Jungkat

1M JOURNEY TOUR DE ASEAN: GENTING HIGHLANDS!!! (YouTube Video)

  • 06/09/2025

Halo semuanya, kembali lagi di One Million Journey Tourda ASEAN. Pada episode sebelumnya, kami balik lagi masuk ke Malaysia, tepatnya di kota Kuantan. Sebuah kota kecil yang punya banyak tempat wisata mulai dari unsur seni, spiritual hingga ke alam yang sangat indah untuk dinikmati. Namun, perjalanan harus kembali dilanjutkan. Kami menuju Sepang untuk beristirahat dan kembali menjemput Ridwan hari ini. [Musik] Oke, hari ini jam 1442 hari ke-8 atau hari 9 gitu ya. Eh, gua sama Paran mau jemput Ridwan dan Andi dan dia ikut dan besok petualangan akan dilanjutkan kembali. Kayaknya sih bakal ke Penang dan akan langsung ke border Thailand. Tapi kita tunggu jadwal untuk ke border Thailandnya. Yuk, kita langsung jemput mereka aja. Untungnya dari tempat kami menginap menuju bandara tidak memakan waktu yang lama. Sekitar 20 menit saja kita bisa sampai di sana. Indonesia, Pak. Selamat datang di One Million Journey. Harusnya Andi ini tim Jakarta yang ngurusin kami dari Jakarta, tapi dia harus ikut semuanya. Semua harus ikut. Jadi mulai dari sini akan sampai finish. Ya udah langsung aja karena kita harus jemput Ridwan juga di terminal 2. Iya iya lucu banget dah. Lucu lucu. Jadi ada El. Aduh aduh. Yuk kita gas ke terminal du. Harusnya Ridwan kalau sesuai tiket di terminal du kayak Lia. Pasti lama itu di imigrasinya. Lama banget. Kenapa deh? Tadi gua lama banget imigrasinya ngantri ya? He y. Luar biasa. Yuk, jalan. Akhirnya Ridwan kembali lagi dan setelah ini kita akan memulai explore ke tempat-tempat wisata yang ada di Kuala Lumpur. Jadi karena pada pengen ke sirkuit Sepang, penasaran kayak gimana, jadi kita masuk ke dalam ya. S du Kalau kita sih udah sering karena sudah sering balapan di sini. Nah, ini nih. Lihat tuh. Ini nih yang ngidam, Mas. Weh, gimana rasanya setelah melihat Sepang? Senang banget. Senang banget tuh kan beda kan. Semalam tuh udah ke sini tutup. Oh, tutup. Gokard buka. Mas enggak bisa foto kayak gini nih. Oh, ya udah beda langsung ekspresinya ya. Ee kalemnya tuh langsung hilang gitu yang tadinya kesannya keren gitu kan, intel langsung berubah pesonanya. Thank you, guys. Gimana, Pak? Udah ke Sepang, Pak. Ya, akhirnya menyentuh sepang. Aku cuma pernah ke Mandalika sirkuit. Ya, gimana setelah ngelihat Sepang? Aku ketemu cuma satu pedoknya itu atapnya beda, Pak. Oh iya, tapi beda. Apa istilahnya mekar? Ini sukit lebih tua. Oh, ya. Iya. Tapi gedean siapa sih? Gedean ini pernah di Mandalika? Pernah. Sama-sama masuk di dalam. Sama-sama. Perbedaannya secara untuk orang amatir apa perbedaan signifikannya? Eh, pertama kalau yang ini tuh buat mobil dan motor. Kalau itu emang buat didesain buat MotoGP only. Oh, tidak didesain untuk balap F1. Kalau ini buat balap F1. Oh, oke oke oke. Tapi aspalnya mahal loh katanya Mandalika itu mahal banget katanya aspalnya. Iya, mahal banget. Ini lebih mahal lagi. E enggak tahu ya. E cek di Google. Gua bukan ahli aspal gua cuma secara kesan doang. Kesan sekilas doang. Apa kesan bedanya? Kalau buat bawa mobil ini tuh lebih menantang karena jenis tikungannya, ada tanjakan turunannya. Kalau Mandalika itu dia kayak lebih buat motor sih. Jadi lurusannya cuma segitu doang. Sret, habis itu dapat top speed. Bahkan gua waktu itu naik motor top speed-nya itu dapat di jalan yang belok, belok, belok sebelum tikungan Pertamina. itu dapat top speed tuh. Oke, oke, oke. Pas di lurusan sret habis. Oh, jadi yang ini lebih menantang. lebih menantang terutama tanjakan turunannya sih sama ada ininya ya serulah pokoknya ini lebih tekniknya lebih ini sih butuh lebih teknik buat mengemudinya lebih berasa tapi tiap sirkuit itu punya kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri karakternya tersendiri-sendiri ya jadi enggak bisa dibandingin sebenarnya kayak ibaratnya kalau misalkan udah sirkuitnya ini terbaik udah F1 di situ aja terus enggak ganti-ganti sirkuit gitu kan enggak mungkin juga. Nah, kurang lebih setiap sirkuit itu sama unik ya dengan cara masing-masing. Unik. Iya, makanya enggak walaupun sirkuit yang ini lebih A, yang ini lebih B, lebih C, tetapi tetap kita harus cobain semuanya. Wih, harus balapan di semuanya. Oke, berarti kita kan udah nanti mungkin aku akan coba masuk ke dalam, Guys. Kayaknya pakai pakai rangga, ya. Sirkuit Internasional Sepang dibuka pada tahun 1999 di Selangor, Malaysia. Dirancang oleh arsitek terkenal Herman Tilke, sirkuit ini menjadi icon modern karena desainnya yang lebar, trek lurus panjang, dan tikungan tajam yang menantang. Sirkuit ini pernah menjadi tuan rumah Formula 1 Grand Prix Malaysia dari tahun '99 hingga 2017. serta kejuaraan MotoGP Malaysia yang masih berlangsung hingga sekarang. Dengan kapasitas lebih dari 80.000 penonton, Sepang bukan hanya pusat balap dunia, tetapi juga simbol ambisi Malaysia dalam dunia olahraga otomotif internasional. Ya, ini gara-gara si John itu penasaran ke dalam, kita masuk ke dalam. Tapi ini sebenarnya lagi disiapin buat e Porsche Karera Cup. Bang. Jadi, Bu minggu depan ya, Bangi. Ya, lah. Minggu ini. Oh, minggu ini. Heeh, minggu ini. Oh, minggu ini balapannya. Lihat mobilnya Porsche. Ada mobilnya. Adalah. Cok. ini yang enggak boleh enggak boleh diev itu ya? Jadi boleh ini udah selesai aja. Kok dulu ada pernah insiden yang karena kena review langsung karena karyawan bukan tuh MotoGP itu enggak boleh. MotoGP enggak boleh ini biar yang buka lah. Janganlah. Udah udah ada. Ini punya siapa? Saya punya driver. Oh dari Malaysia. Uh keren. Kali sudah sudah ini level GT3 lagi yuk. Nih ini juga nih. Lihat beda dong. Serius biasa. Oh ada bludunya di dalam. Aku kira kayak kita kopedia Pak. Enggak dong. Sarung. Sarung mobil 911. Nah, ini ya. He. Kalau mau mau lewat sampai 1 bisa sekarang. Oh. Oh. Lagi kosong ya? Ah, lagi kosong sekarang. Lagi kosong. Ih, keren banget sampai turn satu yang situ. Belokan pertama keren banget. Keren banget. Kalau kita mau lagi. Santai, Bang. Tes. Sudah selesai, ya. Prepare kerja ini. Sudah selesai. Sudah selesai. Oh. Pit practice yang pertama. Oh, berapa lab emang ada pit practice? Dia ikut waktu 45 menit. 45 menit. Tapi ada pit masuk. Terserah. Suka-suka bisa masuk sebab dia latihan saja. Oke. Fuel cukup 45 menit. Cukup cukup ya. Heeh. Tuh lihat mobil-mobilnya. Iya. Gila banyak. Dan di Sepang ini tuh tempat buat tim balap, tim F1 itu latih e ngetes mobil. Betul, Bang Oni ya. Betul. Ternyata TRK Sepang nih lebih kepada teknikal. Iya, sangat teknikal. Jadi seperti gua bilang tadi, banyak tikungan-tikungan, ada tanjakan turunannya. Jadi buat ngetes mobil itu bisa hampir ya bisa hampir mendeskripsikan tikungan-tikungan yang ada di sirkuit-sirkuit lain. Mobil kencang di sini biasanya juga kencang di sirkuit-sirkuit lain. Tren satu di sebuah sirkuit merupakan tikungan pertama setelah garis start atau finish yang biasanya menjadi titik krusial dalam balapan karena pembalap sering mencoba menyalib atau mempertahankan posisi di sana. Konsep ini umum di berbagai olahraga balap termasuk Formula 1 dan merupakan bagian penting dari strategi pembalap untuk mempengaruhi jalannya balap sejak awal. Sirkuit itu sebaiknya kalau dibangun menguntungkan negara profit enggak sih dia sih? Nah, pada pandangan saya dia promotion ah promosi negara mungkin untungnya bukan di sirkuit tapi orang-orang datang kan belanja hotel. Oh iya di situ. Makanya ekonomi naik bertambah naik. karena ketika dari orang dari luar itu datang ke negara kita itu dia itu bawa uang. Sang kan kalau kita ke luar negeri kita bawa uang keluar. Iya bawa uang keluar. Kayak kita juga bantu apa memutar ekonomi negara juga ya. Oh, kita kan semangatnya ASEAN. Masih serumpun kita ini ya. Berarti ada sedikit banyak ada rupiah kita tuh beredar