1M JOURNEY TOUR DE ASEAN: KENA PALAK IMIGRASI KAMBOJA SAAT KE LAOS! (YouTube Video)
ini muat. Jadi dia udah selesai boleh dimasukin tinggal imigrasi cuma dia minta duit. Hah. Iya. Halo semua, kembali lagi di One Million Journey Tour the ASEAN. Pada episode sebelumnya, perjalanan menuju kota terakhir terhambat karena sempat kena tilang sampai dua kali. Halo. Tapi akhirnya kami sampai juga. [Musik] Ready gas to law. Ready dong. Di sini ngomongin ternyata bukan laos ya, tapi lawo. La semua orang ngomong lao. Bahkan orang Jepang orang Korea katanya lao. Law. Oh an ya, ada turis-turis asing nih ke sini. Di sini tinggi banget tuh. Lihat tuh bawah. Mungkin nih kalau sungai lagi meluap sampai ke sini kali ya. Bisa jadi, Pak. Jauh banget loh. Tinggi banget loh. Dan itu di seberang kita tuh ternyata pulau itu jembatan menghubungkan ke pulau. Ini sungai gede banget dan kapal yang melewat pun juga besar-besar. sama ada kapal ee yang bawa-bawa sayuran segala macam itu ada di sini. Jadi, sungai ini kayaknya enggak cuma menjadi sumber air, tapi juga ee alat transportasi ya. Tapi memang sejarahnya, Pak, peradaban negara-negara di Asia Tenggara berangkat dari sini, Pak. Dari sungai Sekong. Sungai Sekong dan Mekong, Pak. Thailand, Vietnam. Sekong Mekong itu nyambung enggak sih? Gua sih semalam ngecek ada pertemuannya gitu, Pak. Ada pertemuannya, ya? He. Oh. Jadi peradaban Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja tuh dari sini semua. Gua enggak nyangka ini terata sebuah kota yang jadi destinasi wisata. Iya. Semalam orang Korea rombongan ramai banget. Karena waktu di Thailand, heh kita tidur di kota apa itu tidak seperti itu. Trap. Yuk. Tuh hotel kita tinggi juga ya ternyata ya. 8 lantai 7 lantai. Ini bukan for seasons tapi for river. 4 sungai. Oke, karena semua persiapan sudah selesai semua, kami berangkat. [Tepuk tangan] Wah, jalannya tiba-tiba ditutup. Even di kota kecilnya pun ya kalau dilihat itu lagi ada pembangunan loh. Karena ini jawab banget udah border ke Laos nih. Nantinya beberapa tahun lagi akan bagus juga ini. Wih. E, Pak. Oh, kan kita kanan dong. Enggak. Kenapa mereka kayak kaget lihat kau ya? Hm. Karena harusnya mereka lewat sana kali. Oh, sama-sama kaget berarti. Kaget gitu ya? Huh. Kaget. Aku kaget loh. Tapi tadi aku pergi belanja barang, ibu-ibunya itu bisa bahasa Inggris. Oh, seriusan? Heeh. Minimal dia ngomong 1000 aku senang sekali dah kita kanan kan bang jalan kita salah apa bener sih benar kanan tapi gimana tidur semalamnya enggak terlalu bagus loh kamarnya ada betok kaget aku. Iya tapi enggak ada sumbatnya. Iya siap lurus kan kamar kita VIP wis VIP kawan. Hah, sudah jauh dari keramaian belum. Nanti kita lagi masuk ke jalan utama toh ya. Ini sungai sini kenapa sepanjang dari Thailand sampai Kamboja aku lihat ada sungai yang warna cerni ya memang sungainya seperti itu dan peradaban itu dimulai dari sungai kalau di Asia ini. Oh termasuk teraj Lao ya kan. Kira-kira kapal segede apa yang bisa lewat situ? Sebentar teorimu ya tentang sungai yang kita lewati kemarin. Sungai yang sama kah? Ada yang sama kah? Kayaknya sama. Oh wow. Tapi kan habis itu bercabang-cabang kan. Iya ya. Karena kalau kita lihat di sini ini cabangnya itu kena ya. Itu benar-benar tuh percabangan dari banyak. Perchannya banyak. Ternyata ketika kami menuju border Kamboja Laos, kami harus menyeberangi Sungai Mekong yang cukup panjang. Ya, ini kita mau lewat jembatannya. Ternyata cuma satu jalur ya. Eh, dua J. Kan kiri kanan doang ya. Emang lumayan gede ya. Tapi lihat dong itu banyak sekali lampu dan ini jembatan sangat membantu sekali pasti untuk warga sini ya. Berarti dulu mereka kapal. Yes. Tapi memang dulu itu lebih baik naik kapal dibandingkan mereka ngebabat hutan kayaknya. Iye. Belum. Belum lagi jalannya kan naik turun naik turun kan. Betul. Susah banget dilewatin. Jadi ini kayak semenanjung ya. Ah bukan pulau. Mirip kayak Semenanjung. Makanya tadi gua kira ini pulau ya. Berarti tua daratan berbeda toh. Yes. Berarti ini daratan kalau kita lurus terus tembaknya ini ke arah Laos. Betul sekali. Bagus jalannya. Happy kulitnya bagus. Dan ini sepertinya bukan jembatan yang tua-tua banget ya. baru ini kayak masih ya mungkin bukan tahun '90-an ya atau 90-an enggak mungkin 80-an sih kalau dari desainnya ya dan aspalnya sangat baru. Heeh. Entar polisi kah? Janganlah baru aku mulai again. Bukan. Eh tadi depan hotel pagi-pagi ada penilangan loh. Iya nih itu polisi. Polisi itu tentara kayaknya. Baju hijau tentara. Kalau polisi biru ya. Jadi di depan hotel itu banyak polisi lalu lalang ya? Polisi yang sama sih cuma kayak dia bolak-balik lihatin mobil kita terus gitu loh. Apa yang bisa ditilang ya? Bukan. Dia kan menjaga kita. Wah ini orang luar nih. Harus dijaga. Hati-hati. I i janganlah begitu. Jalanan menuju Border Laos sama seperti awal kami masuk Kamboja. Aspalnya sangat bagus dan rapi. Ini jalannya bagus ya, sepanjang dari kota apa tadi? Frontung prank sampai ke ini 7 menit lagi nyampai ke border. Tapi aspalnya itu loh sangat tidak ramah untuk bat. Kasar sekali dan berisik sekali. Tapi enggak ada lubang. Lebih mending dari offroad