1M JOURNEY TOUR DE ASEAN: MELIHAT KOTA KUANTAN DARI KETINGGIAN 188 METER! (YouTube Video)
Jumpa lagi di Oneem Willen Journey Tour the ASEAN. Pada episode sebelumnya, kami senang sekali bisa mengunjungi salah satu taman hiburan yang sangat digemari wisatawan di Singapura, yaitu Universal Studio. Pada episode kali ini, kami kembali ke Malaysia tepatnya di Kota Kuantan untuk eksplorasi lebih mendalam ke tempat-tempat wisata yang pastinya menarik untuk dikunjungi. Kira-kira ada apa sih di kota ini? Tonton terus videonya. [Musik] нана. Oke, selamat pagi. Pagi, pagi, pagi. Ini hari ke-8 dan Kamis sudah ada di Kuantan. Kuantan, di Pahang. Hari ini kita mau coba explore ada apa aja di sini. Dan tadi tim JJo udah gua suruh duluan karena semalam dia enggak makan nasi ya. Enggak mau makan nasi. Gua suruh duluan ke namanya restoran Daud, restoran India seperti biasa sama Mas Eko. Nah, ini kita prepare-pliper dulu kemudian jalan nyamperin mereka sarapan dulu baru kita explore. Karena kebanyakan tempat wisata dan tempat makan itu di sini bukanya jam 12.00 siang. Jadi ya udah kita sarapan dulu, makan di sana. Kita explore kota ini dulu baru kita lanjut perjalanan lagi. Yuk, ikutin kita mau ke mana hari ini. Sebelum kami pergi ke tempat-tempat yang menarik, ada baiknya kami mengisi tenaga dengan sarapan di restoran Davut, sebuah restoran khas India yang cukup terkenal di kota ini. Oke. Ee udah ketemu sama Jon dan Riana. Habis makan juga ya. Kenyang. Perut. Sudah enggak masalah. Sudah lebih mendingan. Aduh. Pakai ada acara salah makan. Gua khawatir itu sampai takut naapa-napa gitu selama perjalanan. Kita juga sama selama perjalanan juga kemarin-kemarin jaga makan deh gitu. Kan kemarin kalau enggak salah timmu ada satu ikak tipes di Kalimantan. Oh enggak. Dia dari berangkat sudah kena tip sebenarnya. Wah dipas sudah selesai. Mantap. Alhamdulillah aman. Nah, sekarang kita mau ke tower 188. Ah, itu bisa tah di Kuantan bisa, bisa, bisa, bisa kelihatan Kuantan dari atas. Bisa. Oh, kita bisa ke atas. Kita akan coba ke atas. Good, good, good. Nah, Om Jonn yang bawa ya. Untuk pertama kali kita coba bawa. Aku enggak terbiasa bawa karena kecepatannya lumayan cepat, Pak. Oh, kalau yang kemarin-kemarin jadi pas aku injak injak gas dikit terus gini gini aku jadi merasa, "Eh, seram kali mobil ni." Enggaklah. Memang gasnya mantap, cuman enggak segitunya lah. Cobain dulu di sini nyedirnya. Siapa tahu jalan lagi. Oke, silakan Om Jun bawa. Siap gas. Dikarenakan kota Kuantan yang tidak terlalu besar untuk mengunjungi tempat-tempat wisata satu sama lain tidak terlalu jauh seperti tower 188 yang akan kami kunjungi. Hanya berjarak 1,5 km dengan waktu tempuh sekitar 4 menit. Kami akan segera tiba di sana. Ya, sampai juga di Tower 188. Eh, menara Kuantan 188 ya. Kenapa 188? Apa artinya itu? Nah, itu saya juga karena 188 m. Oh, 188 m kayaknya. Tapi 188 tinggi banget ya. Iya, kayaknya lebih 100 m deh. Lebih dari 200 m kayaknya. Iya, tapi kita ya main aja nanti ke dalam. So banyak menceritakan sejarah Kuantan juga di dalamnya. Galeri-galeri foto-foto juga apa yang ditampilin di atas. Dan tadi gimana J ee ya pengalaman nyetirnya agak aku gak terbiasa sih karena kita terbiasa bawa mobil muatan 2 3 ton kan. Jadi mau bawa mobil gitu kayak enteng banget ya kayak kena angin bakal goyang gitu. Dan sampai jangan ngerekam GoPro dulu, jangan ngerekam GoPro dulu. Tegang banget tegang tegang banget enggak terbiasa. Padahal dari tempat makan ke tempat ini cuma sekitar 4 menitan 5 menitan lah bawa mobil. Oh, di versi saya selah 1 jam, Pak. Tegang banget dia baru nyetir di apa? Malaysia. Tapi sebenarnya sudah pernah kan nyetir di Malaysia? Di Sarawaknya pernah. Sarawak pernah kan? Betul. Coba aku pernah di klakson eh apa pernah di MARA gara-gara aku enggak tahu ternyata tuh mesti ada aturan yang enggak tertulis. Heeh. Enggak kayak Indonesia kan belok kiri kanan atau masuknya terserah kan. Sini mesti nunggu orang dulu kasih jalan dulu. Benar ada laluan dulu. Jadi ngasih orang lewat dulu. Iya aku terbiasa tidak tertib soalnya. Ya, itulah makanya yang perlu kita contoh adalah hal-hal seperti itu. Banyak belajar dari Malaysia. Mantap Malaysia. Eh, supaya nanti kita di Indonesia bisa bawa kebiasaan itu jadi lebih baik cara berkendara kita. Ee kalau kita pakai cara ini di Indonesia kayaknya kita yang bakal diam. Oh, benar. Saya juga pernah nerapin itu mulai di klakson. Iya. Lampu merah berhenti di klakson harus maju lagi gitu dikejar. Ya sudahlah enggak apa-apalah. Tapi kita kita belajar. N kita mau masuk ke dalam. Tapi cari du t mau foto-foto dulu. Oke, kita main ke dalam. Menara Kuantan 188 adalah menara ikonis dari landmark baru di Kuantan, Pahang, Malaysia. Menara ini merupakan menara tertinggi di pantai timur semenanjung, Malaysia. Nama Kuantan 188 diambil dari tingginya yang mencapai 188 m dan merupakan salah satu objek wisata utama di negara bagian Pahang. Menara ini terletak di tepian Sungai Kuantan dekat kawasan rekreasi Laman Terutum. Desan menara ini terinspirasi oleh bentuk tombak tradisional pahang, yaitu Tombak Pahang. Menara Kuantan 188 diresmikan oleh Datuk Sri Haji Wan Rosdi Wan Ismail, Menteri Besar Pahang pada tanggal 21 Februari 2021. Dengan ketinggian 188 m, menara ini bukan hanya menjadi menara tertinggi di pantai timur, Malaysia, tapi juga melambangkan semangat pembangunan modern di Kuantan. Jadi, ketika ada pilihan tiket ya, ada yang sampai skydeck yang paling tingginya kita bisa keluar kena