1M JOURNEY TOUR DE ASEAN: BANYAK RINTANGAN MENUJU IBUKOTA LAOS! (YouTube Video)
Bari mendengarkan suara WC. Padahal ini kita enggak ada orang. aman kan? Tadi kayak suara P gitu. Biasa ada hantu. Oke, selamat datang di kamar kita seharga Rp250.000 di bukit dia sekitar R10.000 loh. Baru datang Riana sudah dikagetkan dengan suara di toilet. K ini apa sih Kang? Ini parno. Karena sebelumnya kita pernah nginap di hotel tuh ada keluar bunyi-bunyi aneh-aneh. Kotok hantu gak? Biasa kita rekam aja konten ya. So update. Sekarang saya nongkrong barangkap sementara kami sedang berdiskusi apakah kami akan pindah kamar. I ya sementara kita ini pelaku utama nih si Ocial satu ni mulut dia. Gua cuma dipancing doang ini dia. Oke ya kita akan lihat dulu ini sudah jam 10 di jam laos ya. Kalau kalau Riana tidak tak masalah aku no problem. Cuma kalau Riana udah mulai bertingkah kita kita s kamar. Set aja ya. Su kamar itu nanti agak malaman kamar lu yang dekat K mandi mulai gini-gini L. Aduh asli goblok sih. Halo semua, kembali lagi di One Million Journey Tourda ASEAN. Pada episode sebelumnya, perjalanan panjang dari border Kamboja ke Laos yang jalanannya cukup ekstrem. Hari ini kami lanjutkan perjalanan menuju ibu kota Laos. [Musik] Ya, kita sekarang mau tempel bendera dulu. Dan ini hari ke berapa? Hari kalau hitungan kita mulai tanggal 7 berarti hari ke-25, Pak. Yey. Law. Gimana hotelnya? Seru ya? Uh, seru banget semalam. Gokil. Jam berapa lu di puter-putar? Jam .30 lah. Mau jam 12 lewatan lah. Tiba-tiba ada yang krek krek krek krek krek krek. Gua takutnya orang doang, Pak. Langsung gua buka. Enggak ada orang. Enggak ada orang. Wow. Jon hotel paling seru ya selama kita di sini ya. banget. Asik asik to layak dikunjungi. Layak dikunjungi. Gimana? Gimana? Gimana? Gimana ceritanya? Semua bermula karena Bang Pala sengaja nyari hantu. Ya penasaran Pak kan negaranya negara itu kan pahamnya kan. Ada enggak sih begituan? Ada. Enggak tahunya gak salah dia nyari kuntilanak pocong memang tak ada. Jadi kamarku tuh di WC. Riana tuh tiba-tiba bilang Jon di kamar apa WC ada orang. Aku bilang kau halu. Gua bilang kita baru masuk kamar. Ya, aku bukalah. Tadi kayak salah p gitu. Biasa ada hantu bebek saja sih. Aman no problem ya sayang ya. Aman sih tak ada halu woi kayak ada orang yang buka yang untuk yang kita pipis itu loh. Apa sih? Kloset. Heeh. Pintunya kayak bam gitu. Kayak ada yang habis kepakai gitu loh. Kalau kalian cek videonya nanti aku kasihkan fil-nya itu tuh ada sesuatu keluar di pintunya. Itu glitch kali. Ah, itu glitch. Makanya tidak ada yang seram. Biasa saja ya. Kami cuma ngumpul tuh hanya buat hiha itu loh. Enggak ada s-sangnya juga. Lalu yang kemarin yang bang pala tuh malam-malam ada yang buka pintu tuh juga halu. Itu enggak ada itu yang ketok pintu juga halu. Lalu si Bang Eko dengar. Bang Eko dengar itu dia dengar ada yang buka pintu tuh itu halu juga jadi semua halu halu jam berapa yang mana itu Mas Eko enggak tahu Mas Eko jam berapa kan mereka enggak tidur sampai jam jadi kejadiannya tuh dimulai Bang Eko dulu dia dengar suara itu kunci pintu tak lama si Bang Andi yang dengar pintu terbuka dia kira dirimu. Terus Bang Palat bisa tidur akhirnya baiklah menongkrong semua di depan. Takutnya orang Pak iseng. Seriusan? Takutnya orang iseng Pak. I enggak tahu gua udah tidur. Iya di pules enggak. Gua coba gua udah bilang sama Mas Eko kemarin ini pintu nih. Kokinya sampai tiga ya? Ada yang di atas. Nah di bawah bawah sama di tengah. Sama ini apa ini daerah rawan ya? Safety. Oh iya iya. Angka cantik itu tiga mungkin. Jangan-jangan kemarin ada karaoke depan ngenceng-kenceng itu biar ini saksialiinalihin biar enggak ada yang datang gitu kan. Bing kita cepat-cepat lah dari sini berkesan ya. Jadi kita dapat tilang di Kamboja dan dapat hantu di Law. Apalagi kita tunggu sekarang Jon semalam ada J lagi duduk Hmm. Ternyata di Laos ada setannya juga ya. Memasuki jalan antara, lagi-lagi jalanannya bergelombang dan banyak lubang. Semakin mendekat ke Vientin, 7 jam 8 menit sampai ke Vientin, jalannya semakin offroad. Ini literally macam kampung kamek, macam di Pontianak ya. Pontiana masih oke, tapi masuk ke kampung-kampung kayak inilah bentuk jalanannya tanah merah ini. Kalau hujan dia banjir, kalau dia kering dia berdebung. Kayak ginilah bentuknya. Hm. Mantap. Mantap. Kangen aku. Eh, terima kasih sudah bawa kami ke Laos. Ini tuh kayak aku tuh bisa homik aku segitah puling sikit. Aku bisa mencium aroma-aroma itu lagi orang jualan apa, Beb? Ketiau, Mak. Mis jangan. Astagfirullah. Mana ini lagi muka-mukanya mirip orang Indonesia. Iya, mukanya mirip dia tuh kayak ada gabungan apa ada Cinanya, Chines-nya ada. Ada kayak Melayunya tuh ada ada warga lokalnya, ada Cinanya gitu loh. Dan banyak motor juga ya kan? Motornya juga motor bebek. Iya. Iya. Fed tradisional. Iya. Jadi emang rasanya ha ha. Oh, gua punya ide apa? Apa? Bikin bengkel kaki-kaki di sini rame sih. Gua rasa sih cocok pakai Om Covery bikin shaking machine taruh sini nih. rotari auto. Uh rame nih pasti nih. Cocok kali berapa banyak yang oblak nih gara-gara jalan begini kaki-kaki. Betul. Berarti orang-orang yang buka bengkel di Malaysia kan tak tuh tak bisa untung dia buka sini untung. Kok dihirup terus, Jon? Bertahun-tahun aku suka dengan orang bilang Americano tuh bagus, enak. Aku tak pernah suka kali pakit. Untuk kali ini ya di trip kali ini aku dengan sadar membeli Americano no sugar. Dia dia gak enak di mulut. Dia pahit cuman lama-lama waktu pejuh kayak laki banget ni dulu. Kayak kita nyetir minum americano dengan lagu Conry tuh kayak laki banget itu very mainly. Ini tuh minuman pria dewasa paku. Jadi next saya akan minum lagi enggak? Kemungkinan besar iya. Ah dia tuh gak enek. Jadi kau makan tiap hari pun kayak oke gitu. 3 minggu bersama kami sudah tahu ya. Cuma anak kini sehatan. Naknya sehat nak? Sehat sehat. Yang penting jangan pakai gula kok. Aku dengar katanya kau minum kopi pagi-pagi itu bisa bikin maah. Oh iya betul karena asam kan. Ini asam enggak? Asam. Lu gimana dong? Ya