1M JOURNEY BORNEO 360: MASUK KE KALTARA DARI TAWAU MALAYSIA! (YouTube Video)
Pada episode sebelumnya, kami mengeksplore Kundasang yang seperti di New Zealand. Selanjutnya kami ke Tawau dan juga mengunjungi konsulat Indonesia di sana. Selamat menyaksikan One Million Journey Borneo 360. [Musik] [Tepuk tangan] Hold you let me down the ya. Jadi hari ini adalah hari yang sangat wow. Enggak tahu ya, maksudnya kita sudah ngelewatin beberapa perbatasan ini paling menegangkan. Paling menegangkan spesial pokoknya, Pak. Iya. Jadi kalau kalian mau nyeberang lewat jalur simanggaris ini tidak bisa sembarang masuk. Betul. Minimal 1 bulan sebelumnya. Nah, ya karena harus diurusin persuratan segala macamnya. Betul. Dan ini luar biasanya ee imigrasinya itu dia naik boot, nyebrang, Pak. Dari Nunukan. Dari Nunukan. karena belum ada di sini. Iya. Tapi nanti katanya kalau sudah ada ada pos sendiri jalannya nanti akan ada pos sendiri. Tapi sekarang belum ada. Jadi kalau misalkan kalian pikir, "Ah, pengin deh bon 360 juga sebaiknya ee tunggu kabar buka." Karena mengurus ini tidak gampang ya. Tidak gampang. Ee dalam tanda kutip merepotkan banyak orang juga sebenarnya. Iya. Heeh. Ee enggak cuma dari pihak Indonesia. Betul. Pihak Malaysia juga. Pihak Malaysia juga. Dan beberapa kali ada yang gagal. I jadi enggak melulu lolos apa lolos Pak ya. E terutama dari MKN ya. Betul. Majelis Majel keselamatan negara. Iya. Pokoknya itu deh. Itu dari Malaysianya itu beberapa kali banyak yang ditolak dan alhamdulillah kita lolos. Iya lolos. Yuk ayo yuk Bang Ja. Sudah ya? Beres. Bang Jack ini yang memandu kami termasuk Om Stepen juga dipandu oleh Bang Jack. Keren. Let's go. Jadi saya pakai satu nih. Oke. Oh ini saya punya. Jadi senang enggak sesat. Ya benar. Let's go. Perjalanan dimulai dengan langsung menuju ke imigrasi. Namun tidak jauh dari lokasi, kami mampir dulu untuk melihat pulau yang ada di dua negara. Kamu tahu enggak tu apa? Oh, pagar laut tuh. Pulau sebelah apa tuh? Itu sebatik Indonesia. Oh, sebati yang rumah dua negara ada di sana. Nyebrang berarti pulau terbahagi kepada dua negara. Sana atau Indonesia? Tuh sini. Ini ada pagar laut, Pak. Ini pagar laut bukan? Bukan pagar supaya obat tidak ya tidak hantam ni apa. Oh gitu. Jok saja. J suaraya warga kah sebagai benteng atau buatan pemerintah atau developer? Pemerintah. Pemerintah ya. Resmi Pak sana ada rumah dua negara tuh. Heeh. Rumah dua negara di Pulau Sem. Rumahnya terbagi dua negara Pak. Satu rumahnya dapurnya Indonesia. Repot kali imigrasi ya. Repot kali imigrasi. Repot sekali. Ya, kalau mau ke dapur harus cop, mau ke depan cop lagi, cop terus. Sehari passwor penuh, Dada aja. Gua kira pagar laut cuma ada di Indonesia doang. Tapi ini dibuat oleh negara, Pak. Tidak berselang lama, imigrasi selesai. Saatnya kami lanjut lagi pergi ke jabatan kustam. Kita sudah cop imigration ya dari Malaysianya. Habisnya kita ke ee custom dan ternyata ini kan di dalam pelabuhan ya ada terminal V ya. Jadi buat masuk terminalnya itu RM20 per orang. Ini ada ya? Ada tiketnya. Iya. He ada tiketnya juga. Oh itu tiketnya. Iya. Gampang sih sebenarnya. Gampang Pak. Di jabatan kastam kami agak kesulitan karena ternyata petugas yang biasa mengurus Karne sedang keluar kota. Kami pun dibantu oleh Pak Calderon dari konsulat yang repot-repot datang supaya urusan Karne segera beres. Mudah-mudahan info memang lah kan. E saya infokan mereka sudah jalan jam 11.00 lah kita anggap ya. Begitu Yuda ya. Ah ee yang kami akan bergerak ke sana. Iya. Saya ingat sekali saya susah mu ini, Pak. Saya ada dia punya WA. Iya. I jadi kita foto-foto lah. Iya. Foto-foto lah dulu. Mana foto-foto? Sini pun jadi. Untung saja ada Pak Kalderon yang datang dan membantu kami untuk bisa melanjutkan perjalanan kembali. Pak. Dia mau salam, Pak. Dia mau salam. Dia mau salam. Oh, i salam, Pak. Makasih ya, Pak. Asalam. Alhamdulillah akhirnya keluar juga dari Bea Cukai customnya Malaysia ini. Custom Malaysia tadi agak sedikit sulit ya ee karena yang biasa bertugas itu sedang pergi I betul ee selama beberapa hari dan petugas yang lain itu tidak paham bagaimana cara mencap mencop si CPD itu. Heeh. Nah, akhirnya ee ada Pak Kalderon dari konsulat. Beliau datang ke sini, dia mengajarkan bagaimana cara karnean CPD-nya itu dan alhamdulillah setelah itu bisa langsung langsung jalan, Pak. Iya. Ya meskipun kita jadi lama, jadi sejam lebih tapi enggak apa-apalah. Aman di balik kesulitan ada kemudahan pasti, Pak. Innamaal usri yusro. Betul kan, Pak Ojay? Pak, betul, Pak. Ya, kalau kita ee yang dipikir adalah kesulitannya ya, itu kita enggak akan merasakan ada kemudahannya di situ. Kita harus memikirkan kemudahannya juga. Iya. Isi bensin. Isi bensin dulu di sana aja. Di apa? Petron di apa? Kalandut apa, Kak? Pokoknya di tahu dibanding di di tempat terakhir saja. Tempat terakhir ya. Aman ya? Depan depan ya. Bukan kita masih banyak tak tak pakai itu kan di kalasan apa? Iya. Kasan ayam, Pak. Ah, enggak tahu tadi. Pokoknya diantarin sama dia tadi bilang, "Udah, udah ngobrol kok." Ah, ini kita ngomong cakap-cakap sikitlah. Eh, Bang, di tempat terakhir saja apa? Kita masih banyak di tempat saya. Saya, saya. Oh, oke. Oke. Kita nanti diisi tempat terakhir saja di P bensin terakhir sebelum