Jungkat

1M JOURNEY TOUR DE ASEAN: KELILING PATTANI DAN SONGKHLA (YouTube Video)

  • 20/09/2025

Halo semua, jumpa lagi di One Million Journey Tour the ASEAN. Di episode sebelumnya setelah mengelilingi Malaysia, jalanjalan di Singapura dan melewati perbatasan Malaysia dan Thailand, akhirnya tiba juga petualangan di Thailand. [Musik] Dan sekarang kita dari Thailand kita menyewa sebuah rumah di Hot apa? Hot Hatay. Oke ya. Dan ini tadi kemarin tuh gua bikin videonya bagus sih rumahnya ya. Tapi kita ramei-rame. Jadi semalam itu Daeng sama Gusku itu nginp di sini. Nah betul. Heeh. Nanti malam ada John sama Riana jago. Udah datang. Datang. Tapi gimana Pal ngelihat Thailand Bal setelah masuk? Sebenarnya biasa aja sih Pak. Biasa aja. Kesulitan ketika membaca saya kira aksara Jawa. Heeh. Ternyata aksara Thailand Pak. Linglung saya. Dan saya juga mencoba untuk membaca membuka table aksara apa? aksara Thailand. Saya kira mirip, Pak. Sistemnya beda kayak Honocoroko, ya. Bukan Hono Coroko, Pak. Sistem bacanya saya kira mirip. Oh, corok tapi dia ya. Tapi di sini yang paling gua notice ya, mobilnya kinclong-kinclong ya. Oh, benar benar benar benar benar. Iya. Kayaknya kalau kita buka detailing di sini bukan di Malaysia itu lebih tepat. Heeh. Dan kalau misalkan mobil udah jelek chatnya, auto glo jualan di sini ya laku laku. Percaya sama gua laku. Iya kan? Lu. Catnya bagus, dempulnya bagus ya kan? Clear code-nya bagus ya kan? Itu dia udah gimana Auto Glow masuk ke Thailand? Enggak saya rasa sih mendingan bikin sini dah ya. Tapi itulah Auto Glow ini yang meng-cover mobil kita nanti kalau ada kenapa-napa. Pokoknya baret, lecet, penyok. Nah, semuanya pakai auto grup pasti beres. Dan seperti baru gua dibuktikan di mobil wooling kemarin. Oh, iya. Yang habis kena itu ya? Iya. Adaang enggak ada. Heeh. Beda sama permen. Belang belang belang. Entar dulu deh, Gus. Oke. Eh, balik dulu. Jalan dulu. Balik dulu. Karena mau balik ke pulau katanya. Eh, mau ke pulau ini lagi nyari alamatnya. Lupa mau balik ya. Ya, bisa jalan-jalan enggak bisa balik ini. Oh, bisa jalan-jalan enggak bisa balik. Tenang, kalau ada butuh apa-apa ada tim yang nanti menjemput Jon. Siap. Siap. I siap. Ketemu lagi kan. Kalau Kang Daeng ikut kita sampai Bangkok. Iya. Tolong dibuka set. Mana? Nah, ini dia kecanggihan. Hei. Umur-umur kita nginp. Nah, tuh lihat kayak di rumah. Karena episode sebelumnya John dan Riana balik ke Jakarta, kami membagi dua tim untuk explore. Di tim satu ada saya, Ridwan, Andi, dan Rahmat untuk explore daerah Patani dan tim dua Mas Eko dan Farhan menjemput John dan Riana di bandara. Lalu mereka langsung explore yang ada di Songkla. Kamung kap sama di kapkap C datang kembali ya akhirnya. Oke. Yang lupa foto boleh, Bang. Oh, foto dulu. Ayo. Oke. Jadi tim kodok Bangkong kembali lagi. Jadi, Pal. Heeh. di Patani itu. Heh. Katanya Daeng ya tadi ya. Ya. Dan katanya Abang Zon juga. Itu daerah yang masih ada konflik. Jadi kita tidak boleh ya. Heeh. Yang pertama pakai HT. Makanya antena kita tutup karena ya takutnya dibilang wah nih ee bagian dari separatis gitu kan. Terus yang kedua, kita tidak boleh parkir di dekat mobil tentara atau mobil polisi. Hm. Karena itu yang jadi sasaran. Dan yang ketiga, kita tidak boleh menerbangkan drone. Tapi ini sebenarnya di seluruh Thailand. Berarti kagak boleh sembarangan lah pokoknya kalau dipatani, Pak. Ya, katanya begitu. Kita enggak tahu. Nanti kita coba aja. Oke. Sama. Ingat kalau di Thailand kalau ada di pinggir jalan merah putih merah putih gitu itu tidak boleh parkir. Trotuarnya enggak tahu di mananya. Mas semalam sih gua sudah lihat bentukan trotoar yang ada warna merah putihmerah putihnya Pak. Oh oke. Itu memang enggak ada mobil parkir sih di sekitarnya situ. Iya iya iya iya. Jadi trotoar biasa benar-benar jadi dan di sini jalannya bagus juga. Bagus Pak dari kemarin. Ya gitulah pokoknya. Jadi ini agak sedikit berbeda dan perjalanan sekitar 1 jam 46 menit. Kita mau ke masjid kresek. Kerisik. Masjid Kerisik. Cuman orang banyak bilang masjid kresek apa pokoknya pokok gitu ya. Nah, jadi ceritanya kenapa e sampai sekarang masih ada konflik? Karena Patani dulu itu Patani itu kan tempat muslim ya. He. Nah, tapi sama Inggris dimasukin ke Mereka enggak terima gitu loh. Oh, jadi itu sejarahnya panjang ya. Pokoknya ada ada permasalahan seperti itulah yang mengakibatkan konflik sampai sekarang itu. Iya. Jadi ya itulah mengapa akhirnya sampai sekarang itu kayak merasa gua tuh bukan Thailand gitu loh. Orang di sana bahasanya masih Melayu. I iya betul bahasanya Melayu, Muslim. Dan waktu itu pernah ada eksodus kayak transmigrasi dari Bangkok dan kawan-kawannya ke Patani biar lebih Thailand. Oh. Jadi dikirimin orang-orang dari Iya. Biar akunterasi budaya bahasanya itu juga sama. Karena di sana masih berbahasa Melayu. Iya iya iya iya. Dan di sini masjid aja banyak di apa? Hatjai. Hatayi. Jadi lucu. Dan lucunya adalah gua kemarin ke 7-Eleven. Itu ee lemari es. Yang ada minuman kerasnya itu ditutupin sama kayak semacam tirai. Tirai tirai. Jadi kalau mau itu harus dibuka dulu gitu enggak bebas ya. Dan ada jam-jamnya boleh minumnya kapan. Oh iya iya. Jadi siang sama sore menuju jam 12.00. Oh. Oh, dan usianya minimal 20 tahun. Kalau di bawah 20 tahun tidak boleh. Berarti harus nunjukin IC. IC itu apa? ID card. Kayak kayak ID card gitu lah. Oh, gua pikir IC itu yang biasa buat ini apa? Bukan, Pak. Handbond itu ya? Iya. Iya. Bukan. Iya. Jadi kurang lebih seperti itulah. Lucu ya. Bagus untuk e bisalah peraturan kalau salah. Iya, harusnya di Indonesia dong yang lebih muslim lebih banyak. Tapi itu katanya juga cuma buat di daerah sini doang yang muslim. He. Yang mayoritasnya muslim. Heeh. Kurang lebih seperti itulah. Seperti itu ya. Perjalanan kita masih panjang 1 jam 43 menit. Nanti kita akan melihat bagaimana Thailand. Patani, sebuah kota yang terletak di pesisir Teluk Thailand di bagian selatan negara tersebut. Merupakan ibu kota dari Provinsi Patani. Kota ini kaya akan sejarah sebagai pusat kerajaan Melayu Islam yang pernah berjaya dan kini menjadi pusat komunitas muslim Melayu di Thailand. Pal. Ada makro, Pal. Makro apaan, Pak? Itu dulu tuh sebelum ada lote itu adanya makro. Oh, wah, gua belum pernah tahu tuh zaman dulu tuh zaman dulu lagi ada Goro. Heeh. Kalau Goro gua tahu yang anak kecil enggak boleh masuk. Heeh. Oh, itu