1M JOURNEY BACK TO CHINA: PERJALANAN KE BOTEN! (YouTube Video)
Halo semuanya, kembali lagi di One Million Journey Back to China. Di episode sebelumnya, tim One Million Journey sudah melakukan perjalanan sampai ke Luang Prabang. Dan sekarang saatnya kami melanjutkan perjalanan lagi bersama Duo Tigo menuju Boten. Jadi dari sini ke Boten ya, itu jaraknya enggak nyampai 300 kilo, Pal. Emang kagak nyampai, Pak? Tuh 290 ya cuma 289. Oh, 289 tapi 8 jam 13 menit. Edan 8 jam 13 menit ya. Ekst masih sama ke mana kemarin? Eh, kemarin itu kita cuma 300 kilo. Betul. Kebantu tol. Kebantu tol. Berapa kilo sebelum? 120 ya? 7 jam. Ini enggak ada tol sama sekali. 7 jam ini enggak ada tol sama sekali. Apa kabar? Gua langsung negative thinking tahu enggak? Cemas dari semalam ya ngelihatin jalur. Terus di hotel kita tanya kan malam ee jalan ke Boten gimana? Apakah sama kayak ke pientien? Ya kurang lebih sama. Rusak. Ada yang bagus enggak? Rusak semua. H tapi sabar-sabar kamu du tig. Tapi itu emang katanya jalur yang dilewatin banjir. Iya betul. Jadi ada suatu bendungan di Cina sana. Heeh. Kalau bendungannya penuh dibuka pintu airnya. Terpaksa mereka harus buka biar Cina enggak banjir. Tapi Laos yang jadi banjir. Iya betul Pak. Daerah situ yang banjir jadinya. Iya. Agak bingung sih ya sebenarnya kalau sebagai pemerintah Cina ya. Maksudnya kalau enggak dibuka rakyatnya kebanjiran, dibuka warga negara lain kebanjiran. Ah. Coba pusinglah itu coba tuh sekarang Jam. Aduh astagfirullah. Tapi semoga ee ada solusi ya biar enggak banjir ya. Karena kasihan sih warga terdampak pas banjir dan gua jadi mengerti k mereka pakai rumah panggung. Oh iya benar juga ya. Karena banjir tinggi banget panggungnya. Kita jalan yuk. Guys, let's go. Belakang mundur. Let's go. Sayera udah sehat kayaknya. Oh, I sudah segar dia. Ini dibilangin keas itu jauh lebih capek dibandingkan dibanding ke overland. B kocok-kocok. Oh iya, tapi ini beda si dari kocok-kocoknya sih. Agak-agak beda gitu. Ohoh. Dia dia sakit gara-gara Gasuh karena luang perabang. Mantap. Oh, mungkin pas goyang-goyang itu rasanya kayak dipijet-pinijet. Ah, berarti fitur dari kursi belakangnya sudah ada kursi depan juga dong. Oh, kan yang goyang bukan belakang doang. Saatnya memulai perjalanan. Tapi sebelum itu kami akan mampir sebentar menuju 7-Eleven untuk membeli logistik. Jadi ee kita ini beli makanan siang sama cemilan ber dari ini ya, berkaca dari kemarin ya. Iya. Kemarin tuh ternyata nyari makan susah. Benar. E cemilan juga susah. Akhirnya ada shel kita borong. Jadi kita belanja dulu sampai 1,5 juta kit sekitar R jutaan ya. R jutaan kecil rupiah lah. Buat repot nih gua apa buat ini buat rame-rame. Yuk kita bawa. Oh. Setelah sarapan dan membeli perlengkapan logistik kami semua melanjutkan perjalanan. Sudah semua? Sudah. Sudah siap menuju boten. Kita mulai bergerak di jam 09.30 pas. Kita tengok jam berapa sampai ke boten? Jam . Paling jam 0.00 lah. Tapi by the way ya di sini harga 7-Eleven-nya lebih mahal hampir 40% dibanding Vientien. Mahal. Gua tahu kenapa ya distribusinya mahal. Distribusinya tadi jalannya seperti itu ya. Jadi itu sangat berpengaruh sama logistik. Barang saya lu datangnya dari Ventil atau dari Cina? Thailand, Kamboja, Laos. Itu semua barangnya dari Thailand. Oke, jalan mulai patah. Oke, jalannya mulai H bua ya. Masuk ke jalan offroad. Oke, trak-trak besar mulai muncul lagi. Inilah yang dibilang mengapa. Mengapa apa 8 jam. Oh, cuma 280 kilo saja. Ini 279 nih. Kita cari nanti tempat yang tidak berdebu untuk makan siang. Alamak. Alamak. Alam. Bukannya debunya aman. BTW kami sampai membeli obat tetes mata karena matanya Riana kemudian matanya Bang Pala sudah terkontaminasi the pulau. Lu tahu enggak sampai hotel apa yang langsung gua lakukan? Apa? Cuci muka dengan kaf. Wah. Oh, kuning, Pak. Hah? A jadi kuning, Pak. Jadi, KF itu ngeluarin produk yang baru. Wah, enggak, Pak. Lanjut aja sambil sambil saja enggak apa-apa, Pak. Jadi, itu ini jadi bagian seru, Pak. Anda mau jelaskan sambil teronc-koncang. Gua sampai bingung ini mau pind jalan yang mana ya. Kayaknya semuanya mau kanan mau kiri sami mawon. Aduh, tidak perlu kau pilih. Ini tuh jalan relatif bagus dengan eh chance of cilukbanya 20% lah. Woi, chance of cilukba bagus, Pak. Iya kan kemungkinan lubang kayak gitu tuh tapi masih bisa dilangkahin. Yoi. Cuma kenapa banyak banget kerikil? Feelingku satu ada ngangkutan kerikil. Oke terus jatuh panjang. Uh pemandangannya pakus mantap sekali kembali. Tapi ingat kita belajar pengalaman di Laol kalau kau ketemu perbukitan indah pemandangan bagus berarti jalannya akan ngikut seperti perbukitan juga. Dan yang kedua bisa kita lihat langitnya. Hm. Iya. Mulai mengkhawatirkan. Kalau tadi bilang kita tuh lagi beruntung. Tiap hari tuh di sini hujan, tapi kita du hari tidak hujan. Betul. Makanya Kaku bilang bersyukur kita dapat cuaca yang bagus. He. Karena kalau hujan di sini bukan hanya basah, tapi airnya mengalir deras di jalan. Agak mengerikan. Cuma tadi coklat-coklat doang ternyata bukan lubang. Iya yang masih warna beda masih enak ya. Masuk mode offroad. Oh udah mulai tet enggak apa-apa. Dia tuh harus ngambil jalur kita karena jalurnya dia hancur. Iya iya ada sandi gas cari angin. Betul. Dan ada Bang Mario Irot juga di sana tuh. Lagi balap mereka. XCR Laos. Iya lewat lewat enggak sih mere? Enggak ada mangkok mereka kan di Thailand. Thailand. Btw ini adalah buah yang tadi dimas box sudah dingin dan nyaman kali enak kan? Jadi kami selama perjalanan tugas kopilet adalah ngobrol dan memberikan soal logistik karena bukan hanya mobil yang butuh tenaga, Bapak driver juga butuh konsentrasi. Hmm. Wah, hati-hati, Bang Santi. Kencang banget, Bang Daeng kali itu. Enggak, itu kalau kena lubang banting itu. Terbang. Berarti dia orang sini dia udah tahu jalan mana yang bisa dilewatin. Warlock. Warlock. Gua sebenarnya kalau perjalanan overrend gitu terlalu lurus-lurus doang kayak tolong gitu enggak terlalu menyenangkan sih. Makanya waktu di tol house gua minta gantian kan yo bosan. Tenang yang kayak gini tuh lebih deg-degan ya. Anda akan dihibur