angin segala macam ya. Persis Monas itu kita kenanya RM27. Kalau cuman observation deck yang dalam kaca dalam ruangan indoor itu kenanya RM3. Coba ni SK. Oh ya udah mumpung lanjut sampai 27 sampai aku kasih tahu duluan ya. Riana tuh fobia ketinggian dan dia minta ke situ jadi aku ikut. Oke berarti sampai skydeck ya sampai paling atas ya. Ingat ya tadi kerekam kan dia minta yang mau yang luar toh. Nanti kau lihat kalau dia teriak kau rekam kau rekam pulang pokoknya saya udah sampai ke sini. Oke oke oke berarti skydeck seven ya. Tujuh orang ya skydeck tujuh orang ya. Gua jujur aja takut ketinggian [Tepuk tangan] dan ini mungkin adalah gedung tertinggi yang bentuk tower yang pernah gua Iya. Skydeck level 1 dulu. Satu dulu kita boleh satu dulu. Oh yaudah Rahmat. Rahmat hilang. Kita coba setakut apa gua juga takut sama. Oke. Dan lift-nya outdoor lagi. Oh iya kelihatan ya. Oh iya baru nyadar loh. Lif-nya outdoor lagi. Iuh tapi indah banget sih harusnya ya. Aduh aduh degdegan langsung blackout. Aduh wow keren banget. Oh tingginya ini. K lantai berapa? Wah ada kapal. Kapal enggak ini lantai berapa? Lantai satu. Masih air terus tuh. Masih R terus setinggi ini cok. Langsung langsung yang paling tinggi satu nih. Enggak kita ke satu dulu nanti bisa ketiga. Hah? Gua get lu takutan makin lamain takut kamu mah roller coaster. Jadi kalau udah gelap nanti dia langsung gini. sama dong jangan tadi dibagi wahana oke menara ini terdiri dari tiga lantai utama yaitu ada observation deck lalu ada restoran dan yang terakhir ada open sky deck ini kayaknya foto-foto sejarah dari Pahang kali ya yang dipajang-pajang di sini terus ada juga e lukisan terus dari sini Ini di ruangan indoor ini kita bisa ngelihat pahang 360 derajat. Keren. Oh, kelihat orang hutan lagi sana tuh. Wow. Oh, wow. Senang banget ya sekali. Wow. Tuh galeri digital Makkilau. Ini penjelasan-penjelasannya. Jaga agama, jaga bangsa, jaga negara. Jangan sampai bangsaku tiada negara. Jadi memang prinsip mereka adalah yang gua suka ya dari Malaysia ya, yang gua suka mereka selalu mendoakan pemimpinnya supaya jadi pemimpin yang baik untuk negaranya. Bayangin didoain banyak orang apakah enggak jadi baik untuk pemimpin. Benar enggak? Harusnya kita memang selalu mendoakan pemimpin supaya memberikan kebaikan buat kita semua. Pagi-pagi sudah saksinya beliau ini karena makanannya enak tadi. Karena begini di atas begini di atas begini. Ini masih masuk akal. Eh ini udah udah masuk ke kategori yang itu kah yang indoor ini. Ini indoor. Ini indoor ini indoor. Nanti kita ke lantai tiga. Eh yang lantai atasnya itu outdoor. Oh oh ini masih enggak berasa. Masih ok lah Ini masih atau mau coba yang tadi gelantungan di luar itu? Enggak. Terima kasih aku gak ternyata. Seru juga ya kalau sebuah kota itu dibikin tower untuk kita bisa mantau. Lu pernah ke ke Tokyo Tower? Belum. Belum pernah ke Tokyo Tower. Lebih tinggi dari ini enggak kira-kira? Lebih lebih. Nah, itu kan ini. Ayo tebak-tebakan. Kita akan keliling ASEAN. Betul. Dia akan melihat Anda hadap ke sana. Hadap kamera. Anda hadap kamera. Oke, sebutkan total semua negara yang ada di ASEAN. 10. Ayo 10 kamera apa aja? Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Laos, Kamboja, eh Vietnam, Myanmar. Aduh, lupa lagi gua. Lupa lupa lupa. Oh, Filipin masuk berarti ada sembilan ya. Ada satu lagi. Timolesnya tuh masuk. Timolesnya masuk ASEAN. Bukannya dia ini Oseania enggak tahu. Aku cek di Google dia muncul Timoleste. Oh iya. Lalu kalau dibaca total negaranya dia masukin Sabah juga masuk. Oh iya iya. Sabah masuk total 11. Aku bingung ini data mana. Karena di sini itu negaranya cuma berapa tuh? 2 3 4 5 6 7 8 9 10. Kenapa? Karena Malaysia itu kan ada beberapa negara bagian tuh yang masuk ke Sarawak sama masuk ke yang lain toh. He he. Cuma yang sah cuma ini sih aku. Tapi boleh diinformasi juga ya. Maksudnya kita juga takutnya salah nih. Karena kadang informasi di Google itu sih siurul bahwa warga Malaysia bisa jelaskan apakah benar ada Sabah masuk sendiri gitu masuk sendiri itu itu kita kita enggak tahu ya. Yang 10 sekarang kalau kalau secara resmi di ASEAN 10 informasinya dan enggak tahu juga apakah timornya masuk ASEAN juga atau Oseania kita enggak tahu. Feing Kya enggak karena pas aku pergi ke KTT ASEAN yang ada di Pelabuhan Bajo total berira 10 juga. Jadi buka di Google pucuk timul kan. Oh gitu. Ceklah informasinya. Kadang informasi suka simpang si tapi yang jelas ini yang ditampilkan negara ASEAN 10 ini kok gua lupa negara ASEAN Filipina sebut tadi ya. Saya kita enggak ke sana toh. Oh iya nyebrang ya kalau ke sana. Nyebrang nyebrang itu pemandangannya. Ah keren banget get enggak? Heh enggak get aman. Ini masih belum. Oh masih belum. Masih aman karena kan masih luas kan. Ih keren nih. Dibuat dari Lego. Keren. Sertificatasi sekolah kebangsaan Tungku. Tuh tuh tuh. Pak Ridwan nyesel enggak ke sini? apa? Ke sini lagi Pak Ridwan ya. Ke sini lagi dong. Gua pengin nyoba ini dah. Eh, nyoba mesti coba kopongnya kan Anda bisa lihat sampai orang-orang di sana kali. Iya, ini jauh banget punya cuma agak bikin pusing. I di dek ini kalian bisa melihat sekeliling kota Kuantan melalui teropong yang disediakan di dalam deck dan kita juga bisa melihat sejarah yang diceritakan melalui dokumentasi tentang menara ini. Sama kayak di waktu kita ke mana? Tip of Borneo I juga ada pelang penunjuk arah cuman jauh banget arahnya mah dekat cuman KM doang. Oh iya benar. 