masuk Kalabakan. Ke bode lah. Iya, sebelum pergi bode. Boleh, boleh. Heeh. Yuk. Nah, Kalabakan. Itu kalabakan. Iya iya. Ini kalabakan beda ya. Lihat deh. Lihat olinya apa. Olinya oli Indonesia itu. Mana? Kendal. Oh. Wah. Kendal Kendal. Jawa asli Jawa Tengah. Masuk tahu. Bukan bukan Amerika kah? Amerika. Amerika. Perjalanan kami lanjutkan ke Petron untuk mengisi bensin motor Get kami yaitu Bang Ja. Sekarang kita otw ke Kalabakan. Tapi sebelumnya kita mau isi bensin dulu. Nah, bensin yang kita akan isi adalah bensin dari Jerry Ken. Oh, yang cadangan. Cadangan. Kenapa? Karena takutnya dari kucing terakhir ya? Terakhir kucing ya? Iya. Seminggu lebih. Oh, iya benar. Udah seminggu. Tapi sudah mulai basi. Mendingan kita isi saja ya. Nanti yang baru itu di Jerry sebenarnya masih banyak tuh. F kurang dikit. Oh ini masih banyak ya benar. Dan udah jalan 5.854 kil jauhnya dapatnya 9 L per100 kira-kira sekitar 11,1 km/l. Wow. Luar biasa Pak. Gua enggak nyangka loh dengan orang yang segini banyak beban yang begitu banyak. Betul. Berat banget mobil ini. Iya. Ban yang sudah diganti lebih besar. Betul sekali. Ternyata masih mendapatkan 1 banding 11. 1 banding 11. Di depan ni ada Petron sebelah kiri. Tapi kita ke depannya lagi, Om. Yang kedua, Petron ya. Petron. Oke. Oke. Sambil menunggu Bang Jack mengisi bensin, kami juga mengisi bensin menggunakan jeriken agar jerikennya bisa diisi lagi dengan bensin yang baru. Perjalanan ke kota terakhir kami dilanjutkan. Hamparan perkebunan sawit dan jalanan yang semi offroad sudah menunggu kami di depan. Masuk sini jalannya sudah mulaimulai mulai mulai seruh. Siap-siap kresek. Waduh cepat tuh. Oh iya kayak kayak kain kemarin ya. Iya. Anda sudah mulai ada rasa-rasa kah? Ke sampah Pak. Iya. Heeh. He. Tapi sampai sana langsung bagus tuh. Iya. Tuh, betul. Berarti emang sebagian doang rusak ini. Iya. Sininya doang nih. Makanya double cabin di sini laris manis. Benar ya. Karena medannya katanya Sabah ini menurut orang Sabah ya, bukan menurut kami ya. Iya betul. Seperti bulan jalanannya. Seperti bulan banyak lubangnya. Banyak lubangnya gede-gede. Gede-gede ya. Karena memang di sini jalannya banyak truk. Iya. I di Sarawak itu bagus. Masih Sarawak bagus. Ke Saba itu agak lumayan. Kita masih 34 menit lagi nih sampai ke Kalabakan. Kalabakan. Kalabakan itu ini, Pak, border apa gimana? Kalabakan tuh kota terakhir sebelum border. Oke. Ke border itu sekitar 40 km. Wow. jalannya rusak lagi dan itu jalannya masih jalan perkebunan ya, jadi masih tanah. Oh, yang itu ya? Heeh. Makanya Bang Zack ini langsung minta buru-buru takut hujan. Takut hujan. Ya, semoga saja tidak. Ini sampai ke border sekitar 3 jam lah. Oh, dan di sana nanti ada ada pos tentara perbatasan ya. Insyaallah mereka ee sudah dikoordinasikan ya. Iya. supaya kita bisa melintas ya. Baik ee pos tentara Malaysia dan pos tentara Indonesia. Iya, betul sekali. Iya. Dan itu semua masih bersurat. Iya. Itu kemarin prosesnya panjang. Jadi terima kasih untuk konsulat Indonesia yang sudah membantu membantu ini semua. Dan di sini juga katanya ee ada gajah. Tadi perlintasan gajah, Pak. Ada gajah lagi. Dan Bang Jack itu kemarin dari keke katanya dia jalan dikejar gajah. Hah? Ya. Jadi ketemu gajah di jalan putar balik langsung lari. Was kencang? Seriusan? Iya. E semalam enggak dengar. Ngeri amat. Gua enggak dengar. Masih pas bagian gajah. Jadi gajah ini di sini sangat dilindungi ya. Oh. Heeh. Karena gajah bornya itu adalah gajah paling kecil di dunia. Oke. Tinggi maksimalnya 2,5 m. Itu paling kecil. Tetap gede buat kita. Iya. Untuk untuk famili gajah itu paling kecil katanya 2,5 m ya. Ee dan gaji di sini He. Itu jumlahnya sekitar 1.00 sampai 2.000-an. Oh, banyak. Iya. Tapi kalau di Indonesia itu sekitar 80-an. Hm. Jadi jumlahnya itu lebih banyak yang ada di sini di Malaysia ini ya. Padahal banyak sawit ya, Pak. Malay gajah liar masih ada ya. Enggak ngerti juga ya. Kenapa sampai-sampai dikejar gitu loh. Ada kejadian dikejar. Iya. Dan kalau gajah itu di sini kan sebenarnya kita yang melintas. Betul, Pak. Bukan dia yang melintas. Ya. Dan katanya ee pernah ada ee naik motor dua orang perempuan diinjak-injak sampai meninggal. Astagim. Panik kali dia ngelihat gajah. Iya. Dia berhenti. Berhenti dekat gajahnya. Heeh. Enggak tahu ceritanya gimana. Tapi semalam saya dengar seperti itu. Hmm. Itu heboh lagi. Ngeri banget ya. Wah. Iya benar. Belum. Ah, mulai gila-gadjluk nih jalanannya. Bang Je dengan motornya ngacir ni. Iya, motor ya band cuma dua. Enggak apa-apa nanti kita kejar lagi. Iya. Nah, untuk yang bertanya berapa biayanya untuk mengurus perizinan ini ya? Nah, itu, Pak. Ee tidak dikenakan biaya. Tidak dikenakan biaya. Iya. Kecuali tadi masuk pelabuhan RM20. Kalau bikin CPD itu kan dari Jakarta ya. Iya, kita bikin CPD dari Jakarta. Jadi, terus paling kita ee ada berikan lah Bang Zek ini kita kan sudah diantar cukup jauh loh. Jauh banget Pak. Belum lagi entar dia pas lewatin itu baliknya sendirian ini, Pak. Baliknya sendirian dan dia ingin cepat karena nanti gelap. Ah, benar. Dia bilang, "Aku ee kita berangkat sepagi mungkin." Kenapa? Karena kalau tibanya agak sore, saya pulang gelap katanya. Kasihan juga ya. Oh, benar juga ya. Harus berarti kawasan gelap begini ya. Karena