sih masih okelah. So, so far kita melintasi dua border ini belum ada ketemu offroad ya. Belum belum belum. Nah, bagus jalannya. Mumpung kita belum ke Laos dan baru mau ke Laos. Aku mau naik Bang Rwan dulu. Apa tuh? Ekspektasio pada Laos gimana? Eh, mirip ke ekspektasi awal ke Kamboja. Oke. E, sebagai gambaran Ci Gubernuk Kamboja itu offroad jalannya. Itu kemari di Kamboja toh. Tapi kan ternyata tidak ada ya. Betul. Jadi ini pun gua akan menganggap hal yang sama. Bang Ritwa cek di Google Map pas masuk Laos itu masih full tanah yang masih agak kureng lah ya. I offroad. Sekarang kita bahas tentang orangnya. Ekspektasimu gimana? Di border kalau lihat dari YouTubeYouTube yang udah ada, Korup. Tapi kita pakai agen oh udah ada agen? Udah. Dan-nya murah berapa? Sama kayak kita kena tilang dua kali. Oh, FIP 100 dolar per mobil. Oh, seharga tilang. Gua lebih happy pakai agen ya official kita enggak terlibat suap-penuap tapi dolar gitu. Even 600 pun seperti Thailand gua oke kok. Tapi kan resepi ya. Berarti kotanya tapi kotanya layak. Dan menyenangkan. Oke. So, Laos menurut Anda yang border kan Anda pakai agen jadi K no comand. Iya, harusnya sih dari yang udah-udah pakai EN itu sangat amat mudah dan dikawal. Oke, comparison feeling Anda VNTN versus Penompen untuk kotanya dulu siapa lebih maju? Penompen lah. Kenapa penompen? Ya kan lagi pembangunan gencar-gencaran Kamboja. Berarti sedangkan Lao apa enggak ada stimulusnya kan kita belum tahu. Oke berarti sof untuk jalan dan kota Bang Ritwan akan vot nompen akan lebih bagus dibandingkan di VNI. Oke. Untuk orangnya menurut Anda lebih ramah sama aja atau gimana? Enggak punya bayangan. Ekspektasi dulu dong. Ya, gua enggak mau ekspektasi tinggi dulu deh ya. Kami juga sepakat ekspektasi serendah-rendahnya. Ya, diajak ngomong juga belum tentu ngerti ya bahasanya law apa ya. Ee mereka bisa bahasa Thailand kebanyakan. Oh, aku jagonya sama di kapal bisa. Iya iya Kang Nan ya kan. Oh, ada sapi lagi ya. I ya. Oke, kita akan lihat ekspektasi versus realita di depan. Nah, sudah sampai kita. Nah, ini banyak truk kok traknya ngantrinya berbeda jalur loh. Iya sih truk pakai ngantrinya ke arah depan. Ada apa kan? Woi. Wei megah kali megah kali kita ambil kanan duluah di lokasi katanya. Di lokasi mana? Myanmar. Kamboja. Myanmar. Eh, Laos apa Kamboja? Butti aja ba sini di Laos. Soalnya kan kita keluar dulu. Ini gimana kok ketutup gini? Tanya ini border kampojanya kita mandiri. Nah, ini ke mana nih kita? Kita minggir dulu nanti gua sama Andi turun. Oke, agak aneh sih. Agak sedikit berbeda dengan kamunya kemarin. Bayangan gua bakal ramai penuh orang nih. Kenapa kosong lompong begini ya? Sebelum kami memasuki border Kamboja Laos, kami harus lapor ke petugas Kamboja. Dan seperti dugaan kami, ada uang kopi untuk membuka portal masuk ke border. Luar biasa. lu kalau jadi dia udah selesai boleh dimasukin tinggal imigrasi cuma dia minta duit. Hah? langsung plakat. Iya kita kasih 20 dolar habis enggak ada enggak ada dolar yang lebih kecil. Oh dolar lebih kecil enggak? Kayaknya imigrasi pada minta deh. Ral aja gua ada real. Ya udah. Oke. Menurut lu berapa real-nya kalau ngasih orang-orang begitu? Nah, pertanyaan bagus. Kalau aku paling kita kasih Rp5.000 lah. Heeh. Pantes enggak nanti marah lagi? Nanyalah. Bingung kan? Serba bingung loh. Gak dia minta gimana? Apa alasan mintanya apa gitu kayaknya. Eh, money for coffee katanya. Money for coffee. Oh, coffee murah. Berapa American? Berapa harganya? Berarti tadi kebanyakan ya. 20 dolar ya? Oh, party dia kau kasih dia yang murah-murah ya. 1 dolar cuma. Terus dia nelepon, "Eh, A KTI gua dikasih 20 dolar nih. Lu ngecop minta yang lebih ya?" Ah. Aduh. Hah? Bukannya udah kelar kan? Udah kita udah masuk ke masih masuk toh. Udah dong. Enggak, ini masih nge-cop imigrasi dong. Setelah masuk border Kamboja Laos, kami masuk ke imigrasi Kamboja untuk cok keluar. Mereka terang-terangan loh. Aku udah tak mau komen dah. Langsung tembak angka kah mereka? 20 dolar. 20 dolar no nego. Iya lebih tepatnya malas nego juga sih kan. Jadi bordernya sangat beda sekali ya. Border yang di sana sama yang di sini ya. Jauh berbeda. Heh. Yang dibilang korup hancur tu kayak ini deh. Bukan yang border yang kita yang pertama datang dari Thailand deh. Tapi secara bangunan ini jauh lebih megah. Megah banyak. Tapi kalau tengok mesin scanner X-ray-nya berdebu berlaba-laba. kayaknya emang jarang dipakai sih. Tadi gua enggak tahu ada bule terus dia keluar lagi ke arah sana apa enggak bisa entry atau gimana? Enggak bisa keluar. Harusnya keluar itu kan dipermudah ya, bukan dipersulit ya. Itu mau keluar atau mau masuk? Oh iya benar juga kayaknya itu kayaknya mau masuk deh. Saya tadi aku lihat yang bule apa yang tulis Korea itu. He itu aku enggak tahu apa gimana ceritanya. Endingnya dia ngomong gini, "I call the police katanya." Iya. Lu enggak lama langsung disuruh come come dibawa dikeluar dibawa keluar enggak tahu diapa-apain kelar kok ada beberapa kata I call the police I call the police. Lo enggak tahu gimana endingnya. Enggak tahu. Tapi tadi paspor kita pun juga agak dipersulit sih cuma enggak