sekarang sini. Tuh sepa ini kita menuju lagi tenat aman nih ya. Saya baru pertama kali jalan kaki sejauh ini di Sepang. Selamat, Pak. Ini yang Wah, ini belokan agak tricky nih. Oh, ya. Iya. Kalau salah bisa motong 2 detik tuh. Kalau salah bisa motong 2 detik. Iya bisa. Yang mana itu kira-kira trek yang dulu Om Ritman pakai itu yang mana? Bekasnya masih ada. Kalah. Ini salah satu tikungan yang sangat tricky. Hm. Udah gitu ini kalau dilihat nih ya ini jalan ya dari sini itu turunan tuh turunan ke bawah tuh ke bawah lagi. Turun tuh. Oh itu di bawah jalan. Iya tuh. Lihat tuh. Itu dia turun ke bawah. Jadi ini turunan. Jadi kita lalu lewat sana nak turun kita potong balik sini. Kita putar balik sini. Setelah kami seharian di Sepang, kami kembali menuju penginapan untuk beristirahat. Dan pada subuh besok kami harus mengantar John dan Riana ke bandara karena mereka ada urusan pekerjaan di Jakarta. Dan selamat subuh kawan. Kita mulai bergerak di jam 0.30. Kenapa mendadak kami muncul ya? Karena jaj gua ada urusan mendadak, so kita harus cabut kembali ke Indonesia sementara nanti sekitar 56 hari lagi kami nyusul pas nanti teman-teman one manajur ini sudah menuju ke Thailand. Thailand ya. Dan kami juga mau saya thank you buat Bang Ridwan dan teman-teman 1 milion J ya baik kali kalian ya. Kami sampai diantarin ke bandara jam. Pagi. Aku bilang tak usah bang naik Grab. Cuman itulah orang baik su saya. Thank you Abang. So, buat teman-teman nih, kalian jalan lo jangan, jangan kesepian. Kalau butuh bantuan apa kontek aja dan kalau kalian lagi butuh bantuan uang ya, kontek cuma aku tak ada uang juga coba kasih tahu aja gitu. Oke, kita mau lanjut dulu ke bandara dan sampai bertemu lagi 56 en hari sekarang. Bye. Dan selama beberapa hari ke depan, John dan Rihana tidak bisa melanjutkan perjalanan one million Journey Tour the ASEAN. Sampai bertemu lagi, John dan Riana. [Tepuk tangan] Hari ke berapa nih, Pal? Apa? Delapan kayaknya. Oh, kaya ya. Kita butuh yang pasti 27 27 kita kan sampai sini. 27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 Eh, tuh ada Cherry 9. Di sini paling banyak 37. Oh, iya. Eh, bagus, Pak. Hah? 37 tuh. Oh, iya i 290T berarti sama yang ini 16. ini kan 39, ini 390T. Ini 290. Yang satunya lagi 2000 cc. 390 Nm, Pak. Mantap. Kencang, Pak. Kencang ya. Kencanglah torsinya. By the way, hari ini jajago ada usaha mendadak pulang dia. Iya. Jadi mereka balik tadi jam 5. Ya, jam 5.00 sudah diantar. Iya. Di sini subuh jam .00 karena dia sejam lebih cepat dibandingkan dengan Indonesia. Betul sekali. Dan hari ini kita ke tambahan member baru ya. Ye, ada satu orang yang biasanya di belakang layar. Iya, kali ini muncul. Eh, muncullah dia mau ikut mendadak l mendadak enggak ikut. Heeh. Tadinya enggak ada rencana loh gue ada masalah apa sih di rumah? Enggak ada apa-apa, Pak. Ya Allah. Gua enggak ikut-ikutan. Gua gak ikutan. Gua enggak ikut-ikutan, Pak. Ampun, Pak. Enggak ada apa-apa. Dia pengin jalan-jalan kali, Pak. Pengin ikut. Heeh. Iya, gua ngertilah. Heeh. Ya, enggak usah diceritain lah, enggak apa-apa lah. Kok gua eh gua nikah lebih lama dari lu. Jadi paham lah. Ya kan Bapak juga saksi Ana, Pak. Yes, kita hari ini mau jalan-jalan ke Batu Cave dan Genting Island. Eh, Genting Highland ya. Genting Highland. Genting Highland. Tapi yang pasti tidak ada untuk berjudi ya. Betul kan? Itu karena di di Malaysia cuma digenting aja boleh berjudi. Hah? Susan, Pak. Wow. Tapi harus lihat ID. Eh, harus cut Malaysia atau boleh orang lain? Kalau muslim enggak boleh. Oh, kalau muslim enggak boleh. Enggak boleh. Keren tuh. Bagus. Ya udah, yuk kita a jalan. Awas dia. Enggak, Pak. Siapa saya sih? Tidak judi saya. Oh, gitu ya. Enggak enggak. Perjalanan pertama kami kali ini akan menuju Batu Keev, sebuah tempat wisata yang direkomendasikan oleh banyak orang jika kita pergi ke Kuala Lumpur. Perjalanan ini akan memakan waktu sekitar 55 menit dengan jarak tempuh sekitar 63 km. Ceras. Ceras Subang Jaya. Oh, sampai Subang, Pak. Subang sampai Subang. Alhamdulillah pulang, Pak. Saya, Pak, ya. Heeh. Sudah sampai Subang, Pal. Mana mau turun? Di mana lu? Ini aja, Pak. Terminal Subang, Pak. Dekat Rosin Rosalinda. Oke. Rustral Inda. Anyway, lu kan lebih lama nih berarti nyetir di KL dibanding gua nih. Karena kemarin gua balik kan. Apa yang lu rasakan? Ee tertib sama tertibnya, Pak. Kayak di Sarawa sama. Oke. Heeh. Terus juga apa? Lebih sering kagetan karena motor lebih banyak, Pak, di sini, Pak. Jadi kalau kurang hati-hati mah banyakan Sabah enggak? Banyakan sini Pak motornya Pak. Sabah? Iya motor lebih banyak Pak dan lebih kencang. Iya karena di sini motornya banyakan MX MX King, Pak. Kencang ya? Kencang. Komeng makin di depan. Nah, itu dia. Aduh. Terus apaagi, Pal? Apalagi hanya? Oh, ini tol, Pak. Sistem pembayaran tol. Kemarin kan lu kehabisan itu tuhimana. Jadi, jadi waktu yang pertama kan gua sempat kehabisan juga. Nah, kehabisan itu kebetulan di bilik ee tolnya bilik di ruangan gitu bilik ya. Itu bisa ngisi di situ waktu yang pertama tuh. Nah, yang kedua kejadian lagi kita kehabisan tol. Ternyata kok bisa dua kali sih? Ya namanya Namjuk, Pak. Kita gagak hafal tarif tol 5 astagfirullah. Ya, diisi dulu dong. Diisinya selalu RM50 terus. Nah, itu kita kehabisan minta tolong sama ininya petugasnya. Ternyata ya udah enggak apa-apa kita bukain lewat apa lewat dulu aja satu gerbang tol. Nanti di depan ada Petronas kalian isi dulu si itunya Ten Goon-nya. Nanti di gerbang selanjutnya otomatis kepotong. kayak gitu. Jadi tetap dibukain tapi kalian langsung isi biar teras terdekat di apa? Gerbang telang langsung otomatis kepotong. Bagus ya. Enak, Pak. kayak gitu. Jadi sistemnya ya udah gitu enggak usah dibikin repot. Jadi mereka itu juga nyiapin ininya ya mitigasinya ya kalau terjadi apa-apa ya. Mitigasinya. Heeh. Jadi gampanglah gitu. Dan kartunya kan juga mahal. Mahal Pak kartunya. Iya mesti beli di Jakarta ya. R Jakarta ada di KL Center. Cuman berapa? Wah berapaan ya? 7uh apa 10 gitu ya. Jadi daripada kita hilangin kartunya itu mendingan kita top up lagi. Top up terus. Ini Pak kabut yuk. Ya, ini lagi mau hujan kayaknya. Oh, ini bisa kelihatan kua lumpur dari Ini tolang bagus ya, tapi ya enggak geluduk-geluduk ya. Heeh. Bagus. Sambungannya rapi, Pak. Heeh. Cuma bluk gitu doang nih. Iya. Tiga jalur lagi, Pak. Iya, benar. Benar. Tapi ini tinggi banget loh. Eng, ya. Oh, iya. Tinggi ya. Sama MBZ tinggi mana ya? Dan itu depan kita tuh benar-benar Kota Kuala Lumpur loh. Kelihatan banget pemandangannya. Ap kalau malam pasti lebih bagus. Oh iya pasti. Heeh. Lampu-lampunya nyala dan masih ada yang hijau-hijau. Betul. Pohon masih banyak. Sama kita dengar lakson sih dari kemarin kagak ada, Pak. Enggak ada ya? Enggak ada kan memang mitosnya begitu, Pak. Bukan mitos sih katanya kalau udah kelason berarti udah marah banget itu. udah marah banget. Siapa kalau high beam berarti dia ngasih jalan. H beam ngasih jalan. Apalagi kalau papasan, Pak di persimpangan dia bukan minta jalan. Kalau di kita kan minta jalan kan dia malah ngasih. Ini yang agak bikin kagok sih. Eh, aim gua jadi engak jadi masuk kok dia berhenti ya kan. Nah itu tuh walaupun kita sudah tahu ya cuma karena namanya kebiasaan ya. Iya di Indonesia kan minta Pak. Indonesia kan minta ngasih ib ya begitulah kurang lebihnya ya. Tapi menarik sih kalau kalian ke Kuala Lumpur sewa mobil deh. Wah. Tapi siapin TNG dari Jakarta. Betul. Harus bawa TNG. Padahal gua sempat khawatir pas balik ke Indo 2 Tigo bakal ketemu medan jalanan yang ekstrem. Apalagi yang bawa mobilnya bukan gue. Dan benar, ternyata perjalanan Johor Bahru, Kuantan, dan Sepang itu banyak sekali tanjakan turunan yang membuat kerja mesin Du Tigo jadi lebih ekstra. Untungnya Du Tigo sudah menggunakan oli Castrol