1M JOURNEY TOUR DE ASEAN: KE PHUKET BAWA SEPEDA (YouTube Video)
Halo semua, jumpa lagi di One Million Journey Tour the ASEAN. Pada episode sebelumnya, kami dibagi menjadi dua tim lagi. Tim pertama Pala, Rahmat dan Andi Explor Patani. Dan tim kedua Mas Eko Farhan menjemput John dan Riana yang sudah bergabung kembali dengan kami untuk mengeklor Songkla. [Musik] Ya, hari ini tanggal 12 berarti hari ke berapa tuh, Pal? Tarik ke 16. 16. Benar lu. 12 16 29 30 31 27 12 17 dong. 17 eh 17 apalah terserahlah. Pokoknya segitulah lagiah. Biasa entar ditempelin sama editor. Hari ke berapa? Hari 30 kali gua rasa. Wah gila pengin buat finish tuh udah. Eh, by the way eh kita bikin dua tim lagi. Yang tim pertama itu kita menjemput Pak Thaik dulu karena kita akan menaruh sepeda di atas. Aman tuh, Pak, ya? Iya. Agar membuat mobilnya lebih aerodinamis, kita berangkat duluan bersama Bapak Daeng ya. Bapak Daeng. Motornya taruh atas juga enggak lah. Oh, enggak. Kalau dia ini aja kita kalin, kita seret. Wah, kita banget dulu. Ya, begitulah kurang lebih. Jadi, perjalanan kita masih panjang. Heeh. Ya, jadi enggak cuma 6 jam. Cuma vila kita keren ya nanti ya. Insyaallah keren, Pak. Kalau jadi mau mesan yang itu. Empat kamar. Empat kamar ada kolam berenang private. Nah, di puket lagi. Puket lagi. Yuk, let's go. Cuma 117 2 malam. Perjalanan dari Songklak ke Puket berjarak 431 km atau sekitar 6 jam 57 menit dari penginapan. Jadi, gua punya teori, Pal. Teori apaagi tuh? Teori konspirasi. Wah, ini lihat ya di Thailand itu. He. Kualitas bangunannya Heeh. itu enggak sebagus di Indonesia kalau menurut gua ya. Kualitas bangunan atau ini cat-catnya doang? Enggak. Cat-catnya, arsitekturnya. Heh. Iya. Enggak. Heeh. He. Terus juga rumput-rumputnya juga enggak dirawat. Pokoknya dibanding Malaysia. Bagusan Malaysia lah. Oke. Kan. Tapi jalan bagus banget di sini. Jalan selalu bagus tuh. Enggak enggak goyang-goyang, enggak ada lubang. Iya betul, Pak. Ya, kalau ada itu pasti lagi ada konstruksi lah. Oh, wajar. Lagi ada perbaikan gitu kan. Gua tahu kenapa, Pak. A karena di sini ah banyak double cabin. Kalau jalanannya rusak terus di belakang ada orang kan di bug itu banyak orang. Kebayang kalau jalannya jelek naik double capit. Oh buak. Aduh dia orang belakang udah pasti lumpatan. Sakit pinggang itu. Iya iya. Jadi itu ceper-cep begitu. Nah kan belakangnya kan per daun kan. Nah tuh tuh lihat tuh lihat tuh tuh kayak begitu. Kebayang kalau misalkan jalannya masih banyak gelombangnya. Nah. Wah. E Anda tahu apa yang terjadi? Keluar semua isi perut sama sakit pinggang. Nah, kita mau nyampai nih ke tempatnya Pak Toriq. Oh, Nah, ini dia Pak Thaik. Kok bajunya masih sama lah. Iya ya. Setelah tiba di tempat menginap Pak Thariq, kami segera menaikkan sepedanya ke atas Cherry 38. Kafirnya tiga, Pak. Perjalanan pun kembali dilanjutkan menuju titik pertemuan berikutnya bersama Cherry Tigo 8 Pro Max. Ya, jadi resmi ya Pak Thariq onbard sama kita sampai Bangkok ya. Nanti sampai Bangkok beliau akan melanjutkan perjalanan ke Laos. W. Sebenarnya bareng sama rutenya Daeng. Sama. Gimana Pak Torri? Iya sama. Enak naik mobil ya? Alhamdulillah. Yuk. Bismillahirrahmanirrahim. Kita jalan menuju Puket. Puket. Oh yeah. You think you got control but through your head. Kita sarapan, tapi sarapannya disevel karena dari tadi nyari yang halal, kedainya udah enggak ada lagi. Ya ini pun juga kita mesti pid-pid juga. Ada yang halal, ada yang non halal. Contoh yang halal nih. Tusan halal tuh makaroni semuanya harusnya ada mie instan food. Jangan salah pilih. Iya. Kita nanti kalau ini enggak ada halalnya. Tapi halal dong. Ini kan ikan. Apa aja enggak? Ikan, nasi sama apa ini namanya? Rumput laut. Jadi kalau disevel kenapa sarapan di sini? Karena di sini ada yang halal products dan ada yang halal products di bagian sini. Jadi kalau kita ngambil di sini insyaallah halal lah. Begitu kalau begitu Pak ya. Gampangnya aja. halal. Jadi gua melakukan eksperimen sosis ini dicampur dengan crabp stick ini ya. Turimi jumbo craplek. Enak sekali Pak. Hmm enak bangetak tuh. Oh, enak banget ini. Kalau kalian ke Thailand coba deh. Enak banget deh dicampur. Kanan ban, depan kiri tinggal 31 udah warna kuning. Jadi harus kita naikin. Apakah ada kebocoran? Coba di lu majuin di pelan-pelan yuk. Yuk. Kita baru parkir 3 hari doang di tempat apa namanya yang keramik itu loh. Vila kita tuh keramik ininya. Terus ke kanan ban langsung pada turun. Kita pakai mesin AL ini penyelamat di mana-mana nih. Selesai semua sarapan serta menambah tekanan ban pada kedua Cherry TIGO dengan menggunakan tools dari mesin HL. Perjalanan kami lanjutkan kembali. Ternyata kalau pintu kita dibuka, knalpotnya Daing itu berisik juga ya. Kencang, Pak. Kencang. Pak Toriq sudah masuk. Oke, yuk. Bismillahirrahmanirrahim. Enggak nyangka divel makanannya enak ya? Enak, Pak. Kayaknya saya stok itu aja, P. Tes 1 2 3. Tiba-tiba hujan. Aduh, ini Daing ke mana ya? Tadi dia jalan duluan sih. Kasihan deh. Ya itulah kalau kendala naik motor kalau ada hujan tidak bisa ngegas. Bisa sih pakai mantol ya, cuma perjalanan kita tuh masih 5 set,5 jam lagi. Ya, begitulah. Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Puket, kami mampir ke pom bensin terlebih dahulu untuk mengisi bensin Duo Tigo, mampir ke toilet dan membeli beberapa perlengkapan logistik di sana. Jadi, kita menemukan hal yang lucu di sini. Ini tempat minuman-minuman dingin, tapi tiba-tiba ada refreshing towel. Tahu enggak apa ini anduk dingin? Dingin gini biasanya buat cuci muka kan. Harganya 29 bat ya. Ah, anggap aja Rp15.000, tapi kita beli yang kecil saja. Sekarang kita coba buat coba-coba doang. N ada serangkanya lagi. Ini aja deh. Alkohol free ya. Halal nih. Di sebelahnya lagi ini ada ini birdness eh sarang burung wallet dan harganya juga terjangkau ya. Segede gini. Emperor ini Rp10.000 atau sekitar Rp50.000-an ya. Rp50.000-an dapat sarang buruk palet. Ada yang wah ada yang 79 juga nih. Cuma 80 sekitar R0.000-an. Birdness drink menarik ya. Kita coba satu ya. Oke. Ah, ada toilet Pak dalam. Ada. Oh, asal tanya aja berarti. Iya. Tadi bilang aja pakai bahasa Indonesia. Toilet WC di mana? Boleh cakap di sana. Mereka enggak ngerti. He bahasa Inggris enggak ngerti, bahasa Melayu juga enggak ngerti. Daripada kita pakai bahasa Inggris, sudah langsung aja. Bahasa toilet. Toilet, bahasa Indonesia aja. Gua mau coba ini, Pal. Ini harganya tadi 13 ee bat berarti sekitar ya 6.000, R.000 lah ya. Murah banget ya. Ini adalah cooling refreshing towel. Handuk dingin. Coba ya. Coba, Pak. Kok susah sih? Nah, dulu, Pak. Ini dia bentuknya seperti ini. Basah dan dingin tapi no alkohol. Wah, kayaknya enak tuh beli beli nanti. Wah, tapi tulisannya no alkohol, tapi pas dia itu kayak ada bau minnya gitu loh. Kayak mungkin daun minnya kali. Iya, kayak ada alkoholnya sih. Tapi bilangnya no alkohol nih. Tuh. Alkohol free. Iya. Aduh, enak banget, Pak. Jadi ini kalau diminum enggak bikin mabuk nih. Enggak. Siapa juga yang mau minum, Pak? Begituan. Wah, enak banget ya. Saya tanya tadi gua beli birness sarang burung walet. Mau dong. Nah, ini brand birdest drink ya. Eh, nih. Oh, enggak. ini sarang burung walet 79 bat. 79 bat. Heeh. Atau sekitar R.000an lah, 80 lah. Anggaplah. C enak banget. He Gua kasih dulu. Enak banget. Enak banget. Ada vitamin C-nya dan 0% sugar. Jadi gulanya dari madunya ya. Hmm. Tapi catetan. Kalau enggak dingin enggak enak. Oh, berarti harus dingin. Harus dingin. Ah, simpan sinilah. Setelah isi bahan bakar ke toilet dan mencari logistik, perjalanan kembali kami lanjutkan menuju puket serta mencari masjid di sepanjang perjalanan. Alhamdulillah akhirnya kami ketemu masjid juga. Nah, Masjid Darussalam kami sudah mencari sejarahnya bagaimana tapi tidak ketemu. Masjid ini seperti di Malaysia. Di dalamnya pasti ada kipas angin yang besar. Jadi, Pal, lu tadi bilang sepanjang perjalanan ke Puket ini cuma ada satu masjid kan? Enggak satu, ada beberapa cuman jauh gitu loh. He, ternyata ada banyak, Bang. Ada banyak. Lu cara nyarinya salah. Jadi cara nyarinya adalah tuh segini banyak keluar ya. Kita terangin dulu. Segini banyak yang keluar karena kita harusnya ke Google Translate dulu. Bener juga masukin kita bilang masjid ya. Nah, ini kita copy. Oke, baru kita taruh di Google Map seperti ini. Makan yang keluar banyak nih. Ini arah puket nih ya. Cari lagi. Search this area. Halah, Wi-Fi-nya jauh lagi. Ya, pokoknya bisa begitu ya. Iya, pokoknya begitulah. Harus transanslate dulu. Jadi harus ditranslate dulu baru ketemu gitu ya. Wes lah. Y. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Dari mana? dari Indonesia. Saya dulu mendo di Indonesia juga. Di mana? Oh, mondok di Indonesia. Di Magetan. Magetan? Oh, Jawa Timur ya? Iya, Jawa Timur. Jawa Timur. Berapa lama? Ee 8 tahun. 8 tahun. Wah, lama sekali ini. Iya. Ini bapaknya dari Manado. Naik sepeda. Mau ke Makah. Ke Makkah. Kami ketemu di Hatjay. Iya, Hatjai. Kami angkat naik mobil. kalau kami mau ke Laos. Laos. Heeh. Laos. Kemudian ada teman lagi naik motor. Dia udah otw duluan. Mau ke Mekah juga naik motor. Ini mobil Indonesia kan? Indonesia. Plat B. Plat B. B Surabaya bukan. Jakarta. Karena kota tujuan masih jauh. Setelah salat dan ngobrol dengan warga Malaysia, kami bersama Duo Tigo melanjutkan perjalanan kembali untuk mencari tempat makan halal. Yang ini nih. Keruntung uang kcap. Ah sama ha. Nyap hap nyaw. Ha set perahu. Perahu Korea. Oh nih mie perahu, mie kering, rautan Korea. Kan makin gak paham aku. Telur Bael. Tambahkan laut. Nah tambahkan lautlah. Kisah cerita pimkung pergi ke tumtum. Kok ada selimut-selimur apa? Sekarang tambahkan air ke ayam sayur suwir. Eh, udahlah aku ngitomnyam seafood ya. Cek apaan situt itu? Yang mana? Oh, yang ini. Tambahkan paha ayam. Oh, iya iya. Kok jus tomyam sup kali ya. Jenis mie. Mie putih, mie kuning, mie telur, mie giok. Beli mie, mie Malaysia fit, mie bihun. Air perahu tuh maksudnya steambot. Hah? Bisa jadi air perahu. Air perahu steambot bukan air perahu. Oh ini bedaan burger burger. Oh roti-rotian. Coba ini ini roti-roti ya itu ada roti Malaysia. Roti apa? Nah, itu