Jungkat

1M JOURNEY TOUR DE ASEAN: RAHASIA KAMBOJA TERUNGKAP! (YouTube Video)

  • 11/10/2025

Halo semuanya, jumpa lagi di One Million Journey Tourda Sean. Pada episode sebelumnya, akhirnya kami berhasil masuk ke Kamboja dengan lancar tanpa ada masalah. Nah, pada episode kali ini kami akan berkeliling ibu kota Kamboja yaitu penompen. Penasaran kota ini seperti apa? Tonton terus videonya. [Musik] He Inilah Kamboja. Sebenarnya mirip-mirip Vietnam ya, cuma enggak ada tuktuknya. Enggak ada bajay. Bajay ATRE tuh motornya tuh. Tuh, TED DV, Honda Beat, Zumer, Dream, Astrea, tuh, Benja. Seperti inilah tampilannya. Yuk, sekarang kita mau ke mana? Kita mau mencoba katanya Kamboja tuh banyak restoran Indonesia. Jadi aku mau tes benarkah ada Indonesia restoran di mall ya katanya. Di katanya di mall. Yuk, let's go. Kangen masakan Indonesia. E, berhubung kami sampai di kota ini pada sore hari, kami akan eksplorasi di sini dan mencari makan malam. Infonya ada restoran Indonesia ya dekat sini. Ini 12 menit 2,6 kilo doang 12 menit. Lama ya? Aku tidak tahu apa destinasi harus kunjungi Pak di sini Pak. Sama eh tadinya ngapain ke sini ya? Ini kan bagus banget kotanya malam hari. Di mana? Ada temanku yang ke apa ke wisata Sokil mungkin itu kali ya. Kalau penompen apa? Meragukan sih. Aku pun ragu. Oh, kau jadi punya uang itu kan tadi kan? Ah, sudah dipakai bayar tol ya? Uang dolar? Enggak, bukan uang yang lain. Oh, uang itu ee apa namanya? Rilan. Ril real. Ril. Masih ada kan Jom kita untuk bayar makan? Hah? Hah? Ah, kalau Indonesian itu nerima rupiah dia nanti. Ah, iya. Masalahnya aku enggak mau rupiah. Allahu Akbar. Ini orang enggak enggak ada tuh. Ya Allah, masih aja berhenti kek dulu ya. Cow enggak dikasih dong sama sekali dong dia. Aku bayangkan kalau orang Malaysia asli Malaysia orang Thailand ke sini sih stres sih. Kay tadi mobil jarang ada yang nyebrang. Kita di Indonesia aja kayak masih cukup stres. Sini ini Medan sih, Pak. Iya iya Medan. Medan ini efek kita tuh saking melewati Malaysia sama Thailand dulu. Kalau kita di Jakarta langsung Kamboja enggak masalah. Mungkin Jakarta ini bakal kayak gini juga kalau enggak ada transportasi umum. Iya. Kalau enggak ada Micr, kalau enggak ada busway ya transj, kalau enggak ada kereta mungkin akan seperti ini. Semua orang akan pakai kendaraan pribadi. Motor akan motor aja udah banyak kan. ya semrawut dan banyak gedung-gedung tinggi di tempat yang semraut. Iya. Tiba-tiba kokung tinggi tempat kayak gini gitu loh. Jiwa barbar orang Indonesia tuh enggak ada apa-apanya sama orang sini. Ya berarti yang boleh diadu tuh kayaknya kalau orang-orang yang dari Medan bawa mobil ke situ kayak biasa saja di enggak ni. Wah nantangin nih. E aku pernah mobilan di Medan toh motoran malah kak takut bawa mobil kan lampu merah. Aku di klakson terus what happen? disuruh maju aku majulah bodoh-bodoh aku nerobos situ gitulah si saat itulah aku mulai merasa oke aku kayaknya nak cocok bawa mobil di sana aku bilang ada agia setir kiri tuh wei mantap kalau kayak gini sih auto hold ya jadinya enggak enak ya karena rem gas remnya terlalu cep terlalu sering toh bukan karena selalu sering berhenti jalan berhenti jalan gitu aja si iya kayak pas lagi parkir kan dimatiin biasanya ya. Heeh. Nah, masuk ke sini sudah mulai agak bagus nih kotanya nih. Ya kan sudah mulai ada trotoar ya. Mulai sedikit lebih tertib lah ya. Nah, mulai lagi. Tapi di sini sepertinya enggak ada cerry ya. Aku tidak m cerry tadi sih. Belum. Thailand aja baru loh ceri di sini. Berarti memang berarti paserry datang di ekspansi Indonesia duluan ya. Pasan Indonesia, Malaysia dulu. Hm. Dia mulai dari bawah ya baru ke atas karena kan rame negaranya. Di Malaysia tuh jeku di mana-mana om muda banyak. Ada turbus. Iya hop on hop off. Aduh kasihlah aku lewat. Aku udah kasih kiri. B enggak bisa di sini. Ini agak sedikit barbar. Nah tenang. Skill Indonesiaku K kepakai di sini. Apa nama cat dirimu tadi? Catnya Apa? Auto glow. Auto glow bakal berguna sekali di sini. Oke. Pokoknya