1M JOURNEY TOUR DE ASEAN: HABIS JUTAAN RUPIAH DI KAMBOJA (YouTube Video)
Oke, polis panggil kita, kawan. Wait. H. Ke kanan Halo. Y. What? Pacang biker oke aku bantu. Halo semua, kembali lagi di One Milan Journey Tourda Ase melanjutkan perjalanan keliling penompen di Kamboja pada episode sebelumnya, sekarang kami menuju restoran nasi Padang yang ada di Kamboja. Bagus banget. Jadi bisa kita lihat di sini ada menara Evel, tapi replikanya ini cukup besar ya. [Musik] He sebelum kamera di-onkan. Kami ini dalam masa-masa cukup panik ya gara-gara Bang Ritwan tuh lapar. Jadi itu agak-agak bukanak lap gara-gara mapsnya itu apa jalannya ada yang diblok lah ada yang beginilah. Ini kita muter ke mana sih? Hampir dipecahkan layar tadi tuh. Untung untung gak jadi diingat ini masih pakai sampai ke laos kan gak jadi pecah layarnya. Aduh. Jadi k kita awal ngeluhkan tentang pengguna jalannya yang saat tidak jelas. Ternyata maps-nya juga seikut berkompromi untuk menghancurkan eh apa ya? Kau punya spasial kau buat lihat peta tuh hancur leburi. Tak guna hidup kau. E memang ininya ngaco. Udahlah sisinya nyetirnya beda dia. Dia setir kanan di posisi kanan gak jelas. Oh diamond loh. Ah kaulah. Diamond love sama diamond smile sama diamond lagi. Diamond yang merah. He itu. Itu enggak jackpot tuh. Ah, even dia punya lampu merah saja sudah membantu Anda untuk ber apa ya? Berfantasi. Coba semuanya diamond, diamond, diamond. Wah,inging. Wah, lampu merah begitu loh, bukan bulat-bulatbulat. Iya, lampu merah diond. Nah, lihat nih. Kita kembali ke jembatan yang tadi siratul mustaqim. Ini orang lucu sekali. Dia memegang, dia pegang p tangan dia sendiri kah? Enggak dong. Dia lagi duduk itu ya. Untungnya kamera sudah on ya, mood-nya Bang RL sudah lebih membaik karena di dalam mobil ini ada saya, ada istri saya cantik, dan ada videografer yang juga masih muda sekali ya. Kita memastikan bahwa semuanya baik-baik. Apa-aman saja aman ya. Ya, saya ke sini Pak Pogi. Saya cepat kayu apa madu cepat. Oke. Lurus similar sebelah kanan sama aja cari yang aman dan damai. Menurut kau enaknya lurus atau kanan? Ya kanan ajaalah. Ikuting Google Marsan. Iya ya. Santai santai santai kawan. Kita di negara orang ini setir kanan. Ah nih santai. Nah di sini akhirnya ketemu cumi-cumi kita akhirnya. Nah ini dia diesel cumi. Cumi-cumi darat. Tapi ini lebih kayak bukan karena remap-nya sih karena karena dia kelamaan karena motor tiba-tiba motong kita. Ya kan. Aku mau nyari satu hal sih. Kita kalau di Malaysia sama Thailand kita pas diskusi itu ya kayak enggak ada yang interap kau. Tapi kalau di kambo aja nih ngomong tak sampai dua kata kayak ada woi ini woi. Sebenarnya bukan karena gua aja karena emang trafficnya seperti itu full of surprise. ya coba itu motor paling kiri tuh mana tahu dilakukan aturan tidak ada satuun yang kau boleh jadi contoh. Oh, itu udah satu arah, udah fix ya. Monggol dah. Tenang, kita orang Indonesia dihormati di sini. Oh ya, karena kita penyumbang devisa terbesar Wow, amazing. Uang-uang judi Anda masuk ke sini tuh lihat. Keren sekali, kan? Nah, inilah hasil. Oh, ini yang tempat kasino besar. Benar ke dak? Iya, benar. Gua udah googling ini tempat kasinya. Oh, mau kasih enggak? Ya bisa enggak? Dan orang Kamboja enggak boleh masuk ke sinus ini. Oh kita boleh. Jadi ee judi itu dilarang untuk orang lokal. Dia melindungi negaranya, melindungi warganya. I jadi yang boleh berjudi itu orang asing. Hmm. Very smart. Heeh. Itu menarik sih. Menarik. Itu menarik sih. Dia melindungi melindungi warganya sendiri itu dia. Wah, akhirnya kasinonya kita tanpa haruh ke sana sudah melewatinya sendiri ya. Jadi kita harusnya seperti raja di sini. Pantes karena kita pejumbang devisa yang sangat besar. R 900 triliun, Pak. Bravo. 1 triliun itu tuh sudah 1000 miliar. Berarti Ble. Nah, itu Ble. Ben tiga dan ini udah jadi rahasia umum ya. Jadi hampir semua orang yang kita ajak ngobrol di sini mengatakan ya benar hal seperti itu. Dan menariknya lagi adalah ini tuh kayak global. Jadi bukan cuma di di Indonesia saja, tapi negara-negara lain pun juga sumber online-nya di sini. Awal asal mulanya kasih begal. Heeh. Dan tadinya tuh di Filipin. Oh, di Filipin di Brangus mereka pindah ke Mantap. Ini tetap semalam itu. I tapi enggak apa-apa yang penting kita sekarang mau mencoba Padang Nusantara ya. Dan katanya beberapa hari lalu ada yang ulang tahun ee ibunya Raja. Mega banget loh. Kana bagus. Oke kiri. Oke. Padang Nusantara. Bagaimana kita mau parkir? Ada tuh tutorialnya. Ada bisa masuk? Mana kok tidak serangan bayangkan gu agak agak takut sih. Tapi yang lainnya banyak yang begitu. Takut apa? Nah kita belok sini