memang bukan bukan border yang sudah dibuka untuk umum. He gitu. Dan kalau kalian pengin apply juga ya, pastikan dari jauh hari. Heeh. Dan lebih baik banyak mobil ya, jangan cuma satu atau dua ya. Heeh. Biar nanti kalau ada apa-apa kalian ada teman evakuasi. Tapi Pak sebenarnya tadi pesan-pesan dari Bapak Kaldiron yang bantu kita pesannya jangan dulu gitu tunggu bentar lagi buka ya. Tunggu bentar lagi buka karena kasihan benar-benar ee apa takutnya kalau makin sering makin sering kewalahan juga untuk meng apa bikin arus untuk keluar dari Indonesia lagi gitu loh. Karena ini belum resmi belum resmi. Jadi harus banyak bersurat dan harus benar-benar pelan-pelanlah hati-hati gitu bersuratnya juga. Heeh. Bangon pesan kayak gitu tadi. Boleh, boleh 360 tapi tunggu dulu. Sabar. Iya. Sampai border yang bagian dari Malaysianya benar-benar udah rapi. Oke. Kayak gitu. Tambah lagi tuh, Pak. Katakan yang ngecop nanti kan yang dari Nunukan Pak. Iya. Yang ngecop dari kita nanti orang imigrasi Indonesianya itu berangkat dari Nunukan. Heh. Tapi lewat jalan Indonesia. Jalan Indonesia. Nyeberang sungai. Sungai tadi sungai apa? Se ular. Heeh. Sei ular. Iya. Sungai ular katanya. Oh. dari Nundukan lewat saya ular baru nyamperin kita ke titik pertemuan. Kalau di Jakarta banyaknya se sapi ya itu makanan kalau di chart radio say something say something. Aduh enggak kelihatan Bangsek. Bang Sik benar-benar ngacir loh motornya. Tidak terasa kami pun sudah sampai di kota terakhir yaitu kota Kalabakan. Akhirnya kita sampai di kalabakan. Kalabakan tanpa kelabakan. Bukan dong kelabakan gitu, Pak. Berhenti kita. Kita berhenti dulu kali. Gimana, Bang? Engak makan dulu. Makan dulu. Makasih ya. Yuk. Boleh. Berebet-bebet itu motornya. Ininya tuh basah itu. Soalnya dia apa? Olinya kebakar, Pak. Jadi olinya kebanyakan juga kali ya. Benar. Jadi begitu kita keluarkan saja mesin HL kita kah? Wah agak lama tuh pakai tuh buat ganti busi aja cepat. Welcome to Kalabakan. Oke ini dia tempat makannya. Wah, Putra Alit KB. Hmm. Wah, bisa sambil nyuci mobil kita bisa, Guys. Biar ganteng masuk Indo. Wih, tapi kan ketemunya jalan tanah lagi. Wih, ini market trading. Sesampainya di Kalabakan, kami langsung mampir untuk makan dan istirahat sebentar. Setelah makan, pom bensin adalah tujuan utama kami. Seperti biasa, karena di Sabah tidak ada Ron 97, jadi ya di pom bensin terakhir ini kami mengisi RON 95. Sebenarnya mobil ini baru berkurang sedikit sekali, tapi karena ini adalah pembensin terakhir sebelum kita masuk ke jalur offroad ya, kita isi saj lah nanti. Katanya dari Indonesia itu paling dekat Malinau isi bensin ya. Guat kita Bapak Jack. Dia juga ikut mengisi bensin untuk bolak-balik nanti. Bismillahirrahmanirrahim. Apaan tuh? Sawit. Jatuh. Iya. Sawit. Sawit jawi. Jangan diinjak. Jangan diinjak. Ini ada sawit di tengah jalan. Jangan diinjak. Sawit tengah jalan. Jangan diinjak. Yakin, Pak, lu mau nyetir dulu? Slow, Pak. Aduh, ini jalannya offroad. Jadi kalau ada yang itu jangan ragu ya ya nanjak cari momentum ya sebelah kiri. Huhuy. Kita masuk ke medan offroad. Promx pindah ke depan. Promx pindah ke depan. Yuk yuk yuk. Gua kasih yuk baju kiri. Asalamualaikum. Asalamualaikum. Ye, ini eh masuk. Ula ulala ulala ulala. Habis makan nih. Bagus dah. Iya, habis makan. Tapi ya, Pal. Apa tuh? Tadi kita isi bensin pas keluar panasnya pol. Panas pol. Enakit kali ya, Pak, ya. Enak banget dalam mobil ya. Ah, aduh. Tapi kita berdoa semoga tidak hujan ya. Karena kalau hujan ya semakin seru jalannya. Heeh. Perjalanan 40 km tapi kami tempuh selama 2 jam karena medannya yang offroad dan juga melewati perkebunan sawit. Offroad-nya agak sedikit parah. Kita sama-sama turunin tekanan ban dulu ya. Kalau ini sekarang masih aman. Oke, Mas. Siap. Bang diturunin kalian ban, ban, bannya Bang Ja. Geol-geol dong. Wah, benar K. Nah, ini ini tuh ee kalau di W ada ya? Ada katanya ada. Coba lihat dong di Waze. Gua pengen tahu samain apakah sama W itu sama jalannya. Oke. Namanya pos apa? Sep ada sinyal loh. Pos sepadat. Pos gabungan. 1 jam 50 menit ada nih. Ada 1 jam 50 menit ya ada. Waduh luar biasa. Mari ambil perbatasan Indonesia, Malaysia, Kalimantan Utara, Sabah, dan Serudong. Batas negara mana waze di sini nunukan. Lanjut lurus sekitar 40 menit. Dia pulang tetap gelap, Pak. 16 nyampai 36 kilo. 1 jam 49 menit di jalannya. Berarti memang overad. Dan kita kecepatan sekitar 20-an ya. Iya iya 30 30 lah itu. Heeh. Wah. Ayo kasih jarak kasih jarak kasih jarak biar kalau tanjakan gitu. HT HT HT HT enggak El Kasih jarak ya? Gua ngasih jaraknya gimana ini? Nah tuh malah jadi enggak nanjak tuh. Bukan tadi sebelum nanjak lu kasih jarak dulu baru bisa serok gitu. Aman aman. Masih aman tanjakan begitu Pak. Iya karena kering. Heeh. Ah, enggak enggak usah terlalu dekat. Oke. Dan nanti ketika ada tanjakan kita cari momentum. Oke. Nah, ini pelanin dulu nih biar dia jalan. Ah, sampai sana kita jok. Nah, gas jalan aja terus kita jaga jarak karena ada beberapa tanjakan kita harus ngambil momentum. Oke, betul loh itu jalannya. Betul, Pak. Betul. Ya, tapi gitu. Enggak bisa melintas sembarangan, Pak. Iya. Harus bawa ini. Harus bawa ini kan jalan. Iya. Harus bersurat dulu sebulannya. Bukan maksudnya jalannya udah benar ini. Benarnya