ya roti tawa yang meledak. Serius? ini dong dari tadi roti tawa yang meledak. Apaan coba? Akhirnya ada. Mana itu a perahu kau tuh? Mana a perahu mana? Oh, beda ini. Oh, ya. Tadi ada a perahuak mana? Tapi kok ini roti-rotian? Iyaak. Ini ada yang ini lava explosion roti kaula. Enggak. Itu tadi yang tulisannya tawa. Tawa yang meledak. Love. L a ug h. Love maksudnya kali ya. Cuma mungkin tulisnya Thailand kali. Jadi dia ngenterjemahinnya aneh. Nah, lu pasti inian burger. burger okelah untuk ukuran makanan yang kita asal mampir ini. Tahu enggak tadi gimana kita cari tempat makan ini? Google. Google translate lah. Eh, Google apa? Google Maps. Google Maps tapi halal dianslate dulu ke Thailand kita copy paste di Maps baru keluar banyak. Oh, tulisan halal tidak ada di sini. Kali tulisan halal dikit yang keluar. Oh, harus pakai halal versi Thailand. Banyak langsung yang keluar. Termasuk juga nyari masjid juga sama. Tadi kalau cari masjid doang di puket cuma keluar dua. Kalau pakai bahasa Thailand, Thailand. Wah, keluar banyak langsung. gitu caranya. Iah. Setelah selesai makan, kami akhirnya melanjutkan perjalanan lagi menuju puket. Tapi sebelum itu, nah Han. Han coba Han ini, Han. Nah, ini nih ni ni tuh. Ini kalau bahasa itu kiamboy. Ini bisa ada orang yang suka banget tapi bisa ada orang yang enggak suka banget. Iya, suka suuka banget. Nak dak sekalian. Ini mau begini belum dibuka. Macam mana? E respon orang amatir lo coba. Acam. Kalau aku sih bilang ini kayak kayak kemue ya. Ki bue kasih cabe nih asem pedas gimana gitu? Enak nak mukanya sih kayaknya sih enggak enak cok kali tapi kan segar. Kabarin ya kalau ada apa-apa. Apa-apa Pak apaapa aman Pak? Aman. Aman ya kalau bisa sih ada kopi. Enak Saya mau kopi Pak banyak. Tinggal di duanya itu ya. Bukan kopi yang itu. Kopi Amazon aja apa siapa tahu nanti ada boom lagi. Engak ada. Enggak ada. Enggak ada cara begitu. Enggak ada cara begitu. Bom dia. Tahu enggak bom dia apa? Bom dia itu bahasa Portugal. Selamat pagi. Yoi. Hei. Jago kamiuseste kawan. Bond dia montate. Wah seram banget. Bom dia. Wah. Ya, ini kadang-kadang suka agak membingungkan gini. Emang di Thailand jalan jalur tengah sama jalur kiri sama-sama gede. Kenapa enggak mau pakai waz, Pak? Hah? Kita pakai Google Maps saja. Oh, coba. Oke, gas. Gimana setelah ngelihat Thailand jalannya? Ee agak kaget karena kita terbiasa di Malaysia kan. Jadi kalau aku dari Indonesia langsung ke sini mungkin aku normal. Tapi karena kita sudah mencicipi teraturnya Malaysia, I begitu sangat tertib dan mengalah. Jadi agak beda di sini. Iya. Ini ada beberapa mobil yang tadi kita lihat terutama pickup-pickup yang diesel itu ya. Sangat liar, Pak. Wah, liar banget bawnya. Aku sampai merasa kayak kok begitu gitu ya. Karena kan kita kan dari Malaysia tuh kan masih ada aura-aura teraturnya. Nah, tapi kalau kita lama sih ya okelah. Tapi kalau lu lihat kalau yang mobil biasa bukan pickup bawahnya masih bagus. Nah, kenapa hanya pick up? Ya fenomena apa ini ya? Enggak ngerti ya. Pickup, double cabin itu bawahnya serampangan loh. Iya. Dan mereka ting tuh lihat tuh lihat tuh mobilnya ngambil kiri dia ngasih kita jalan ya. Dia tahu kita mau lewatin dia toh. Jadi kayaknya kalau mobil penumpang biasa ya. Itu kurang lebih kayak pengemudi di Malaysia. Depan kau ni pas double cabin ada pickupnya di belakang. Nah itu dia. Coba belakang sikit dia kasih ke kiri. Enggak gua jadi gua tuh bawanya suuzon mulu tuh ngelihat dalam kabinan nih pasti ngacau nih bawanya nih kayak bawa mama i apa namanya tuh kita sampai tuh kayak melabeli mereka tuh generalnya semua iya padahal kita pada beberapa hari doang ya i memang manusia itu suka nge-judge itu masalahnya itu enggak benar itu. Judging itu by experience coba anda dekatin Pak apakah dia akan mengiri hah nah benar. Oh, satu satu. Tapi ya walaupun begitu-begitu ya jarang yang pakai klakson tetap ya. Sama ya. Aku kaget tuh adalah aku kira dari tadi kita lewat tol rupanya enggak ada tolnya. Enggak ada tol. Cuma dari tadi di atas 100 terus orang-orang. Iya tapi jalannya tuh bagus tuh. Ini kita jalan 90 loh. I ya ya. Nah depan kita juga pasti segituan. Minusnya cuma di rambu-rambu, Pak. Aku tak paham rambunya apa artinya. Oh karena ada tulisannya aneh. Betul. Sangat jarang ketemu yang ada Inggrisnya. Kalau ada pun kecil dan harus dekat sekali. Nah, tapi ya itulah kembali ke masing-masing ya. Kalau orang Thailand sih ngerti. Ah, itu problemnya. Karena memang dia ngomong kan salah kau bawa mobil ke sini. Baik. Dia bilang lah. Iya. Ngapain lu orang Indonesia ke Thailand katanya kau tuh kok gampang terbang ke Bangkok. Nikmati kami udah kau balik tak usah kau cek penyakit. Dia bilang cuman ya begitulah ya. Ya. Anyway, ini depan kita ada jembatan nih. Ini jangan-jangan udah masuk pulau. Oh, iya kan itu pulau terpisah ya. Oket ya. Mau drone? Oh, udah masuk dong. Hei, nge-drone ini tempat gede. Jangan deh. Jangan deh. Ya udah. Karena di Thailand nih enggak boleh pakai drone. Oh iya iya. Jadi kalau kita mau drone kalau bisa pinggir-pinggir panta