ya. Bakalannya di ini enggak sih? Tilang enggak sih? hilang. oke. Sama rendang. Alhamdulillah. Oh, udah sama kuahnya aja, Pak. Dari Indonesia semua kah? Enggak cuma aku sendiri. Oh, yang Indonesia sendiri. Oh, mau makan? Mau makan nasi. Pakai rendang. Ada rendang. Ah, mantap. Nasi sayur-sayur apa? Perkedel. Eh, itu bukan sayur sih. Bukan sayur, tapi emang pakai perkedel. Ada sayur nangka. Nangka? Ada. Nah, cocok. Campur campur dua aja. Saya mau nasi, rendang daun ubi. Mau kok boleh? Mau mau gak tahu teh apa. Ada rasa-rasa asemnya catramu itu loh yang dari Thailand. Gimana rasanya? Weh, terbaik. Ini pertama kalinya kita makan Padang bayarnya pakai US Dollar. Bag boy. Atau pakai itu rial. Real real. Yuk. Bismillahirrahmanirrahim. Masa makan Padang sendok? Kelamaan, Pak, di kotoran, Pak. Enak terus. Hmm. Enak. H. Nah, ubi. Rindu kali aku. Ini ubi kan? Iya, ubi. Nih rendangnya tuh dia dipotong-potong ya agak beda ya dan dagingnya banyak. Hmm. Sama enggak? Enggak banget. Hm. Empuk lagi. Padahal kita baru 3 minggu lebih keliling kan. Saya kangen sekang ini. Bayangkan kalau kita orang kerja setahun 2 tahun luar negeri bala macam apa tuh sakaunya nengok makan ini rendangnya enak tapi dia rasanya light Wih light kawan. Bukan yang kencang gitu loh. Kan biasanya kalau rendang padang kan benar-benar kencang ya. Agak disesuaikan sama lidahnya bule sepertinya. H tapi enak. Enak. Enak banget. Let's go. Ini makanan terbaik semalam kita di Kamboja. We rasa makanannya benar-benar ingetin kami sama masakan Indonesia ya. Walaupun rempah rendangnya tidak strong seperti di Indonesia, tapi kami sangat bersyukur kita bisa makan makanan seperti ini lagi. Kasih dapat rambutan impor dari Indonesia. Makasih ya, Mbak ya. Makasih. Dadah. Makasih ya. Balik ya, Pak. Balik dah. Iya. Asalamualaikumam. Ya, kita mau ke masjid dari sini cuma 11 menit ya karena hari ini salat Jumat. Abang dari Indonesia kah? Oh, yuk. A tolong tolong tolong. Duit duit duit duit duit duit. Bang bang bang [Tertawa] mas gati. Woi, emang Indonesian dia. Tapi kalau tiada kau ini sulit sekali loh putar balik di sini. Jadi sebenarnya antara bercanda dan serius ya. Ya. Ya. Pakai berhasil Pak Gas ya. Karena ya traffic di sini seperti bilang seperti di Medan. 10 menit sampai ke masjid kita salat Jumat dulu. Ada pahala kah untuk orang membantu Anda salat? Jangankan membantu salat, Anda membantu orang parkir saja itu berpahala. Ini amalu binniat. Setiap amalan itu tergantung dari niatnya. Kalau kau memparkirkan orang dengan tujuan yang jahat, niatnya jahat, ah kau parkirin di sini nih biar nanti ada polisi lewat. Nah, dia kena ya kan? Itu jadinya dosa. Mantap. Berarti niatku sangat-sangat baik. Double baik sangat baik. Pertama niat, pertama niat mau membantu kita mutar balik ya kan berkorban tuh. Betul. Betul. Dan yang kedua niatnya untuk masuk ke dalam konten biar ada seru-serunya. Niat baik tuh. Betul. Luar biasa. Dan ketika dikasih uang aku nolak. Hm. Luar biasa memang saya ini ya. Heeh. Luar biasa loh. Saya bangga denganmu ya. Terima kasih Bapak. Wih, berapa nasi Padang? Seharga Rp400.000. R00.000 per orang? Per orang. Seorang Rp100.000. Ah, ya kayak ke pagi sore lah ya. Ya, ya. Ini bilnya akan saya simpan di figura. Cuma rendangnya tuh bukan rendang Padang gitu loh. Benar kan rendang. Takutnya dia terlalu keras. Orang sini enggak bisa nerima. Enggak. Enggak ada pedasnya? Iya. Tapi enak. Enak dong. Bukan kayak wih wihh. 8 minit. Enggak enaknya tuh kalau mobil tir kanan. Di kanan di kanan kita mau mau belok itu enggak kelihatan depan situ enggak kelihatan. Yo. Mereka sudah sampai di masjid kah? Sudah. Enggak makan kah? Enggak tahu. Ah, untuk mempercepat dan mempermudah kami, bagaimana jika Anda pas nyampai Anda ambil mobil, kita turun gas. Tidak cari parkir. Aku ke mana? Parkir atau mau jalan-jalan dulu? Boleh nanti kita tar. Oh tidak, aku parkir saja. Sudah cukup. Oh, gitu. Kamboja tidak cocok untuk pemula? Iya. Tidak friendly dia. Aku beli duduk syariat. Lanjut kita menuju masjid di Kamboja untuk salat Jumat. Tapi teorinya di perjalanan ke sana ternyata ada suatu tragediak sih. Tiba-tiba kami dibertikan polisi padahal kami tidak melanggar apapun. Polis panggil kita kawan. H ke kanan J What? Lighter lighter. Oke, aku bantu Kok jaga jaga mobil ya baik-baik ya? Aja. Gak kaca kaca tutup semua kaca tutup semua. I gua enggak pusing loh gini kan bagi juga. thank you ya. Thank you. Bye bye, bro. Ini kita yang terakhir. Oke, terakhir, Bro. Enggak ada lagi, Bro, ya. Dengan orang-orang terkenal dari Indonesia nih. Thank you ya, man. Oke, ya. Yuk, Andi, mana? Adi jangan kaki ya. K biarin, biarin, biarin dia lagi