1M JOURNEY TOUR DE ASEAN: PUSING PUSING DI PENANG! (YouTube Video)
Hari ini kalian saya traktir umrah ya. Masyaallah. Di sini salat. Halo semuanya. Di episode sebelumnya kami berjalan dari Kota Pahang ke Kota Baru, Malaysia. Di episode kali ini kami akan coba explore kota Pineng. Kawan-kawan pernah take down sama [Musik] Sejarah Peneng dimulai dari wilayah di bawah Kesultanan Kedah sebelum diserahkan kepada Inggris pada abad ke-18. Kemudian menjadi bagian dari negeri-negeri selat atau stretch settlement yang menjadi koloni Inggris. Pulau Pineng kemudian merdeka pada tahun 1957 sebagai bagian dari Federasi Malaya dan menjadi negara bagian Malaysia pada tahun 1963. Georgetown, ibu kota Pulau Pineng, Malaysia dimulai pada tahun 1786 ketika didirikan oleh Kapten Francis Life dari British East India Company. Didirikan sebagai pelabuhan bebas, Georgetown dengan cepat berkembang menjadi pusat perdagangan yang ramai dan salah satu pemukiman Inggris pertama di Asia Tenggara. Ya, sekarang hari ke berapa? Ya, hari ke-11. 11. Tuh, mobil ternyata keluarnya dari sana. Jadi hari ini kita mau pusing-pusing di Penang. Pusing-pusing. Iya. Benar. Iya. Karena ee kita menunggu border tanggal 10 dan sekarang masih tanggal 8. Tanggal 8 9 10. Border dari sini itu sekitar 1 seteng sampai 2 jam. Nah, jadi kita memutuskan untuk hari ini mau santai-santai istirahat dulu di Penang. Enggak terlalu banyak aktivitas cuma seru-seruan aja dan kita naik satu mobil. Kenapa? Karena di sini gua perhatiin semalam kita jalan kaki 30 menit ya. Iya benar. Ke tempat makan yang tutup. Ternyata tutup. Susah banget parkir di sini gua lihat. Jadi sepertinya kita naik mobil satu aja. Yuk let's go. Gas. Nah cukup kan? Ternyata satu mobil doang kan? Cukup Pak Rahmat di mana, Mat? Belakang. Aman. Aman dong. Aman. Ya wes. Kemarin kita jalan kaki ke sini ke makan pagi. Saya enggak kita videoin ya. Iya. Iya. Padahal itu cuma 11 menit. Heeh. Naik mobil. Naik mobil. Mobil naik kaki 30 menit. Ah. Gimana sih, Pak? Lumayan, Pak. Olahraga. I kita kan capek habis nyetir 6 jam lebih. Iya juga sih. Perjalanan kita 11 menit saja dari sini dan kemarin ada temannya pala, cuma hari ini dia kerja. Ya. Besok katanya mau nemenin kita. Ee insyaallah bisa. Ke mana aja? Kita lihat banyak Pak. Ada Penang Hills, terus tempat-tempat makan, terus e mau ngajak makan durian katanya di balik pulau. Yah, di balik pulau banget kata jauh dong. Enggak, enggak tahu. Pokoknya istilahnya di balik pulau. Gua juga kagak paham ngomongnya di balik pulau begitu tapi banyak tuh apa petani duren. Iya. Sama yang lucu ya kemarin kan mobil kotor banget ya. Heeh. Terus sekarang tiba-tiba bersih karena hujan deras, Pak. Karena hujan deres pas itu. Iya. Dan kita tuh barang bawaan untuk AS ini sangat sedikit sekali ya. Sedikit, Pak. Enggak sebanyak yang dua edisi sebelumnya. Iya. Karena pertama kita perlengkapan offroad enggak kayak kemarin. Iya. Enggak dimasukin. Terus ee kita kan memang enggak boleh bawa ya barang titik-titik barang. Gua tuh yang mesin HL itu yang buat alat semprot portable tuh. Aduh, sayang banget enggak kebawa itu. Itu bermanfaat banget itu. Iya. Ya ampun. Seriusan bisa buat itu kalau ada yang ulang tahun ya semprot. Saya juga kena waktu itu. Iya. Aduh, sayang banget euy. Kotanya bersih dan rapi ya. Pinang. Heeh. Pinang Island ini. Georgetown Pang Island. Tuh ada Omoda. Cherry kemarin banyak, Pak. Sini. Cherry sini banyak loh. Banyak banyak dari Kuala Lumpur malah. Tigo7 Pro, ya. Tigo7 itu banyak yang ada biru-birunya kayaknya. Tigo7-nya hybrid ya. Heeh. Kayaknya tuh. Tapi bukan yang plugin. Bukan yang plugin. Iya. Terus Jeku. Woh, banyak banget hampir di tiap kota-kota besar tuh. Jeku di mana-mana selalu ada ketemu kita si Jaeku tuh ada. Ceri apa, Pak? Ah, ini cerry apa nih? Cherry apa ini? Kita ketemu depan ini Istar. I Eastar. Eastar. Istar. Ini kayaknya generasi sebelum ceri-ciri yang sekarang bagaimana, Pak? Iya. Logonya juga masih yang itu tuh Cherry Oke. Keren. Tiba-tiba nemu baru ngomongin Cherry yang CSH itu, Pal. Yap. Dia tuh rasanya completely beda sama ini mobil. Ah, masih sih, Pak. Jadi enak Iya, ini enak banget ini. Ternyata dia settingan kaki-kakinya beda. Gimana tuh settingan kakinya? Lebih enak lagi. Wah, bahaya itu mah. Kayak mobil 1 M lebih lah. Waduh. Nah, cuma di Indonesia belum ada yang AWD. Oh. Nah, kalau ini kan yang 16 sama 2000 AWD kayak-kayakinya sama nih. Cuma bedanya yang 2000 itu dia bannya dulu lebih keras kan. Bannya lebih keras. Jadi ini lebih empuk nih pas bannya diganti samaan. Veleknya juga diganti samaan sama rasanya persis. Waduh cobain Pak road trip Pak. Iya yang ini CSH itu. Wah tiba-tiba kita kontak Cherry. Wah 1 million Journey bagus ya. Mobil kita tukar deh. Wah wah itu yang kita tunggu-tunggu. Itu yang kita tunggu-tunggu. ngarep.com yang AWD jangan ditukar karena kita butuh AWD-nya. He itu kecuali nanti kan sebenarnya kalau di Cina sudah ada 38 yang CSA tapi AWD. Iya di Cinanya sudah ada. Iya tapi masuk Indonesia belum. Oke. Oke. Wah menarik sekali itu, Pak. Kalau sampai beneran diiniin ditukar ini kayaknya ada team park di dalamnya Pal dan tua gitu studio gitu loh. Iya iya. Lares indoor team Park. Destinasi pertama kami