nemu. cuma kayak enggak nemu kesalahannya apa. Ya udahlah lewat aja lah. Tetap aja dapat 20 dolar per mobil. Border semegah ini tapi sebobrok itu. Kau tengok dak yang tadi datang tuh ya cuma dua rombongan kita sama yang si Korea tuh kan itu semuanya tuh ditahan semuanya untuk dipersulit. kita gila kita aja tadi mau dipersulit makanya sengaja semua semua yang datar dipersulit dulu baru ih ya gitu cuma tadi ya enaknya dia ini sih enggak jadi enggak pakai nego langsung des nembak udah untung nembaknya 20 nego cuma nembaknya 100 nah la bordernya enggak sebagus tadi ya oh ini udah masuk ke Laos toh heeh sudahudah diurusin semua sama agen jadi harusnya enggak ada masalah agen-nya sih sangat representable sih sangat Palente penampilannya bagus. Iya. Dan dia sayangnya cuma bisa membantu di laus-nya aja. Emang Anda mau ke mana lagi? Maksudnya tadi waktu kita proses exitnya dia enggak ngebantuin. Cuma nunggu doang habis itu baru ikut kita bareng. Ter kan kau beli paket apa sama dia. Kau mau paket law only atau paket law ke Samboja? Dia bilang iya tapi jujur ini yang yang gua expect dari border Kamboja. Iya sesuai sesuai. Btw, energiku turun lagi loh di 70%. Enggak sih, maksudnya ini sesuai ekspektasi lah. Karena yang border Thailand ke Kamboja itu bordernya bangunannya jelek sekali. Memang Bu, Bro. Tapi tapi mereka helpful, mereka senyum sampai benar-benar bantuin kita. Gimana sih? Jadi ekspektasi kita langsung duar. Aduh. Aku tuh sebenarnya ya aku ngomong ke Anda kan kita ekspektasi mungkin. Hati kecilku tuh pasti percaya akan ada kebaikan di setiap hati manusia gitu. Tapi tuh secerca harapanku sekarang pudar gitu loh. Aku kayak merasa ah iya iya terserahlah. Ketika kau harap keramahan cinta tak pernah kau dapat. Ya sudahlah. [Tertawa] Kap berapa dolar? Iya iya iya iya. Woi dolar siap berapa? Enggak. Ini kan pakai agen bukan apa? Emang Anda yakin habis border anda akan melalui penjelas 13 jam aman? Bismillah. Nah, aku juga sama kayak gitu. Aku percaya ke kebaikan hati tapi sudahlah aku sudah terbiasa dikhianati oleh dan satu lagi Cherry 38 itu enggak ada di Kamboja. Apa model ceritanya? Mereka itu kayak si Michael bilang, "Wah, mobil mewah sekali katanya." Ah, jadi untuk orang-orang yang di Kamboja ini ngelihat mobil kita dengan dimensinya yang besar, lampunya keren gitu ternyata buat mereka tuh, "Wah, ini mobil mahal nih pasti nih." Ah, yang naik P Sultan. Harusnya Proax sama AWD-nya kita hapus kali ya. Ya, macam baca ya. Kenapa dihapus? Biar kelihatan murah. Oh, campak. Campasa Province ini tolong dari Blackmu diambil ya. Welcome to Lao PDR singkatan pa insurance service. Udah h nyam mukanya cyi-cali disenyumin kita senyum. Eh kenapa kok disenyumin? Kaget gua. Senyum baliklah ya. Buka kaca. What's that? Oh kartu. Oh kartu SIM. Oh SIM already have. Thank you, thank you Indonesian. Wah, benar-benar beda banget nih pelayanan border atau imigrasi Laos sangat profesional dan melayani. Gimana Laos, bordernya? Luar biasa. Berkat agen semuanya jadi lancar. Sesuai prediksi ya. Tapi lucunya agen-nya itu minta dibayar terakhir. Bagus. Sori. Jadi, agen-nya itu tidak minta uang di depan atau ditransfer. Dia talangin dulu. Habis itu setelah selesai semuanya kita tinggal jalan baru kita bayar cash. Very professional. Heeh. Dan itu sudah termasuk insurance di sini. Oke dong, 115 per mobil. Aman semua? Aman. Pasp aman. Gas. Siapa kita? Mau ke mana kita? Lao. Jadi tadi gua nanya-nanya ya tentang Laos. Safe enggak jalan di malam hari? Dia bilang sebaiknya tidak jalan di malam hari. Kenapa? Gajah. Buffalo and cats. Cats. Oh, kucing. Kucing. Kucing masalah. Prek. Ngelenyap. Dia nempel di ban mungkin. Kucing hutan. Wahal. Oh, itu macan kali, Pak. Ah, coba cek di laus apakah ada macan. Nah, enggak offroad tuh. Bagus. pucil sikit. Jangan senang dulu. Masih panjang perjalanan kita. Ratusan kilo loh. Berapan jam dan aspal sama aspal yang kasar ya. Ban kita akan berbahagia di sini. Heem. Tenang. Ban dun lob kita sudah teruci. Mantap. Let's go. Gas. Ada tah-tah besar tengah jalan. Tahi apa kira-kira? Ayo. Itu bukan sapi. Karena sapi itu setupuk semacam luput kecil. Kuda. Kuda bisa jadi atau itu kucing yang dibilang kucing hutan. E enggak mungkin dong dengan tahi sebesar ini. Kucing hutan apa? Macan sih menurut gua macan gak apa-apa kecil dia tak takut kita. Yang penting jangan malam-malam keluar ke jela buat kencing ya. Diterkam macan. Oh kali peta ke Vientin. Ngerti enggak dia? Vientin berjarak 13 jam 50 menit dari lokasi Anda dengan mobil dalam lalu lintas sepi. 13 jam doang. Nah, ini ada bus nih. Weh, karosi mana ini? Oh, itu benar Laos Kamboja tuh. Gak tahu sinyalku hancur kiri berdirimu ya. Wah, kopiknya tadi ini pelakunya. Nah, ini yang dibilang bahaya banyak sapi, banyak buffelo. Bukan buffelo, itu sapi. Kenapa bilang kow ya kau ya? Dan dia enggak geser loh. Oh, nantang dia. Kata bapaknya tadi hati-hati di jalan banyak sapi. Jadi jangan ngebut-ngebut karena dia suka nyebrang sembarangan. Nyebrang begitu saja tanpa berkata-kata dan permisi. Wah, benar-benar pak ya. Benar di sini banyak buffalo. Iya. Enggak berani gua lebih dari 80 kayaknya