pergi tuh. Pergi. Udah, sisternya, sisternya bilang jalan aja enggak apa-apa enggak usah ceduk. Bilangin teman lu lah. Hei, bro, bro. Enggak nyangka ya, ternyata ada aja kejadian seperti ini. Dan ini adalah pertama kalinya kami ditilang di negara lain. Hah? Ya, semoga ini yang terakhir ya. Ya, padahal kami sudah cukup senang rasanya di sini. Tapi karena kejadian ini langsung berubah mood-nya dan untungnya saja di setiap kejadian selalu ada kemudahannya. Kayak misalkan sekarang ini kita dibantu sama teman kita yang bisa bahasa Kamboja untuk berbicara langsung diskusi. Sebenarnya sih kita aman ya semua dokumen segala macam lengkap ya cuma biasalah. Enggak serius aku mau nanya. Jadi kan dia kan awalnya minta license. He. Kau kasih dia license. Lalu habis itu apa? Jadi dia bilang enggak berlaku kok bisa udah diam kan. Terus dia minta internasional ee apa namanya ini enggak bisa nih gini gini gini ini. Oh dia minta tuh SIM Kamboja dia bilang. Iya katanya kalau di sini tuh harus SIM Kamboja yang berlaku setahun katanya gitu. Sim sementara tapi enggak ada info begitu. Nah terus udah ngobrol-ngobrol ngobrol dia tiba-tiba ini yang jadi celah nih sebenarnya buat kita menang. Apa celahnya? Dia minta SIM internasional. Nah kita gua gua diam dulu. Heeh. Oh. Ee gua tanya emang kalau SIM ini bisa? Oh yang ini bisa. Oh baru kita munculin SIM internasionalnya. Namun udah dong. Udah dong. Tapi tetap aja bilangnya enggak bisa kembali ke pasal awal. Oh K boja. Heem. Ya sudah akhirnya ee kan kita kemarin enggak sengaja kenalan sama Michael yang punya restoran Indonesia. Oh iya yang kemarin itu. Iya betul. Kita hubungin dia. Dia datang sama pegawainya bisa ngomong bahasa Kamboja. Heh. Bahasa Kemer. Akhirnya dia nego kena 50 dari awalnya. 300 mintanya Wedan. Gila. Aku udah nyadar sih pas dia nengok plat dia nengok platungan mobil mukmu kamu kayak senang sekali dia. Hah? Kayak dia excited sekali. W asik duit nih. Ya, sesuai dengan kalimat Bang Ritwan tadi ya, Bang Ritwan sudah membantu untuk menyumbangkan devisa di Kapoja. Terima kasih. Ada yang kita nginap di hotel, kita belanja makan di sini. Iya. Iya. Tapi ya enggak apa-ap lah maksudnya pengalaman buat thumbnail ditilang di Cakep. Wah, 2 juta views. Amin. Mantap. Balik modal kan. Oke dong. Doar 2 juta views ya. Balik modal. Harusnya kita tadi ngomong kom langsung kamu. Udah gua udah bilang gak kita ngomong ke itunya ke polisinya kami mau salat Jumat Pak. Nah kan dia bersalah. Udah udah gua udah bilang pakai Google Translate coba bilang oh muslim muslim. Muslim muslim. Oke. Go. Go. Gitu. Enggak enggak. Beda ya sama tukang parkir yang baik hati itu ya. Yang si nonmuslim itu yang batu parkir tadi di awal itu loh. Baik loh. Yang mana ada satu orang yang muterin itu ya. Yang bantu Anda mutarin mobil di awal-awal pas mas. Dia juga nonmuslim kan tadi polisinya enggak satu Cina lagi tuh yang batu ke parkir tu Andi sampai datang Michael sampai datang lagi. Untung ada Michael ya Michael ya. Bela-belain loh dia naik tuktuk. Jadi Michael itu enggak mau nyetir di sini karena itu dia maunya naik tuk tuk ke mana-mana naik tuk tuk. Ini dari roman-romannya mobilnya nih yang pulang salat Jumat nih gua rasa nih. Yakin ada Pak ya? Tuh banyak yang pakai peci dari tadi tuh. Kok ada yang matal sipit? Ya memang orang Islam enggak ada yang sipit. Tuh lihat tuh bajunya. Oh kita telat dong. Iya telat. Ya gimana orangnya kena polisi? Siapa yang menduga? Weh lihat tuh ada Rollroyce keluar dari masjid. Iya tadi. Wah ini orang Dubai nih. Dan dia pertama nih. Wah Rollroyce kawan. Roll keluar dari masjid. Habis Rollroyce lihat tuh ada apa itu ada Lexus di sana. Kemudian ada Land Cruiser. Ada bajay warna kuning. Membuktikan Bos itu tempat berkumpulnya semua kalangan yang sultan-sultan tuh lihat tuh Lexus lagi yang sebelah kiri ya. Enggak tahu deh itu apa, bukan Lexus. Gua kira RX Ini Fortuner merah Merona. Oh, masjidnya gede, Pak. Gede sekali. Ya Allah, ini bajay. Ingat, ini tempat menguji kesabaran Anda. Anda diuji di sini, Pak. Tuh, Lexus, ya kan? Oh, tuh apa tuh? Mazda ya? Dari jauh kelihatan. Oh, bacainya banyak. Ah, ada Cigo di sana. Diceri. Ayo diceri. Benar antara Mazda, Mazda Cherry Lexus tuh. Uh menyala. Boleh pakai ke depan sini enggak? Udah bubaran salat jumatnya yah. Ya udahlah ya. Siapa menyangka kita hampir 1 jam terkena tilang. Dan kau tengok tim Anda dengan bahagia nongkrong ya, makan pakai pakai bunga-bunga. Senang mereka. untung kau tidak ikut. kalau enggak kita berdua kena 100 dolar dua mobil juga tuh. 7. Aduh sering banget. Ya, sama kayak kita enggak ada kesalahan bawa padahal dicari-cari cari SIM internasional kan