pada pagi ini tidak jauh. Namun sepanjang jalan kami melihat toko banyak yang tutup karena masih nuansa Idul Adha dan benar saja ya tutup tempatnya lagi. Masih tutup libur Idulidul Adha. Benar-benar Pak, masih libur Idul Adha pada Idul Adha ya mau nyate kayaknya ini. Benar. Mendingan kita berhenti dulu habis itu kita putuskan mau ke mana sih. Sebenarnya sih dekat-dekat 11 menit 9 menit ya. Iya lokasinya tapi tak ada yang buka. Bagaimana kalau Mas Eko cari biryani, Mas Eko? Biriani lagi Pineng famous Laksa. Coba. Jadi memang ada DM yang masuk ke kita katanya kalau daerah Kelantan sama Terengganu. Ini Terengganu bukan sih? Dekat-dekat, Pak. Oh, dekat-dekat. Idul Adha itu lebih-lebih dari Idul Fitri. Oh, lebih merayakan banget itu. Iya. Mereka pada pulang kampung. Ah, mungkin yang tutup-tutup ini pada mudik, Pak. Ke wilayah Kelantan atau enggak? Benar. Tuh lihat tuh lihat sebelah kiri banyak banget yang tutup ya. Sampai Sevel aja kemarin tutup, Pak. bingung kita. Masa kita ke mall sih, Pak? Udah sampai sini. Ya mau bagaimana lagi? Janganlah ya. Lapar ya. Nanti kita coba lihat yang Pinang famous Laksa apakah buka. Kalau buka kita ke sana. Kalau enggak ada ya sudah kita harusnya sih laksa-laksa gitu tempat wisata buka ya. Enggak. Gua kayak banyak warung-warung Cina yang buka sih. Cuma gua takutnya enggak halal aja. Iya. Ada kemungkinan kalau ini enggak ditanyain ya. Kemungkinan pertama adalah kemungkinan. Kemungkinan kedua adalah kemungkinan. Kemungkinan. Heeh. Kadang juga ada tiga kemungkinan. Kemungkinan. Kemungkinan. Iya. Betul sekali. Masuk tuh jok sebapak-bapak tinggal di A ini saingannya ITC. ICT? Bener dong. Kebalik dong. ICT. I tapi nasi kandar ini Pak. Tutup juga. Tutup juga kan dibilangin juga. Aduh ini hari raya. Kata gua mah habis ini kita nyari kupon ini, Pak. Kupon kurban aja, Pak. Ah masak sendiri di apartemen ya. Iya. Heeh. A lewat lewat. Oh iya lupa gua kasih lampu biar mereka lewat. Oh iya iya. Biasanya kita ngasih lampu minta jalan di maring iya benar benar benar. Tuh kalau yang Chinese- Chinese buka mereka. Iya, dari kemarin kita ngelihat juga gitu kan. Ini yang gua bilang nih, nyari parkir sini susah ini enggak Pineng White Coffee. Kemarin kita ke sini, Pal. Ini sebelah kiri ada cagi bukan? Oh, iya benar benar lagi. Eh, apa namanya tuh? Cagi neng. Kimberly Kimberly Road. Nah, kan. Oh, gitu. Iya. Tuh, Cagi tuh. Kayaknya ini baiknya kita cari parkir terus jalan kali ya. Iya. Baikin gitu, Pak. P spot lur. L. Oh, di parkir ini sini yang tutup depan toko banget. Enggak kalimat yang penting ada kotak kuningnya itu loh. Tuh dia kalau enggak ada kotak kuningnya gitu enggak bisa parkir. Kalau mau parkir gua agak ragu sih. Makanya gua bilang kalau bawa dua mobil tambah ribet. Nah. Ah, susah sekali memang mencari parkir di sini. Kami sempat berputar-putar namun enggak ketemu juga. Tapi akhirnya kami menemukan lokasi parkir itu. Pinang road famous Laksa itu. Tapi ini parkirnya RM. Yah. Astagfirullah. Mana kartu Pak? Parkirnya pakai pakai ini aja. Pakai visa aja punya takutnya RM tuh R mau lama mau ini per entry. Waduh masuk dapat tuh. Oh, menarik juga bikin parkiran ya. RM1 sih gua bikin A tingkat atas bawah kayaknya. Coba Pak sempit buat tigo kayaknya harus agak gedean ini. Enggak boleh. Lega sekali. Mobil sudah terparkir aman. Dan selanjutnya kami berjalan ke Pinang Roch Famos Laksa. Kepineng tidak lengkap tanpa satu legenda. Pineng Ro Famos Laksa. Kuah asam pedas, mie kenyal ikan segar, dan aroma min yang bikin lagi. Pantes aja ya antriannya sampai panjang gitu. Ini kita pesan ice tea. Datangnya teh tarik teteh ya. Emang gitu ice ini ice te ya. Ada susunya di sini. Cukup cukup cukup. Nyoba ini dulu pal. Nanti takutnya kalau ini ke sini hilang rasanya. Oh iya benar. Boleh Pak? Boleh Pak. [Tepuk tangan] Wih. Ini enak. Aduh. Tapi ya tapinya. H mirip kayak di Kelapa Gading. Di mana apa di Kelapa Gading tuh ada enak mirip kayak gini juga begini ada rasa kacangnya ya? Iya betulnya. He enak enak enak enak enak enak. Tapi kalian bisa dapetin ini di Kelapa Gading ininya enggak perlu jauh-jauh ke sini. Nah ini juga ada kayak bumbu kacang ya, Pak ya? Ini iya. Ini laksanya beda sih. Ini kuahnya tuh enggak enggak yang merah menyala gitu loh. Iya iya iya. Ini bumbu kacang kayak ada. Iya benar ya. Benar kayak ada rojaknya gitu ya. Wah super banget sih ini. Bumbu rujaknya ada rujak dan emang ada ada rujaknya nih. Rujak tuh apa sih, Pak? Rojak. Rojak. Rojak tuh buah gitu. Rujak. Ini ada nanasnya. Itu yang bikin seger berarti nanas kalau gini enak ya. Banget ya. Bahaya ini. Bahaya ini. Bolak-balik sini gua bat ini. Ini kayak rujak sih. Ada bumbu-rujaknya. Ada bumbu-rujak sekar-seker gini. Asem gitu ya. Tapi enak sekali. Hmm. Ini enggak ditemuin di Jakarta sih. Di Indonesia enggak ada kayaknya. Wah, ini enak sekali nih. Enak sekali. Segar banget sih ini. Segar, segar, segar. Ini masuk kategorinya besok sini lagi. Besok sini lagi. Oh, kita harus ada kategorinya, Pak. Iya. Kalau kalau makanan enak yang pengin lagi tuh kategori paling tingginya besok sini lagi. Tahta ultimate. Kalau enak doang, wah enak banget. Wah, mantap banget. Belum tentu balik lagi. Belum tentu bikin kita besok kayak ada rasa di