semua yang nempel sini kepakai. Bukan cuma sekedar nempel logo. Oh. Bahkan mesin HL kepakai tokit. GPS ID kepakai. Betul. Bisa ngecek mobil di mana ya kan memantau terus entrostop kepakai. CF kita pakai tiap hari ya kan. Castrol olinya castrol. Mantap. Nah ini ambil duluah. Pak terlalu jauh Pak. Gua enggak bisa iniisi sebelah kiri kan dia kan. He baik sekali. Di belakang kita ada Aston Martin DBX. Enggak pernah gua lihat di Indonesia tapi pasti lah Indonesia. Apa? Terima kasih. Iya, Pak Thor sudah berhasil belum ya masuk ke J Laos harus ditanyakan itu. Oh, parkiran motor. Hei, apa apa tidak boleh masuk lu? Mana aku s peroden l mana belakang sumpah maju dah. Aku udah bilangnya negara tuh kayak aturannya kakak random. Heeh. Tulisannya perboden. Terus gimana kita mau lewat? Oke. Sini tuh kalau di jalan tuh kayak welcome to the jungle. Lokasi restoran Indonesia ini terletak di dalam mall yaitu Uall Nompen. Hanya berjarak 2,6 km dari tempat kami menginap. Lihat ada durian pizza. Gua enggak ngerti tuh gimana konsepnya kayak gini dia. Wah apa ini? Ini kayak krab cap yang bertingkat pancake durian. Itu baru pancake kayaknya. By three free one. Wow. Durian 1000 layer itu cheese durian tower 2,8. Uh, mahal. 3 sekitar Rp45.000. Durian pizza itu 4,8. Itu bolehlah kita coba lah. Bol durian pizza 4,8. Bom durian pizza 9,8. Kayaknya bom durian sih asik ya. Tapi nasi makan nasi dulu deh. I makan nasi dulu lah. Enggak dia bisa terima kartu dah bisa turis. Itu dia dapur Indonesia. Beneran ada dong. Ah aku udah kangen makanan Indonesia. Double a cok. Apanya double a-nya double double. Oh ya, Indonesia. Halo. Wah, dari Indonesia nih pasti. Wah, orang Indonesia ya. Kalau mau ini bilang-bilang dong biar gua bisa siap-siap dulu nih. Ini pasti orang Indonesia dong. Namanya juga dapur Indonesia nih. Ayam bakar, iga bakar, sup ayam, sup juga akhirnya. Wah, ini daun pisang impor Indonesia nih. Bro, di sini ada semua, Bro. Wei, ada semua. Kita berusaha pemakai untuk e memakai yang ada di sini. Karena kan kalau dari dari Indonesia, waduh itu berat bosnya, Bro. Ah, ini beli hotel mana? Rileks hotel 12 menit dari sini. 2,5 kilo. Kurang paham ininya hancur. Apanya? Jalanannya motornya itu loh. Aduh. Naik mobil ya? Ini cukol. Ada ayam geprek enggak? Ayam geprek kita enggak main karena udah banyak yang pegang. Hah? Udah banyak ayam geprek di sini. Geprek banyak. Ayam geprek banyak Pak. Ayam ee cabe hijau, ayam geprek, ayam penyet. Emang banyak ya orang Indonesia di sini? Di sini lumayan ya. Sudah ada 13 kali ya restorannya. Tapi enggak sebanyak Poipet. Oh, kalau Poipet ini S jalan Poipet. Poipet di mana tu? Itu di perbatasan. Jadi kalau di perbatasan Thailand mau ke kami lihat lewat enggak yang jauh selatan lewat sana? Enggak. Kalau selatan saya kurang tahu kenapa apa namanya? Poipet. Poipet po Pak itu makanannya nunggu 2 jam Pak. Pernah enggak dengar kayak begitu? Makan 2 jam. Kenapa di poet? Saking ramainya orang Indonesia pindah ke situ. Oh pindah. Oh ini poet nih. Chrome poet. Kalau judul pas judul ditutup pas judul ditutup segala macam karena pindahnya situ. Oh my. Kedua, siap novel. Oh iya tahu. Itu kampung Indo. Tapi poivet lah paling enggak make sense lah. Masa you makan harus nunggu sat sampai 2 jam sih makanannya datang. Kenapa kita kalau buka di poet aja? Nah itu good idea. Kalau saya enggak bisa. Kalau saya memang belum bisa di sini. Jadi ee bos juga di sini dan emang di sini kan dolar polek kan bat. Oh oh Thailand. Thailand makanya border banget itu. Berarti kita cari uang di dolar kita sana habis ini bik. Ditutup ya di situ ya? Benar ya berarti ya. Makanya lewat selatan ya. Boleh sih. Heeh menarik ya. Harusnya kita menghabiskan waktu lebih lama di sini ya. Oh iya dong. Ah, kita pesan dulu lah. Boleh. Aku lapar banget. Bisa terima rupiah. Bisa. Ah, sih yang buat buat ini enggak bisa. Apalagi tamu dari Indonesia. Cocok. Saya minta nasi uduk komplit dengan ayam goreng kampung. Waduh. Tapi ada ada tempenya kan? Ada tempenya. Wah, itu apa tempe