Magnatchek SUV 5W40 yang melindungi tanpa henti sejak mesin dihidupkan. Dia menempel pada komponen penting mesin sehingga mesin terhindar dari overheat dan perjalanan jadi mulus, aman, dan nyaman. Castrol Magnatch SUV dirancang untuk gaya berkendara mobil SUV yang mesinnya bekerja lebih berat sehingga temperatur kerja mesin lebih tinggi dan rentan overheat dengan spesifikasi tertinggi AP SP yang memiliki fitur perlindungan terhadap oksidasi dan mencegah pembentukan lumpur mesin yang sangat baik. Nah, jadi enggak perlu khawatir deh buat keadaan mesin duo yang mana perjalanan Tur the ASEAN ini masih cukup panjang. Wah, Grimsis, Pak. Apaan? Grimis. Gimis. Grimsis kayak gitu. Keren kan? Di kota bisa ada tebing tiba-tiba di kota. Iya, makanya. Iya, makanya keren, Pak. Nah, ini nih cuma mau hujan ya. Nah, infonya, Pak, kalau hujan-hujan begini pas naik tangganya itu banyak yang licin, Pak. Eh, makanya kita harus hati-hati. K udah alasan tuh gua biar gua enggak usah nanjak-nanjak, tapi pengen tahu gua sih atasnya. Enggak usah dulu. Ini lu dari kemarin jalan-jalan cuma nambah R200 ya? Iya, Pak. Dekat-dekat Pak dekat-dekat ya. Semenanjung tuh dekat-dekat 10,9 L/100 dapatnya segitu. Banyak stop and gua dan kena macet juga kan dari kemarin kan. Betul. Sekalinya jarak jauh juga banyak tanjakan kemarin waktu dari Kuantan tuh. Oh gitu. KL. Heeh. Tanjakan turunan. Tolnya berkelok-kelok, Pak. Tol berkelok-kelok. Tapi kelok-keloknya tajam atau biasa? Agak parabolik, Pak. Sampai sebegitunya tolnya. Tapi enggak sampai setir lock to lock kan? Enggak. Enggak sampai. Gua agak ini agak agak Oh. Oh. Noh, Pak. Noh kelihatan noh. Ah, tuh kelihatan ya. N patungnya patung desem. Tung desem waringin. Betul nih. Oh, nih kanan nih berarti kita nih. Nah, terus muter balik agak tajam tuh ke situ tuh. Emang bisa ya? Di Google Map-nya bisa enggak? Bisanya aja, Pak. Gua enggak yakin sih. Oh, iya ya. Itu kita masuk ke jalan tadi lagi. Iya. Heeh. Pertanyaannya emang boleh Google Map tandanya sih Google Map sih ngarahin begitu dan enggak ada tandanya. Iya ya. Bismillah aja L ya. Iya Pak. Gua malas kalau ternyata ternyata enggak bisa ya. Terus di negara orang kan cari perkoro namanya. Tuh yang itu tuh kan bawah tuh kan. Iya betul Pak. Tuh ada PTS Travel tuh. Memang infonya yang datang berbes-bes, Pak, ke sini, Pak. Small frame berarti dia, ya. Hah? Wah, PSPA dong. Small frame. Bener PPS kan? Iya, benar sih. Enggak salah. Iya, Bomar. Mantap nih. Iya, kan? Nah, kembang-kembang yang jual nih buat ini ibadah gitu. Uh, gila anjingnya gede banget. Anjing gede banget. Masuk lagi. Ah, ini gua itu naik ini. Naik kereta station Batu Cave. Wah, kayak KRL Tanjung Barat ya. Nah, naik sini. cuma yang paling keren tuh ini pas masuk dalam ke guanya naik tuh ada ini masuk ke dalam gua beneran ada stalak meid apa stalakit stalak sama stalaktit. Heeh. Heeh. Terus netes-netes air. Ada air terjun di dalam guanya juga. Ada air terjunnya, Pak. Ah, keren. Bisa benar-benar ke dalam. Eh, parkirnya di sini ternyata. Iya, ya. Cari parkir langsung. Pak, Pak, Pak. Oh, iya benar. Manggil. Iya, iya. Apa? Iya, iya, Pak. Tuh, Pak, Pak, Pak. Pada manggil nih. Station mobilnya di mana ini? Station. Di sini. Selamat datang di Batu Cave. Gimana? Ken, Pak. Enggak berasa kayak di Malaysia ya, tiba-tiba di sini. Ah, berasa kayak di India persis. Nah, ini semuanya tuh ornamen-ornamennya India. Bahkan tadi di depan ada emak-emak India lagi pada berantem tuh pedagang. Lihat enggak tadi banter banget mulutnya, Pak. Wah, Han ngapa sih nasihatin apaan biar gua yakin tuh kalau Google Translate dibuka sret gitu pusing dia kata Googlenya. Udah dah mendingan gua ganti kerjaan kata gu begitu katanya. Tapi ya. Heh. Ini tadi gua pertama kalinya di Malaysia ke toilet bayar. Oh iya R1. R1 tapi toiletnya bagus banget. Bersih. Bersih. Ee pakai marmer gitu-gitu. Bagus tuh, Mat. Jadi gua pikir bakalan ah jorok nih. Hm. Ternyata enggak bersih. Ternyata bersih. Toilet mana, Pak? Sini, Pak. Sini. No. Nih kita Oke, kita sini dulu yuk. Ya, sambil nungguin tim pada parkir ini ada Ramayana Caves. Jadi lebih ini sih spiritual ya. Oke, berarti kaitannya sama agama Hindu, Pak. Iya. Ini gua Ramayana. Nah, kalau gua Ramaya ini buat spiritual. Kalau yang gua di dalam sana Itu kita harus pakai apa namanya? Helm proyek. Ada lampunya. Wih, kayak ceving. Beneran. Jadi kalau kalau pas masuk cing pertama tuh Heeh. itu gede isinya ada ornamen-ornamen Hindu. Pas masuk ke dalamnya lagi ada lagi yang mesti pakai eksplorasi. Keren tuh. Nah, ini emang tempat sembahyang. Iya, iya iya. Oh, berarti emang di aktivitas sembahyangnya masih ini ya? Masih dipakai. Heeh, masih dipakai. Sebelum kita masuk lebih dalam ke area Batu Kevs, terdapat sebuah gua di depan gerbang masuk yaitu Ramayana Cev. Gua ini dihiasi dengan ratusan patung warna-warni yang menggambarkan kisah epos Ramayana dari India. Setiap langkah di dalamnya membawa kita menyusuri cerita Rama, Sinta, dan Hanoman yang dipahat indah di dinding-dinding gua. Ramayana bukan hanya tempat wisata religi Hindu, tapi juga perjalanan spiritual yang menyatukan seni, budaya, dan keindahan alam dalam satu pengalaman tak terlupakan. Tadi kita lihat gambarnya isinya tuh patung-patung warna-warni pakai lampu ya. Tapi kita mau yang ke sana yang utama dulu. Nah, ini dia tempat yang jadi ikonnya. Ini ada patung besar. Patung apa ini, Pak? Patung Dewa Murugan. Dewa Murugan 42,7 m. Wi dua ya. Terus ada tangganya ini. Aduh musuh bebuyutan gua tuh tangga tuh. Yuk kita naik tangga yuk. Aduh 272 anak tangga Pak. Oke coba kita hitung ya. Hanya sekitar 13 km dari pusat Kuala Lumpur berdiri megah sebuah destinasi iconik bernama Batu Keps. Tempat ini bukan sekedar gua kapur berusia lebih dari 400 juta tahun, tetapi juga menjadi pusat keagamaan penting bagi penganut Hindu di Malaysia. Nama Batu Keps diambil dari sungai Batu yang mengalir di dekatnya. Sejarahnya bermula pada akhir abad ke-19 ketika seorang pedagang India bernama K. Tambosami Pilai menjadi gua utama sebagai tempat pemujaan dewa Murugan. Sejak saat itu Batu Keps menjadi pusat perayaan Taipus yang setiap tahun menarik ribuan peziarah dan wisatawan dari seluruh dunia. Salah satu ikon paling terkenal di sini adalah patung emas Dewa Murugan setinggi 42,7 m yang berdiri gagah di pintu masuk. Untuk mencapai gua utama, pengunjung harus menaiki 272 anak tangga berwarna-warni yang kini menjadi spot favorit untuk berfoto. Apa tuh? Ah, ini dia. Kenapa lari sih? Ngetes napas dulu, Pak. Ah, jadi ini masuk kayak ke masjid. Enggak boleh celana pendek. pendek baju seksi ee merokok mudah lari itu enggak boleh lari enggak boleh harus pelan-pelan. Nah, kalau kalian pakai baju agak kebuka dikasih ini kain seari kain. Enggak tahu kain sari atau apa. Pokoknya dikasih kain lah. Jadi kita harus menghormati juga gitu. Betul, Pak. Masih pakai L panjang hari ini. Oh, iya. Bagus dong. Let's go. Entar dulu, Pak. Nungguin yang lain dulu, Pak. Biar napasnya bareng-bareng biar enggak malu, Pak. Enggak jawab. Justru kita berangkat duluan. Heeh. Kalau lu kecapekan, nah nanti kita nyampainya barengan sama mereka. Iya juga sih. Oke kita jalan masuk mode 4L dulu. Lambat lambat lambat. Apaan ini? W mantap ya. Dan stepnya itu agak lumayan. Gimana Pak? Ya harus kita lalui tetap Pak. K duluan deh. Mana sih? Jauh ya aja udah tinggi ya. Tinggi banget Pak. Oh di atasnya ada lagi tuh. Apa lembu Andini apa tuh? Eh tunggangannya sang. Oh ini ada pohon di atas loh. Gede gitu loh. Lantai dua. Oh iya iya. P dari bawah lah. Iya ya. Tadi dari bawah kali gas. [Tertawa] Huh. Baru naik kira-kira setengah jalan. Tangga menuju batu Kepselahan. Nafas sesak, jantung berdebar kencang dan hampir pingsan. Untungnya teman-teman mau menunggu saya beristirahat sampai kondisi