sini nih. Makan lagi yuk. Kan besok pergi deh. Oh, ini levelnya balik lagi nih. Nah, ini levelnya balik lagi. Kalau ininya enak, tapi di Kelapa Gading enggak ada. Kalau ini enak. Beda dari yang lain. Oke oke oke. Bahaya enak banget. Wah dan ternyata memang seenak itu. Cita rasa yang sangat otentik. Gimana? Enak kan? Enak banget, Pak. Enak ya? Makanya antriannya tuh makin lama makin panjang tuh. Iya, ular tuh. Antriannya luar biasa. Enak banget. Habis ini kita mau ke street artang. Itu apa tuh, Pak? Pinang. Nah, bukan masalah itunya. Apanya? Pada buka enggak? Ah, itu dia Idul Atha ini. Idul Atha. Hari kedua. Hari kedua. Orang masih pada nyate di rumahnya. Iya. Sebenarnya kita bisa jalan kaki. Gas aja jalan kaki mah. Saya mah bentar ya. Soalnya tadi kan masuk sekali masuk RM1. Sayang banget, Pak. R4.000 lah. Betul. Kurang lebihnya. Betul. Ada duitnya enggak tuh rekening Pinang street art ini. Jalan kaki 13 menit. Ah dekat. Ya udah jalan kaki aja ya. Jalan kaki aja ya. Enggak yuk. Enggak. Yuk gas. Setelah puas makan laksa, kami mengeksplor Kota Peneng dengan berjalan kaki. Namun hari ini cuacanya panas sekali. Enak banget. Adem. Ketutup ya. Ketutup. Ya, ya, ya, ya, ya. Bungka lagi. Aduh, kirain mau ngapain angin surge. Aduh. Aduh. Jadi Malaysia ini meskipun harinya lagi enggak terik ya, lembabnya tuh berasa tetap jadi gampang keringetan. Ya udah jalan yuk, Perjalanan ke destinasi selanjutnya lumayan jauh. Gasker. Ini kita jalan kaki ya karena emang ternyata benar kalau kita naik mobil macet. Tuh lihat. Kalian pernah makan nasi rebus enggak? Ini kita di suatu perempatan di mana orang banyak foto-foto ya, cuma pas panas tiba-tiba langsung hilang. Di sana ada nasi lemak burung hantu, ada black kettle sama ada bomba. Tapi yang paling keren ini ada Castrol Bike Point W. Jadi ada bengkel motor ternyata di sini di daerah tempat wisata ada bengkel motor. Kastrol lagi olinya. Enggak jauh dari situ ada tempat yang didominasi sama ee etnis dari India ya. Di sini bisa kita lihat ada kapitan pendirian berhad, terus di sana ada Pasaraya Subam, di sana ada eh tulisan medianya juga ya. Dan ini ada Masjid Nagori Dargan Sherif Pineng. Ya, di bawahnya ada tulisan juga. Dan ini masjid dari abad ke-13. Jadi, masjid yang sangat tua sekali. Tapi kita enggak ke sini. 4 menit dari sini ada masjid yang biasa jadi tempat destinasi wisata. Sekarang kita salat di sana. Apa namanya? Jalan Masjid. Masjid Kapitan Keling. Let's go. Ke mana kita nih? Lurus. Peneng, pulau Mutiara di utara Malaysia. sebuah destinasi yang memadukan sejarah, budaya, dan cita rasa dunia. Ini di kota China Town.C- China Town gini. Bukan Chinat Town sih, ini ada Melayu sama Indianya juga sebenarnya ya. Itu jarang banget yang namanya pohon. Tapi di sini ada tuh lihat. Nah, itu akhirnya tiba-tiba jadi ada pohon. Nah, itu masjidnya di sebelah sana. Capek lu, Pal. Enggak biasa aja, Pak. Masa biasa itu happy banget mukanya. Tibalah kami di Masjid Kapitan Kling. Masjid ini dahulu merupakan salah satu masjid utama di Pulau Pineng. Nama masjid merupakan usulan saat kedatangan Kahadir Muhuddin. Ia adalah ketua masyarakat India Muslim saat itu. Namun, ada yang sangat unik dari masjid ini. Ini masjid ada yang lucu nih. Jadi ini kan masjid zaman dulu ya. Orang zaman dulu itu kalau wudu itu kan langsung dari penampungan pakai gayung. Nah, ini gayungnya itu dikasih kawat kabel seperti ini atau ada yang dibikin rantai. Gayung dikasih ranteko ini tuh buat cuci kaki habis dari wudu. Tapi kalau menurut gua ini buat ambil wudu sih. Karena emang zaman kamar mandi dari habis dari kamar mandi. Habis dari kamar mandi itu kan ada tempat wudu yang biasa. Tapi kan zaman dulu belum ada keran ya kan. Belum ada sanyo. Kalau kata orang suci juga bisa. Bisa buat wudu bisa. Coba, Mas dilihatkan bagaimana buunya pakai itu gayung. Ya, sebenarnya sih di Indonesia juga sering wudu pakai gayung ya. Iya. Ini karena kapasitas airnya tuh banyak jadi aman buat masih bisa. jangan celupin kaki ke bawah. Nah, tapi kalau jujur ngomong, gua senang wudu kayak gini sih. Akhirnya kita menemukan masjid di Malaysia yang tanpa AC karena kebanyakan semua pakai AC. Tapi meskipun enggak ada AC, lihat betapa banyak kipas angin di sini. Semuanya kipas. Bahkan di atas sini ada kipas super raksasa. Ini kalau nyala muar bisa terbang kali kalau kencang. Luar biasa. Jadi meskipun enggak ada AC tetap terasa adem di dalam. Masjid ini adem banget. Rasanya sangat nyaman. Bangunan masjid ini berbentuk segiempat. Lantainya hanya satu tingkat. berbentuk bumbung condong ke atas. Sekelilingnya adalah jalan dan rumah warga. Jadi emang di sini itu setiap sudut-sudutnya itu estetik ya. Estetik. Estetik tuh semuanya pada foto-foto. Ya kan? Jadi tiap ya tiap kotanya aja lah. Iya iya benar. Heeh. Bagus sih, bagus buat foto-foto yang ini nih foto par di sini nih. Gimana fotonya? Sangat estetik bukan? Benar-benar instagramable. Setelah selesai berfoto, perjalanan kami lanjutkan ke destinasi berikutnya yaitu Welcome to ChuJetti. Jadi ini rumah terapung kalau dilihat seperti ini di abad 19 pertengahan bikinnya ancestornya dari Cina loh. Fujian provinsi kita entrance di sini. Nah, ini kita muter-muter nanti bisa ke kanan bisa