iya. Tuh makro masih ada di sini. Apa janjangan makro awalnya dari sini lagi. Jadi kalau emang masih ada di mari. Emang bentukannya kayak lote gitu ya parkirnya. Dulu tuh beberapa makro tutup jadi lote. Iya lote grosir. Hmm. Dulu belanja di cahaya Pak Cilandak. Duh. Enggak tahu gua bukan orang Nah itu dia. Makanya gua jangan di AB lagi. Bukan Pak enggak AB? AB apa lagi Pak? Buana. Ah tahu gua buana gua tahu. Buana itu supermarket lokal tuh. Nah masih ada enggak? Masih ada, Pak. Anabana masih ada. Oh alhamdulillah. Masih ada. Ada tuh di Pondok Pinang. Joyo tahu enggak? Wah gua belum tahu lagi. Ya udahlah ya pokoknya begitulah. Lokalan-lokalan doang tah. Lokalan lokalan makro ya. dari tadi ya. Banyak banget. Banyak banget pos militer. Oh, ada tuh ada sniper juga pal. Sebelah kiri atas. L ngeri banget, Pak. Hah? Ngeri banget, P. Ngeri. Iye. Seriusan? Dua kali ada sniper loh di atas loh. Waduh. Waduh, waduh, waduh, waduh. Jangan-jangan ada lagi mau lewat, Pal. Siapa yang mau lewat, Pak? Kita lah. Iya, benar. Slep slep langsung dia ini. Oh, pengamanan nih. Oh, benar benar. Ada orang Indonesia mau lewat. Udah berkabar. Sudah berkabar. Ya, itulah kurang lebihnya lah. Ngeri ngeri ngeri. Perjalanan masih panjang. Let's go. Perjalanan ke Patani agak ngeri ya. Banyak tentara bersenjata di beberapa titik menuju Patani. Hai, timnya kembali lagi ya bersama One Million Journey. Jajag sudah kembali ya. I kembali kembali. Aku baru sampai tiba-tiba Bang Eko udah bilang, "Bang, kita pisah lagi tim Mas Ridwan ke Patani." Dan kita explore di daerah. Nah, nah Bang Eko jelasin dikit dong. Hadia ini apa sih? Nah, itu dia apa? Apa daerah perbatasan daerah? Aku kira tuh kali survei duluan. Banyak Melayu katanya. Oh banyak Melayu juga. Oh aman kita Melayu Bisa kita ngomong pacak-pacak sikit sikat kita. Oh ya Mandarin bisa dipakai sini. Mana ada Mandarin kurang tahu ya. Sementara kami akan belajar dulu tentang bahasa dasar Thailand ya. Sadik ya. Nanti akan Nah, di sini bahasanya mirip bahasa aksara Jawa kok beda nah Om Pala katanya tak bisa baca enggak bisa I ya padahal Om Pala lulusan apa sastra Jawa ya sastra Jawa benar tetap kalah sama sas kertas pun itu pakai bahasanya aduh oke langsung kita menuju ke destinasi pertama let's let's go karena kami sudah kembali kami langsung menuju ke destinasi pertama yaitu di kuil Burang Patani. Pataniwat. Heeh. Banyak tuh di Klaten tuh. Apa tuh? Pat. Iya. Heeh. Paham kan? Itu pati. Oh, langsung. Heeh. Jadi orang sini tuh bisa bahasa Melayu, bahasa Inggris, bahasa Thailand. Thailand. Wah, keren banget. Tiga bahasa gitu. Nah, ini 4 menit lagi kita sampai di tempat makan nih. Tempat makan dulu berarti, Pak. Iya dong. Oke, makan dulu. [Tertawa] Aduh, baru kita explore ya. Oke, oke, oke, oke. Sekarang masih jam 12.12 dan di Patani ini ada sesuatu yang unik sekali. Apa tuh? Jadi di sini signal handphone roaming itu enggak bisa. Oh, iya benar. Harus pakai kartu lokal. Kartu lokal. Perdana lokal. Kenapa? Kenapa, Pak? Karena ya itu tadi ada ada semparatis ada gerakan apa konflik. Ada konselingnya? Iya. Jadi takut salah gunakan hanya bisa pakai telepon lokal yang teregistrasi. Iya karena itu masih bisa di lacak dicek sama pemerintah. Iya betul masih bisa dirack. Ya gitulah kurang lebihnya lah. Jadi ini sinyal-sinyal kita udah pakai roaming enggak bisa, Pak. Ya. Ini gua tadi minta kartunya Daeng. Iya. Bapak pakai kartu Daeng. Ya, Daeng beli kartu terus udah enggak gua pakai lagi pakai aja. Ya udah. Nah, itu udah gua hotspotin tuh. Iya, Pak. Nebeng, Pak. Palingnya buat komunikasi aja, Pak. Jadi, patannya emang agak unik sih emang. Iya, iya, iya. I iya. Wah, tuh lihat tuh. Udah masuk kota ini. Tuh, ada bahasa Arabnya juga. Lengkap benar ini. Jawi. Jawi. Heeh. Tuh, ini masjid nih. Masjid apa tuh? Enggak kebaca tuh, Pak, hurufnya. I. Jadi, bahasa Melayu, bahasa Arab, bahasa Inggris mereka belajar. Oh, gajah, Pak. Woi, gajah, gajah. Wih, wih, wih, wih, wih. Baru datang udah ada gajah. ah. Sama katanya ini. Heeh. Heh, katanya Abang Zon tadi. Kalau malam jangan lewat. Jangan lewat karena banyak gajah. Bahaya. Kita sudah nebak-nebak begal. Bukan. Bukan. Gajah. Langsung dibilang. Ah, gajah. Wah, lagi ada festival, Pak. Heeh. Iduladha. Tulisan Idul Adathanya mana nih? Gua tanya nih, mana tulisan Idulatan? Itu tuh. Wah, wah kelat-kelat sini nih. Malaysia tuh JST Malaysia. Jangan Bang Jack tuh. Nah, Bang Jack lagi enggak Bang Jack kalau enggak naik motor ee Modenas kemarin. Naik Ducati dia. Dukati dia scrambler. Banyak bilang, "Bang, beliin Bang Jack motor baru." Buset. Salah. Salah. Salah. Motor dia banyak. Motornya banyak dia. Cuma entah kenapa kemarin dipakai yang itu gitu loh. Aduh lucu banget. Lagi mau merendah dia waktu ngantterin si sandi gas cariangan aja naik double cabin dia. Iya double cabin. Dan kita sudah sampai di pas pertama kita diya. Ya kata Bang Eko di kota ini yang paling banyak itu adalah destinasi kuil. Kuil. Jadi ini kayak tempel-tempel gitu ya, Bang Eko ya. Iya. Dan di sana ada patung Buddha gede gitu. Berbaring lagi tidur. Salah satu terbesar di dunia. Ketiga terbesar di dunia katanya. Dan sayup-sayup kalian bisa dengar kayak ini tuh kayak lantunan mungkin doa lagi doa kayaknya. Lagi doa doa. Dan biksu-biksu di sini itu menerima donasi. Oh. Jadi kalau mau donasi pakaian makanan ringan tuh bisa. Nanti dia bakal doain kita. H kasih kertas yang taruh di helm atau kendaraan kita. Karena kita enggak pakai helm. Kebetulan Bang Eko jual helm. Jadi mungkin dia bisa bawa pulang untuk tempel-tempel di helm-helm dia. Oke sekarang kita mau cari info dulu untuk mungkin tour guide-nya atau tiket masuknya. K takutnya kita ganggu mereka lagi beribadah toh. Sepertinya kalau kita t saya tengok di IG tadi kayaknya gratis. Oh ya. Oh gratis. Nice. Cuma kalau ada guide lebih seru ya. Bisa belajar juga. Tahu. Iya. Kuil Budha tidur Wat Hat Hayain ini adalah sebuah vihara Buddha di kota Hatyai, Provinsi Songkla yang ada di Thailand yang terkenal dengan patung Buddha berbaring ya, reclining Buddha istilahnya. Wow, ini gede banget ya. Iya, kita pas di mobil tuh kayak oke Judge patungnya pas kita mendekat aku baru nyadar seberapa besarnya dia itu loh. Dan dia ada dua patung. Ada satu versi yang besar sekali dan satu lagi tuh yang memang versi kecil. Iya lebih kecil dan itu kayak emas gitu loh. JB itu