awalnya kan awalnya SIM biasa. Oh enggak bisa. Oh ya udah harus pakai SIM Kamboja gini gini gini gini enggak berapa lama tiba-tiba dia ngeluarin nih ini SIM internasional. Oh ya udah SIM internasional cekrek luarlah persis sama yang ditunjukin sama di HP bilang tahu enggak apa? No Kambodia here. Emang enggak ada nama-nama negaranya, Pak, di SIM itu, Pak. Terserah dah. Emang itu K tahan-tahan, Bang, Bang. Jangan udah, udah, udah. Tarik-tarik gitu kalau pakai, Pak. Viralin aja, Pak. Viralin lah. Ayo, viralin lah. Keluar dulu sini anjing. Keluar dulu. Jangan kamboja tuh. Gua lagi ngobrol tadi udah standb tadientara gua udah di no picture no picture no picture. Gimana khotbahnya bahasa apa bahasa bahasa kemer pakem benar-benar eh masa belakang-belakang sama Mas Pala Mat. Mat keluar mat. Kenapa Bang Rigon rahasia ini kumat yah pintu juga penuh banget pintu penuh gua bilang gimana ini di dalam juga dalam dekat sini kita di dalam sono depan dalam sono depan masih kok paling depan pertama kirim kirimin ke arenan fotonya oh kiriman apaan udah kirim tetap aja ya udah ya wah dulu jam dulu masjid utama Kamboja adalah masjid agung alskal di Penompen yang menjadi pusat spiritual bagi muslim di sana masjid yang didirikan pada tahun 2014 dan diresmikan pada tahun 2015 memiliki arsitektur megah bergaya Utsmaniyah seperti Kubah Besar dan dua menara serta menjadi simbol perkembangan Islam di Kamboja. Sejarah singkat masjid ini tentang kehancuran dan kebangkitan yang mencerminkan nasib komunitas muslim di negara tersebut, terutama kelompok etnis CAM. Masjid pertama dibangun pada tahun 1968 di wilayah Bongkak, Penompen sebagai hadiah dari keluarga Alserkal dari Uni Emirat Arab. Masjid ini hancur pada tahun 1970-an. Ketika rezim brutal kamar merah secara sistematis menganiaya dan menargetkan komunitas minoritas di Kamboja termasuk muslim cam. Praktik keagamaan dilarang dan tempat ibadah dihancurkan. Pembangunan kembali masjid ini didanai oleh seorang pengusaha Emirat Aisa bin Nasir bin Abdul Latif Alserkal dengan biaya sebesar 2,9 juta US Do. Pembangunan masjid ini bertujuan untuk menyatukan komunitas muslim di Kamboja dan menjadi pusat kegiatan keagamaan mereka. Masjid dua lantai ini dirancang dengan arsitektur gaya otoman yang elegan dengan interior yang dihiasi keramik berwarna mawar dan turkois dari pengrajin Aljazair. Ya, kita agak sedikit off schedule ya. Dibay berapa jam ya sekarang? Hampir jam .30 lah ya. Dari yang tadinya itu kita target habis salat Jumat langsung cau beda sejam lah. Krong strung trank 6 jam 40 menit. Jadi kita kurang lebih nyampai jam 0.30. Huhuy. Kata Cik Guber, sebaiknya di Kamboja itu tidak sampai gelap. Wiit, kenapa itu sudah gelap? Iya. Terus aku tanya ke Cigu, "Loh, ada begal kah?" Karena seringkiali di malam hari gajah itu lewat. Oh, bilanglah. Gajah tuh besar. Kalau kau tak nampak tuh berarti itu mata kau udah bahaya. Hei, gajah itu tiba-tiba nyebrang sembarangan. Enggak lihat kanan kiri dulu. Emang gajah sih belum terdidik kah? Diajak orang tua dari awal lah. Nyebrang tuh nengok kita. Iya. Kalau gajahnya dia duduk aman. Kalau gajahnya lewat itu ya gajah duduk ya kan jadi sarung. Nah cakep. Lanjut. Oh bukan lanjut. K kira ini nantun Pak. Perjalanan menuju kota Strung Treng yang merupakan kota terdekat menuju perbatasan Kamboja Laos berjarak 389 km atau sekitar 6 jam 40 menit. Tapi ketika baru sekitar sejam perjalanan, kami diberhentikan oleh polisi lagi. wean kamera. Heeh. Mau aja mau usah pakai ini aja pakai apa? ngantuk aku baru mau tidur. Tuhan ha Driver speak. Oh, license. Minta itu dong yang kertas sih. Oh, iya. Dulu mana kita ada ular? Saya minta tuh tu stand. ini 50 dollar wasteed. Aku tadi baru ngomong Bang Ridwan, energiku habis pakai nasi padang bukan 100% karena rajia tadi turun tinggal 30% kan. Sedesprate itulah aku dengan negara ini kan. Masa 50 dolar lagi apa sekarang? Ah katanya speed limit. Ah, ya salah kau last speed limit enggak tapi enggak ada proof-nya. Mereka menghantam kau ke sesuatu yang kau tak punya. Eh, bayangin tadi kan di sana ya, terus kita lihat ada berhenti. Udah ngrem dong ya kan? Pelan dong ya kan. Oh, kok tak nanya dia where's the proof itu. Iya enggak ada. No where's the picture? Ada nih di translatean gua suruh ke sana nanya buat datanglah ke sana. Nah kan ee picture sana sana sonana. emang asal aja adanya emang butuh duit aja kampret aku tuh udah berusaha positive thinking kan oh ini hanya oknum gitu loh tapi terlalu banyak oknumnya masa sehari kita ketilang dua kali loh gua sampai kayak aduh malasnya keluar nanti polisi kita ini orang yang paling tak aturan kita udah searchingin duluan