ke kiri. Yang bagian sini ada kapal-kapalnya ya. Ini kurang lebih mirip kayak di Banjarmasin ya sama di Brunei kemarin. Tapi bedanya ini di laut bukan di sungai. Yuk kita masuk yuk. itu aja ini sudah mulai masuk rumah-rumah yang tadi kan itu semua tuh dagang dagang. Nah, ini rumah-rumah aslinya kayak gini beneran masih ditinggalin dan dia seperti di Brunei ya. Jadi meskipun ada kayunya lama-lama dia dikasih beton beton. Jadi biar lebih kuat lagi di tepian W Georgetown berdirilah Ciu Jetti desa terapung bersejarah yang memadukan budaya, tradisi, dan kehidupan laut. Dibangun pada akhir abad ke-19 oleh imigran Tionghoa, deretan rumah panggung kayu dan lorong papan yang menjorok ke laut menjadi saksi bisu kekayaan sejarah dan keramahan setempat. Itu bisa menikmati di sana tuh menikmati laut. Tapi enggak ada itunya, enggak ada pagar ya. Jadi emang kayaknya buat dockingnya si kapal-kapal ini bisa menikmati senja ini. Wih, menikmati senja dan kopi dan mancing asem lambung. Heeh. Tuh, sebelah juga masih ada tuh. Jadi bawahnya udah bukan kayu lagi ya. Bawahnya udah dibeton-betonin semua ya. Terus dia kayak rigit gitu. Kayak rigit sih. Kalau di kalau di kalau di di sono apa di apa? goyang-goyang gitu loh. Kalau di sana ada ada apa gimana? Sebutin aja. Kalau di sana tuh goyang-goyang gitu ya. Ini enggak enggak goyang-goyang sama sekali ya. Lebih kuat. Dan baunya itu enggak ada bau di sini. Bau bau laut sih. Iya, tapi bukan bau yang amis gimana gitu ya. Enggak ada di sini. H. Kayak di laut aja gitu. Tapi ini lautnya tenang banget sih. Kagak ada ombaknya sama sekali emang. Kak tahu enggak di mana? Gorontalo tuh. Airnya kagak ada gerakannya sama sekali. betul kan? Iya Gorontalo. Iya Gorontalo. Air tuh benar-benar tenang laut tapi kayak danau. Bukan Gorontalo. Palu, Pak. Palu juga sama. Eh Palu masih ada Gorontalo yang kita itu. Yang mana? S yang well shark. Heeh. Oh i kan tenang banget kan. Jangan-jangan di sini ada well shark juga lagi. Iya di situ tuh kagak. Oh ada hiu coy. Bukan kayu. Oh bukan. Oh, itu kayu. Kalau orang bikin rumah di sungai, di atas sungai itu kan karena biar dekat sama sumber air bersih. Nah, di sini kan airnya air laut. Berarti mereka ambil air bersihnya tetap ke darat dong. Hujan, Pak, dari hujan. Oh, bisa ya. Kan enggak tiap hari hujan, Pak. Makanya ada penampungan. Kaetawa aja. Bingung saya juga jawab. Masih menerka-nerka. Enggak lucu. Galak bener. Yuk, jalan lagi. Keren ya. Gua enggak nyangka Pineng ternyata ee even gua sama Kuala Lumpur gua lebih senang ke sini sih. Benar. Hah? Iya benar kan? Iya. Jadi kalau kalian ke Malaysia coba deh destinasi utamanya bukan Kuala Lumpur tapi ke Penang. Karena bagus bagus sekali. Wah kita mau ditabrak dan kita tuh baru sadar ya ternyata nih tempat ramah buat disabilitas ya. Jadi beberapa kali itu ketemu turis, ketemu yang pakai kursi roda dan ada yang pakai kursi roda itu pakai listrik yang elektriknya. Yang elektrik. He i. Dan gua lihat tadi enggak ada yanglukan gitu ya. Aman banget. Ee jalannya tuh udah dipikirin gitu. Pas banget kan Pineng rumah sakit tuh tempatnya orang refreshing dari rumah habis operasi sembuh belum bisa jalan pakai kursi roda. Nah menikmati jalan-jalan, Pak ya. Heeh. S tuh ato tuh air brush. Airbrush bukan bukan permanen di tapi air brush sehat. Kenapa cuci beras tuh airnya? Oh itu namanya air tajin. Air brush atau rice milk. Rice itu benar bermanfaat itu. Nah lu tulis di sini Pal anda lagi ya. Saya belakangnya ya. Saya lagi. Segini doang dua tangan kan nanti hilang. Aduh astagfirullah ada nakm jus harusnya kan nakm pakm nakm kebalik apa kebalik eh ya udahlah tahu enggak ini dalam bahasa Indonesianya apa artinya pala satu aja ini pala minum pala coba dulu kalau enak rekomendasi gua mau beli juga ini buah pala nih pala minum pala Pakal segar, Pak. Segar. Mantap. Enak. Mendingan beli lagiah. Satu lagi. Ayo. Udah boleh deh. Lagi. Thank you. Tos ya. Minum pala kita. Oh, boleh duduk. Boleh. Boleh duduk. Ada asem-asemnya. Tapi kayak ada apanya ya? Cekeh. Kayak cekeh gitu ya. Ada angetnya ada ininya tapi dibikin dingin gitu. Pertama kali gua mainin mainin apa? Pertama kali minum pala nih. Ada rasa herbal-herbalnya gitu. Enak kok. Notm pala Indonesia. Tidak jauh dari sana ada aroma yang membuat kami semua penasaran dan ternyata ini adalah homemade eg roll. Saking penasaran sama aromanya, kami langsung beli. Mari kita coba. Coba ini, Pal. Jason biskuit roll. Gimana cara bukanya sih? Ini, Pak. Ini nih. Nah, ini udah jadi Pak. Jadi masih hanget loh tu dibuatnya di depan. Hm. Bahaya benar. Bahaya benar, Pak. Enak. Boleh lagi di sih sekotak 18. Murah. Enak banget nih. Hmm. Hmm. Aromanya menggoda banget pas kita lewat. Jadi, makanya Wah, wah, wah. Gimal juga lagi buka langsung enak banget. Waduh. Sini kayaknya harus jadi kayak salah satu ikon enggak sih? Karena ini enak banget. Mungkin kalau di Jogja, Mbak Pia gitu ya. Mantap loh ini. Parah ini. Wah, kacau. No mau noh. Padahal kita cuma enggak sengaja lewat. Terus kelihatannya menarik pas dicoba. Wah. Dan banyak, Pak, durian-durian gitu di Ini snack terbaik sih sama kita dari kemarin Singapura, Malaysia. Terbaik nih. Enak banget K. Ternyata menyenangkan sekali ya berjalan di