lah kata orang. Oh, kota besarnya enggak boleh. Pinggir kota bos. Eh, jalan pun juga sama. Kalau yang jalannya agak ke pinggir enggak apa-apa. Tapi ini jalan utama sih, mendingan kita jangan cari PR lah. ya tadi kan kita waktu lewat jalan kecil bisa tuh kita nge-drone. Emang pernah coba di jalan masa nge-drone? Ee belum sih. Mau coba kah? Menjadi sarana edukasi buat teman-teman yang nonton channel ini gitu kan. Yahat tuh pada enggak pakai helmnya tadi tiba-tiba ciluk ba. Nah, ketika pakai helm pun helmnya begitu tuh. Helmnya non SNI, helmnya non full face. Nah, ini dia jembatan menuju puket. Yey, Bonya katanya. Oh, iya. Oh, iya. Laut ding. Eh, benar ding. Laut. Kok lautnya enggak terlalu jelas sih ini? Ini tuh kayak editat, sayang. Oh, gak biru tuh, sayang. Biru. Biru enggak? Ini karena mataharinya kali. Iya. Ya, kurang menyala. Tapi pasirnya tidak se putih yang ku bayangkan ya. Apa karena ini matahari? Matahari bisa jadi. Tapi untuk jalannya aku ini bagus banget. Iya. J ke pulau loh, Pak. Di coba tebak di Indonesia di mana yang kita ke arah pulau dari H dan semu sini? Kau mesti ke Pinang dong. Ah inilah Kon aku tak tahu. Kan bagus sekali ya. Bagus. Pinang bagus. Oh ya tadi aku ada ngobrol sama Rahmat dan mereka semua setuju mereka pengin tinggal di Penang kalau bisa. Gak tahu ya kenapa mereka pang tu nyaman aja. Aku pernah ngerti apa nyamannya ya. Enggak tahu ya kenapa mereka-mereka itu ee semakin jauh perjalanan semakin ingin pindah ke luar negeri. Bal boy. Saya jadi merasa bersalah ini. Ah iya ya ya i. Tapi gak tetap dia vote Klaten terbaik dia. Benar. Oh iya i ya. Klaten masih di hati kok. Iya iya iya iya. Ya kalau gimana enggak di hatilah anak istri kita di situ ya. Yak. Tuh udah tulisan tuh puket tuh. Ada ada ada sket par ada keren. Bagus ya kok langsung rapi karena masuk kota enggak juga. Hatjyai pataya eh Patani enggak gitu tapi puket sih paling terkenal sih salah satu destinasi untuk turis sih Bangkok puket kan yang paling wajib kan. Hei ada apa ini tol. Masa mobil muatan enggak bisa masuk. Puket checkpointrasi kan. Roll down the window. Buka kaca, Pak. Ada apaan ya? Pengajekan ya? Police station. Bayar gak? Oh, itu patung sama tol. Eh, Yading apa sih? Patu polisi. Masa ini bahasa itu bahasanya dia lagi lanjutlah. Kenapa nih? Kan Anda udah sering lewat ini toh yang pas di itu tempat toh. Enggak, enggak kayak gini. Kenapa ya? Senyum sikitlah. Oh, gak ak dicek kok. Cuma lewat-lewat tengok-tengok. Tidak. Oh, dia ngecek. Kenapa? Ada ada gate kayak kita ke imigrasi mau ke beda negara. Betul. Betul. Oh, ini daerah istimewa kali ya dengan otoritas khusus kali ya. Enggak ngerti ya. Nah, kalau kemarin di Patani enggak kayak gitu bentuknya. Bentuknya kayak kayak posat pam tapi ada menara. Ada menara ada snipernya di atas. Heeh. Snipernya itu yang buat terintimidasi sih aku sih. Itu sih kaget sih, tiba-tiba ada moncong keluar begitu lah. Oke, welcome to puket. Selamat datang di Puket. Rapi, aku ini rapi banget. Puket itu apa ya? Kota, provinsi, kabupaten. Mungkin kayak Balinya kaliinya Taiwan. Pulau Bali, pulau puket. Heeh. Cuma bedanya ini ada jembatan yang menghubungkan pulau Buket dengan dataran Thailand. Wah, langsung pukannya kelapa-kelapa loh. Dan masih banyak tanah kosong. Aneh banyak tanah kosong gini. Berarti kita belum sampai di pusat keramaian puket berarti ya. Gitu. Tapi katanya di Puket tuh macet. Tapi ini sedikit pengalaman yang sangat luar biasa sih. Aku tak kebayang aku suatu hari akan naik mobil ke puket itu loh. E sama normalnya kan cuma terbang ke puket kan sama. Betul. Gue juga kebayang sih, apalagi setelah nyobain jalan-jalan begini ya. Enggak kebayang banget tiba-tiba bisa bawa sepeda di atas. Rendom ya, random. Random banget hidup dia sih. Tiba-tiba bisa bawa sepeda di atas nebengin yang mau ke Makkah. Tiba-tiba ketemu orang naik motor mau ke Makkah juga ya kan. Very random sih. Kayaknya benar deh. Next time apa? Jangan-jangan ini tanda kalau kita harus naik mobil ke Makkah juga. Iya. Anda ketemu orang-orang yang punya tujuan tuh kayak ngarahin Anda. Udahlah laju dia tuh kayak eh gua ngomong gini nih. Viewers gua pasti langsung di bawah nih bilang tanggung. Ya udah, Bang. Langsung aja Bang. Tapi gua udah ngitung. Nah, berapa budgetnya? Ee kurang lebih versus mobil. Satu mobil itu ee kalau berangkat enggak kan gua ada Kalimantan, ada Sulawesi ya. Di luar Kalimantan, Sulawesi berangkat itu satu mobil sekitar Rp00 juta. Satu mobil belum sama mulangin mobil ya. K dua mobil jadi Rp800 juta belum balik mobilnya. Belum balik mobilnya Rp800 juta. Sekarang kalau kita mau yang paling mewah umroh yang ke Mak. Oh. Rp800 juta sudah dapat Haji Furoda dua orang. Oh tapi kita dapat orang ke Makkah. Wah, tapi cuma buat umrah, bukan haji. Oh, iya ding. Umrah ya Anda tidak sampai R juta sudah jadi. Sebenarnya menarik kalau Myanmar buka dan India sama Pakistan tidak berantem. Ah, ada mereka ada ngobrol apa? Karena yang mahal tuh kita lewat Cina. Ah, yang Rjuta itu ya. Heeh. Cina itu mahal sekali ya. Gua bilang tadi harus pakai