stabil. Aku benci tangga. habis ini lu turun 2 kilo gua rasa pasti musuh bubuitan gua tangga enggak dari zaman kurus lu ini pal kalau rumah lu enggak ada tangga Enggak. Berarti lu belum berhasil membangun rumah tangga? Rumah doang ya? Iya rumah doang. Rumah tetangganya ada tetangga minum bawa enggak? Enggak bawa gua. Ini kalau di atas minum harganya RM50 sih. Beli sih. Beli sih. Beli bodo amat dah. Bodo amat. Rp50. Rp50 dah. Gimana? Yuk. Ayo. Tapi kalau enggak kuat, enggak apa-apa loh. Aman- Aman. Kok di situ doang? Itu di di atas ada AED sih apa oksigen tah enggak gitu. Biasa program CV pernapasan dulu habis itu kalau terar biasa aman. Hai. Masih panjang. Nah, ini kayaknya dark cave itu di sini ya, tapi ditutup. Gua lupa. Tapi dulu pernah masuk ke dalam pakai topi terus wah keren banget dalamnya. Ngapain ya? Jangan-jangan nih ada ininya sih. Ada air terjun di dalam. Cuma ada di gua ini, enggak ada di tempat lain. Di balik tebing kapur Batu Keps tersembunyi sebuah dunia misterius. Dark Cave. Gua ini berusia jutaan tahun menjadi rumah bagi ekosistem unik dengan ribuan kelelawar dan serangga langka yang hanya ada di sini. Saat melangkah ke dalam, kegelapan menyelimuti. Hanya ditemani cahaya lampu senter yang menyingkap stalaktit dan stalakmid purba. Setiap sudutnya menyimpan cerita alam menakjubkan. Menjadi dark cave bukan sekedar gua, tapi jendela menuju rahasia bumi yang masih terjaga hingga kini. Kepala kunang-kunang, Guys. Kita samperin dulu deh. Bawa minum enggak? Bentar gua screen eh gua screen recording. Gua voice recording dulu ya. Ini nanti gua kirimin ke istri lu. Ada yang mau disampaikan? Kagak kagak ada. Ini gua rekam dulu. Enggak. Tadi tadi sempat kunang-kunang pas gua berdiri makanya gua duduk. Lu sayang enggak sama istri lu? sayang, Pak sama anak lu, sayang, Pak. Sayang, ya. Iya, benar. Nanti gua forward forward. Aman pak ngegas aja gua tadi tuh. Ngegas berarti langsung kunang gua di eh duduk aja langsung gua mau ini pegangan gua. Enggak, enggak usah, aman, Pak. Aman. Gua cuman butuh rest doang. Tadi ngebut banget soalnya. Tapi emang kalau naik tangga begini jangan dipaksain. Kalau emang enggak kuat, istirahat, istirahat aja. H jangan sampai atas blackout bahaya tangganya iniibat curam. Iya kalau ada landtainya sih mungkin enak ya. Landainya enggak ada cuman segitu doang udah du 1,5 m land. Iya emang ini di di sana buat istirahat istirahat istirahat. Kan gua bilang apa? Kita berangkat duluan tuh yang ditinggal udah sampai sama kita ya. Foto-foto dulu tadi di bawah dia. Iya tetap aja masih ngejar lu kan. Iya karena saya santai ya Mbak P. Enggak apa-apa. Ya udah aman aman yang penting sampai perjalanan kita masih Siap. Nanti di Genting itu kita jalan kaki. Hah? Lagi naik ke atas. Kaki saya tunggu di mobil aja. B gitu Pak ya. Ya. I gas gas. Pelan-pelan yuk. Akhirnya setelah melewati 272 anak tangga, kami berhasil naik ke bagian atas dari area Batu Keps. Sangat lelah sekali, tapi jika sudah sampai, semua akan terbayarkan dengan pemandangan indah yang ada di sini. Setelah 270-an anak tangga terlewati juga sampai juga. Satu hal ini ngetin gua kalau di eh epos Mahabarata itu kayak kita ngelihat perjuangan Pandawa setelah perang Barat Yuda, mereka moksa ke Gunung Himalaya nih kayak gitu mirip banget nyampe lu pal nyampe dong gua ada yang mau gua tunjukin sama l apa tuh kali ini dia pasti senang ya Turunan turunan turunan lebih sakit gedengkul, Pak. Turunan tapi napas enggak ngos-ngosan. Heeh. Mantap kan? Gak ada turunan dari sana naik lagi pulang, Pak. Iya, tapi landainya banyak. Landainya banyak. Tapi tenang aja, Pal. Lu enggak usah banyak ngeluh dulu. Karena habis turunan. Nah, ada tanjakan Nah, itu. Lihat tuh. Lihat tuh ada lagi. Tenang, aman. Nah. Jadi tidak perlu khawatir setiap turunan ada tajakan. Pasti Pak ternyata setelah naik ke atas kami masih bisa masuk ke dalam area dari gua ini. Di dalam gua ini menyajikan suasana sakral sekaligus menakjubkan dengan ruang luas alami yang dipenuhi altar, kuil, dan cahaya yang masuk dari celah gua. Batu Keps bukan hanya sebagai tempat spiritual, tetapi juga simbol keberagaman budaya dan daya tarik wisata Malaysia yang mendunia. Ya, jadi kita sudah disampai di tempel terakhir yang ada di atas sini. Habis itu enggak ada lagi apa-apa ya. Jadi udah mentok sampai sini aja. Cuma gua harus buru-buru turun karena di sini enggak ada sinyal. Ya udah pakai wifi juga tetap enggak ada sinyal. Tapi wajar karena semuanya bersamaan dan batu susah ya. Gua harus dapatin sinyal. Karena barusan gua ditelepon sama e admin garasi gubernur, katanya ada yang datang ngaku udah janjian mau gadein mobil Pajero. Nah, kita tuh enggak ada tuh apa namanya? Gade, leasing dan kawan-kawan. Jadi semuanya cash only. Takutnya penipuan ya. Dan kalaupun dia janjian sama orang lain, gua enggak mau tempat si garasi itu dijadi tempat penipuannya. Langsung diusir aja. Enggak ada. Kalau enggak ada janji enggak usah datang gitu. kecuali mau lihat-lihat mobil. Nanti kalau misalkan dia transaksi di situ, bukan nama kita, nanti bilangnya, "Oh, ininya di sini." Wah, itu kacau banget tuh. Makanya gua masesti cepat-cepat turun. Yuk, let's go. Setelah menjelajahi batu caps, yang tertinggal adalah rasa kagum dari patung murugan yang megah, tangga warna-warni yang penuh energi, hingga keindahan gua kapur di dalamnya. Semuanya meninggalkan kesan mendalam. Bukan hanya soal wisata, tapi juga pengalaman budaya dan spiritual yang membuat perjalanan ini terasa begitu istimewa. Aman, Pak. Gua lagi minta rekaman CTV-nya. iya. Karena kalau misalkan ada orang ngaku-ngaku, "Oh, iya di garasi aja gitu kan." Terus dia transaksi di sana atau janjian di sana terus ngakunya nama kita tuh repot tuh. Scam segitiga, Pak. Ee ataupun dia emang terima gade beneran cuma kan jangan pakai nama kita dong dan jangan janjian tempat kita gitu. Seolah-olah wah ini terjamin nih karena di sini tempatnya. Nah, enggak boleh kayak gitu ya. Itu bahaya banget karena istilahnya nabok nyili tangan. Mau nipu tapi pakai atas nama orang lain gitu buat dapetin kredibilitas. Kaget gua. Jadi yang gua yang kita bisa explore yang gua bilang tadi itu semenjak COVID ditutup sampai sekarang ya. Iya. Yang gua gelap itu, Pak. Iya. Itu padahal keren banget. Berarti B pernah masukin? dark cave itu benar. Ternyata yang di samping ini kan. Heeh. Karena di sana banyak tai kelelawar. Heeh. Takutnya jadi penyakit. Katanya itu berhubungan dengan COVID. Akhirnya dari COVID sampai sekarang ditutup. Sayang sekali itu. Padahal keren sekali. Aduh. Semoga dibuka lagi ya. Amin. Kita berteduh di bawah pohon dulu menunggu mobilnya adem dulu. Kita nyalain bentar ya. Let's say sampai jarum panjang ke angka aduh ke angka berapa nih? Ah ke angka 10 lah ya. Masuk sudah adem. Gimana Pal? Kagak ada keringetnya pisan tadi nyaris Pak. Uh karena gua apa tadi? Ngepush banget pas nanjak diinjak. Ngpush dari mana sih? Iya lah. Berat badan gua, Pak. Pus pus gitu ya. Ngpus ya. Nganggil kucing. Apa kagak tahu batas? Akhirnya tadi nyaris tuh blackout. E ya tapi itulah harus tahu diri. Betul. Tahu batas diri. Jangan dipaksakeun. Heeh. Ben sekali. Benar. I masuk. Aduh. Ah. Ternyata cuma 2 menit aja udah adem, Pal. Iya benar. Nih coba ke sinian. Kalau udah masuk kayak gini, remote mode, step on break pedal, udah langsung nyala, kursinya maju langsung. Ya, kita siap jalan. Kenapa mau nyetir? Enggak, Pak. Ya, lu istirahat aja tidur lah. Mau beli banta leher enggak? Enggak usah, Mas. Mas kokuk. Lu mau tidur sebelah sana? Jangan ngerokok lu, ya. Enggak, aman, Pak. Aman. Oke, kita sekarang keluar. E tahu enggak tadi kita Mas I gratis loh. Iya. Kirain bayar loh. Enggak, enggak bayar sama sekali. Enak sekali. Iya. Udah sampai naik ke atas enggak bayar sama sekali. Tapi