Jungkat

1M JOURNEY TOUR DE ASEAN: PETUALANGAN DIMULAI! (YouTube Video)

  • 17/08/2025

[Musik] Kami bukan sekedar bepergian. Kami merasakan setiap kilometer dengan roda yang berputar dan semangat yang membara. Kami akan menembus batas-batas geografis >> dari keramahan Senyum Indonesia. Kami akan melangkah lebih jauh lagi di petualangan panjang ini. Setelah persiapan yang super panjang, mulai dari mengurus visa, servis kendaraan, administrasi mobil masuk sampai menyusun rute yang bikin pusing 360 derajat. Akhirnya hari ini tiba. Karena mobil 23 sudah pergi lebih dulu, kami berangkat menggunakan pesawat negeri jiran Malaysia. Negara terdekat dan titik awal kami menaklukkan jalur darat ASEAN. Karena ini bukan hanya perjalanan mengelilingi negara-negara. Ini adalah perjalanan budaya, rasa, dan cerita yang terukir di setiap tikungan jalan. gitu. >> Di sini kami akan mereut kisah petualangan menjelajahi keindahan dan keragaman Asia Tenggara. Ikuti kami di One Million Journey, Tour the ASEAN. He Ya, jadi hari ini kita memulai trip ASEAN. >> Ye, one million Journey edisi ASEAN. >> Iya. Eh, gua udah dapat nama >> apa tuh? >> Tour de ASEAN. >> Tour the ASEAN. Mantap, mantap, mantap. >> Sebenarnya ada banyak banget yang bisa kita ceritain, tapi intinya adalah hari ini >> tanggal 29 >> J eh Mei, 29 Mei, >> Mei 2025. Harusnya kita tuh berangkat mungkin 22 23 ya. Iya betul. Heh. >> Tapi karena waktu kita kirim mobil dari kucing kemarin, ternyata petugas bea cukainya >> ada beberapa lah. >> Bukan berapa, skip ngecap satu mobil. >> Oh, yang itu. Iya. >> Akhirnya tidak bisa ikut kapal yang sesuai jadwal. >> Iya, benar. >> Mundurund >> ya. CPD-nya kita kirim lagi, dicap lagi. >> Begitulah bunyinya. >> Akhirnya bertanduk hewan apa namanya. Terulang lagi joknya yang itu. Kemudian ee tim berangkat tanggal 27 >> dengan harapan tanggal 28 mobil diambil karena sesuai schedule tanggal 27 sebenarnya kan. >> Iya harusnya begitu. Heeh. >> Cuman ternyata >> 28 mundur >> mundur >> mundur. Jadi hari ini tanggal 29. >> 29 >> 29 mundur lagi jadi sore. >> Betul sekali Pak. Harusnya pagi. >> Iya. Jadi berhubung karena kita bertuju dan kita menyewa mobil yang kecil. >> Btujuh. >> Bujuh. Itu dari mana? Eh, ada bintang tamu kali ini. >> Pura-pura enggak tahu gitu gua. >> Intinya adalah hari ini kita mau split >> mau split tim >> karena mobilnya kecil yang kita sewa. >> Iya. >> Jadi ada tim yang ke port lang hari ini. >> Siap. Betul. >> Semoga bisa keambil. Ya Allah. >> Amin ya Allah. Enggak ada kendala lagi. >> Nah, saya karena sudah ada beberapa janji di Kuala Lumpur, kita akan Kuala Lumpur. Jadi, Bapak Pala >> ya, gua ngambil mobil >> dan Rahmat dan Mas Eko dan Farhan yang megang kamera. Nah, saya bersama bintang tamu kita. >> Bintang tamunya siapa nih, Pak? >> Wah, kalau kalian suka nonton yang overline overline pasti sudah kenal. >> Oh, tahu saya. >> Heeh. Silakan kur kur. Wah, ini mah yang viral kemarin, Pak. >> Selamat bergabung Bapak John dan Ibu Riana. >> Siap. Terima kasih. >> Gimana? Udah berapa kali ke Kuala Lumpur? Kalau sering >> Malaysia sama Ponti dekat >> kan ngomongnya sama ya, masih awak dan kami sih sama. >> Tapi kalau KL-nya kita juga agak sudah lama enggak datang sih 7 tahun yang lalu kalau salah ya. >> Benar. >> 7 tahun yang lalu ya kan kami sibuk keliling Indonesia. Iya. I >> jago keliling luar negeri. >> Akhirnya ya ini masih ada bau-baunya NTT ini langsung fresh terbang ke sini. >> Cuma intinya jadi karena ya namanya juga overland ya. >> E ada yang sesuatu yang tidak bisa kita kontrol. Benar. >> Betul. Kejadian-kajian kayak gitu. Jadi Bapak pala >> siap >> titip >> mobil. >> Ambil mobil. Kemudian jemput kami. >> Jemputnya di mana? Ku lumpurlah. >> Oh di KL jemputnya. Oke, >> kita mau jalan-jalan dulu. >> Kemarin udah jalan-jalan kan? >> Udah. Heeh. >> Nonton M kalah, Pak. Pakai kalah lagi. >> Sip sip sip sip. Ya udah, >> beri gas lu ke KL duluan. Gua ngambil mobil di Porklang. >> Jadi kita dua vlog nih >> dibagi dua. >> Nanti juga ada videonya di Jajago. Tapi e perjanjiannya nanti tayangnya setelah video kita. >> Oh, gitu. Oh, I ya ya. >> Dia juga video yang di NTT kemarin masih ada berapa? 