udah di mapnya udah ada di basnya ada. Udah the best ya. Terakhir waz kita masuk. Jembatannya bolong. Jembatannya bolong. Ya benar sih ini W juga jalannya begini. Iya cocok dia emang spesialis ambil gini fib. Wah ini kalau hujan lucu banget Pak. Lucu-lucu doang maju kagak ya. Iya Ternyata Cherry bukan hanya mobil touring ya, mobil tambang juga. Enggak dong, ini bukan tambang, ini kebun. Perkebunan cawit. Mobil kebun enggak ada truk, mau ngajak. Oke. Di sini kalau enggak diim nantinya ngasih. Nih truk bawa sawit. Benar kan? Tapi mereka bawa sawitnya atapnya rata ya. Atapnya rata. Parking dulu ya. Parking dulu sini. Parkir dulu. Parkir. Ini kita minta izin dulu nih. Pos kedua ya, Pak. Ternyata itu bukan pos melainkan hanya batas antara perusahaan sawit yang beroperasi di sini. Zone memakai topi keledar. Keledar apa? Helm safety kali, Pak. We pala rallyo. Wah. Aduh. Enak pakai ini. Bantal ini buat offroad ya. Ternyata ya. Lihat leherak goyang kepala enggak mental-mental. Wih. Bentar bentar bentar bentar bentar bentar. Tunggu tunggu tunggu tunggu tunggu tunggu. Di dulu di dulu. Ali semua dia. Heeh. Let's go. Cari ini adalah mobil FWD pertama yang lewat di jalan ini. Karena biasanya yang lewat sini adalah mobil 4x4 dan RWD. Di sini belakang. Panjang enggak tanjakannya? Tanjakannya aman, Masti. Oke. Oke. Kita gas ya, Pal. Aman katanya. Oke. Karena tikungan tuh enggak kelihatan. Iya. Wah, tinggi ya. Tinggi. Wah, ini baru mantap, Pal. Nah, gitu dong. Luar ini. Wah, terbang enggak? Ternyata enggak dong. Aman, Pak. Suspensinya kayak kakinya. Gua pikir bakal terbang. Kalau terbang tu bukan ngarah suspensinya sih, Pal. Karena emang jalannya aja. Kalau setelah terbang itu bagaimana suspensinya? Oh, iya. Untung peredamnya ya. Iya. Cari ini airways. Jadi entar Wow. Di sini kita turun bukit terus ya. Turun terus. Oke, berarti teman-teman harus jaga jarak ya. kita ingat remnya on off on off. ini ada papan kerudong. Oke, ini katanya cek poin pertama. Berarti tadi apa dong? Berarti tadi cuman masuk ini, Pak. Serikat kali. Oke. Serikat sawitnya. Ini checkpoint pertama kita. Ah, ada tulisannya Serudong tuh. Oh, iya. Serudong. Wow, wow, wow, wow. Wah, Pak. Pelan-pelan, pelan-pelan. Eh, kita kepesin ban dulu kah? Coba lihat. Aman sih. Aman. Dulu aja. Gas. Enggak apa-apa, Bang. Ada yang tandut kiri kanan ya, Bisa dikolongin. Oke. Gas, Pal. Gas, Pal. Gas, gas, gas, gas, gas. Nih gas, gas, gas, gas, gas, gas, gas, gas, gas, gas. Goyang dikit. Cari traksi. Nah, ikut ee ikut alur kita, Pak ya. Ikut alur kita. Oh, sudah. Pelan-pelan berhenti. Berhenti berhenti. Ah, itu ngengsol dikit tuh. Bapak mau yang bawah, Pak. Gua rada kurang PD nih. Eh, gua rada kurang PD nih gua. Kita turunin itu dulu ya sedikit ya, Bang. Tekanan dulu. Stop, stop, stop. Stop, Bang. Karena dirasa medannya semakin agak menantang, kami memutuskan untuk menurunkan tekanan O, perjalanan kami lanjutkan. Medannya mulai tanah dan agak basah. Eh, kami agak sedikit takut akan datangnya hujan nih kalau begini. Iya, soalnya awannya sudah mulai padat sepertinya. Ada-ada rada-rada hitam gitu awannya loh. Udah belok kanan. Ini pasti basah ini kemarin. Iya sih harus kemarin hujan ini pasti dalam 5,9 km. Belok kanan. Enggak apa-apa, enggak apa-apa. Aman. Ah, ada pelindungnya di bawah. Ada pelindungnya. Itu bunyi beletak beletuk ke pelindungnya itu. Kalau pelindungnya kalah copot. Aduh ngeri. Enggak kuat, Pak. Kuat, Pak. Kuat, Pak. Masih mau bantu enggak? Ini Bang jajeknya juga tidak lari. Iya. Enggak laju dia. Untung belakangnya dia AWD tuh. Aman, aman ya. Aman ya guangan ya. Aman. Langsung, Bos, langsung, Bos. Langsung, Bos. Oke, kita ngambil momentum kanan, ya. Siap, siap, siap. Huh, seru. Betul kan? Kalau sport udah RP hampir 3.000 masih gigi satu dia. Hm. Enggak mindah. Jadi enggak buru-buru turun RPM-nya. I ya. Jadi kalau enggak buru-buru naik ke giginya. Jadi once terata kita agak stuck, kita mau gas lagi, dia enggak perlu turun gigi dulu. Iya. I tidak berapa lama setelah melewati jalan tanah, kami disuguhi dengan jalan batu yang agak panjang. Ah, senang sekali. Wah, ini oke. Agak nikmat. Oke, kita pindah ke E mode saja kalau gitu. Jalan batunya panjang katanya. Kata Bang Jack. Ah, turunin lagi. Ah, gaya banget. Bang Jack tinggal di sini kali ya jalan ya. Dia sudah empat rombongan katanya yang mobil. Oh, dan selalu sama dia, tidak pernah sama yang lain. Iya, Bang Jeff. The best. Semua orang sini juga sudah kenal katanya yang menjaga perbatasan-perbatasan ya. Dalam 300 m belok kanan. Aman dong ya. Aas. Oh, ada rambu juga. Tetap deh. Nah, ini jembatan nih. Awas tuh karena jembatan mengecil jalannya. Ini benar kok. Cuma ini maps-nya ngacau. Hilang banget ya sinyal GPS-nya ya. Itu batu bara bukan sih sebelah kanan bukan mau lempung vulkanik biasa ini. Vulkanik biasa. Iya lempung katanya bukan semen iya lempung. Lempung. Oke kita jaga jarak. Nah ini licin ni kali banyak kok itu, Pak. Y yuk senyum-senyum rama-rama ya. Eh enggak ada sintanya. Tidak disangka melewati jalan yang sedang dibangun untuk menjadi jalan ke border nantinya. Oh, benar. Ternyata jalannya emang lagi dibangun. Keren. Bentar lagi kalian bisa Borio 360 mungkin dalam berapa lama? Ah, paling kalau banyak orang Saba bilang