kalau kita masuk ke goa-goa yang ada itunya baru bayar. Oh, bayar parkirnya tadi per mobilnya RM3. Berarti dikali 4 aja. Rp2.000. Rp2.000. Iya. Tapi itu sepuasnya ya? Iya, sepuasnya. Tidak jam-jaman. Heeh. Sebenarnya kalau ringgit itu masih Rp3.000 lurah cuma Rp9.000. Sekarang ini semuanya serba mahal karena ringgitnya jadi R.000. Yah, begitulah. Naiknya lumayan ya. Padahal kita Februari tuh masih 3.500 Iya, benar benar benar. Di kucing ya. Februari ini perlu kartu parkir enggak? Enggak, enggak ya langsung ya. Jadi kita cuma perlu bayar parkir RM3 sama kalau ke WC RM1. Tapi WC-nya bersih, terawat banget. Bagus. Artinya enggak rugi sih bayar Rp3 sepuasnya. Oke. Nah, di sini tuh harus benar-benar nungguin sampai kosong baru jalan. Dahulukan yang kanan. Gimana? Gilah Malaysia. B rapi. Benar. Sebenarnya kalau dilihat ya ini Hindunya tuh beda sama Hindu Bali loh. Jauh banget. Di sini tuh berwarna. Kalau Bali itu putih-putih. Hmm. Enggak sih? Iya iya. Benar benar benar. Iya kan? putih ada kuningnya. Ini warnanya full color. Semua warna ada warna-warni. Benar-benar beda kontras ya. Beda negara walaupun agamanya sama tetapi bisa segitu perbedaannya. Jauh Jauh. Setelah dari Batu Caps, kami melanjutkan perjalanan menuju Genting Highlands, sebuah destinasi wisata pegunungan populer yang ada di Malaysia. Wah, Farhan langsung tidur. Yah, melek lagi. Ini jalan tol ya. Lihat nanjak. Belok-belok belok-belok. Tuh. Tapi ya meskipun belok-belok dan nanjak ini lori-lori atau truk-truknya tetap ngebut loh. Tetap kencang loh. Tertib-tertip juga sebelah kiri semua. Wah apa nih? Kenapa tiba-tiba merah ada jam depan? Jam jem. Nah, benar jam. Jadi lori-lori di sini bertenaga juga. Apa karena bahan bakar dieselnya bagus? Bisa dan mungkin muatannya juga pas. Pas sesuai. Oh, enggak over ya? Enggak over dimension ya. I benar. Iya. Kita enggak nemu lori yang lori lagi truk yang lambat banget gitu jalan. Karena kan yang namanya di highway itu atau di jalan tol enggak cuma ada batas kecepatan maksimal, tapi ada juga batas kecepatan minimal. Ya, jadi ketika kita bawa truk bus yang muatan-muatan gede, misalkan di tol nih enggak boleh bawa 40. H minimal 60 ya, tergantung ada yang 60, ada yang 70, 80 ya. Jadi kita kembali ke tolnya tol mana dulu karena itu ada batas kecepatan maksimal dan minimumnya. Tapi juga jarang sekali Mas lihat yang truknya sampai keluar asepnya W gitu. Bahkan enggak ada kayaknya ya. Ada enggak? Kayaknya belum lihat ya. Bel belum lihat. Belum ya. Karena-nya sih kalau misalkan di Indonesia itu ee semua fuelnya diganti gitu, misalkan semuanya dibikin DEX tapi harganya harga solar buat truk dan bus itu gua rasa ee ya masalah polusi udara itu bisa tertekan secara signifikan lah. Karena terutama kita tinggal di daerah ya, kita berasa banget sihul ee truk itu dan tentu saja ee operasional truk perusahaannya lebih turun karena lebih bagus fuel-nya, lebih low maintenance, enggak sering-sering ganti filter filter bensin. Filter bensin, filter solar ya, filter solar ya. Cuma itu kayaknya masih jauh lah ya. Nih nih nih nih. Nah, tuh kan. Nah, ini malah kosong naik tuh bannya. Jadi ketika kita ke luar negeri ya sebenarnya spirit yang pertama harus ditanamin ke kepala itu bukan wah negara ini hebat ya hebat ya kita terbelakang enggak gitu tapi setelah kalian jal setelah kalian nonton video in apa yang bisa kita ubah buat negara kita, buat kota kita tinggal minimal behavior kita berubah nyetir jadi lebih tertib betul terus juga e buang sampahnya benar gitu tidak sembarangan ya jadi sebenarnya ketika kita keluar itu kita belajar studi banding gitu gimana caranya membuat Indonesia itu juga bisa maju ya kan mulai dari diri kita sendirilah ketertibannya itu berubah gitu diri sendiri dan keluarga kita dulu sekarang ngeri Mas Eko. Ngeri ngeri dong masuk kawasan Genting Highland kita. Selamat datang di Genting Highland. Jadi di Genting Highland ini e ada team park yang kayak Universal Studios. iya. Cuman karena kalian itu pada cupu-cupu ya kemarin ya, sebaiknya tidak masuk lagi. Iya. Main the Mami aja pada blackout. Iya iya ya. Pas pala itu yang mau blackout. Iya. Enggak. Tiba-tiba pala hilang kan. Iya. Udah sebentar kaget gara-gara mundur tiba-tiba. Wah, enggak nyangka kan mundur kan? Iya, enggak nyangka. Gelap banget soalnya. Dan Mas Fal takut sama gelap. Ya Allah, dia enggak nyangka kalau emang di dalam tuh ternyata roller coaster. Oh, oke. Tapi dia belokannya itu meskipun banyak Benar, tapi jalannya lebar. Lihat tuh. Lebar sekali ini. Jadi halus juga kayak puncak gitu. Tapi lihat lebar kanan kirinya seperti itu ya. Dan marka jalannya tuh lengkap sekali. Putus-putus. Ini enak kita nge-drift dikit kali ya. Hah? Jagain Mas. Enggak bisa juga mobilnya. I FVD Pak ini apa? Elektronik parking brake. Nah, sama kalau tajakannya agak ekstrem, dikasih jalur tambahan sebelah kiri jadi tiga jalur. Oh, iya benar. Itu untuk mobil-mobil yang berat-berat ya. Tapi yang berat-bet memang lancar, Mas. Dari tadi Mobil-mobil yang berat-beret lancar semua juga. Iya. Tuh, kayak busnya, truknya itu juga bertenaga semua. Santai gitu loh. Kayaknya mereka ngegasnya juga. Tapi kalau misalkan mesinnya bagus tuh dia nanjak asapnya gitu doang tuh. Iya. Enggak sampai yang pekat-pekat gitu. Rekam tuh asapnya gitu doang. Tipis. Dan itu kayaknya yang paling parah tuh. Iya. Dari tadi enggak enggak ada. Enggak ada asapnya gitu doang. Genting Highlands adalah kawasan wisata pegunungan di Pahang, Malaysia yang dikenal sebagai kota di atas awan. Di sini ada taman hiburan, pusat belanja, hotel mewah, hingga kereta gantung dengan pemandangan hutan tropis. Suhunya sejuk, jadi tempat favorit untuk liburan keluarga maupun wisatawan mancanegara. Ini dari tadi itu jalannya belok-belok ya kan? Iya, benar sekali. Tapi yang menarik adalah meskipun dia belok-belok ya ini kalau orang itu pusing sih sebenarnya sih. Nih coba lihat setirnya kita belok itu sebenarnya enggak banyak, dikit banget dan kecepatannya itu masih 60 masih 50 ya. Jadi masih cukup tinggi gitu. Ini 14 kilo ditempuh hanya dalam 22 menit saja dengan jalan yang belok-belok kayak gini. Eh, ya kan ada yang masih nyaman ya, Mas ya? Iya, masih oke banget gitu. Jadi bukan tikungan yang ekstrem, jalannya yang sempit tuh enggak. Dan kalau kita lihat di kiri kanan tuh sama sekali enggak ada apa-apa. Enggak ada warung. Enggak ada warung. Padahal ya dengan kayak gini-gini tuh harusnya bisa tuh bikin kayak warung di pinggir jalan gitu buat motor nongkrong ya. View-nya cakep. Kayaknya jiwa entrepreneurnya enggak seini Indonesia ya. Sini ada aturannya kali, Mas. Mungkin ya. Kita enggak tahu sama sekali enggak ada loh. Nih di udah jalan utama nih. Udah nih. Ah, masuk nih. Oke, kita ke mananya? Eh, ini di atas gunung ini ada apartemen besar. Tinggi banget tuh. di sini kayaknya banyak pajak-pajak ya. He tuh. Pajak ini tuh tempat ini kayak pegadaian gitu. Ah, kita makan sini dulu kali ya. Sebelah penutup restoran. Heeh. Oh, ini resort-resortnya tinggi sekali. Ah, ini ada yang bangun juga di harus muter balik dulu, Mas. Apa enggak nyari depan lagi? Enggak. Ini kayaknya depan tuh ada ruko-ruko deh. Nah, oke. Kita ke depan aja. Zus coffee lagi. Everywhere in Malaysia. Zus coffee terbaik. Tapi kalau untuk coconut latena lebih enak itu ya. Laki apa namanya? Coffee. Lakin pasti. Lakin coffee juga udah ada di sini. Tapi enggak sebanyak zus cofe. Zus coffee everywhere nih. Sebenarnya tuh maksimum kecepatan 30 ya. 30. Tapi karena yang lain-lainnya itu pada kencang-kencang jadi kayaknya masih bisa deh 60 deh. Kita ngikut aja sama kanan kirinya. Heeh. Dan tikungannya pun juga masih nyaman buat belok kecepatan yang lebih tinggi ya. Iya. Enggak bating ya, Mas ya. Heeh. Tuh. Ini makanya mobil enak tuh berasa di sini