nih. Berarti Buffalo sudah ketemu. Kita hanya perlu mencari cats sampai sekarang Bang R bertanya-tanya. Catsnya itu apa? Itu cats itu kucing kecil atau jangan kucing besar. Aku tak sama kucing dari tadi ya. Kalau mungkin kalau lagi panas gini emang dia enggak keluar malam dia Surprise ya. Itu ada cats. Kening kambing nih apa sih? Ahah. Pemukiman pertama kita di laut toko bangunan petrol. Petrol trade. Oke. Tahu enggak rasanya kayak di mana? Macam mana? Macam di mana? Kalimantan. Mirip Kalban. Cuma enggak lebar jalannya itu aja. Iya. Kalau ini kan lebar banget ya jalannya ya. Iya iya. Banyak double cabin, banyak alat berat, jalannya rada kuning ya. Feri Kalimantan nih. Cuma jalannya lebar gitu aja. Sama enggak terlalu padat ya gua lihat Luas-luas. Jadi acara acar rumah tuh jauh satu rupa luas. Iya. Rumah tuh halamannya luas banget. Bisa main bola masing-masing rumah. Jangan cuma dia berdebu ya. Ini bukan cuma main bola, nih bisa main catur. Catur bisa bisa bikin liga, coy. Cakep. Om bensin juga jadul-jadul ya. tapi ini masih di border. Nanti kita mendekat Vietnin harusnya sudah lebih modern. Sama ada satu hal yang mirip Kalimantan tahu enggak apa? Siapa? Di tengah-tengah rumah-rumah jelek tiba-tiba di rumah bagus. Mm. Oh, si sultan. Kayak ada satu bosnya gitu tiba-tiba si pengepul. Heeh. Si sultan kayak Kalsel lah. Tiba-tiba rumah mewah. Tapi kalau Kalsel beda mewahnya. Mewahnya mewah banget ya. Kalau itu ultimate luxury itu. Wei, kalian sadar enggak sih dari tadi di jalan? Oh, lebih banyak sapi daripada manusia. Oh, lihat. Gede banget. Wah, ini buffelow ini. Ini buffelo. Kerbau gede banget. Kerbau itu banyak tapi bukan buat ee dimakan tapi lebih karena untuk upacara adat. Setuju ya? Di Toraja ya. Toraja contohnya di NTT semua juga gerbau tu memang untuk upacara adat. Hm. Kira-kira di Laos buat apa ya? Karena kalau ngomong daging lebih menguntungkan sapi untuk memang untuk banyak sawah sini sudah betakor. Jadi kan kebal dipakai ini gue sudah dapat sinyal nipis-nipis buat mencari apa itu la. Nah, itu kemungkinan eh di dari informasinya adalah Asian Golden Cat semacam bunga tapi ukurannya lebih kecil dan warnanya emas. Dia masuk ke keluarga kucing hutan jatnya. P gede Barti keren loh kucingnya. Ya, muncul di malam hari. Aktif di malam hari. Macam-macan dahan, macam kumbang atau macan totol. Oh, macang keren. Oke, not berarti kita tidak keluar malam Berarti warga sini kenapa banyak mau panggung? Salah satunya itu kali ya menghindari kucing. Heeh. Kucing. Kucingnya manjat, Pak. Kucing macan tutul atau prionai lurus bengalensis adalah kucing liar kecil yang ditemukan di berbagai wilayah di Asia Selatan, Asia Tenggara, Asia Timur, dan termasuk Laos. Hewan ini dikenal dengan coraknya yang bertotol-totol menyerupai macan tutul. Meskipun secara taksonomi keduanya berbeda. Yoi. Sepulan jangan. Okey. Woi. Buffalo. Pantesan nak ini ini kerbau kiri nih. Nak nunggu kita lewat dulu ya. Dan ini sibuk menjilat. Anaknya ketinggalan mau nyeberang tuh. Bentar ini masih jilat-jilat. Aduh kencang banget ini. Nak yang kiri ini gak tahuak kita mau lewat anaknya yang belakang gak gak berhenti dia. We di perjalanan menuju VNTN kami menemukan SPBU pertama di Laos setelah dari border. Kami mampir untuk isi bahan bakar sekalian istirahat sebentar. Sudah jalan hampir 2 jam. Ada kali ya. Ada lebih 2 jam perjalanan. Benar-benar laos enggak ada apa-apa ya. Tapi tiba-tiba ada pom bensin PTT yang cukup besar. Besi kita sebetulnya masih setengah lebih cuma kita mau ngisi karena di situ ada cafe Amazon. Aduh kita masih ketemu Amazon. Rasanya masih seperti di Thailand dan di Kamboja. Ternyata sampai ke Laos juga. Luar biasa. Di Indonesia enggak ada ya Amazon nih. Jadi kabar buruknya mereka tidak terima kartu dan kita belum tukar e duit KIP. Belum. Ya udah. Yuk, lewat. Bisa ke Amazon juga enggak bisa. Kita enggak tahu. Coba cek. Coba kita coba cek ya. P kartu bisa enggak ya? Ah, enggak terima ya. Cash only ya. Hanya uang kertas. Oke, Pak. Bep. Mau terima batericano. No sugar. Home. B man. Bentar gua kasih 100 bat. Dia kan gua kasih ini dia ambil 100 bat satu. lembar. Terus kita dikasih kembalian. Ini Rp.000, Rp2.000, Rp10.000, Rp20.000 kembalinya Rp32.000. Enggak salah ya? Bentar. Jadi gua bayar tadi pakai B. Gua kasih B dia ngambil satu 100 bat. 100 itu ke Rp50.000 ya. Rp50.000 terus dia balikin gua Rp32.000 kit berapa tuh 1 kit itu? Rp0,8. Dia lebih kecil daripada rupiah. Iya. Jadi sekitar berapa segitah? R.000-an ya. Iya. Kopinya dong. Kita beli makanan kok agak beda ya ininya ya. Ini cocok buat ke perjalanan B situ tamarin asam Jawa. Agak beda snack-snacknya sih. Wah, ternyata belanja di Amazon bisa menggunakan Thailand BD ya. Tapi sayang untuk isi bahan bakar tidak bisa menggunakan Thailand BD. Yah, gimana? Ini baru Americano. Pahit tidak pakai gula. Aku coba kue sama ini theo ya. Hmm. Terima kasih. Belum saatnya aku pun coba americano. Aku tetap stick pada americano dengan sedikit air. Sedikit gula. Sedikit gula. Ah. Wih pahitnya. Tapi nyaman ya pahitnya ya. Itu pahit yang nyaman di lidah loh. Jadi gimana? Ngerasa kayak bapak-bapak aku jadi