Kota Peneng. Tidak terasa kami sudah sampai ke destinasi kami selanjutnya. Nah, terus di sini juga ada Masjid Melayu Jame Lebuh Aceh, Pulau Pinang. Pinang ya. Kalauang kalau mungkin Aceh ngomongnya pinang ya. Nah, di sini jadinya Pinang. Siap. Malaysia. Kita masuk yuk. Tapi kita sebenarnya udah salat. Masjid Lebuh Aceh merupakan masjid yang terletak di Pulau Pinang. Masjid ini merupakan masjid tertua di Pulau Pineng. Pembangunan masjid diawali dengan sejarah perkampungan Islam di Lebuh Aceh. Perkampungan ini berkembang pada tahun 1792. Pendirinya ialah Tengku Syed Husein Al-Aidit, seorang kerabat bangsawan Aceh. Masjid ini dibangun pada tahun 180 Masehi. Gaya arsitekturnya meniru gaya Moris, Tiongkok, dan klasik. Selesai mengeksplore dengan berjalan kaki, kami melanjutkan perjalanan menggunakan mobil untuk berburu durian. Kita coba dulu ya. Ini durian holo katanya. Holo tahu, Bang. Tarak. Agak dikit hambar sebenarnya tapi. Heh. Bukan yang bestnya bukan yang manis, bukan yang pahit, tapi oke. Ini apa nih? Ini musang. Musang king. Ini juga sama. E bukan. Ini kawin. Kawin. Kawin ini gede banget, Bang. Yuk, duduk. Ban. Ini enak sih pasangnya emang mantap parah ini. Mantap sih. Gede lagi iniang tamunya singkat banget ini nih. Ini kawin nih. Ada KW apa kalau dur kawin tadi? Ini kwi klonung klon ini kawin klon ini kalau yang ini kawin klon ini paling murah paling murah cuma 15 ya 18 18 jadi 15 dong kayaknya kita beli banyak tadi dia udah agak sedikit naik darah ya iya naik pita dia ganti duren baunya mungkin yaang hmm yang ini yang kawin ya kawin ini musangking ini. Nih forlor. Forlor. Forlor biasa sih forlor biasa. Iya. Akhirnya makan durian di Malaysia. Setelah puas makan durian, kami putuskan untuk segera kembali ke apartemen untuk istirahat. Karena besok pagi kami akan explore Pulau Pineng. Oke, sekarang adalah tanggal 9 9 dan apaal hari ke berapa kita? Hari ke 13 13? 13 ya. Karena kita mulai 29 30 31 sampai 9 12 kali ya. Gitulah pokoknya. By the way ini apartemen kita ini berapa se sejuta kurang harusnya kalau belum pajak. Oke, jadi kurang lebih 2 malam 2 juta ya. Kita nginap di sini 2 malam. Malam dan ini adalah hari terakhir kita udah malam kedua. He, gimana, Pal? Ah, enjoy, Pak. Enjoy. Ini tuh kurangnya satu apa tuh? Enggak ada tempat jemur. Oh, iya. Buat ngeringin baju. Iya. Jadi ini tuh benar-benar langsung tuh ya. Lihat tuh view-nya. Wah, kita di lantai 25. Tinggi Ben. Dan di Malaysia ini banyak lapangan bola ya. Hampir setiap apartemen yang kita sewa lapangan bola. Betul. Kayak punya klub bola lokalnya. Iya. Di situ ada lapangan bola. Di situ ada stadion bola. Stadionnya gede. Dan ini pertama kalinya ada tempat tidur di ruangan tengah. Tidur situ, Pal, tadi, Pal. Hah? Tidur di sini gua. Oh, kamar paling gede berarti ya sama Mas Eko kadang-kadang Mas Eko di kamar gua. Pindah berarti kalau malam nih ada tempat tidur lagi. Sofa bed ya. Ini kitchennya sama ada mesin cuci dan minum biasanya di Malaysia itu langsung dari keran terus pakai mesin Ro. Ini pakainya bacanya apa sih? Ku. Nah, di Malaysia tuh kebanyakan enggak ada dispenser. Adanya ini mesin R jadi buat minum pakai ini. Jadi kalau ditanya mesin R itu sehat apa enggak, tuh seluruh rakyat Malaysia pakai sehat-sehat aja. Tuh, gua udah 6 tahun pakai R ya selalu alhamdulillah. Cuma kenapa di kantor lu pada kagak mau minum? Jauh di bawah. Jauh di bawah. Tinggal di masukin galon. Jadi di kantor gua tuh gua masukin mesin Ro tahu enggak? Nah, cuma mereka pada enggak mau minum. Gua doang yang minum sendirian. Emang sok ie bersih banget kayak ini ada microwave. W microwave-nya keren banget ini. Ini mereknya TK ya. Tuh. Wah, stainless steel Pak. Berapa ini? sama ada oven. Wah, impian ini. Ini kulkasnya sama di sini enggak boleh dibuka sama ada mesin cuci. Nah, kompornya begini aja. Mereknya TK ya. Jadi kompor tuh TK. Kalau SD apa SD? Kalau SD aduh kalau mobil kan SMK ya kan. Wow. Terus terus nih mejanya ini kayu apa ya? Bagus ya. Enggak tahu ya. Ini pokoknya meja bagus banget lah. Dan ini ee makanan darurat kita kalau kita kelaparan tengah malam ada mie cup tapi jarang kita makan. Dan yang paling penting ini nih entrostop. Jadi kita selalu sedia entrostop ya ditaruh di tengah meja sama ditaruh di mobil ya. Biar kalau kita berpergian jauh ini antisipasi kalau ada kejutan diare ya. Minum metrost stop ini biar diarenya bisa diop ya. Namanya juga lagi overland gitu ya. ee enggak cuma kita makan sembarangan yang bikin diare, tapi juga kadang-kadang tuh kita makan tapi enggak cocok gitu kan. Jadi yang lainnya baik-baik aja nih. Cuma ada satu orang yang karena enggak biasa makan itu akhirnya perutnya bergejolak. Nah, ini penting banget nih. Apalagi sentrostop ini dia enggak cuma nyetop diare tapi dia menyerap racun dan bakteri penyebab diarenya ya. Jadi udah diserap dulu racunnya ya kan sama bakterinya, habis itu baru diop. Jadi enggak cuma asal diop doang, entrostop itu beda. Ini penting sekali. Makanya kita taruh tengah. Jadi kalau siapapun ada yang butuh, enggak usah nanya, "Eh, entrostok di mana?" Udah ada di sini. Aman. Sebelum kita explore Pulau Penang, kami putuskan untuk sarapan terlebih dahulu. Kami pilih untuk sarapan di makan pagi. Wah, makan