harusnya tahun ini bisa enggak? Tahun ini mulai pembangunan. Iya, maksudnya tahun ini mulai pembangunan ya. Benar sih tahun ini mulai pembangunan? Ya 2 tahun lah. Sabar-sabar aja dah. Saya dulu gitu aja, Pak. Kita jawab dulu aja. Siap. Per menteri. Siap. Coba yang kontraktor kalau bikin jalan ee aspal sepanjang 42 kilo ya. Heeh. Dengan kondisi yang masih ra sekali. Tapi ini udah dibatuin nih kayaknya udah berapa lama? Heeh. Kayaknya emang tahapannya dibatuin dulu, dikerasin dulu ya. Heeh. Ini udah keras ini sih yang belum. Heeh. Habis itu karena kayaknya mereka bikin bikin jalan juga enggak asal ya. Heeh. Jadi emang harus di ini ni ini ada batu-batu ini sudah ini lah. Ini mah alus sudah nih. Iya jangan-jangan sampai sana ada batunya udah bagus udah bagus jalannya. Ah berbatu seperti ini. Dulu katanya masih kayak yang awal tanah semua ya Pak. Heeh. Oh gaj. Kalau udah jadi naik langsung belok kiri border 360 mah enak banget ya. Wis asik lemas saya Pak. Kaki saya lemasuh wei. Wah, lihat pemandangan sebelah kanan tuh. Kalau enggak ini ya, kalau enggak debuan dalam 2,7 kman sawit sana ke sana ya. Rapi sawitnya sampai sana-sana Pak. Coba masalahnya petani sawitnya ngelewatin jalan apa jalan kaki gimana ya ke sana ya? Pasti ada itu, Pak. Kendaraannya. Traktor juga termasuk bisa masuk, Pak. Jauh loh. Tuh banyak jalan, Pak. Tuh di tengah-tengah udah ada akes. Ngapain, Bang Jack balik? Iya, Bang Jack sih baliknya capek juga. B aja dia udah biasa. PD PD dia naik kayak JZ itu motor bebek. K SR bulus tuh ya. Iya, Srea, Pak. Tapi enggak bulus yang prima. Prima ya. Heeh. Yang sebelum Grand kan? Iya, Mas Belum Grand itu. Wah, ini dia kerjanya di pinggir banget gitu. Enggak takut jatuh ya? Takut, Pak. Cumaan lagi, Pak. PD tapi PD, Pak. Tuh, benar-benar di ujung dia madinmadin ini dinding tebing. Iya, benar-benar di ujung loh. Ngeri banget loh. Udah lebar banget, Pak. Iniudah banget. Udah siap banget ini. Dan mereka tuh bikin jalan tuh lebarnya pol loh. Iya. Heeh. Enggak digepres-ngepresin dua jalur ya lebih gitu. Ada lebihan kanan kirinya. Kemudian mereka juga bikin tuh ada ee parit ya. Iya. Jadi ada saluran air juga. Persiapan ketika sudah di aspal air ngalir ke parit semua. Kayaknya ini emang sudah dibangun tapi pembangunannya enggak masif. Jadi pelan-pelan dia ya. I. Heh. Heh. Wah. Paritnya udah. Heeh. Proper Pak ini, Pak. Heeh. Wuhu. Support, Pak. Allahu Akbar. Uh. Oh, mataan. Eh, sport tuh masih RPM-nya 4.000 dia. Iya. Iya. Masih dikejar. Tapi ya dengan adanya jalan yang sudah dibangun nanti ya, siap. Ini enggak cuma memudahkan kita yang mau ee touring touring atau mau mau lewatin border. Iya. Tapi juga warga kampung sini. Oh, hidup. Jadi hidup itu jadi lebih mudah buat keluar masuk dan lebih aman pastinya kan. Iyalah. Tapi mereka tuh enggak bikin jalan yang kecil aja gitu ya. Kenapa harus terlebar itu ya? Ya mungkin nantinya benar-benar jadi jalar utama, Pak. Iya sih. Mungkin kalau pasasan truk selebar itu loh. Lebar loh ini. Kalau papasan truk juga enak kali, Pak. Iya. Heeh. Sungai Serudong Estate. Nah, ini kita berarti udah pindah kebun nih. Oke, serudong. Oh, wah jembatan Pak. Ada buaya enggak? Ada. Kalau ini kayaknya sih. Iya nih pasti. Heeh. Hidup deh air. Mana buayanya itu? Kayak ini enggak kayu tengayu. Kayu. Kita turun yuk. Lihat buaya. Ah, Bang C panik. Ayo, ayo. Ao. Cepat cepat cepat biar aku bisa pulang. Iya, makanya kita Iya, iya, iya, iya. Namun, tidak berselang lama ternyata medan yang agak ekstrem kembali sudah menunggu di depan momentum, Lemas akhirnya, akhirnya. Allahu Akbar. Ternyata bangunan jalannya bukan bukan jalan untuk ke sini emang buat dia. Tapi ininya benar. Betulnya ngikutinya. Betul. Gua enggak bisa lihat lu. Kiri kiri jauh aman. Kiri aman kiri aman. Kiri aman kiri aman. Kiri aman. Jauh agak lurus. Kira ke dalamul. Oke jadi kamera 36 ini kepakai ya. Oke kepakai. Suruh tunggu dulu. Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu. Oke, oke, kita stop. Kita stop. Ternyata ada kendala sedikit. Motor Bang Jack mogok. Jangan dik yuk. Aduh, kenapa berhenti di situ lagi? Motornya mogok, Pak. Oh, masih mogok. Iya. Oke, Bang. Gas. Masih mogok. Motor udah nyala. Motor. Panas dia kali. Hah? Oh, kan tuh businya basah. Iya, basah banget. Gimana dia baliknya ya? Aman, Pak. Yang penting kan kita sudah kasih tahu ya. Dia dia tinggal tambah oli ganti busnya gitu kita motong. Oh alah kita motong bikin deg-degan saja. Asik asik. Am aman. Enggak nyangka loh tadi benar-benar Bang Jack memberi apa ya? Memberi semangat. Iya. Dalam 300 m Indonesia pusaka belok kanan ke perbatasan Indonesia. Kenapa enggak pakai loket payu tadi? Kalimantanudah udah lebih jelas dia bener loh map ini hebat Waze. W mengalahkan Google Maps dipuji W di sini WS kamu mantap walaupun waktu itu saya pernah marah gara-gara buka WC Kalimantan Utara. Wih. Oh. Tapi yang depan juga belum jadi jalannya. Tapi sudah dilebarin, belum dibatuin aja. Iya. Nah. Wah, kita masuk lagi. 3 kilo, Pak. 3 kilo dalam sempadan Malaysia. Maaf ya, ini agak nanjak jadi harus digas sedikit. Aman, Pak. Tanjakannya gimana? Depan. Tanjakan depan. Aman. Tanjakan depan ya. Aman di AWD. Aman aman aman. Ambil yang sebelah kiri. Di kopi. Di kopi. Oh, benar legaan. Uhuy. Yitu dong dikasih