we. Mau tempe goreng mau diganti tempe orek juga bisa. Tempe apa? Orek. Orek. Waduh mantap. Itu jangan macam-macam lah, Pak. Kita di sini. Kita di sini walaupun kecil nih mematikan loh. No play. Nih nih nih nih nih. Tempe orek kering atau basah nih. Kalau misalkan untuk diganti tempe gorengnya diganti ke mana? Ee yang diuduk ke orek ya pases kan enggak segitu harganya. Oh ya udah gampanglah itu mah. Yang penting kita merasakan Indonesia dulu di sini. Nasi uduk ayam goreng ya ini jadi eh kok nasi uduk ayam goreng katanya nasi uduk tadi. Oh iya. Nasi uduk ayam goreng kampung. Ayam uduk terus pakai tempenya tempe goreng kuning apa tempe orek. Orek. Kek kering. Oke ya. Tahu ada? Tahu? Tahu kita enggak enggak ada ya. Itu mungkin foto dulu kalau ada sama deh. Aku juga mau nasi udu komplit ayam kampung. Ayam kampung ya. Udah ada apa paha? Mau kayaknya lagi paha deh. Paha ya? Udahlah paha aja lah. Saya kasih uduk ayam goreng juga ya. Paha. Oke. Sama kerupuk jangan lupa. Nah ini ini tempenya yang dua ini mau tempe juga biasa. Senang sekali bisa tahu ada restoran Indonesia di sini. Makanan yang disajikan benar-benar masakan Indonesia. Perpaduan aroma dan bumbu khas rempah-rempah Indonesia jadi bikin kami enggak sabar buat coba makanannya. Oh, mau nanya dikit nih. Siapakah presiden ketiganya Kambojo? Saya enggak tahu buat poet itu ada di mana? Oke. Thailand mana? Thailand tuh di Thailand. Poip. Tadi kalian masuk dari mana? Bawah. Bawah tuh. Nah, di sini sini bawah sini. Rata-rata orang uh ujung sekali ya. Karena kami tahunya tengah kan lagi perang di tengah sini. Nah, ini nih banyak yang sekarang banyak yang produk Thailand banyaknya macet karena ya karena produk Thailand kan enggak bisa masuk. Dibikot diboikot bukanak ya. Sementara perang enggak bisa masuk gitu loh. Oh ini perangnya di sini ya? Iya perangnya di sini. Oh di poipet. Poipet dii perbatasan poipet tuh masih sekitar enggak jauh sih dari Thailand sih. Hmm. Kenapa per? Tapi kalau dari Thailand, dari Bangkok ke poipet itu 4 jam. Oh, Bangkok poipet 4 jam. 4 jam berarti kalau dari perbatasannya ke Poipet paling cuman dekat dong. Berarti lebih cepat ya. Cepat. Kalau dari sini ke poipet berapa lama kalian muar? 6 jam. 6 seteng. Kalau kalian ngebut kalau kalian slow nyantai itu sekitar 7 set 8 jam sama pen lebih gede nomen dong. Nompen ibu kota. Poipad. Kenapa orang banyak pilih pinggiran? Karena kan satu biaya kos lebih murah. Dan kedua lebih bebas. Pertanyaannya adalah kenapa sekarang katanya banyak orang Indonesia sekarang ke poet? Karena ee gini loh. E kemarin ada bermasalah judi nih. Satu pertama judi kembali ke Filipin ya. Sebenarnya kok Filipin? Kembali ke Filipin. Entar dulu. Filipin kena band udah enggak boleh lagi ada judul. Oh. Oh. Pada pindah ke Cambodia. Oh. Nah, kemudian kan tujuannya kalau penompet kan ini masih rada udah banyak sekarang. Oh. Ee saya enggak tahu caranya gimana. Mungkin sudah ya jalan belakang. Sudah lebih mudah. Tadinya kan enggak boleh. Jadi pilihannya kalau enggak siap novel ke poepet. Oh, poet cost lebih murah karena hitungannya pakainya pakai bat segalanya range hidup ren semua cost everything cost makan bikin server gitu tinggal gitu. Makanan juga lebih murah di Bangkok loh dibanding di sini. Kalau diomongpel lumayan pricey, Bro. Ya, karena kita pakai USD. Aku penasaran pas kita mau datang banyak orang Indo tuh bilang, "Bang, hati-hati Kamboja, Bang. Ginjal Abang, ginjal Abang." Nah, itu isu apa sih? Ini pun saya juga yang tadinya sudah sudah malas main media ya, gedekatan gitu dengan isu ini. Karena apa namanya ini loh kita mau ke negara mana pun you mau ke London, ke Amerika kalau yang bawanya salah enggak benar yang you kenal itu loh you pasti ke situ kan pasti ada kenalan entah agennya entah temannya enggak bener ya you mau di mana negara mana pun juga habislah oknum lah ya apa isu itu cukup heboh nih samboja cukup cukup heboh juga sih hah cukup heboh berarti ada beberapa ada kejadiannya bukannya beberapa lagi banyak ya banyak dong berarti