semua kebutuhan dokumen kita tuh udah siapin di depan jadi kita tuh orang yang benar a good guy kita mau aturan. Cuman kalau cara kerjanya gini tu kayak sorry ya apa tuh orang-orang ginilah yang buat image kita pasup negara tuh buruk. Iya emang. Jadi kalau sekarang orang nanya aku nih kok kalian ke Kamboja gimana kesan Kamboja? Aku jangan nyetir aku cerita tentang hal ini gitu loh. Pantesan ya banyak orang Overlander itu dia akan skip Kamboja dan langsung ke Laos Kita tanya teman-teman kita, "Oh, kita langsung ke Laos." Langsung ke Laos. Tapi kita harus kita harus berkaca juga ya, bahwa mungkin saja ada juga banyak bulek-bule luar negeri ya yang ke Indonesia lalu amit-amit kena kejadian sama kayak kita kan kita pernah tahu ya gitu kan. Guys, perlu ngambil duit lagi enggak nih kalau ada lagi nanti aman pak ngambil Pak aja enggak apa-apa di tempat aku masih ada. Oke. Oh, tempat lumu masih ada. Masih tapi 100 harus pecahin. Aduh harus pecahin doang. Iya. Enggak, enggak, enggak red gitu loh. Enggak rida aku, Bang. Sumpah aku ada R.000 rupanya. Eh, makin hari makin bad aku di Kamboja. Aku tuh tadi dah senang dah wei kami akan pergi akhirnya aku lagi tidur santai-santai. Gua lebih baik kayak Thailand ya. Maksudnya Thailand itu masuknya mahal, satu mobil 6600. Tapi, tapi di dalam tuh aman banget gitu loh. Enggak ada yang nilang-nilang apa gitu loh. Ketemu poli ada banyak pos penjagaan polisi. Kita lewat-lewat dan baik ya. Bye. Bye. Halo. Even sampai ada snipernya. Oh, snipernya aja kayak Hai. Iya, sniper nge-hig kawan. Jadi kita ketika keluar dari Thailand, selesai dari Thailand kayak eh Thailand bagus kok bawa mobil. Kamboja on way. Aduh apes apes. Waduh di depan ada polisi lagi. Owner woi. Apaan Tuhan ada lagi Tuhan Bang Rituan kitail lanjut kok dibincan. Ah, a good guy, good police. I love you. Lihat eh itu ada yang dia memberhentikan mobil truk ya. Nah, kenapa sekarang kita di level di mana ada rajia dan kita lewat, kita bersyukur ya. Kalau lewat bersyukur, kalau enggak lewat bukan. Ini sudah di mindset yang tidak benar. Iya iya iya iya iya. Ana nyadar enggak sih match itu berubah ya kalau di Kamboja? Iya. Kayak yah ada rahasia. Iya kita ya pas di Malaysia, di Thailand kayak wi ada raja juga. Oh i halo udah. Tapi tuh kita di posisi penset yang merasa he just normal sekarang kita tuh kayak DPO gitu loh. Jadi lewat tuh udah harus bersyukur lewat. Jangan bayangkan kita ni udah kayak diminta sih. Aduh apakah sebenarnya kita salah? Aneh banget sih ya. Aku harus mempertanyakan kebenaran sekarang. Huh. Ya. Setelah menempuh setengah perjalanan, kami mengisi bensin sekalian istirahat dan beli logistik. Apa ini? Weh, disuruh ke kiri, toy. Kiri. Kiri kan kita di sebelah kiri ininya kanan dong. Boleh enggak di sini? Enggak tahu. Fel door-nya di sebelah sini. Iya. Gasolin. Gasohol. Megas super W ada enggak ada 9192nya gitu ya? Agak aneh sih. Ini Ron 95 Ron 95 Ron ah copcop megas katanya reguler super yang super enggak tahu roundnya berapa ini nama p bensinnya apa sih? Nih, ini pom bensinnya nih. Apa itu? Tak tahulah ini apa. Aku pun bingung. Jadi, kita sudah sampai di suatu tempat ya. Gua enggak tahu di mana, tapi sekitar 3 jam lagi 200 kilo lagi mencapai tujuan kita ya. Di sini banyak yang berjilbab. Wow. Sepertinya kayak kampung muslimnya gitu. Betul. By the way, ini enak juga ya mangga. Iya. Karena saja gua menyambungkan dari e tentang budaya tempat langsung ke mangganya ya. Cepat kali lagi mas apa? Kok mangganya enak gitu. He enak sekali. Hm. Ini mangga dari Thailand. Elok of Thailand itu masjid besar. enggak? Kalau maksudnya ngasih tahu di masjid tadi kita ngobrol sama bapak-bapak, dia bisa bahasa Melayu karena dia orang Kemer tapi pernah kerja lama di di Malaysia. Sampai kiri kota balik patah banget ya. Ini apa sih kita ke mana sih ini? Yakin nih boleh nih begini enggak tahu ya. Jatuh patah banget loh ya. Oh, benar benar benar. Ada tanda garisnya. Tanda panah besar. Eh, hm. Lebih besar dari kita punya mobil. Gua perhatikan ya. Di Kamboja ini, H kalau bangunan itu dibangun oleh developer besar dan pemerintah. He. Itu pasti bagus. Oke. Bersih, terawat ya. Kayak misalkan jalanan. Jembatan, pengguna-pengguna Eropa itu I terus gapura-gapura yang ada gambar rajanya atau ratunya itu pasti bagus. Developer juga sama, developer gede mereka bikin gedung, bikin yang Eropa-opaan itu bagus sekali. Tapi kalau penduduk yang bikin, dia bukan developer besar, penduduk biasa gitu, protokor biasa berarti ya. Mereka bangun rumah, bangun toko, bangun apapun itu kayak Indonesia tahun 90-an. perhatiin deh. Makanya jalanan tuh bagus yang dibangun pemerintah, tapi jalan