emas ya. Bua kayaknya kita enggak boleh masuk deh. Iya iya iya. Aku tuh sangat agak takut dengan daerah-daerah kayak tempat-tempat tempel gini karena kan pasti ada atur-aturan religius yang kita enggak tahu nih. Benar. Masalahnya adalah tulisannya ini semuanya pakai bahasa Thailand coy. Kita foto dulu. Heeh. Nah, kita butuh Bank kita butuh Bank Echo buat translate. Pakai Google Translate. Jadi kalau kalian main ke Thailand pas main di daerah border di airport selalu ada tulisan lokal plus ada bahasa Inggrisnya. Cuman kalau udah di daerah lokal yang mungkin secara tourismnya belum begitu berkembang belum tentu ada ya. Jadi tugas Anda adalah antara cari gate lokal Google Translate atau cari Bank Eko ada Buddha berbaring. Oh Buddha. berbaring. Lalu ada kayak sesuatu yang kita boleh dan gak boleh kerjakan enggak? Eh, kalau kita masuk alangkah baiknya kita lepas sepatu. Yakin? Ada tulisannya enggak harus enggak wajib doa kan. Heeh. Kembali lagi ke Melayu dia. Aah. Ya. Ya. Ya. Oke, kita akan tunjukkan fot dulu ya. Ini menarik sih. Patung Buddha ini dikenal sebagai Praputta Hatta Mongkon ya yang memiliki panjangnya 35 m dan merupakan yang terbesar ketiga di dunia. Kuil ini dibangun pada tahun 1917 di pinggiran kota Hatiai. Dan ciri khas kuil ini adalah struktur utamanya yang tidak berdinding ya. Sehingga tuh patung budaknya tuh tidur bisa kelihatan dengan jelas dari luar. bangunannya tuh punya baik tingkatan atap yang bergaya tradisional Thailand dan kuil ini tidak mengenakan biaya apapun buat pengunjung alias gratis. Sy 25 B eh Urfa. Oh soi ya Soi oke never mind oke 254 oke one one one apa tadi? Okey enggak? Tak bisa Mandarin. Ha tak bisa cakap Malaygu? What? Cakap Malay bisa bahasa Melayu? Oh no. Ah tak bisa. Oke mantap. Ok English saja. English alri. Oke good. Karena sebelumnya kita janjian nih sama Bang Daeng untuk explore bareng yaitu kita sambil nunggu Bang Daeng sambil nikmati minuman lokal yang ada di sini. Dan akhirnya Bang Daeng sudah datang. Kabar kabar baik. Ini tempat ibadahnya si Asun nih. Cocok. Iya benar. Meanwhile ini kok ini militer, Pak. Oh enggak bisa berarti seru. Seru arah apa enggak ya? Enggak sih. Itu ada mobil arah sana parkirnya. Coba lihat tuh. Itu di tutupin jaring-jaring jaring-jaring ada ininya pesawat beduri. Bawahnya ada ini karung-karung yang kok ngeri kali. Aduh itu tempat makannya begitu, Pal. Tenda itu enggak kafe, Pak. Sebenarnya, Pak. Eh, kenapa jauh-jauh ke sini kita ke kafe? Enggak, ya. Maksudnya banyak makanannya, bukan kafe doang. H. Oh, ditutup, Pak. Ditutup. Festival. Festival. Benar. Makan aja, Pak. Ye, mau ke apa namanya? Kafe apa? Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Mau ke apa tadi? Kafe. The kampung. Kampung. The kampung. Kafe ke kampung ke kampung kafe tak di sini kah? Kalau di daerah sini makanan kas apa ya? Makin a saya bukit Pak sini saya kampung-kampung lain kan. Oh kampung lain ya? Kampung lain ada ada sini ada pemain sini saya. Oh iya terima kasih. bisa lewat kah? bisa. Alhamdulillah pas banget azan zuhur zuhur ya. Coba tuh lihat ini lagi ada raya. Iya festival ini, Pak. Bisa lewat k ini? Bisa. Bisa. Oh tuh. Oh Malaysia ini mah. Bukan Malaysia Pak. Thailand. Iya Thailand. Tapi Heeh. Memangar suaranya Melayu. Enggak lewat, Pak. Tutup, Pak. Depan, Pak. Tutup ya. Entar kiri aja. Itu baju adatnya. Asalamualaikumam. Bisa. Wah, ada ini tenda untung. Gak bisa lewatlah. Mutar baliklah. Ah, cari tempat makan yang lain, Pal. Tuh, lagunya juga Melayu. Sopan santun. Sopan santun. Tuh, kalau kan sopan santun gitu kan. Beda tuh tuh tuh tuh. Tapi enggak ada salahnya kita berhenti Terus kita jalan-jalan sih. Mau enggak? Boleh aja, Pak. Saya mah ngikut. Terus kita foto-foto sama yang pakai baju adat. Iya boleh. Raya kita raya. Belum ada yang jualan juga nih. Ini doang nih. Itu depan ayam pici tuh. Ayam pici tuh. Mau gas lah, Pak. Kita parkir dulu, Pak. Ah, lapar juga ini. Nah. sini aja. Banyak yang nanya kita dari mana ya? Jadi pakai bahasa Melayu, ternyata bahasa Indonesia bisa juga di sini ya. Banyak yang paham juga, Pak. Iya. Dan tadi ngobrol-ngobrol juga gua lewat serentingan-stentingan. Mereka pakai bahasa Melayu. Ada yang pakai. Waduh. Wah. Waduh. Aduh. Coba lihat. Wah. Jago lagi. Jago, jago. Jago. Nah, sebelah masjidnya ada taman. Tamannya kok naga ya? Apa mungkin ini masjid yang dibikin sama orang dari Cina yang kayakmana cenghe? Cina bisa jadi. Bisa jadi. Dan di sini juga dekat sama apa tadi? Laut. Laut sebelah sananya tuh beli baju Pal. Buah. Wah, leci. Tuh leci. Leci. Beneran tuh, Pak. Oh, ini leci. Benar. Iya, benar. Bukan, bukan rambutan dibotakin. Rambutan dibotakin tuh. Kayaknya ini hari terakhir ya. Ada ada yang mau bubaran. Tanggal 11 hari. Tanggal 11. Tanggal 11. Oh iya hari ini, Pal. Ini mangga mantap, Pal. Boleh, Pal. Mangga kupas. Ada mangga kupas tuh. Heeh. Mangga. Udah mangga kupas. Sama ini. Ini jus ini. Berapa ini? Mas. How much? 35 bat. Ya udah. Satu deh. Lu mau juga? Boleh, Pak. Boleh. Y mau. I. Mangga. Mau boleh empat empat bat empat bat empat eh empat bat empat porsi ya Rp2.000-an apanya Pak ini Rp35.000-an 20 Rp.000an R.000an R.000an 3 35. Thank you. Terima kasih. Segar. Dia enggak nambahin air sama sekali loh. Cuma nambahin es. Pengen yang segar-seger dingin. Hm. Hmm. Itu Pak masih masnya, Pak. Bukan ini nih. Taman. Mana ini? Makam. Makam. Heeh. Tuh, Mas yang depan tuh. Apaan nih? Apa ini? Ini apa? Ayam chicken itu juga ayam. Ini kaki. Kaki oh ceker. Ceker, Ini ayam. Iya. Ayam. Ini ceker. Ada ayam juga tapi kaki ayam. Kaki ayam. Ceker. Ini puluk. Pulau ayam. Pulau itu apa? Ketan. Ketan. Ketan. Pulau lembut. Pul. Oh. Oke. Pulun. Pulun. Oh iya benar. Oh iya. Oke. Itu apa itu? H ini kaulat. H ini wangi. Wangi. Oh. Oh. Chestnut ya. Oke oke oke oke. Sedap ini. Ho. Sedap ini ya. Beli pal. Berapa ini? Lu mau enggak? Ayam. Ayam nih aja nih. Ayam. Empat. I. Empat aja. Empat. Empat. Ini empat. Chestnut juga boleh. Cesnut. Terima kasih. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Nah, ini, Pak, ayamnya, Pak. Ayam. Ayam. Ayam. Ayam. E merahnya. Ini bumbu apaan nih? Bumbu merah, Pak. Bumbu Thailand. Bumbu racing. Enak sih, tapi kayak apa ya? Kayak rasa yang pernah gua coba. Daging a mana ini? Ini ayam tulangnya. He di hajar ni. Rasanya tuh manis enggak ada pedasnya. Gua pikir bakal ada pedas-pedasnya tapi ternyata manis doang. Setelah perjalanan yang sangat panjang dan mencoba kuliner di Festival Patani. Ternyata hari ini hari terakhir festivalnya. Jadi, ada beberapa toko yang tutup membuat kami gak bisa explore lebih banyak. Di sini ada masjid yang bersejarah, yaitu Masjid Crus adalah sebuah masjid di Provinsi Patani, Thailand. Pertama dibangun pada tahun 1583, tapi tidak pernah selesai karena perebutan kekuasaan antara Sultan Patani dan saudaranya. Masjid ini berarsitektur campuran Eropa dan Timur Tengah. Tapi enggak ada sniper nih, cuma ada posnya doang. Ada kali ngumpet. Agak yang tadi tuh ada ada moncongnya kelihatan. Jadi 2 hari yang lalu itu baru ada pengeboman gua bom di sini. 2 hari yang lalu makanya sekarang jadi ketat sekali. Bu kaca enggak sih? Enggak kasih tangan aja. Nanti kita masuk ke pusat kota Pataninya nih. Iya betul. Tapi sini enggak ada sawah ya? Kanan. Iya. Enggak ada sih kanan. Iya. Nama doang Patani. Iya. Itu secara harfiah tuh kalau diartin tuh Patani. Eh, kerajaan Patani memang. Nah, ini dia masjid jamenya. Masjid Jamen apa itu? Enggak tahu ya. Tapi di Thailand tuh warung tuh ramai ya. Warung. Iya. Tuh, itu ada warung, ada warung. Ada warung toontong dan jaraknya dekat-dekat. Toko kelontong. Heeh. Toko kelontong everywhere. Tolong Madura bikin warung sini enggak laku kayaknya. Ini dia. Nah, ini kita bisa parkir di sini masjidnya. Nah, ini, Pak, yang merah merah putih. Merah putih, Pak. Mana ini? Enggak boleh. Enggak, belakangnya bisa. Belakangnya lihat tuh kosong. Yakin lu? Iye. Terdapat beberapa masjid yang dikenal dengan nama Masjid Klang di Thailand dengan Klang dalam bahasa Thailand berarti pusat atau sentral. Beberapa masjid terkenal dengan sebutan ini, terutama di provinsi-provinsi mayoritas muslim di Thailand Selatan. Contohnya daerah Patani di mana komunitas muslim Melayu sangat kuat. Sejarah Islam di Patani telah ada sejak masa Kesultanan Melayu Patani. Namun pembangunan masjid sentral Patani yang sekarang dimulai pada tahun 1954. Pemerintahan Thailand menyetujui anggaran untuk proyek ini sebagai pengakuan atas komunitas muslim yang besar di wilayah tersebut. Setelah 9 tahun pembangunan, masjid ini selesai pada tahun 1963 dan diresmikan oleh Perdana Menteri Thailand. Renovasi besar-besaran dilakukan pada tahun 1996 sebagai bagian dari proyek perayaan Yobel emas naiknya raja ke takahta dan menjadi simbol agama serta identitas budaya komunitas muslim Melayu setempat. Kalau ke tempat-tempat kayak gini, Pal, gua lebih ngerasa ini kayak di Malaysia sih. I, cuman ada bahasa Thailandnya. Hm. Tadi udah saya baca, Pak itu, Pak. Coba baca. Katanya sastra Jawa kagak ada hubungannya. Huruf Jawa corok Gimana sih? Sedih. Lebih ke banyak sedihnya nih, Pak. Enggak kebaca sama saya. Di sini kita jadi buta huruf. Ini yang merah putihmerah putih itu enggak boleh parkir depan sini. Parkirnya putih segitu. Ini pecek siapa nih? Parkir di mana nih? Nih pecek siapa nih? Parkir di mani. Pecek nih sembarangan aja ini parkir di mari. Oke, sampai ke spot berikutnya. Ini adalah Kohong Mountain. Tempat terbaik katanya cukup tinggi di daerah Hatyai. Untuk kamu bisa lihat 360 nih kota Hatyai dari atas. Macam apa ya? Macam bukit lah berarti Dan di sini banyak monyet. Sebelum kita kasih makan udah ada pelang duluan. Helmnya pada jatuh monyet. Iya. Jangan kasih makan si monyet karena makin beringas. sebenarnya di Indonesia udah banyak aturan ini. W dia ambil tas orang woi. Iya karena monyet dasar tuh harusnya takut manusia. Cuma karena kita sering kasih makan mereka ya jinak dan ujung-ujungnya suka minta dan ujung-ujungnya kayak gini nih. Bahaya dia berani sama kita. Itu itu buah apa lucu. Kita ketemu pohon yang tidak apa kita di Indonesia dia punya buah itu lucu sekali besak-besak gitu. Gak ada bunganya besar juga aja om. Nah apa nama ini ya? Lucu kali loh. Ternyata ada namanya canon ball tree ya. Pohon biji meriam. Canon ball. Canon Gunung Kohong ya yang juga dikenal sebagai Kau Kohong adalah sebuah bukit yang terletak di dalam taman kota Hatyai. Oke, Boy. Jadi, semua wisata yang ada di Hadia ini memang itu wisata sudah untuk umum, tapi kan karena bahasa pakai bahasa lokal, aku mulai mengerti kayak bule mungkin main ke Indonesia ya. Dia main ke spot-spot kita juga punya hal yang sama. Dia tak ngerti bahasa kita, dia mau nyari gate pun tidak ada. Nah, itu problemnya sekarang. Jadi, tempat begitu indah, hanya bisa kami kagumi, tapi tak bisa kami mengerti. Jadi, Deng cuma bisa bilang, "Wah, patungnya besar ya, Kojon lo tamat. Tidak ada kelanjutannya. Habis foto pulang. Jadi tidak ada apa ya? Hikma enggak dapat ya Om Eko ya. Ya. Nah, kalau kalian enggak ngerti ini sama halnya dengan bulek main ke Indonesia ini kayaknya denda nih. Kosong kosong kosong. Denda itu. Oh denda. Ini nih injelaskan nih. 10 m katanya tingginya. Coba coba kita foto dulu. Coba kita sembarom nanti ini ada revisi. Kenapa ada revisi ya? Nah revisi tuh. baru-baru ada penambahan dia lagi. Oh, tingginya bertambah. Iya. Oh, benar kan? Apa ini? 12 berapa? 12 apa? Yang 12 miliar B. B gokil. Oh, anggaran. Oh, ini donaturnya. Donat. Ini nama-nama donatnya. Ah, nama Donato. Jadi di beberapa tempat kayak kuil-kuil kan kalau kayak yang tadi itu sebelumnya ada yang donasi buat e biksunya. Di sini mereka tuh juga bisa kayak nitip doa. Jadi dia kan ada sedikit uang untuk ya kayak persembahan lah ya. Nanti kalian bisa doa dan kemudian di sini juga ada pohon uang dan dengan mata uang berbeda. Ringgit ada, rupiah pun ada walaupun ya sama ya tidak ada penjelasan terlalu detail ya. Kita hanya bisa gua saset dan menerka-nerka. Si Deng pengin jago dalam hal ginian. Selain patung Buddha, ada beberapa kuil lain dengan patung-patung yang menggambarkan perpaduan ajaran Buddha, Tiongkok dan juga Hindu. Gila, kaget aku, Boy. Kita pas datang itu orang Kikira itu orang mirip banget aku sampai panik. Eh gila aku itu mirip banget itu apa Buddha apa bukan Buddha sih biksu-biksu yang lagi bersemedi gitu ya. Lagi bersemedi gitu. Oke. Jadi kebetulan kan Riana tahu-tahu dikit tentang Buddha ya. Jadi di situ ada kayak Buddha Maitrea, ada ada Bodatva, ada Sidarta. Dan yang menarik adalah kira kan ini patung doong T di tangannya itu ada kepegang daun yang diawetkan. Iyalah daunis. Ah daun body ya yang apa pohon body punya ya. Jadi sebenarnya tuh ini tuh penuh dengan banyak apa ya