guide dan kawan-kawan. Terus yang kedua, belum ada kepastian soal India dan Pakistan. Kalau mereka lagi berantem begini, apakah kita bisa lewat apa enggak? Entar udah nyampai sana tidak bisa lewat. Aduh, pusing mama sayang. Nghe mantap jiwa kejebak. Nah, kalau misalkan lewat Myanmar itu murah kita di Thailand, Myanmar langsung India. Oh, udah cepat. itu ceritanya. Menarik sekali. Kalau misalkan habis tour di ASEAN, heh, mobil satu balik, kita satu mobil aja. Jadi gua cuma butuh let's say udah sampai sana mungkin 300 juta lagi lah. Oke. Nah, masuk akal kan aku nikir lihat komentar di bawah ya. Pasti ramai itu gimana mendingan satu mobil tapi sampai Makkah atau dua mobil tapi enggak nyampai Mekah? Sampai Cina aja. Gua rencana dua mobil masuk Cina sih. Nanti muncul komentar bawah langsung aja Bang Dua mobil ke Mekah atau enggak yang gua harapkan sih komentar begini ya udah Bang nih saya tambahin R500 juta wah dua mobil. Ini speed limit kayaknya ngaruh di sini Turun sendiri ya? Enggak. Terusnya 80 tapi yang lightnya kencang-kencang. Nih kita baru turun nih 85 nih. Tuh ngegas lagi depan kan. Kan kita ngikutin mobil depan kan berombongan gitu. Sini kalau Anda kena ya, Pak. Terpirim sampai alamat Klaten lagi kira ya? Enggak tahu deh. Nyampai ke mana dia nyasar SL? Oke. Sama satu lagi nih. Mobil setir kanan tuh enggak boleh masuk. Arab Saudi. Mobil setir kanan enggak Arab Saudi. iya. Jadi sebenarnya kalau mau diusahakan ya negara harus ini nego, harus bersurat. Jadi izinnya udah antar negara, bukan antar personal lagi. Emangnya belum ada orang bawa mobil ke Makkah? Belum. Belum. Karena setir kanan enggak boleh, harus setir kiri. Ee Om Elco e Journe Wounder itu mereka sewa mobil di sana. Oh. Karena enggak boleh. Padahal udah sampai Dubai dan kawan-kawan, tapi enggak boleh. Sayang banget. Dadah. Wih, Mas dari Indonesia ya. Wih, keren. Bawa mobil we orang stres. Orang stres. You, Bang. Perjalanan panjang lebih dari 7 jam menempuh jarak lebih dari 450 km. Akhirnya Duo Tigo tiba di puket. Akhirnya kita sampai di penginapan. Ini berapa harganya, Pal? R juta malam lah. R2 juta malam. Kita lihat. Seperti apa? Ini mobil bisa dua tapi agak mepet dan kursi-kursinya harus kita naikin ke Ada kolam renang. Wah kotor sayang. Enggak. Tadinya tadinya bersih daang kaki tuh. Astagfirullah. Jahat sekali dia ya. Ini rumahnya merenangnya. Kok bisa mundur? Kita masuk ke dalam yuk. Oh, entar. Wei, dapurnya bagus. Lihat tuh. Wah, ada mesinnya juga ya. Tapi enggak yang langsung kering. Mesin ada. Oh, nih kulkasnya yang di atas. Bagus nih. Karena kan yang di atas lebih sering kita ini ya pakai dibanding di bawah. Nah, ini ada kamar satu. Wow. Oh, gede. Selagi ada di sini. Wow, kamarnya ini paling besar. Ada kamar mandinya juga. Wow, bagus ya. Yang ini coba kita lihat keluar. ada lagi kamar. Ada love-lnya. Cuma tadi gua penasaran di bawah tuh ada kamar lagi deh. Penasaran deh. Oh iing aja mobil. mobil aja. Ini kenapa ya ada kamar di bawah sendirian? Ada ininya lagi. Kamar mandi. Kamar mandi sama ada dapurnya sendiri. Ini kayak apartemen studio. Rp2 juta 2 malam loh. 100 berapa belas gitu 2 malam kurang. Biasa keren keren. Dan e puket tadi kita lewat sekilas ya ee enggak kita tayangkan di sini tidak ramah untuk keluarga. Terutama kalau kalian bawa anak-anak atau honeymoon sebaiknya ke Bali saja jangan ke Tuket. Anda tahulah googling sendiri seperti apa. Perjalanan hari ini telah usai. Saatnya tim 23 istirahat. Karena esok puket akan menjadi list untuk kami explore. Jadi sekarang tanggal tanggal 13. Jadi sekarang tanggal 13 dan kebetulan hari Jumat ya. Ini vilanya keren sekali. Lu enggak berenang, Pal? Yaah, sayang, Pak. Kemarin kejatuhan angin tuh pada tuh. Jadi begitu. Oh, ya udahlah enggak apa-apalah. By the way, kita mau salat Jumat hari ini dan ternyata masjid itu dekat sekali. Kalau jari kaki 13 ya. 13 menit lah. 13 menit kalau naik mobil 5 menit ya. Tapi entah kenapa tadi kita jalan-jalan ya. Di sini tuh panasnya itu ke kulit sakit ya. Perih, Pak. Peri ya. Peri banget panasnya. Heeh. Jadi lekit. Pantas kemarin waktu gua ke Thailand setiap naik Grab, t naik apa, W AC-nya pol. Kenceng-kenceng banget ya. Kenceng-kenceng banget dalam mobil blower sama. Oh iya. Ternyata setelah kita bawa mobil dari Indonesia. Oh ya wajar kenapa mereka panasnya itu langsung AC-nya pol. Ah, mantap. Berti naik mobil aja nih kita ya. Naik mobil lah. Enggak jalan kaki aja. Enggak ah. Lu aja sana yuk. Gimana ya rasanya jumatan di Thailand? Kita lihat ya. Nah, ini masjidnya Pal. Wih, dekat Pak. Gede yo. Ternyata. Alhamdulillah. Gede. Masjid Jami Kubah Ijau. Enggak, bukan Pak. Ada namanya. Masjid Nurul. Masjid Nurul Iman. Masjid Nurul Iman. Oh, Nurul Ibadah. Nurul Ibadah. Nur ibadah apa? Nurul ibadah. Nurul. Nurul. Nurul ibadah. Oh, di luar Nurul. Wow. Alhamdulillah sampai kita pas azan. Pas azan Islam. Ya, kita baru selesai salat Jumat ya. Betul. Gimana, Pal? Masyaallah. Mengertikah? Mengerti, Pak. Pas bagian bahasa Arabnya aja tadi. Tapi gua mendapatkan kesimpulan, ya. Jadi mereka itu