yang belum kena bangunan pemerintah kayak basih tanah gitu, enggak jelek. Berarti ada potensi kalau kita adalah desainer interior, ada yang bikin developer rumah yang kecil-kecilan. Unt di kamboja. Hmm. Tapi kalau dapat proyek pemerintah. Oh iya. Sama proyek developer besar. Betul. Kalau orang biasa kayaknya mereka bangun-bangun aja lah. Enggak usah pakai arsitek karena mereka belum ke arah ini mama bawa infus ya? Eh iya bawa infus. Eh tuh jubab euy. Ih muslim di sini lagi ngetreng kali ya. Oh rumah panggung semua ya? Rumah panggung semua. Kalau rumah panggung di pesisir aku terima karena biasa orang kan menghindari namanya gelombang besar. Tapi di sini ada sungai besar tuh. Tapi aku dengar katanya rumah panggung itu enggak cuma menghindari bintang buas, tapi bawahnya memang buat jemur sesuatu. Biasanya taruh kayu bakar atau kalau lagi sungai meluap dia aman. Ini ini daerah muslim nih kayaknya nih Tapi ya itu yang kau bilang tadi tuh kan dibaban lagi kan. Yoi. Tumben ya. Mulai bergelombang jalannya. Iya, mulai bergelombang. BTnya kok kita ke jalan kecil ya? aku tak tahu. Aku ikut ini masih 100 57 kilo. Wih, jauh cok. Memang woi. Masa gini terus? Karena kita ngikutin jalan pinggir sungai kalau kita perhatiin ya. Nih berjilbab lagi. Oke. Dan di sini jilbab panjang-panjang loh. Jilbabnya syariah. Jilbab syar'i. Tuh berjil pap lagi ya kan. Ini kampung muslim ini. Ha berarti kalau Anda mau makan sih boleh ya. Benar halal. Apa ini sebelah kiri nih? Tempel. Tiba-tiba ada kuil besar. Pakarnya mewah kali. Nah ini jalannya begini nih. Uh. Besar. Benar. Ini kuburan deh. Masa bukan kuil besar sayangku. Ini jalannya gelombang. Tumben ya. Ini kayak tahu enggak? Enggak cuma ee muslim doang, tapi semua bangunannya itu juga kayak negara yang berbeda dibanding dengan Kamboja. Makanya kan bilang kayak bukan di Kamboja ini tiba-tiba bangunannya berubah pada pakai jilbab. Ya bangunannya beda sendiri. Bangunannya juga beda dan jalannya juga sama beda. Iya. I tiba-tiba jalannya jelek. Melewati jalan kampung di Kamboja, sesekali kami melihat anak kecil pakai infus dibawa pakai motor. Kenapa ya infus lagi. Kok banyak b yang diin infus ya? Kenapa ya? Berarti pengin infus kayak gitu ya? Bukan. Kenapa infusnya punya pola sama? Infusnya dibawa jalan naik motor. Makanya iya tren kah? Di sini enggak ada ambulan kah? Kayaknya mereka infos di rumah ya. Ada apa kah? Rumah saya mahal kali ya. Bukan. Eh, aku nanya yang kemarin heboh COVID. Covid tuh di Thailand toh. Wih, cantik lagi. Dia ada kayak kafe tepi sungai. Iya, kayak di Indonesia nih. Iya. Sungai-sungainya kita ini di pinggir-pinggirnya ada warung-warung. Dan warungnya mirip lagi bedeng-bedeng kayu gitu. Iya. Ini pelap sama mau beli apaan bilang gitu. Gua tuh enggak biasa karena sisir kanan kita mau belok kanan gitu ya. Bilang aku merasa agak mau nabrak enggak? Karena kita posisi driver sebelah kanan. Betul. Kalau kita fid kita bisa-bisa ngintip gitu loh. Gua jadi kayak pelan-pelan banget. Baguslah Anda kan jadi lebih hati-hati. Ah mewah banget dia tempel. Bayangin di pertengahan kampung muslim tiba-tiba ada tempel-tempel gede dan megah dan jaraknya tuh enggak nyampai sekilo. Enggak nyampai sekilo. Ada terus ada terus ada terus. Yakin lu masjid? Ya kayaknya masjid enggak ada yang kayak begitu bentuknya ya. Jangan heran, Pak. Even kemarin si Asut yang muda aja dia ke Kamboja lihat budanya dia bingung ini Buddha apa? Oh iya benar. Ini Buddha apa ini? Tapi tetap Buddha. Ya sudahlah dua yang harus kau pertanyakan sekarang. Apakah benar ini yang berjilbab itu muslim dan kedua, apakah benar ini tempel muslim, Pak? Kalau tadi, Pak, udah jelas. Pasti dong. Ngelakinya juga pada pakai peci. Pasti dong. L ini apa? Baru dibangun, coy. Di tengah-tengah kampung. Kayak ada transmigrasi tahu enggak? Ee oh iya i ya. Besar-besaran gitu ya. Makanya dibangun. Ada lagi tuh. Lihat tuh. Mana? Ini kiri tuh lihat tuh. Enggak nyampai sekilo. Sekilo ada tempel lagi, tempel lagi, tempel lagi. Aneh banget besarnya budak. Buset, baru dibangun. Ini aneh banget ya. Bangunannya baru. Semakin ke pinggir Kamboja, bangunan di sini seperti Indonesia pada tahun 0-an. Tapi jalan nasionalnya bagus. Ada jembatan mesti ganti-gantian nih. Iya, Pak. Tumben ya. Ada jembatan yang kayak gini ya. Lama tak lihat gini kan. Ini Kamboja yang masih di bilang sama Cik Gubernur, oh this is Oh, gua tahu 150 kilo sebelum laos bukan apa di sini kampung muslimah yang jadi tidak ada judi online yang beroperasi di sini makanya tidak modern apa sih karim bahay Jadi, Anda mau bilang tempatnya modern dan sat mewah karena ada judul online di sana. Maksudnya gini, tempat yang