nih. Nah, kita ke jalan utama Genting Highlands sampai di bundaran. Nah, ini di bundaran kendaraan berhenti ikut kiri ya. Jadi kalau kanan masih ada mobil kita enggak bisa masuk. Nunggu kosong dulu baru kita maju. Ini wajib ya. Wajib berhenti dulu. Tengok kanan. Iya. Iya. Harus. di sini, Guys. Begitu pun yang di sana pun juga berhenti semua. Nah, jadi kita enggak usah khawatir. Wah, nanti kalau kita enggak maju enggak dapat dong. Genting Highlands. Amaran jalan di bawah pengawasan kamera. Ada suruh. Wah, ini apaan nih? Kenapa ada benteng? Jalan persendirian tiada hak lalu lalang. Polis Oh, ini ada ininya ada ininya apa namanya? Tiket belum, Mas? Belum ada. Dan itu banyak banget tuh. Ada kamera di mana-mana ya? Langsung pada lambat jalannya. Dan di sini cakepnya, Mas, polisi tidurnya tuh ramah-ramah. Iya, dia agak tinggi memang tapi dia Iya. Nah, benar. Jadi knya tuh deng gitu. Kalau misalkan kencang dia pasti lompat. Tapi kalau pelan dia cuma sut gitu doang. Kayak ngerasa jeduknya tuh enggak ada Gak terlalu tinggi langsung gini gitu loh. Nah. 1 km lagi masjid surau. Surau. Boleh kalau kita mampir surau kalau ada makanan kiri kanannya ya. Public car park. VIP car park. Aka antara mall. Lah ada mall. Cashless parking. Oh ini tuh RSW. Resort World Sentosa. Jadi sama kayak tempat Universal Studios kemarin tuh RSW juga. Hmm. Resort World Sentosa. Carry. Cari cerry kita ketemu Cherry. Gua kira itu el gua kira itu kita bukan, Bang. Kita masih 7.8 km lagi I. Soalnya pas dilihat dari depan kan sama tuh ya pas sampingnya kok enggak ada ininya. 1 million journeynya. Heeh. Daerah sini emang dari tadi lihat banyak ceritigo ya. Benar. Udah ketemu berapa kali tadi ya? Warna putih sama hitam. Hitam berkali-kali. Bahkan dari sana juga ada. Iya banyak. Sama kemarin pas dari Kuantan ke arah Sepang juga banyak pas kita ketemu genting premium outlet buat belanja. Oh itu tuh yang dicari sama Mas Rahmat tuh katanya mau ke situ tuh. Oh ya udah kita ke sana. sama ini ya jalan begini tuh biasanya kalau di pegunungan gitu tuh rawan lubang karena beberapa lor juga Mas gini nih lsor ini sama sekali kita enggak menemukan lubang tambelan-tambelan banyak ya tapi lubang enggak ada loh tanahnya yang longor kita juga agak nemu mas ee iya kayaknya ya benar kan tuh pohonnya soalnya sini masih benar-benar dijaga oh pos kayak gitu tuh tuh. Nah, itu tuh lihat tuh. Itu dia. Itu kereta gantungnya. Oh, iya dong. Kita udah di belakang lu ya, Bang. Di belakang Innova kita. Warna merah. Ada yang warna biru. Lihat ada kereta gantung di sana tuh. Iya. Nanti naik ya, Bang. Nanti naik ya. Kalau naik kereta gantung ngapain kita naik mobil? Iya juga ya. Karena lihat tuh juga. Karena kalau enggak kita naik kereta gantung jalannya kayak gitu. Belok belok belok kayak ular. Tapi cepat sih karena jalannya juga tuh kita 50 km/ ya. Jadi meskipun jalannya belok-belok, kecepatannya tinggi tuh. Beloknya masih nyaman sih. Beloknya sama dikasih pagar-pagar gitu loh. Jadi kalau misalkan ada yang reblong atau kebablasan ke sininya aman. Iya. Safety lumayan. Oh. Nah, ini paling banyak nih belokannya nih. H putar setirnya dibanding yang lain. Ini kayaknya udah mulai rada banyak nih. Nanti di depan lagi juga. Iya. Tuh. Iya. Ini mesin benar-benar enak ya. Fordless ya. 16 ini ngejak pedal gasnya dikit-dikit dan kita modenya eko. Eko. Iya. Iya. Apa tuh? E ini udah mulai tikungannya gini dan mulai dikasih pagar, Mas. Kalau yang bawah tadi kan enggak ada ya. Nah, ini juga tiga jalur nih. Karena buat yang bus sama truk buat belok. Ini kan belok kan tajam. Nah, yang paling kiri itu jadi kayak ini si tinjau lawi ya. Benar sekali. Benar, benar, benar. Wih. Oh, ini yang turun sebelah sana. Oh, keren ya. Ini satu arah nih jadinya nih. Jalan Sehala tuh. Sehala itu kayaknya searah ya. Ini kalau nakan gini tahu enggak? Enaknya nyender kepala. Tuh ada gupingnya lagi. Aduh, enak banget engine-nya ya. Set. Eh. Nah, ini nih bisa ditahan nih kepalanya. Tuh, lihat tuh. Belok. Belok. Belok tuh. Oh, enteng banget, Mas. Tuh, enggak ada itunya. Enggak ada asapnya. Tanjakan, tapi enggak ada asap sama sekali. Tuh, tuh. Padahal makin tinggi nih. Tuh, tuh. Ada asap enggak? Tuh, kan pasti dia ngegaseng gitu kan. Ada. enak banget ya tajakan. Belok-belok tapi tiga jalur loh. Awas kurangkan laju kita melambang. Yang turun di mana ya? sebelah kanan kita. Oh, ini nih jalannya nih. Wi, bagi dua dia. Ada ada jarak sih. Lumayan, Wi. Nah, ini agak agak patah nih. Om. Enggak, Dik. Belum, belum, belum, Mas. Depan ini kayaknya. Iya, makanya kalau naik kereta gantung ya, kita enggak berleat-lewat ginian nih. Berapa harga kereta gantung? Ah, ini nih lumayan yang dibilang, Mas. Chin sweet temple. Yuk, masuk sini boleh. Di tengah sejuknya Genting Highlands berdiri megah kuil Chinse. Chins adalah kuil tau di Genting Highlands, Perak, Malaysia. Kuil Guainsui terletak di lokasi yang paling indah di Genting Highlands. Kuil Gua Chinsui terletak di lahan seluas 28 hektar tanah hutan yang didonasikan oleh pendiri Genting Grup mendiang Tan Sri Datuk Sri Lim Gohtong. Terletak 4.600 kaki di atas permukaan laut. Kuil ini berjarak sekitar 5 sampai 10 menit berkendara dari puncak gunung. Jadi kita sudah ada di Chins Temple. Dan di Malaysia tuh tempel tuh pemadangannya keren-keren sekali. Keren banget posisinya, Pak. Sandakan. Ingat kan? Keren banget kan? Lihat laut depannya ini. Lihat nih view-nya. Beh. Iya begini. Ini kebetulan lagi ini ya, lagi berkabut. Lagi berkabut dan bisa dilihat sepanjang mata memandang kok hijau semua, Pal. Enggak ada enggak ada vila-vila di tengah-tengah gitu. Diatur kali, Pak. Diatur. Diatur. Jadi lebih tertib ya. Terus lihat nih di sini nih. Itu di bawah parkiran mobil tuh satu 2 tiga lantai itu paling bawah enggak tahu tuh kayaknya parkiran mobil juga ya. Tapi di bawahnya ada bangunan lagi. Jadi ini sampai ke bawah bangunan. Bangunan sampai yang kita injak sekarang ini. Ini adalah bangunan ya. Benar-benar dibangun dan kita masih ke atas tuh tempelnya. W ada pagodanya tuh Pak. Ah sini pal. Yuk. Ah ayo kita ke atas. Nyerah saya. Udah, udah enggak, Pak. Udah, Pak. Ini gemetaran Pak. Dengkul gua asli. Benar gakarnya. Enggak kuat gua daripada kita pelan-pelan kok. Iya, sepelan-pelannya daripada entar turun saya sakit menghambat perjalanan. Oke, aman seperti biasa. Cuma sayangnya di Malaysia ini kita enggak bisa nge-drone ya. Iya, betul. Wah, bagus banget ngd. Jadi kalau bisa nge-drone sih top ya sebenarnya bisa aja kalau nekat. Iya, tapi itu takutnya menyali aturan. Enggak gini loh, kita bawa mobil harus hati-hati. Ng-edrone juga ya pokoknya ikutin aturan lah. Karena kalau kita bikin masalah di sini nanti akan menyulitkan overlander lainnya setelah kita. Betul. Betul sekali. Betul. Jadi jangan sampai apa berakibat buruk. Iya. Maksud dan ini buat teman-teman juga yang mau overline ke sini tolong jaga e attitude. Attitude ikuti aturan yang ada. Karena kalau misalkan kalian bikin ulah yang repot bukan cuma pemerintah sini dan kalian, tapi overlander Indonesia selanjutnya itu pasti juga akan repot, akan dipersulit, berimbas banget dan kawan-kawannya. Jadi mohon tolong dijaga gitu ya. Makanya kita enggak terlalu berani explore drone dan kawan-kawan itu karena kita mikirin jangka panjangnya gitu. Jangan cuma buat kita doang. Ah yang penting dapat bagus ya. Terobas aja yuk gitu. Jangan jangan, jangan, jangan. Heeh. Tapi tenang, aman. Di sini nerbangin drone enggak? Tiba-tiba lihat ada ladang ganja gitu enggak? Kalau di sini kita naik tangga ya, dingin, adem, tapi lebih capek. Kenapa? Karena oksigen lebih tipisnya. Enggak setinggi itu ya. Pas kita naik tadi kelihatan itu kayaknya. Tapi ternyata enggak setinggi yang tadi. Enggak. Ini tinggi banget loh. Lihat dong. Ini tadi parkiran kita