60 episode. >> 60 episode. Sudah tayang satu belum? >> Yang mana? >> Yang diT yang satu udah. Jadi nanti dia sampai Desember. >> Oh, >> astagfirullah. >> Tenang, kan masih ada Instagram dan banyak. Saya tuh bagian behind the scene. K kalian kan lihat yang damai-damai. Penasan dong yang kelainnya. Nah, itu di rekaman saya semua. >> Nanti kan di 2026 tanya. >> Iya kan? Desember kan. >> Ya wis yuk kita gas. Kita ditinggal sama mobil ke mereka mau ngantar ke stasiun. Hari ini misi kita adalah menjemput Duo Tigo. >> Duo Tigo >> di perusahaan shipping. Sebenarnya udah keluar dari portlang, udah diurus juga apa e custom, be cuka segala macamnya. Dia sudah standby harusnya di perusahaan shippingnya. Kita tinggal jemput. Semoga >> tidak ada masalah. >> Tidak ada masalah karena mobil namanya ditinggal diam berapa minggu, Mas, ya? tekur >> nah semoga tidak tekur akhirnya dan perjalanan ke sana kurang lebih 1 jam >> kita naik lagi Mas >> naik apa kita >> kita naik mobil itu yang disewa itu >> tadi jemput lag >> nanti ke sini lagi dia. Heeh. Kita untung udah beli tap and go juga. >> Touch and go. >> Oh touch and go. Touch and go. Oke touch and go >> itu untuk akses masuk tol. Jadi tunggu aja selanjutnya bagaimana ya. Jadi kita udah sampai di terminal, tapi ini sebenarnya ke bandara loh. >> Betul. >> Stasiun. >> Oh iya. >> Jadi kita ke bandara dulu, habis itu baru naik kereta yang ke KL. Dan ini sebenarnya di luar rencana ya. Karena kalau rencana tuh udah kita udah naik dua mobil. Udah >> aku kira aku sampai sih udah nyebut mobil, Pak. Rupanya kita baru ngambil mobil itu di luar duan aku soalnya. >> Iya. Tapi ya gitu namanya juga di perjalanan lah ya. >> Entar unexpected. >> Mobil mobil. >> Pak boleh kita langkah gak Pak? W ini lagi. Pak, boleh k Pak kita melangkah ini, Pak? >> Aku merasa kriminal di sini. Kriminala. >> Jadi ya ini kita juga enggak tahu di sini cara naik MRT-nya gimana. >> Kami punya sudah obsolet karena 7 tahun lalu, Pak. Dulu kami Japan pakai koin, Pak. >> Oke. >> Enggak tahu sekarang gimana bentuknya. >> Ya udah, sekarang kita coba aja pakai koin, ya. Siapa tahu berhasil. >> Siapa tahu berhasil, ya kan. Karena Ridwan keliling Kuala Lumpur bersama Jajago, kami menuju Port Klang untuk menjemput Duo Tig karena mobil ini dikirim dari Semarang menuju Pontianak lalu dibawa ke kucing Malaysia. Setelah itu dikirim lewat kapal laut menuju Port Klang. Jadi ini sudah ada di daerah Port Klang namanya dan mobilnya sudah datang. sudah sampai, sudah berhasil keluar tapi hanya yang Cherry 38 karena ternyata di dalam ada kendala elektrikal dari si Cherry 38 Pro Max karena posisinya ketika dia sampai akinya tekor kemudian dibantu jumper tapi kemungkinan ada masalah e electrical ya. Jadi ini di dalam masih kita masih belum bisa keluar sanksi Promx dan kita pun sebagai yang apa namanya menyewa jasa shipping itu masih belum bisa masuk ke dalam. Kita diperbolehkan masuk ke dalam untuk mengecek mobil ya. Kita sudah komunikasi sama pihak shipping di dalam untuk bantu >> gimana sih >> untuk coba ngeceklah untuk berkata ng-restart si akinnya ini. J kita tunggu aja dalam deh si Promx keluarnya gimana. Aduh, baru juga mulai ada aja masalahnya. Ini ternyata bisa langsung KL Sentral kok. >> Enggak usah ke KLIA. >> Tiga ya. >> Tiga. >> Tiga. Teruskan. >> Harganya kok lumayan sekali ya? >> Rp54. >> R200an. >> Eh, Rp200.000. >> Heeh. Ee, coba kita cek Grab berapa ya. >> Oke, mari kita cek Grab. F ini Grab dari station ini salak tinggi grab >> sama nih beda dikit >> sama beda >> berapa >> 53 >> ah beda R1 >> beda RM1 ya malah lebih murah ini RM1 >> ya udah ok >> itu standar ya oke ya wes kita ambil Grab saja >> kok bisa pakai spot >> makanya >> iya apakah akan ada engak mungkin karena kereta bandara kali ya Oh, agak lucu ya dia ya. >> Ya, kalau kita sendirian lebih murah. Ini kan kita bertiga masalahnya. >> Oh, betul. Oh, iya. Grab is the answer. Oke. >> Iya. Oke. Y. >> By the way, kita bertiga itu gua jadi kayak nyamuk tahu enggak? >> Engak. Janganlah begitu. Janganlah begitu. >> Oh, iya ya. Kan Om R membjang selama 1 bulan ini lagi ya. >> Heeh. Wah, apaan tuh? Tapi gua senangnya nih kalau di kayak e Kuala Lumpur tuh kayak Singapura. Kalau ada kalau eh enggak boleh lewat situ kita. >> Halo Wyana >> kalau ada konstruksi ini kan lagi di konstruksi tuh dia