kita next-nya cari ATM untuk nukar uang kip. Oke kita udah siap ya. Oke, gas, Pak. Tapi ya ini kan PTT ya, pom bensin Thailand punya. Harusnya bisa bat. Harusnya bisa bat. Nah, ini ada kafe Amazon. Harusnya juga bisa bat juga atau bukan soal siapa perusahaannya, siapa kasirnya. Iya, benar juga. Masuk kocek di bat kali kan. Ingget loh Amazon asep bat makanya. Tapi benar-benar ya ini kayak menemukan oase di tengah gurun. Tiba-tiba ada kafe Amazon B. Sampai ke mana? Ke Amazon la ada. Heeh. Wei lihat ada Finvas. Mana itu tuh VFT? Itu taksi lu Sun SM. Taksi yang ada di Indonesia juga dari tadi di border soal ditanya Vietnam ya? Vietnam ya berarti banyak orang Vietnam ke sini ya? Kayaknya iya boleh enggak kalau kita nih posting kita foto nih foto di pang tuh ada palu arit itu boleh enggak? Gua waktu di Vietnam sih foto begitu sih aman sih. Oh. Yang penting enggak pakai bajunya Semua mobilnya kuning-kuning. Iya. Coklat-coklat. Ini kau habis bersihkan pun kau semprot. Habis coating kuning lagi. Nah, pastilah. Di Kalimantan aja ya di kota-kampongnya kok tak angetemu mobil listrik? Karena mereka tuh lebih sering ke antar kota jauh-jauh dan enggak ada listrik. Tok. Si itu pakainya mobil listrik mungkin dalam kota doang kali ya. Pertama mungkin di sini bensinnya mahal. Oh iya mahal ya bensinnya? kayaknya enggak mungkin murah deh karena kan dia bukan negara offshore kan aja bensin enggak murah karena kita juga banyak tambang minyak tapi kita punya bensin mahal gimana enggak ini kita lagi ngomongin negara orang ya bukan lagi mengkritik pemerintah bukan aku tak kritik aku cuma compare. Kan Anda bilang ini negara bukan negara offshore kan? Oh iya, mungkin di sini mobil listrik itu gampang ngecasnya dan murah dong pastinya, Do. Tapi kalau aku lihat dari konto jalan di sini di mana antar kotanya jauh-jauh, menurut gua mobil itu agak mengerikan jadinya. Mungkin tempat kecasnya banyak. Maybe di Bangkok kurang banyak. Apa itu colokan mobil isi di mana-mana. Enggak, Bangkok sama kayak Jakarta, ibu kota negara. Enggak dari bawah ke atas kan tiap pom bensin. Bahkan gua ada beberapa kali lihat pom bensin itu ternyata bukan pom bensin ternyata pom listrik. Pom listrik benar-benar pom bensin tua kayak di renov gitu terus ee tempat buat dispensernya itu ganti listrik semua. Colokan listrik. Contoh gampang nih. Anda orang tinggal Kalimantan. Tengah lah. Lu bakal pakai mobil listing enggak? Kalau gua dibalik papan sama Sarinda, Samarinda gua pasti pakai mobil kayaknya. Ini tuh vibes-nya kayak kalbar kalter ini sini. Mungkin mereka juga enggak kayak daerah border kali mungkin ya. Tuh lihat tuh ada Vitara atau eskudo. Vitara atau SWB lagi. Benderanya si Lao ini bendera ada biru merah plus ada logo komunisnya ya langsung ya. Enggak. Itu sebelah kanannya emang bendera komunis. Benderanya sebelah kiri gitu. Itu juga vertikal tuh benderanya. Harusnya horizontal. Oh, keren Pak. Sungainya gede banget. Sungai edan. Sikong, mekong, sakong, Mekong, River, River. Mekong nih. Mekong river nih. Berarti kalau aku hanyut sampai Cina aku. E, ini enggak dong. Lu sampai Kja dong. Kan arahnya ke sana arusnya. Oke, aku aku arus belakang anda. Oh, I gila gede banget ini. Ini sungai darasa laut ini. Hei, ini kita belum sampai Vientin sudah terkejut. Hei, keren lah, OS. Mantap. Tapi coklatnya itu ya ke mana-mana ya. Semua coklat semenjak dari Thailand, Kanan kiri ada tempat buat jalan kakinya, tapi semua coklat. Iya, debunya bertebara. Wow. Oke, okelah. Heh. Tadi sepanjang jalan dari border ke sini emang benar-benar enggak ada apa-apa, enggak ada yang menarik sampai sini. Ha, c very cung gede di atas ya. Buddanya juga beda lagi dong bentuknya dong. Berubah beda sama Kamboja sama sama Thailand berubah. Iya. Ini lebih badannya lebih lebih apa apa lebih binagawan nih kayak Dera. Bener loh. Beda loh. Lebih atletis. Lebih atletis loh. Dadanya tuh lebih ngotak tuh ya. Pokoknya beda aja ya. Beda. Heeh. Tapi di Malaysia, Malaysia itu mirip Indonesia loh. Buddhaya loh, patungnya loh. Mirip mirip Kamboja, Thailand. Sebenarnya Thailand sudah berubah. Iya Thailand, Kamboja, sini tuh berubah. Tapi mungkin kita baru lihat satu ya. Enggak tahu yang lainnya nanti gimana. Yoi. Btw, jalan kesar loh. Iya, jalannya gede banget loh. Oh, k sampai ke Vietnaknya bahagia aku. Ah, betul sekali. Tol station ahead. Woi, kita punya hitak masuk tol ini. Gimana nih? Eh, kita ada hit tapi enggak tahu berapa hit-nya. Ini kita balik aja hit-nya berapa ini? 500. Ada logo Visa enggak? Enggak ada. Kita coba standby bentar di kita keel yang tadi ngambil duit makan siang 6.000. Oke lu depan deh ya. Ada tol dong ternyata aku kira ini kayak kayak kalbar yang tak ada tol itu loh. Nah ini orang jaga bensin sampai hulahup saking sepinya berarti lah. Iya dia itu kayak namanya mental health balance. Ayo majulah kau depan. Oke, Pak. Ini, Pak. Lagi buka Google Map dulu nih. Hei, tidak seperti yang ku bayangkan sih. Maju kok. Maju pad bukan kota pusat Ma dulu, Pak. Aman aman. Dan di sini enggak ada enggak ada stimulus dari Indonesia kan? Ah, sampai juga kita di sebuah kota yang ternyata besar dan gua agak