dia. Luis, kita sampai pos Luis. Wuhu. Alhamdulillah. Nanti kita lewat jalan sebelah kanan situ. Oh, gitu. Ternyata pos Luis ini tidak boleh mengambil gambar. Kami hanya masuk ke dalam dan diberikan pengarahan tentang medan yang akan kami lewati selepas dari sini. Kami menyimpulkan, kita simpulkannya adalah kita ada persiapan buat offroad. Betul. Karena habis ini jalannya hmm lebih lucu lagi. Lebih lucu lagi. Cuman pendek, Pak. Ya, 3 kilo. Tapi kita bisa sejam. Iya. Dan tadi yang lucu adalah gua tanya sama tentara. Heeh. Pak, mobil yang paling kecil lewat sini itu apa? Heeh. Ya, mobil inilah katanya. Yang lain bannya sudah gede-gede, sudah pakai tinggi-tinggi ya kan. Dan tadi kita beruntung banget ya ee kita ketemu rombongan baru keluar aja. Iya. Mereka lagi mengukur, men-survei jalan untuk nantinya dibikin jalan besar. Hah? Oh, survei tadi? Iya, tadi lu enggak ngobrol. Gua kan ngepesin ban. Ngesin ban keliling gua. Iya. Jadi tadi itu ternyata lagi dipersiapkan gitu. Jadien jadi ee bukan omon-omon benar lagi mau dibuat ya. Terus saya tanya e kira-kira kapan jadinya? Oh ya tidak mungkin cepat karena ini baru pengukuran. Kenapa tadi ngomong apa deh? Enggak GoPro. GoPro dipersiapkan rolling terus. Oh rolling terus. Memorinya udah mau habis. Waduh jalannya begitu ya. Bisa, Pak Iya, Pak. Heeh. Mari kita lewati. Hei. Hah. Yuk. Aman. Jalannya begini sekali ya. Bisa, Pak. Oke. Ambil. Oke. Wah, saya suka ini. Baru opening. Baru opening. Ini saya enggak berani ngambil jadi driver. Kalau begini sepadan I love you. Ini jarang kali kita. Kok di Band muter semua ya? H AWD Pak yang ya. Ini benar Pak saya kagak usah pindah ke Promx Pak. Enggak enggak apa aman. Aman buat nit front wheel drive yang pertama kali guys lewat sini. I front wheel drive yang pertama kali lewat sini. Jangan sombong dulu, ya. Kan aja, Pak. Masalahnya kesombongan itu bisa berubah menjadi sedih. Eh, tetap tetap gua pengen lihat kamera 36 dulu. Oh. Heeh. Bismillahirrahmanirrahim. Semoga tidak ada tanjakan yang aneh-aneh. Ah, bawahnya kenang-kenangan, Pak. Ah, kita sebaiknya jaga jarak dulu saja. Oke, boleh. Huh. 3 kilo doang, Pak. 3 kilo. 3 kil. Ee, rumah saya Pasar Minggu aja kantor 45 kilo lebih jauh. Iya, cuma jalannya begini. Turunan kita baca subhanallah. Ah, subhanallah. Aduh. Allahu Akbar. Astagfirullah. Ah, ini dia. Oke, gua maju ya. Ini yang sungai tadi gua anjing kata dia. Mari kita dikarenakan ada sungai kecil dan harus melewati jembatan kayu, kami putuskan untuk men-survei TRKnya terlebih dahulu. dirasa sudah cukup untuk menentukan arah mana yang kami lewati. Tampaknya aman dan tidak ada masalah yang berarti saat Cherry Tigo Promx melewatinya. Yuk, kanan pelan-pelan pelan-pelan ya. Lurusin ya. Lurus. Gas gas gas gas gas terus terus terus gas terus terus terus. Alhamdulillah. Yuk. I'm ready. Yuk. Maju, Pak. Maju, Kananin, kananin, kananin. Terus. Terus, terus. Kiri dikit. Oke, dapat. Maju, maju terus, terus. Maju. Aman. Kanan, kanan, kanan, kanan, kanan, kanan, kanan, kananin. Terus, terus. Aman aman. Terus, terus. Ya, masukin kanan. Masukin kanan. Terus, terus, terus, terus, terus. Yah, manual, manual, manual. Enggak dapat lader. Kurangnya traksi membuat tigo kami agak tersangkut masuk ke dalam tanah. Kami putuskan menggunakan sander sambil menggali tanahnya. Bismillahirrahmanirrahim. 1 2 3 1 2 Hakan tali ada ada tali ada mundur dikit mundur dikit yuk bareng yuk dorong yuk dari sini juga bisa nih dari pilar Eh, belum, masih netral. Oke, yuk. Bismillahirrahmanirrahim. Terus, terus, terus, terus, terus. Enggak dapat, enggak dapat. Awas, awas, awas. Dapat lagi. Aduh. kasih lagi kasih lagi kasih lagi. Tanah yang agak licin dan tidak terlalu padat membuat mobil kami tidak mendapat traksi. Dengan cara yang sama kami bergotongroyong menggali tanah untuk sander. Ya. Oke sudah. Satu dua t. Oke terus. Terus, terus, ayon terus. Ayon, ayon, ayon. Wah. Bismillahirrahmanirrahim. Wah, turun. Tes. Alhamdulillah. Luar biasa. Alhamdulillah. Alhamdulillah dengan bergotongroyong kami bisa melewatinya dengan baik dan insiden ini membuat kami jadi semakin solid dan siap untuk rintangan selanjutnya. Thank you guys. Yah, tutup lagi itu. Itu kebayang ya ini enggak enggak basah-basah amat. Iya. Eh, kertin ka belum gimana basah Pak? Nangis, Pak. Langsung kita putar. Hatiku sedih, hatiku gunda. Tak ingin harus berpisah. Hatiku bertanya buat badan. Hatiku curiga. Padahal tadi itu baru dilewatin sama mereka loh. Iya. Artinya harusnya lebih padat, Pak. Tapi enggak juga. Cuman karena pinggir-pinggirannya kegeru sama batul mereka. Iya. Jadi empuk. Bentar kita mau masukin paritnya dalam ketinggian gua nih. Bentar turunin dulu ah. Enaknya kalau ini ya elektrik ya. Gampang ya, Pak? Bentar bentar bentar tutup deh. Coba C. Enggak tahu ya. Kerasa banget loh kalau luar dibuka tuh panasnya. Uhuh. Ada mobil pindah ke manual gigi satu aja ya. Dilaksanakan. Wah, Om sudah mendaki kah? Sudah mendaki kah? Sudah, sudah, sudah mendaki habis ini tahan. Bisa nimpah kita kapan aja? Apaan tuh? Ini saya pegang. Oh, I ada parit di depan. Pandai-pandailah. Pandai-pandailah. Ah, tahu dia. Mantaplah. Kangkang ini menggunakan kamera 36. Kang. Wuhu. Dapat. Dapat terus. Allahu Akbar. Jangan masuk kolong. Allahu