kopi dong. Bukan. Lalu gimana? Aman kah? Aman aman. Kalau nanti rasa-rasa panas makan aja. Cobalah ya. Of course amikat ya. Itu kasihan Hilux. Kenapa terbalik? Bukan kopel gardannya copot. tadi turun ke bawah enggak bisa jalan deh. Udah mau kita bantu sebenarnya dia masih bisa jalan kalau kalau dia pakai 4WD jadi FWD kan enggak tahu bisa enggak sih bisa sih harusnya kan dia copot tadi lihat ee copot ke bawah gitu copotnya di oblak turun kasihan. Nah itu itu permasalahan yang kalau kita bantu kita juga enggak bisa menyelesaikan masalah sih. Kecuali yang kan penting niat baiknya. kecuali kita ee ini bawa alat las. Aku belajar dalam perjalanan ini ya. Kalau kau punya niat baik, kau belum kerjakan itu sudah ada pahalanya. Betul. Kalau kau ada niat buruk kau belum kau belum kerjakan itu tak ada dosanya. Makanya dalam perjalanan ini dap tu selalu kita kayak aduh kasihan pengin ku bantu. Ya cuman ya kita di perjalanan. Jadi kayak ini koleksi pahala tambah banyak. Iya betul gak? ya makin pro kam dan dalam Islam ya doa itu lebih mustajab ya lebih terkabul antong mobilnya enak ya i dan ketika kita lagi musafir dalam perjalanan kita berdoa itu doanya lebih terkabul lebih mustajab heeh jadi emang ada beberapa waktu-waktu doa yang lebih mustajab dibanding dengan waktu-waktu lainnya. Berarti penjalanan road trip itu penuh dengan banyak hal bagus ya. Bagus. Iya. Iya. Bahkan kita diperintahkan untuk berjalan di muka bumi untuk menjelajah. Betul. Berarti sebenarnya tidak sadar selama ini aku sudah sangat syari ya perjalananku itu ya. Ah bisa jadi bisa jadi. Heeh. Kembali ini amalu biniat semua. Iya setiap amalan itu tergantung daripada niatnya. Oh iya iya iya. Baik tadi yang kita bilang kita mau bantu yang couplenya rusak itu sudah dapat plus satu pahala aku i kita enggak bisa bantu juga kecuali kita bawa alat enggak tapi niatku mau bantu udah udah ada plus satu nah ada plus satu pahala pertama di hari ini kita kumpulkan lima pahala lag perjalanan kurang lebih 1 jam dan saatnya duo tigo untuk mengisi bahan bakar kami mencari ATM untuk tarik tunai tapi sepanjang jalan Kami tidak menemukan ATM. ATM-nya tutup apaak ya? Apa karena hari Minggu jadi ATM-nya libur? Aneh banget. Jadi ini kita lagi berdiskusi, kita sudah ke 5 ATM semuanya tutup di hari Minggu. Iya. Untungnya tadi kita di Amazon bisa pakai b. Harusnya kita belanja pakai b yang gede kali ya. Dia dapat pecahan, dapat kembalian dalam bentuk keep. Semoga kursnya bagus ya. Aku enggak tahu kursinya bagus atau enggak ya. Astagfirullah. Benar juga ya. Aku mau naik porsinya sih ya. Jadi intinya kita ini sangat krisis skip di sini karena krisis skip. Krisis skip. Enggak punya duit piye? Kita lagi di pom bensin. Kita lagi nepang ke WC ya. Perjalanan kita masih 6 jam lagi ya. Kita kayak tak bergerak deh tadi tuh karena jalan hancur. Jalan hancur cuma 300 kilo tapi 7 jam ya. Iya. Yuk kita jalan lagi yuk. Welcome to Texas. Kabut. Eh, bukan kabut, Pak. Ini theu, Pak. Kita udah nyampai Genting Highland. Tapi kalau di GoPro enggak terlalu ngabut, ya. Iya. Iya. Karena GoPro sudah ada itunya. Cuma percayalah ini lagi berdebu banget dan sepertinya kayaknya filter apa yang kena tuh nanti ini. Hah? Filter udara. Iya, filter udara pasti kotor ini. Ini debunya tebal banget loh. Ini putih banget. Ini gara-gara itu yang trailer depan. Iya. Apa yang dibawa ya? Iya. Cuma ya lucu aja sih. Kayaknya di Kalimantan jalan rusak tapi enggak berkabut gini deh. Ada beberapa kayak gitu. Ini ini dulu ya mirip sama Jalan Ktiasa namanya. Menuju ke kota Sambas sebelum ada jembatan. Oke. Dan kasihan kasihannya adalah semua warga di kiri kanan jalan tiap hari makan debu. Hm. H. Sama gua ingat waktu gua ngomong Pangkalan Bun. Nah, lu bilang jalan ke pangkalan BN lu itu ee 2 hari terjebak. Jangan ke Tangkalan Bun. Oh, bukan aku berhenti terus kan aku gelap aku berhenti, aku tidur. Bukan yang katanya enggak bisa jalan gara-gara jalannya rusak terus. Oh, jalan rusak itu ketapang. Oh, ketapang menuju arah Pangkalambun. Betul. Itu ada simpang ke ketapang namanya. Memang kalau hujan lebat kau pasti terjebak tak bisa jalan. Nah, kau terjebak dua hari di situ. Tenggelamlah sana. Aku punya mobil travel tak bisa jalan. E, terus gimana cara keluarnya? Nunggu keringlah, nunggu kering baru bisa jalan. Itu sudah wajar ya. Semua supir truk tanya nih, cari supir truk ketapang namanya. Mereka tuh di dalam trak mereka sudah bawa kompor, Indomie, dan makanan. Karena sudah siap-siap ketika hujan dah terjebak dan bos mereka enggak akan komplain. Tanah. Oke. Contoh nih kita bilang tanahnya setengah dengan kaca mobil kan. Tanah setinggi kaca mobil. Allahu Akbar. Karena kita kan sering jalan gini kan kita pengin turun nih. Jadi pas buka kaca nih tinggi segini tanahnya. kita di bawah tanah gitu. Iya, makanya karena selalu hancur gitu. Nah, udah normal itu bukan bukan hal yang aneh dan bos enggak bakal komplain. Iya. Dan itu gua deg-degan untuk ke pangkalan buun. Ini yang dibilang John, eh kok lancar. Oh, i kalau jalan Trans utama ke pangkalannya benar aman. Nah, itu dari Ketapang ya ke Ketapangnya itu bahas lah itulah. Oke, itu menarik sekali. Anda mau offroad mainlah ke Ketapang. Very good. Tidak ini kita sampai ke VNTN kita harus cek apa? Bersihin filter kapit eh filter darah. Tapi di VNTN itu ada dealer Cherry. Wow, Om Mag. Dan dealernya besar. Udah konak kah? Udah. Jadi sekalian kita akan nitip mobil di sana. Yeay. Kita akan lanjut lagi ke Vietnam. Naik pesawat. Kita meninj mobil di sana. Karena yang gua bilang tadi, kita ke Vietnam itu setelah kita hitung-hitung hampir Rp100 juta. Oh, 100 ya. Mobil satu R jutaan sekian. Iya. 2.000. Heeh. 2.000 kali du cakep. Itu pun minimal. Oh, belum plus apa-apa lagi di itu. Iya, karena kan ee siennya masih ngikutin kita kan. Oh, iya. Jadi semakin jauh kita jalan, semakin lama kita di sana itu 2.000 itu akan semakin mahal. Oh, kayak Cina ya. Heeh. Itu yang pertama. Yang kedua itu belum termasuk biaya hidup kita di sana. Oh, R2.000 tuh belum plus kita makan. Belum. Itu cuma untuk