tuh ditutup benar-benar ditutup dan dikasih atap. Jadi buat pejalan kaki enak. >> Ah jadi C38 Pro Max sudah keluar tapi kondisinya kita mau restart restart si mobilnya dulu dengan cara cabut minus akinya. Nah, gua mau ngomongin sedikit soal pengiriman mobil ini. Jadi, pengiriman mobil ini kita pakai jasa shipping terpercaya yang memang sudah jauh-jauh hari kita cari informasinya. Biayanya itu untuk dua kereta atau dua mobil itu RM4.700. Nah, peraturannya e dari perusahaan shippingnya sebenarnya adalah boleh bawa barang-barang ke dalam mobil boleh untuk sekalian shipping. Tapi pihak perusahaan shippingnya tidak menjamin apakah ada kehilangan atau kerusakan kayak gitu loh. Jadi barang-barang yang dibawa tuh mereka enggak bisa jamin termasuk tool kit lah, termasuk kita bawa tangki. Tapi alhamdulillahnya di Duo TIG semua barang-barang yang ada di dalam mobil atau yang nempel bahkan di atas itu ya itu aman alhamdulillah. Tapi memang dari backipingnya peraturannya dia tidak berani menjamin karena kan pasti mobil setelah keluar dari cargo itu ada akan masuk custom dulu. Takutnya ada barang-barang yang memang harus disita oleh custom. Nah, itu sebenarnya ketakutannya dan mereka tidak mau tanggung jawab. Yang jelas sih semua aman. Tinggal si Cherry 38 Pro Max mau kita restart dulu nunggu sampai kira-kira 10 menitan si minus kabel minus akinya dicabut supaya engine failure-nya itu hilang. Semoga enggak ada short atau yang lain lah ya pas tadi di jumper itu sih. Akhirnya mobil Cherry 38 Pro Max bisa keluar walau cek engine-nya nyala terus. Jadi kami coba ngecek akinya mungkin kabelnya kendor atau ada masalah kelistrikan lainnya. Semoga enggak ada kerusakan yang tidak diinginkan ya. Hmm. Pasti Ridwan dan Jajago sangat menikmati perjalanan di Kuala Lumpur nih. >> Mobilnya enggak ada masalah, Mas, ya? >> Enggak ada, >> enggak ada masalah sama sekali. Cuman kendala teknis elektrikal >> yang akhirnya membuat kita agak kesulitan untuk lanjut jalan. >> Ini lagi di >> cabut, cabut dulu ee kabel minus akinya, >> baterainya. Iya. untuk di hard reset bahasanya ya di hard reset nanti setelah itu kita masukkan lagi ke kabelnya eh ke akinya si kabel minusnya itu baru kita tes fungsi satu-satu semuanya kalau ternyata masih ada nyala cek engine >> bagaimana Mas kita bawa ke >> kita bawa ke cerry di Kuala Lumpur siap >> karena kita enggak mau ada kendala yang mengganggu selama perjalanan semoga sih enggak parah ya cuman ya gitulah namanya drama-drama nih Ni Bapak Ridwan lagi senang-senang nih KL nih. >> Iya nih. >> Akhirnya kita sampai di Petronas Twin Tower. >> Ye. >> Weh, kita lihat begini. >> Mana? Mana? >> Gimana caranya ya? >> Nah. >> Nah, tuh dia. >> Ini adalah ee menara kembar >> tertinggi di dunia waktu pertama kali jadi. >> Hm. >> Oh, ya. >> Waktu pertama kali jadi dia tertinggi. Tapi habis itu sudah dibalap, dibalap, dibalap. Dan sekarang paling tinggi itu Burch Alkhalifa. >> H. >> Wow. >> Ya, jadi kita sudah sampai di sini. Nah, nanti kita pengin lihat di menara ini tuh ada apa sih dalamnya dan kenapa setiap orang tuh kalau dari Indonesia biasanya main ke sini sama ke Bukit Bintang? Bukit Binteng. >> Bintang. Bukit Bintang. >> Bintang. Ada apa kira-kira? >> Yuk, let's go. >> Petronas Twin Towers adalah gedung tertinggi di dunia dari tahun 1996. sampai tahun 2004. Habis itu, Taiwan membangun Taipei 101 yang sedikit lebih tinggi dari gedung ini. Namun gedung Petrolas ini masih memegang rekor sebagai gedung kembar tertinggi di dunia. Tingginya tuh 451,9 m dan ada 88 lantai plus 38 buah elevator. Di lantai 41 dan 42 itu ada sebuah jembatan yang menghubungkan antara tower 1 ke tower 2. Gedung ini besar dan sangat bersejarah dan sampai sekarang masih menjadi daya tarik turisme sekaligus simbol dari kemajuan negara Malaysia. Nah, ada kabar terbaru nih. Per 2023, predikat gedung tertinggi di Malaysia tuh sekarang dipegang oleh gedung merdeka 118 yang punya tinggi hingga 678,9 m. Gedung ini juga menjadi sebuah gedung tertinggi kedua di dunia setelah BS Khalifa. Hebat juga ya Malaysia ini. >> Tuh, lihat ini menaranya tinggi sekali ya. dari luar seperti ini. Dan di bagian sini, lihat tuh semuanya pada foto-foto. Wah, tuh lihat pada foto-foto semua. Padahal nih gedung ah lama loh, sudah