di la. Selamat. Iya Anda cocok laos berarti. Benar. Cuma kalau nyetir itu jadinya seru. Betul. Karena jalan rusak tanjakan di kalimatnya. Nah di situlah letak asiknya. Oh. Nanti lagi nih. Woi, Bang Hanji. H dalam depan dalam. Walah, motor terbang seru ya. Cepat ya motor ya. Heeh. Ini tuh jalan mengingatkan gua waktu turouring Sumatera. Wait. Dari Danau Toba ke Aceh. Jalannya tiba-tiba batu-batu dan kerikil. Oh, tapi sampai Aceh bagus. Tapi dari Danau Toba ke Aceh itu hancur sekali seperti ini. Tahun berapa? Tahun 2019. Oke, Teman-teman di da sana apakah benar masih seperti ini atau tidak? Kayaknya sih sudah diperbaiki ya. Dulu tuh hancur banget. Katanya mau ada penyebrangan dari Aceh ke Malaysia. Aceh ke Penang. Tapi kapal feri bisa bawa mobil dan motor. Betul. Nah, katanya dimulai itu ee semoga Agustus. Semoga ya. Nah, gua udah cari info katanya kalau ada mau dong gimana caranya dan kawan-kawannya. Oke. Yeay. Aduh. Astagfirullahalazim. Ya Allah, itu kencang banget. Kita ambil. Wah, kita lebih hebat dari Link Cruiser. W. Hei. The man behind the steer. pilihan jalannya kosong enggak? Ee kosong. Nah, jadi nanti kalau udah kebuka gua pengen terbang kece masih tingkungan. Tingkungan tingkungan, tingkungan. Nah, ini aman kok tahu. Ah, aman kan? Nah, jangan bilang bilang bilang bilang tidak tidak jangan ada trak besar hati. Oke, dikopi ya. Jadi intinya kalau nanti dibuka gua pengen terbang ke Aceh terus entah gua beli mobil di sana gua pakai buat nyebrang selesai terus sampai Aceh gua jual lagi atau gua pinjam mobil orang yang punya di sana atau mungkin teman-teman yang di Aceh punya mobil sendiri. Yuk naik mobil kita aja. Gua juga mau ikut. Ah, mantap. Nah, good idea. Pelan-pelan pelan-pelan. Ini ada bendungan gede banget. Udah, udah, udah, udah diambil diambil. Dan ini bukan bendungan biasa, itu listrik loh. Itu dia generate listrik. Iya. PLTA. PLTA. PLTA dia. Berarti sini tinggi airnya harusnya. Dan seperti yang gua bilang kemarin kan. Uh tinggi yang sini airnya. Iya kayak ditahan. Iya. Di Laos itu dia tuh pengekspor listrik ke negara tetangga. Cina, Vietnam, Myanmar, Thailand, Kamboja kalau enggak salah ya. Jadi semuanya itu ke mereka gitu. Tapi di Laos sendiri dia suka mati lampu. Evon katanya lampu merah tak hidup. Heeh. Tapi menurut gua wajar. Kenapa? Karena ketika kau punya kontrak dengan negara lain and then you bridge the contract lu akan kena denda. Lebih baik lu korbankan rumah tangga lu sendiri dibandingkan dengan kontrak orang. Iya enggak sih? Betul. Daripada kau tuh melanggar kontrak. Uh lihat tuh. Wah tinggi banget yang ini ya. Karena konsep sederhana bedungan. Tinggi rendah air mengalir listrik bergerak. Selesai. Iya. Turbin. Wih, keren loh. Uh. Oh, keren. Wil bridge. Uh, keren. Uh, iya keren sekali. Wow, amazing. Beautiful. Tapi gua senang kalau lihat banyak truk dari arah sana aman berarti. Berarti kita aman. Dan aku senang ketika melihat mereka tuh apa tidak terlalu berlumpur berarti kering di sana. Tapi ini berlumpur. Dan karena sudah memasuki jam makan siang, akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat sejenak untuk makan di suatu tempat dengan pemandangan yang sangat indah. Jadi, kita tak sengaja mampir di sebuah pom bensin yang punya tempat makan, tapi tempat makannya tutup. Tutup, Pak. Agak ada yang jual makan. Untungnya kita sudah beli di 7-Eleven. Dan kita makan with a view. Lihat keren banget. Sungainya berwarna coklat. Selesai kami makan dan mengisi tenaga. Sekarang saatnya melanjutkan perjalanan menuju boten. Alhamdulillah. Wih, enak. Sudah kenyang. Sebenarnya gua belum lapar-lapar banget sih. Wis, Anda bukan tak lapar, Anda kembung. Aduh, enak sekali. Tapi tadi telurnya itu telur yang sama kayak ket kau makan. Ya, nasi telur luar biasa. Karena kita mencari yang halal, jadi kita ee sekitar 6 jam lagi mencapai boten. Tapi kita mau mampir Amazon Coffee dulu yang jaraknya cuma 124 km, tapi 3 jam 19 menit. Masih jauh. Innallaha maobirin. Sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar. Amin. Gua tuh sebenarnya ini ya enggak terlalu khawatir wis. Karena tadi tuh jalanan awannya itu pekat. Sekarang sudah terbuka. Sekarang jadi mulai agak rada-rada lagi awannya. J kemarin kita nti s gitu nanti nanti gelap nanti terang gelap terang gitu. Semoga enggak hujan ya Karena kalau hujan sih lebih menantang tapi justru di situlah letak asiknya. Tiba-tiba di perjalanan kami bertemu dengan truk odol alias overdimension overload. Ternyata di Laos juga ada truk odol. Betul tuh. Ini dia ngambilnya tengah-tengah mulu. Jadi bisa dibilang ah kita tidak bisa menyusul. Ayo. Bisa, bisa, bisa, bisa. Oh, dia makan 7% jalan. Iya. Dan itu plat nomornya plat nomor Cina tuh. Ya, itu emang lebar sekali ya. Jadi kalau kita tidak kelakson mungkin dia tidak tahu di belakangnya ada kita. Tak nampak dia B spot. Cuma yang paling gak enak di belakang itu bukan cuma pelan debunya. Debunya. Betul. He. Jadi, air wiper tuh fungsinya dua. Yang satu untuk membersihkan kaca. Dan yang kedua kalau kita E aman gak amat. Kalau kita habis parkir terus lama kan kaca tuh pasti panas. Kasih air. Nah, kita siram air. Nah, itu langsung adem. Itu sebuah car hack. Oh, car. Car hack. Tapi dia punya karet wiper tak apa-apa toh. Kalau karet wiper tinggal ganti. Memang harus diganti berapa lama sekali itu ya? Yes. Dan tiap mobil juga beda-beda. Enggak apa-apa aman di versimu kan aman di versiku tuh tidak akan aman. Coba truk ini emang rata-rata ngambilnya agak ke tengah ya. Ini sebenarnya bagus pemandangan depan tuh ya gak kelihatan debu. Enggak. Gua penasaran tadi kenapa mobil itu sampai ke kayak ular. Kayak ular jalannya ya. Apa yang dihindari? Apa yang dilihat? Tuh yang situ tuh yang mau kita lewatin. Kau tengok mobil putih pun bisa kau tulis. Ah, kau tengok kau bisa tulis dengan baik dan jelas. Aduh, aduh, aduh, aduh, aduh, aduh, aduh. Eh, bisa dia. Hei, yang jadi pertanyaan kok menyusul gua. Takutnya tiba-tiba dia miring. Motor, motor depan. Motoramik aman aman. Depan HS ada motor. Hati-hati besar gua tadi sebelahnya miring-miring K tahu aku habis baca berita