sekarang yang kata orangor Indonesia kerja Jadi Kamboja itu bukan di nompen ini nyebar dong. Oh tapi diompeten banyak juga buffet kretum. Kalau kalian nanti mau ke mana? Laos saya enggak tahu ya. Laos sama Vietnam berapa jauh itu Laos tuh di sini kita nanti ke sini. Oh ke atas. Ke atas. Ketum ini apa tuh mata saya sebentar sor saya aja masih bingung bacanya saya enggak paham-paham banget. K kalau perbatasan Vietnam kan Buffet. kota Buffet. Banyak juga orang Indo. Hm. Kretum banyak juga. Gimana kota-kota besar banyak orang Indo ngapain? Ya kerja judul judul kalau scammer. Ada juga yang benarnya buka versi kayak seperti saya rumah makan. Berarti sebenarnya pemerintah tahu dan enggak apa-apa toh. Tahu pemerintah Kamboja melegalkan itu ya. Ya. Main di belakangnya kencang. Mau setoran gimana Pak? Nah ini makanan sudah datang. Ayo we we. Nasi uduk. Hati-hati sambalnya. I kalau mau sambal tinggal bilang ya. Siap. Ada kecap manis? Ada. Saya ambil. Eh ini orang mungkin wawancaranya bisa nanti lanjut lagi. Tahap kedua. nasinya nasi uduk nih katanya. Oh kita kurang kecap manis. Ini udah minta. Udah ya. Pintar. Rasanya indo sekali. Wow. Udah kelaparan ya? Indonesia ya? Lapar juga. Di Thailand sempat makan Indonesia, Kak? Kecap manis, Kak. Ya, di Malaysia enggak? Enggak, enggak juga. Oh, berarti enggak ada yang compare makanan saya dong. Enggak ada bisa compare dong. Belum, belum, belum, belum ada comparation-nya gitu loh. Ah, gimana? Terbaik. Indonesia terbaik. Oke. Rasanya kayak balik kampung. Bikin serasa pulang ke tanah air dari sambal yang pedasnya pas sampai nasi uduknya yang gurihnya ngangenin. Semuanya autentik banget. Di tengah suasana Kamboja, restoran ini jadi oase bagi perantau dan pecinta kuliner Nusantara. Rasanya bukan cuma enak, tapi juga penuh kenangan dari rumah. Ini Indonesia banget. Pedes. Hah. Bahagianya aku. Kita makan gak pedas. Iya. Selama ini tu cabe tuh selalu manis. Saus cabe ya manis juga. Ini aku rencana mau bungkus cabe rawitnya ini bawa pulang ke hotel buat bekal saya di Laos. Parah lu, Jen. Hmm. Sambalnya sih tapi kurang pedas. Sambal wangi. Cocok sama kacang bakwan. Bakwan sayur deh. Apa sih? Jawah bala-bala ya? Bala-bala jadi kayak ketoprak kalau dia itu sebenarnya sih bakwan ya bakwan aja enggak usah pakai gituan. Cuma pakai ini enak banget. Cocok ya. Ini bumbu gado-gado sih atau pecel. sama. Oh iya. Dan dia katanya bumbu pecel ini enggak ada tiap hari. Saus kacang. rasanya saus kacangnya itu nendang. Ini sama nasi putih enak nih, Don. Kurang lengkap rasanya makan masakan Indonesia tapi enggak ada gorengannya. Kami tentunya juga cobain bakuan di sini dan sangat suka dengan rasanya. Benar-benar gurih. Nah, setelah makan malam ini kami mau coba satu makanan dari Kamboja yang buat kami penasaran dari tadi yaitu durian pizza. Gua perasaan ini sih. Ah, itu juga enak loh. Ini tuh satu loyang atau satu? Satu loyang. ini member. Wah, ini m mahal ini. Kenapa ini 9? Ini ini 6 pie ini 8 piece. Yang ini 6 pie. Bisa bisa beli harga member nih. Ini bisa dapat harga dolar gak kita. 9 dolar lah. Dolar lah. E 8 member right? Member. Member member right? Oh member you scan telegram. Scan telegram aja udah. Oh yaudah siapa? Scan aja telegram. Udah emang beli beli apa sih? Beli berapa banyak sih? Yang dolar aja sama. Coba yang pizza ya. Ini yang bob. Oh yang pizza ya. Eh mau yang mana? Ini gak tahu apa ini rekomendasi lu. Apa ini? Enak kok ini. Enak kok ini atau ini? Itu dong, itu dong. Jangan yang jangan yang itulah. Six6. Nah, kalau untuk ininya juga enak loh. Satu salah satu rekomendasi gua. By the way, katanya dur mana yang ini? Nah, ini bro. Orang pada sukanya yang ini bro. Jur ini lesatnya jagung duren. Ini enak. Jagung duren. Iya. Kalau ini enggak tahu nih baru nih. What is this? Boleh cok. Itu berapa sih? Jagung duren don't know. This corn roosket durian. Soalnya isinya kecil banget. Kalau ini bisa ramai-ram. Iya makanya ini isinya kecil doang. Kayak gini ya. Iya. Iya. Pizza durian di Kamboja adalah salah satu