lama sekali tapi orang ternyata masih tetap menjadikan ini tempat wisata ya. >> Sangat fenomenal dan tidak sah ke Kuala Lumpur kalau tidak ke Petrotan itu katanya. >> Oh iya pasti. Nah, itu lihat dong metal semua tuh. Besi gitu. >> Besi-besi logam gitu kan. Jadi kalau difoto keren, tapi lihat astinya lebih keren lagi. Tapi enggak kotor ya. Nyucinya gimana tuh bersihinnya? >> Ah pertanyaan bagus. Mari kita nanya ke tukang cucinya, Pak. >> Iya. Gedung setinggi ini pakai logam-logam tapi bersih. >> Meanwh >> ini udah diotak-atik masih aja nyala ya cek engine-nya. Ampun dah. Jadi begitulah ya, Pak ya. Petronas >> ya. >> Tapi yang gua heran ini kan tinggi sekali dan ini tuh silvernya itu tuh metal loh, logam loh. >> Dan tidak berkarat >> ya. Enggak berkarat dan enggak kotor. >> Apa itu apa sih logam beneran apa enggak sih? Pegang deh. >> Kita tes moment of truth. Mencoba pegang Petronas pertama kali. >> Masa pertama kali? >> Iya ding. >> Apa sih? Apa ya? >> Kayak ini ya. >> Seng bukan. >> Bukan seng dong. >> Apa ya kira ya? >> Apa kira-kira yang pastinya dia tidak berkarat nikel kali macam stainless steel yang kita punya garpu. >> Stand steel. >> Jadi itu aku ketarik ya Bang Ran dari banyak spot bisa kau nengok tuh kau malah mikir ini bahannya apa gitu. Gak ada lain kah yang bisa? >> Iya itu itu keren banget kalau dilihat >> Iya enggak sih? >> Iya sih. >> Iya >> buat nikmat metal ya. Tapi >> dan dia enggak ada debu. Iya, bersih toh. >> Tapi kayaknya istriku tidak akan berpikir tentang metalnya sih, Pak. >> Oh, iya >> tentang kebersihan ya. >> Cuma memang kalau >> dilihat langsung tuh lebih keren karena ternyata logamnya tuh logam kayak >> teksturnya ada >> besi gitu ya. >> Logam kayak besi ya. Betul, Pak. >> Yuk, sekarang kita lihat masuk ke dalam. Ada apa yuk, >> let's go. >> Kita boleh masuk ya. >> Ada mobilnya Hamilton. Eh, enggak. Sekarang George Russell sama Kimy Antonelli. >> Iya. NTB >> I dari NTB baru sampai sini. Terima kasih sudah nonton. Boleh foto enggak? >> I foto bareng monggo. >> Nah, kantor tuh di sebelah situ tuh. >> Oh, iya kantor >> mau coba masuk. >> He >> enggak boleh. >> Iya enggak boleh. >> Sebelah kiri juga ada nih. Lihat nih. Tuh. Jadi gedung itu tuh perkantoran. Yuk sekarang kita masuk ke dalam. Masuk ke dalam. Rasanya langsung kayak mall, langsung berubah. >> Suria QLCC dari >> Surya >> Kuala Lumpur Convention Center. >> Ya, itulah gua juga Om Rang tahu banyak tentang hal tempat ini. Sering datang kah? >> Beberapa kaliah cuma enggak enggak sesetahu itu. >> Heeh. Nah, kita balikin lagi set. Nah, seperti ini dia suasana di dalam Petronas Twin Tower. Tapi ini bukan twin towernya. Ini di bawahnya twin tower. Oh, >> kita bisa naik ke atas >> bisa >> cuma kita enggak ke atas. >> kita mau >> ke mana? >> Oriental kopi. >> Oh, di sini. >> Yoi. >> Oriental kopi sini, sayang. >> Meanwhile, >> yah. Memang harus >> pakai mekanik TikTok. >> Pakai mekanik TikTok yang turun. Tadi ngecek-ngecek apa, Mas? views-nya >> kita views-nya kita sudah coba views. Kemudian di baterainya dan ternyata yang menemukan benar-benar mekanik TikTok. Udi coba Udi coba iseng >> alhamdulillah. >> Tapi sebenarnya fungsi aman semua ya? >> Aman semua aman semua. >> Enggak ada enggak ada enggak ada kendala kayak >> enggak ada Malfuk sih. Cuma paling riset aja tadi. Kalau enggak ada ee elektrikal yang nyangkut-nyangkut gitulah. Masal gua juga enggak tahu >> itu riset doang berarti ya? >> Ngriset doang ketika dicabut balikin lagi. >> Gimana tadi? Enak makanannya. >> Uh, keren. Tak ada yang tak enak semuanya enak. >> Oriental kopi ya. >> Komendit. >> Di bawah Petronas Twin Tower ada Mall Surya KLCC yang besar sekali. Ini adalah mall lama yang sangat terkenal dan jadi pusat turisme buat orang-orang belanja atau makan. Nah, semua yang ada di sini sudah terkurasi dan bisa dibilang semuanya enak-enak lah, gak ada yang fail. Di sini favoritnya ada dua, Madam Kuan sama oriental kopi. Di mana kalau makan siang itu pasti antri, enggak bisa langsung masuk. Kedua restoran ini itu mirip-mirip unggulannya nasi lemak, Laksa, dan lain-lain yang khas Malaysia. Tapi untuk kopi biasanya jadi favorit para justper nih. Karena dia punya yang super tebal dan enak. Ditambah kita juga bisa beli