kayak poket dan pataya kemarin kan ada muslimnya tapi kan maksiat dan juga ganja toh. I di sini judul. Iya. Dan di sini kan lingkungan muslim tidak ada judul dong orang islami kok. Eh, masyarakat muslim sini tidak toleran dengan judi online sepertinya. Tuh, lihat tuh ada pakai cadar. Ini kan jalan bagus yang besar kan. Tiba-tiba terhubung ke sebuah jembatan kecil yang masuk kampung itu kan. Baik. Kita sudah keluar dari kampung itu dong. Ini masih berjilbab juga. Masih. Aku tahu karung itu maksudnya ini jalan raya sekarang kan. Kita lihatnya sepanjang apa ini sampai ke ke ituak ya? Sampai ke border enggak Enggak tahu ya. Tapi ini jalannya tuh sepadan sungai semua. Jadi sebelah kiri kita tuh sungai. Iya. Sana sungai. K. Pampai ketemu nelayan tadi lagi ngurusin jaring. Oh. itu kabel fiber optik mana sih? di atas nih ribet banget kabelnya. Enggak tahu ya kabel PLN kali ya. Ya, itulah surprisingly menarik sih ini daerah yang kita lewatin kali ini sih. Iya, kayak beda banget gitu loh. I iya iya iya iya iya. Dan perhatikan orang-orangnya pada keluar tengah jalan. Artinya kemarin kita pun juga keluar dari itu kan masih ada perkampungan ya. Tapi mereka enggak keluar ke jalan loh karena sore gak panas ya. Tadi kemarin juga sore kita lewat, enggak enggak keluar orangnya enggak keluar di jalan. Ngapain mereka di dalam? Enggak di depan rumah. Semuanya kayak di dalam gitu loh. Ini benar-benar mereka keluar, mereka di depan rumah gitu loh. Lalu lu kenapa? Ya beda aja gitu. Benar-benar vibes-nya beda kayak tradisinya juga beda gitu ya. Ya, ya, ya. Memang rada gokil memang. Kita kembali melewati jembatan satu mobil. Yang menghubungkan antara kampung ya ini B jalannya bagus loh ini. Ini kayak pemerintahannya enggak enggak peduli dengan di tempat sih kayaknya gua lihat ya. Ini jalan bagusnya pemerintah yang bikin tapi timpang banget dari yang sebelum-sebelumnya. dari Thailand ini kayak enggak belum kesentuh ya? Belum kesentuh gitu loh. Oh stimulusnya belum masuk sampai sini. Iya mungkin karena mungkin lebih ramai orang Thailand ke Kamboja. Daripada Kamboja ke Laos. Iya. Tapi tadi kau tidak ngomong seperti itu di waktu kamera mati ya? Bukan kan aku kan membuat asi atau Anda mau saya SP tentang kalimat-kalimatnya muncul pas kamera off. Kami ini menyimpan ee kartu as masing-masing ini beneran mulai menguning ding. Sesuai dengan apa Bamboja? Enggak dong menguning karena udah mau sore-sore kali. Iya kuning-kuning gitu auranya kuning-kuning tanahnya kuning gitu. Kuning-kuning hilang. Ini enggak tahu di mana, tapi yang pasti di depan kita ada sapi. Ya, ini kayaknya karena takut kan bayangin ini orang naik motor banyak yang enggak pakai lampu. Tiba-tiba lagi jalan ada sapiar dan sapinya besar. Tinggi sih, kurus sih. Iya. Jangkung. Slow ya dia kiri kanan kiri kanan makanya gimana sih? Oh ini dibilang kali Eh lu jangan berak di mobil pamer dia ni yang muncul di Traveloka sama Agoda ada dua nih. Ada satu River Dolpin Hotel nih selalu direkomendasikan nih. Berapa semalam? Semalam satu kamar itu 12. Oke banget itu R.000an. Menurut lu itu paling oke ya? Muncul di dua aplikasi secara langsung sih, Pak. Oke sih dari tempat, Pak. Kalau mau ee gimana? Setujuah kalau kita besok pagi berangkat maksimal jam .00? Jadi kalau saran dari Andi lebih pagi, Pak. Ya udah kita jam . Ya, kita janjian di border jam berapa? Yang jadi permasalahan itu ketika sudah masuk laos, Pak untuk sampai ke VNPN-nya itu, Pak. Oh, masih sor. Gimana? Gimana? Gimana? Gimana? Masih ada kota. Kita enggak tahu Medan di Laas, Pak, untuk sampai paksa setelah dari border gitu aja sih sebenarnya. Oke. Eh, ini opsi kedua. Jadi, kata John masih ada kota di depan sekitar sejam lagi ya. Heeh. Ini ada beberapa apa empat biji. Oke, ada empat biji nanti di sana. Ee kayaknya di sana aja. Oke, kotanya lumayan besar kayak gini kali. Oke, kalau begitu kita ke sana lebih mendekat lebih bagus. Coba Jon ada sarannya ditaruh di grup aja Jon biarin kalau itu se oke dikirim sama Jon sekarang ada beberapa opsi soalnya ini gua enggak berani ngebut ya karena banyak ee sapi yang enggak pakai lampu. Aman, Pak. Kita kasih ini yang motor lah sekalian lah yang motor. Hari semakin malam dan perjalanan masih sekitar 1 jam 58 menit. Jalan di sini minim sekali penerangan dan kadang ada hewan suka lewat sembarangan. Ini kita mau kiri ya, kayaknya disuruh muter dulu ya. Ini bunderan. Iya, bundaran beberapa kali kayaknya ini. Bunderaran baru dibikin deh. Heeh. Ini tuh jalannya enggak cuma gelap tapi berdebu. Debu agak-agak gimana gitu auranya ya. Berkabut-kabut gitu. Gelap-gelap. Itu mau bensinnya Soky Max di sini. Apa? Ah, itu Soky