2.274 km saja kita bisa sampai ke Manila. Philipin. Philipin. Oh berarti Philipin Karsana. Ada juga jarak yang sebelah sana ada Arab Saudi sama Palestina. Wii keren banget. Coba lihatin ini ada chimi sama chimi. Oh cim. Hotenom pen Cambodia juga sama annoying loh Being ya kita buat new 360 aja 7.000 loh nyampai berarti kita sampai Beijing habisnya balut wo lagi banyak oh itu tuh Palestin Borneo R.000 kan ini R7.000 nih R.782 82 sudah sampai Palestina. Mau ke Arab tuh 7.117 km. Sudah siapin nih jaraknya Borneo sudah sampai nih kita. Nah, tuh ada kiblat jug tuh. Aduh, mantap Pak kayak Pak ini J yang ini J ini bisa lompat-lompatan gitu. Oh, ini yang di sini. Oh, mainnya di sini doang ini ya? Mainnya di sini. Jadi tuh yang di situ tuh ini Bangi jampi enggak sih? Enggak kan? Enggak. Cuman jadi kita dikasih karabiner gitu diikat di sini terus jalan terus bisa lompat. Ih gitu. Aku bayangin nih ini lutut udah udah lindung-lindung lucutnya. Jangan lindung-lindung tempat cuma satu lantai tapi kena angin tuh jadi kayak berasa ya. Jadi keingat gimana kemarin Mas Farhan naik roller coasternya itu beda? Beda ini. Tapi keren banget sih. Beda sih. Coba tapi coba tengok sama ke sana Mas lagi. Jadi jadi ini tuh bukan cuman menggantung ya. Jadi dia sistemnya kayak rel gitu dan dia untuk ininya roll gitu loh. Pakai roller gitu. Jadi kita bisa lari C terus kita we terbang gitu. Uh seru banget. Cuma tadi biayanya lumayan ya sekitar 900-an satu orang. Tapi safety banget sih kelihatan tuh. Iya, kayak pintu sliding rumah kita. Eh, bentar. Hampir 900-an ya. Hampir 900. Nambah dikit kalian dapat itu dong. Universal Studio dong. Iya sih. Y gua bener ya kan. Tapi mending sini sih gua. Oh iya, Kak. Aduh tuh mau nyobain ini. Ini terpisah enggak ya? Apa jadi satu ya? Apa? Terpisah. Terpisah. Satu-satu. Kasihannya dipisahin Alah jok sebapak-bapak masuk. Tapi kayak dibikin baji jumping. Seru deh. Hah? Seru deh baju jumping deh. Kayaknya yang itu loh. Nah, ini loh harusnya berhentinya di jembatan tuh. Tuh yang apa gitu namanya apa? Flank Fox. Nah, Fox. Nah, kemarin tuh juga ada gua ngelihat di TikTok tuh ada orang yang dia ee lompat gitu dari gedung ini pakai parasute. Wah, keren banget itu. Keren banget. Bisa saya, Mas? Itu kayaknya profesional itu. Profesional. Enggak boleh begitu-gitu. Ya, kita pakai ini aja nih kalau mau nih. Ada yang mau? Ada yang mau? Mohon langsung aja datang ke sini. Mohon boleh tapi buat stok shoot katanya. Buat stok shoot. Kalau buat stok shoot enggak apa-apa nih gua bayarin nih. Ya bebas boleh. Tapi tinggi banget sih ini. Tadi datanya katanya 100 88 m kalau di pucuk itu. Nah itu tangga tu bisa bang. Nah di kalau di pucuk itu 188 m. Tapi kalau sampai sini maksimal di 140 apa berapa begitu segitu ya? Ratusan something lah kayak gitu. Tapi ini kalau Mas Rahmat berani sih. Berani Mas? Iya. Yakin Mas Rahmat berani. Nah kan gua bayar ini gua stok shoot. Stok shoot. Iya. Jadi lu sambil lari terus gini gitu. Serius aku yang jatuh. Wah. Oke, jadi yang resmi itu kalau di tower 188 ini yang bisa dikunjungi itu adalah tower eh lantai 1 menara pantau ini sama lantai 3 yang paling atas skydeck. Kalau lantai duanya itu restoran. Tadi kita udah coba mampir ternyata sepi enggak dibuka. Ya udah kita ke sini sekalian ngadem karena lumayan panas juga di luar. Dan gua bayangin sih kalau gua punya rumah di selantai ini rasanya gimana ya? Tapi dengan pemandangan gini ya, kalau apartemen kan cuman satu view gitu ya. Tapi seluas ini pemandangannya kayaknya keren banget sih. Harusnya di Indonesia bisa nih banyak tempat harusnya bisa dibikin tower kayak gini yang sekiranya di sekitarnya itu tuh masih bisa ada pemandangan keren kayak gini dibangun tower begini jadi tempat wisata yang menguntungkan harusnya. Yuk, bisa Indonesia bikin tower-tower pantau kayak gini. Asli pasti rame. Lihat tuh laut, sungainya kelihatan kelokannya tanpa perlu pakai drone. Enggak perlu ngedrone, Han. K perlu ngrone dari kemarin. Belum ngron. Belum ng kemarin ya kan kan perizinan takutnya bermasalah. Pak di bawah ya. Ya udah boleh boleh. Dari tadi itu aku sibuk nyari penampakan buaya ya. Karena di sini ditulis bahwa ternyata Sungai Kuantan ini itu memang habitat alaminya buaya muara. Dan kalau kalian sering cek Google sebenarnya itu di daerah Malaysia sering terjadi yang namanya penyerangan buaya. Ketik aja namanya buaya sawit Malaysia itu banyak banget. Dan setiap pantai pasti ada ditulis jangan berenang. Awas ada buaya. Iya di Sarawak begitu ya. Di daerah sawit-sawi juga gitu. Karena aku hobi mancing. Jadi teman-teman pemancing kita suka bilang kalau mancing di sawitnya Malaysia hati-hati ada plang yang ada buaya. So sekarang kami akan menghabiskan waktu sekitar 1 jam untuk mencari buaya. RM33 yang sangat worth itu kata sibang pala. Cari buaya. Oke, jadi ini adalah Galeri Digital Emat Kilau. Mat Kilau itu ternyata adalah pahlawan nasional dari Pahang yang ikut membantu ee mengusir penjajah. Jadi, dia dihargain banget. Dan ini adalah garil-garil dia apa beliau ini ketika semasa hidupnya dan ini ada penjelasan-penjelasannya. Dan Mas Kilau juga jadi film ya. Ada filmnya Jon ya? Ada film. Ada filmnya. Matkilau adalah seorang pahlawan legendaris dari Pahang, Malaysia. Ia lahir sekitar tahun 1865 di Kampung Pulau Tawar, Jerantut. Mat Kilau dikenal karena keberaniannya melawan penjajahan Inggris. Pada akhir abad ke-19, bersama ayahnya, Tok Gajah, dan sahabat-sahabat seperjuangan seperti Datuk Bahaman, ia memimpin perlawanan Gerilia di hutan-hutan Pahang. Kehebatannya