di mana yang di tol tuh ada direktur apa yang ketimpa orang Jepang apa sih? Siapa sih yang orang Jepang meninggal direktur gara-gara ketimpa truk. Di tengah cuaca cerah yang kami lalui, tiba-tiba gerimis pun turun. Ya, tiba-tiba gerimis. Dan feelingku ini ini mengerimis, Pak. Ini hujan yang sudah ada dari tadi. Oh, iya. Ini sudah mulai berkurang ya. Jalannya sudah basah dari tadi. Oh, iya betul ya. Tuh, saya sudah mulai melihat jalan tanah bercampur dengan lumpur, Pak, di depan. Hai, hai, hai. Kita punya FWD akan diuji traction control di jalan seperti ini. Pada perjalanan ini kami selalu dikejutkan dengan kondisi jalan karena tiba-tiba jalan yang kami lalui menjadi jalan tanah. Pak, ini jalannya kok tiba-tiba tanah? Aku mau nanya kok tiba-tiba begini, Pak, jalannya beneran ini literally loh ya dari aspal tiba-tiba tanah liat lalu ke back aspal. Ini kayak kita mau ke tahu enggak ke kota-kota kecil di Kalimantan. Iya. Ini kayak kampung-kampung di Ketapang kayak gini bentuknya. Pertanyaanku adalah hah ini narik, Pak. Tanahnya ini di atas aspal loh. Iya. Jadi bukan aspal yang hancur. Hah? Ay-aya wae. Tanah yoi. Ini 82 kilo lagi nih. Tapi 2 jam 11 menit. Ya Allah aula. Aduh aduh aduh. tanah lu ini benar-benar loh. Ini kita gas sedikit aja ya. Slip ini ser. Saking licinnya ini motornya bahaya sekali ini. ini masuk sebuah kota yang cukup pemukiman lah ya. Yang cukup oke satu sisi ya. Mereka bersyukur adalah hujan loh. Karena dengan hujan debunya kan turun. Betul. Tapi dengan hujan motornya licin. Nah pasti banyak orang yang jatuh. Ini namanya buah kap. Di balik kemudahan ada kesulitan. Eh, kebalik dong. Di balik kesulitan ada kemudahan. Oh, ya. Iya. Fain mahal yusro gas kawan. Dan tiba-tiba perjalanan kami disugi oleh pemandangan yang indah sekali. Tiba-tiba kita ke pegunungan lagi. Ini tuh rasanya kayak di Tawang Mangu sebelum ada warung. Dulu waktu gua mungkin baru-baru nikah 201617 gua Tawang Mangu tuh kayak begini rasanya. Sekarang tong mangu, kiri kanan, warung banyak pila-pila ya, restoran-restoran mewah. Nah, ini kurang lebih kayak gitu. Jadi Laos kalau penduduknya ke Jawa Tengah, nah ini kiri kanan itu udah seramai Jawa Tengah tuh kayak gitu. Berhubung cuma R juta ya. Ah, hujan, Pak. Semoga jalannya bagus terus. jalannya bagus ini. Eh, ini jalan terbaik ini. Sama sekali tak ada apa-apa loh. Tak ada lubang, tak ada tanah. Ini jalan terbaik selama kita di pegunungan di Laos. Eh, bagus banget jalannya. Iya, Pak. Tapi, tapi apa, Pak? 1 jam 53 menit 70 kilo. Berarti karena tikungannya banyak. Hmm, mungkin. Tapi ini jalan kita bisa 60. Yoi. Kita kurang lebih 47 kilo lagi. Dikit lagi loh. Tapi kenapa masih 1 hujan 15 menit ya? Nah, ini aja pertanyaan. Iya. Tapi ya gua udah melihat tulisan-tulisan Mandarin di sini. Kenapa ya? Mendekati Cina, Pak. Iya. Apa? Janjan di sini tuh udah kayak kayak kita ke Riau Pekanbaru kan bahasanya Melayunya tuh Melayu kayak Malaysia ya. Betul. Wah, lubang ini jalannya cukup bagus tapi tiba-tiba ada ciluk. Tapi charge of ciluk banya tuh sekitar 5%. Wis berkurang ya berkurang dan resiko longsornya mulai muncul tuh ya. Ah itu land slide lagi kan. Waduh ada kerbau C bato bentar ya ada buffel kerbau apa itu ngapain dia? Apa kah? Woi. Woi. Gatal kali kepalanya. He woi ramai woi. Eh banyak kali. Ah, ng ada sapi nandukin tanah longsoran. Gatal kepalanya itu. Mungkin dia ini kali sapi yang keras kepala. Iya iya iya bisa jadi teman-temannya sudah kasih tahu ini bangunan peternakan sapinya kah? Kandangnya kali. Wah tahinya di mana-mana lagi. Iya itu sesuatu yang berbahaya buat jalan ya. Aduh, awas awas l tikungannya ekstrem banget sih. Eh, tapi jalannya lebar sih, itu yang menguntungkan. Dan truk itu baik sekali ya. Setiap kita di belakang truk kasih jalan terus dia tiba-tiba ada jalan yang kemungkinan kita bisa nyusul, dia langsung ngasih lampu sein. Oh, ces ces. Wah, asas. Hati-hati truk. Karena melihat sebentar lagi ada pom bensin, kami memutuskan mampir untuk buang air kecil. Ada WC. Ini salah satu jalur yang paling bagus. Jalannya bagus ya. Ada tetap Cilukbanya tapi enggak banyak dan sekali Cilukba ekstrem. Wah. Oh. Ada rumah makan sini toh. Pas kita datang tutup langsung ditutup. Uh. Pakai besi lagi. Bukan ngangkut barang dia. Oh ngangkut barang yah. Ini kita eh kita 120 km lagi ya. Ya, nyampai ke boten. Benar, Mat. Benar. Tapi 120 km masih 4 jam. 4 jam. Tapi bisa jadi lebih cepat. Iya, karena ini kita itu tadi dibilangnya 1 jam seteng ya, ternyata lebih cepat ya. Kita hemat sekitar hampir setengah jam kali 20 menitan ya. Karena ternyata jalannya bagus meskipun banyak Ciluk baya dan Ciluk banya ekstrem. Ini jalan terbaik yang kita temukan di laut. ya? sama di sini tuh udah kita lihat tuh semuanya bahasa Cina ya, ada bahasa Lawu, bahasa Cina ya. Terus yang ini orang Indonesia. Benar kan? Gitulah. Tapi bersyukur ternyata enggak hujan deres. Kemar tadi cuma rintik-rintik doang karena ngelihat bekas longsornya banyak banget. Rata-rata yang jalan rusak di sini itu bekas longsor. Betul. Jadi tanahnya itu turun dari atas hantam ke aspal dan ya campurlah di sana. Iya. Dan kayaknya tuh enggak diserok atau gimana, akhirnya jadi menggunung dan ngerusak si aspalnya. Ya, begitulah bunyinya. Perjalan masih panjang, Guys. Kita yang penting ke itu dulu. Amazon. Amazon, ya. Tuh. Wuhuy. Tuh, kalau dia kena kena hujan debu baru dia nempel. Kalau cuma debu doang mah enggak. Selesai buang air kecil, saatnya kami tancap gas kembali menuju cafe Amazon. Wah, ini kayaknya kita udah mulai masuk kota ini. Tadi gerbang lucu banget ya. Gerbangnya gede. Terus kanan kiri ada pom bensin besar ya. Tadi harusnya kita berhenti pom bensin sini aja kali ya. Nih 7,6 kil 13 menit. Ah, sudah dekat. Kopi kopi kopi. Ah ya ya ya. Kita pengen lihat yang lewat sebelah situ, cuma takut ada mobil dari seberang. Betul. Inilah ini. Ini mirip Sulawesi sih kalau menurut gua ya. Lumayan. Arah Gorontalo Manado kayak gini. Yes. Kalau Anda lewat daerah-daerah NK juga kayak gini. Banyak longso. Tapi Sulawesi itu salah satu yang gua rekomendasikan sih buat kalian yang pengin touring