agen-nya doang masuk ke dalam. Jadi setelah kita hitung-hitung kalau misalkan let's say kita explore kan Vietnam luas ya. Kita explore 10 hari mungkin bisa 100 jutaan kita sudah hidup. Ee kalau enggak sama pesawat enggak nyampai Rp100 juta. Oke tidak worth it maka kita terbang saja. Terbang saja dan kita bisa menghemat sampai lebih dari 60%. Wow amazing. Terus termasuk tiket pula. Wow itulah kenapa backpacker pakai pesawat tetap lebih murah di Mok mobil. Iya betul sekali. Ya, jadi walaupun kita ee lagi traveling ya kan walaupun kita punya uang tetap kita harus rasional ya. Jalannya mendadak bagus. Hei, mendadak bagus jalannya. Semoga kayak gini terus ya. Amin. Mendekati ibu kota Laos jalanannya makin bagus, rapi, dan halus. Beda sekali dengan kota-kota di pinggiran negara Laos. Jadi mungkin kita udah jalan sekitar hampir 1 jam kali ya. Jalannya tiba-tiba bagus sekali. Ini enggak cuma bagus tapi lebar ya luas. Dia ada bahu jalan agak jauh ke rumah warga jadi lebih tenang. Dan kanan kiri kita itu hutannya lebat ya. Benar-benar ketutupan rumput sampai naik ke atas pohon rumputnya. Tapi tetap masih ada ini sih. Opo itu rumah-rumah warga tuh masih ada ya? Iya, walaupun jauh-jauh kayak biasa rumahnya biasa aja tapi halamannya seluas lapangan bola. Dan seperti biasa kalau jalan yang lebar bagus, mulus tetap ada tambelan-tambelan tapi enggak ada lubang ya. I itu enggak berasa loh. Itu lihat kencang kan dia nyusul kita kan. Padahal kita jalan 96. Iya iya i ya. Tuh hampir 100 kita jalan tapi rasanya kayak pelan. Semoga gitu sampai ke VNTN ya. Amin. Tapi kayaknya enggak. Jadi kalau kita lihat lagi ya, di peta itu 4 jam 4,5 jam 276 kilo artinya kayaknya di depan ini masih ada jalan yang rusak atau macet. Feelingku sih rusak sih sapa kalau macet kayaknya di sini penduduknya dikit ya, banyakan sapi ya. Ya, dari tadi aku lihat sapi di banyak orang. Sapi kambing. Sapi kambing. Wanas luas banget. Weh, lihat tuh. Luas banget ini. Kayaknya itu perbatasan dengan Vietnam kah? Ya kanan kita Vietnam. Iya. Dan ini lihat dong ada gunung-gunung gitu loh. Oh, barisa perbukitan. Heeh. Kayaknya itu membatasi ya. Border itu sama kayak kita di kucing Sarawak itu enggak berasa sekarang nanti kita rasanya kayak 60 kita kembali lagi gejala CBO nanti. Semoga Laos cepat maju ya. Cepat bagus ya. Amin. Karena sebenarnya ya di luar dari hantu-hantu yang tadi kalau jalannya bagus mulus ya ini buat turouring-turingan asik juga. Emang hantu-hantu tadi ganggu enggak? Enggak sih. Kan Anda yang terganggu. I aku gak malah yang tak tidur aku tidurnya. Oh ya wes ya. Ini kalau bayangin bawa motor gitu ya. Aduh asik bener ini Oh jangan gini yang ini. Berarti kan kembali lagi kita akan mulai terk-terk lagi Pak. Jangan dong. Dan ini enggak cuma bagus loh, tapi enggak coklat loh. Ya, ini bersih kayak jalan baru sih ya. Marknya juga lumayan bagus ya. Katanya sih yang dari Vietn ke Cina yang lebih hancor jalannya. Nah, itu enggak tahu deh. Katanya kita mau lihat. Oke, kita lihat saja nanti seperti apa. Semoga bagus terus. Hari mulai siang dan kami tidak menemukan rest area atau tempat makan yang halal. Akhirnya kami memutuskan untuk menepi di suatu kota kecil untuk memasak mie yang sebelumnya kami beli di Thailand. Jadi ternyata Indomie goreng kita beli di Thailand rasanya beda sama kayak Indomie yang di Indonesia. Betul gitu, Pal? Ngicinnya kurang enggak beda? Enakan mana? Indonesia apa Thailand? Enakan Indonesia. Enakan Indonesia. Di sini tuh kayak ada daun-daunannya gitu. daun-daun dan micinnya kurang nendang gitu loh. Makanya kita tambahin ini nih. Ini kayak enggak tahu tadi pada beli semacam lace gitu keripik. Eh jadi lebih nendang micinnya. Tapi okelah akhirnya kompor kita kepakai juga gak sia-sia. Karena kita tinggal sekitar 2 3 hari lagi sebelum bubar semua nanti kita dapat satim maka kita habiskan Indomie kita dalam beberapa hari ini. Benar juga ya. Mau baci nanti. Tapi next time kita bawa Indomie dari Indonesia aja lah. Ha. Kau lah rasanya beda. Ah sedap kemarin tuh. Mie sedap kemarin juga beda. Enggak dari itu juga enak. Oh lu enggak beli sedap di sini ya? Eng enggak bawa. Tapi tadi gimana Han? Lu makan ini? Gua enggak makan itu. Gua ginian makan apa tadi? Masih ada itu pizza yang di makan pizza di 7-Eleven. Hmm. Bagus. Hmm. Pengkhianat. Tidak sehati dia. Tengok bosnya makan mie, videografernya makan pizza. Kau bayangkan, nak aku bingung siapa bos. Ini enggak memang tak benar ini. Setelah makan dan istirahat, kami melanjutkan perjalanan ke ibu kota yang jauhnya kurang lebih 221 km atau sekitar 3 jam 46 menit. Jadi kita sudah ke 10 ATM semuanya tutup. Kayaknya di sini hari Minggu ATM tutup ya. Ya, ATM juga libur. Dan duit kita tinggal berapa, Jon? Aku susah menghitung uang ini, cuman katanya sekitar Rp35.000. 31? Eh, Rp50.000 kip ya? Kalau kau kurang itu% berarti sekitar R30.000 lah rupiah. Ada ATM gua berarti sebelah kanan deh ya. Mesti mau gambling. Ah, yang biru buka tuh. JDB. JDB buka. Hei, nanti masa harus gue yang ngititung juga duit. Santai, santai. Di samping kanan kita ini ada money changer, tapi bendera yang diituin cuma Thailand, Laos. Laos, Thailand. Udah itu nunggu Intel lagi bekerja. Jangan diinterup ya. Interup ye. Bisa. Belum bisa. Itu dia lama. 34.500. Oh, ini gimana sih? Tadi Riana bilang Rp175.000. Terus Farhan bilang Rp50.000. sekarang jadi berapa? Rp34.500. Ini fix. Kenapa? Jadi kalau kau mau nanya kapa kau tengok uangnya dia, kau tengok uangnya dia tuh ada sebuah tulisan ini berapa? Ini tulisannya yang selalu muncul. Amb 4.000 apa? Ambil 4.000. Oh kira-kira miskin kah? Kau bilang R juta. R juta. Sor sor. Bentar bentar tadi Bang Pala bilang mau t R juta intinya 34500 Pacific senang soal duit kita tak bohong punya aman kok jauh banget ya dari Rp150,000 jadi Rp34.000 Yang hitung istri kau macam tak paham ya. Bukan uangnya toh kita selipkan uang nih dalam bawah bantal nih Rp100.000 di juta tak ada ma tuh seram kebalik dong. Oh dia bilang uangnya dikit ya dua lembar dikilp gitu enggak kita kita naruh duit R1 juta. Nah istri bilang di dalam lemari. Nah tu istri bilang tadi di lemari kamu ada duit Rp500.000 aku ambil ya. Oh R00.000-nya lagi ke mana? Ke mana? Kok R00.000 doang Rp500.000. tapi untungnya itu tidak terjadi di rumah tangga saya. Hm. Begitu ya? Dia ngomong itu tak apa istrinya tak di sini. Istriku di belakang soalnya. Juta. Wei party baby. Oke kita cari hotel mewah. Money on the back yo baby. Akhirnya branch bensin yang di situ tinggal berapa? Masih panjang masih ya 3/4 kurang dikit 34500 pik. Awas di sini masih 404 km kita berarti masih gas ya. Oke gas. Kalau mau nanti kita ke pom bensin cari yang besar sekalian kita bisa numpang salat di parkirannya. Oke sekarang jam 3. 