suara sengau itu ya Bukan karena orangnya. Bukan karena orangnya, tapi karena bahasanya. Bahasanya. Betul. Setelah salat Jumat, tim kembali ke penginapan. Hati-hati, Kang. sampai jumpa lagi di Bangkok, ya. Insyaallah ketemu lagi. Titiporik. Iya. Jadi, Kang Daeng habis salat Jumat ini dia langsung jalan ke Sukatani. Ah, Sukatani. Iya, dari situ sekitar 300 kilo lah dari situ. Bentar. Kok kayaknya bukan Sukatani ya? Surat Suratani. Surat itu mah penyanyi band ini lagi kayak ada yang salah apa gitu ya kan. Suratani dari sini tuh sekitar 3 jam. Besok kita berangkat dari Puket ke Bakok itu sekitar 12 jam. Jadi nanti ee Kang Daing itu menghemat sekitar 3 jam lah. Karena perjalanan 9 jam naik motor lumayan ya. Lumayan banget ya. Apalagi 12 jam. Nah, itu dia. Dan totalnya untuk besok abang itu mungkin 800 kilo lebih ya. Nah, iya. itu jadi ee hati-hati Kang Daeng. Oke, terima kasih. Ketemu lagi besok. Semoga semuanya lancar ya. Kita besok bisa berbarengan lagi di Bangkok. Oke, terima kasih. Oke, dadah. Siap. Setelah Kang Daying berpamitan untuk nantinya bertemu di Bangkok, tim duo TIG melanjutkan perjalanan untuk explore [Tepuk tangan] Yah, gimana? Jadi kita mau ke tempat yang dingin di siang hari. Mall. Mall satu. Tapi gua enggak nyangka ternyata emang Bangkok eh Bangkok puket. Puket itu panasnya pol. Teori kami salah kata Pak Ridwan. Makin ke utara makin sejau. Ya memang teorinya memang seperti itu kan. Oh gitulah. Jadi kan ke Cina, ke Rusia makin makin dingin kan. Betul. Tapi kita lupa satu hal. Puket itu pulau di tengah-tengah laut. Iya. Bali juga pulau juga. Iya. Tapi mungkin dia ada bunga ya. Besar jumlahnya apa ukurannya besar Dia ada daerah dinginnya juga toh di Bali toh kayak kita mandi sama Bedugul Iya. Gua gua kalau ini ya wisata ke Buket ya kayaknya gua di dalam kamar aja dah. Kenapa panas? Baru keluarnya sore aja deh. Kenapa? Polnya kemarin tuh panas ya kan. Nah, tapi ini panasnya sampai ke kulit sakit tahu enggak? Beda. Different level of panas gitu loh. Different level of heat. Wei keren ialah panasnya beda. Cuman aku nyari mnya wisata di siang hari itu bule-boleh ke mana semua kok hilang sepi ni di jalan? Ke mana mereka? Ya kayaknya bule juga malas keluar kali. Masuk akal karena kepanasan atau surfing mereka. Ya enggaklah. Surfing pagi apa sore gitu harusnya. Masa siang-siang sepanas ini surfing apa enggak gosong itu ya? Kemarin kita bahas tentang oh buket itu milik Bali. Cuma setelah satu malam di sini se ada sedikit perbedaan yang subtle banget sih antara Bali dan Buket. Apa yang Bariwan tangkap pertama? Selain ini kurang family friendly sih. Enggak. Yang paling gila sih ini sih timpang sekali ya. Oh kontras banget ya. Kontras. benar-benar kayak tabrakan gitu loh. Jadi di sini tuh banyak muslimnya. E tadi kita juga salat Jumat, wah bajunya ininya dan ternyata salat Jumat di sini suaranya bagus loh pas mereka ngaji azan gitu ya. Oh, tapi pas mereka ngomong artinya kembali sengau. Artinya suara mereka tuh bagus sebenarnya cuma karena bahasanya begitu jadi kelihatannya kayak sengau. Iya, kayak paling tahu gitu. Tapi ketika azan, azannya bagus tadi loh. Heeh. Suaranya bagus. Sama yang aku lihat agak kontras tuh adalah masjidnya bagus, mega di tengah-tengah kawasan yang mohon maaf nih enggak sampai berapa meter tuh gua udah ketemu red listrik gitu. kayak kayak bukan red listrik sih lebih ke arah massas yang cukup terbuka ya. Iya. Dan mereka tuh benar-benar memperlihatkan di depan jalan, di pinggir jalan gitu mereka nongkrong, kita lewat dikit disapa gitu loh. Iya. Dipanggil-panggil pakaian minim event ya ini kemarin malam kita benar-benar jujur mau lihat rental motor mau ngecek harganya tapi di sebelah rental motornya enggak. Bukan di sebelah ini rental motor masuk ke kantor rental motornya itu. Itu isinya cewek-cewek semua. Aku bingung nih gimana sih. Iya iya iya iya. Heeh. Makanya aku bilang tempat ini kayaknya untuk bawa istri anak agak kurang rekomen ya. E sangat tidak rekomen ya. Heeh. Kurang rekomen. Dan ini juga membuat orang jadi redflex sih sebenarnya menurut gua ya. Eh enggak sama kayak amis sang kemap. Suka suuka enggak enggak sekali enggak enggak lu bayangin oh lu suka liburan ke mana? Buket laki-laki ngomong oh gua kepuket sama teman-teman gua bro. Oh langsung imagen nih kan gua langsung oke dia kepuket. Ngerti kan maksud gua kan? Iya iya. Image-nya sudah ke arah itu. Udah terkonotasinya ke sana. Gua ngomong begini karena gua ke sini ya. Iya. Kalau gua enggak ke sini mungkin gua beda pikiran kali. Makanya tergantung kalau ditanya orang nanya anda nih. Kalau ke mana? Kau udah ke puket belum? Oh belum. Oh aku ke Kalau aku udah pernah ke Puket. Nah kita ganti kontennya. Ganti kami ke yay. Iya iya iya iya iya iya iya. Senyum. Market village ya. Buket. Nah parkirnya pakai kartu-kartu enggak dia? Oh, tidak ada parkir. Tidak ada langsung. Aku di sana, Om. Ridan. Benar. Rata-rata di mall ya semuanya ya. Ya, semua ngadap di sini. Kita cari ini yuk. Chain food yang ada di Thailand only gitu. Boleh dicoba. Kayak di itu kan