Jungkat

1M JOURNEY BACK TO CHINA: SAMPAI JUGA AKHIRNYA KE CHINA! (YouTube Video)

  • 27/12/2025

Halo semua, kembali lagi di One Million Journey Back to China. Pada episode sebelumnya, kami sudah sampai di kota boten perbatasan dengan China. Dan di episode kali ini kami akan melewati border Laos dan masuk ke China. Saksikan keseruannya di One Million Journey, Back to China. [Musik] [Tepuk tangan] Hari ini kita akan nyeberang ke China ya. Akhirnya kita pergi juga dari kota ini. Kota yang bagus cuman enggak ada apa-apa, Pak. Nah, ini kota cuma ada dua cok. Oh, iya. Tiga deng. Heeh. Tempat nginp. Oh, tempat makan, prostitusi. Udah tiga itu doang. Gua juga bingung. Enggak ada laundry pun enggak ada. Laundry. Laundry enggak ada. Cuci mobil ada, tapi enggak bersih. Atasnya noh. Bawahnya juga tuh lihat tuh. Aduh, mana bersih? P kemarin meyakinkan banget disemprotnya. Oh, tidak, Gus. [Tertawa] Ya, akhirnya kita pindah juga. Gua ingin merasakan aspal mulus di Cina gara-gara aspal busuk kemarin. Jalanan busuk kemarin. Ampun. Tapi untungnya mobil dicek enggak ada apa-apa sih. Enggak ada bunyi-bunyi apa masih bagus ya. Cuma kalau di kecepatan tinggi enggak tahu ya kayaknya masih di spuring atau balancing lagi. Nah, kemarin ada Pak sebenarnya spuring tapi mahal banget. Berapa? Sampai sejuta kip. Ah, enggak masuk akal. Hari ini kami start dari pagi-pagi sekali karena kami akan bertemu guide China kami di border Mohan. Perjalanan ke Border Buoten sendiri tak berapa jauh. Hanya sekitar 5 menit saja dari hotel kami menginap. Yey, kita ke border Cina. Yey. Berapa jauh itu depan? Hah? Itu depan border Cina 15 menit. Mana 15 menit? Itu masih merah semua. Enggak ada buka-bukanya. Lah iya katanya sur jam 0. Ini jam 07.20 loh. Enggak ketemunya tuh di sananya ya. Iya. Oke. Oh, ini rancangan yang mau dibangun nih. Jadi dioten ini banyak investasi dari Cina. Ini tuh Cina semua. Betul. Jadi pemerintah Cina tuh ngasih subsidi kalau kita mau bikin usaha di luar Cina. Nah, inilah hasilnya. Ini enggak ada orangnya itu parkir mereka di sana. Buat yang internasional checkpin. Hm. Disputar, Guys. Yang kayak W itu yang ada candinya itu. Oh, beda. bukan itu. Aku kira itu wat bukan. Lalu ini apa yang ada banyak sekali gerbangnya. Gede banget jalannya ya. I raksasa ya. Enggak tahu gerbang itu buat apa yang ada baik gerbang itu masuknya malah sini kita. Heeh. Hati-hati motor udah buka kah jam segini kawan. Waalaikumsalam. Udah ngabarin Alex ya. Kita lagi processing. Oh, kita ketemunya di Mohan berarti ya. Iya, betul. Seperti yang disampaikan Alex kemarin-kemarin ya. Ada tulisan Ben International Checkpoint. Tapi namanya Borten ya, bukan Ben ya. Memang Ben. Iya, Ben ya. Ben itu berarti bord border Ben. Oh, iya benar juga. I eh siap. Sesampainya di border boten, kami mengurus dokumen-dokumen yang diperlukan sampai melakukan pengecekan kepada Duo Tigo. Kendala bahasa membuat kami agak lama melakukan proses untuk keluar dari border Boten ini. Terlihat juga rombongan panjang mobil-mobil yang akan melintas border boten untuk berpetualang di negara Laos. Hm, menarik ya. Namun pada akhirnya kami bisa keluar juga dengan segera melaju ke border Mohan di China. Huh, lega sekali rasanya. Alhamdulillah kelar juga. Tapi mereka berarti enggak biasa ya dengan mobil dari luar. Heeh. Mereka biasanya dengan mobil dari Laos atau Thailand mungkin ya. Makanya ini makanya agak bingung. Indonesia. Tapi bahasa Inggris bisa enggak? Ada bia Rp20.000 ya. Dikitdikit dikitdikit bisa itu legal itu legal. Keren ya. I 28 saya enggak bisa ngerekam ya. Ya kalau bisa direkam seru banget. Saya sudah coba rekam tapi saya dipantau oleh seseorang dengan mata yang tajam akhirnya saya gantikan kacamata saya. Iya. Dan tu border Mohan itu yang ada bangunan rumah cinanya noh di ujung kanan itu. Oh. Ini pizza tour tiga negara mereka. Ini mobilnya udah proper-proper semua ya. Kita doang yang mobilnya santai. Aku no komen. Hei, lulusan luang prabang kawan. OB kau pernah ke Luang Prabang belum? Senggol dong. Mereka baru mau keluar Pra tapi ya semua perjalanan ini kita dokumentasikan juga enggak cuma pakai kamera kita, tapi dengan dengan descam dari Black Fu. Mantap. Di mana semua mobil gua itu pakai descam Black Fu semua. Punya kau juga kan? Yap, 4K atau 2K dah kalau enggak salah depan nih. Ini yang 2K. 2K. Oke. Yang kita pakai di 23 ini tentunya DR770X Box 3 channel Pro. Kamera interiornya punya jangkauan 180 derajat, jadi sisi samping kiri kanan jendela itu kelihatan. Kamera juga super kompact seperti ini. Secara keamanan tentunya sangat aman karena dascam tidak bisa dicabut serta rekaman pun terpisah dalam bok. Jadi kalau kamera dicuri rekamannya masih aman. Dia juga tahan panas. Cocok buat iklim tropis seperti di Indonesia. Dia juga pionir descamp di Indonesia. Sudah eksis belasan tahun dan punya reputasi yang sangat baik. Sebenarnya bisa yang 4K juga, cuma kalau 4K memory card-nya kasihan. Dia tiga rekaman. Oh, iya betul, betul, betul, betul. Eh, dia lewat sana. Kita ngikutin aja aja. Tapi kita ngikutin