kayak informasi sejarah gitu. Cuma sayang sekali tidak ada bahasa Inggris yang bisa kita pelajari gitu loh. Dan enggak ada targetnya. Jadi kita tuh enggak tahu. Padahal aku jujur penasaran juga sih ini sejarahnya kayak gimana. Iya, aku penasaran banget sih. Iya. Jadinya kita cuma bisa melihat deh dan kita hanya bisa Google Translate ini apa gitu kan. Dan tulisan ini itu cuma tulisan donaturnya biasanya toh. Iya. Dan nama patungnya doang gitu dong ya. Iya ya. Kayak museum tapi tak ada penjelasan ya. Kita pengin belajar padahal. Nah, patu perunggu ini dibuat pada tahun 1999 untuk memperingati ulang tahun Raja Thailand yang ke-72. Nah, nama patungnya juga diberikan oleh Raja Thailand kees9 ya, Raja Bumi Bol Aduyajek. Patung ini punya tinggi 19,9 m dan menghadap ke kota Hati. Melambangkan perlindungan dan kedamaian bagi seluruh penduduk kota. Uh, gokil. Jadi kita bisa melihat kota hatnya ini dari atas nih. Dia enggak sejuk banget cuma anginnya oke sepo sepoi tapi ini sejuk sih enggak panas. Oh ya dan menarik adalah kita ada beberapa spot dan semua enggak ada biaya apapun enggak ada biaya masuk. Oh free. Plus dan minus ya memang enak gratis cuman karena free itu jugalah makanya kita juga enggak dapat informasi apapun kan. Dari tadi kami sibuk lagi berdebat sama si Sundo. Maksudnya ini apa aliran mana lagi? Dan kita berdebat tanpa ada satuun yang menengahi. Jadi akhirnya ya sudah hanya berdebat saja tidak ada artinya juga. Minimal ini yang paling-paling benar. View-nya bagus dah udah tak terkalahkan. Betul Bang Eko. Yuk. Ke mana turun ke bawah kita enggak jauh ya? Kakinya sehat, Guys. Dari puncak bukit, pengunjung tuh bisa menikmati pemandangan kota Had Iis yang memukau ya secara menyeluruh. Dari bagian lain bukit terdapat patu Dewi Blas Kasi ya alias Quan Incilat dihormati. Oke, jadi kita sudah selesai muter-muter di dalam. Kita sudah tahu dikit-dikit lah sejahternya. I sekarang kita mau lanjut lagi ke tempat yang kami juga kaget. Rupas ini ada floating market. Iya. Tuh kayak ada yang di Banjarmasin itu. Iya. Iya. Pasar terapung pai sampan. Kita mau lihat yuk. Let's go. Diasi selanjutnya adalah floating market ya alias pasar terapung. Tapi pas kami sampai sana ternyata tutup dong. Ya udahlah kita langsung lanjut tempat berikutnya yaitu Masjid Raya Songkla. Ini kita ke kuil yang terkenal di sini di Patani ini. Bentar. Apa nih? Chinatown. Oh, di Chinatown posisinya. benar benar benar benar. Tapi Chinetownnya sepi kali. Enggak seperti China Town sih. Biasanya China Toown ramai ya wareng-wareng wiri belanja ya. Iya pada jualan ini. Enggak ada yang jualan. Heeh. Sepi. Cuma ini doang apa desannya berbeda. Nah, ini sebelah kanan nih. Nih kuil ini. Ini kuilnya. Ee kita cari parkir dulu dah. Banyak banget patungnya. Pal, tutup, Ah, tutup. Iya, ya. Tutup. Ya wis lah. Berti putar balik. Oh, ada yang sebelah sampai sebelah kiri. Oh, tuh bangunannya tuh. Lihat ya. Ini buka nih kayaknya nih. Buka. Quil Chain Koniao juga dikenal sebagai kelenteng Leng Chuk yang adalah tempat suci yang penting dan bersejarah di Chinatown kota Patani. Klenteng Leng Chukang pada awalnya didirikan untuk menghormati dewa penyembuhan bernama Cho Kong. Bangunan kuil ini memiliki arsitektur Tiongkok satu lantai terbagi menjadi aula tengah, sayap kiri, sayap kanan. Kuil ini telah direnovasi berkali-kali sehingga tidak terlihat terlalu kuno, tetapi makna spiritualnya tetap kuat. kita sampai di mana ini, Pak? Pantai. Pantai? Oh, bukan, bukan. Kita di pantai. pantai log Thailand tuh. Iya. Nah, ini mungkin kalau sore ramai, Iya. I iya iya iya i ya. Oke. Wah, sama ya. Banyak tukang jaja nih kalau malam nih pasti nih. Iya tuh. Heeh. Goreng-gorengan, Pak. Tapi lautnya enggak ini ya? Agak coklat Heeh. Muara kali, Pak. Muara. Muara juga. Ini mobil parkir di mana? Ini di parkiran. Nah, ini dia parkir sini aja lah. Garis-garis parkiran nih. Nah, kita udah nyampai nih. Pal. Apa nih? Pantai, Pak. Ban Limnok. Ban lime knok. Oh, enggak gitu. Ban lime knok. Harus sama nadanya banget tuh ya. Artinya apa tuh, Pak? Oh, pakai ini. Pakai teknologi. Ini apa nih? Apa nih? Manusnya tahu, Pak. Kita pakai translate dulu ya. Translate. Indonesian ke Thai. Kebalik. Tha Indonesian. Oh, burung kuntul, Pak. Berarti ya memang burung kuntul. Lapangan kuntul. Makanya itu ada gambar burungnya. Iya, betul tuh ada. Wah, ngebut, Pak. Ini ngebut nih pasti nih. Enggak enggak masa ngebut sih. Aki-aki yang bawa. Oh, enggak. Ya udah. Kan rameai kan yang balapan Aduh, ini kayaknya dulu ada tambatan buat ini ya, kapal ya? Kapal-kapal kecil kali ya. Heeh. Itu ada tambatannya soalnya. Oh, manggroove, Pak. Tahu dari mana manggroove itu? Lihat. ini apa sih? Ini apaan sih? Jalan. Jalan yang ngambang gitu, Pak. Oh, jauh. Turun kagak tinggi banget lagi. Ini kayaknya ini kayaknya ngambang deh. Terus karena lagi surut dia ke bawah harusnya di waduh lompat dia. Terus gimana? Gua turun aja gua yah. Pak, perjalanan masih panjang nih, Pak. Jangan dijauhin dong. Jangan dijauhin dong. Heh eh. Nyemplung nih gua ke sini. Nyemplung nih gua ke sini. Pak, jangan lompat lompat lompat lompat. Berat berat berat. Dekatinnya gimana ngektinnya? Nah lu kan. Dahah. Tuh gua dekatin tuh. Bisa enggak lu, Mat? Hei. Kam jalannya main goyang-goyang ya? Yah. Lah kayak gimana nih? Belum. Mendingan naik. Ah, pasang ya? Nunggu pasang aja sampai sore dong. Tapi sore rameai nih. Tuh jalan goyang-goyang ya. Oh iya benar. Apalagi lu ya yang beratnya kayak CC Mio ya. 125 enggak Pak? 115 Mio karbu yah? Iya lagi ada. Iya loh ini kayaknya isinya kayak ee udara ya. Udara sih ini kosong. N jadi dia ngambang. Goyang loh ini loh. Goyang kayak kapal ponton ponton. Jembatan ponton ponton. Heeh. Enggak tahu ini baru apa sudah lama ya dari ininya sih kondisinya masih baru ya belum lama ya lah enggak malas banget Pal coba Pal jangan digosok statis. Ah, udah aman. Listrik ini listrik statis yang paling kencang yang pernah gua rasakan. Kencang banget tak bunyi loh. Bunyi loh. Setek gitu. Emang harus langsung dipegang kali ya. Iya, tetap aja stek. Jadi tadi kita udah megang sebelumnya cuma enggak kerekam. Nah, itu tadi kita rekam lagi biar ngelihatin listrik statisnya itu loh. Ngagetin kencang banget. Kencang. Setelah berkeliling melihat pantai, kami istirahat dulu sambil menikmati keindahan pantainya. Jadi tadi kita udah ke floating