ya. Jadi buat orang-orang yang pengin touring, buat teman-teman gitu ya. Mulai dari yang dekat dulu, jangan langsung tiba-tiba ke luar negeri. Daeng aja tuh 3 tahun keliling Indonesia baru akhirnya di ke luar negeri tuh sekarang. Nah, gua kemarin tuh nyobain dulu Jawa, Bali, terus Sulawesi, Kalimantan, baru berani ke ASEAN dan sekarang mau ke Cina. China, China. China. Uh, ya, ya, ya, ya. Belok. Let's go. Kenapa dia megang depannya? Batuknya geter kah? Ah, mohon maaf. Eh, itu kencang banget tuh. Oh, jalannya rusak habis. Nah. Nah, ini namanya kota sisaket. Sisaket. Kotanya kanan kok kanan iniya kanan. dan itu searah sih sama kita sih. Kok benderanya sangat menyala-nyala ya? Oh, ini Sarah sama kita. Oh, iya iya Sarah. Sarah sama boten. Oh, mungkin ini mau ini kali ada festival atau pawai masak. K. Waktu itu gua ke Brunei itu beberapa hari lagi mau hari kemerdekaan ternyata. Oh, baru banyak. Heeh. Ini jalannya bagus. Bagus. Besar. Ada markanya. Kotanya tidak terlalu ramai. Ini lumayan bersih loh. Heeh. Jannya bagus, luas. Enggak tahu rame. Sisak. Siak itu kafe Amazon-nya. Amazonnya enggak Amazon enggak enggak lu punya lebih lagi dari Tapi kok yang di kita masih 7 menit ya? 4,3 kilo. Ambil yang ada saja Pak. Mau yang ini mana? Yang ini aja L yang dekatlah ya. Oke. Ini pom bensin bagus. PTT station. Eh ini enak numpang salat sini. Nah iya ya boleh nih. Wi mantap. Akhirnya kami sampai di pom bensin yang ada kafe Amazon-nya dan di sini kami istirahat sejenak sambil isi bensin. Di sini tiba-tiba kita ketemu pom bensin yang sangat besar. Ini PT punya Thailand. Ini kayaknya pom bensin terbaik yang pernah kita kunjungi di Laos ya. Ada kaafe Amazon-nya kayaknya masih baru. Terus ini ada gedung lagi dibangun enggak tahu apaan ya. Even WC-nya rapi, pom bensinnya juga bagus. Pokoknya ini kayak yang terbaik lah di sini. Akhirnya kita ngopi dulu. Oke, kita istirahat cukup lama sampai jam .00 sekarang. Kurang lebih 1 jam. Sekarang kalau kita lihat ini perjalanan kita sampai boten masih 3 jam 11 menit sampai jam .00. 1 kilo doang padahal. Tapi enggak apa ini mungkin sesuatu yang menantang akan ada di depan kita. Tapi semoga baik saja. Let's go. Sudah istirahat, minum koffee, dan isi bensin. Saatnya kami melanjutkan perjalanan lagi. Kok ini kotanya bagus ya? Tuh lihat tuh ada rumah gede banget tuh. Oh iya. Sepanjang perjalanan kita di Laos, kita akan ketemu kayak istana-istana kecil mendadak. Kayak rumah-rumah sultan itu loh. Iya. Tapi enggak ini bagus sekali kotanya. Iya. Iya. kayaknya ini kota terbaik ya. Aku ngerasa kayak ini kota tuh kayak PTT besar sekali. Kemudian kafe-kafenya gede. Oh, jangan-jangannya kota baru. Aneh loh. 3 jam 5 menit 96 kilo kita udah lewat dari 10196. Nah, cepat banget artinya. Semoga lebih cepat. Iya, berarti kita akan coba bikin kita lihat 2015 ya. bikin games. Kalau versi aku kil lebih cepat karena ini sama sama banget feel-nya kayak kita di border Kamboja di mana semua orang bilang jalan masih rusak panjang rupanya per kami datang udah bagus tapi Google Map lupa update. Hmm. Coba ya karena kalau kami sudah sampai Cina Google Map kami tidak berguna. Kami akan ganti menjadi Pau atau amep yang lain. Amep. Eh wih ada lampu merah di sini. Jadi nanti episode China kalian nontonnya bukan YouTube karena kan itu di brand. Jadi Bang Ridwa ngupload di apa nama YouTube-nya si Cina tuh namanya apa? Oh bukan Yotau. Yoba atau apa namanya? Yaoba tau. Tobau itu kah? Tobau. Iyau. Iya itulah namanya P itu jadi P ya. W Pak Ritma sudah mulai mengerti hanyupin in kawan. A O E I U. Wih, udah tidak lama ini. Udah mau dekat ini. Cepat kita nyanyikan lagu mandarin dulu. Sencing. Hei, ei, ei, ei. Ini kenapa sih orang? Ei, enggak tahu. Di sini agak beda. Lanjut. Oke, lihat jalannya sudah kembali. Kembali apa? Kembali jadi, jadi sab road. Kembali luang prabang kita apa identik dengan lubang. Sekarang Sabinya Sabin di rad Iya. Jadi segala informasi besoknya kita hari santai karena kita crossing itu tanggal 11, besok tanggal 10. ya. Kita ngasih spare 1 hari kalau misalkan kita selama perjalanan ini harus menginap di jalan. Ya ini orang ceri Lau ini agak di sekitikan takutin jujur aja. Iya ya ternyata tidak seburuk yang kita kira. Tapi masih ada 94 kilo lagi sih. I kita belum tahu apa yang terjadi di sini. Cuma udah kurang 2 menit loh. Seingatku dia suruh kita selain logistik dua juga sleeping bag dan tenda ya tenda. Iya aku sampai parno loh. Itu sama gue juga apa yang disebutkan tentu terjadi sih tapi ada baiknya kita berhati-hati bersiap-siap jadi ada bagusnya ya. Betul. Iya iya. Terima kasih teman-teman Cila Lao dan belum lama kami melanjutkan perjalanan cuaca berubah menjadi hujan. Ngeri kali euy. Ee ada sebuah kisah yang cukup buruk, Pak. Ada truk ya dan hujan. Siap-siap. Be careful hujan kalau bisa nyalain lampu, ya. Oke. Btw ini kan enggak ada lumpur kan? Truk yang tadi datang dari sana. Penuh lumpur sampai ke badan setengah. Oh my god. Aku penasaran macam apa yang dilewati. Hujan lagi. Ye. Sebenarnya tinggal 79 kilo lagi sih, dia putar balik. Kenapa dia putar balik? Maukah kita bertanya bahasanya gimana? Punten gitu, Bapak. Kenapa kau putar balik? Oh, enggak enggak enggak enggak. Dia enggak putar balik. Dia mau masuk ke dalam. Kalau putar balik enggak gitu dong. Kalau aku ketemu dua mobil putar balik aku parah. Pasrah dah. Nah, coba lihat dia jalan enggak mau terar balik. Sudahlah dia tuh mentalnya lemah. Dia gak berani dia. Kita maju terus aja. Benar dia mau terbalik tong. Gak usah takut mereka yang kalah. Pemenang itu memang begini. Justru di situlah asiknya. Nah, kau biasakan lagi. Kebiasaan nanti kita akan sedikit lebih pelan karena daya pandang berkurang, jalanan mulai licin. Hujan plus matahari biasanya jelek ya. Enggak tahu ya. Artinya hujannya enggak sebentar enggak lama biasanya ya. Ya, sebenarnya bukan hujannya enggak lama sih. Yang gua khawatirkan adalah efek setelah hujan. Ah, terhadap tanah dan jalan yang kita akan lewati nanti. Oke. Efek hujan peratan tanah. Eh, betul kan? Tidak lama kan? Iya. I tapi sana sudah basah duluan. Sudah. Oh, ya sudah. Itu