membuat namanya disegani bahkan setelah lama menghilang. Sosok Mat Kilau tetap hidup dalam cerita rakyat. Kini ia dikenang sebagai simbol keberanian dan semangat perjuangan bangsa melawan penjajahan. Tower udah udah puas kita liat di atas sudah enggak takut ketinggian lagi. Masih agak masih sih. Kita mau lanjut mau ke Moka Museum of Contemporary Art yang ada di Pahang ini. Uh. Jadi kita berlaga-laga orang yang paling seni. Iya. Jadi kita kita mantau lukisan gitu, wah apa gitu. Pokoknya kita lihat aja di sana ada apa. Habis itu baru kita ke pantai sambil makan. I senang sekali bisa melihat kota Kuantan dari ketinggian 188 m. Namun biar tidak berlama-lama, kami akan melanjutkan perjalanan lagi menuju salah satu tempat yang direkomendasikan wisatawan jika berkunjung ke kota ini, yaitu Moca. atau Museum of Contemporary Art. Moca terletak di kompleks Museum Diraja Sultan Haji Ahmad Shayah di pusat Kuantan dekat dengan Masjid Sultan Ahmad Syah 1. Bangunan bergaya neokolonial ini berasal dari awal abad ke-20. Dibangun antara tahun 1910 sampai 1912 sebagai bagian dari warisan arsitektur sejarah yang dipertahankan. Mocha dirancang sebagai ruang inklusif untuk memperkenalkan seni kontemporer. Bukan untuk kalangan elit saja, tetapi juga untuk masyarakat umum termasuk generasi muda dan seniman baru. Sampailah kita di Moka. Museum seni kontemporari. Harusnya museum seni kontemporer ya. Artinya ya seni kontemporer lah di dalamnya. Bukan yang bukan yang lama-lama atau gimana. Apa itu seni kontemporer? kontemporer itu baru baru. Oh baru baru. Terus tadi ketemu camper fan ya cuma ramei banyak itu apa ibu-ibu, bapak-bapak tak enak aku nanti kalau aku mau lah. Tapi gimana ngelihat camper fan kayak gitu jadi kangen enggak kangen bawa si mobil kalian? Pengin coba di sini. Nah itu dia harus coba ini. Kita coba cari masuk ke dalam lewat mana kita lihat-lihat dalamnya gimana. Karena yang kalau gua baca-baca rekomendasi orang kalau ke Pahang ini termasuk rekomendasi. Oh, jadi tower tadi terus museum seni kontemporer. Terus nanti ada ke pantai. Yes. Oke, kita masuk ke dalam ya. Nah, biasanya selama kami keliling Malaysia, Sarawa, Sabah itu parkir jarang sekali yang bayar kecuali di mall. Di sini banyak nih layanan bayar parkir. Cuman tadi beberapa mesin parkirnya error. Kalau sampai nanti ada tagihan di border, ya udah. Oh, iya. Iya, tadi beberapa mesin akhirnya kita error kita mau bayar bisa pakai taseng go bisa pakai cash. Cuman kita berakor. Nah, itu dia. Makanya kalau misalkan nanti muncul gitu ya, semoga tidak tilangan tapi. bayar parkir. nah ini dia. Ini salah satu sunginya toh? Bukan dong. Jangan. Ini ada Museum of Contemporary Art Plus. Apa bedanya? Ya aku mau nanya. Kontemporer kan berarti yang baru ya. Lawannya siapa? lawannya ya gaya-gaya lama apa namanya? Wah banyak kalau itu saya juga tidak haal. Aku buta seni soalnya aku mau belajar juga. Ya kita lihat aja ke dalam lah. Oh kayak gini seni kontemporer tuh. When craft become attitudes. Ini gambar apa kau menurutmu, Jon? Seni tu tak bisa kau jelaskan dengan kata-kata. Om pala kalau datang cocok dia masih bingung dia kalau gini aku masih ngerti lah ya seni-sendi apa lukisan itu kan seruan rempah dan sutra. Kira udah bawa rempah-rempah gak juga. Biasanya kalau itu namanya Nirmana. Hah? Nirmana. Nirmana tuh seni tanpa makna tapi punya nilai jual. Nirmana itu arti apa? Ee seni tanpa makna tapi punya nilai jual. Seni tanpa makna. Seni tanpa makna tapi punya nilai jual. Berarti kita tu ada tulisannya Jon. Seruan rempah dan sutra resapan. Jiwa seniku mulai meronta-ronta kawan. Jadi fun fact ya kita tadi kan pas datang itu kita datang dengan gear yang cukup gede. Jadi kelihatan kayak kita mau bikin film. Tapi kalau punya HP do mau ngerekam itu itu rapopo. Ini seni juga ya. Apa ini? Oh, ada ikan gapi. Ada ikan gapi. Kok dia nyasar ikan gapi di sini? This is art, baby. This is art. Oke. Tiga buah bintang dan tiga buah batu. Nice. Nah, ini baru seni. Seni cara menyeimbangkan kayu gitu biar enggak jatuh gitu ya. Gak tahu ya. Seni itu dirasakan dengan hati gak dengan mata katanya. Jangan bilang ini pun seni bukan toh. Oh ini belum dipajang kan ada pajangan kan? Belum Nah ini ini adalah beton dicor. This is art. Jangan ketawa aku ni lagi memahami seni sekarang. Oke. Aku kira ini tuh cuma awalnya aku kira kan, Beb. Ini cuma gambar yang gak ada arti kan. T pas kalau lihat sekilas tuh ada gambar muka orang di sana. Muka orang. Iya. Uh nice. Ya. Ya. Ya. Setiap setiap satu kotak ini ada wajah masing-masing. Seni itu mahal ya? Iya. Siri jurus tok gajah. Oke. Akil on kanvas. Next. The next build. Karena ini dua enggak bisa diakses rupanya di itu apa diblok. Kita harus buru-buru karena setengah jam lagi dia jam istirahat semua pengunjung mesti keluar balik lagi di jam . 