pagi. Waduh, antrinya kayak gitu ya. Panjang banget. Untung udah dipesanin sama tim advance. Tim advance sama Bapak Anda lagi. Ngantri tabrak ini. Kita parkir di RM. Iya. Di sini tuh enggak ada tukang parkir. Tapi sekalinya parkir parkir meter begini ya RM. Lumayan. Bukan lumayan lagi. Lumayan banget. Tapi emang harus gitu sih kalau di kota-kota besar. Tidak dibikin kayak gitu. Nanti orang enggak ada yang mau naik transportasi umum. Transportasi umum tuh kalau kita cuma sendiri berdua itu terasa ya murah mudah. Tapi kalau kita berenam transportasi umum lumayan juga. Lebih murah naik mobil. Sama ibaratnya kalau kita sewa hotel kan murah juga ya. Tapi kalau kita beren berelapan ya satu apartemen itu bisa buat berdelapan tuh kayak wow murah sekali. Luar biasa. Ternyata antrinya panjang ya. Ini enggak cuma di sini tapi ke dalam itu juga antri lagi. Jadi ini baru setengah antrian padahal mereka udah di sini lebih dulu dari kita. Ya sudahlah ya. Ini 2 hari tutup. Idulatha. A+ 1 Idulatha H+ 2 Idulatha. Woh langsung ramai. sebuah tempat makan bergaya kopi tiam yang menyajikan makanan-makanan yang sangat cocok untuk sarapan. Ternyata tempat ini memang sedang viral di Penang. Antriannya lumayan panjang. Jadi di sini tuh yang ngetop ada dua. Yang pertama nasi lemak seperti ini. Yang kedua itu lontong sayur. Lontong sayur ya. Lontong sayur. Bedanya apa sama yang di Indonesia? Bedanya dari rasa sih rasa ya. Karena ada apa kayak potongan-potongan ikan bilis ya. Oh, ada ikan bilisnya ya. Nah, cuma karena semuanya mesin lontong sayur yang mesan ngasih lemak cuma si Andi. Kita ngicip ya. Kita nyobain nih. Lihat nih. Ayamnya kayak ayam sabana ya. Heeh. Jadi kelihatan seperti itu. Tapi ayam sabarnya tuh enak. Gua suka loh. Narik sama ayam di sini itu kenapa pada empuk-embuk ya dalamnya ya? Cara masaknya kayaknya nih. Enggak tahu karena masaknya atau emang ayamnya. Dua kemungkinan itu. Kemungkinan pertama itu. Kemungkinan kedua adalah kemungkinan. Cobain dia. Cakep. Enak. Cakep. Enggak jadi lontongnya. Lontongnya lontong tuh enak. Panas rame. H ini sih bumbunya sih sambalnya itu yang di atas enak banget. Ahas banget ya. Enak. Tapi kalau cara desainnya sampai desain segala macam di Klaten tuh ada namanya rukun. Mirip persis. Persis banget. Ada kopi butter-nya juga. Iya. Jadi, tapi ininya enggak ada nasi lemak sama sayurnya enggak ada. N. Cuma kalau kalian pengin ngerasain yang nuansanya sama bisa ditelatkan di sana. Mirip. Benar saja makanannya enak sekali. Selain makanan yang enak, kami juga mencicipi cope butter yang menjadi menu favorit di sini. Kemudian untuk minumnya ya ada dua yang top. Yang pertama kopi orang kita ini kopi susu pakai butter. Nah, terus ada kopi butter. Kopi butternya juga beda tuh kayak gitu bentuknya. Kalau kopi butter udah banyak lah ya di Indonesia lah ya. Oke, kita coba yang kopi orang kita. Minumnya mesti dikocok dulu enggak? lebih mantap kalau dikosur. Ini emang setiap hari seramai ini. Seramai ini. Seramai ini ya sampai jam 12. malam kan masih buka. Jadi body ini ee dari lulus kuliah itu enggak pulang-pulang ke Indo ya? Enggak pulang-pulang. Udah dari lulus 6 tahun. Dari lulus e 6 tahun kerja. Jadi total 10 tahun. 10 tahun di sini dia. Coba. Mantap ya. Enaknya sih. Sedap. Sedap. Sedap. Sedap. Kau kau. Kau. Gua belum pernah minum ini sebelumnya. Enggak. Nothing close ya. Different taste lah. Rasa yang beda sama yang udah-udah. Aja. Ini roti telur goyang. Roti telur goyang. Siapak Farhan. Tinggal lontong sayur ini pala ini. Nih ini beda sih rasanya beda sih. Oh iya pas diaduk. Mantap. I harus diadong dulu. Enggak kayak kopi susu tuh. beda aja gitu. Wajib coba. Wajib coba. Wajib coba. Wajib Sobat. Rasanya segar sekali. Perpaduan kopi yang nikmat serta gurih dan creamy dari butternya sungguh mantap. Nah, ini adalah lontong sayurnya. Akhirnya datang juga cuma lama banget ya. Ini lontong. Sayurnya hijau-hijaunya dikit ya. Ada tempe. Tempe apa tahu nih? Tempe. Tempe ya. Ada. Oh, jamur. Ini jamur atau Oh, jamur. Ini jamur. Kuping. Kuping ya. Telur sama ini bumbu nasi lemak. Ada ikannya juga. Ini langsung aja dituangin. Langsung diaduk-aduk. Oh, langsung diaduk. Kalau sebelum diaduk, sebentar kita ini dulu. Diaduk sama diaduk. Tapi bukan yang wah ya. Coba kalau diaduk jadi gimana rasanya? Ada kembang tahunya juga. Enak banget kalau diaduk. Stop. Enggak kepikiran nasi lemak bumbunya taruh sini ya. Enak. Enak banget. Enak banget. Ambil nasinya lumayan oke lah. Nah, lu nyesel mesan nasi lemak lu. Enak. Sama-sama enak. Sama-sama enak. Ini lebih enak. Mau coba. Wow. Mantap ya. E kuahnya sih. Aduh cuma nunggunya lama. Cuma nunggunya lama aja. Enggak apa kan kita parkiran R puas ya. Susah banget dong keluar parkirannya. Mepet banget. Mepet. Mepet banget ya. Mana lumayan lagi harga parkirnya ya. Iya. Cuma ya Ini restoran enak. Enak, Pak. Tapi kalau kita bandingin sama antriannya, wah enggak se kalau oriental kopi ngantri panjang oke. Heeh. Heeh. Kalau ini menurut gua masih ee kalau enggak antri ini oke banget. Iya. Karena sebenarnya di Indonesia udah banyak yang tipe begitu, Pak. Restoran enggak pernah coba gua. Kalau gua rukun sama berapa udah pernah nyoba sama butter kopi gitu udah ada