enggak bisa kita keringkan. Ayo matahari bekerjalah. lebih cepat. Eh, tenang kita punya spare 1 hari lebih ya. Enggak gitu juga dong, Pak. At least kita sudah punya spare margin of error. Kita tidak terburu-buru. Iya, iya iya iya iya. Itu sedikit menenangkan sih. Karena kita buat masuk ke Cina dua mobil itu Rp10 juta. Jadi kalau we cannot make it tomorrow. Oh, hilang uangnya ya. Kita harus rearrange lagi. Nah, jadi untuk masuk ke Cina itu rute kita tuh harus diapprove dulu. Perlu approval kepo ya mereka ya. Jadi kita enggak bisa keluar dari rute dia tahu enggak tahu sih sebenarnya cuma ya sudahlah ya udah teman-teman diam-diam aja kan mereka juga ngasih tahu kita rute ya. Seperti yang gua bilang, kalau kita lagi overline begini sebaiknya tidak melanggar apapun karena nanti ya yang pertama h bikin nama jelek Indonesia wis ya. Dan yang kedua bikin KBRI repot. Dan yang ketiga kalau nanti dievaluasi kita akan mempersulit Overlander lainnya. Wei. Jadi kita nih membawa nama negara nanti. Kalau misalkan ah ini overlander dari Indonesia. H enggak usah diprove lah. Oh karena dulu dibilang Heeh. Ada tuh. Sudah ada tuh dia bilang tigo. Nah. Nah, itu yang kita jaga. Jadi emang enggak sesimpel itu. Kita harus menjaga nama baik Indonesia. Beban kita berat rupanya. Bong sebelah kanan. Cakep sekali. Ya, kembali lagi kami melakukan pit stop untuk buang air kecil di pom bensin yang kami lewati. Jadi, kita mau ke WC di sebuah pom bensin. Tapi pom bensinnya tanah. Lewat sana gua takut mat. Speit stop kami sangat singkat. Du tig kami nyalakan kembali untuk melanjutkan perjalanan yang tiba-tiba kami memasuki perkampungan di middle of nowhere. Bentar. Ini tuh tiba-tiba kita masuk ke perk ini apaan? Traktor bukan apa itu tadi aku lihat aneh ini ada pasar Pak. Perkampungan tiba-tiba ya. Iya. Tapi ini kampung yang jalannya sangat jelek dan kumu. Lupur kuning. Ini kayaknya tempat ini banjir deh. Iya kelihatan dari teks jalannya. Uh uh. Ini kampung yang penuh debu. Tah depan banyak gorong-gorong. Tenang. Dia tahu sih banyak banjir. Makanya dia akan suplly gorong-gorong buat kita Berarti under development ya. Under development kawaan. Oh ya tadi jalannya itu emang dari tadi luar biasa Ya, lubangnya makin besar. Dan ini dari tadi kita jalan baru 44 kilo jadi wajar 1 jam 26 menit. Iya. Ternyata saya salah karena emang jalannya jelek. Memang jelek. Bukan Google Map update. Kayaknya ini sih yang paling jelek di sini nih. Karena cepingnya cuma 44 kilo. 1,5 jam tuh. Tiba-tiba ada istana di situ ya. Yoi. Kalau Anda lewat csel kan ketemu kayak gitu-gitu juga ya. Tiba-tiba ada satu rumah mega itu di Kalsel. Uh. Uh. Truk-truk dari Cina. Menurut aku yang kemarin lebih parah sih yang yang lu gagal ya. Kita harus tembak tiga kali itu. Itu yang paling parah menurut aku. Betul. Gua juga setuju. Ini belum ketemu. Masih aman. Nah, ini SPBU-nya tanah lagi nih. Iya, SPBU tanah. Kami hanya berharap bisa tiba di jalan non perbukitan sebelum gelap. Kayaknya ini sih ini ada tambang-tambang ya? Iya. Tambang bantu banyak di depan toh bergunung-gunung. Oh itu tuh benar. I ini udah jam 17.53 jam .00. Yap. Mataharinya masih di atas tuh. Masih di jam 5. By the way, kita kan jalan nih ya dari pagi sampai sore sampai gelap lah. Lu bilang lu enggak nemuin rumah sakit. Kalau gua bilang gua enggak nemuin sekolah. Iya. Ya, normalnya kalau kita jalan seharian kita tuh ketemu minimal rombongan anak-anak Iya. Tapi gedung sekolah aja enggak ada. Iya. Kau nengok di depan gak, Bang Ridwan? Hm. Itu rumah bangunan di bawah tebing yang kayaknya tuh kayaknya sangat rawan longsor, Pak. Tadi WC kita pergi juga sama kayak ini bentuknya. Iya. Aku juga ngeri. Aduh, aduh, aduh, aduh, aduh. Aman gak dalam? Enggak dalam kata kau. Enggak dalam itu kaynya bergoyang. Kalau dalam tuh berbunyi rebuk gitu loh. Oh, ini tuh yang di garis itu tuh kereta. Ah, garis kereta bukan tol. Atas lurus bukan tol tapi hilang garisnya tuh. Ahah. Kenapa kereta jalannya masuk ke Google Maps? Ya kan enggak bisa masuk mobil. Itu terminal kereta tuh di atas. Oh, iya benar. Kejutan selalu ada. Tiba-tiba jalan semakin rusak dan kami berpapasan dengan truk besar yang harus bergantian untuk melewati jalan. Waduh. Waduh. Waduh, waduh. Waduh. Waduh. Ah iya. Kepalanya kayak mau lepas, Pak. Aman, Pak. Itu tuh goyang. Aduh. Nah, kepalanya mau lepas. Heeh. Tuh, be tak maunya dibagi gimana? Depannya juga berhenti. gua takut tiba-tiba keguling. Jangan, jangan, jangan. Kamu inilah kenapa 38 kilo 1 jam 16 menit. Gila, 38 kilo. Jal. Tapi sambil nunggu kita bisa sambil beli mangga tuh. Ah, bisa bisa. Itu mah enggak yakin bukan alpukat ya. Wei wei wei santai santai. Oke, motornya bergerak. Udahlah kita nunggu sini aja lah. Ngapain dia lewat sana sih? Ih, kau kena bernya yah. Gimana sih? A ah iya iya. Kita perlu mundur enggak? Kayaknya ada cobaan malah dicobain lah. Kita perlu mundur enggak? Dia ngambil kanan. Yakin kau? Kok ngapain? Beliang takut kalau buling. Woi, kau tinggalin aku sendiri. Seram gil. He kau tengok sayang dia pergi ya. Tinggal kita sayang kau apa ini? Aman. Aduh jangan ambil kanan. Jangan ambil kanan. Udah aku tadi udah tenggelam ini gimana ya Allah. Enggak sampai kiri paling benar. Ih, Rahmat. Kenapa kau tak turun? Aman, aman. Pro player, pro player. Santai. Macam mana ini? Ya aman. Slow saja kawan. Tidak seheboh yang kau bayangkan. Iya, iya. I aduh. Uh, hanya si goyangan. BTW, goyangan ini bukan goyangan biasa. Ini hanya efek dari kamera. Karena aku kesal. Kawan aku udah buka safbet dia mau lompat keluar dari pintu. Kalau dia keguling kan pas akuah bodoh-bodoh si gua takutnya dia guling aja ke arah kita gitu kan. Iya iya gak tenang aku gak tahu next time ada lagi k buka setiba lompat. Makanya gua senang mobil setir kanan di di jalur kanan. kanan begini nih jalannya nih ngesel. Iya. Kembali lagi ke Jalan Danau Toba Aceh nih. Ah enggak bentar lagi begini nih aku tak minum ae. Tunggu lewat kok. digas ngesot doang kagak bisa maju. woi. Ini apa ini jalan sebelah kiri ini? Arah ke H sayang gunakan ilmuku cepat itu 500 kong itu 500 kVt loh. Seram banget. 