di sini Lah iya ya. Tinggi banget sih tapi naiknya sih enggak terlalu capek Iya tinggi banget. Mana sih pala? Ngumpet dia. Hah? Enggak seru nih pala nih. Tapi kuilnya bagus banget sih. Ini kalau dibandingkan sandakan ya. Sandakan juga bagus tapi ini tuh yang bikin wah itu konstruksinya sih benar-benar dinaikin berapa lantai. Ada parkiran bawahnya. Dan ini masih belum seberapa karena di atas lagi ada pagoda. Jadi ini bikin kaget ya kalau difoto digambar gitu. Oh iya kuil. Pas kita masuk kita naikin tangganya. Wah ini konstruksinya luar biasa loh. Di dalam kuil terdapat patung Chingsui, seorang biksu Buddha yang telah lama disebut sebagai dewa di Provinsi Fuchian, Tiongkok. Karena kemampuan supranaturalnya untuk memegil hujan dan mengusir roh jahat. Kuil banyak menarik penyembah lokal dan asing di Singapura, Taiwan, Indonesia, Thailand, dan Tiongkok. Ternyata ya ini kita udah sampai di pagoda tuh. Ini pagodanya gede sekali Kita naik lagi. Tinggi setinggi itu. Ternyata ada parkiran. Ternyata ada parkiran dong. Aduh. H iya iya iya iya iya i. Wow. Besar ternyata. Uh. Keren. Ternyata tadi kita baru lihat sebagiannya saja ya. Terata keren sekali. Nah, ke bagian area atas kuil Chinswui, area di sini lebih banyak dikunjungi wisatawan karena areanya yang luas dan adanya beberapa ikon menarik seperti pagoda dengan seilan lantai, lalu patung Buddha yang besar. Sayangnya karena kabut begitu tebal, kami tidak bisa melihat pemandangan Genting Highland dari sini. Dan katanya di sini ada tempat makan lagi ya. Bahkan di bawah Tun ada Starbucks. Cuma kita enggak ke Starbucks. Kita ke salah satu tempat aja tuh lihat ya. Enggak, Bang. Ada patung-patung lagi. Woh, besar sekali ternyata di sini. Wah, di atasnya ada resort lagi dong. Mau lihat enggak cara ku ini dibuat? Ya, ini kan lagi direnovasi yang sebelah sana tuh. Lihat tuh. Dia pakai telehender segede gini ya. Semuanya masuk lewat sini. Dan setiap konstruksi itu dikasih kayak jaring ya biar debunya enggak ke mana-mana. Tuh, lihat tuh lagi dibangun. Setelah menjelajahi Chinsue Tempel, saya benar-benar terpesona. Suasana tenang di tengah kabut pegunungan Genting ini terasa seperti langkah menuju dunia lain. Arsitektur megah bergaya Tiongkok kuno berpadu dengan panorama hutan tropis yang menyejukkan mata, patung-patung suci, pagoda yang menjulang, hingga jalur sembilan lantai yang penuh makna spiritual membuat hati terasa damai sekaligus kagum. Tempat ini bukan sekedar destinasi wisata. tapi juga ruang refleksi yang mengingatkan kita akan kedamaian, kebijaksanaan, dan keindahan hidup. Nah, sekarang kita sudah jalan lagi. Semakin gelap, Mas Eko. Kabutnya makin turun. Kabut. Nah, ini masuknya lewat sini aturan. Nah, dia jalan kaki panjang. Yah, tapi enggak apa-apalah. Oh, more parking. Kalau di situ penuh, ada parkiran lagi di sini bisa lebih atas lagi. He. Eh, dingin. Ei, hei, tutup ah. Dingin banget. Ternyata kita tadi parkirnya kecepatan. Ternyata ada parkir lebih gede. Oh, ini ada helipad di sini tuh. Tuh, sebelah kanan tuh helipad dia. Benar sekali. Jadi kalau kalian enggak mau naik kereta gantung, mau naik helikopter bisa ya. Bisa. Duitnya aja cuy. Iya sih. Bagaimana caranya? Masyaallah kabutnya gelap. Mulai pandangannya berkurang. Waduh, kabut. Wah, pol kabutnya. Lampu kabutnya berguna nih. Waduh, ini pekat banget. Waduh, waduh, waduh, waduh, Guys. Kabutnya, Guys. Oh, ini boleh parkir di sini, tapi kalau kita turun kita enggak bisa lihat apa-apa juga sih. Oh, ini benar-benar loh. Ini pol. Tebal sekali ini kabutnya. Iya, gelap banget. Gimana nih? Kita enggak usah turun aja. Gimana? Bangat juga nih. Enggak lihat apa-apa nih. Turun aja kali ya sebentar turun. Gue takut ketabrak aja sih. Apa ke kanan situ parkir nih. Ini parkir dua tuh. Tuh nih nih ni nih nih. Enggak. Kita kan mau masuk ke dalam kan. Iya. Jalan apa jalan dari masuk RS Siar itu ada jalan kolong ya? Nah tuh juga Alpard mau keluar tuh. Tunggu aja. Pelan-pelan juga mau keluar. Pelan-pelan aja. Pelan-pelan. Banyak nih. Banyak yang mau keluar. Gabut. Tak bisa lihat apa-apa. Baru masuk udah ada judi kecil-kecilan. I kan seeko. ini masuknya judi kan? Ee iya iya jadi di footer dapat bonet di footer dapat tu maksudnya judi juga tuh. tapi yang sebelah sini sih oke nih main apa? Main game. Gam game. Ini judi bocah ya. Ini Grand Complex directory-nya. Sekarang kita ada di sini Ada showroom. Wah, ini kasilo mobi genim club ini pomx kex. Oh, ini mereka ada nih the carpet Mary Brown yuk. GLG 2121 GLG 21. Oh, sini nih. Sana bar Nah, tuh lihat tuh. Tuh ada team park gede banget sama ada kereta gantung di atasnya. Ada apagi di situ ya? Jadi di sini tuh ada banyak banget wahana. Ada tim park outdoor, ada tim park indoor. Jadi kayak kurang lebih kayak Dufan lah. Dufan outdoor, Duvanfan indoor. Terus ada apa lagi, Pal? Ada Jurassic Park Research Center. Ada zombie apa? Outbreak. Zombie outbreak. Terus ada tempat yang bersalju-salju. Tuh apa namanya? Snow world. Snow world ya. Jadi kayak di Cibubur tuh. Trans siapa? Kan ada di di Cibubur yang snow world tuh kan. Mana ya? Ah, lu gimana? Gua juga belum pernah ke sana sih. Ya kan kita ke sana nanti. Heeh. Terus juga kalian bisa ke replace Beliv or not Museum. kayak acara-acara TV waktu itu. Iya. Kayak di Los Angeles jadinya, tapi di versi ee Malaysia. Jadi kalau kalian ke sini itu enggak cuma bisa judi doang ya. Jadi bapaknya judi, anak sama ibunya main. Enggak, enggak. Jangan nyaranin begitu. Astagfirullahim. Ingat ya, judi itu menjanjikan kemenangan. Bukan Mbah judi tet itu dulu itu dulu judi tetah menjanjikan kemenangan judi tet gur dulu apalagi bohong ya semoga larangan untuk tidak berjudi menjadi amal jariahnya Bapak Roma Irama ya kenapa jadi Bas Rom Irama jangan berjudi Terus sampai ke sini ini kayak mall ya. Jadi ada banyak tempat makan ya. Dan lihat tuh sampai bawah lagi ada Pokemon. Apa itu ada besar sekali ya. Nah, ini cable car-nya. Jamb operasinya itu ada di sini ya, malam jam 12.00 sampai jam 0.00. Terus tuh putar terus ya. Cuma kalau kalian fobia ketinggian sih agak seram emang. Tapi kalau enggak, wah itu pemandangannya bagus sekali. Asal enggak berkabut tuh lihat. Woh, gila gede banget. nah itu yang indoor team park itu loh. dan lucky diep-nya dapat Omoda Z9. Itu Omoda tipe tertinggi. Mewah banget dalamnya. Lihat segede gitu. ngeri gua. Oh, emang ada invasion of the planet apes tadi tuh. Lihat tuh di situ tuh Skywal situ RM60 berapa tuh? RM60 sekitar 500-an. R.000-an ya. R2 ya? R.000 ya? 240. Hah? Menarik juga. Main apa kita main cuma kalau yang outdoor. Oh basah. Bukan masalah basah dinginnya itu loh. Naik roller coaster. Wah, malah lebih menggigil daripada gila, keren banget ya. Enggak tahu ya kalau di di video gimana, tapi kalau kita ngelihat langsung sih pol. Ini dapat Omoda? Iya, Omoda Sinan yang gua bilang sama Mercedes Polan banget. Yang ini agak gila sih. Ini namanya zip line. Jadi kalian tahu flying fox? Ini dia flying fox di dalam sebuah shopping kompleks. Panjang coy. Panjang benar itu sampai sana ngeri banget tuh. Lihat, lihat bawahnya nih. Huh. Ini itu flying fox-nya. Lu mau enggak? Flying fox enggak, Pak. Lemes, Pak. Gua bayarin deh. Enggak apa-apa deh. Enggak, enggak, enggak mau. Gua enggak Lemas lemas. Coba berapa kilo maksimal lah? Pasti dari 100. Gil, panjang banget nih. Highest indoor zip light in Malaysia. Setiap ganti highland. Gila. Kemudian di sini ada Replace Adventure Land ya, di mana ada Jurassic Research Center, ada zombie outbreak di sini ya, sama itu tuh apa tuh? Elling touch. Begitulah. Yuk kita masuk yuk. Zombie out mas. Zombie outbreak ya? Entar murah apa enggak? Masalahnya pejangan kita masih panjang. Ternyata ini bombomar ya buat anak-anak ya. Tabrak-tabrakan tuh. Yuk, ke sana yuk. Bapak-bapak juga bisa