ada jus coffee. Ah, coffee. Nah, kita mau cari ada apa nih kira-kira? Nah, ini ada lucky 13 sandwich ya. Nah, itu ada tulisan logo halalnya. Jadi, kita pilih aja mau yang mana nih. Masuk ke dalam aja ya. Lah, gas lah. Let's go. I JJ makan burger kita. Iya dong. Ini kan yang penting stylannya. Buy one get one free. Oke, gua mau. Ayo Aron senang banget ya. Burger and chicken burger. Ini ternyata dia ada di puket ada 1 2 3 4 5 6 7 8. Oh, ada delan cabang di puket sama Bangkok. Ada satu ya. Ini burgernya cukup price siy sebenarnya ee Rp150.000 ya kalau dirupiahin ya. R90 bat. Dan ini kebetulan buy one get one. Jadi terasa lebih murah ya. Dari ini sih menjanjikan nih. Enak. Enak. W. H. Mak head. Ini ada villa market ya, original supermarket dari tahun 1974 ya. Tuh lihat di sini enggak ada musala. Jadi, salat. Nah, kalau Thailand bagian sininya masih bisalah, tapi nanti mungkin ke arah Bangkok, ke arah Laos, Kamboja, kita juga salatnya ya seadanya aja tempatnya. Yuk, kita masuk yuk keapan. Dari mall kami melanjutkan perjalanan ke Bukit Elephant Park. Apa ini? Whataram keren banget. Masuk aja apa kita ini rumah orang bukan kan? Bukan. Cobalah apa ini ya? Ini kok arahnya ke mana, Jan? Enggak. Kita nih tadi mau lihat mau lihat gajah tiba-tiba kita ketemu kanan. Wei, keren kali ini. Apa ini? Tempel bukan? Hmm. Kalau tempel harusnya ada boda-budanya sih ya. Bukan pemerintahan kan itu ada buudanya besok. Oh itu benar kuning yang ada lotusnya itu. Itu logo buat tempel itu tuh di sebelah kiri ada Budha. Buddha. Budanya Budanya apa? Budil apa kok Buddha ya? Buddha bukan dong. Itu yang botak-botak itu lagi itu biksu. Biku bik. Oh iya biksu. Biksu botak. Parah banget. Oh, aku tahu ini kayak apa. Ingat kemarin k ke Sarawak kucing ketemu kayak gini kan yang ada kolam-kolam ikan di bawahnya itu loh. Taman Sahabat. Oh iya. Ini eh enggak enggak dimasukin orang ya? Ini apa ini ya? Dikunci pagar. He kok agak sering ya. Oh keren ya. Kemarin lu dekat dengan kota cuma 10 menit ketemu gajah. liar loh. Gajah yang bebas loh. Dia tangkap dia itu di atas kayaknya itu apa? Bagus. itu sapi itu. Oh uh oh. Oh, gajah tanpa belalay. Wow, sampai balur gitu. Wow, punya gajahnya beneran gajah. Kasih makan ini. Kasih makan ikan. Hm. H. Mana dong? Bisa. Oke, kita dihalang. Jadi kita lagi berada di Waduh, ini kita dihalang-halangin nih preman lokal nih. Ngantang itu yang hitam nantang tuh. Kita boleh lewat gak nih? Yah, ini maju lagi ini. Selamat dari ya. Oh, selamat kau. A datang dia minta itu kacel sampaikan salam sama di rajin. Halo. Weam peace. Kok mereka jalan dengan bahagia? Nak takut sama kau. Dia bilang kau mau apa? Ayo. Enggak nyerang dia ya. Mahalang. Sia, Pak. Si kapan ketemu sapi nyerang, Pak? Eh, salah satu alasan kenapa kita memilih warna mobil hitam itu karena takut sapi juga. Nyuk kalau merah itu kayak banteng deh, Pak. Siapa tahu ada benteng tengah jalan. nih. Wih. Wih. Gajahnya besarinya itu gede banget. Iya ya, gambarnya gede. Mantap. Sayang sekali ketika Ridwan dan tim sampai sana ternyata sudah tutup jam operasionalnya. 2 pm 2 pm. Dan sebagai informasi Bukit Eleven Park di Puket dibuka tahun 2022 sebagai rumah aman bagi enam gajah yang dulunya hidup dalam kondisi berat. Di sini gajah dirawat dengan cara etis tanpa tunggangan, tanpa rantai, dan tanpa paksaan. Tempat ini bukan sekedar wisata, tapi sanctuari yang penuh kasih untuk gajah. Cannot get inside ya. Oke, jadi kita ke pantai sahaja yuk. Karena Bukit Avan Park sudah tutup jam operasionalnya, maka destinasi selanjutnya menuju pantai di daerah Nah, ini kalau jam segini adem baru enak. Aduh. Yuk, pantai kita. Pantai Patong adalah sebuah kota wisata dan pantai yang terletak di pesisir barat Pulau Puket, Thailand. Dikenal karena kehidupan malamnya yang semarak dan pantainya yang sepanjang 3 km dengan pasir keemasan. Pantainya bagus, bersih, ee pasirnya juga bagus ya. Dan sampai ke ujung sana tuh masih pendek. Jadi emang benar-benar dia landai ya. Tuh lihat airnya orang-orangnya banyak. Ini lagi hari Jumat ya, enggak tahu kalau Sabtu Minggu seberapa ramai. Tapi bagus sih. So far tadi kita ngelihat jalan-jalan di Puket begini pas sampai pantainya langsung terobati semua. Wah bagus banget. Dan ini cuma salah satu di antara banyak pantai buket lainnya ya. Tapi so far yang ini bagus sekali sih. Sunset langsung mana sunsetnya itu belum waktunya aja. Oh iya benar. Iya. Tuh, lihat tuh matahari itu berarti sunsetnya benar-benar pas di tengah. Dan sebenarnya katanya yang paling bagus itu bukan pantai-pantai di sini, tapi di pulau-pulau kecil yang ya kalian bisa lihat di Google lah seperti apa bentuknya itu keren banget pantai-pantainya. Pilih-pilih ya kopili atau apa gitu. Kenapa pantainya bersih? Karena ada dendanya dan hukuman penjara ya. 100.000 bat R juta termasuk rokok ya. Jadi jangan pernah menyampah di sini. Oke. Yang peva ya. Setelah menikmati pantai, kami mencoba keliling daerah sini. Hmm. Ada apa aja nih yang gua bilang Island Island ada James Bond Island kayaknya ini yang dipakai buat bagus syuting