500.000 volt. Oh, ini pemakai listrik ya? Iya, 500.000 volt. Kok gua bisa baca tadi 500 kafe? Oh, kau hafal itu ja tulisannya. Aduh, aduh, ya Allah, ya Allah, ya Allah. Kita kalahtor. Eh, jangan lebih kencang dia. Alah, alah alah alah. Hati-hati. Uh, keren mobil ni. JMJ apa itu lucu tinggi tapi ada bunyi-bunyi tuh kik kik kik lewat kalauuh itu lubang apa itu kolam itu kalau ber itu kolam itu kolam gila banget lubang begitu bisa begitu ya berarti itu dihantam terus ya kelihatannya pelan aja begitu aduh uh itu ya Allah itu dia punya kepingan Kanakikannya itu ngeri banget loh. Ini ini jalan paling ekstrem sih. iya maksudnya ada tetap jalan lurus-lurusnya tiba-tiba tuh. Jadi sudah terjawab ya. Kenapa 29 kil 1 jam 1 menit? Kita jalan dari tadi loh. Yes. Ini sekarang kecepatannya di 109 10 9 109. Kita jalan dari tadi loh enggak nyampai-nyampe. Kalau kita gegas dikit. Waduh. Goyang-goyang. Iya, itulah. Iya. Sama ini perhatiin deh. Kalau kita lewat jalan kayak gini udah pelan, goyang-goyang itu kita tiba-tiba jadi lelah banget, capek Iya. Karena badan kita sibuk menyeimbangkan diri. Nanti aku aku yakin malam ini habis mandi kita badan sakit semua. Begal-pegalung. Oh i kita offroad mode dulu. Naikin ke atas. Offroad mode, guys. sampai ada yang bikin jalur sendiri tuh. Iya iya iya tu. Alah dalam bahu jalannya. Eh makanya punya. Aduh mau nyusul enggak bisa ada truk lagi. Ah seram juga nih. Cuma gua ngerasa aman. karena truk masih jalan jam segini. Kosong. Eh hati hati hatiti dikasih. Dikasih g dikasih. Belum kasih belum dikasih. Oke. Tak kelihatan. Tak kelihatan. Kosong. Bah. Bilang bilang bilang HT. Kosong. Kosong. Kosong. Kosong. Hate kita di depan. Kosong. Kosong. Kosong. Kosong. Kosong. Kosong. Gas aja. Gas gas gas gas gas. Ambil paling kiri. Ambil paling kiri karena hancur jalannya kayak yang kanan. Eh BTW inline inline inline Btw ada plang Pak. Plang di depan. Aduh lubang besar plangnya. Begini. Apa itu gini ya? Ini jalannya tuh. Oh iya iya ini. H kawan. Oy, dia nungguin kita ini. Enggak bisa dua mobil sepertinya lewat jembatan. Ini traknya ganteng-ganteng ya mukanya Kuat juga ter Cina ya jalannya begini loh. Kuat kuat loh. Dia diuji di jalan Boten. Jalannya begini loh. Kuat banget loh. Dan perhatiin deh enggak ada satu truk pun yang ngebull emisi. Oh iya. Semuanya ngebulnya debu. Enggak ada cumi-cumi. I enggak ada cumi-cumi. Dan yang mogok juga enggak sebanyak di Indonesia ya? Enggak sih? Inilah jalannya. Mantap ya. Menyala. Huh. Dari tadi kita sudah nyetir berapa lama tak bergerak. I tapi ini ya siriana buka jendela. Depan kita truk sebelah kita truk. Enggak bau loh. Apanya yang kau harapkan cium? Apa yang kau mau cium? Biasanya kan bau solar. Oke. Kosong. Ih, hati-hati, hati. Jangan ada truk ya. Jangan ikut, jangan ikut, jangan ikut. Ada truk lagi. Siap. Kita masih di belakang truk nomor dua. Oke, kita baru lolos truk pertama. Oke, kita masuk truk kedua. Kita sudah inline menyusul ke barisan belakang. Ini tinggal 19 kilo, tapi 42 menit. Iya. Karena ada truk parkir, kami pun akhirnya harus bergantian lagi dengan kendaraan dari lawan arah. Macam mana ini parkir di sini? Kita masih ganti-gantian. Oh, dikasih jalan. Baik sekali. Good guy. Rihana buka. Tapi enggak ada bau itu. Enggak bau-bau solar. 17 kilo lagi. 37 menit. Kau lihat gak rumahnya? Tuh udah kena lumpur apa? Lumpur naik ke rumah dah. Ini kayaknya banjir. Btw kan kita udah masuk ke boten sekarang ya. Mana ada yang katanya banjirnya tinggi sekali itu loh. Ini kali ya mungkin. Cuma itu kiri kita tuh itu tuh lihat tuh itu sungai. Sungai ya dan ada bekasbekas longsor. A terbesar kali longsornya. Itu longsor tebing kali ya. Iya tebing itu bawnya sungai. Oh iya sungai besar. Bayangin Mekong itu debit Airic gede banget ya. Gitu aja masih bisa masih bisa banjir. Aduh rumah-rumahnya ini kondisi yang cukup memprihatinkan sih menurut aku ya. Aduh aduh aduh mobilku. Ya Allah. Aduh aduh aduh aduh Rumah-rumah di kiri ini udah kosong gak ada orang sama sekali. Nyadar enggak sih? Ini semua orang iya benar kayak diungsikan gitu loh. Iya benar juga. Baru sadar banyak kosong nih. Nih rumah kosong banyak nih. I kosong semua loh. Kayak dulu ada peradaban terus tiba-tiba hilang. Aku tuh lagi ngecek apakah ada banjir besar gitu loh. Kelihatan enggak tadi ding-dingnya gitu? Kayak ada bencana besar terus diungsikan semuanya dikosongin. Kosong loh. Tuh lihat tuh kanan jadi danau sungai. Walau perjalanan tinggal sebentar lagi, tapi trek yang kami lalui mengharuskan kami tetap fokus dan hati-hati. 16 km ditempuh dengan 34 menit yang melelahkan. seperti itu dan sudah mulai gelap juga, tapi truknya masih ada jalan terus. Tapi karena ada truk justru kami merasa aman. Artinya kalau truk bisa lewat seharusnya kami juga bisa lewat. Sisa 16 km menuju boten, kami menemukan pom bensin dan tim One Million Journe memutuskan untuk mampir sejenak untuk sekedar istirahat. Aduh lah, ini enggak ngerti gua di mana, cuma jalannya hancur banget kayaknya Kalimantan kemarin. Kecuali yang kita jalan offroad ya, ini lagi hancur deh. Ini sampai gua megang tangan handle pintu langsung Ini kita mampir di sebuah pom bensin karena Riana pengen ke WC. Tapi Trst ternyata semuanya mau ke WC ya. Ya, ini jalan yang luar biasa. Tapi itu kenapa ada kayak semacam hotel warna-warni? Tapi ini menurut gua ya dibanding Kalimantan ini jalannya lebih parah dari Kalimantan. Benar enggak? Kalau untuk sekarang mungkin iya. Cuman kalau kalau sekarang di Kalbar itu Kalteng di jalan transnya udah bagus semua. Iya. Cuma sekarang cuman maksudnya aku bilang aku dari Riana itu nak kayak lagi jalan kami lagi nostalgia karena ini jal jalan persis kayak jalan kita dulu di tahun persis kayak gini. Jadi dulu ada sebuah jalan namanya Batang Tarang. Itu jalannya persis kayak gini dan bahnya lebih parah Jon ya lebih parah. Oke. Dan itu jalur utama orang-orang Damri itu bus mau ke kucing. King gini itu rute tiap hari setiap hari. Tiap hari. Dan yang kedua ini ada rute ke Aro. Jadi kalau mau ke Sambas kan ada lihat Sambas ya. Sambas bawa Aru nah ini jalan dulu semuanya masih tanah hutan