oleh-oleh aneka kopi yang bermacam-macam. Nah, kebetulan kita pilih makan di Oriental Kopi karena gue juga ada janji sama teman SD gua di sini. Nah, saran aja sih buat teman-teman yang pengen nyobain Madap Kanan atau Oriental Kopi sebenarnya enggak perlu ke sini karena pasti antri. Mereka juga punya banyak cabang. Bahkan oriental kopi cabangnya udah sampai ke kucing. Heeh. Nah, sekarang kita mau ke tempat nongkrongnya orang Malaysia, >> wei. >> Nah, ini >> tempat nongkrong orang Malaya. >> Bentar, kita putar dulu. Set, set, set. >> Wah, ini dia >> taman KLCC ya, Surya. >> Uh, katanya menyala kan nanti >> menyala apanya? >> Jam jam malam menyala. Oh, oke. Di sini konon katanya ini loh >> ada banyak orang melamar di sini. >> Konon katanya >> jangan mengungkit, Pak. Aku lupa soalnya di mana. >> Siapa yang lamaran di sini ya? >> Ingatan dia nih. Lu ingat nih. >> Aku pernah belutut di sana. Sana tuh >> di sana. Oh, >> Di balik ininya. >> Terus orang-orang tepuk tangan enggak? >> He, malunya luar biasa. Aku tamb lagi ulang. Cukuplah itu muda. >> Tahun berapa tuh kejadiannya, Pak? >> Ah, jangan tanya. Aku lupa ya. >> Itu itu berbahaya. Makanya tanya >> QLCC taman >> ya. Jadi kalau kalian ke Kuala Lumpur ini adalah tempat yang hits >> ya. Anda mau lamar cewek Anda, mainlah ke taman sini. >> Terbukti berhasil ya. Bias >> berhasil nih. Ini salah satu yang berhasil. >> Korban. Janganlah jackpot lah nih. >> Jackpot. Yo. Wis. Nah, sekarang kita mau ke Bukit Jalil. Eh, Bukit Bintang ya. >> Berapa menit dari sini, Pak? >> 20 menit yang kaki ya. >> 20 menit. Arahnya ke mana? >> Oh, iya Google Map dulu kan. >> Anda bukannya yang sudah lebih hafal sini kah? >> Google Map? >> Jadi di Bukit Bintang itu tempat buat cari makan sebenarnya walaupun kita sudah makan >> ya dan buat apa ya? >> Di belanja pavilun ya. Ya, >> jangan. Harus kita pegang isi kita kuat-kuat. >> Oke, yuk >> kita buka Google Maps dulu. >> Akhirnya setelah melihat tutorial dari TikTok, cek engine-nya kembali normal dan tidak ada masalah. Kalau masih nyala, kita mampir ke dealer Cherry. Karena mobil sudah aman, yang satu langsung balik ke hotel dan mobil satunya menjemput Ridwan dan Jajago. Kita nih lagi jalan ngikutin feelingnya si Abang Ridwan doang. Kalau dia salah ya sudah poooko. >> Eh, by the way nanya dulu yuk. >> Enggak usah nanya. >> Prinsip Bang Ridwan adalah pantang bertanya sebelum sasar. Enggak apa-apa nyasar itu menyenangkan >> Iya iya iya. >> Tuh ada kayak hutannya gitu di sini ya. Ini kalau di tempat kita angker nih beringin-beringin begini nih. >> Wah, betul, Pak. Biasa ada ikat-ikat kain, Pak. Sana, Pak. >> Enggak. Ini beringin-beringin gini tuh yang menjaga agar Petronasin towernya tetap tinggi. >> oke. Jadi kalau satu tebang apa tumumpah? >> Bayangin setinggi itu. >> Heeh. >> Ya kan? Mana tuh? Wah, setinggi itu enggak ruguh, bisa kuat. Apalagi kalau bukan kekuatan magis dari pohon-pohon ini. >> Karena itu piramida Mesir dibangun pakai apa, Pak? Oke. Jadi itu ternyata ya bangun Majapahit, Pak. >> Jauh ya mainnya, Pak ya? >> Iya. Heeh. >> Heeh. Heeh. >> Tahu situs Gunung Padang tuh. >> Ah. I ya ya. Gimana? >> N saya itu sebelum piramid di Giza di situ duluan >> lebih tua, Pak. >> Ya, Pak. Benar, Pak. >> Sudah pernah ke Gunung Kadang? Belum. >> Belum, Pak. Saya di sana, Pak. >> Nantilah kapan-kapan kita ke gunung-gunung lah. Ada Gunung Sahari. >> Iya. Gunung Kawi, >> gunung Agung ya kan? Yakin, Pak. Anda enggak mau nanya orang, Pak. Kita ini di mana, Pak? >> Si depan ni bukan jalan, Pak. >> Ini kita menuju jalan yang kupilih. >> Oke. Di >> jalan kebenaran. >> Benar kan jalannya, kan? >> Benar enggak? >> Awalnya aku sudah meragukan Anda, Pak. We dari Petrolas Trein Tower atau QLCC kita tuh bisa jalan kaki menuju ke Bukit Bintang dan enggak perlu takut panas karena ada jembatan beracaman seperti ini. Jadi ini sky bridge dari Petronas Twin Tower ke Bukit Bintang. >> Dan ini ya tempatnya bagus ya, bersih >> ya. Enggak ada sampah loh. >> Enggak ada sampah ya. >> Ini bersih banget. He. >> Biasa kan di tepi-tepi ada yang jualan itu toh. Jualan kacamata, jualan kayak kaos kaki, >> jual apa gitu. >> Jadi ini jalannya tuh kalau kita siang-siang juga enggak bakal panas sih kalau ketutupan kayak gini