sle bus dan bajay. Eh, kita ambil kiri ya. Kenapa? Enggak, enggak, enggak. Benar. Itu Land Cruiser juga mau ambil kiri. Land cruiser ambil kiri tuh perhatiin deh. Land cruiser yang lewat semuanya bunyi ngek ngok ngek ngok. Masa? Iya. Kalau kalau gerak gitu ngek ngok ngek. Kenapa? Kayaknya udah biasa lewat jalan yang kita tadi itu. Keren ya mobil-mobil mereka ya. Pizza Tour. Nah, ini yang paling biasa nih. Mereka tiga negara, Cina, Laos, Thailand. Pulang. Kok tahu dari mana tuh ada tulisan pangunya. Uh, lihat tuh ada bus. Busnya lucu ya. Shangrila VIP. Ini hotel mahal nih. Sangrilla pastilah. Hotel kejar yuk masuk masuk. Oh, mereka pasti di sini. Woi, oi. Apa? Aman toh. Oh, ya. Ini kan muatan. Iya, Alex sudah nunggu di apa? Entry hall. Entry hall. Pintu masuk hall. Ah, entry hall. Muka macam mana? Sesampainya di border Mohan, Du langsung dicek secara detail. Bahkan sampai ke koper-koper kami harus dibuka. Bahkan hanya pemilik kedua mobil saja yang boleh mendekat ke mobil. Yang lain harus tunggu di tempat terpisah. Dan di sinilah kami ditemani dengan guide kami, yaitu Alex. Segala hal dan urusan di border ini sudah dipersiapkan oleh Alex agar kami bisa masuk ke China dengan aman dan nyaman. Tapi ya ini border sepanjang kita di border ini yang paling proper I ini yang paling bagus dan beneran diperiksa barang-barang kita dibongkarin semua tadi. Koper pun dibongkar. Iya. Tapi yang paling keren adalah enggak tahu, gua kan gak berani buka HP ya di border ya. Seperti biasa enggak mau cari masalah. Ada X-ray scanner buat truk. Serius? Edan. It tadi yang kita masuk tuh sebelah kanan. Lihat enggak? Kayak ada panjang begitu. Iya. Itu apa? Itu itu X-ray scanner. Mereka ngeceknya udah pakai scanner X-ray gitu. Iya karena ada ada radiasinya gua lihat kan ada radiasi. Gila keren banget. Tapi jomplang sih. J complang. Border Laos ke Cina tuh terlalu kayaknya ke semua border deh. Border paling gede menurut gua tuh yang Malaysia, Thailand dari sisi Malaysianya. Iya, betul, betul, betul. Border paling menyebalkan Kamboja. Kamboja ke Laos. Sebelah saya gini ya. Oh, itu ada truk-truk air itu ngebersihin ini sisa-sisa sisa-sisa ini. Oh, nih. Pantas nih banyak tanah-tanah nih. Bersera. Iya. Dan gua kaget kaget apa yang ngurusin kita Alex itu cewek ternyata cewek aku gua kira namanya cowok loh gua kira selama ini Alex cowok cowok kaget Alex tapi namanya Alex emang Alex tuh apaa kali ya Alexandra juga bisa Alexandra I ya tapi mendingan Sandra lah jangan Alex tanyalah dia. Enggak biar napas strong. Gua kaget an. Tapi moral ceritanya wajibkah kita menggunakan travel agent? Mana? Wajib. Oke. Wajib. Oh, memang wajib. Wajib. Enggak bisa kalau kita enggak pakai travel agent. Dan yang bikin mahal itu adalah travel agent-nya. Coba kau cari travel agentnya tinggal dekat Moh gak usah terbangkan sini. Oke. Eh, kan dia ngikutin kita. Oh, ngikut sampai Kuning. Ny. Pakai mobil dia. Jadi dia itu sewa mobil. Eh, sewa mobil. Sewa mobil. Oh, besok dibalikin. Besok dia ikut kita. Cakep. Heeh. Tapi mobil sana aja. Enggak mau mobil sini. Seru loh. Iya. Gua malah mau sama dia. Gua mau pengin aja. Nanti yang megang kamera siapa? Suruh dia peganglah kita bayar dia mahal-mahal. Dia suruh pegang kamera. Tak bisa gitu. Dia itu 1 seteng jam naik pesawat. Dari mana? Ke Mohen ini dari rumahnya dia. Rumah dia mana? Gua lupa tadi ngomong apa ya bahasa Cina ee nama kotaknya. Makanya aku tak tahu gak soalnya kalau kita tidak menggunakan dia dengan maksimal ngapain dia terbang jauh-jauh hanya buat ngantar kita ke Kunming. Aku pun tahu jalan ke Kunming ada peta aku. Iya Sena suruh dia pegang kamera. Sena akuajarin tolonglah Jen. Ya pokoknya begitulah. Tiket PP dia, hotel dia, makan dia, mobil dia. Berarti kita cover semua. Gila, sultan memang wahani channel nih luar biasa, Guys. Makannya Rp10 juta. Makan apa dia nanti, ya? Ya, tiket pesawatnya dia, dia. Oh, bisnis class VVP. Pantas kenapa kita berhenti itu mau ke iniamin buat ngambil duit. Oi, Sultan. Bilang, bilang, bilang, Pal, tuh, ambil duit, Pal. Pal, lu mau ambil duit kan? Gas kamera banyak. H kok dia maju? Ngapain orang pakai Ali bisa? K siapa? Ih gua selama di Cina itu enggak pernah pakai cash Ali Pay terus. Kenapa kelas kita enggak bisa mau J kayak K kasih sena juga alipe di cuma bisa diboten tadi kan Alip udah berfungsi H bisa top up karena kalau kalian instal Alipay per tahun ini, kalian enggak bisa top up tanpa melalui bank lokal kalau lu enggak punya bank main pertama kedua lu top up pun kena biaya admin sebesar 3 hingga 5% banyak banget iya H. Jadi gimana dong? Makanya kami mak kami mak. Oh gitu. Dan akhirnya kami officially masuk ke negara China. Selepas bordermohan kami langsung menuju ke resto halal khas makanan Tiongkok. Langsung ada peradaban ya. Langsung berubah total, Pak, jalanannya, Pak. Iya. tetap masih ada kuning-kuningnya, tanah-tanahnya yang masih ada debu-debunya, tapi ada usaha untuk menghilangkan debu di sini. Enggak tahu ada usaha tuh maksudnya gimana ya? Tadi ada yang nyerem-nyirem ya kan, ada yang