6 nanti mungkin jam 5. Mentok kita baru salat. Enggak usah nunggu jam berapa pas emang lagi ada pembensin enak sama kita emang harus isi bensin aja jadi mengikutilah. Oke, siap, Bang. Silakan Elit kita out of the dulu. Kalau pom bensinnya jelek begitu kan sayang. Berarti hotel kita malam ini betap full bar guys. Tapi ada hantunya. Ah, apaapa aku ikhlas ada hantu gak apa hantu itu loh ikhlas aku. Eh, kita habis dapat duit itu kayak langsung berubah ya aura dan mood-nya Oh, iya betul. H. So, kalau kita lagi jalan money adalah sumber kebahagiaan dia kalau kita lagi drop lagi down ada masalah. Bang R aku maksudnya lagi drop nih. Dia buka ee dia punya mbanking dia cek. Oh, dia senyum lagi ya. Bentar. Kiri kosong enggak? Oh, ada. Aman. Ada. Jangan-jangan ada toktor. Hm. Kita traktor ada traktor tikungan. Santai kali kawan. Oi. Wah, ada mobil slow living. Ini hari Minggu, Pak. Orang lagi libur. Eh, tapi jalannya bagus loh. Hmm. Ini jalannya kualitas Thailand ini. Betul kan? Thailand tiga ruas. Enggak, maksudnya yang jalan kecil ya itu ya kualitas Thailand ini. Iya. Oh, kan banyak orang Thailand masuk sini juga toh. Oh, iya betul. Amazon. Betul. Lalu tadi kita makan tuh pop-pop tuh yang dari Thailand tuh. Indomie kita juga Indomie Thailand. Ah, banyak kali. Tapi beda enakan Indomie Indonesia. Micin kita menang. Wah, jalanannya bagus banget. Kayaknya semakin dekat VNTN semakin bagus nih jalanannya. Weh, ini infrastrukturnya Malaysia. Ini tadi bilang Thailand. Ah, iya. Malaysia juga bagus. Batalnya dari Vietnam. Iya. Tuh lihat rail guard-nya kiri kanan bagus ya. Rambu-rambunya ada kanan kanan kanan ya. W ya. Tiba-tiba jadi bagus nih. Lihat nih. Entar kita masuk jembatan. Kita lihat jembatannya. Kayaknya tidak ada kan tidak ada kayak hiasan kiri kanan. Oke. Jembatannya ini tua nih. E. Oke. Ini jembatannya tua nih. Wah. Sungai apa nih? Gede banget. Sikong. Mekong. Sakong. Coba lihat. Dama sungai ini adalah Makong River. Mekong apa? Makong. Mekong River. Cina tuh ada rudal di situ. Dulu Laos dijajah siapa sih? Ya dulu kan Laos sama Vietnam berantem lawan Amerika. Oh pekawan mereka sama Vietnam. Mereka geril ya kan karena dulu eh komunis biat pengaruh komunis hilang. Amerika tuh luluh lantah di Vietnam dan di Laos. Kalah. Lagian ngapain coba dari Amerika perang ke sini? Apakah karena itu mereka jadi tidak suka bahasa Inggris? Ya enggak tahu ya. Cuma tuh menurut gua aneh tahu enggak sih Amerika? Kenapa? Ngapain dia perang ke sini? Orang dia jauh. Nyereik minyak. Enggak ada minyak di sini. Nereik apa ya? Ya biar pengaruh komunis kayak masuk ke negara ini gitu loh. Komunis lu awal siapa sih? Cina, Soviet? Cina, Soviet. Iya. Itu sangat tidak penting gitu kan. Terus yang lucunya lagi adalah Amerika itu mereka sudah kalah perang. Heeh. Habis itu mereka bikin film tentang betapa sedihnya mereka ee apa namanya? Perang di sini ya kan? Kok kayak aku mendengar cerita yang sama dengan perang yang terbaru ini ya. Yang nyerang Luda. Lalu dia bilang dia korban ya. Iya. Terus ee bikinlah seolah-olah ada pahlawan namanya Rambo. Oh itulah asal puasa film Rambo. Iya. Padahal Rambo tuh yang jahat. Ngapain dia. Astaga. Iya lah. Istri gua udah nyampai sini nih. Panggil dia Ayang. Persis wuling bingo warna hijau. Atapnya diputihin mungkin. Itu dia. Nah coba plat nomornya beda. Setiap orang punya tujuh double changer. Alah. Ah pinggonya sampai sini tuh. Nah tuh. Mana atapnya putih lagi sama banget lagi itu bersih apa? Jangan-jangan Afrizal tuh tabrak dong. Yak mirip banget lagi. Hati-hati takutnya depan ada ler tua nih kalau nah itu cek aja Mas spionnya Mas. Oh iya benar juga ya. Oh kelamaian kota. Ih Klaten nih gua rasa nih. Kot apa ini? Oh kita baru nyampai di Katen guys. Di perjalanan akhirnya kami menemukan ATM untuk isi bahan bakar. Oh no. Setelah kita melewati ratusan kilometer yang bagus sekali jalannya, kita kembali ke Jalan Laos ya. Welcome to Laos. Lihat, lihat kuning-kuning semua itu. Kalau tengok helot depan berjoget-joget dia. Berjoget-joget dia, kawan. Ei, ini sudah pelan ya. Ini 6 km/h ini. Masih berantem ini ya. Ya, ini semua dimulai ketika kami mau cari pom bensin. Hanya sekedar buat kencing dan salat. Heeh. Beliau sengaja nyari PTT dan di comombo dengan Amazon yang bagus kan. Kita melewati tua SPB sud sekarang kembali keang rusa. Tapi tadi ada lucu sekali ya. Masuk video enggak sih tadi? Prado kan. Iya. Ada mobil di jalan jelek itu nyusul kita dari kiri dia hajar lubang. Duar dua duaarar duar duar. Eh enggak lama depan kita dia bannya kempes. Yes. Iya lah. Itu yang tadi itu. I kan. Jadi walaupun kalian pd kaki-kaki kalian aman ya. sebaiknya tidak perlu melewati jalan rusak dengan cara dihajar ya, karena ban kalian juga bisa pecah. Betul. Sayangi ban kalian. Benar. Kalau tengok mobil depan tak ada tak ada yang bersih ya. Mobil depan semua kuning ya. Sehancur apa jalan depan kita. Tapi dia lagi banyak proyek dibuka sih. JJ tuh lagi bikin tol. Ini bagus nih jalannya. E jangan terlalu senang. Kalau tengok mobil tak depan tu sudah berdansa. Jangan jangan terlalu kencang. Aman ambil kiri. Woh gede banget yang sebelah kanan tadi. Seru kali. Mending kita ambil jarak agak jauh ya. Biar kalau dia di depan berdansa, kita ikut berdansa juga. agak jauh apa atau agak dekat? Jangan tahu. Jangan tahu dekat malah nanti dia belok kita kaget tak nampak jalan. Nah, kau tengok trak depan