Mac. Hah? Oh, namanya dari balet namek bilanglah. Kan aku bertanya. Btw aku tidak melihat perbedaan ini dan Indonesia. Aku aku kayak tadi kita dengar lagu Indo kan. Kayak aku nih lagi nyetir di mana gitu. Ini rasanya kayak kita baru keluar dari gerbang tol terus ada warung-warung kiri kanannya. Hantura Indramayu nih Pak. Begini Pak. Indramayu. Iya kan? Ah begitu Pak. Betul. Gelap sekali. Kita punya jarak masih 2 jam yang ini menuju kota terdekat toh. Yes. Jadi kita awalnya tuh hampir stay di tempat ini karena merupang ran ini salah satu tempat yang cukup rame ya cukup okelah buat kalau kita berhenti Cuman jaraknya kan ke border masih 2 jam. Sedangkan kita tuh mau coba ke kota yang lebih dekat lagi ke border walaupun aku cek hotelnya tadi kan di sini itu ada sekitar 12 hotel. Yes. Di yang sana itu ada empat hotel. Oh, berarti gedean sana dong. Cak mana teorinya? Ya, kalau di sana hotelnya lebih banyak empat si 12. Hah? Kebalik dong. Io. Tapi tetap ada hotel proper. Oke. Dan terburuknya pun kan enggak apa-apa. Terburuknya ada pala sih. Ada pala. Ada apa dengar pala? Oh, ini mungkin yang katanya itu banyak gajal ya. Ah, enggak tahu ya. Ini kiri kanan kita apa sih? Hutan. Hutan kayaknya atau padang rumput kayak tadi? Engaku tembak, Pak. Kasihan mereka, Pak. Lutak panti. Ya, sekarang kita jam 243. Kita sudah sampai di sebuah kota terakhir sebelum masuk ke Laos. Namanya eh Jon. Namanya apa ya Jon? strong strong streng bukan strong strong streng strong strong streng strong strong streng strong strong streng bacakan biar kita salah ngomong krong strong streng puas kau oke kita dari alah ya itulah pokoknya strong trank dan ini tempat di mana kita akan menginap malam ini ya dan tempat penginap kita namanya adalah bacakan Perasat penom prehet. Astagfirullah. Aku tak nipu kita ya. Ini beneran muncul nama gitu ya. Aduh kepalaku pusing lah ini. Ya udah tapi ternyata jalanannya aman Dan aku sedikit sedih karena kami tidak bertemu dengan gajah. Apa yang aku bilang? Jangan dong. Ah gimana sih? Gajahnya sudah punah. Aku udah bilang. Yaudah gua kebelet. Udah itu kan dia orangnya kan coba aku kasih itu. Alhamdulillah akhirnya sampai juga ya. Akhirnya kita nyampai di sebuah hotel ya. gua enggak tahu tapi yang pasti depan kita adalah sungai yang sangat besar. Sungai apa nih? Mekong. Mekong. Seriusan? Sungai Mekong. Mekong. Gila, sungainya gede banget. Berarti memang sungai yang bersejarah tuh, Pak. Enggak. Lebarnya itu loh. Jauh banget ya. Malam aja kelihatan lebar banget ya. Dari ujung ke ujung tuh kayak pulau sebelah tahu enggak saking gedenya. Besok kita cek lah pas terang gimana Seong sekong sekong. Mekong sekong river. Bukan Mekong di sebelah sana. Oh Mong sebelah sananya. Ohong. Ini sekong driver. Mong. Oh Megong. Oh Mong. Oh masih segaris berarti ya? Segar segaris. Masih ketemu kayaknya. Oh dan kita nginp di hotel ini kita enggak mesan dari aplikasi kita langsung karena tidak ada ya di aplikasi. Enggak ada, Pak. Agoda Travel ada semua engak ada. Dan surprising ni ternyata ini tempat wisata ya, banyak bus. Betul, banyak orang tadi wisatawan Korea, Pak. Masuk bareng kita. Sudah nginp. Heeh. Dia dari mana ya? Kan jauh bandara juga. Makanya, makanya mungkin lebih nyari yang sepi kali, Pak. Penimbang nompet. Oh. Dan kita enggak sengaja juga ee kamar sudah penuh semua, tinggal yang VIP room. Ee terus t kita hampir enggak jadi ya karena mahal. Tiba-tiba didiskon jadi 5. Uh, lumayan banget tuh. Tapi cuma tiga kamar doang karena enggak ada lagi nih. Kita lihat kamarnya. VIP A5 ya. Lantai berapa ya? Itu lantainya, Pak lima. Tinggi amat [Tepuk tangan] Pal nitip itu ya. Tas. Tas gua. Heeh. Tas gendong. Tas gendong turun. Oh, lima lantai. Gua nanya aja sih bisa penuh hotelnya di Kamboja. Artinya di Serum tank ini masih sedikit ini VIP 5 atau VIP A5. Eh, kok lampunya enggak ada lagi, ya? Bukan. Tak ada tombol lagi kah? Biasanya dekat di mana ya? Oh, kan ini nih dia. Oh, gede kamarnya. Oke, ini buat yang mau hanbun gua rasa. Kamar mandi. Lihat kamar mandi. Oh, ada betup-nya. Weh, mantap. Oke, 25 dolar nih per Rp100.000-an Ribuan lah ada beginian. Wes sampai jumpa di besok hari. Besok tanggal 21 sih J ulang tahun. Jadi nanti malam dia udah umur 32 ngord itu ada yang pakai batik coy tadi. Direkam dong. Lu ngrecord eh ngrecord. Ei Oke karena hari sudah malam dan besok mulai masuk ke perbatasan Kamboja Laos. Sampai di sini dulu episode kali ini. Terima kasih sudah menonton dan sampai jumpa di episode selanjutnya. Mereka terang-terangan loh. Aku udah tak komen langsung tembak angka k mereka. Kabar buruknya mereka tidak terima kartu dan kita belum tukar ee duit Kip. Belum. на на