surprise. Gua pikir trafficnya bakal kayak Vietnam. Ternyata di sini mereka mau mengalah kurang lebih walaupun semerawut tapi kayak Malaysia ya. di bunderan mereka pada berhenti. Kita maju. Ih, gua pikir kita akan melakukan sodok-enyodok seperti di Kamboja ternyata di sini berbeda. Iya. Iya. Somehow gua lebih suka Laos sih kalau I kalau kompare Kamboja trafficnya ya. Sementara aku vot berarti vot. Laos. Laos loh, surprise. Dan kotanya tuh ee yang gua kaget ternyata ada tol. tapi pas kita pakai HP bilangnya enggak not available in your area. Oi. Sorry. Google enggak diband kan di sini kan? Nah, masalahnya Street View aja enggak available di sini Google Street View. Berarti apakah Google diband sama kayak di Cina? Apakah karena ini adalah negara komunis? seperti di Vietnam dan China. Vietnam Google diband enggak? Aku tahu Cina Google diband aku lupa ya. Nanti cek tahu. Dulu pernah sih ke Vietnam cuma kayaknya bisa deh kayaknya. Gua enggak pakai Google Maps juga sih karena enggak nyetir kan. Betul betul betul. Tadi belum kencang. Yaah. Kita ke sevel dulu. Kita lihat makanan sevelnya ada apa aja. Isinya sama kayak di Thailand persis dan logo halalnya pun juga halal Thailand tuh. Halal Laos, halal Kamboja enggak ketemu sih. Jadi ini Thailand, Kamboja, Laos itu semua levelnya sama isinya ya. Persis persis tuh halalnya sama ini Pak, ini enak banget, Bang. Wstick i halal juga kita campur sama hot dog. Enggak ada hot dognya. tempat roti ini nih halal enggak nih? Nah, itu yang halal tuh gua itu aja nih. Nah, nih ini combo maut gua nih. Halal halal dipanasin dipanasin masukin tengah be enak diipal I. Sebelum melanjutkan perjalanan, kami istirahat dan makan siang di Pakse. Pakse adalah salah satu kota terbesar di Laos dan merupakan pintu gerbang utama menuju wilayah selatan negara tersebut. Terletak di sungai Sedon dan Sungai Mekong, kota ini juga merupakan ibu kota kerajaan Campasak hingga bersatu dengan Laos pada tahun 1946. Penyeberangan perbatasan yang paling umum digunakan untuk melintasi dari dan ke Thailand di dekat Pakse adalah pos perbatasan conek Pangtau yang berjarak sekitar 40 km dari Pakse. Ini menghubungkan Pakse dengan kota udon Raptat Cani di Thailand. Jadi kita tuh ada dua jalan ya. Weh, ini pertama kali kita jalan tanpa videografer. Woi, aman tadi woi aman. Kameranya pegang kepala kan? Ini kopimu. Oh iya taruh belakang saja. Dan ini kuemu Bapak. Oh iya nanti aja. Hm. Taruh sini aja biar dingin. Nah tadi itu sebenarnya beli ini bukan karena pengen sih, karena lapar sekali. Dan ini sendoknya. Lapar sekali. Enggak ada makanan. Tiba-tiba ada shvel. Alhamdulillah masih ada shel, Pak. Jadi setelah kita cek ada dua jalan, Pal. Yang pertama jalan yang selama 11 jam ini. 11 jam sampai ke sampai ke Vientin. 11 jam dari sekarang. Satu lagi adalah jalan yang cuma 9 jam. Hemat 2 jam. Ada tapinya. Tapi. Tapi apa? yang 9 jam itu lewat Thailand Jadi tadi jalan yang tadi itu kita lewat ada tol itu adalah jalan kalau kita via Thailand. Keluar Thailand dulu. Iya. Jadi ternyata ke Vientin itu lebih cepat lewat Thailand dibanding lewat sini. Tuh ini kita jalan yang no tools. Ini gua nitik ke Vientin tapi adsop-nya gua ada masjid tuh di sini pada ngasih jalan. Masih. Iya benar Pak. Iya baik. Tadi tadi juga gua kaget pas di putteran itu masih dia berhenti loh. Wow law. Hah. Jadi walaupun dia banyak motor juga tapi kayaknya kita akan lebih sedikit santai ya. Ah ngambil duit kan by the way? Udah dong. Wi Iya banyak karena lebih kecil dari rupiah nilainya. Betul nominalnya mirip-mirip sama rupiah lebih kecil ya. Dan di sini banyak suprafit pal. Entar kita baru keluar dari parkiran ya. Prodit banget jalannya. Tenang ditungguin kok. Dan dia mau ngalah loh. Supravit dia banyak nih. Ada Toyota Siena nih. Ini mobil dari Amerika. Karena dia setir kiri kan jadi ya bisalah. Ada Jimny. Setir kiri juga enggak nih? Setir kiri lah. Wih. Ini kita yang anomali nih. Anomali. Ini Jon di belakang mau tidur katanya. Kekenyangan. Tidur Jon. Ingat ya. Makanlah ketika lapar. Berhentilah sebelum kenyang. Memasuki jalanan antara, jalanannya hancur banget. Ampun, ampun. Tiba-tiba jadi jelek jalannya. Wah, Ciluk P. Ciluk B. K enggak bersih di mana? Mana lu? lagi lurus nih. Kencang lulus tiba-tiba ada der. Aduh, jalanan lucu begitu tuh. Suka bikin ribet tuh. Tapi belum sebanyak itu. Artinya masih banyak lurusnya. Masih banyak lurus. Benar. Heeh. Tapi di tapi ini gua lihat ya ini jalan aspal ini kayak jalan aspal jadul banget gitu. Heeh. Iya benar. Udah kayak bertahun-tahun nih enggak diperbaiki enggak di aspal lagi. Heeh. Nah, yang sebelumnya itu bagus tuh dari border. Betul. Dari border rapi. Ini masih cokelat ya, tapi enggak secokat itu sama ya itu jalannya itu banyak tambelannya sih sebenarnya sih. Udah ditambel-tambelin Pak ditambel-taelin. Cuman dalam kondisi aman belum nyaman. Iya. Jadi kiri kosong enggak? Kosong. Jauh. Depan tikungan. Karena karena kita setir kanan enggak bisa ngelihat kirinya gimana kan. Benarbenar kalauanya posisi kiri kita bisa nyalip enak enggak usah nanya. Ah. L jadi harus matanya benar-benar. Awas ke kiri ke kiri tuh lubang lagi. Udah