tuan udah masuk sampai toar dia. Wah, bau jalannya masuk. Waduh, waduh waduh. Kan kata Anda mobil kita tak bergoyang dari beli depan. Gak terlihat gogoyang pasti ini. Pasti ngelihatin itunya lantainya Law. The real Law. Ini kayak daerah industri ya. Tuh, banyak faktor-faktor-faktor gitu tuh. Ini apa ya? Karoseri kali ya. Hah? Atau mungkin daerah banjir kali ya. Kalau lihat dari kiri kanannya itu dia enggak terlalu tinggi jalannya. Biasanya kan tinggi banget tuh bawahnya. Katanya patokan sebuah Csingang tuh adalah aspalnya rata-rata. Itu sawah ya kayaknya. Iya ya. Berarti nasi banyak ya. Nasi beras. Nasi Indonesia banyak sawah kita. Super beras. Wow. Joget itu sampai seekor Hilux bergoyang itu. Dan langsung he bagusan lewat jalan yang kita lewati daripada Hilux situya spare jarak. Nah, bergoyang lagi dia tuh lihat sebelah kanan kita ada apa tuh? Tempel bukan masjid ya? Tempel lah Bapak. Iya. Tapi kok ada kayak menara matoanya Gede itu bini dari mana? Dari mataku kecil pas. Ah ini ada pom bensin. Mungkin kita bisa mampir di sini untuk isi dan salat ya. Sampai tak singgah lagi karena kotor aku udah no kompens. Tapi emang dari tadi jelek semua. Emang gimana? Ini lebih jelek pasti karena kotor. Pasti kena tanah-tanah pasir. Ini ada petrolimx tapi depan lagi tuh ada pembensin lagi. Udah bagus. Wah. Uh. Oh ini bagus nih. Ini bagus ya. Masuk situ aja ya. Oke. Oke. Kita masuk. Kita masuk. Ini itu seperti Petrolime. Nah, untung dia L ada petrol ampe. Wah, benzin. Kok dia gak pakai baju seragam? Halo. Benzin. Benzin. Benzin. Gasolin. Eh, ya. No diesel. No diesel. No diesel. Gensin. Kauneng. Gasolin. Oh. Nah, itu WC di situ. Tapi lihat dong itu mobil. Aku bilang gak ada yang bersih kayak kena banjir separuh tahu ya. Janganlah gitu. Itulah mengapa buat overl ini gua enggak mau mobilnya warna putih. Ya, aku setuju kayak gitu. Hari mulai sore kami menuju SPBU terdekat untuk isi bahan bakar Duig sekalian kami salat dan istirahat. Ketika kami melanjutkan perjalanan, waduh ketemu razia lagi nih. Aduh. Aduh. Ya. Halo. You speak English? Belum sangkit. Aman. Polisi sini baik meriksa tapi baik. Enggak cari-cari kesalahan. Paling ketawa-ketawa aja kita. Dia nengok foto kau beda dengan yang sini karang. Karena waktu itu fotonya botak. Gua bilang different different ya. Punya rambut punya rambut. Jadi kalau dia enggak bisa bahasa Inggris kita bahasa Indonesia aja udah ya. Iya. Sambil ramah ketawa udah suruh jalan ya. Kita tiga kali eh empat kali diberhentikan ya. Tapi tiga kalinya itu tentara. Ini pertang kali polisi. Oh gitu. Ini pertama kali karena aku lihat dia punya itu tulis satu polis yang sebelumnya itu adalah apa istilahnya tapi bajunya beda. Ini kuning sebelumnya hijau. Enggak tahu ya kan kalau razia tuh biasanya aduh deg-degan. Kalau di Laos karena kita ada berapa kali lewat yang ke sini tadi kayak oh ya udah berhenti. Senyum-senyum ya ya. Enggak menakutkan sih, jujur aja ya. 63 kilo sebelum VNTA. Iya. Minggu bagus ini. Hari Minggu lohia ya. Minggu hari Minggu itu banyak ATM tutup. Iya, tapi porsi tetap kerja. ATM yang kemarin buka hari Minggu tutup. Aneh banget gitu ya. Mungkin ATM-nya minta libur dan cuti ya. ATM butuh dimanusiakan juga. Dan banyak membensin loh. Ini Petrol Lawo. Pantes 1,5 jam 63 kilo jalannya begini hancur. Cuma kalau dibilang hancur ya ini enggak nyampai 50% yang hancur sih. Iya. Masih cukup layak dijalankan. Sekitar 25% kali ya. Iya. Enggak. 25% hancur, 75% jalannya bagus bisa kencang. Betul. Dan kalau yang bagus juga ada yang bagus banget. Jelek-jelek banget. Ada jelek-jelek banget ya. Benar-benar eh timpang ya sebenarnya. H sama banyak jalan coklat sih. Tapi nanti kita lihat Vientien seperti apa. 60 kilo menjelang Vientien tuh kayak dari Jakarta ke mana ya? Cikampek Karawang. Ah betul. Ke industri. Betul ya. Eh, kokok mar. Eh, kayaknya daerahnya banjir deh nih. Kenapa Anda punya kayak kelima gitu? Ini jalannya sama ngelihat kanan kirinya tetinggian kanan kiri jalannya lebih pendek. Dari tadi kan jalan lebih tinggi kan. Jadi kunci kalau mau jalan bagus buatlah jalan yang jauh lebih tinggi dibanding kanan kiri. Ya, anak bocah kayak di Indonesia ya. Anak-anak SD daripada naik motor. Berarti kan jagoan sini dong daripada di Singapura kan. Oh iya kan ada lawakan tuh anak Indonesia sama anak Malaysia hebat mana? Anak Malaysia hebat masih kecil sudah bisa bahasa Inggris. Anak Indonesia masih kecil sudah bisa naik motor. Mantap. Law Nah Vietnam itu lagi terbuka loh sama wisatawan loh. Iya. Dia sangat-sangat gencar. Cina juga lagi jor-joran tuh tuh wisatawan open visa tuh. Waduh, banyak. Wah, sekarang visa itu 240 jam itu bebas loh di Cina. Yang penting transit ya. Iya. 10 hari. Yang penting itu menjadi kota setelah J Kota sebelum transit ke mana gitu. Hmm. 10 hari ya. Kita wajib pesawat mobil tidak berlaku. Mohon maaf ya. J paspor Bapak adalah paspor darat. Capnya semua cap darat. Dan kalau kalian mau sering main-main ke Cina, jangan sering main ke Turki ya. Susah visa kau nanti. Iya betul. Gak tahu kenapa ya. Sampan laju. Hei yo. He. Waduh ditantangin dong kita dong. Eh jangan kalah dong. Gua pikir dia arahnya ke sana. Jangan kalah. Jangan kalah. Coba maju terus. Jangan dong itunya cari masalah saja. Hei kita benar mereka salah. Ngapain kau kau ngalah? Tapi semakin ke VITien ya. Sapinya semakin dikit orangnya semakin Iya kan artinya peradaban. Semakin maju peradaban, sapi semakin sedikit. Teori macam apa itu? Eh, teori kita dapatkan di Lao. Lao ye. Tadi dari border sampai ke kita tempat bermalam itu, wuduh sapi itu luar biasa. Berarti pantesan ya di Jakarta enggak ada sapi ya. Heeh. Sampai orang-orang bilang eh e careful buffalo buffelo, buffelo, buffelo. Banyak di mana-mana. Dari jauh nih kelihatan. Eh, kerbaunya kecil ya. Pas ikut-ikut gede banget Bapak. Bayangkan kemarin kita nyetir sapi yang 3 subuh ke VNTN. Seru kali ya. Tiba-tiba yah jalannya rusak. Tapi kemarin kita tepat sih kita ee berhenti tidur di Seno itu tepat sekali. Iya itu paling besar rupanya. Dia yang paling besar karena kalau