kreasi kuliner unik yang memadukan cita rasa barat dan Asia Tenggara. Di Kamboja, pizza durian cukup populer di kalangan anak muda dan wisatawan yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Ayo Kamboja Fudi. Kamboja Fudi mana Kamboja Pudi? Mari kita buka. Oh, Rahmat lagi sibuk konten. I ya, ya. Oh, kayaknya tanya tadi empat. Eh, enam kok jadi empat? Gila. kayaknya lagi deh. Dollar ya. Do. 9,8 Rp150.000. Oh, Jon kita bagi dua Jon. Panas panas ya. Kalau kau makan melep tunggu l ini mozzarella ya? Iya mozzarella duren rela masok lagi ituak usah dipegang ini keju mozzarella cuma ada rasa durennya. Oke. panas bisa dipegang. Oh jangan sampai panas atuh. Ah, ini tuh rotinya tuh roti. Roti pizza. Emang dalamnya duren tapi lebih berasa kejunya dibanding durennya sih. Buanya enggak berasa ah. kurang enggak berasa. Kayak keju aku makannya tadi. Kurang duren sih, tapi menurut gua durennya kayak duren Thailand tahu. Oh, yang agak hambar itu ya? Yang agak hambar. Oh my God. Yang enggak terlalu berbau juga. Iya ya. Di Thailand tuh kayak gitu durennya tuh kurang begitu berbau. Enggak sestrong Malaysia. Okelah ini. Tapi bukan buat makan dua kali lah. Buat sekedar nyoba sih. Oh dia begini gitu. Ini lebih ke arah aku makan pizza mozzarella dengan perisa duren. Setelah kami selesai makan malam, kami melanjutkan perjalanan atas rekomendasi dari Bro Michael. Lokasi sih dekat dari tempat kami makan. Cukup 5 menit saja kami akan sampai di sana. Katanya kami bakalan suka sama tempatnya. Ya, ini kita lagi jalan-jalan ini kat namanya King Palace. Tapi entah gimana itu itu Kang Parkir sama Pala Mas Eko sama Rahmat kok itu bisa get along ya? Gua enggak ngerti dah. Lagi mabuk Mas. Lagi mabuk. Oh, masih kok mabuk juga. Bukan yang itunya yang parkirnya pas jatuh. Iya. Dia ngomong apa? I love you too. Apa coba? Parkirnya itu 5.000 ril. Jadi sekitar berapa? Seteng dolar. Sat 1/4 intinya kalau mau hitung gampang ril kali 4 itulah rupiah. Jadi contoh dia minta R5.000 ril maka Rp20.000. Oh iya betul betul betul. Btw ril itu mata uangnya. Kemar itu adalah sukunya orangnya. Jadi orang tapi tulisannya 1 KMR. Cambodian Ril Ch KMR K C Kambodian. Cambodian itulah. Oh ternyata tempatnya keren. Lihat tuh. Ini kan tempat wisata, Bro. Kalau mau tempat hangout yang kecil, mau upper class, middle class juga ah banyak. Wih, ada laser. Kita mah lower class. Kita laser dia. Jaj, Jajago. Kita jajare jalan-jalan kere. Betul, betul, betul. Oh, ini alun-alun penompen. Betul. Alun-alun nompen. Kayak kota tua ya, kota tua Jakarta. Tinggal nyari yang jual kerak telur. Wah, ini kita di Royal Palace depannya ada lapangan atau yang bisa dibilang dengan alun-alun kota penompen ya. Wah, gila kakor heeh tuh. N tuh bagus ya. Ternyata kami diajak ke Istana Negara Kamboja berlokasi di jantung ibu kota Penompen. Istana ini berdiri dengan sangat megah menjadi simbol kejayaan dan tradisi monarki kemer. Dibangun pada tahun 1866 oleh Raja Norodom. Istana ini menjadi tempat tinggal resmi keluarga kerajaan sekaligus pusat upacara kenegaraan. Arsitekturnya memadukan gaya Khemer klasik dengan sentuhan Prancis kolonial mencerminkan perpaduan budaya yang indah. Hingga kini istana kerajaan tetap menjadi ikon kebangsaan bangsa Kamboja. Lambang kehormatan sejarah dan warisan yang terus hidup di tengah modernitas. [Tepuk tangan] Kayak tadi kita salah turun deh. Iya, kita kejauhan tadi mang mobil enggak boleh masuk. Iya, harusnya tadi kita lurusin aja, enggak usah muar balik sampai sini ramei. Aku setuju kalimat bahwa tempatnya kayak Indonesia beberapa tahun yang lalu ya kayak gitu ya spice-nya ya. E, bangunannya tuh tua-tua, tradisional, kota tua banget. BTW sampahnya juga sama ya, besarkan di mana-mana ya. Iya, motornya sama cuma bedanya baja aja sih banyak bener. Nah, itu jangkri lu makan gak aku sini aku susah cari ini. Apa sih? Ini burung. Ini anak burung. Ini apaan? Cumi. Ah, ini apa? Ini kumba. Cum eh ini cumi apa laba-laba? Mana? Oh, tarang tulan. Taran karantula ini belatung ini kecoa. Ini