market, ternyata tutup dan kita juga enggak ngecek ya harinya kapan ya. Karena Google Map cuma bilang dia buka jam .00 rupa ada harinya kita enggak tahu. So kita mampir ke masjid terbesar Songklak. Songkl itu provinsinya ya berarti ya sebesar provinsi. Jadi kalian wajib datang di sini karena view-nya bagus di depan masjidnya itu dia punya kayak artificial lake ya, Danau buatan dan view-nya tuh bagus banget kalau pakai drone. Cuman sayang ya kawan kita tak terpakai drone bisa. Sini enggak bisa Jon. Iya iya iya. Intinya ini pasti tuh bagus banget dan di depannya itu tuh ada kolamnya tuh. Jadi wisata kita kali ini adalah wisata ee tip agama. Iya. Kita kan yang muda udah kita kan harus toleransi agama dong. Berarti tinggal tiga lagi. Nanti kita akan visit semuanya. Jadi wisata religius di Hat Yay. Mantap jiwa. The central M of Scla ya atau namanya lainnya adalah Masjid Dianul Islam. Ini salah satu landmark Islam yang paling terkenal di Thailand Selatan. Ya, masjid itu dibangun pada tahun 2001 di distrik Hatiai. Meskipun usia relatif modern, masjid itu didirikan sebagai masjid utama dan pusat kegiatan keagamaan bagi komunitas muslim yang ada di Songkl. Salah satu ciri khasnya adalah kolam air yang sangat besar di bagian depan. Jadi interior masjid ini itu dirancang dengan sangat detail ya. Dindingnya tuh pakai marmer itu loh. Punya kesan sejuk dan meskipun tanpa AC, Masjid Raya Songkla ini bukan hanya tempat ibadah ya, tapi juga sebuah simbol bukti ya keberadaan komunitas muslim di Thailand Selatan. Jadi tadi kita mau beli terus kita enggak ada kecil dikasih sama omnya 10 B. Dari situ dia punya pelet enggak dijaga sama siapapun. Jadi benar murni asal saling percaya karena memang pas depan masjid toh. Jadi kalau andanya ngambil pelet dan tak mau bayar sudahlah memang udah tak usul aku ke sini. Dan peletnya itu bisa kasih makan ke dua jenis hewan bisa ikan sama burung ya. Riana kasih makan burung. Ayo burung merpati. W sini. Hal paling unik di masjid ini yang bisa kamu lakukan adalah memberi makan burung ya dan ikan di kolam ya. Kita cukup beli makanannya aja dan bisa langsung kasih makan di sini. Dan karena hari udah mulai sore, kita mau akhiri dulu explore di daerah Songkla dan kita balik menuju ke penginapan. Oh, apaan nih? Itu tulisannya parking lah. Enggak boleh masuk gak boleh masuk itu loh. No motorcycle entry itu tulisannya depan itu yang merah. Heeh. Udah mundur. Enggak tahu ya. Tadi ada mobil masuk. Cuman ya itu kan dalam gede banget ya. Tuh jareng parkir dari jam .00 sampai jam 08.00. Dalam tuh jauh loh. Lebar ya? Luas banget ya? Apa sih ini Pak? Itu yang ada skybridge dan kawan-kawan. Ee kalau enggak bisa masuk mobil sih agak malas sih. Enggak bisa parkir di dalam ya. Iya. Ini kayak taman gitu. Tapi ada skybridge-nya dan kawan-kawannya kayak gitu-gitu tuh. Kayak taman Mini nih. Bukan. Eh, tapi itu mobil bisa masuk. Mobil ini kali petugas. Iya kali mobil petugas ya. Apa Park Patani gitu namanya. Nah, ini kanan bisa enggak nih? ini ditutup. Ini sebenarnya cuma kayak taman gede aja gitu kayak Central Park lah. Kebun Raya Bogor lah kali ya. Ee jadi benar-benar bisa keliling taman doang ya. Di dalam sama ada sky bridge-nya itu yang di atas itu bisa buat wara-wiri sky bridge-nya. Oh itu lihat kiri ada taman-taman lagi mainan. Oh iya tempat ini. M oh ini stadium. H ini. Oh, lagi ada event. Event pameran nih. Pameran lagi raya kali. Iya. I tuh skyw kanan mau kanan coba ya. Tuh kiri tuh ada apa tuh? Baca kebaca kali ya baca. Bingung kita juga. Nah ini apa? Enggak bisa enggak bisa ketek kanan. Prince of Songkla University. Nah tuh ada artisnya siapa tuh? Nah tuh itu yang di masif tuh yang coklat tuh. Itu siapa itu? Oh, itu yang mirip Ogut tuh yang bawah Wah, ada petugas. Engak bisa ada petugas, Pak. Ini mau terar balik. Terar balik dah. Mau petugas juga mau ngomong juga pusing. Iya. Iya. Mau nanya juga pusing kita daripada pusing berdua. Dan ini kayaknya dari zaman dulu nih ya, di pinggir-pinggir tuh ada sungai tuh. Lihat tuh. Iya. Iya. Oh, iya nih lama nih, Pak. Awas, Pak. Dari zaman kerajaan enggak berasa enggak kejauhan kalau itu kejauhan lah. Mungkin dong ini dari zaman kerajaan tuh lihat batu batanya tuh Perlu tes karbon kayaknya kalau itu ya. Tuh mungkin dari tahun 1800 1700 hari Wow. Jauh. Wah. Nah itu Pak burungnya Pak mana? Oh iya tuh itu burung tuh kayak gitu tuh taman tuh bagus sih dalamnya sih ya. Cuma untuk kalau jalan kaki, wah olahraga lagi kita seperti di Singapura nih kayak tempat ekopak gitu. Aduh tempat ekop benar benar. Iya lagi cuma ya ee batan ini orangnya kurang banyak apa gimana ya? Kok sepi ya? Sei sepi banget sepi kalau enggak pada ke mana gitu. Ke tengah ada. Even kita kemarin ngerasain kayak gini tu kayak waktu kita di Kota Baru. Kota Baru. Cuma kota baru tuh kan semuanya serba tutup tuh gara-gara lagi Idul Adha ini. Idulatha udah H+ berapa? H+ 3 kali ya. H+ 5. Sepi banget ya. Sabtu Kak Idulata. Sekarang hari apa? Rabu. Sayang sekali kami tidak jadi masuk. Kalau begitu kami cari lagi tempat kopi terdekat. Nama jalannya apa? Soi Practasan Kak gitu gimana? Soiasan. Nah, nadanya begitu ya. Oke, ini di sini tuh gua ngelihat banyak namanya kafe Amazon. Iya, muncul melu, Pak, di Google Map juga. Di dekat tempat kita juga ada. Nah, mumpung di sini kita lagi butuh kopi ya, kita masuk saja. Cobain dulu. Di Thailand ini kafe Amazon sangat banyak ada di mana-mana. Hmm, penasaran juga rasanya gimana ya. Ini yakin punya gua? Lu mesin apa tadi? Amazon. Amazon. Nah, gua tadi black coffee honey no sugar. Oh, itu black coffee. Heeh. Black coffee honey. Kagak ada tandanya. Gua tuh enggak tahu gua asalnya pesan apa. Amazon. Amazon. Ya udah, Amazon. Inilah kendala bahasa yang kita alami Iya. Bahasa Inggris juga kagak bisa. Heeh. Bahasa Inggris bingung. Kita linglung juga. Bahasa Melayunya juga beda. Manis banget. Enggak aneh. Beda ah kayak rasa yang lain. Rasa yang lain. Apa ya? Kayak ada coklat-coklatnya. Syukur loh. Mobil kan honey. Madu tuh manis. Iya sih, tapi emang manisnya bukan manis gula nih. ya. Kopi susu pak. Tapi beda. Ini mah sama. Eh beda jadi tesnya. Iam enak. Enak tapi enak ini. Enak. Enggak bohong. Enak banget ini. Enggak bohong. Enak banget. masih ya begitulah Pak pokoknya ya bedanya begitu lah. Enak bukannya enggak enak ya enak. Sekarang kita mau ke mana, Bal? Tadi kan udah