ngasih uap ke atas ya kan. Untuk benar sih ada usaha negaranya, Pak ya. Ada usahanya. Heeh. Dari negaranya. Jadi ada problem, ada solution. Solution. Heeh. Solusi ya. Bukan ada problem, ada corruption. Mingir minggir minggir mingir. Udah jangan, jangan, jangan. Di sini lu korupsi dia. Nah, itu dia tegas. Dan ini restoran halal katanya banyak. Tadi di sini ada, di sana ada. Cuma rata-rata makanan halal lami semua. Mie mie semua ya ginian semua dasarnya. Iya. Jadi kalau mau cari yang lain agak susai. Eh, nyari apa sih, Pak? Kagak udah yang pasti-pasti aja gitu mah. Enak. Enak ini. Enak. Iya. Ini enak sih. 30 hari, Pak. Eh, yang di Malaysia kita itu lagi itu lagi yang masakan India itu lagi itu lagi. Tapi kan karena kita pengin lagi kan karena enak ya. Iya sih karena enak ya. Ini kita cari yang enak nantilah. Iya. Yo wis ya. Ada domba gar itu enggak ketemu katanya. Susah banget dari kemarin kita dikasih vitamin C sama yang punya restoran. We katanya dari Indonesia. Ini yang punya muslim tadi kita Asalamualaikum di jalap. Waalaikumsalam. Wei. Oke, jadi kita udah selesai makan dan FYI. Kita itu harus menunggu apa namanya? Kayak Kayak kantor. Kayak kantor lalu lintas gitu. Oh iya, jam 2.30 katanya ya. Iya. Tapi bukan jam 0.30 karena kita harus mengurus surat izin mengemudi. Jadi basically kita ilegal di sini. Oh, masih ilegal ya? Jadi kita masih ke sana ngurus situ sampai keluar baru kita bisa jalan jauh. Let's go. Let's go. Ke mana orang? Sekarang masih jam 11.00. Oh, jadi kita nunggu di mana, Neng? Di mobil kali ya. Aduh, silakan. Ngapain? Dia lagi jelasin tunj tentang ini. Ini Cina tuh harus kasih denda ke Laos kayaknya debunya itu loh. Iya. I what? Kita punya we have two hours free because the traffic. So what you will go? We can leave here at tanya dia. Maybe there is a coffee shop. Di sini ada tempat is very small one. Ok. Take me there. Still better than nothing. Still better than nothing. Ya, benar. Cepatan, ini dia bilang tuh small town ya. tapi small town-nya aja itu banyak gedung bertingkat. Jalannya tiga. Jalannya bagus, luas. Hm. Gimana kota gedenya? Hah? Aku tak tahu. Udah pernah sih. Oh, kan Anda sudah sanghai. Iya, cuma kota kecil begini loh. gua pikir kota kecil di daerah pinggiran tuh kayak kita lagi nonton Liziki tahu enggak? Apa tuh? Ah, kau tak tahu Liziki. Oh, Iiki yang itu masak-masak di kampung. Masak-masak di kampung. Ah, itu salah satu yang sering kita tonton. Berarti itu bukan small town, itu mungkin sebuahnya desa, Kak. Desa kecil kali. Iya. Jadi, fun fact kalau anak-anak pengen tidur itu jangan disetelin, jangan disetelin film apalagi kartun. Tonton di Ziki. Kenapa enggak nyampai 10 menit tidur? Oh, lagunya Sadu. Sudah terbukti ngelihat orang masak-masak. Di mana sih? Daerah mana sih dia? Ya enggak tahu. Kayaknya sih pegunungan ya. Ya cari lah. Oh ada kayak profan tuh. Oh iya coba kau tanya dia. Kau kenalii enggak? Oh dia teman saya gitu kan. Oh i i ya i ya. Emangnya Cina segede daun kelor katanya. Tapi bagus ini jalannya nih. Serius. Ini bukan bagus lagi. Ini bagus banget. Kita lihat dari mana? Dari Laos. Oh iya. Jomplangnya kan berasa sekali. Iya. Jadi kita tuh punya e gua tuh punya kesimpulan yang membuat rusak jalan tuh bukan tanah. Nih bertanah juga bagus-bagus aja truk. Kualitasnya. Oh truk dari tadi lewat-lewat aja. Ini pasti dia cor-corannya dalam ke bawah. Tebal. Berarti kalau ada orang bilang, "Eh, jalannya rusak." Iya, soalnya sering dilewati sama otak sawit. Ya, tergantung harganya. Ada harga, ada barang. Kayak misalkan gini, ee kemarin Mas Wahid bikin fullbus. Oke, gua tanya ini cor-corannya kedalamannya Seberapa tebal? Itu mempengaruhi. Kalau dia cuma tipis hancur. Jadi dia harus turun ke bawah. Bahkan kalau misalkan butuh fondasi, masukin fondasi ke dalam kayak tiang pancang. Biar tanahnya enggak gerak. Baru di atasnya aspal. Beton dulu baru aspal. Dan betonnya pun juga harus dikasih rangka besi yang banyak. Itu sesuai spesifikasinya lah. He, itu yang pertama. Yang kedua ada lagi Saluran air juga harus bagus. Jadi tidak ada genangan. Betul. Betul. Rusak aspal itu sangat merusak. Kita tengok yang dia bilang ya. Warung kopi kecil macam mana bentuknya. Itul lavande kali. Ini keci gak? Itu hotel, Bang. Janganlah gitu. Oh, itu hotelnya dia. Oh, kayaknya dia lagi mau ambil barang kayaknya. Oh, ya udah dia check out dulu. Ya udah. Oh, iya. Kok udah jam siang ya? Sambil menunggu mengurus SIM Cina, kami mampir dan beristirahat di lobi Hotel Alex menginap. Satu. Alhamdulillah. Enak kan? Dingin kan? Itulah nyaman-nyaman. Kalau sudah pakai mobil dengan remote engine start stop, wis you cannot go back. Muka akan malas ketemu mobil. Yah, belum ada remote start stopnya. Tapi kalau orang yang jarang pakai begituan ya biasanya merasa itu tidak berguna. Tapi once gua sering pakai, oh gak bisa lepas. Berbahaya kayak Reza Artamia langsung. A satu yang tak bisa lepas. nyanyi lagi guys percayalah mana ya enggak tahu kira sii semuanya mobil chp banyak juga apa mobilnya Audi gitu ya Audi BW banyak juga ya