belatung i benarak berani. Tetap jangkrik. Ayo, Bro. Sini, Bro. Enggak berani. Jangkringang besar kecang. Ini apa sih? Nonjok nunjuk-nunjuk doang kagak beli. Belalang jangkrik. Itu kembang ya? Kumbang. Kumbang coy. Serum ya. Indonesia makan I don't know. This what? This what? This what? Oh, no. I ask this is what 2000. sat000. Mau mangga? Mendingan ini asaman. Itu apaan sih? Biji asaman itu kan ini kan. Itu apa sih? Gua bingung dah. Ada asaman. Itu apaan ya? I want this. This. Oh iya, mango mango. Mengo mango. Agobo. Ini ini apa ya? This one om. Oh dia enggak bisa inggris. Oh bisa enggak dicampur-campur ya? Satu satu satu gitu ya. Sherry mau mau boleh coba coba yuk. R000 R.000 ya. Menggo 10000 enggak 250. Iya berarti gua enggak tahu berapa. R.000 ya. R.000 berarti. Jambu mau mau nanas apa jambu? Bambu aja ini bengkong ya? Enggak. Aku mau campurin semua. Aku mau lihat. Aku mau cob-cabur semua ini. Mau coba orang mau campur semua. Nah, garam. Garam. Ah. Hai. How Hai. Dikit-dikit kebanyakan. Sie. Ini katanya buah apa sih? Kayak apa? Cheri. Dia ngomong ceri. Cherry kayak mobil kita du. Heeh. Ya. Mana? Masih ada enggak cerinya? Hah? Gimana carinya? Gua penasaran juga. Enak kan? kayak tomat kan? Tomat tapi enggak ada bau tomatnyaang. Ya udah enggak apa-ap lah. Eh bolong ba ini aja deh. Enak enak enak enak. Kok gua heran tiap berapa meter ada stol makanan ekstrem terus ya? Laku ya. Kayak palimelannya banyak Pak. Kayak ini loh kayak jadi makanan biasa di sini gitu loh. Makanya banyak. Dan menunya semua sama roti. H ekstrem sekali. Namanya roti juga di sini. Wow amazing. WC juga WC roti J roti. Ini udah agak malam jadi udah mulai hilangup. Eh tapi ya banyak kata-kata yang sama kayak bahasa Indonesia di sini. Contoh contoh apa aja, Bro? Bro Michael. Kata-kata yang sama di Indonesia di sini kayaknya enggak ada, Bro. Roti. Roti itu kan ada dari orang luar. Oh. Pasar, raja, putra, bubur. Itu sama besar. Tapi cara pronunciation-nya beda, Bro. Besar. Oh, nadanya pasar. Iya. Bukan pasar. Besar. Besar. Besar sendal. Raja putra-putri sama ada tempat kafe nih namanya nongkrong. Nongkrong. Nongkrong itu orang Indonesia punya, tapi konsepnya konsep kafe, kopi buat pasar. kalau punya orang Indonesia. orang yang kerja di mana? Warung Bali. Warung Bali. Salah satu restoran Indonesia yang terlama di sini. Oh, jadi ada punya orang Indonesia dua di sini nih. Ada nongkrong, ada Bali. Apa namanya ini? Nongkrong. Nong and krong. Nong and Krong. Enggak tahu de. Tapi ya yang Bali di mana? Bali di situ udah tutup jam 09. Bali udah tutup. Emang benar ya. Banyak Indonesia ya? Nong and Krong. Betul. Mana? Nong and Krong atas nong and Krong. Oh iya udah tutup tapi. Wei luar biasa loh. Rame loh. Tuh bagus banget ini. Ini lihat nih. Ini ee apa? Satu gedung atasnya beda ininya beda ininya beda. Tiap lantai itu beda semua. Meriah tempatnya bukan mewah. Ini lagunya dijadiin bahasa Kamboja ya? Enggak. Ini Inggris banyak sih bisa di dilakukan di pocong ya. Ini benar-benar di daerah waterfront seperti ini ya. Waterfront-nya di mana? Tapi aku api. Lampunya ini lebih niat. kapalnya lampunya niat banget. Ini ke kapal atasnya ada restorannya. terus pokoknya rasanya kayak di Klaten lah. Ada namanya Jimbung, ada kapal di atasnya restoran. Oh, iya. Klaten banget ya. Iya, mantap. Iya. Jadi sambil makan nanti diketengahin se kan. Tapi vapes-nya ini mirip ya. Kurang ganja tapi untuk massagenya banyak banget. Betul. Oh, iya betul ya. Kurang lebih kayak gitulah. Jadi besok kita akan berangkat pagi karena kita pengin beberapa tempat. Jadi ada banyak sekali tempat yang bisa dieksplore di sini. Habis itu kita maksimal tank jam 12.00 kita akan let's go lagi. Oh, arah border ya, arah kota sebelum border. Habis itu kita akan masuk ke Laos. Doakan semoga kita baik-baik saja. Amin. Ya. Dan ini Om Michael itu ikut kita jalan-jalan tuh Warlock. Jadi ini guide-nya kita Warlock. Jadi bayang ini kuilnya nih. Jadi ini kuil tempat beribadah ya. Yang tadi kan istana, ini kuil mantap. Ini