1 jam istirahatnya. ini kita berada di lantai dua lewat jalur berbeda bisa masuk rupanya. Dan ya dia punya seni pas awal kul lihat gambar ini agak mirip-mirip kita punya wayang ala Indonesia punya nih kan. Betul enggak ini kayak wayang tuh wayang toh benar tuh Nick Zainal wayang dunia tuh. Tuh wayang. Iya. Wayang dua standing wayang kul figure in white. Ini wayang benar berarti benar gak salah aku. Ada juga di Malaysia berarti. Oh wow. Ini kita sudah berada di gedung berikutnya dan di sini berisi pakaian-pakaian adat daerah sini. Dan yang menarik bukan cuma pakaian ini, tapi tadi ada sebuah mahakarya besar di dinding raksasa. Kumpulan sarung-sarung ini dijadikan kombinasi ini banyak nih. Uh. Wow. Tapi keren loh, Jen. Iya. Kayaknya ini seni-seni untuk itu deh kayak recycle barang kain-kain bekas gitu deh. Bisa deh. Ya. Iya. Ini kayaknya campuran kain pas hiasan deh. J. Iya. Dia tuh selalu kombinasi apa lukisannya gitu. Selembar benang menjadi sehelai kain. Ini dia punya buat ini kain terus dikasih seninya, hiasannya, lukisannya. Menarik, Jon. Yois menarik. Let's go to the next building. Waktu kita tinggal 15 menit. Ini lebih kompleks sih. Aku rasa ini baju adat nih udah dengan kombinasi seni khususnya dia, Beb. Iya. Beberapa dia punya kain-kaunya kayak di NTT punya nih. Beda tuh Jon. Iya. Tapi dia kan kayak diikat-ikat kembali gitu toh. Tapi sesuai dengan kata Farhan ya. Seni itu Oh iya nih yang bisa main ngerti itu penciptanya sendiri. Rajutan ini. Iya kayak tenun rajut tapi dibuat dalam bentuk ini kan jadi lucu juga dia kayak benang yang dizoom gitu loh. Ah tapesri namanya. Wak tenun bagus sih. Ini unik sih. Ini lucu. Apa perbedaan gitar-gitar ini? Agak agak agak lucu sih. Ken dia tuh menempatkan gitar listrik loh. Tapi di tempat-tempat yang dari tadi tuh aku lihat tuh kayak khas tradisional gitu loh. Yang yang mana gitar-gitar mahal J. Ah pertanyaan bagus. Suamimu ini udahlah buta seni buta musik pula. Tapi aku suka yang ini. Nah, inilah masalahnya. Kau tuh kau tuh suka c bentuknya dari warnanya. Nantilah ya. Akak ada momen di mana kita mengerti musik ini pasti paling mahal di bingkai nih. Oh gitu. Cara kamu lihat Fender apa nih? Strcaster bentera Malaysia. Cuma satu-satunya dia bingkai Jon. Berarti ini kan spesial ya. Oke, itulah cara Ariana dalam melihat sebuah barang seni. Selamat. Nah, jelasin ke aku Farhan cepat. Kalau gitar itu yang bikin nilain itu adalah penggunanya. Penggunanya bukan gitarnya. Siapa yang pakai? Ah, bukan suara musik gitarnya. Kalau Fesirana siapa yang dibingkai paling mahal? Begitu abstrak. Iya. Ini aku baru ngerti diajarin oleh si Farhan ya. Ini lukisan abstrak. Jadi dinikmati tidak dengan mata tapi dinikmati dengan perasaan. Artis tenun Grandeur. Eh J pegang. Oke jadi kita sudah kelar keling ini museum dan ya saya tidak mengerti seni. Harus baik belajar deh Farhan dia ngerti seni soalnya. Tapi so far ini adalah destinasi wisata yang wajib dikunjungi. So mainlah ke moka yang ada di pahang. Iya. recommended. Oke, jadi ini kami langsung mau ke Masjid Negeri Pahang. Ini masjidnya keren banget ya. Warnanya itu nuansanya biru dan ada menara-menara yang bentukannya itu lancip banget. Ini gabungan arsitektur apa ini? Karena biasanya harusnya menaranya tuh enggak yang lancip begini. Tapi ini menarnya lancip dan warnanya emas. Kita coba masuk. Oke, karena gua sama Rahmat pakai celana pendek. Enggak sopan kalau pakai celana eh pakai sarungnya di sana. Kita pakai sarung dulu di sini, Mat. Nih, Rat. Pakai sarung juga. Nah, benar kan, Mat? Zona menutup aurat. Jadi, harus jauh dari masjid udah pakai baju yang ketutup. Ngobel zona pendek, Mat. Ah, gimana sih? Untung gua bawa sarung dua. Nah, ini keren banget nih. Ada hiasan bentuknya lampu tapi ada pohon-pohonnya. Dan ini kayaknya sih Asmaul Husna ya. Oh iya, Asmaul Husna. Benar, ini Asmaul Husna. Alnur Alfi. Iya, benar. Keren. Ada program subuh macam Jumat. Kalau kalau enggak salah diartikan program salat subuh tapi seramai salat Jumat. Karena memang katanya ada kisahnya kalau misalkan salat subuh kita sudah seramai orang salat Jumat, maka kejayaan Islam akan segera datang. Begitu katanya. Sudah. Masjid Sultan Ahmad Syah atau lebih dikenal sebagai Masjid Negeri Pahang adalah sebuah masjid provinsi yang berada di Kota Kuantan. Masjid ini awalnya dibangun pada tahun 1962. Tetapi pada saat itu bangunan masjid ini hanya terdiri dari satu kubah dan satu menara saja. Terletak di jalan mahkota, masjid terbesar di Pahang ini dapat menampung setidaknya 10.000 orang serta menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Menara masjid ini mempunyai tinggi 55 m menjadikannya salah satu masjid paling terkenal. Dekorasi interior dan eksterior masjid ini bermotif geometris. Pola-pola geometris tersebut dikerjakan dengan sangat teliti sehingga menjadikannya masjid yang indah dan menarik. Nama masjid ini diambil dari nama penguasa pertama Pahang, Sultan Ahmad Almuazzam Syah yang dinobatkan sebagai raja setelah mengalahkan bendahara Wan Mutahir pada akhir tahun 1890. Subuh fighter. Nah, kalau subuhan ini harus ramai di tempat kita harus ramai ikut baker subuhan. Nah, ini yang tadi gua bilang di sini tuh mulai bayar-bayar parkir. Tapi gampang sistemnya. Udah kita tinggal masukin aja. Nah, tadi mesin yang pertama kita error ya. Mesin yang pertama kita error. Kita enggak tahu. Semoga aja enggak ada tilangan. Karena kalau mau bayar parkir udah ada kayak gini-gininya nih. Dia bisa pakai taseng go bisa koin. Ini resinya terkeluar dari sini. Nah, akhirnya nemu mesin parkir yang bisa. Ini udah dimasukin plat nomor, makukan minimal 0,65. Artinya kita masukin R1 aja lah. Cemplung. Cemplung. Kayak main game, Mas. Kok enggak bisa dia? Kan minimal kan. Nah, ni set. Keluar. Ah, kembalian. Kembaliannya keluar. Enggak keluar. Enggak ada kembaliannya, Rahmat. Tiket parkir doang. Nah, ini tiket parkirnya bisa sampai 1354. Artinya 1 jam dari sekarang Artinya harusnya bayar duluan ya. Bayar duluan. Harusnya bayar duluan. Enggak apa-apalah kita belum paham. I oke kalau I Oke. Terus mobil satunya sailing. Siling. Koin. Koin tu. Pencet siling dulu. Pencet. Nah. Pencak. Masukin. Berapa, Mas? B1. bentar