lapkok. Apa sih tadi namanya Pak? Sucat Papok. Bukan itu, Pak. Bukan. Apa di terakhir tuh? Pokoknya pantai YouTube, Pak. Captaloapo. Wah, di sini juga ada motor-motor diit begitu tuh. I dan enggak tahu di Patani gua ngelihat orang pakai helm jarang ya. Iya, Pak. Benar. Pada ugalnya ugal. Polisi aja enggak pakai helm masalahnya. Di sini, di sini, Oh, di sini. Iya. Tentara polisiat pada enggak pakai helm. Kenapa polisi? Nah, sini enggak pakai helm. Kenapa? Entar Gua pikir aspalnya lebih empuk. Makanya enggak pakai helm. Tetap keras, Pak. Aspal mah, Pak. Kagak ada. Tapi helm itu sebenarnya bukan masalah ketilang atau tidak. Betul. Itu untuk keamanan kalian. Betul. Jangan sampai enggak pakai helm. Jadi kalian harus pakai helm itu bukan karena kena tilang, tapi menghargai isi kepala kalian. Kecuali kalau enggak ada isinya. Wow. Weh, udah sampai kita. Nah, tuh pantai. Apa tuh, Pak? Namanya, Tidak sebagus yang digambar sih ya. Bebas supa mau parkirin aja mobil ya. Udah mentok sana udah. Ini enggak ada retribusi sama sekali ya main parkir-parkir aja gitu. Ada kayaknya Pak mau parkir mana? Sini apa sono. Ya enggak tahu. N udah Pak di mana ada motor sini a sih Pak. Coba lurus ada apaan sih? Lurus aja. Coba dulu ya. Ee yang pantai ada pasirnya gitu kayak gua kagak cari kagak ada, Pak. Dari semalam emang emang teluk muara gitu kayaknya deh. Inih. Hm. Oh, tuh ada sebelah kanan ada danau. Tahu tembak apa deh. Oh, tuh lihat tuh ada kambing. Lama enggak ngelihat kambing ya. Tahu enggak kambing dalam bahasa Padang Kambiang. Ah, kuping kupiang bukan dong. Talingo. Talingo. Oh, lihat tuh. Lihat tuh kambingnya naik di situ, Pak. Udah ujung aspal nih, Pak. Oh, itu baru pasir itu. Sini, sini aja, Mas. Depan depan, depan, depan. Tuh apa? Depan, depan. Ujung aspal, Pak. Ih, ujung aspal mah pondok gede. Nah, itu itu beneran ujung aspal itu. Lihat. Oh, iya bener. Kirnya gua enggak nemuin juga ujung aspal. Foto dulu. Ini beneran literally ujung aspal. Ujung aspal. Tuh, tuh. Udah, udah, udah. Enggak ada aspalnya. Dan ini, Pak, tulangannya nih, Pak. Oh, tulangannya kayu ya? Kayu besi. Besi. Kayu. Besi, Pak. Kayu masa tuangnya kayu. Coba nih nih nih nih lihat tuh set besi ini serat serat kayu bukan bukan gituah pokoknya tuh ujung aspal tapi ya lihat dong sebelum di aspal ini aspalan segini iya betul bawahnya beton tombel itu. Beton aspalnya juga bagus nih yang ke dalam-dalamnya juga ni. Iya jadi nih itu besinya nih lihat saya ini besilah ya. Nah ini beton. Beton bawahnya. Betonnya juga tebal. Makanya enggak rusak-rusak nih. Setebal begini. Bagus kan? Kuat kali. Nah, mungkin ini sebelum kayak begini. Tadinya begini nih pasir. Heeh. Sejauh itu nih, Pak. Bawahnya lagi, Pak. Tuh, Pak. Batu. Nah, itulah bawahnya lagi batu. baru. Jadi Thailand ini agak lucu memang ngelihat tempatnya tuh kayak ee ya kota lama lah. Kota pinggiran bias bias tapi jalannya bagus semua. Bagus keras aspalnya. Heeh. Gua pikir lembek soalnya banyak Banyak banget yang pakai helm. Bener Kambing. Nah tuh kambing mbek. Pantai Bangtawa adalah pantai yang terletak di Provinsi Patani, Thailand. Dikenal dengan atmosfernya yang seperti pulau Jepang. airnya yang jernih dan pasirnya yang halus. Tapi ketika kami datang, mm tidak sesuai ekspektasi ya. Semoga warga sekitar bisa lebih menjaga kebersihannya. Karena sudah sore, kami balik ke penginapan karena nanti malam kami mau coba ke night market. Wei, akhirnya ketemu lagi. sebenarnya tadi udah ketemu sih, tapi ya ya di depan kamera biar kelihatan ye. Tapi ya gitulah di One Million Jurni tidak ada setting-settingan kan? Enggak ada, enggak ada semuanya apa adanya. GoPro yang pecah sudah direkam. Hah? Nah, itulah saking paniknya tidak kerekam. Ah, nanti masuk di podcast saya PR-pra enggak tahu doang. Nanti kita akan bahas tentang segala suka-duka di balik perjalanan ya. Jadi kita sempat panik karena tiba-tiba GoPro jatuh hilang. Tapi untungnya ada beliau kita nitip kepalanya rusak ketemu iya karena dia kan dari Jakarta kan kita beli. Nah terus dikirim sama Fahmi ya. itu. Terus yang kedua propeller dron apa baling-baling drone kalian kan. Ah rusak yaak enggak tahu aku lihat kalian. Loh, emang enggak enggak ini enggak bawa bawa bawa bawa bukan tapi itu insidennya itu kan kejennya aku enggak ada di sana. Oh iya. Heeh. Sangat menunggu momen itu. Wih, Wah, Anda tidak tahu kita lagi ada di atas jembatan danau panjang sekali. Tiba-tiba hujan deras. Wah, itu drone lagi terbang gimana ini? Ada kerekap ekspresinya ada. Eh, enggak tahu kan mobil sebelah yang ngedrone. Oh, oke oke oke oke. Dan yang ketiga itu ketinggalan. Apa? Portable bidet. Ah, di saya membawa tiga portable bidet. Heeh. Sebenarnya satu, tapi yang lain pada nitip, pada beli juga. Enggak mau satu bagi rame-rame kan. H kan bisa Jon? Bisa sih sebenarnya sih kan timnya kanak kan enggak nempel. Iya ya. Iya memang sih kan timnya solid saling berbagi bid satu sama lain. Tapi lecinya enak ya. Aku no komen. Kok no komen? Itu leci. Leci. Oh leci. Leci enak. Cuma kata pas dalam kan. Enggak. Leci terenak pernah aku makan dengan harga hanya Rp30.000. Luar biasa. Dan lecinya dingin kan sekarang? Dingin Pak. Enggak. Tadi dingin kan waktu dibuka. Padahal cuma kita taruh di laci. Laci. Laci mobil ada kulkasnya. Tigo ada. Ada. Jadi dia ada satu lubang AC itu masuk ke dalam kotak. Gua nganyak nyaknya ternyata sedingin Wow. di bom seperti ini pun masih bisa. Memang sangat smooth beliau ya. Luar biasa. Tanpa skrip no drama-drama club. Iya. Anda tidak tahu kan saya akan ngomong itu kan. Oh jadi leci itu dikasih saya makan kan tujuan buat itu. Iya tapi emang enak kan leci dingin segar hanya 60 bat R.000 saja. Nanti kita beli leci lagi ya. Sekarang mau ke mana? Kita makanlah. Oh makan night market. Oke y let's go. Daeng daing. Nah jadi daeng kita naik mobil ya. Oke, boleh. Oke, kali ini motornya ditinggal di sini. Kita lihat motornya ada GPS-nya enggak? Enggak ada. Hm. Motor tidak bisa dilihat tadi di mana. Beda sama mobil kita Ada GPS ID. Berarti harusnya gimana tuh? Pasang GPS ID boleh juga. Heeh. Tapi kita cobalah seperti apa ya net market di Thailand. Ya, kita sudah sampai di night market Ada live music padahal ini hari Kamis, Eh, Rabu Sangat meriah. Bapak mau coba nanya duren dulu enggak? Anda belum coba duren di sini? Belum. Duren Thailand belum coba. 159 bat berapa tuh? Rp80.000. Rp80.000. Enggak tahu per kilo atau per biji. Enggak tahu berbiji. Gimana kalau kita nanya ya, Deal? K nanya pakai bahasa Thailand itu per satu atau kilo? Ini harga harganya untuk per kilo atau per satu duren? Duren. Duren apa ini? Dur. Musang king Botong. Bont duren bonto. Satu ini 159 harga ini satu atau per kilo? Oh. Jadi 197 200 bat ini. Iya. Sekitar. Rusan. Rp100.000. Ini yakin enak garansi guaranti enak karena pakai bahasa Inggris pun juga tidak mengerti biasanya orang sini jadi daripada susah kita pakai bahasa ini aja enggak bisa langage Oh, semuanya matang. Semuanya matang. coba dia yang ngomong. Hah? Susahlah intinya. Iya. Matak satu yang sudah matang. ni daeng pusing Daeng. Woh, besar sekali 364 B. Yang kecil-kecil yang kecil-kecil small. Small small R.000. Kau kira gampang kau beli duren yang masih 320. 