kenapa ada panggung di tengah-tengah ya? Panggung speaker gede depan kuil kayak nantangin karena habis ulang tahun ni. Oh ulang tahun yang tadi yang ratu tadi ya aja kalau enggak salah nih salah nih. Nah terus di sini juga ada restoran Padang namanya Padang Nusantara. Terenak sepenompen tuh masakan Padang. Bentar itu atasnya rumah apa gimana sih? Kayak gitulah Bro ya. Rumah ya berarti Wah, ternyata Kamboja enggak seseram yang kayak di berita ya, khususnya di kota Kenompen. Kota ini terasa hidup dan memikat. Lampu-lampu kota menyala indah di tepi sungai menciptakan suasana yang hangat dan romantis. I, Bro, ya. Ketemu lagi, Bro. Sampai ketemu lagi, Om. Salam buat Komik ketemu. Sampai ketemu Sama. Thank you. Thank you ya. Salam semua ya, Sis. Salam semua ya. Kah ketemu lagi, Bro. Sorry, Bro. Gua enggak bisa kasih. Ah, gua enggak ikut-ikut. Penompen di malam hari bukan sekedar kota, tapi pengalaman yang memanjakkan mata, telinga, dan hati. Terima kasih juga kepada Bro Michael karena sudah mengajak kami berkeliling di kota ini. Namun, kami harus melanjutkan perjalanan karena kami harus berangkat menuju kota selanjutnya. Sekarang tanggal 20 ya. Jadi kita akan explore penompen. Habis itu di siang hari kita akan langsung jalan ke apa namanya? Border ya. Yuk, let's go. Masih makan dia. Oh ya, by the way kita mau ke ele dulu karena kita enggak dapat sarapan di sini ya. Iya. Enggak ada breakfast, Pak. Heeh. Karena kita seperti biasa kita jalan-jalan kere ya, jadi jajare ya. Kok gak jajar apa lagi? Jajareak itu yang gokil kalau kalau kita kan kere iya jalar. Mantap guys. Kita mau cari sarapan namanya Elise tempat wisata di sini yang katanya rasanya kayak Eropa. Beliau ini mau makan breakfast ala-ala. Breakfast itu kan cuma roti sama telur sama sosis doang kan. Gak tahu sih Pak English breakfast. Yah. Jalan yuk, Guys. Ketemu backan sah di Eh, di dashboardnya tib. Ah, panasnya menyala. Ini baru jam 09.00 panas ini ya. PTW tadi aku tuh biksu. Untuk menggambarkan seberapa panas kamboja, biksunya saja pakai payung. Iya, biksu pakai payung. Itu baru pertama kali gua lihat di sini. Iya, dari kemarin enggak ngelihat biksu juga sih. Ada lihat biksu cuma gak payungkap langsung sih. Apa kan kita iktikad baik karena si itu si biksu berpayung tuh depan itu depan. Nah, tuh dia adau berpayung. Saking panasnya kamboja. salah satu life hack kalau kalian nyetir masuk ke mobil dalam keadaan panas mendinginkan kabin secara cepat adalah menyemprot air ke kaca depan. Oh, nanti panasnya terevaporasi kan. Ah, itulah namanya nih. Biksu pakai payung. Panas enggak, Pak? Panas. Bikso. Tapi dia enggak enggak ini loh. Enggak botak loh. Botak lah. Mana botak? rambut itu. Oh iya ding kok mulai tumbuh. Baru mulai tumbuh benar berarti enggak botak kan? Coba itu botak enggak yang lainnya? Singat. Oh enggak botak juga kok dapat rame. Oh ada tontonanah. Eh ada yang meninggal. Enggaklah boy. Janganlah gitu baru enggak maju ke depan ke eh itu ambulans. Kan ada orang sakit juga gak meninggal. Iya. Enggak ada bendera kuning sih. Oh, di bawah dong itu. Celakaan euy. Di bawah itu, di bawah. Disuruh maju tu mau diangkat suruh. Ngapain kita? Kita lurus ya. Kiri kiri aja. Kiri kiri kiri. Itu rute kita. Iya kita lurus disuruh kanan kanan kanan kanan. Itu di bawah itu diangkat di bawah. Kayja kecelakaan deh. Oh kena nginjal ya. Ya Allah ini ada apa lagi? Tenza. Suruh kanan ya. Kita memulai pagi hari di e Kamboja dengan sangat bahagia. Senyumlah sikit. Janganlah gitu muka kau tuh. Hei, ini bukan masalah senyum atau tidak. Senyum kau sikit. Aku tak tahu depanku di apa. Kenapa ada tender di tengah jalan? Ada ada yang kawinan gua rasa enggak very absurd sekali. Enak ini. Eh, sudahlah. Oke, kembali ke mode apa? Ingatnya belajar di biksu tuh harus apa? Eh, peace Zen Zen Zen bukan Zen Zen. So, apa tuh? Inner peace cutnya si kungfu panda tuh inner peace. Biasa kalau orang Indonesia dipanggil Zen itu namanya Zainuddin. Zainudin ya? Ya. Inner Zainuddin. Nah, kan ini putar balik juga si Bingo