ya. >> Sama sekali kita enggak keluar outdoor kan. >> Enggak, Pak. Makanya putih-putih orang sini Pak. >> Ah, >> Anda memang sudah dari lahir. >> Oh, gak begitu juga, Pak. >> Kurang lebih gitulah. Jadi memang harus banyak bertanya. >> Ee nanya cuma dua kali tadi ya. >> Iya. Dan tadi kita juga ditanya sama orang. >> I dan PD-nya beliau kasih arah. Oh iya ini ke sini katanya. >> Tapi benar enggak >> benar >> enggak cuma nanya Petronas Trein Tower ke mana? >> Betul >> kita kan dari sana >> tinggal dijawab. >> Benar. Aku kira ana ni merampok ini benar K di panik aku. >> Oke gitu bentar lagi Bukit Bentang. >> Iya. Jadi, eh Malaysia itu adalah kota yang kalau kalian berwisata, it's ok kalau kalian sewa mobil dan it's ok juga kalau kalian naik transportasi umum. >> Kita tadi kan baru coba Grab ya, kita baru coba yang public transport ya. >> Iya. Cuma kalau dari bandara kita berempat kali ya, >> paham. >> Lebih baik naik Grab saja. >> Kayak disponsori kita. komen e Greg mau bisa langsung kontak ke nomer yang ada di >> tahu di oke kan >> ya jadi kita juga e di one million kali ini kita enggak cuma explore tapi juga kita jadi kayak ngasih tahu buat teman-teman yang mau jalan-jalan ke Malaysia seperti apa sih masuk ke dalam mall auto dingin ya >> ih makin dingin >> iya dingin sekali loh ini. Iya-tah. >> Padahal ini kacau loh. Harusnya kan matahari dewasa ke bawah kan panas ya. >> Ya. Ini kan lagi siang, Pak. Eh, sore, >> Iya, betul juga. i >> kok masih ada apaan? Ah, >> tuh banyak ini nih. Coffee akademi, coffee bean ya. >> Apa nih, >> Mbak? Votan apa tuh? Iya. >> Bagus. >> Paris Baget. Tapi ya ini cuma mall-mall aja. Maksudnya di Indonesia mall juga banyak >> Tapi ini bukan mall kan? >> Ini mall. >> Oh ya. >> M sticks ya. >> Stick rest. >> Terus ada tu >> tuh masuk ke dalam ruangan >> mana? >> Ban patai. Ocean 12. >> Five guys. Itu Five Guys tuh enak. Gongca ada di Indo >> tuh. Five guys tuh gua paling suka ininya tahu enggak >> apa >> apa sih namanya? >> Burger. >> Ee kentangnya enak banget. >> Oh dia kayak McDonald's ya? >> Five guys atau lima orang >> retail >> ya. Seru maksudnya hidup banget. >> Hidup banget rame ya. >> Rame banget. Evil kayaknya. >> Ah, ini arabika. >> Ah, pernah coba ini. Kok kayak kok kayak mil fore ya? >> Emang fore ngingetin itu kayaknya ya. >> Kayaknya mirip banget loh. >> Ini kayak di Mul Jakarta itu kan cet. >> Iya iya iya i. >> Kalau gua sih enggak terlalu cocok ya. >> Kalau aku pahit >> pahit ya. >> Arabika mirip banget ya. >> Iya ya. >> Kayak salah satu yang ada persennya bentuk persen logo persen. >> Ada Lilo and Stitch ya. Fotoin. >> Nah, inilah >> kalau di Jepang apa namanya ini? >> Osaka >> bukan bukan Osaka >> apa namanya yang crossing sibuya crossing. >> Oh iya rame. >> Oke kita putar foto sama. >> Nah kurang lebih seperti ini nih suasana di Bukit Bintang. Bukit Bintang yang ada di Malaysia adalah sebuah distrik pusat hiburan yang ada di Golden Triangle-nya Malaysia. Dulunya hanya sekedar jalanan yang banyak tempat belanja. Tapi semenjak dibuat pulang oleh pemerintah Malaysia, Bukit Bintang jadi makin keren dari tempat shopping ya, taman hiburan anak-anak. Tapi jujur sih seru banget bisa mampir ke sini ya. Kami tuh bisa merasakan atmosfer berbeda dari Malaysia pada umumnya. Selain tempat yang seru, Bukit Bintang yang literally nih ada di bukit benar-benar tempat yang sejuk buat dikunjungi. >> Dan di sini ya, tuh kenapa gua bilang kayak si Buya Crossing itu tuh ada lampu merah. Jadi ketika lampu merahnya itu merah, mobil berhenti, orang pada nyeberang. Dan di sini tuh banyak banget orang Indonesia pada ee berkunjung. Jadi ya banyak yang pakai bahasa Indonesia. Nah, ini kita sudah sampai ke D Exchange dan ini adalah mall lagi ya. Hanya dari Bukit Bintang tuh jalan sekitar 5 menit ya. Mall dan mall dan mall >> ya. Tapi lihat dong tempat jalan kakinya >> enak. Iya. >> Wah, jadi kita dari tadi jalan kaki aman. >> Dan yang gua senang adalah coba lihat ini gedung-gedung tinggi di sini ya. Itu enggak ada yang pakai pagar. Jadi aksesnya dari jalan tuh langsung aja gitu ya. Ini gedung tinggi sebelah nih. Tuh. >> Langsung masuk. S du >> jadi kita mau nyari apa di di exchange? >> Mau nyari Haiti hati. Haiti itu adalah minuman ee enggak kayak