enggak di situ di mana lagi ya kan. Mobil apa itu? Ini Sang Yong namanya Musuh kalau enggak salah. Itu itu mobil yang jadi basisnya si pindat Maung. Oh. Iya. E pokoknya kalau kalian sudah biasa di Kalimantan ya, sudah pernah menjelajah ee Kalimantan Tengah, Selatan, timur ini tuh mirip cuma jalannya lebih lebar saja. Dan lebih sedikit truknya sih. Jadi kita punya banyak sawit, banyak batu bara, Pak. Banyak truk ya, banyak sapi ya. Kalau ini kalau di Kalimantan kan sapinya dikit ya. Dikit. Enggak ada yang di pinggir jalan gitu kayaknya deh. Jarang. Jarang ya, sapi jarang lebih banyak aku ketemu babi hutan lewat. Babi hutan ada ketemu. Eh, bukan babi hutan orang pelihara babi. Orang pelihara babi. Tapi cuma daerah-daerah tertentu ya, enggak semua. Oh ya, kurang lebih kayak gitulah. Ye, pokok musuh utamaku di Kalimantan adalah truk itu tuh. Hm. Mana kau juga mobilnya seperti itu enggak bisa nyusul juga kan. Kawan betul. Pusing-pusing kepala kau ini. Pantes 21 kilo 38 menit. Ini baru Pak lah. Ini kenapa kapa? Ini tadi ya si I carar ini depan ya J6 ini ya Cherry ya. Itu tadi lewat sebelah kanan. Wah kenapa nih mobilnya? Enggak kenapa-napa kok. Ei, ini tanah. Waduh, ini jalannya hancur. Benar. Ini kuningnya menyala loh. Kuning dari matahari tubuh tuh. Eh, J6 lagi tuh sebelah kanan. Kayaknya mereka tahu ya. Oh, jalan di jerek. Gua beli mobil offroad lah. Ah, mereka beli JX. Cocok. Ini kuningnya debu kah? Kuning tanah atau kuning matahari, Pak? apa ya gua bilangnya ya? Ai, high look-nya tambah bersih. Hmm. Cek kali. H bukan tuh. Dongfpeng. Dongfeng ya. Sori. Dongpeng level kay tuh. Keren ya mobil depan ya. Oh ye. Bagus loh angl-nya. Dia lagi sunset dengan debu-debu bertebaran. Iya. Tadi lihat spion dia ambil sejalur sebelah kanan yang rusak. Uh. Pali. Kita terkesima kita ambil video. Eh dia malah li depupan kita. Btw ban dia masih ban bawaan loh. Bannya ban bawaan ban HT kan. Tapi dia dia kan namanya IWD ya intelligent wheel drive. Jadi semuanya empat-empatnya gerak. Dia emang IWD-nya pintar banget. Jadi dia distribusi kalau sebelah kiri kanannya itu enggak dapat traksi itu dia emang cepat. Aku ngerti dia sama kayak apa diferensial tuh kan diferensial apalah itu namanya k tahulah. Dan si Cherry sama Jaeku itu kan dia ngambil teknologinya si ee Land Rover ya. Heeh. Jadi kemarin media itu diajak buat nyobain ee JQU J8 atau oke kembarannya dari si Cherry Tigo9 lah. He itu AWD-nya keren banget loh. Pintar. Pintar. Jadi ketika ban satu enggak dapat traksi biasanya kan harus nunggu agak waktu dulu buat dapetin itu di grup ada Ali Grand Hotel ee dari Cherry 3 menitan doang. Nah. Ah. Menurut lu gimana hotelnya? Bagus enggak? Bagus sih, Pak. Gas. Oke, dua malam ya. Nah, jadi ketika itu tuh enggak pakai nunggu berapa detik langsung set jalan lagi. Keren banget gitu ya. Benar-benar teknologinya Rover diambil sret gitu ya. Mereka makan outdoor di tengah debu, Pak. Iya. Kok demen sih? Sangat fancy berarti ini. Jan-jalan udah masuk lao kali. Bukan VNTN kan. Vent pinggirannya kali ya. Beneran sehari ini jalan kayaknya nih. Benar kotanya deh. Ini pikirannya cok. Iya ini kayak Depoknya gitu enggak sih? Kenapa makin ke kota hancur? Makanya ini iya kali dekat banget. Apanya dekat? Jadi 27 kilo 48 menit ini bukan macet. 30 masih terang ya. Ya ini WIB. Hari mulai sore dan perjalanan masih 26 km lagi atau sekitar 46 menit sampai ke VNTN atau ibu kota Laos. [Tepuk tangan] Ye. Selamat datang di kota. Vien kayaknya bacanya salah deh. Vientian. Ventian. Hei kau ini. Hei motor itu mau apa? Ventien. Halo. Ventien. Fan ya. Ventian. Ventian itulah namanya. Wah, banyak banget kameranya. Yoi, kawan. Tapi, tapi, tapi kota ini sedikit-sedikit agak di luar ekspektasi aku. K kira pengin kota bakal makin bagus jalannya, tapi kebalikannya. Tapi pas masuk kotanya ini udah bagus Tapi kuning-kuning di mana-mana. Iya. Merah-merahnya itu loh dia agak mirip. Tahu enggak sih dulu ya Samarinda itu penuh debu. Dulu sekarang ada aturan. Semua mobil sebelum masuk Samarinda itu wajib bersih. Karena gara-gara banyak mobil dari keluar masuk dari daerah sawit tambang bikin kotanya berdebu kuning-kuning akhirnya. Jadi sekarang ada syarat mobil kotor enggak boleh masuk. Si begitu ya. Nah, ini tuh mirip dengan daerah Samarinda dan Kendari yang pas belum ada aturan itu akhirnya berdebu di mana-mana. Oke. Ini sebuah informasi baru nih. Iya. Bapak bisa di Google Pak. Saya kasih warganya toh hanya gara-gara apa ulah karena mobil-mobil kena debu. Kita punya rumah berdebu. Tuh ini hotel-hotel semua berdebu tuh semua hotel ruko rumah makan semua berdebu. Ya itulah gambarku tentang Laos ya. Tapi ada informasi menarik opo? Jadi tarik tambang itu asalnya bukan dari Indonesia loh. Dari luar mana? Tuk apa tak tak game toh? Iya itu di Eropa tuh udah lama ada dari lama. Oh iya iya tapi enggak sepopuler di sini karena mungkin mereka kemerdekaan itu enggak ini ya gimana mau kemerdekaan orang dia bisa ngejajah apa hubungannya dengan tambang kan informasi menarik. Oh trivia yang informasi menarik yang kadang-kadang tidak berguna tapi juga didengarkan lah. Kalau kita ngomongin tari tambang itu informasi menarik karena kan begini. Menarik. Hei, benar kan aku nih harus banyak belajar dari jok seperti ini ya. Mohon maaf saudara-saudara. Tadi yang kau bilang ke apa Riana? Apa dia ngomong di sini aku enggak lihat sang rila ya. Riana jaut. Oh iya sang rila tuh memang tempat-tempat mewah. Oh iya, di sini namanya sang rilau. Aku ingin rasa kepecahkan kaca nih kan cuma keras kacanya ni joknya susah ini. Oke, gimana pendapat tentang VNG? E belum lihat tengahnya sih. Pinggiran dulu deh. Pinggiran. Pinggirannya sebenarnya kayak sama kayak e penompen tapi pinggirannya cuma bedanya merah-merah aja di Eh, ingat ya kita gambling di awal ya. Dia ngomong, "Poknya Vientien tidak akan lebih megah dibandingkan Nompen." Iya, betul, karena stimulus. Emang benar, kan? Iya, true kan? Iya. Sekarang kan kita masih di pinggiran. Yang pasti Kamboja tidak sedebu ini. Iya. Orangnya enggak sebanyak itu. Motornya