mau ke Sepura kayak gini. Dan kabar gembira masih ada jalan yang kayak gini sampai hari ini juga itu ada di daerah Ketapak. Iya. Dan mobil kita tenggelam. Benar-benar tenggelam. Itu tanahnya itu sampai di kaca ini. Iya. Kamu buka kaca, tanah di sini. Oh, berarti ini bukan, ini bukan yang paling parah ya. Cuma waktu itu gua ke Borneo emang ya kalau jalan dari border apa Simang Garis itu kan itu kan karena offroad ya. Wajar kita sudah persiapan jalan ini. Tapi untuk jalan lintas ini sih buat kita udah paling parah ya. Saya sepakat kalau buat yang saya sepakat. Kayak ini jal APBN utama negara toh. Nih saking ininya ya. Lihat enggak itu plat nomor? Hilang plat nomornya. Serius? Hilang. Aku hilang plat nomornya ada. Coba gosok gosok gosok gosok gosok. Jangan r kotor ya. Cakep senter man. Senter setelah dari pom bensin kami melanjutkan sisa perjalanan kembali dengan keadaan jalan yang hmm menuntut kami untuk selalu berkonsentrasi tinggi. Astagfirullahalazim. Apa ini? Ya Allah. Meteor, meteor. Ya ampun woi. Tak ada yang benar ini. Mau lewat pilih jalan yang mana? Aku mau buka. Aku penet belok. Aku cukup satu kali kena dia. Wuduh tuh lihat tuh saksasisnya goyang we. Oh pintunya pecah pintunya pecah. Ya ampun. Ya ampun. Mana? Gelap lagi. Ya Allah, itu gundukan kayak begitu besar ini. Macam mana? Cak mano, woi. Woi, ini makin parah, woi. Ei, ini masih loh sampai depan ini. Ya Allah, kapan berhentinya ini? Ya selamatlah. Inilah 10 kilo 23 menit tuh lihat kamera 360-nya udah enggak bisa ngelihat apa-apa. Dia ketutupan Entar dulu. Ini jalannya gimana? Heh, aku gak ngerti. Ini dari tadi 5,7 kilo. Ya Allah, dari tadi bertambah-tambah kau. Jangan nengok ker, Bang. Kau fokus jalan, ya, Bang. Aduh, itu ada batu lagi ini cukup dalam. Bang, kita nih udah mulai mendekati kota Bang. Kok gak ada perubahan, Bang? Anda nanya siapa sih? L katanya 6 menit lagi sampai 9 menit. tapi aku tidak melihat ada peradaban lebih baik, Bang. Aku nak nengok ada masa satu pacaran di tempat aku, Bang. Aduh, aduh, aduh, aduh. Aku mau balik. Ngapain aku ngelaos? Eh, ini pilih jalan yang mana woi? Apa ini? Pilih jalan yang mana? Gak ada. Eh eh. Oh, dalam banget. Ya Allah. Ah nih. Bil tuh. Jadi banyak berzikir. Seharian ditemani jalan hancur, lumpur dan lubang yang dalam. Ya, ada juga sih jalanan yang halus. Akhirnya kami bertemu dengan Get untuk masuk ke kota boten. Nah, ini udah enggak tahu nih. Kiri ya. Kiri kiri, kiri, kiri. Ini kiri. Ini udah enggak ada jalan nih. Tanah doang. Iya. Woh, keren. Ada border. Ada itu ada itu border. Aku melihat masa depan. Aw. I see the future. The future surprise. Ah, udah jalan bagus nih. Haleluya. Jangan senang dulu. Tadi juga kita juga begitu. Woh, jalan bagus nih. Janganlah menjet harapan aku, Bang. Kabar gembira, Guys. Kita ada gapura megah di depan kita. Ini ada naik market tuh. Ini masih 8 menit ya. Zona ekonomi eksklusif. Ah apa tuh logonya merah ya itu merpak merah. Oh to pay ditutup. Do we have to pay? Kok dia di kanan kalau di kiri. Halo. Buka kaca. Ah itu buka otomatis. Hah enggak perlu bayar apa sih? Ya langsung aja. Halo. Oh custom. Tapi kok enggak dicek yang dia ngelihat. Ah kasihan capek. Udah malas yang lain berhenti ya. Kayak banyak mobil CP loh. Mana depan nih? Kayak ada istana mega banget. Eh bentar nih ke mana jalannya sih? Lurus lurus lurus kanan. Ini mana? Lurus dari Hongkong mau nabrak ini ke mana sih? Lewat kanan kita. Oke. Intinya itu enggak ada cek apa-apa. Cuma kayak lewat-lewat doang ya. Pelang doang ya. Enggak. Ini jalannya aneh. Enggak ada. Gak ada gak. Iya betul. Ini enggak ada jalannya, Guys. Ini ni pom bensinnya. Nah, ada depan kita ada orang. Debu debu debu debu debu debu debu. Nah, gua bingung di jalannya enggak ada. Em, tips untuk eh dia ngebut ngebut banget. Jangan ke boten di malam hari. Kau takkan nampak jalan itu kencang amat itu orang. Aku tak nampak jalan loh. Semua sama aja budaku. Iya, makanya itu loh. Kok mereka berhenti sini? Kok makin kok makin hancur? Enggak. Dia untuk besok masuk masuk ke itu kan. Eh, ini apaan? Parkiran Kau nanya aku. Aku tak tahu ada lampu. Hah. Hah. Kabar gembira, Saudara-saudara. Kita menemukan jalan yang begitu indah. Jalan keterangan. Huh. Tiba-tiba ada lampu. Tiba-tiba jalannya bagus. Tapi energi gua udah habis itu kota. Bentar bentar puncak bentar. Kenapa? Bentar gak janganlah. Udah ini ini gak bagus enggak ada garisnya. Bagus. Kiri kiri. Eh eh wait we suruh lurus ya. Oh enggak belok dikit enggak. Itu mau ke mana itu tanah? Oh oh oh depan banyak cahaya lampu. I see the bentar ini kita gak tahu ini jalannya enggak ada ini. Kayaknya kok ngambil jal orang deh. Kok agak kanan sikit ya? Ini jalan besar banget. Iya sih, tapi hah ini enggak ada enggak ada garisnya sama sekali. Yang penting bagus nih. Bentar bentar panit enggak aman aman. Ada ada motor di depan dia aman-aman saja. Kalau tiba-tiba ada gubrak itu kita ngrem. Eh, bagus loh jalannya. L kau lihat bangunan depan gak? Itu apaan sih? Itu indah sekali. Iya itu kota itu menara Sauron itu apa itu? Sauron. Ini kayak ini tahu enggak? Runway buat bandara ini gede banget. Pesawat bisa mendarat sini 737. Kenapa begitu jomplang infrastrukturnya Nah, kau udah mulai meninggalkan motor depan si hati-hati ye. Tapi ada lampu si aman aman aman melihat kota bahagia. Wih, kok ada gedung karena gila itu apaan itu? Itu kayak apartemen banyak itunya loh. Entar boton logistik gas station di sebelah belakangnya. Ada apa yang kau nengok depan kau nih? Apa sih? Eh, apa ini? Kayak aku gak halusinasi kan. Apa kita sampai di Saranjana? Saranjana? Apakah ini saran jana? Wah, kotanya mewah woi. Eh, kau coba ambil ae. Kau usap mata kali kau usap. Bentar bentar. Loar ada a ini saranjana. Ini sarjana. Yakin ini botan Jon. Apa ini ya? Begak banget. Allahu akbar. Jan Jan Jan rekam Jon HP-mu Jon. Hei, apa ini? Apa ini? Sabaidi ini apa? Eh, apa sih? Dan akhirnya setelah menempuh perjalanan yang melelahkan dan menegangkan, kami sampai di kota terakhir Laos sebelum masuk Cina. Boten. Bang, kita ke mana? Kehidupan. Bukan cuma kehidupan. Ini udah kota Mega. Apa sih? Aku