kita tengok dulu Kak mobil mana nih? Yang B19 32 DZC D Z Nah Masukkan lagi. Minimal tadi berapa? Rit 0,6 60 satu dua t empat coba lagi. Oke. Oke. Oke. keluarlah dia. Tiket sedang dicetak. Jadi kalau ada tagihan-tagian kencang. Nah, tiket sudah dicetak nih sampai 1355. Kalau sampai ada yang mintain tiket parkir, kita sudah punya sudah aman begitu. Udah bayar sebenarnya pas datang sih harusnya ya. Sebenarnya pas datang cuman kita tidak tahu. Heeh. Ini koin berguna juga ternyata Oke, tadi kita pisa tim lagi karena tiketnya lumayan mahal muziumnya ya. Lumayan pricey museum lumayan. R RM40 dapat apa? Dapat hikmahnya. Kami emang ngerti ee kata Farhan itu wajah enggak mengerti karena memang lukisan dan karya itu diciptakan yang dimengerti hanya oleh si pembuat karya tersebut. Iya, betul. Kita sebagai penikmat hanya bisa-bisa menerka-nerka doang. Rata-rata seperti itu. Jadi begitu di dalam. Ee jadi Pakin ngerti seni dong. Iya. Saya punya senian sekarang. Mantap. Tadi kalau gua ke masjid mumpung belum salat zuhur kita main ke masjid. Lihat-lihat. Oh bagus banget masjidnya. I iya bagus. Harusnya tadi aku juga ikut ke masjid kayaknya ya. Ini bagi tugas sama. Oke kita lanjut lagi. Kita cari tempat makan dekat pantai. A suka madu enggak? Madu apa tuh? Madu. Suka madu. Madu suka? Aku punya madu alami di sana. Mana madu? Wow. Itu bukan lebah. Tawon. Itu enggak. Itu madu kelulut. Hah? Madu apa? Lelut. Kelulut pasti. Yakin aku madu hitam gitu maksudnya? Eh, Dalgona. Oxagona itu ada gona-gona k lupa namanya apa. Oh, itu ada tulisannya. Coba lihat tuh. Nah. Eh, serius ada tulisannya, cok. Seni ini. Oh, enggak. Itu nama pohonnya pohon tembusu. Itu itu nama pohonnya itu kabur aja gua tahu. Aku masih berada di dalam daerah seni ya. Ini masih setelah kami salat di masjid dan juga John sudah berkeliling museum, kami melanjutkan perjalanan lagi untuk makan siang di salah satu pantai yang terkenal di Pahang. Hanya berjarak 10 km dari kota Kuantan, rasanya senang makan siang kali ini bisa sambil menikmati pemandangan yang indah. Kami sudah tidak sabar. Sampai juga kita di pantai apa? Apa namanya nih? Pantai Kuantan. Wah, pokoknya daerah Kuantan banyaklah. Ini kita datang ke tempat makan yang paling terkenal kalau ya teman-teman nyari di TikTok. Oh. Atau di inilah segala macam rekomendasinya pasti di sini. Ini gimana kalau buat camperan? Oke enggak? Ya oke banget. Cuma kayaknya takut amblas doang deh tadi. Pasirnya terlalu haus soalnya. Terlalu tebal. Iya. Jadi di sini banyak pilihan makanannya. Kita makan sambil diserat karena sore nanti kita akan langsung perjalanan jauh lagi ke Kuala Lumpur lah. Nungguin kepala nih vepsnya kayak macam patai palang tritis. Cuman enggak ada di lewat aja. Enggak ada di lewat lewat. Ini bagus loh pantainya. Iya bagusbagus. Tapi kayaknya enggak bisa berenang deh ini karena tipikal lautnya laut ombak. Secara warnanya memang enggak biru jernih banget. Ini kayak pantai-pantai yang bawahnya tuh lumpur biasanya gitu. Benar, benar lumpur. Dan kadang juga ada jurang kayak ini kalau kita lihat ada rip curl, ada rip curl-nya tengahnya gitu. Itu ada boleran. Boleran. Boleran namanya. Oh, boleran. Oke, kita makan aja dah. Yuk, lapar. Pantai Kempadang terletak di Kuantan, Pahang dan merupakan salah satu tujuan wisata pantai yang menarik di kawasan ini. Pantai ini terkenal dengan keindahan aslinya jadi yang menakjubkan serta suasana yang tenang dan damai menjadikan tempat yang sempurna untuk bersantai. Lantai dengan panjang kurang lebih 1 km ini memperbolehkan pengunjung untuk menikmati berbagai aktivitas seperti berenang, berjemur, atau sekedar berjalan-jalan sepanjang pantai. Di sekitar pantai terdapat banyak gerai makanan yang menjual hidangan laut yang segar dan nikmat. Pengunjung dapat merasakan macam-macam hidangan setempat sambil menikmati pemandangan pantai yang tenang. Oke, ini apaanya? Ini baby crab. Baby crab anak piting. Jadi pesenannya beragam ya. Tapi yang makanan beratnya belum datang. Gua mesan laksa. Lu enggak mesin makanan berat? Naj putih sama ini berarti nanti itu pisang goreng. Ini pisang goreng. Pisang goreng 10 biji RM4. Wah murah dong. Ini satu porsi ini sekitar RM10. Seporsi itu R5 ya. Iya iya iya iya. Ini bakwan udang. Ada udangnya. Ada udangnya. Ini udang goreng. Tapi makanan beratnya belum ada datang nih. 99-9nya bisa langsung ambil udang goreng. Sing aku. Dia bilang 6 ekor RM5 atau RM10? RM6. Oh 6 ekor RM6. Ini ekor. Ini R2. Dua. Ini es namanya. Ini es limau. Enggak tahu kenapa namanya Bandung ya. Bagus. Tadi kita tanya sama Abang. Kita tanyalah nih. Bawahnya kita cobain nih. Bawahnya kita cobain. Bawahnya enak. Favorit aku adalah si kepiting babynya. Baby crabnya garing banget. Bakwannya itu tebal, ada udangnya. Mirip sama bakwan Pontianak enggak sih? Yang mirip cuma kalau Pontiak punya bakwan tuh kadang lebih kering dikit karena dia tebal banget jadi kan agak lembek-lembek Kalau ponti itu yang spring tuh bagian pinggiran tuh agak crispy-krispy gitu pinggirannya. Oh lebih crispy pinggirannya aku belum nyobain lagi tuh Pak Pontianak. Salah banget enggak nyobain bawang anak nanti aku balik buatkan ada orang aslinya. Enak enak enak. Ah, sekali dekat pantai. Suhunya panas. Mantap. Tapi kata Bang Pala enggak separ Singapura. Kebayangkan gak segini ya? Singapore gokil sih. Panas ya. Bukan main tuh. Lihat potongan udangnya juga gede. Jadi e si apa ya? Bakwahnya gede, udangnya gede. Dipotong tetap kelihatan udangnya. Tuh. Ini