dulu sebelum mobil Cinamar menyerang 50% lebih penjual mobil itu adalah VW VW Group Sebelum mereka berdikari ya dengan mobil sendiri ya. Yes. Bas kita juga gitu. Perjalanan kami lanjutkan untuk mengurus dan mengambil SIM sementara di negara Cina dan juga plat nomor sementara di negara Cina untuk Duo Tigo. Jadi di sebelah kanan sini ada Mohan Railway Station. Di mana itu kereta cepat yang terhubung sampai ke Laos sampai ke Vientien. Oke, betul. Dan sekarang lagi dibikin kereta cepat dari Thailand. ke Thailand. Alah, Thailand ke sini juga kan nyambung dari Vian ke Bangkok. Betul. Nyambung terus. Endingnya katanya kita bisa nanti dari Singapore tembak langsung sampai ke Cina. Betul. Lihat sekali ya. Singapura, Malaysia, Malaysia, Bangkok, Bangkok, Laos, Laos, China. Gua sih kalau itu jadi gua pengin sih nyobain sih. Oh, wajib. Katanya kan dia mau nyambung sampai ke Indonesia. Betul. Enggak bisalah dari Indonesia. Dari mana? Sumatera. Enggak tahu mungkinlah kalau dijadikan kan tinggal dari Singapura ke Batam kan dekat mau bikin jembatan kelar terus naik kereta. Heeh. Kita naik kereta dari Sumatera sampai Cina. Nyaman tuh. Semoga kita masih punya usia ya. Amin. Dikasih umur buat nyobain hal itu semua Tapi kan buktinya ada kereta pun pasti Bang Ridwan enggak bakal naik kereta. Ada kereta dari Ventien sampai ke Ben berbeda dong 3 seteng jam tanpa hambatan. Bang Ridwan bilang apa? Hah? Tak menantang. Dia bilang mending kita keluang perampak. Menantang kan? bisa lewat kan. Tapi aku bilang nanti keretanya pun ada kau takan naik. Kau akan bilang ada lebih susah. He i anti mainstream ini di mana ya? Enggak tahu. Tiba-tiba muncul peradaban yang kuning-kuning. Iya bagus lagi. Bagus. Dia punya hiasan agak ala-alawat itu. Ya. Gua pengen cukur dah di Cina nih. Hah. Tuh cukur rambut. ini apa mereknya? Dada. Dadaw. Double cabit mereknya dadao. Enggak pernah lihat nih gua sepanjang gua di Cina sama di Laos. Dadaw. Dadaw daw daw. Tak terasa kami pun sampai. Namun ternyata tempatnya belum buka. Alhasil, kami ingin meninggalkan jejak seperti orang-orang yang sudah pernah ke sini dengan menempelkan stiker. tidak berapa lama akhirnya kami bisa mengurus SIM dan plat nomor sementara Cina untuk Duo Tig. Kita dapat plat nomor sementara. Ye. Ye. Setelah hampir 2 jam ini ditaruh di belakang kaca ya? Belakang kaca berarti di sini aja ya. Iya. Ini yang mana punya lu, mana punya gue? Ini punya gua yang tadi yang lu foto. Oh oke. Oh ini Promx. Prom ini dikasih. Ini bagus nih. Langsung ada pelajarannya edukasi. Jadi ee orang-orang yang datang dari luar negeri mau nyetir di sini itu dapat edukasinya. Nanti Alex akan menerjemahkan bisa will translate. dia bakal menjelaskan tentang penyelamatan apa nih tata cara lalu lintas yang ada di Cina. semuanya harus ingat pakai pengaman seatbellat duduk di depan maupun duduk di belakang depan dan belakang ya oh gak boleh pakai sandal harus pakai sepatu ok kalau lagi di belakang harus dia punya Ada pengait di belakang harus dimasukin. Oh, jadi boleh pakai ini tapi pengaitnya dimasukin. Oke, ini masuk sport mode ya berarti ya. Nanti diganti gua jangan melewati kecepatan untuk keselamatan. Semoga kalian bisa bekerja sama. Terima kasih. Kayaknya banyak kecelakaan gara-gara orang mabuk ya. Makanya benar ini. Untungnya tim kami 100% bebas alkohol. Iya betul. Mabuknya mabuk darat ini. Nah itu. Heiim. Woi. Hei. Jenis sipit dong. Orang lokal people. Kok jadi Chinese ya? Jadi sipit ya tuh. Nama gua siapa ini? Ini berlaku sampai bulan 11 loh. Bulan 11 November. Jadi katanya akan ada beberapa checkpoint karena ini dekat border. Nah, nanti kalau ada checkpoint dia akan cek paspor kita. Yah, rusak ini tadi jatuh. Aduh. E, surat-surat, paspor, dan SIM. Alright. Jadi, tolong disiapkan semua yang gampang diambil ya. Oke. Ini kita slipin di paspor kita satu paket apa ya? He eh. Oke. Ini kita taruh sini. Ih. Wah, ini bisa masuk ke dalam nih. Bahaya. Hah? Ke mana? Ah, sini aja nih. Mana sih nempel, kawan? Oh, di atasnya. Ini copot kali bolehkah? Boleh. Kau gak sayang, Kak? Ini lau punya, W. Ah, tak perlu. He eh. Luang Prabang. Aku ada ide. Nah, ditempel dari situ. Iya. Luang Praang masih berfungsi di sini. Thank you Luang Prawang. Aduh. Iya. Ya. Full kawan bilang itu kita kalau ada kopi kita berhenti dulu rest area karena Rihana mau ke toilet si Rahm. Oke jadi tetap combo ya. Monitor. Monitor. Si Rahmat juga toilet. Masuk masuk. Kita akan mencari lakin coffee terdekat karena si Ridwan mau kopi dan si Riana mau kencing. Let's go. Jadi legal kita sekarang legal dong. Legal kawan. Jadi kalau kita ke luar negeri sebaiknya selegal mungkin. Kalau kena tilang bayar. Kalau ada masalah cari solusi yang selegal mungkin. Kenapa? Karena kalau kita kenapa-enapa pertama kita merepotkan diri sendiri. Merepotkan KBRI. Betul. Iya. Terus yang ketiga adalah mencoreng nama baik Indonesia. Dan yang ketiga, kita akan menyulitkan orang lain dari Indonesia yang akan overline juga di negara ini. Betul. Karena akan jadi presiden yang buruk. Makanya itu kemarin