secure. Eh, mobil kita belum purur ya. Boleh masuk ke kita? Saranjana ini saranjana banget sumpah. Heeh. Wentira emas-emas tuh. Lihat tuh lihat tuh. Makanannya Cina banget. Padang 12 enggak? Ini semua udah full Cina kawan. Oh iya bahasanya Cina semua. Udah udah saya Cina semua ini. Hotel Cina dah. E kita ke kota hotel kita dulu deh. Kita berpikir ya. Ah ini ini gila sih ini otak. Ini apa sih? Eh, yang kanan ini yang benar aja R00.000 begini hotelnya dong. Benar body hotel ini benar tulisannya gimana, Pak? Bukan. Oh, ini body woi. Masa R00.000 begini? He iya Rp400.000 woy Bang Ridwan benar ini tulisannya body hotel. Iya, Ben. Benar, Bang Ridwan. W gua enggak percaya nih hotel 400.000 sih. Eh, kau yakin kita gak ngak scam? Kita cek dulu. Kita cek dulu. Itu deposit aja kali ini. Iya. Di atasnya tulisan body hotel. Coba aku baca di atas. Masa ini R00.000. Weh gila aku kayak orang Audi. Kalau lu kalau aku punya banyak sejuta, hotel macam apa dapat? Sumpah Bang Ridwan aku dari mana? Aku semalam tidur di hotel-hotelnya Ochpa. Jangan-jangan besok kita bangun. tiba-tiba di tempat kumuh atau kita bangun di kuburan. Eh, Rian bantuin Rahmat tuh kayaknya susah bahasa Cina dia. Kita di mana? Udah bingung. ini kita udah nyampai di hotel cuma udah sekitar setengah jam lebih masih belum bisa cekin karena orderan dari Traveloka belum masuk. Kalau kita langsung berapa ya harganya Takutnya double kan kita udah bayar sekali terus jadi yah kita tunggulah pengen rebahan sebenarnya apa cari makan dulu kita drama belum selesai ternyata kami belum bisa check inin di hotel akhirnya tim 23 memutuskan untuk mencari makan malam terlebih dahulu sembari menunggu update dari aplikasi dan pihak hotel karena kita belum bisa checkelokannya masih lama kita mau muter-muter Dulu di daerah sini cari makan channel. Tapi makan apa, Pak? Tahu susah nih, Pak. Kayaknya, Pak. Sevel ada enggak? Enggak ada sevel kayaknya. Hm. Sini meriah banget ya. Merah banget Jon aja Jon. Bisa bahasa Cina Jon. Ah, K bruknya adalah kami Cina generasi yang sudah obsolet Pak. Kam tak ngerti. Istrimu kan guru bahasa Cina bukan? Dia ngerti. Aku tak ada anjing kok nanya orang yang salah. Y ayo cari cari cari. Pokoknya gua bilang kalau enggak ada yang halal. Jadi pilihannya tuh pertama kita kalau bisa bawa makanan dari rumah kalau misalkan enggak ada yang halal atau kita ke negara yang enggak halal. Cuma masalahnya adalah kita 30 hari kan enggak mungkin kita bawa stok makanan buat 30 hari. Kata Rihan yang halal di sini cuma lanco lamien. Ah ya udah itu aja yuk. Aku coba makanya sini ada enggak ya? Dan aku tuh agak takut soalnya yang jual kan Cina-Cina aku tuh enggak meyakinkan itu halal. Ya, at least itu the best option. Iya, I kan. Terus yang kedua kita cari restoran halal di Google Maps kalau enggak ada. Yang ketiga, kita cari tempat makan yang sapi aja atau ayam aja. Kalau dia pakai minyak babi, kita enggak tahu. Dan yang terakhir, kalau misalkan udah enggak ada sama sekali ya udah restoran campur. Tapi at least minimal e kita pesan yang bukan haram. Itu aja. Halal. Ketemu. Yuk, kita makan sini. Enak sekali. Kita coba ya apakah enak atau enggak. Tapi ini tempat ya. Jadi tadi kita jalan-jalan ini tuh sebelah kanan kiri kita itu banyak tempat-tempat nyaman-nyaman prostitusi dan kita ada kamera disuruh matiin karena kayaknya enggak mau kesorot walaupun kita enggak nyorot mereka kita lagi ngomongin ke kita sendiri gitu takut mungkin ada keluarganya yang lihat gitu kan kenapa lu di situ gitu bisa jadi bisa jadi begitu apalag i ya i ya udah begitulah capek Kok enggak bisa sih? Apanya? Hotelnya kagak tahu. Entar cek dulu lagi dah. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya makanan pun datang. Tapi banget itu enggak pakai sendok. Lapar banget nih, Bang. Tehnya ini liang teh. Liang teh. Enak. Liang teh. Kayak ada cincau-cincaunya gitu. Cuma bentar. Ini kenapa minyak? Ini kepala saya mangkoknya. Dagingnya enak. Enak pak. Wah enak kali. Enak No ke 10. Wah delapan. Wih, gila enak ini. Enak gituak. Ini lebih enak dibanding yang di Thailand dagingnya ya. Ini makannya ringan banget Lapar juga si kita. Iya sih karena lapar, Pak. Makanannya enggak mau ditiup. Selesai makan malam, kami kembali ke hotel yang sudah bisa checkin setelah drama aplikasi booking. Jalan berlubang serta perjalanan panjang hari ini membuat istirahat menjadi pilihan utama seluruh tim One Journey. Karena keesokan harinya kami harus mencari cucian mobil untuk membersihkan Duo Tigo. Oke, ini adalah hari ketiga perjalanan kami menuju Cina. Ya. Selamat datang di Ada apa, Jon? Di sini, Jon. Di sini ada sarajana. Tiba-tiba tiba-tiba pesan hotel sebagus ini hotelnya. Kami berlima tidak percaya. Ini hotel kami pesan. Even pala yang pesan tak percaya. Ini ini hotel aku. R00.000-an lah ya. R.000 something ditambah teks lah. Nah, hari ini kita mau cuci mobil. Iya, mobil kami paling mobil kita paling ganteng kita hari ini. K lihat mobil yang lain. Aku aku malu gak ise secure. Siap. Pokoknya hari ini cuci mobil dulu supaya nyaman masuk ke Cina besok. Ye Akhirnya kami menemukan tempat cuci Tapi Ridwan enggak ikut. Gua lupa nyampein Ridwan karena sibuk preview. Oh, episode ASEAN. AS. Nah. Ini kita nemuin cucian mobil. Harganya berapa, Ris? Harganya kalau cuci luar dalam itu 50 un. Kalau cuci di luar doang itu 30 yen. Ah, bisa bayar pakai kit enggak tadi? Bisa sekitar R5.000-an kit tadi kalau R5.000 kit. Oke. Aman ya? Murah loh. Murah. Berarti kan dibaw Rp40.000. Iya. H iya benar benar ya. Semoga kami enggak salah dengar ya. Selesai sudah tugas kami untuk membersihkan Duotigo dikarenakan hari ini kegiatan kami tidak banyak. Setelah mencuci Duo Tigo, kami memutuskan kembali ke penginapan dan kembali beristirahat dikarenakan besok adalah jadwal tim One Million Journey untuk menuju ke border Cina. Untuk teman-teman yang ingin membeli kaos official merchandise 1 million Journey bisa cek link yang ada di deskripsi atau pin yang ada di kolom komentar. Terima kasih telah menonton. Sampai jumpa di episode 1 Million Journey edisi Back to China berikutnya yang akan tayang minggu