cemilan yang bisa langsung ambil ya tanpa pesan ya. Betul. Enak. Hm. Jadi enggak makan beriani mulu nih. Sudah cukup kali berhenti beriani. Berani. Ya udahlah. Bukannya enggak enak. Enak kebanyakan juga cuman keseringan juga. Jadi rada bosan juga kita ketemu makanan pantai. Kita makan aja. Tapi di sini ada makanan yang simbolnya ada tapi enggak dijual di sini. Biji tuh di depan tuh. Oh Godzilla kawan enggak dijual. Gua tadi udah nanya, ada gozila goreng enggak? Enggak ada, Bang. Katanya mana mungkin katanya. Tapi kenapa ada gozilanya gitu? Kalau gozila nyembelihnya di mana coba? Sebelah mana lehernya? Kalau nyembelih kujilla, ayo. Leher semua dia. Raksa kita udah datang. Ye. Eskimau laksa pinang. Laksa pinang. Oh aku gak aku puti. Oh laksa cukup menantang buat aku warnanya tuh. Ini duit tadi ya baki. Ini siapa nih? Laksa siapa? Mas Eko. Laksa Mas Eko. Laksa. Oh, nasi putih. Nasi putih. Nasi putih kita cuma satu itu. Ini siapa lagi? Nasi putih. Bang Eko Rahmat sama Parhan ya. Eksa enggak apa-apa. Tenang aja. Nah, ini laksanya nih. Ya udah. Nah, ini laksanya tadi kuahnya kayaknya modelannya yang tipenya light ini. bukan tipe yang berat nih. Miya tebal ya. Terus myya juga mie miie alak udon gitu nih. Tebal gitu. Terus ini kayaknya bumbu kacang apaak ya mungkin ya. Coba kita cobain dulu kali kuahnya ya. Oh, aroma e kuah ikannya, kuah seafoodnya itu berasa banget. Bukan anyir tapi enak. Wah, bahaya. Enak banget. Enak banget. Ini ciri khas reviewer nih. Belum makan enak duluan. Jadi kuah ikannya memang ada aroma ikannya tapi anjirnya tuh hilang karena ada kayak jeruk nipisnya. Iya. I gitu loh. Rempah-rempahnya kuat tapi rasa ikannya tuh enggak hilang. Iya. Enak kan? Rasa ikannya kuat. Nah, rasa ikannya kuat. Khas banget kayak udon-udon di Jepang yang dia pakai kuah ikan. Kalau mungkin pernah nyobain udon yang ori yang kuah ikan begini rasanya nih. Kalau yang enggak suka ada anyir ikan mungkin enggak akan suka. Tapi karena ini enak banget enggak bisa dilewatin. Mieya juga kelihatan banget Kenyal yang gede gitu bentukannya. Dan dia ada ini potongan cabe ya. Okelah markimak. Mari kita makan, Boy. Oke, udah puas kenyang makan? Rasanya masih pengin berlama-lama di Kuantan karena oke, bagus tempat-tempatnya banyak ya. Kita masih banyak yang belum dikunjungi juga. Tapi perjalanan harus berlanjut. Kita akan bergerak lagi ke arah Sepang. Kembali ke Sepak. Kembali ke Sep. Ke apartemen yang sama. Itu udah opsi paling benar dah di situ. Karena besok kita harus jemput Ridwan lagi dan kayaknya akan lanjut perjalanan ke Penang. Oh. Ah Penang lumayan tuh. Jarak sini ke Sepang itu sekitar 3 jam. 3 jam 40 menitan lah. Betul. 4 jam ya. Hampir 4 jam. Nanti dari Sepang ke arah Penang juga sekitar 45 jam. Ah standar. Kita pernah yang 12 jam. Oke, lanjut. Salat dulu kali ya. Salat dulu baru kita lanjut. Oke. Nikmat sekali rasanya bisa makan siang dengan pemandangan pantai yang sangat indah ini. Tapi kami harus melanjutkan perjalanan lagi menuju Kuala Lumpur untuk beristirahat dan bertemu dengan Ridwan di sana. Oke, bye. Kita di Jajago. Eh, bukan soring berarti Jadi sekarang giliran saya menyetir ini perjalanan dari Kuantan menuju kembali ke Sepang dengan jarak kurang lebih 3 4 jam kita lewatin tol Malaysia yang sangat mulus. Dan awalnya aku tegang ya, lama-lama terbiasa juga ya. Jadi ada problem di tol Malaysia tuh kencangnya luar biasa di 130 up ke atas itu ya masih butuh waktu untuk terbiasa tapi ya minimal istriku sudah happy bisa duduk dengan bahagia om pala juga di belakang dengan bahagia aman aman aman ya so everybody is happy. Ternyata setelah aku lihat-lihat kau nak jalan daerah Malaysia nih, dia tuh gak ber jauh sama Sarawak ternyata. H. Kecuali kalau kau main ke daerah keramaian kayak Bukit Bintang itu sangat crowded banget sama ke KiL Central itu sisanya aman. Jadi selama kau bisa ctir Indonesia dan baik, Malaysia tenang ya. Datanglah ke Malaysia road trip aman. Aman. Perjalanan dari Kuantan menuju Kuala Lumpur akan memakan waktu kurang lebih 3 jam dengan jarak tempuh sekitar 250 km. Kami tidak sabar ingin cepat-cepat sampai sana agar kami bisa beristirahat. Dan sekarang kita sudah memasuki area tol tap tol lagi. Kita mau cek harganya berapa, Boy. A 21,36. Itu sisanya atau sisanya? Ituanya. Heeh. Berarti tadi kena sekitar atau R9. Oh. Ah. Ciplah. Mulalah. Jimat-jimat kali. Kalau di Malaysia itu murah. Jimat. Jimat itu bahasanya jimat. Jimat sekarang masih ada 118 kilo dekat Jon sama sudah mulai pro saya. Kalau mau gantian di rest area berikutnya atau pemensi dan aman aman aku mulai menikmati nyamannya menyetir. Oke ini dia ini tunggu-tunggu mulai terasa nyaman. Udahlah ini SMP Vietnam aku bawa semua tentang nanti kalau Om Ridwan pasti gugup lagi dikit biasa begitu Om Ridwan bawanya ngegas cepat dia kalau dia yang bawa aku ikut loh itu kayak macam nak lakukan apa gak tahuah itu sebenarnya enggak ngebut enggak ngebut gak agak cepat sikit agak cepat dikit dan mannya tuh jago gitu dia jago lihat cela gitu makanya kadang orang yang enggak biasa jadinya suka tenang mumpung lagi enggak ada Bang Rituan kita bisa gibahin dia dong Bang Ridwan kalau Anda nonton ini berarti tahu kami gimana Anda sudah baca sekali kita mak tol lagi ya. Ini T jago Rawio bukan? Bukan jago rawi lorong ujian apa ya? Dia enggak ada namanya loh. Enggak kayak kita kan ada tol jagorawi, tol apa cik. Oh ada nih lebu raya pantai timur. Adaakah itu LP? Dan dan dia sebutannya bukan gerbang tol loh. Plaza. Ohis. Plaza