ya. Semoga cuma di sini doang nih. Keb lagi bagus. Karena ini baru jalan ke sini doang nih yang jelek nih. Yang tadi sih oke bagus. Oke, oke. Bagus banget sih. Enggak ya, tetap kalah sama Kamboja ya. Kamboja pas baru masuk border kemarin luar biasa. Wah, itu jalannya si top mulus masuk tol mulus terus. barulah ini lu perhatiin deh Pak Jim di rumah rumah. Itu tadi gua lihat banyak yang punya alat berat. Jadi yang parkir itu ada backo, ada bekonya, ada mobilnya, ada mesin tanam atau apa gede-gede ditaruh di parkir di dalam rumah. Pantesan dipaksa tadi banyak yang jual, Pak. Hmm. Banyak traktor. Traktor tuh biasa gitu loh buat narik gerobaknya. Di sini rata-rata rumah tuh biasanya ada motornya sama mobil rata-rata double cabit. Betul, double cabin. Fungsional. Iya, sangat fungsional. Sini memang enggak sebanyak di Thailand ya. Tapi lebih banyak dibandingkan di Indonesia sih gua rasa. Orang-orang yang punya mobil dalam rumah Jelas. Iya. Benarbenar. Heeh. Nih pos checkpoin. Checkpoint Checkpin. Udah gitu aja tuh. Double cabin tuh berapa biji tuh. Jadi meskipun di kampung tetap orang punya mobil double cabin yang lumayan bagus menurut gua ya. Klong enggak sekamboja sih. Kalau di Thailand itu kan mobil pick up, mobil double cabin diceper-ceperin dijadiin buat angkut penumpang ya kan. Kalau di sini traktor. Waduh jalannya. Nah ini selamat jalan. Wah dari kabupaten kabupaten Pakse. Engak pura selamat jalan. Heeh. Cuma kita enggak bisa baca ya. Lubangnya makin gede. Iya. Oh, lubangnya besar. Si John tadi nanya ini jat jalan-jalan seperti ini kaki-kaki mobilmu yakin. Aduh, kau kan orang Kalimantan ya. Kita udah keliling Kalimantan, Pak. Ini masih belum sih, masih belum tapi enggak tahu ya. Belum belum kelihatan juga sih. Ini kan baru baru seperempatnya laus aja belum kita. Di tengah perjalanan kami kena razia. Waduh, apakah bakal ditilang dan kena denda uang kopi ya? oke, thank. Thank you, brother. Thank you. Tadi ada pos. sebenarnya ada banyak pos ya. Checkpin. Check poin banyak. Cuma ini baru pertama kali kita diberhentikan dan kita ngobrol ngajak bahasa Indonesia enggak tahu, bahasa Inggris enggak tahu apagi. Terus oke oke okeah lanjut lanjut aja enggak pakai diperiksa juga. Sama-sama bingung udah begitu. Iya mau lihat Google Translate lihat tuh sinyalnya juga tak ada. Aduh ampun sinyalnya. Jadi kita pakai Java MYV dan gua juga e beli roaming ya. Eh tapi dua-duanya tidak berfungsi di beberapa tempat. Jadi di sini masih banyak lost signal juga. Blind spotnya banyak sekali. spotnya lumayan banyak. Jadi bukan karena eh device kita, Tapi emang karena negaranya itu emang belum terkoneksi. Tidak semuanya dapat koneksi internet Merata, belum merata. Akhirnya polisinya juga ya udahlah jalan jalan jalan jalan jalan jalan jalan daripada bingung sendiri. Awas sapi. Iya kan benar kan dia nyebrang kan. Aduh, anakannya lagi. Coba lihat ada pertandanya enggak. Dia pertandanya apa? Kagak ada. Ada itu biru-biru itunya kalung. Kalungnya tuh ada kalungnya, ada talinya sama ada ayam. Ada kan? Ada ya berarti ya tandanya kalungnya Iye kayaknya ni ya. Gua lihat ya sebelah kiri kita tuh ada bukit ya. Bukitnya itu kayaknya enggak ada bangunan sama sekali. Enggak ada. Benar-benar hutan. Dan pohon-pohonnya juga kayaknya masih lebat banget, Pak. Asri ya maksudnya kayak masih asli gitu Bukan yang udah ditanemin. Iya, Pak. Masih. Dan kalau kita lihat nih ya di peta ini kayaknya bukit itu yang membatasi Laos dengan Dan di sini tuh ada ada sungai. Sungai apa tuh? Eh, apa itu? Sungai yang membatasi dengan Thailand. Sama di sini tuh kayak banyak lahan yang lurus enggak pakai naik turun naik turun ya. Cuma kayaknya enggak semuanya digarap sebagai lahan buat entah itu pertanian kek, sawah enggak dimanfaatkan untuk itu atau enggak perkebunan apa gitu ya. Uh Lala temulah jalanan begini. Maksudnya kalau buat nanam pohon apa gitu ya jeruk banyak gitu ya. Ini kayak dibiarin gitu aja, Pak. Udah. Atau mungkin kayak di New Zealand dibikin padang rumput tapi buat ini buat ternak gitu loh. Ini juga enggak ternaknya juga kosongkan begitu aja, Pak. Ini begini apa mungkin karena ini kalau gua lihat kayak ada genangan-genangan tuh rawa-rawa kali ya. Enggak juga, Pak. Rawa juga enggak banyak. Sawah-sawah juga masih ada kok. Oh, iya. Heeh. Sawah itu kan enggak tahulah. Gua kurang ngerti lah. Waduh, razia lagi. Apakah kami bakal lolos ya? Terus, terus. Matiin, matiin, matiin. Tangan lama tangan lama. Biar aja. Mari. From Indonesia. Halo, Brother. Jadi, kita diberhentikan lagi ya. Eh, checkpoint. ada beberapa checkpoin, tapi mereka cuma nanya, nanya kita mau ke mana, dari mana? Enggak minta paspor, tidak mintauh. Mereka cuma sekedar bertanya, cuma nanya saja. Iya. Ee agak tenang sih. Iya, Pak. Ternyata checkpnya begitu, Pak, ya. Iya, iya, iya, iya. Kalau di eh Kamboja, wah yah. Siap-siap keluar lagi. Dolar, dolar, dolar. Padahal kita enggak ada pelanggaran. Enggak ada. Enggak ada pelanggaran. Emang cari duit aja ya, dicari-cari aja sama mereka. Asal banget sampai kita kemarin tadi tadi pagi sama kapan ya? Kemarin malam yang bukan pas kita mau keluar gitu kan. Oh pagi