enggak sebanyak itu. Tiang listriknya juga enggak sebanyak itu. Ya, tapi ini ya jalannya lebar sih. Jalannya lebar. Mari kita lihat pusat kemegahannya ya. Kayak jalan Jogja Solo enggak sih? Tadi kau pakai Bekasi ya gitulah. Tapi bagusnya ya ini kan banyak motor ya. Mereka tuh jalannya 1 2 3. Ada jalan kecil kayak bau jalan gitu. Motor padahal lewat situ. Betul. Jadi kemungkinan motor tiba-tiba ya begitu tuh lebih kecil. bagus sih ini. Harus yang harusnya Jogja Solo juga seperti ini gitu. Dan laos itu rupanya ini sudah mau jam 6.45 masih terang. Masih terang. Tapi kalau bulan ee Desember Januari itu jam . sudah gelap banget. Jam 5.00 pun sudah gelap. Oh. Aku belajar hal baru karena garis semu matahari menuju selatan. Yes. Betul. Pintarnya aku sekarang. Terima kasih, Bapak. Nah, kafe Amazon ada lagi. Gila bal Amazon harus mensponsori video ini karena aku sudah hitung dari awal perjalanan sudah berapa kaliosi Amazon. Nah, tapi enggak enggak perlu khawatir kalau kita ke kafe Amazon terus misalkan tiba-tiba mules ya kan ada yang trosop. Oh iya benar luar biasa. Masuk kan? Masuk masuk sekali Pak Eko masuk gak ada Inggris-inggrisnya semua bahasa-bahasa Mereka ya. enggak ada dikitlah kecil sekali itu. Ini bahasa latinnya aja jadi kayak itu long purbaeng tanan laeng gitu ya. Ya. Friendship bridgeway tuh patokai. Eh dongdok. Ah iya. Ship bridge itu ada ada ada jembatan persahabatan itu kayak mirip itu ya bahasa Jawa ya huruf jawi ya ya kita minta Bang Pala untuk terjemahkan ke sastra Jawa ye akhirnya sampai juga di VNTN tapi kok ada menara ya wah kita sampai di Paris Wow wow ada Eil Tower Wow itu Tokyo Tower amazing banget Evel Tower ya tinggi lagi coba bedanya itu sutet Oh ya benar lagi ada gituannya lagi. Sutet sutet kah? Wih sutet ini. Oh dia kayak Kuantan Tower kemarin punya apaan sih ini? Television national law. Oh ini menara tele menara TV tapi dibikin kayak Eil Tower. Wala we mantap. Iya baru bentar aja di ViantiN udah temu yang lucu-lucu ya. Btw kita di Potong kota belum sih? Belum nih. Hm. Kok kok belum ketemu gedung tingginya ya? Ini 1853 nih. Menuju jam . Masih lumayan terang ya. Wu EB ya masih 21 menit loh. Iya 10 kilo lagi deh. Di VNTN ini ternyata ada tempat makan khas Indonesia yaitu rempah Nusantara. Jadi sebelum ke penginapan kami mampir dulu untuk makan malam. Akhirnya kita sampai di sebuah tempat di kota Vienn ya. Kotanya ternyata surprising ini bersih. Besar di pusatnya sini ya. Cuma gedung tingginya ada tapi jarang. Dan kita tuh dapat rekomendasi restoran dari Kedubes ini namanya Rempah Indonesian Food. Tapi sepertinya fancy sekali ya. Dan bukanya sampai jam 08.00. Sekarang jam berapa? 720. 7.20. Kita 40 menit lagi. Selamat malam. Buka buka buka. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Oh, orang Indonesia. Benar. Indonesia. Iya, Indonesia. Senang sekali ini. Maaf ya kita bikin video. Boleh? Monggo, monggo. Monggo, monggo. Orang Jawa berarti. Asli mana, Mas? Saya dari Papua, Pak. Papua. Oh, jauh sekali. Jauh sekali. Silakan silakan. Orang Indonesia semua kerja di sini. Ee kalau di sini kebetulan saya punya Oh, orang Indonesia semua yang ter Indonesia. Iya. Dengan chefnya Indonesia. Amazing. Asik. Papuanya soro bukan. Saya di biak. Oh, biak pernah biak. Oh, di bawah ya berarti ya. Di atas. Eh, di atas ya? Paling atas. Atas yang kepisah sendiri pulaunya. Heeh. Heeh. Jauh ya. Kok bisa gimana ceritanya nyasar ke Laos? Ee dari orang tua sih. Jadi orang tua sebelumnya kalau pernah dengar Merpati Nusantara Airlines. Orang tua. Oke. Merpati dulu kerja di Merpati pindah ke Maldiv. 2011 masuk ke sini. Wah. Maki. K. Jadi dari 2012 saya sudah mampir ke sini. Iya. Merpati itu tutup kapan ya? Kan sudah ditutup ya merpati kan. Lama sudah lama. Heeh. Lama ya. Lagunya aja di luar kali ya. Dingin banget dalam. Di luar sih mungkin ngerokok aja sih ya. Tapi kalau untuk tapi ada yang ngerokok enggak? Kenapa enggak di dalam? Dingin banget. Mending dingin daripada panas. Aku mau pasang papeda dong. Enggak ada dong. Oh iya papeda enggak ada ya? Enggak ada papeda pakai bumbu kuah ikan kuning itu. Itu enak gitu. Di sini enggak ada sagunya. Jalan-jalannya juga. enggak ada sagu di laus kawan. Enggak ada sagu di laos. Kan enggak mungkin pakai tapoka kan ber kami ketemu tepu Pak. Kopi tapioka tadi banyak. Banyak di sini mas. Oh sini. Saya mau nasi ayam penyet. Nasi ayam penyet boleh. Saya mau nasi ayam bakar. Enggak. Tapi nasi pecel asik juga sih ya. Pecel habis. Ah baru makan. Aku mau nasi rendang Nusantara. Nasi rendang boleh silakan. Eh kau baru makan rendang itu di Kamboja. yang lain Laos. Kita dari Indonesia bawa mobil plat B. Tadi lihat soalnya kan ada K. Oh iya iya. Terus langsung ngomong sama bukannya brand ya? Saya tahu juga bapaknya biasa dengan Om kan? Iya sama Arif Muhammad kan ini luar biasa. Saya juga mau penyet deh. Nasi ayam penyet boleh. Sambalnya mau dicampur apa dipisah? Saya dipisah aja. Dipisah bapaknya. Campur aja. Campur aja. Siap. Nasi rendangnya jadi jadi satu. Siap. ini sampai jam 08.00 ya? Ee enggak apa-apa sih tinggal di heritage di belakang jadi enggak ada mau sampai malam juga ma heritage itu apa hotel di belakang ini ada heritage. Habis ini nanti saya tunjuk her itu apa hotel ee rumah tradisional laos wow bisa buat ngap situ boleh jadi kita punya tujuh herit kita punya ee 12 apartemen ada berapa kamar Heritage? Heritage ada dua kamar. Kalau apartemen yang paling besar ada lima kamar. Berapa semalam? Kalau heritage per malam. Oke. Itu bisa buat berapa orang? Bisa dua orang eh dua kamar besar sih isinya. Oh jadi empat orang ya? Empat orang bisa. udah full beta pindah kalau apartemen. Kalau apartemen yang paling besar bentar bentar bentar bentar bentar. Ee lima kamar apartemennya berapa per apartemen? Kalau yang satu kamar 40 bisa berapa orang? Itu cuma satu kamar sih. Itu cuma semua orang. Tapi kalau cuma tradisional bisa buat konten juga bebas. 78 orang. 