cagi sih sebenarnya ya. Cagi kan lebih ke teh asli ya. >> Ini lebih kayak teh >> bubble >> enggak? Teh bubble juga. >> Oh >> minta izin foto. >> Oi banyak sekali fansnya diwan Hanif. >> Beneran? >> Iya serius. >> Anda penonton Iwan Hanif atau Jajago? >> Dua-duanya. >> Oh deal. Sah diterima >> ini bakal masuk enggak? Ah, masuk. Namanya siapa, Mas? >> David. >> Dari mana? >> Dari Balikpapan. >> jauh kali. >> Orang Kalimantan, orang Sumatera itu kalau main lebih ke Kuala Lumpur, bukan ke Jakarta. >> Betul sekali. >> Tapi aku datang sini karena nonton MU kemarin. Kalah ya. Kalah. >> Kalah dong, Mas. >> Kalah. Ya, >> kita foto bareng. >> Bayangin udah keluar duit buat tonton. Jagoannya kalah. >> Aku noek. Aku tak ya. Aku tak rugi apapun. >> Oke, sekarang kita ah masuk ke dalam mall-nya. Wah, ini mall-nya keren. >> Mewah loh. Mewah. >> mewah. Ini macam yang mewah-mewah di daerah Sudirman apa namanya? >> Oke. Ini kayak Senin City, Grand Indonesia atau semacamnya. >> Betul. Yang mewah-mewah itu loh. >> Iya. Dan ini walk distance, walk distance ya. Jadi kita tinggal jalan kaki, enggak enggak perlu kita pakai mobil atau semacamnya atau pakai Grab. >> Betul. Betul. >> Udah. Nah, pertanyaannya Haiti di mana? >> Bagus sekali. Mari kita bertanya. >> Kayaknya mahal deh Haiti tuh. Jadi kalau yang Haiti gitu-gitu di Kuala Lumpur. >> Kalau Zeus itu banyak di mana-mana. Jadi nanti aja. >> Kita pantai dulu. >> Wah ada MU di sini. Adidas dan Manchester United. >> Kita lihat ya. Oh ini nobar ya. Adidas >> aku dan Ibu doakan aku selalu. >> Apa ini? Oh iya, ayah dan ibu. >> Oh iya benar tuh. >> Wow >> Uh ada bajunya. >> Oh iya benar. M lah. L kok ini bajunya Chelsea no. >> Oh exhibition-nya MU di dalam mall. >> Ini apa? >> Uh keren. >> Ini apaagi nih? >> Keren. Merchandise kayaknya. Oh iya benar. Theater of Dreams, Old Travord ya. >> Ih, bagus. Wah, >> yuk kita masuk yuk. >> Oh, ini ada jersey asli. Ini akademinya ya? >> Tuh. Oh, ini dari masa ke masa nih jersey-nya. >> Wah, ini zaman masih megang tropi nih. Trble. Trble. >> Ini keren nih. Seolah ribun. >> Oh, iya. Road to United. Boleh duduk enggak sih >> nih? Tuh lihat tuh. Apa nih? >> Ini bison. >> Ini bison >> gila. H >> Ini asli ya, cuma dikasih gerakan ya. >> Oh, ini asli loh ini. >> Ini enggak perlu keragunan ya? >> Enggak perlu. >> Keren loh ini. Beneran loh kulitnya. Beneran? >> Serius? >> Seriusan tuh? Lihat kakinya, lihat ininya tuh. Cuma di dalamnya dikasih motoriz kayaknya deh biar bisa gerak-gerak. Lupa AI >> enggak? Ai dong motoriz aja. Ah ini yang kita cari nih Haiti >> ini adalah minuman yang sangat ramai sekali di Cina ya. >> Tapi beda dia sama cagi. Dia kayak smoothi-smoothies gitu ya. Tuh maca tilate. >> Hmm. Coba lihat ada ininya enggak. >> Sangat minimalis. Enggak. Tuh, minumannya kayak gini-gini nih. >> Tuh, >> ya. Minum manis sih, tapi enggak semanis ternyata. >> Anda mau apa? Bingung gua. >> First time to Haiti. Supri macha late. Maca jasmin late. Cloud macha late, Supreme Brown Sugar. Boba milk tea, Mango Grapfruit Boom. >> Aku coba yang Supreme >> Supreme Macha late. >> Ayo main. Oke. Gimana Heati? >> Kemasannya bagus. >> Kemasannya bagus ya. >> I numpannya kita belum coba, Pak. >> Oke. Coba dulu lah. Coba dulu lah. >> Harganya tadi berapa? >> R. >> Gua apa tadi ya? Macha >> Cloud Jasmin Late. >> Nah, coba taruh sini dulu lu. Coba dulu deh kira-kira enak apa enggak. >> Alright. >> Ini minuman lucu-lucu soalnya ini. Dan ini di Cina laku banget >> kayaknya. Gelasnya sangat premium, Pak. Gelasnya, Pak. >> Gelasnya premium, ya. >> Premium. K for en gak sih? >> Woi. Gil gini sistemnya bukanya gini. >> Apa itu? >> Kayak maca keju gitu loh. Coba pakai itu. Pakai ini. Beda harusnya. >> Oh sorry. Atas tuh creamy. Bawahnya baru macanya. >> Ah enak enggak? Mantap ya. >> Enak banget. >> Oh ya udah. >> Oke sekarang kita coba yang cloud. >> Bukain ya. >> Geser. >> We >> iya premium banget ya. >> Maca zen. >> Oh iya 1000 mesh tuh apa sih? Kita minum dulu tanpa diaduk ya. Bismillahirrahmanirrahim. Kalau bawahnya sih ee susu ada macanya dikit ya. Susu teh. Teh susu. Tapi kita coba kocok ya dengan maca di atasnya. >> Lebih enak sih. E enggak sekental itu. Lebih kerasa rasa teanya. Ada >> jasmin tea ditambah green tea