tanya, "Kok enggak nge-drone, Bang? Kok enggak begini, Bang?" Karena setelah kita cek segala macam, oke sebaiknya tidak. Ya, sebenarnya bisa-bisa aja cuma tidak berani ya. di Laos aja tuh B se bisa nyolong-nyolong ya. Cuma kalau tiba-tiba apes ada polisi ee dianggapnya kita mata-mata Indonesia kaula ingat dia di daerah hutan pun ada AK47 lagi patroli. Jangan macam-macam. Nah, ini ada checkpoint. Oh, like. Oh, enak sekali di sini tuh apa ada? Oh, muncul ke peringatan speed limit. I. Jadi kita tahu speed limit di setiap tempat tuh dari speedometer. Jalan yang sangat mulus membuat kami semakin semangat untuk ke destinasi selanjutnya. Dan inilah dia gerbang tol pertama kami di China. Dapat kartu tebal amat. Oh, bayarnya di depan itu kartu tebal banget kartu. Macam-macam heboh kecil kartu warna begini tuh enggak kayak apa? Kayak heat yang diselip terus dibakar. Oh iya iya iya betul betul betul. Berarti fungsi dia bang. Hm. Aku buka nyamuk ya. Ayo punya tidak berputar berjalan. Aduh memang benar-benar. So on the highway we usually drive up to 11. So it's the maximum 110. If you use the Aum because in different areas the maximum is different. Oke follow you ya. If I drive not If you overed we all overing ini perasaan negara 1,4 miliar penduduk ya kenapa sepi ya? Iya ini sepi banget nih. Tapi kan kita berada di ujung terujung selatannya Cina kan. Iya sih benar sih. Dan daratan luas sekali Pak. Iya. Kau lihat nanti sihang hidden Beijing ramainya kayak apa orang semua itu. Sangat ramai. Oke, sudah mulai hidup. Jalan yang mulus, alam yang indah seakan memanggil kami untuk terus melaju di negara ini. Keren, kita masuk tunnel. Ini macam film furius cisum dawu Eh, tapi Alex ini bawnya kencang juga I will drive slowly so you can follow me. Ya, maximum drive is 110 and she drive more than that. When they come into the tunnel, she lower her speed. Yeah. But after the tunnel Oh, she knows the E, what is that? The the camera the camera. Eh, keren banget ini. Woi, woi, woi, woi. Keren banget ini, Cina, Keren amat. Wih, ini cocok lagunya si Fastfurio sih ini sih atau Tokyo Drift cocok di lagu. Iya. Atau enggak yang jeng jeng jeng jeng jeng. Gak cocok, Bang. Gak cocok. F sengsung seng peng. Buku dua, buku dua, buku dua. Lagunya ini lagu Cinacing Minang. Ih, ini keren banget. Eh, keren, keren, keren. Ini tunnel yang sangat indah. Ini baru mulai ya. Ini baru mulai ya. Kita belum 100 kilo di jalan. Ini kita lagi berada di pedalaman selatannya Cina nih. Belum apa-apa. Ingat apa kata tadi si itu si Elizabeth. Elisabeth Alex. Alex ini adalah small town. Wuh. Wow. Amazing. Eh, tapi ya ini kan negara 1,4 miliar penduduknya sepi. Kenapa enggak ada orangnya? T ke mana? Mereka bertupuk semua kali di itu ya. Eh, bisa aja di orang Cina ya, di daerah Beijing belum tutup mereka pernah ke sini ya. Ya itu kayak ngomong orang Jakarta emang semuanya pernah ke Monas. Iya betul betul. Gua malah belum pernah malah orang Kelantan banyak yang pernah. Kaulah ke mana? Ke Monas. Si Ales saja kayaknya jarang ke Kunming. Dia enggak tahu di sana ada apa aja. Oh gitu. Dia cuma datang bekerja aja. Hmm. Ini kampungnya bagus banget jalannya. Bahagia. Eh, Laos nih punya potensi seperti ini loh. Aku ya. Ini tuh adalah pemandangan gunung persis kayak Laos. kan susah impianmu kan kau bilang aku mau pemandai indah jalan bagus. Ini dia jawabannya. Wow amazing. Beautiful. Papa suka ya kurang depan. Boleh dong. Boleh dong. Par. Udah jalan segitu panjang baru ketemu truk satu. Dan truknya nihnya cepat. Enggak. Ini truknya dari Laos ini kok tahu ya? Itu kotor. Kalau bersih kayak mobilnya Alex itu. Yoe keren. Oh kita menempuh 258 kilo. dalam 3 jam. Bagus banget pemandangannya. Kemarin kita 8 jam. Eh kok kita disuruh kanan? Hunming. Iya, South Mengla. Oh, ada dua jalur. Wow, amazing. Depan ada itu katanya ada pistakaan di depan. Tahu dari mana? Huh? SS. Bagus banget UI-nya. Iya, bagus banget ya. Sangat-sangat intuitif. Tadi waktu ada perpisahan begitu, wah Google Maps kalah loh. Kalah. Kalah. Ini desain bagus banget. Gua tuh kadang-kadang kalau kita bahas mobil Cina gitu ya, suka dibilang, "Ah, Ridwannya terlalu memuji Cina. Memang mobilnya bagus harga segitu." Kok katanya gitu komennya? Iya, banyak. Oh, tan lagi, tanuh. Set the cruise speed according to the speed limit value. Jadi kalau kita pencet minus langsung, dia langsung ngikutin speed limit karena dia dari sininya udah bisa ngebaca. Bentar. Dia tuh udah baca dari apa sih? E dia tidak punya enggak? Dia enggak punya internet. Enggak, enggak, enggak. Dia ada ini ada kamera. Jadi ada kamera dia bisa ngelihat ee ada e sign age. Oh. Ngikuti 100 sama berapa nanti dia langsung masuk 100 di situ. Oh, canggih ya. Canggih. Tapi sebenarnya itu kayak Mercedes, Mercedes Audi sudah ada. Oke. Tapi masalahnya ini mobil harganya cuma sepertiganya Mercedes. Ih. Gila, bagus banget sih. Bagus banget ya. Aku suka dia ada tunnelnya tuh. Kayak kita punya kayak apa ya? Digelapin dulu, terang kembali. Digelapin, terang kembali gitu. Terowongan yang kami lewati