78 orang berarti yang kamar besar yang lima kamar. Kannya itu di 50 per malam. Coba ditelepon lagi. Iya di apa? Takutnya dia udah. Soalnya kalau mau lihat heritage gini paling dekat harus ke Luang Prabang. Kita satu-satunya punya di sini. Enggak. Yang jadi masalah itu adalah di sini itu aplikasi itu jarang hotel. Jadi kebanyakan kita hotel itu harus on the spot. Nah itulah Airbnbnya cuma ada satu. Wah, tempatnya bagus, rapi, bersih, dan mewah. Hah, ini dia ayam geprek. Sebenarnya enggak digeprek sih, tapi lihat sambalnya Indonesia sekali. Oh, iya. Dan saya rendang. Ah, mantap. Riana tidak bisa ngomong kalau dia lapar dan dia wangi. Ini dia punya ini wangi banget. Sambal. Monggo. Cicip, cicip, cicip. Benar boleh nih ya. Angkut ini. Katanya rendangnya 6 jam nih bikinnya nih. Iya. Empung deh untuk harganya ini seporsi di Rp10.000 Kip punya kita kurang 20% aja R0.000an R000an kurang 20%. Tapi memang di ee Laos ini enggak murah ya sama Kamboja mahalan sini ya. Aku malah merasa paling murah tuh sementara Thailand. Iya. Kamboja lebih mahal. Laos lebih mahal ternyata. Iya. Iya. Jadi ini makannya normal. Nyaman. Hm. Enak. Kayaknya aku enggak minta nasi lagi nih. Ini rendangnya lebih rendang Padang sih. Ya dong. Kan khas Padang. Enggak gendang di Jakarta. W restoran Padang itu agak manis. ini kita gimana ini? Lagi nelpon kita malah video call. Tuh cobain enak makan ya. Ambil ini ya. Enggak apa-apa ini aku lagi bikin video tapi enggak apa-apa. Ada Zul tadi masuk kamera sedikit. Kita mau makan ini dulu. Wangi banget. Ayam geprek. Kamu bikin videonya makan ayam geprek. Hm. Enak. H enak ya? Enak enak. Enak banget. Mirip. Mirip rasa di Indo. Tak mau dikit. Mirip mirip banget. Aku bawa bilang ini enak. Ah ini ayamnya gede. Oh ya ayamnya gede ayam berisi ini ayam la dan sambalnya mantap. Sambalnya mantap. Udah lama enggak ketemu sambal yang mantap gini. Hai Kakak. Hmm. Pegang dulu, Kak. Hm. Pegang dulu, Kak. K nanti p telepon lagi de. Papak lagi bikin video bentar ya. I ya. Nanti telepon papa lagi ya. Dadah dah. Oh ini ayamnya enak euy mas. Wah apaak banget sumpah. Terima kasih. Bumbu rendangnya gila banget. Aku nasi putih. Nasi putih kasih bumbu rendang di atas. Kurang kau segitu. Enak. Enak. Enak. Rasanya Indonesia banget. Baik. Serius ini enak banget. Ini enak banget. Terima kasih banyak. gua pengin kerupuk deh. Kerupuknya juga Indonesia dari Surabaya ini. Bolong kerupuk. Nah, pertanyaan gua nih. Ini orang lau suka enggak makanan yang rasa Indonesia gini? Kalau ayam penyet ini paling populer kita di sini. Kalau rendang saya selalu untuk kedatutan. Kedutan ya. Dan kebanyakan di sini banyak e patriat yang dulu pernah di Indonesia juga. Oh. Temannya John itu dia bikin namanya Dapur Indonesia di Kamboja. Dia bilang, "Kok enggak ada ayam geprek sih?" Gua mau pesan ayam geprek tuh. Dia bilang apa? Udah banyak di sini ayam geprek. Udah karena segitu banyak orang Indonesia di kampung aja. Kalau ini titipan dari muder cuma satu harus konsisten dengan rasa. Nah, jadi karena itulah kenapa rempah-rempah saya masih bawa dari Indonesia. Oh, rempah-rempah ba dari Indonesia. Iya. Apalagi kemiri itu tidak ada di negara ini. Sama daun salam. Jadi saya bawa sendiri tadi laos ada di sini. Laos di sini lah. Mantap ya. Makanya namanya negaranya laos. Laos besar besar laosnya di sini. Besar-besar. Lengkuas. ya. Lengkas is laos. Lengkas itu laos. Bisa bahasa sini. Bisa bahasa la untuk di pasar. Untuk di pasar. Aku bisa eh cabidi apa? Skibidi apa namanya? Cabaidi sabidi. Cabiu. Sabadi itu dipakai untuk semua. I nanya sehat atau tidak pun sabadi boh tanya itu sebenarnya jawaban pertanyaan atau kamu sehat tidak sama aja juga ya sabadi untuk semuanya tanya apa kabar sehat tidak sabadi soadi mantap kalau enak save like save like save like enak sekali Setelah makan malam, kami berbincang panjang dan melihat tempat tinggal pemilik rempah Nusantara. Hari mulai malam kami berpamitan dan menuju penginapan untuk istirahat. Oh iya lupa. Pakaian kami selama di Kamboja dan Laos sudah mulai menipis. Jadi kami putuskan untuk mencari laundry terlebih dahulu. Ini kayaknya tuh daerah wisata ya karena dari tadi banyak orang buleenya. Dan lihat tuh ada mango tuh tuh lihat tuh ada apa? Ada bus ada Swensonsensons sana kita nyuci habis itu kita jalan-jalan yuk. Mau enggak jalan kaki guys? Karena tadi waktu di Resto Indonesia katanya Laos itu aman banget. Beda sama Kamboja even sama Thailand aman. Sini jalan-jalan main HP pun rapo. Heeh. Jalan-jalan. Setelah selesai laundri, kami langsung menuju hotel untuk istirahat. Ya, habis dari apa namanya rempah Indonesia. Luar biasa. Kita mau ke hotel dan ternyata hotelnya dari luar menarik ya, cukup mewah, fancy dia ala-ala Eropa gitu. Tapi yang lucu ya, tempat kita menginap tadi eh menginap tempat kita makan tadi ternyata dia ada tempat penginapannya. Harganya menarik dan rumahnya rumah panggung. Rumah apa namanya? Kas Laos. Rumah Kas Laos. Jadi emang sengaja dibikin rumah Kas Laos. Biasanya kan katanya di luar tuh kalau kayak gitu tuh. Betul. Host di pinggiran kota. Host pinggiran kota. Nah itu ada rumah di pinggiran kota. Jadi next kan kita mau tinggalin mobil di sini, kita harus visa-visa dulu. Habis itu ke Cina kayaknya waktu kita balik ke sini, gua pengin nginap di sana deh. Menarik menarik. Dan besok kita disuruh mampir katanya kalau mau mau ngobrol atau apa dia sangat mereka sangat kakak. Mungkin kita pengen lihatin kalian bagaimana rumahnya. Karena waktu kita lagi dilihatin rumahnya, kita pas lagi enggak bikin video. Sayangnya Dicek saya enggak bohong, Pak. Ee temboknya sih goyang-goyang ya. Oke. Halo. Wah. Oh, bagus kok. Bagus. Nice. Oke, nice. Bagus. Kita lihat WC-nya. Uh, gede banget ini. Kayaknya disiapin buat betat, tapi belum ada betatnya ya. Nice loh. Oke, kita akan bermalam di sini dan besok kita akan pergi ke dealer Cherry yang ada di kota Vientien, Laos. Enggak tahu, gua ketukar-tukar mulu Laos sama Kamboja. Bye bye. Oke, sampai di sini dulu episode hari ini. Pada episode selanjutnya, kami akan keliling VNTN dan sowan kegedutan besar Indonesia yang ada di Laos. Terima kasih sudah menonton. Sampai jumpa. Hei на нарана