enggak? Yang yang kopi kita itu kayaknya beda deh. Kopi kita beda. Heeh. Emang ya kopi kita tuh beda deh. Gua tadi nyobain yang enggak pakai susu. Ah, gua tadi pakai nyobain yang pakai susu. Susah kopi kita itu kopi kita enak sih. Cuma enggak seantri itu juga gitu loh. Harusnya ya kalau ini maksudnya untuk untuk mendapatkan rasa itu tuh enggak sampai santri itu. Enak. Enak banget. Gua suka cuma kalau ngantrian segitu kayaknya pikir dua kali untuk datang lagi. Tapi harusnya ada waktu-waktu yang bukan pik ngantri gitu. Di kucing ada. Heeh. Mie sapi atau apa itu kucing apaan? Kucing. Kucing itu enak banget. Gua datang besoknya datang lagi. Itu enggak ngantri. Itu ngantri tapi cepat. Dan hidangan langsung sret gitu nyampe He. Tapi kalau si Misapi itu antrinya panjang banget kayak tadi juga gua enggak sih. Kalau oriental kopi ngantri panjang oke enggak masalah enggak masalah. Kayaknya enak tuh oriental kopi lah. Kan kemarin enggak coba lu. Enggak gua enggak nyobain. Oh iya. Lu ngambil mobil ya? Ngambil mobil bapak. Kita ke mana? Menunggu body. Badi. Menunggu kabar dari Badi. Dari sahabat kita. Sahabat kita. Our buddy. Our Body. Iya. Benar kan? Iya. Benar. Benar. Benar. Benar. Benar. Benar. Benar. Setelah kenyang sarapan dimakan pagi, kami lanjutkan untuk berkendara lagi menuju balik pulau. Jadi kita itu mau ke Pinang Hill. Hm. Nah, tapi kalau menurut Badi ini kan lagi ber apa nih? Pada cuti bukan bukan apa lagi hujan dan berawan gitu katanya enggak bisa lihat apa-apa. Oh, lebih sering kabutnya. Heeh. Mending mendung lah ya. Mendingan enggak usah katanya. Jadi kita diajak ke balik pulau. Tapi balik pulau ini sebenarnya tempat buat nyari duren. Nah, itu bisa langsung ke petaninya katanya begitu ya. Kemarin udah makan duren sih. ya udahlah ya enggak apa-apalah kita udah di-share di itunya ada ini gua map-nya ke balik pulau aja. Nah, ini Volvo S60 keren ya. Keren banget, Pak. sedan begini tahu. Gua senang banget sama Volvo ya. Apa udah tua gua? Udahlah cari 38 udahlah tetaplah harga segitu bisa dapat kenyamanan dan tangguh. Kita sudah membuktikan Pak J C bisa aja P sponsorin gua nabar jadi ini NPS ya iseng a jalanan yang mulus dan traffic yang tidak ramai menuju balik pulau membuat saya mengantuk ketika saya terlelap ternyata Ridwan salah jalan kita sudah sampai di daerah namanya Balik Pulau lah. Tidur aja enggak apa-apa tidur. Ya Allah. Enak, Pak. Masa tidur, Pak. Jadi ini tuh dibaliknya tempat yang hiruk pikuk tadi di Pinang. Iya. Yang Georgetstown. Iya. Sekitar 30 menit lah ya. 30 menit saja. Sudah sampai dekat-dekat. Iya benar. Dekat-dekat tidak ada macet. Hanya lampu merah. di sini lampu merah apa bilangnya? Stopan. Stopan orang Jawa, Pak. Bandung kan? Oh stopan Bandung. Iya stopan Bandung. I. Kalau Jawa Bang Jo. Bang Jo. Bang Jo. Heeh. Lampu apil. Apilu gini jalurnya lebar-lebar begini, Pak, ya? Iya. Seru loh sebenarnya tadi harusnya kita lewat atas itu. Seru. Itu apa jembatan layang itu. Heeh. Cuma tadi gua salah salah belok. Tapi ya sama aja. Beda jauh. Jadi ee salahnya itu ya kita tuh harus lihatin yang hijau di sini nih. Ee jalurnya ya. Iya. Tadi gua pikir ah tinggal lurus kan. Eh tahunya yang hijaunya suruh kiri. Iya iya iya. Malah dia turun ke bawah nih. Coba kita lihatin ya. Di sini tuh surganya duren katanya. Iya betul, Pak. Banyak yang bilang itu. Dan ada pabrik lu, Pal. Pabrik pala Nutm. Oh, yang kayak kemarin tuh yang kita cobain itu. Factory. Jadi, nah lu jadi bahan baku di sana. Kalau gua datang ditinggalin gua di situ. Digiling loh. Digiling, tahu enggak? Digiling. Ambil saripatinya tuh. Tuh. Tapi surprisingly nightm itu enak loh. Bahkan dibikin jus itu segar tapi ada masih ada angetnya, Pak. Iye. Dingin gitu kayak uh kemarin tuh cuma iseng doang pas itu. W kok jadi ketagihan. Berapa harganya kemarin sih? L R5. R5 ya? Rp20.000-an lah ya. Rp20.000-an. Itu sebenarnya murah ya? Murah untuk di Malaysia. Iya. Untuk di Indonesia Rp20.000. Aduh. Nah, lumayan. Apalagi kalau buat oleh-oleh tuh biasanya rada mulai rada mikir. Tapi soalnya botolnya kecil tuh. Paling 500 mili enggak ada lah. Nih awas pembinaan di hadapan tuh ini lewat yang atas tadi jalannya begini begini. Tapi orang Indonesia tuh hebat ya. Kenapa tuh Pak bayangin jalannya sempit-sempit tapi bus-bus gede tuh banyak. PD PD Iya, di sini bus tuh jarang sekali ya, kecuali bus ee transportasi umum itu pun juga jalur-jalurnya dilewatin yang gede-gede gitu loh. Iya, benar. Bukan yang kecil-kecil bukan? Iya. Ini jalannya besar sekali. E kiri kanan lebar tuh. Lihat mobil depan tuh. Kiri kanannya masih jauh kan? Benar. Ngambilnya enak. Tuh. Slack membahaya. Cuma begini doang tuh belokannya. Belokan biasa nih. Iya. Tapi dibilang selek off membahaya. Berbahaya. Takut tadi ngebut kali, Pak. Saking nyamanya jalanan. Benar. Dan sebelah kanan lihat tuh. Dikasih batu-batuan itu pakai jaring tuh. Pakai jaring kawat. Heeh. Biar enggak longsor. Betul. Tuh. Selek kok berbahaya? Depan ada peringatannya. Berbahaya ya. Eh kita segini doang. Tapi berfungsi sekali. Udah diingetin Pak. Asli maksudnya kalau dibanding Indonesia enggak ada apa-apanya lah. Enggak ada apa-apanya karena jalan kita lebih ekstrem biasa tikungannya. Kalau awas tikungan