Akbar. Tidak masuk kolong. Alhamdulillah. Allahu Akbar. Ternyata kamera ini benar-benar membantu ya. Mantap, Pak. Ini tuh. Oh, ya. Enggak, gua takut masuk kolong itu. Bisa mantau, Pak. Kita ngangkanginnya di mana jadinya? Entar duluah. Kita tunggu dulu. Iya, benar. Kalau cepat sikit kita butuh momentum. Nah, cuman kalau kita kencang Heeh. mati dia. Oh, kameranya iya. He entar sebaiknya biar tunggu mereka bunuh saja. Maaf ya. He sudah sampai dial. Berhenti dulu sampai di apa saya berhenti di depan. Sampai di mana? Sampai di mana? Di depan. Setelah tanjakan itu kita sudah masuk ke aspal ya. Saya mau berhenti terus yang pindun sama W. Maaf ya. Maaf ya. Kita melaju momentum. Kita melaju momentum. Berharap menjauh mobil. Hati-hati Promx menjauh. Maaf ya. Maaf ya. Terus Pak aman Pak. Eh gigi dua. Ayo Pak. Oke. Udah di udah dimanualin. Allahu Akbar. Subhanallah. Alhamdulillah. Udah udah dimanualin gigi dua dia tiba-tiba ya. RPMnya ketinggian kayaknya. Weh, jalan aspal. Indonesia punya Pak. Aduh ini Indonesia punya ini. Eh, jangan berhenti situlah. Jangan berhenti situ. Majuin dulu, J. Majuin dulu, Jel. Majuin dikit, Jel. Aduh. Jadi ini aspal ini udah Indonesia inya gitu, Pak. Bukan aspal. Beton. Ini beton. Beton. Street. Meskipun aspal tidak boleh ngebut ya, karena ingat kita tekanan bannya. Ah, lega sekali. Akhirnya kami sudah melewati medan offroad dan sudah bertemu jalan aspal lagi. Sungguh perasaan yang sangat lega. Masih merasa lega dengan jalan aspal. Ternyata di depan kami ada hal yang jauh lebih menakjubkan lagi. Gitu engak gitu lihat tuh ajak aku offroad. Foto foto foto. Masalahnya ajak dia offroad pakaj seberapa. Anda telah sampai di tujuan. Wih, ini baru yang satu posnya, Pak. Ada lagi. Wih, indah kali, Pak. Kiri, Pak. Coba lihat tuh. Uh, iya, kami telah sampai di tujuan dan kami juga sudah masuk kembali ke wilayah Indonesia. Sudah ada Bapak-bapak tentara yang menunggu kami dengan senyuman dengan raut wajah yang takjub. sama seperti kami. Sesampainya di sana, kami langsung diantar ke kantor pos gabungan untuk dicek kelengkapan berkas dan administrasi lainnya. Alhamdulillah sudah sampai. Ah bau ini. Iya ya motornya olinya pas lagi tanjakan lagi dia ketengnya kena dia juga Pak. Oke. Ketengnya kena juga. Kenapa? Hampir saya pulang nih. Makanya Bapaknya rasa-rasa tadi. Iya. Ya Allah. Aduh. Jadi apa aja masalahnya? Ring seher kena. Iya pasti boring baret. Heeh. Oh boring dari baret. Heeh. Keteng kenapa? Keteng kena. Saya juga baru tahu tuh apa stang sehernya. Kenapa enggak tuh? Iya, remnya juga remnya. Remnya enggak ada, Pak, yang depan. Yang belakang sudah habis tuh kampas, Pak. Ya Allah. Terus ban depannya botak, Pak. Astagfirullah. Itulah tapi tembus, Pak. Mana Indonesia dia. Enggak. Itulah itu yang ngebuat tuh. Ya, kita udah pakai persiapan ya kan. Ban AT dan kawan-kawan. Lah, ini rem kagak ada aja lewat. Seherda oblak aja lewat. Lewat masih. Aduh, gengsiku tuh kena gitu loh. Mau keren enggak jadi gitu kan. Oh, enggak bisa. Enggak bisa keren. Pak, tapi setiap medanmedan offroad selalu ada motor-motor Supra gini, Pak. Emang tapi ini Pak lewat tiba-tiba rekamin tuh. Kasihan. Aman, aman, aman, Bang. A sekalian direkam nih tapi ya ini ya luar biasanya adalah kita menjadi mobil Tiongkok pertama yang melewati ini dan mobil FWD pertama juga yang melewati ini. Iya rekord. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Iya bisa masuk rekor MURI kita. Bisa bisa nih bisa mftarin apa mahal Pak? Ya barangkali bisa Pak. Kenapa nih? Ada ular gede banget. Wih, mana mana mana mana. Udah lewat di depan sebelah kiri kita. Kobra kasih wagyu aja kali ya. Jangan dong. Nah, lumayan tuh. Lumayan tuh. Waduh aja dulu biar biar kaget. Oh, gitu. Waduh. Wah, gimana? Ada penutupan jalan. Kita harus bagaimana? Enggak, enggak, enggak. Drama banget begitu. Ikut aja ikut aja. Eh, ada lampu. Boleh kali istirahat sini bentar kali, Pak. Ya, enggak apa-apa, Pak, ya. Oke, kita itu ada warung kok. Ada warung. Rindu engak kapal api. Saya rindu semua yang ada di Indonesia. Kopi 78. Iyalah kopik lah, Pak. Kopiko 78. Best. Best. Iya, tadi kopiko gua diminum sama Bang Zek katanya enak banget nih. Apa nih? Wah, harus masuk Malaysia produknya berarti. Iya. Oh, kalau yang coffee candy udah ada. Coffee Candy udah ada. Kopi 78 harus masuk. Padahal enggak sponsor ya. Tapi enggak apa-apalah. W ini anjing Indonesia nih pasti ngomongnya. Herder cuy hitam gitu wei. Ada [Tertawa] bocah. Setelah sampai petugas langsung melakukan pengecekan dan pencocokan data administrasi dari paspor maupun karne kami. Setelah semuanya rampung, kami pun langsung mempersiapkan mobil kembali untuk langsung melanjutkan perjalanan. Namun beruntungnya kami karena tidak lama kami sampai hujan yang sangat deras turun. Ini benar-benar alhamdulillah ternyata hujan deras sekali. Tapi kabar baiknya adalah kita sudah sampai sini. Kebayang kalau misalkan kita masih di sana terus hujan. Aduh kayak jadi kita benar-benar beruntung. Alhamdulillah. Ini bully. Itu bukan jas hujan. Jadi bagaimana ini? Basar dong. Besar dap d begini begini ambilin jas hujan kita lah. Udah udah udah udah ada udah ada udah adaudah. Ya pakailah nanti sakit kau. Enggak apa. Mari mari mari kita foto dulu. Ayo ayo. Oke. Lepasnya mau