasaran sama itu apa? Lorong kaca. Wah ada air ya, Bang. Wah, jadi kalau kita menyelam minum air, Pak. Tujuannya sih bagus ya. Enggak, enggak ada, enggak ada lu. Tapi ini tangga loh. Tangkang ya. Ini scene Titanic. enggak ada [tertawa] enggak ada apa sih ini ya? Buat nyebrang antares area ceritanya kali Pak ya. Coba Mas niatnya bagus. Cuman eksekusinya kagak bagus. Dan kacanya pada pecah loh nih. Pecah pecah pecah. Untung temper glas. Iya Jon sini Jon ada powerbank pakai CP gede loh ikannya gede nilah nilah itu di sana ada rombongannya ada dua pertanyaan satu kalau ini tunel memang untuk nyeberang ke sana oke harusnya boleh dia ada air tapi tidak ada ikan karena air hujan wajar tapi kalau ada ikti tunnel ini harusnya menuju ke sebuah sumber air Lake. Hmm. Ada danau memang ketiga kau menyelam sampai sana. [tertawa] Lalu ya lalu ya udah udah. Atau [tertawa] ini memang kolam ikan nila al lao makin kacau. Senang sekali rasanya sudah mulai perjalanan lagi. Walaupun [musik] kami tidak bisa explore lebih banyak dikarenakan mengejar waktu untuk [musik] sampai ke border Cina, kami tidak sabar untuk perjalanan yang sudah menanti. Dan buat teman-teman yang ingin membeli kaos official merchandise 1emion Journey bisa cek link yang ada di deskripsi atau [musik] pin yang ada di kolom komentar. Terima kasih telah menonton, sampai jumpa di episode berikutnya. Oke, tolnya sudah selesai ya. Tamat. Di sini enggak bisa pakai kartu chest pakai J. Wow wow wow wow wow wow wow wow [tertawa] astagfirullahalaz dari seluruh ASEAN yang pemandangannya paling bagus dan paling panjang bagusnya di sini ya Uh

Lihat di YouTube