sedikit. Enak sih >> cuma enggak bisa disamain sama cagi ya. Beda, beda, >> beda. >> Oke. Oke banget. Oke. Pantesan di >> R.000 wor enggak >> apa? >> R0.000 >> enggak sih? >> Ya buat coba-coba lah. Kalau harga segini gua lebih pilih Cagi ya karena lebih terasa herbal, lebih natural sih. Kalau ini lebih ee buat yang lebih muda. Kita kan ah agak tua ya. E >> gak sama kita, Pak. Aku gak ikutan. Kan gitu dong. Ini ini lebih ke anak muda sih. Tapi manisnya pas sih enggak over ya. Jadi bisa dinikmati sampai habis enggak enek. >> Kita menemukan sesuatu yang ramai sekali. Namanya apa nih? >> Naknak nak >> naknak. >> Kayaknya enak. >> Coba apa kita. >> Iya. Nih lihat Bapak ini belanja banyak sekali. Wow. >> Biasa lama nak nengok hotel. >> Iya iya iya. Deep and deep tuh coklat >> Memang ini yang buat suka jajan atau sudah ee nge-gym banyak pengen menaikkan berat badan >> surganya di sini. >> Don Kai. Lihat tuh sampai antri-antri. >> Oh ramai sekali antrinya. Don Kai. >> Oh, Wagyu. Sande Wagyu. >> Nah, jadi tadi kita enggak sengaja mendapatkan sebuah informasi penting. >> Di sini adalah tempat di mana Apple Store terbaru dan terbesar di Kuala Lumpur di Malaysia. >> Se Kuala Lumpur. >> Iya. Di exchange? >> Why? >> Iya. se se ini semalaysia terbesar dan terbaru. >> Jadi kita mau mampir >> kan jadi pas kan mobilnya Cherry, >> HP-nya >> Apple >> cucok bukan Blackberry >> bukan Blackberry ya. Oh, laptopnya aja Apple ya. HP-nya Oppo kita >> no com. >> Eh, by the way ke mana? >> Katanya P atas toh. >> Katanya dari luar itu gede banget. Jadi nanti kita masuk habis keluar buat lihat seperti apa >> segitunya Bapak atau baca? >> Hah? Baca di mana-mana ya? >> Iya. Murah berarti ya? >> Enggak enggak jauh beda sama Zus. >> Mewah. >> Heeh. Kayak twinnings enggak sih? >> Klinik >> twinnings. >> Oh ya itu teh mahal itu ya. Nah, ini dia Apple Store >> yang terbesar saat ini. >> Oh, iya benar. Lihat dong atapnya tuh. >> Wow, keren sekali. >> Kami akan borong iPhone 16 Pro Max. >> kuborong. >> Wow, gede sekali. >> Keren ya. Nyai >> apakah ini >> Bose >> Apple M >> bukan? >> Oh Bos. >> Today at Apple workshop take better photos on iPhone. >> Jadi apa yang tidak ada di Indonesia? >> TV ini. IMac aku pakai ini yang warna hijau Apple TV Plus HomePod. Ini sih yang menarik nih. Ini HPod. music. >> Nah dia enggak berlangganan Apple Music ternyata >> ya. Dia pakai YouTube Premium kayaknya dia. >> Ah, kita ke atas yuk. Coba lihat ada apa di atas. >> Kita di lantai >> Oh. Uh. Oke, nanti kita turun lewat tangga nih. Lihat, kita bisa lihat dari sini ya. Wow, amazing. >> Ih, bagus banget loh untuk nyantai ya. Dan sadar enggak sih ini goyang? >> Serius? Janganlah bagi ih >> benar kan? Goyang kan? >> Goyang goyang di woy. >> Iya. Yuk kita keluar yuk. Nih lihat nih >> sini ya. >> Oh ya bisa. >> Uh berat sekali pintunya. Uh, Bang Ridwan >> rupanya ininya bagus banget >> ya kan gua bilang tadi. Nah, ini Apple Store terbesar. >> Eh, kita enggak mau jadi Apple fanboy kali ini ya. >> Wih, >> kok di taman lagi mainten ah bagus banget. Gelo. >> Bagus kan? >> Makin malam makin menyala dia kawan. Anda ini ke hutan, ke pantai tapi kagum juga melihat beginian ya. >> Ya, ini ada hutan beton. >> Nah, gimana Bapak sudah belanja? >> Hei, puas sekali. >> Waduh, by the way, ye >> Gimana tadi? Lama banget ya. >> Lama putar ya. >> Hah? >> Kayaknya dari seberang ya. >> Iya iya iya iya iya iya. Gimana? >> Mantap. Eh, SIM dan SNK tolong. Eh, S. >> Huh, kangen banget temani mobil. >> Akhirnya kita punya mobil ya sekian lama naik Grab ya. >> Punya mobil juga akhirnya. >> Waduh, kangen banget sama ni mobil. Padahal belum nyampai sebulan nih berpisah. >> Amanisah. Mobil plat Jakarta tiba di >> Kuala Lumpur. >> Aduh, kangen banget. Ya Allah. >> Let's go. Yuk. Yuk, jalan. >> Setelah seharian mengambil duo tigo di Port Klang dan keliling Kuala Lumpur, kami akhiri episode ini karena besok petualangan akan dimulai. Sampai jumpa di One Million Journey, Tourda ASEAN episode selanjutnya. >> Asem ya? >> Iya, ada rasa asemnya. >> ini gedung apa, Pal? >> Gedung apa nih depan nih? >> Keren banget nih. Dua jenis. >> Heeh. Ada Musang King. Musang ni macam light sikit. Kenapa pak? >> Oh palak palak sedeng. Hei [Tepuk tangan]

Lihat di YouTube