balik. Mau balik loh jalan kayak gitu. Lihat ini motor ini benar-benar membuat kita itu marilah kita foto lah. Jom. Mau jadi jagoan tidak jadi. Bayangin bannya sudah botak. Rem depan. Rem depan. Rem depan tak ada. Tak ada nih rem tak ada. Iya rem tak ada. Mantel tak pakai. Mantel tak pakai. Masyaallah. Boleh. Sehat-sehat bang. Oke. Nanti saya informasi sampai tahu ya. Mana yalah saya bagi tahu Pak Kaliron supaya Pak kan WA gak ada kan. Oh W-nya tak ada kan. Aduh, terima kasih banyak ya, Bang ya. Saya mohon maaf kalau selama perjalanan ini ya ada yang tidak berkenan terutama Bapak ini semuanya aman semuanya aman. Semua aman. Mau Bang apa ini? Oh, ini sudah ada kenapa di topi yang lain enggak ada apa? Kayak banyak laut kita. Jom foto. Yuk. Jom foto. Diam foto dulu. Yuk, Bang. Oke. Aduh. Sampai jumpa lagi. Jumpa lagi Om. Jumpa lagi ke Jakarta ke Jawa Tengah kabari nih Pak ini Wi. Terima kasih ya. Hm. Nanti serot motoran kita. Oke Om. Terima kasih Om. Bang ya. Oke. Mantap. Siap. Jadi kenangan Pak Komandan ini sudah memberikan kalau mau menginap boleh loh. Iya. Heeh. Khusus buat Bang Zek. Iya. Oke. Saya gerak dulu ah. Ya, jam sebelum jam 8.00 nanti tutup gate di bawah. Nanti susah lagi orang ini mau buka. Sehat-sehat ya. I oke. Alamak. Dan itulah dia bang Jack, seseorang yang sangat luar biasa bagi kami. Dengan motor Astrianya yang tangguh, tidak hanya sekedar menunjukkan jalan dan mengantarkan kami ke tujuan, Bang Jack juga memastikan kami semua aman. Bagi kami, Bang Jack bukan hanya guide penunjuk jalan, namun Bang Jack seperti saudara. Terima kasih, Bang Jack. Sampai berjumpa lagi. Wah, ini mantap nih. Size paling besar apa, Pak? Ini mantap nih. Paling besarnya apa? Xah orang sini udah ini ininya bagus loh. Ada ada motifnya ini di sini lagi nih paling besar XL kayaknya enggak ada ukuran saya berarti lihat nih 3 XL apa apa keren ini ya XL saya lihat dulu rata-rata T 3 XL Pak ada hijau sih ya XL-nya sebentar Pak XL saya muat Pak Jang Mas tentara Pak nah ini ini cakep nih Pak salat rasa siap sarungnya mending yang ini apa ini entar entar salat abang lebih tegang yang paling Pak menurut lu enak mana gua ini sih juga ini pendek ya anda mana anda mana ya inilah emang emang ketat-ketat Jay kalau baju ini ya rata L pak enggak ada XL ya rata-rata L Pel tolong bayarin ya oh lu jangan gua L duit mana gua enggak ada gua payahingit boleh coba jalan tadi baru itu itu beda lagiah itu itu sertifikasi nekat ya benar ya nekat He FD loh. F kayaknya FWD pertama ada pernah ada mobil FWD yang pernah lewat situ belum, Bang? Belum. Ya, tersertifikasi. Proof proof tadi yang di ee apa? Luis. Luis bilang juga bilang gitu. Ini mobil paling kecil. Ini mobil paling kecil yang pernah lewat sini. Yang lainnya kayak gitu tuh. Tuh, tingginya tuh. Nah, tinggi-tinggi dia tuh intinya begitu fourwel drive. Nah, itu mobil terkecil. Perbatasan approve. Perbatasan approve ya. Tapi tidak untuk dicontoh ya. Tidak untuk dicontoh. Minimal bannya MT lah. Bannya MT lah. Alhamdulillahnya hujannya itu setelah kita lewat. Alhamdulillah. Doa terus tadi kita, Pak. Kalau tuh hujan pas di situ 2 malam kita di situ kayaknya enggak kebayang sih, Bang. Karena rekor 2 malam katanya paling lama. Bangun tenda darulat dong, Bang. Ya. Ya, tapi mobil apa d malam di situ? Kayaknya bukan pas zaman kita deh, Bang. Oh, pas zaman sebelumnya, ya. Oh, masih lebih blok lagi ya? Lebih. Iya, benar. Oke, telepon Bapak lah nanti kalau itu di situ, Bang. Terima kasih banyak, Bang. Oke, Bang. Heeh. Nanti kalau ke Klaten kabari. Oke, entar saya ajak ke Magelang nanti. Boleh kan, Akmil? Berarti pulang lagi kan dulu kan Akmil di Magelang ya kan. Heeh. Kalau ke Jakarta, Pak, kabar saya, Pak. Nanti saya ajak motoran, Pak. Jakarta. Oke, entar diinfo-infoin. Siap. Siap dulu. Buat jajan. Buat jajan. Ayo, Bang. Makasih. Benar jalannya ke sini? Iya benar lu mentok. Oke mari pakadah Farhan. Paramdulillah. Pak Pakhan Pak. Mau ke mana kau punya adik bungsu nih Pak. Lampu kalau kotor itu tuh jadi bias dia enggak cutof-nya jadi enggak bagus termasuk yang bawah nih. Sama dari tadi itu enggak ada mobil lewat selain mobil kita loh. Iya enggak? Iya enggak ada. Enggak ada mobil selain mobil kita tuh enggak ada dari tadi. Jadi ini kita mau di tengah-tengah santai itu aman sekali. Jadi memang masih sepi sekali nih jalan. Petualangan kami di negara tetangga resmi sudah berakhir. Namun, perjalanan panjang dan penuh tantangan sudah menunggu di depan. Karena tinggal sedikit lagi kami bisa merambungkan Borneo 360. Meski sudah malam, perjalanan kami lanjutkan ke sebuku karena kami akan menginap dan esok paginya baru akan melanjutkan perjalanan kembali. Sampai jumpa di episode selanjutnya. By the way, gua pengen ngajak lu wisata kuliner dulu. Kan puasa ya. Oh, ya udah enggak jadi kalau gitu. Padahal gua mau ngajakin makan yang enak-enak kanadi kepiting. Mau kan? Mau banget sih. Wih. Wih. Ada Indomaret. Indomaret. Indomaret 300 m. Mana Indomaret? Berhenti dong. Mau keluar dulu. Enggak lah. Indaret pertama. Indar pertama setelah Simang Garis. Simpang dari buka puasa pertama bareng Lupal sama lu juga. Wan gimana? dia give me your empty words you give all the time give me your shadow looks make me feel like you're min it's a sorrow