depannya ada Rajia enggak? Kemarin juga sama kayaknya deh. Gimana gitu ya? Entar dulu deh tunggu Rajia selesai baru jalan. Nah gitu aja kejadiannya tuh. Gitu aja mulu. Selalu begitu. Kamboja. Kamboja di sini aman. Ya penting ramah aja buka jendela emang turun ya turun udah aman turun aja cuman kalau di kamp kita udah selalu negatif thinking bak iya iya iya laos ya lao lao lao lao surprisingly ya okelah diberhentiin enggak apa-ap l tanya baik-baik juga di baik-baik nanyanya kita jelasin baik-baik aman walaupun enggak senyum semakin mendekati ibu Kota Laos jalanan semakin parah. Banyak jalan yang berlubang dan besar-besar. Jadi di Laos ini ya ee antar kota-antarkotanya itu cukup jauh ya. Dan jalannya ini kurang lebih sama kayak Kalimantan nih. Tuh lihat kayak gini nih. Tuh batu aspalnya tuh beda gitu kasar, tebal. Jadi ini kayaknya ban ini tuh ee cepat habis kalau kita lewat sini. Nah, itu lubang tuh kayak gitu ada pot ho tiba-tiba. Tadi aja sebelum masuk sini itu lubangnya juga gede banget loh. Terus lihat ada lubang segede gini juga. Jadi banyak ciluk bannya sama seperti di Kalimantan. Cuma ini pasirnya sih agak beda sih. Pasirnya tuh kayak ada campuran kerang-kerangnya ya. ada batu putih gitu loh. Jadi agak unik. Dan bensin di sini cuma ada dua pilihan. Yang pertama bensin dan diesel. Bensinnya itu Ron 91. Tadi kita di PT yang cukup gede ya di tengah kota sama cuma 91 sama diesel. Tapi untunglah karena mobil kita ini meskipun dia pakai turbo bensin tetap bisa diisi minimal Ronad 91. Kita sengaja nyalain mini kenapa? Karena banyak lubang. Biar lebih jelas. Sem. Ah 92 deng. Jadi kita ngisi round yang dari tadi di Laos itu under ya, under spec ya. Tapi enggak apa-apalah kita udah pasang BRQ. Jadi ya inilah hal-hal yang seperti ini yang tidak kita inginkan bisa ee tertanggulangi. Ini yang gua bilang ya. Di sini tuh rumah panggung tapi bawahnya ada Hilux double cabin kayak di Malaysia ya. Jadi Malaysia walaupun di perkampungannya juga itu dia tetap punya mobil gitu. Di sini juga kurang lebih sama lah. mengecek keadaan mobil karena perjalanan menuju ibu kota jalannya sangat kacau. Kenapa truknya begitu pelan dan berjoget? Dia berat J panjang. Dia berat dan panjang. Saya tahu saya tahu. Tapi ini emang jalan paling jelek nih sepanjang kita di Viet eh Vietnam Laosia Tenggara. Wow. Besar kawan. Ini definisi bulan. Oh, Bopeng. Bopeng ya? Iya. Gil ini ada dua hal yang aku rasakan di Laos. Pertama, sepanjang Asia Tenggara ini kan ini kan pertak keraos di Kamboja aja walaupun agak semeraut masih ada sinyal masih 4G lah. Ini sinyal sudah e tak ada dua jalannya hancur Ini ini hancur loh. Ini kategori hancur. Hancur banget hancur banget. Wupun kita bersyukur dia enggak full off road tapi at least dia tuh full of surprise. Dia kalimatnya lebih bagus ya. Kalau orang nanya aku los jangan rusak gak hanya full of surprise saja. Oh ini mah rusak banget ini. Janganlah pujiilah sikit bang puji sikit lah, Bang. Udah enggak bisa dihindarin juga. Tadi kau baru puji orang la baik-baik. Dia punya aturan mengemudi ramah macam Malaysia. Ya. Tap itu kan kita jujur. Yang bagus kita bagus, yang jelek kita bilang jelek. Kan gak kita menggunakan kalimat yang konstruktif. Jangan, jangan kita menipu yang nah aku tak nipu. Aku bilang jalannya kita bilang bagus semua gitu. Enggak juga kita harus jujur. Mana yang bagus, mana yang jelek. Ya tadi aku ngomong yang jujur kau bilang jangan. Ada ini opo? Ada pos. pos polisi. Oh i kenapa kamera? Kok agak horor dia punya lampu nih. K timbang. Timbang. Jembatan timbang. Oh oke. Kami sudah melihat sisi putih dan sisi gelapnya dunia le dalam. Behuh ngeri sampai gelap muka kita tak nampak apa pun. Ya ya ya. Muka kau tak nampak bang. Nak muka kau tak nampak literali. Ya sudah ya sudah yuk. Udah dah. Karena hari mulai gelap dan perjalanan masih sangat panjang menuju ibu kota La. Kami mampir ke kota Seno untuk istirahat. Hah. Kita baru sampai di sebuah hotel. Karena hotel kita itu eh kita udah ke tiga hotel ya. Iya. Ini yang ada ini yang sana penuh semua ya? Iya penuh. Gua survei satu penuh mereka survei satu penuh dan akhirnya ada yang di sini. Tapi ini kayaknya agak tua ya harganya manusiawi R50.000 kit du justru di bawah R1 juta tinggal dikurangi 20%. Jadi rumusnya adalah tinggal kurang 20%. Iya ya R10.000 Ib lah ya berkamar. Oke, yuk kita lihat seperti apa. Uh. ini tambahannya baunya enggak enak ya. side loh. Ini winnya lucu banget. WC-nya enggak nempel. Ini apa nih? Wah, lu buka pintu aja enggak bisa. Iya, balkon. Tapi aneh. Okelah, Rp200.000 saatnya kita makan. Alhamdulillah sampai juga. Setelah perjalanan kurang lebih 12 jam dari border Kamboja Laos, besok kami akan melanjutkan perjalanan one million Journey menuju VNPN ibu kota Laos. Sampai di sini dulu episode kali ini. Terima kasih sudah menonton dan sampai jumpa. Makanya libur kali ya. Enggak ngerti ya. Jadi ini kita lagi berdiskusi kita sudah keel 5 ATM semuanya tutup yang kepisah sendiri pulaunya jauh kok bisa gimana ceritanya nyasar ke laos? E dari orang tua yang mendengarkan suara WC pada kita enggak ada orang. Oke. Hei. Hei на нарана нара нарана