main beginian tuh. Nah, ini nih. Ng replace yuk. Auditorium Jurassic Research Center Infinity Room 4rium zombie outbreak. Kalau 139 268 atraksi 78 598 RM100. Rp100 berapa tuh? R00.000-an. Hm. Biar segituan. R00.000an. Dapat semuanya nih yang Jurassic kayak gini tempatnya nih. Ini ternyata bronkosaurus kecil ya. Kita lihat dari luar aja ya. Oh tuh ada yang di atas pal gedenya yang ini tadi anaknya. Wah dua lantai. L oh ini yang zombie. zombie. Ada Cyber World apaagi nih? Oh, dia kayak warnet gitu, Mas. Warnet? Oh, iya benar. Oh, ada yang buat mobil juga. Emulator. Keren ya. Seru sekali bisa berkunjung ke Genting Highlands. Pengalaman ini benar-benar luar biasa. Dari perjalanan yang menembus kabut hingga sampai ke tempat akhir dari Genting Highlands, suasana modern bercampur dengan hiburan kelas dunia mulai dari pusat perbelanjaan, taman hiburan, hingga restoran dengan cita rasa internasional. Semua terasa hidup, penuh energi, namun tetap menawarkan momen tenang dengan panorama awan yang seakan berada di depan mata. Kita mau balik ya ke penginapan. Waduh, kabutnya masih dong dari tadi. Wuh, Pal. Enggak kelar-kelar ini. Kabut. Wah, burem dah. Luar biasa saya burem tambah burem lagini. Enggak kalau kayak gini nuansanya berkabut gitu tahu enggak di mana? Di mana, Pak? Di Jepang. Oh, parah udah pernah. Oh, parah udah pernah. Aduh, gini-gini aja dia. Iya. Tuh, lihat tuh. Alhamdulillah keluar juga akhirnya kita melihat matahari enggak sih? Melihat kabut lagi ya. Kabut lagi. By the way, kalau kalian ke sini rekomendasinya naik apa, Bos? Rekomendasinya mendingan naik Sky Train atau naik apa tadi namanya? Gondola. Gondola. Karena agak ribet ya parkirnya ya. Iya. Kita turunnya jauh banget. Iya. Dan lihat dong ini nyetir di berkabut begini itu ada deg-degannya loh. Seram. Mata harus fokus. Bener harus dong. Emang harus pakai ini lampu kabut. Gampur kabut belakang ya karena segitunya Seram banget sih. Uhuh. Benar-benar dong ini kabutnya ngeri. Ini kabut lebih tebal dibanding Sulawesi kemarin, Mas. Benar enggak? Iya benar sekali. Tuh lihat tuh. even lampu kabut enggak tembus ya ternyata. Benar. Takutnya ada ciluk ba gitu loh. Nah, hilang tadi mobil depan. Ah, tuh belakang kelihatan. Kalau belakang tuh kelihatan banget pakai lampu kuning ya. Tembus kabut ya. Itu ada parkiran luar. Dan hebatnya ternyata di sini tuh mereka ada apartemen khusus untuk staff. Jadi kayak ee kalau kerja di sini dah udah disiapin apartemennya, enggak perlu bolak-balik genting tiap hari. Itu suatu yang sangat bagus karena jaraknya juga lumayan. Tuh, ini ada tangga dari sini. Capek juga. Ah, makin ke bawah kabutnya makin hilang. Makin terang makin bisa melihat pemandangan. Nah, tapi gua kebayang sih kalau lagi enggak berkabut nih bagusnya kayak apa ya. Benar. Jadi, tadinya kita mau ke wahana yang di atas, cuma kalau berkabut gini ya enggak kelihatan. Enggak bisa ngelihat view cantik. Heeh. Tapi yang lucunya adalah di sini itu kan ini gunung ya, puncak gunung ya? Iya. Ben wisata kan tinggi banget. Heeh. Tapi karena satu tempat itu bikin kayak semacam apartemen banyak dan kawan-kawan enggak ada villa sama sekali, enggak ada warung, enggak ada restoran. Benar-benar semuanya ditaruh di atas itu terpusat. Terpusat ya. Paling ada satu yang kuil tadi udah apalagi enggak ada. benar-benar cuma itu doang gitu loh. Jadi ee emang megah ya, tapi hutannya masih tetap terjaga terjaga gitu. Jadi ada resort tapi ya udah satu aja gitu. Tapi semuanya di situ dan bisa menampung banyak orang. Mobil enggak cukup bisa pakai itu kereta kereta kereta gantung Seperti biasa remnya dimainkan. Rem lepas. Rem lepas jangan ditahan. dikopi, Pak. Aman sekali. Sudah terbukti di Jajago kan ngeblong. Hah? Ju pernah ngeblong, Pak. Garan terus. Iya, dia pakai mobil matic ya kan. Terus turunan dia rem terus ditahan ditahan enggak direm, lepas, rem lepas. Jadi si disk brake-nya sama kampas remnya itu enggak punya waktu buat rilis. Aduh ng amat. Jago tapi tenang habis itu berhenti. Waduh sekarang sudah belajar teknik yang benar aman. Aman J gua juga kemarin enjoy banget bawa mobil slow. Iyalah mobil enak. Jadi ini kita lewat jalan yang non tol Nonol. Jalan non tol. Kenapa? Karena tadi jalan tolnya lumayan macet. Iya. Plus 5 menit kata. E oke. Ini jadi lebih cepat lewat sini dan beneran dong kosong. Song song song se dan enggak perlu bayar jadinya. Kok ini ya jalan begini enggak ada kiri kanannya enggak ada warung ya? sepi. Heeh. Gini-gini aja. Tapi ini mapnya kayak di Kalimantan. Mau arah Samarinda. Oh, iya benar. Ee cuma jalannya bagus. Sama hutannya lumayan lebat sih kiri kanannya ya. Jadi kita enggak bisa nyelonong. Ini lebih kayak ini enggak sih yang waktu kita di Toraja itu loh arah ke utara Torajaa. Iya iya iya. Kebon kopi tuh. Kebon Kopi. Iya. Cuma jalannya mulus aja. Sama sebelum ke jalan tuh kiri kanannya tuh masih ada space gitu loh. Iya. I sama ada selokannya tuh. Lihat kiri kanannya. Oh iya benar ada selokannya. Nah sama tiang-tiangnya enggak ada yang miring. Iya lurus semua. Lurus semua. Dalam kalian mungkin dalam ya. I Wah enak banget nih. Pengen pengen ini, Mas. Beli motor Mas di sini Masoran. Motoran enaknya. Beli motor terus motoran asik kali ya. Motor bekas gitu taruh sini. Habis itu selesai touring jual. Beli, Mas. Simpan di sini. Kalau jangan buat apaan dan lain kali kalau ada sewakeki ya kan datang ke sini, Mas, pinjam motornya. kalau sewa kan mungkin lumayan ya. Iya. Kalau mobil kemarin apa mobil apa itu kurang lebih hampir hampir hampir R200. E Proton Saga kemarin. kalau sebulan sih enak beli terus jual lagi. Kayaknya enggak nyampai segitu ya. Ya, kalau sebulan iya pasti. Iya. Tapi kalau mikir gitu rental mobil kagak laku. Tapi kalau seminggu, under seminggu apa kita bikin rental mobil di sini sama rental motor? Ya kebetulan yang bas soalnya punya rental Enak banget jalannya ya. Iya benar. Tapi kalau di sini ini lagi dan e belokannya enggak terlalu ini ya enggak terlalu tajam. Kampung janda baik. Kampung Jik sebelah kiri papannya kampung janda baik, Mas. Emang ada yang jahat? Iya janda. Yang jahat berarti yang laki, Mas. Yang duda jahat ya? Iya, duda jahat. Astagfirullah. Jandanya baik semua soalnya. Tapi dari sekian banyak nama, kenapa ada yang dipilih namanya janda baik gitu loh. Itu tadi, Mas. Karena mereka memang benar-benar baik kan. Sekitar 45 menit dari Kuala Lumpur, ada sebuah desa sejuk bernama Janda Baik. Nama unik ini berasal dari kisah seorang janda berhati baik yang dulu sering membantu penduduk kampung. Sejak awal abad ke-20, janda baik dihuni masyarakat Melayu dan hingga kini tetap terjaga suasana tradisionalnya. Dikelilingi hutan tropis dan Sungai Jernih, desa ini kini menjadi destinasi ekowisata dan homestay yang populer di Pahang. Ini persis kayak itu tahu enggak sih? Waktu kita di Kota Kinabalu, jalan raya sebelah kiri, terus kita malah lewat jalan yang gunung. Iya. Inget enggak? Inget. Inget inget. Ah. Ini apa ini? Oh, ini kampung janda baik yang ke atas. Ah, ini terus saya gede banget deh. Iya, kita yang ambil yang dulu. Kita ambil yang kiri. Kita ke itu dulu tempat itu apa namanya? Hotel. Habis itu kita foto di tempat tulisan kampung Janda Baik yang gede ya. Oke, Pak. Akhirnya sampai juga kami di pengkinapan. Setelah seharian eksplorasi di kota hingga ke pegunungan. Kami cukup lelah. Kami akan melanjutkan perjalanan lagi esok hari. Terima kasih telah menonton. Sampai jumpa di episode berikutnya. Gimana bisa tidur, Pak? Aman, Pak. Sudah mandi? Enak. Udah dong tadi pagi. Alhamdulillah kita naik haji ya. Umrah, Pak. Gede ya? Gede, Pak. Ini kayaknya kalau segede gini kapal besar bisa lewat sih. Di mobil ada emang m cup ya. Cuma enggak enak kalau kita cuma minta air doang gitu loh. Hei на нарана на

Lihat di YouTube