ini memiliki panjang 5,3 km dipadukan dengan jalanan yang mulus dan penerangan yang membuat kami tak berhenti kagum sampai tiba-tiba. Kaget kita keluar tunnel tiba-tiba hujan deras tadi. Gak ada apa-apa. Iya langsung hantar muncul. Nah, kita masuk tandagetkan tiba-tiba keluar tunnel hujan deras. Kaget aku tiba-tiba hujan deras. Deng deng deng. Kaget lu. Huh. Tiba-tiba apa ini kok berkabut? Karena di dalam tano kan enggak kelihatan apa-apa kan ya. Iya. Tapi alhamdulillah loh selama kita di Laos itu enggak ada hujan. Iya ding yang deras begini. Iya, Ding. Kalau kayak gini udah selesai kita. bisa gitu loh. Tenggelam kita di Laos kemarin. Botan tenggelam. Wah, benar-benar alhamdulillah ya dimudahkan terus loh. Huh. Memang orang baik memang jalan guak bilang gitu ya. Iya. Kok gak gitu? Kita kan berdoa aja sepanjang jalan. Gua karena kita baik cerah. Eh, agak cerah nih. Wei. Uh, keren. Keren banget. Aku suka efeknya sih. Ini kayak lagi main game, Mas. Kerennya Cina tuh. Bendera One Piece dia uh. Wah gil. Tapi sepanjang ini gu gua enggak melihat ada rest area dan charging station ya. Sama. Oh 3 km ada itu rest area. Rest area. Oh ada. The floor is slower. The floor is slower. What? The floor. What the f. Nah ini dia rest areanya. Kita lihat res are aranya seperti apa. Apakah ada tunnel untuk ke sebelah kiri? Apakah WC-nya layak dan pantas? Aku pernah dengar dari teman ada rest area yang bisa diisi air panas, yang ada AC bisa duduk, ada khusus pengemudi. Nyaman-nyamannya. Iya. Serius? Coba kita lihat sana. Tuh lihat tuh. Lihat tuh, lihat tuh. Gila. Tak Google Maps sama Google Maps jauh banget loh and go go down hell kau turun ke neraka katanya on the road downill downhill on the road downill ada yang kiri ada yang kanan nah ini kalau kayak gini kan kagak nyasar kita i i di Malaysia tuh susah banget pakai Google Map betul betul betul ini kalau begini gak nyasar kita. Nah, ini dia rest areanya. Uh, bagus banget. Ah, mana enggak? Oh, iya. Pemandangannya bagus. Cuma rest areanya sih Oh, kok ini keluar rest area semua ya? Enggak boleh lurus ya? Mungkin kita disuruh istirahat gunungnya, wei. Eh, bagus. Eh, bagus. Tuh, minyaknya dari Sinopex. Gila, ini rest area pertama kita di Cina. Gila, dia punya pemandangan bagus banget, woi. Iya, iya. Think this is for truck ya. Ah gila cakep. Oke. Aku melihat ada kawan-kawan Daeng di sana tu. Daeng. Enggaklah. Itu platnya kuning kok. Iya mobil itu motor kuning. Oke. Ah. Kopi. Kopi ada. Ah. Mana kopi? Enggak tahu. Enggak ada. Wieji kok. Ini sama kayak les area Laos yang terbengkali itu ya menurut gua wajar sih sepi ya karena sepi cuman bersih banget. Bersih banget ya. Enggak berdebu. Apa itu debu? Oh ternyata di luar dugaan rest areanya WC-nya bersih dan besar sekali ya. Cuma tadi ada yang belum disiram ya. Iya ada dikit Pah. Iya dari sekian bilik diperiksa satu-satu ada satu yang enggak disiram. Jadi kebiasaan kan dulu gua sekitar 10 tahun lalu 2016 kali ya 15 gua ke Cina. Heh. WC-nya sih jorok banget. Ini gua agak takut tadi yah. Bersih enggak ya? Eh bersih. Meskipun ada yang enggak disiram. Satu. Satu dari sekian banyak bilih. Yaudah salat dulu. Ganti-gantian aja kali. Bebas entar gua nembak ini dulu. Ya udah sana lama gua bisa. Oke, sebelum perjalanan dilanjutkan, kami mengisi bahan bakar yang kami beli di Laos pada Jerry Ken. Karena selain takut bensinnya basi, di sini kami dilarang membeli bensin untuk ditaruh di jera, keren banget. Tapi ya lu perhatiin deh. Ini kan sebelah kanan kita ada jalan ya. Itu jalan yang kita lewatin mungkin. Tapi itu enggak merusak kiri kanannya loh. Betul. Dia bisa bangun jalan tanpa merusak bukit. Gak gak ngotak sih banget. Jadi benar-benar jalan padahal jalannya tuh tidak menggerus di bukit. Iya. Gila bisa gitu ya. Itu tiangnya tinggi banget gua loh. Tiang tiang ke bawah loh. Iya. Dan kita tuh dari tadi lurus terus enggak ada naik turun naik turun. Iya. Enggak ada naik. Enggak ada turun flat. Gila. Padahal selama kita tahu kalau lewatin bukit pasti bergoyang-goyang kiri kanan atas bawah kan. Ini flat. Ini tol. Kalau mahal menurut gua layak. Layak. Kemarin e tadi ku cek kita 100an something yuan. 100 yuan berarti Rp.000 ya. Iya lebih layak sih. Worth it banget. Gila keren banget jalannya. Ini buat aku PD even mobil sedan pun bisa sampai gunung. Benar. Jangankan gitu di Cina lu naik gunung aja pakai eskalator. Iya nih. Itu terus tiba-tiba ada bukit kita masuk ke dalam. Betul tuh. Tapi tinggi ini keren tuh. Wah keren tuh mobil-mobil tuanya slow ya dia naik ke gunung itu. Itu Wing Confero generasi sebelum yang masuk ke Indonesia. Ah tuh lihat tuh. Eh tapi di Cina mobil tua enggak dihancurin ya kayak Singapore ya? Enggak tahu ya masih nanya sih. Huh. Aku dari tadi tak berhenti apa terkesima Makin ke sini makin terkesima. Padahal di kampung loh kita belum masuk ke jantung kotanya. Belum edan. Maksudnya gini loh, dia aja tanah begitu luas daratan luas Cina nih. Dia bisa nyentuh sampai ke ujung-ujungnya dengan fasilitas bagus. Bayangkan tengah kotanya. Tengah kotanya