film zaman dulu James Bond bukan sih Island peng Pidon Coral Island jadi emang kalau kalian suka laut dan suka kegiatan yang ada Air-airnya ini top. Ini enggak tahu di pertigaan apa, tapi ini ramai banget di sini. Lihat tuh sampai ke sana juga ramai sekali ya. Cuman di sini lihat ada bendera LGBT banyak sekali sampai ke ujung. Tapi ya meskipun banyak bendera gua enggak ngelihat sih. Engak ada LGBT-nya. Enggak ada kan? Enggak ada. Enggak ada di jalan tu. Enggak ada. Trans transgendernya banyak atau mungkin enggak kelihatan atau enggak mungkin enggak nyaru kali. Enggak kelihatan sama transgender mana bukan. Tapi enggak ada yang saking terlalu naturalnya. Kita bisa bedain lagi mana yang mana, yang mana bukan. Iya. Maksudnya kalau kalau yang laki perempuan pacaran tu masih banyak di jalan. Tapi yang laki-laki dan perempuan-perempuan tak ada. Jadi heboh banget ya ternyata Thailand Heboh, heboh menyala. Cuma gua kadang-kadang agak kasihan sih sama family yang keluarga tiba-tiba bawa anak gitu loh. Kayak kayak muka bapak ibunya tuh kayak aduh aduh. untuk anaknya susah gitu ya. Iya ya. Tapi memang bukan untuk bawa keluarga sih. Ini sih. Kalaupun terpaksa bawa harus diedukasi yang baik saja udah ke Bali. Aku mulai ngerti ada perbedaan sederhana kenapa kayaknya orang bule tuh pilih Bali plus minus ya kan ada yang di Bali ada, ada di sini enggak ada. Toh. Kalau misalkan lu mau nyari ganja ya ke sini tapi di Bali enggak ada. Massas yang lebih terbuka di sini. Heeh. Kalau untuk pantai dan laut dan kawan-kawan Indonesia juga punya. Di sini juga ada. Cuman kalau ngomong kebersihan sini menang telak. Benar bersih. Oke. Bersih ya. Sampah aku bilang ini menang telak. bersih sih. Tu lihat jalan. Iya event jalan gini sampahnya enggak ada. Tapi masih berantakan juga sebenarnya ini kabel-kabel ya raut banget ini kabel pemut aku lihat. Iya sih benar sih. Itu apa sih kabel itu muter-muter di situ? Apa yang buat macam H itu loh? Internet. Internet. Iyaanti ya. Begitulah. Oke. Kita ke mana sekarang? Arah ke kota. Kota. Oke let's go. Setelah kami puas keliling pantai dan pedestrian, kami akan melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya. Akan tetapi di perjalanan menuju parkiran kami menemukan WC yang unik dan bagus fasilitasnya. Jadi WC-nya ini itu 10 bat atau sekitar Rp5.000. Tapi kalau WC-nya sebagus ini ya daripada bayar Rp2.000 tapi kotor ya mendingan R5.000 tapi bersih sih. Bagus ya tadi ya. Gimana testimoninya coba? Jadi WC-nya tuh baik terbaik sih. Di dalam ada AC terus ada tisu. I tisu tisunya lengkap. Kita mau cuci baju kita eh cuci baju kita mau dandan apa semuanya enak juga sih. Rapi banget kalau kita bikin WC di Indonesia gitu ya yang kayak gini R5.000. Ada yang mau masuk enggak ya? Selesai melihat indahnya pantai di Puket, tim One Millionen Journey melanjutkan kembali perjalanan untuk explore Puket, yaitu ke Old Town Pook. Nah, ini baru puket yang sebenarnya. Kemarin tuh kami salah puket. Puket yang salah. Tapi tetap ya kalau siang sih panas pol. Ini tuh daerah pantai patong namanya. Patong beach. Pantai kawan. Pantai kahaw. Oh, ini kayak daerah kutenya kali ya. Betul kutenya. Lihat sebelah kanannya juga tuh emang tempat-tempat turis ya. Canggu-canggu gitu loh. Heeh. Tuh lihat tuh tuh tuh naik atas Iya. Itu apa namanya? Paraselling ya? Bukan paralayang. Bagus. Bagus ini. Bagus. Dan enggak ada tempat ganjanya. Banyak bertaburan. Oh, ada ya tadi enggak kelihatan tadi sebelah kanan nih sepanjang jalan ganja semua. Mana sebelah kanan nih ganja tuh. Oh iya benar. Ini kita sudah sampai di all town ya. Jadi kayak kota tuanya gitu cuma si John itu langsung ng ada kesamaannya apa benderanya. Iya apa lagi ada LGBT week atau apa LGBT parade gak tahulah. Tapi banyak sekali di mana-mana sih. Old Puket Town adalah jantung bersejarah puket yang lahir dari kejayaan tambang tima abad ke-19. Bangunan bergaya sino Portuges perpaduan Tionghoa dan Eropa masih berdiri megah hingga kini. Jalan-jalannya penuh warna, kafe, dan cerita masa lalu membuat setiap sudutnya hidup kembali sebagai warisan budaya pukep. Jadi ini tuh kayak tempat wisata tapi enggak terlalu ramai ya. Ya. Iya. Dia kayak Al Street. Iya, tapi sepi dan cukup pricey di sini. Mahal ya makanannya satu kali lipat. Dua kali lipat dari yang biasa. Oke, karena kita ini cuma lihat-lihat aja di sini ya, minum kelapa doang. Habis itu besok pagi kita subuh mau berangkat. Iya. Pagi kita akan balik lebih cepat. Sudah jam . Peng jam 8.00 langsung tidur di hotel. di hotel di tempat penginapan. Akhirnya setelah seharian kami eksplor destinasi puket, saatnya kembali ke penginapan untuk beristirahat karena keesokan harinya kami akan melakukan perjalanan panjang menuju ibu kota Thailand yaitu Bangkok. Sampai jumpa di episode selanjutnya. Sekarang jam 5 pagi ya, tepatnya. Kita mau langsung berangkat. Ini rameai-rame apakah kita lagi kereta-keretaan sama depan nih. Berapa kecepatannya? Berapa kecepatannya ya? Wah, bayar lagi, Pal. Dan kabar baiknya banyak makanan. Banyak makanan di depan hotel. Hei на на