200 bat 200 bat berarti Rp.000. silakan Bapak J. Oke. Okean kabung. Nah dia teksturnya kering bukan tipe yang basah. Manis enggak? Terlalu keras. Belum matang ya? Hm. Keras. Hm. Belum matang. Heeh. Atau memang giniya ya. Keras gimana ngomongnya? Hard. Is this normal? Normal normal. Nak ah manik. aku pun gak ngerti pakai apa sih biasanya tuh duriannya masih terasa kerasnya duriannya memang sekeras ini. Apakah wajar duriannya nangkin? emang duriannya keras, enggak ada yang lunak. Oke, ini benar apa kita durian tipe apa yang lunak dagingnya? Oh, minum. Tapi tebal ya, masih ada manisnya. Cuma keras aja beda biasa. Iya. Dia keras kering dan tidak ada aroma. Benar. He benar. Kayak ada jeruk-jeruknya. E jeruknya sih gak, Pak. Lebih kear tawar. Ini enggak ada aroma duren maksudnya kayak asemnya ada asem durennya gitu loh. Iya. I ya. Enggak kayak duren kita itu. A duren, duren. Nah, ini kita tinggal cari mau makan apa ya. Tapi pas kita nyampe, bukan nyampe ya, habis makan duren eh malah konsernya selesai live musicnya. Tai ayam sama ya kayak yang tadi ya. Ini ada telur puyu nih. Telur puyu dibikin ceplok nih. Lihat nih ada papalangi Apa namanya? Lalapan ya kan. Nasi telur pekat dan kaprau ayam. Buve nasi telur dadar. Telur dadar kaprau ayam. Telur pekat. Nah, ini aja. Nasi telur. Nasi telur pekat dan ham nasi telur pekat dan ham ayam. Ham ayam. Ham itu slice daging, bisa ayam, bisa ee beef ya, sapi. Tapi kalau kita ke Eropa itu pasti babi sudah pasti tuh. Gua selalu menemukan kalau ham itu pasti babi ini ham. Oh, ternyata di sini night market halal food karena di sini kebanyakan yang jual muslim. Makan apa, Kap? Ini lemak kepiting. Haw. Lemak apa? Lay. Jadi logat di Thailand sengau. Ayam. Nah, gua tapi ya ini di luar itu tadi kita mesan ee namanya telur ee telur apa tadi? Kental ya? Telur kental. Terus pakai ayam ham. Ham ayam. Ham ayam. Ham. Ham. Itu bukannya daging ini. Ham. Tuh. Tuh. Ham. Ayam. Slice. Slic. Oke. Oke. Kan benar kan gua bilang kalau di orang tuh lihat ham tuh habi. tapi ya ini yang bikin enak adalah h vinnya itu beda kayak ada kari-karinya. Micinnya micinnya ada kari-karinya. Iya beda loh. Oh michi haw. Mau coba ada sandarnya. Mana si telurnya atau si hamnya? Telurnya. Telurnya. Oke, K tes ya. Heeh. Makan. Oh, ngerti kan? Enak. Micinnya beda kan? Micin banget sih. Tapi beda kan micinnya tuh ada banyak micinnya, Bang. Iya, tapi rasanya kari kan. Kayak ini full micin ya. Gua bilang enak. Micin ya. Enak enggak si? Eh, gila micinnya kok kental banget. Micinnya kari kan? Kayaknya sih. Iya sih, Pak. Beda kan? Mantap kan? Hay tiap hari makan ini cerdas aku sebenarnya cerdas nih ini mencerd bangsa mana pakai nasilah nasih ya kalau enggak pakai nasi terasa banget micinnya ini micin full sayang telur micin namanya harus pakaiin tapi enak kan enak kan micin no micin no party aku bing dia jual apa ya isi kepiting susu ya harus pakai nasi Emang aja. Kepitiga. W. Cobain. Cobain. Cobain. Hanya Rp20.000. Enggak sampai Rp2.000 ya. Kalamor. Ini dagingnya enak banget. Kepitingnya enak pol. Gua mau beli kepitingnya. Ah, kepiting tadi parang beli Pak. Ini kalau di translate adalah lemak kepiting biru. Lemak kepiting biru. Lemak kepiting biru sekali. Dari tadi juga transatan juga suka aneh, Iya. Tapi ya di sini tadi katanya John ada ulat ya, ulat sabu, ulat-ulatan Hongkong. Ah kau kan bisa makan. Aku tak berhenti makan. Aku minta dicover PPJS. Tenang. Kalau ada apa-apa kita yang tanggung. Aku gak tahu ya tim one itu ada dicover oleh BPJS enggak sih? Enggak. Kan gini loh. Kita kan haram nih ya. Nah kan tidak ada haram halal gas terus. Ulat tidak bolehkah kalau menjijikan? Boleh yang menjijikan tidak boleh. Oh aku nanti cari di kelul aku ada kapsul itu. Tapi selama di kota besar aku lebih yakin ke higienisannya. Aku akan coba dalam pilihan. Tenang kita bawa entro stop. Nah langsung selalu dibawa ada di mobil ya. Setiap mobil itu kita selalu taruh entr stop buat kalau misalkan ada darurat. Nah langsung. Wow. Entrosop itu tidak hanya menstop tapi juga menyerap racunnya. Dibuang dulu racunnya. Jadi insyaallah aman. Wah, saya jadi merasa PD. Saya siap beranti makan. Luar biasa. Kita beli gaknya di sini. Ini bukan ini tujai dekat border. Aku pilih yang tengah kota, yang kota besar yang gemelap Bangkok. Benar ya. Kalau di Bangkok makan ya. Akhir yang penting ingat ini video jadi bukti. Jika konten aja koko ada problem gak terupload dan aku takver BPJS aku akan su pada B snaker karena aku masuk dalam tim one J dan tidak akan BPJS oh iya aman tenang enggak usah itu udah ada stop setelah kulineran di sini kami langsung ke penginapan untuk istirahat karena besok kami melakukan perjalanan yang cukup panjang Ya, alhamdulillah kita sudah sampai. Besok kita akan ke Puket dari sini sekitar 6 jam. Jadi kita akan berangkat sekitar jam 09.00 ya. Kemudian nanti biasanya kita kalau 6 jam itu kita ada istirahat dan kawan-kawannya makan. Paling dari jam 09.00 sampai jam bisa jam 0.00 lah. Habis itu kita akan bermalam di Buket. Kita menikmati buket satu hari full. Besoknya baru kita otwok selama 12 jam kita berangkat subuh. Kenapa enggak, Pak? Aku berpikir ini a dari bensin ni ini air tadi at air putih. Beli bensin di Iya. S dan ini mereknya apa? Bang Chai. Bang cak. Aku gak tahu nih air minum atau air aki. Ini kita ak pikirkan nanti. Coba kau minum dulu lah. Radiator itu kan ini bisa stop pakai bisa. Bisa diserap racunnya bisa terserahlah. Di Indonesia juga di mana? Di Indonesia. Megetan. hei He на нарана

Lihat di YouTube