macet sih. Iya tapi aku ng infrastrukturnya gitu Heeh. Heeh. Dia tuh bisa jangkau jauh sekali. Kayak pembangunannya tuh merata. Benar-benar ini ujung yang gak ada orang. Kita a nyetir nengok orang jarang. Tapi jalannya bagus, rapi, terawat, fasitas penuh dan kayak enggak ada lihat kiri kanan tuh kayak enggak ada bekas tambang atau apa gitu ya. Nah, itu aku mau nanya itu. Aku banyak ketemu orang-orang yang bilang contoh banyak pengusaha Cina datang ke Indonesia buat buka tambang atau buat buka sawit misalnya kan. Tapi ini enggak ada sawit di tempatnya. Ini tanah banyak, hutan masih indah gitu loh. Enggak digarap sama sekali. Tetap jadi warna hijau. Tuh tuh kayak gitu tuh. Wah kau tengok tiangnya setinggi apa tuh? Iya. Gila, Men. Itu tiang kuat sekali ya. Ini juga jembatan yang kita lewatin sekarang. Iya. Iya. Primitive Forest Park. Ada Welep. Takjub gua. Oh. Iya. Takjub itu kalimat yang benar untuk menggambarkan J takjub. Kata Bang ini jalannya mutakir. Mutakir loh. Aku ya. Aku rasa nanti someday aku harus spare 1 tahun 2 tahun buat explor Cina sih. Keren. Ini layak sih diekplor. Eh btw daerah kita kunjungi adalah daerah yang sangat-sangat terpencil karena kata si Alex, Tidak ada travel taksi dari bandara ke sini itu gak ada. Dia terpaksa nyewa mobil. Enggak ada. Oke, mahal ya. Kita berada kita berada di daerah yang bahkan tidak dilalui oleh travel normalnya. Dan masih sebagus ini infrastrukturnya. Haduh tak habis Fikri ya. Benar-benar pengalaman yang sangat berharga bisa menyetir di negara Cina dengan jalan yang mulus dan alam yang indah ini. Namun ternyata di depan ada police checkpoint ya. Oke, siapin passport. Passport for all the passenger only the driver. Halo, good day. Oke. How ada apa itu? Robot polisi ya? H kayak robot something. Mana robot? Bukan. Alright. Yo, passport here we are. Ya, cuma diperiksa-periksa aja persis seperti di Law. Law. Iya. Diperiksa-periksa, habis itu jalan lagi. Cuma di laut itu kita berapa kali? Belasan kali ya. Wis. Setiap polisi berhenti. Setiap polisi berhenti. Gak pernah skip. Tapi enggak apa-apa yang penting jangan pas berhenti di Kamboja. Mulai. Perjalanan kami ke kota selanjutnya menyisakan 148 km lagi. Benar-benar tidak terasa karena kami sangat menikmati setiap kilometernya. Di depan kami melewati kembali police checkpoint. Namun yang ini lebih serius dari sebelumnya ya. kayaknya tiap 100 kilo itu ada checkpoint ya. Dan checkpoint ini kayaknya checkpoin paling luar biasa. Proper banget sih. Ada X-ray-nya buat truk. Dan dia bawa ada ini buat buat kayak di bandara itu loh, X-ray buat kita. Iya. Dan dia bawa pistol, coy. Senapan itu loh. Iya. Terus dia tuh kayak udah tahu prosedur. Oke, lu ke sana. enggak dilempar-lempar. Oh, ke sini, ke sini, ke sini, ke sini gitu. Semuanya udah tahu. Tek tek. Yang dikerjakan tuh udah hafal semua dia. Ada. Lalu kayaknya P kerjanya tuh benar-benar serius enggak malas-malasan karena kamera banyak, Pak. Mungkin ya kamera tuh standby terus jagain gitu kan. Jadi pantai-pantau. So, aku lihat tuh standby banget ketika disuruh ke kanan. Walaupun di sini sepi yang gak ada orang sama sekali sepi banget dia nungguin kita gitu loh. Bagus ya. HS up sekarang di peta ini sekarang di jam sini sudah di jam 60.30 sore tapi masih terang benerang jam terang benerang dan masih sepi jalan tolnya ya. Kita sudah nyetir 200-an kilo total dan tetap sepi. Sepi loh. Berasa lah. E laos dengan jalan yang bagus. Tol laos sih lebih sepi lagi sih. Ini masih ada yang lewat-lewat lah. Sama dari lawan arah tuh masih ada kehidupan. Cuma pas kita lurus gini, oh jarang banget ketemu pas-pasan mobil depan kita. Betul. Berarti buat kamu nanya perbedaan waktu Cina sama Indonesia berapa jam? Maju sejam. Maju sejam. Tapi memang kayaknya dia enggak benar-benar literally 1 jam karena mataharinya masih terang sekali. Dan memang ini kan menjelang masuk bulan berberus kan. jadi gerak semu mataharinya harus dia sekarang lagi menuju ke selatan ini artinya kalau dia artinya gem apa mataharinya di daerah selatan siangnya akan lebih lama. Betul sekali. Berarti makin kita ke utara ke arah Shanghai, Makin e gelapnya makin normal. Kenapa Laos tidak? Kan Laos lebih selatan. Betul. Berarti siang lebih lama dong. Ya, ini kan lebih utara. Ah, berarti makin ke utara makin makin ke utara si makin banyak. Maka ya tapi tergantung. Tapi iya sih Ding pernah di momen yang dia di utara Cina di bulan-bulan sama kayak kita jam 10 malam masih terang. Tapi nanti ketika mataharinya ada di utara kebalikan kebali kebalik gitu ya. Itulah ee ilmu dari profesor R. Mana itu mah enggak usah pakai profesor aku mau tahu. Yang penting sekolah belajar yang benar aja itu pasti diajarin. Mantap. Heeh. Ya, sekarang saatnya apa? Kita cek berapa harga tol. Oh tadi kata si Sena tuh 169 ya Sena ya? Betul tahu dari mana tadi Sena ngomong sama gua gua search di IMF. Oh ada ya di AMP ya muncul harga. Nah kita yang paling kanan ya. Exit in the highway you should also take the right side. Oke on the right side. Ok we are the right person. On the