berbahaya itu berbahaya beneran. Kalau beneran ada peringatannya ya. Iya itu itu tajam beneran itu. Beneran itu beneran kalau di sini selek berbahaya. Oh iya oke enggak apa-apa. Awal-awal mah kita uhuh selu berbahaya. Waduh pas kita lewatin hah udah gini doang. Gitu doang. makanya ee yang teman-teman dari Malaysia coba nyetir di Indonesia deh. Ah sekali sesekali ke pegunungan-pegunungan. Wah seru banget. Pasti lebih merasa tertantang, Pak. E pulang driving skill-nya meningkat meningkat. Aduh. Nah, iya benar. Ke durian anjung indah katanya, Pak. Durian anjung indah. Heeh. Nih depan nih. Bentar lagi cuma 2 menit lagi kita. Oh, ini durian anjung indah. Anjung paling terkenal katanya, Pak, di sini. Di atas bukit. Nah, ini nih durian abang adik balik Oh, ini. Iya. Kita makan sana gratis. Kenapa, Bang? Ya, masa mereka tak sayang sama adik. Bisa ngecaunya bisa. Aduh, Abang tak sayang lagi sama adik kah? Masa kami harus bayar. Ah, iya iya iya. Bisa bisa. Oh, di sini bagus nih, Pak. Nih durian ada buffet dong. Jadi bayar sekali ambil sepuasnya. Wah, rugi tuh kalau gue yang masuk. Gua sikat seada-adanya pulang kembung. Ah, bodo amat. Gimana? Ada yang menarik nih. Ada durian ganja. Di sini ganja boleh enggak sih? Thailand enggak boleh ya? Thailand yang boleh ya? Gua ngerokok aja kagak apalagi gajah. Enggak tahu kalau yang ini kan ada ekstraksinya Pak. Astagfirullahalazim. Bapak ini. Ih eh doang. Nanti pala kita laporkan ke CNN. Cek apa? CNI. CNI, Pak. Oh, CNI. BNI ya? Oh, btn. Iya, BTN aja, Pak. BTN lah enggak apa-apa. Ini view-nya bagus sekali di sini ya, cuma lagi mau hujan deras sepertinya. Tuh, kita bisa lihat perumahan-perumahan di Peneng. Wah, kecam banget anginnya. sama ada laut di situ. Tapi benar ya kalau kita ke Pinang Hill cuacanya lagi enggak mendukung sepertinya ya. Kurang lebih seperti itulah. Keren. Di balik pulau ada sebuah rest area yang terkenal menjual berbagai jenis buah durian. Durian Musang King berasal dari Malaysia. Spesifiknya dari daerah Gua Musang, Kelantan. Varietas ini dikenal dengan nama lain Mau Sangwang. Dalam bahasa Mandarin, nama ini berarti raja kucing yang diyakini diambil dari nama musang atau hewan mirip kucing yang sering ditemukan memakan durian terbaik di hutan. Iya. Enak, Pak. Karena memang di sini dekat sama ininya, Pak. Kebonnya, Pak. Apa hubungannya? I gabung kita. Nah, kan cuma RM10. Ngapain kita beli R0 Musang King? Ini udah enak banget. Makanya kacau. Lebih enak dari kemarin. Wah, gawat ini. Kacau. Sama juga suka pak nih. Susu nih. Susu. Durian susu ini. Eh, serius ini enak banget ini. Enggak bohong gua. Mendingan durian kampunging. Iya, benar ya. Tapi kalau duran kampung udah enak, Musangking pasti lebih enak juga sih, E tenang, Musang King. Dalam beberapa tahun lagi akan murah. Kenapa? Karena yang nanam kebanyakan. Jadi nanti akan over supply. Di Indonesia ini, di Jawa ya, terutama ya itu Musang yang lagi ditanam besar-besaran. Emang bisa di tanah Jawa, Pak? Mus gampang. Banyak sekarang. Udah banyak. K berarti tinggal nunggu panen doang ini. Tinggal nunggu panen karena harus 7 tahun. Nah, kemarin waktu habis COVID tuh pada nanam-nanam di Sangking. Nah, kita lan aja nanti. Ini enak banget Pas banget nih lagi musim panen durian. Pilihan duriannya banyak, tapi kami tidak memilih durian Musang King atau Black Trn. Kami memilih durian kampung atau lokal saja. Surprisingly, rasanya tidak kalah enak loh. Pektron juga dikenal sebagai D200 atau OchI. Berasal dari Malaysia dan dikembangkan sejak pertengahan 1980-an di Nibong tebal Peneng oleh Leo Cekkong. Sayangnya kita enggak makan itu. Tapi kalau mau makan sebenarnya ada banyak. Bahkan di Indonesia pun juga banyak sekarang dalam bentuk frozen. Puas makan durian, kami jalan-jalan menuju area persawahan terbuka Pfield yang di sana ada instalasi seni lukisan yang biasa dikunjungi oleh warga Pineng. Alhamdulillah kita sudah nyampai di Klaten. Ini apa namanya? Padi file file. Apa? Padi pedil. Padi ya. Jadi emang isinya padi. Yang sana masih hijau ya. Yang ini kayaknya baru dipanen apa udah kuning ya? Tapi ya bedanya sama di Klaten. Kalau di Klaten tidak ada pohon-pohon kelapa seperti itu. Jadi ya kurang lebih miriplah. Di sini rumah tuh enggak ada pagar-pagar ya. Udah begitu aja gitu. Sampai ke sana juga ke sana juga sama. Tapi yang heran kenapa di apartemen malah dikasih pagar? Iya juga aneh ya. Yang di pinggir jalan gua lihat rumah emang enggak pakai pagar gitu aja udah. Iya iya iya ngablang gitu engak ya. Heeh. Tapi kenapa di apartemen dikasih pagar? Mungkin lebih menjaga privasi kali Pak. Terus yang di rumah landit enggak jaga privasi gitu. Aneh ya? Iya iya begitu ya. Iya iya iya iya. Tapi katanya sih aman sih. Katanya kayak aman Pak di Mari dah. Iya aman ya. Senang sekali rasanya bisa pusing-pusing di Pulau Pinang. Sampai di sini dulu one million Journey tour the ASEAN pada episode kali ini. Besok kami akan memulai perjalanan lagi. Sampai jumpa di episode selanjutnya. Wih, ini dia jembatan duanya P. Wuh, panjang. Kerenan yang sana tapi ini lebih panjang. P lebih panjang. Rasanya aku seperti pulang ke Klaten ini. Tuh. Luar biasa ini banyak sekali stiker. Kita mau tempel di mana ini? T ada tempat ini. Hei. на