tol apa gitu? Plaza tolla. Plaza. Nah ini kau cek lagi beb. Berapa harganya beb? Di mana sih? Di atasnya ya? Di atasnya. Oh RM3 tuh. Rit ya. Murah, murah-murah aja ya. Jimat sekitarnya Rp5.000 lah ya. Ini tinggal 100 kilo lagi pas 1 jam 41 menit. Masa terowongan, Guys. Keren kayak main film we gitu ya. Kayak main film, Boy. Mantap. Panjang ini. Oke, kameraman drifting. Cepat, cepat, cepat. Langsung nanti kita gasanya langsung nanti kita. Aku rasanya mau buka lagu Fastfurius. Woi, F Furius lagi. Oke, gas terus lanjut. Silakan. Epic sekali, Kawan-kawan. Mantap, Guys. Kurang satu sebenarnya si dron. Padahal kalau drone-nya si Rahman masuk terowongan tuh bala, Boy. Epik itu. Sangat epik. kelaskelas film tu gitu langsung kalian disponsori sama Folius langsung masuk film dia dah alright brother kita sudah memasuki kembali ke Kuala Lumpur kembali ke keramaian dan dari tadi footage-nya bagusbagus ini salah satu perjalanan yang sangat ee epik ya jadi kalau Gak bakal bosan. Walaupun memang view-nya enggak kayak pemandangan indah di Indonesia Enttan, tapi kayak kota-kota besi geduk-geduk tuh bikin epik banget loh. Benar. Aku aku ini keren. Ini kayak membuka Horizon baru bahwa Indra itu memang relatif. Hei, duit aku tinggal R,3 cukup gak nih? Cukup dah kayaknya. Yakin? Gak tahu. Kita masih datang lagi. Woi, duit aku udah habis nanti tak cukup. Kasih tahu kel. Hai monitor kawan-kawan, uang kita tinggal RM8. Cukup gak nih sampai ke itu Sepang? Kalau enggak cukup kita di loket itu ada yang pakai visa. Bisa tuh harusnya gimana? Farhan. Kalau gak bisa kita baru beli aja saldonya di sana. J kopi. Oke, sekarang kita masuki tol di atas langitnya Kuala Lumpur. Atas langit. Dan benar ya, aku nih benar kayak nyetir tuh kayak terasa luar negeri tu pas di sini benar-benar tuh kayak semua tuh penuh pohon beton ya. Atap atas beton ya. Kiri kananku gedung-gedung mewah tapi rasanya tuh kayak nyetir di masa depan ya say ya. Benar kan setelah K bilang bahwa view-nya indah pegunungannya pukitan lagi kan dia punya jalan kan. Heeh. Dan mobil itu kayak meva-meva gitu loh. Sebelahku sekarang ada Mercy. Bayangkan gak? Nah, jadi ya ini sebuah momen yang menarik di mana aku tegang karena takutnya tuh kita punya kartu tolong tak cukup tinggal Ringgit. Jadi itu ada banyak pilihan Touch and go, ada Spartach bisa sisa. Betul. Nah, kita tuh eh kapa itu maaf tengok kalau orang depan ketahan. Oh, hanya R,5 Makin gila berarti uang kita tinggal RM5. Farhan tak bisa ke kita isi ulang? Dicoba dulu aja ya. Coba dulu aja coy. R mereka ni suka yang tegang-tegang gitu loh. Aman, Jon. Dahah. Tinggal R,8. Gila. Sama juga di depan juga tinggal RM4. Setwi ini aku tak berani saldoku kecil gitu. Panik aku. Oke, kita kejar ngeng. Let's go. Uhuhu. Kan gua bilang kan atap nih sema beton. atap beton, kiri kanan tuh pohon-pohon beton. Very beautiful. Waduh, padahal sedikit lagi sampai penginapan. Tapi mobil yang John bawa malah ada masalah. Masuk gimana, Bang? K top up lu masuk ke pintunya terus pencet bantuan aja pencet bantuan habis itu muncul apa kau bantuan aku tadi ketemu itu tuh si Rahmat tuh lagi ngisial tuh gini kamu langsung nget aja itu langsung kebuka nanti habis ini kita sampai depan ada betonas kita isi. Oh ya udahlah. Oh tekan tombol bantuannya. Siap. Langsung tap aja. Tap kayak biasanya tadi aja gitu. K langsung sudah nyoba belum on the way. Bisa kan tekan tombol ban itu depan ambil dua jalur ke kiri. Jadi kita belok keluar. Nanti habis itu kalau sudah ketemuas paling dekat kita isi dulu. Asik kali kita gitu tuh ya. Terus ya hemat kita wei. ya. Enggak usah bayar nanti ditagi di depan. Oh kita bisa rapel kita isi gitu terus apa kita balik. Enggak semua kayak gitunya. Untungnya enggak perlu lama buat isi saldo kartu tolnya si John. Jadi dia bisa masuk lagi dan segera menyusul kami. Oke boy. Jadi sesuai dengan kita punya dugaan, akhirnya kartu tol kita uang habis tak bisa masuk ya. Uang tak cukup. Cuman menanya adalah di tol di Malaysia nih rupanya kok bisa tengah taruh tombol tombol kayak bantuan gitu kan. L kau bisa mas lewat tanpa perlu bayar tapi kau akan dicatat berhutang dan kau bisa isi ulang di shel berikutnya. Ini lucu sih. Jadi itu dia tu pencatatkan secara online utangmu berapa. Aku nanyalah si Fat hantu sama si ini Rahmat kita bisa utang berapa banyak utang terus nanti dirapel kan. Tapi ini menarik. Jadi itu membuat orang-orang itu kayak apa ya? Enggak perlu nungguan. Iya kas area ini tuh bikin orang-orang tuh kayak gak perlu berhenti bikin macet panjang karena isi kartu tol. Ini sangat menarik sih kalau Indonesia bisa pakai ini sistem ngutang menarik. Akhirnya sebentar lagi kami sampai penginapan. Kami bisa beristirahat biar besok bisa lanjut aktivitas lagi keliling Malaysia. Oke, Mas Eko siap. Kita sudah kembali lagi ke apartemen di daerah Sepang. Sepang. Karena besok Ridwan akan datang kembali ke sini dan mulai pertuangan lagi. Jadi kita istirahat dulu sampai besok siang. Ridwan sore nyampai. Kita jemput, kita jemput TW ke selanjutnya aja. Siap. Oke. Oke, terima kasih banyak untuk hari ini. Luar biasa. Yuk, jalan. Dan kami juga mau sayai thank you buat Bang Ritwan dan teman-teman W Journey ya. Baik kali kalian ya. Kenapa lari sih? Ngetes napas dulu, Pak. Nyerah saya. Udah, udah enggak Pak. Udah Pak. Ini gemetaran Pak. Denggol gua asli. Hei, kita mau cari tempat lain. Cuma yang gua penasaran adalah gimana cara masuk ke situ itu loh. Gua masih bingung. na Hei hei. на нарана нарана