right place, on the right time. And the right side. Nih kartunya. Ayo, Jon. Si kartu hit dengan e anti nyamuk tinggal k bakar. Oh, ini ini tahu enggak ni ada besi-besi apa ini? Kayaknya timbangan deh. Hah? Coba diam. Tuh tuh tuh 2,1,75 ton di atasmu. Tuh, tuh, tuh, tuh. Enggak mungkin dong. Saya kira 1,75 ton. Ih, berat juga. 1,75 ton ya. 1,75 ton kok muncul JW31 ini kah kita? Bukan beda mobil depan kali ya itu depan di mana 31? Oh dia dia 1,75 ton. Uh berat banget mobilnya kita kok enggak sah kita coba kita berapa? Ton kok bisa nihawisah haah. Alipay. Alipay, Alipay. Ha scan Alipay. Mantap. Aku tak ngerti apa. Scan Ali. Emang pala C butuh scan gak? Can we scan with Ali? Alipay. Haah. Alipay. payment password. ya. Siap cas memang. Dan 162 S. Oh iya. Aw. Se. 162 yuan kurang lebih sekitar ee kali aja 2,5. E e situlah harganya ting muncul bam. Ya sekitar Rp300.000an Rp00.000 lah ya situlah ya. Oke sih dengan infrastruktur yang kayak gitu ya. Sangat oke. Gua bilang ini kalau bayarnya mahal pun gua masih ikhlas. Ikhlas ini aku ikhlas BTnya tol ter mahal kita pernah bayar di mana? Oh tuh di di Thailand. Bangkok Thailand berapa? Kita pernah bayar jalan dalam kota punya itu mahal. Iya mahal cuman katanya teorinya adalah dia buat mahal biar orang-orang tidak pakai Iya biar pakai transportasi. Umum umum. Iya umum. Btw kita sudah keluar dan sekarang kita masuki kota puer. Puer aku cuma tahunya itu teh puerca puerca. Gua pengen nyari teko yang bisa puringnya itu benar-benar dari atas tuh. Lalu dia keluar tuh keluar muncrat-muncrat punya kan. Enggak. Jangan yang enggak muncrat. Jadi diatasin dia enggak muncrat-muncrat. Ya itu teko yang bagus. Ah. Jadi kita akan hunting teko di Puer Puer. Dan sampailah kami di kota Puer. Puer berasal di Provinsi Yunan, terutama di wilayah Singsuabana, Simau, dan Lincang, tempat tumbuhnya pohon teh liar kuno yang sejak zaman dinasti Ko menjadi pusat perdagangan teh. Ah, nih mulai ada kehidupan nih. Rame rame rame rame. Enggak seramai itu sih. Ya, lumayan lah. Aku mau cari toko Xiaomi. Aku mau nengok. Eh, aku mau lihat HP Huawei 53 itu loh. Ah, kerenan HP gua tetap K mau nengok aja buat di dilipat-lipat lipat-lipat gitu. Jadi kalau depan itu dia ngerem. He. Di lampu merah kan, lampu remnya nyala merah tuh. Muka kita jadi merah tuh. Oh iya ding. Lalu kok suka gitu? Merah jadi kayak habisah di sini kah hotelnya? Betul tuh yang tulisan Cina itu. semuanya Cina Bapak. Hah masuk ke dalam. Hah masuk dalam gerbang kah? Deker depan ke depan. Ada tulisan 722 apaan? Enggak 7-Eleven kali. Bukan lu ngapa sih, Alex? Setah gua 1722 hemat listrik apaagi? Lu enggak tahu. 1722 hemat listrik. Kok hidup di zaman apa? Payah kan Kalimantan tanya tanya Riana. Ini kita parkir bebas kah? Parkir bebas kah? Atau ada jam khususnya nih? Ini tuh ada tulisan 772 nih. Katanya enggak apa-apa gaskan meskipun ada nomor apa? Gaskeun apa bahanya gaske? Ngeng. Ya, akhirnya kita sampai di hotel dan gua enggak tahu pala ini mesinan di hotel mana ya. Pal, berapa semalam? R R.000. Murah kali. Paspor, Mas. Oh, sebenarnya kita enggak nyari yang terlalu murah. Kita nyari yang dekat sama apa? Rental mobil. Oh 10 menit. Alex harus mengembalikan mobilnya besok. Iya besok pagi jarak cuma 10 menit. Jadi kita taruh mobil habis itu bisa jalan-jalan explore pu berisik banget apa tu bocah? Eh katanya ya di sini banyak kopi-kopi khusus yang enak katanya. Kopi khusus Bong Maceng. Bukan dong bukan dieng. Jadi di Cina ini lagi ramai ya peringatan di mana-mana termasuk di hotel ini. Ini tentang hati-hati scam. Sesuatu yang meng apa ya? Terlalu gampang cari uangnya. Iya. Menjanjikan dapat uang banyak. Kalimat ini nih ternyata artinya adalah tidak ada itu makan siang gratis. Tidak ada makan siang gratis. Antara itu memang benar-benar tipu atau itu memang e perangkap. jadi kalau kalian nonton film No More Bats, nah itu tuh film yang didarani pemerintah Cina untuk memberantas scam dan judi online. Bukan buat ini ya, bukan buat propaganda itu enggak based on true story. Di Cina tuh untuk digital tuh sangat dijaga regulasi tetap banget. Jadi itu jangan sampai ada kayak aplikasi-aplikasi yang download nanti ngajak teman-teman kalian dapat uang. Ah, mampus ni. Nah, itulah kurang lebihnya kalau di ada satu negara tuh ya. Nah, ada nih kayak gini-begini. Nah, ya kan? Terus ada yang berhasil ngakalin biar dapat duit. Malah dia yang ditangkap. Ah, bandarnya dilindungin. Itu di mana ya? Jangan, P. Jangan. Oh, ternyata kamar hotelnya sangat nyaman. ingin rasanya langsung beristirahat karena besok kami akan explore kota ini dan menuju Kunming. Dan untuk teman-teman yang ingin membeli kaos official merchandise 1em journey bisa cek link yang ada di deskripsi atau pin yang ada di kolom komentar. Terima kasih telah menonton. Sampai jumpa di episode berikutnya. Kita masuk ke hotelnya. He di kamar mandi ada Oh, itu. Oh, iya. Ah, itu ban dalam. Karena kan Cina itu kan punya punya tradisi kalau habis ee bab atau bak mereka enggak siram. Mereka enggak siram. orang yang

Lihat di YouTube