kau kan. Hai Binguo. Ah, kelihatan kah kau? Yang bumper kau rusak kah? Bukan. Eh, udah udah sembuh dong. Oh, iya kan pakai auto glow. Wow. atau juga pakai paper. Oh, bisa dong. Amazing. Dan ngecat ngecat furnish dempul semuanya. Wow amazing ya. Hebat kan? Bridging yang tidak direncanakan. Bingung apa sih yang ada susah mandarin di kiri bawahnya itu tambahan ya? I. Kau ngomong ke orang nih yang tadi suruh kita ke kanan nih. Kau tahu atas tenda sana tes belok enggak bisa bahas saya juga sih. Ah iya kupkap lah. Udah diangkat kan tadi bala horornya. So untuk bahas tentang yang ginjang-ginjalan, ternyata isu itu enggak cuma berar di Indonesia tapi memang beredar juga di Kamboja kan. Apaan? Yang isu ginjal-nginjal itu loh. Heeh. Tapi orang Kamboja sendiri ditanya bingung siapa, di mana, kerja di mana, enggak tahu. Itu bikin mereka takut juga, tapi mereka juga enggak tahu di mana. Tapi kalau ngomong tentang kriminal dan jambret itu memang benar adanya. Siapa? Ya, kriminal di jambret memang harus hati-hati. Kita disarankan untuk jangan merekam di tempat-tempat umum di gelap malam. Heeh. Kecuali yang kalau kita ramaian tuh katnya aman. Oh, ada penjaganya. Terutama ada Bang Eko. Jadi di sini ya harus maju ini. Enggak bisa. Aku tak aku tak bisa nyetir kayak gini ni. Enggak bisa mode Thailand, mode Malaysia enggak bisa. Jadi ada kita berhenti. Jadi di mana switch-nya? Switch mode kita tombol sit kan switch kan mode kampoja. Pokoknya kalau biasa nyetir di Medan gitu ya aman dah. Tenang. Tapi challenge-nya beda lagi setir kanan toh. Iya ding bisunya banyak. Wi berambut semua. baru tumbuh. Ih, itu biksu yang beda loh, bukan yang tadi loh. Iya. I ya ya. Buat kalian yang tahu tentang e sejarah dan kisah Biksu di sini, perbedaan dengan Kamboja dengan Thailand, boleh infok-fokan juga di komentar. Di komentar aja. Heeh. Bingung kita juga banyak yang tidak tahu. Sebelum kami melanjutkan perjalanan ke kota selanjutnya, pagi ini kami akan mampir ke salah satu daerah yang terkenal menjadi objek wisata jika ke penompen, yaitu elisi. Untungnya tidak jauh dari tempat kami menginap, hanya berjarak 3,2 km dan jarak tempuh hanya 10 menit. Kami akan sampai di sana. Nah, ini kita masuk ke Elise. Udah capek. Udah nih. Mana Eropanya? Itu depan tuh. Oh, Eropa. Heeh. Ini kayak kita masuk ke kluster Eropa. Wow. Kok kayak PK ya? Pick kan ada kluster kayak Eropa juga gitu kan. Iya, ada macam-macam ya. Oh, destinasi wisata itu adalah kayak pik istilahnya ya. Kita foto-foto di bangunan-bangunan lucu gitu ya. Ini kayak baru jadi ya. Ya, aku baru mau bilang ini apa juga di sebelah bangunan baru jadi juga. Ya udah nih ini kita close aja kita cari tempat sarapan yang enak. Cafe Amazon jauh-jauh ada loh di sini loh. Jauh-jauh sama Kambodia kawan. Makannya cepa lagi di franchise sama Anda nih takut mencoba engak Pak? Enggak gak sih. Bang Rifa kemarin tu sudah coba beberapa e chain untuk kopi. Enggak ada yang enak? Enggak ada yang enak. Emang susah ya. Sini kopinya gosong. Iya ini kepik ya cuma lebih tinggi ininya lebih tinggi apa rukonya I ya tapi ini baru banget di otak kayaknya baru banget sih enggak juga tempel-tempel udah agak lama nih Omala Changihu restauran mungkin ya kalau kalau kita itu orang Malaysia, orang Thailand datang ke Jakarta kayak gini mungkin eh ada apa nih kepik yuk kepik we we ya ya Pik Wah, e destinasi yang wajib dikunjungi. Kemarin kan kita udah ke k tua. Oh, itu tuh tu tuh ada itunya Triom the art apa? Trium the art ada. Itulah gua belum pernah ke Prancis. Intinya aku udah pernah ke Eropa sekarang. Thank you, Pak. Inilah Eropa. Ya, kita parkir di sana aja, Pak. Habis itu jalan kaki. Ke mana ya? Ke mana-mana bebas kami ngikut. Aku suka jalan-jalan. Di Eropa ada duren. Wow, amazing. Duren Eropa apa Euro, Pak? Tuh, nama-nama jalannya Newton Road. Waduh, Eropa sekali ya kan. ugal-ugalan ya orang Eropa nyetir motor Oh, sungainya warnanya sangat eksotis Enggak, ini kayak di Kalimantan. Kombinasi tahu sekarang. Oh, London Bridge. Itu Jana Tayan. Jiman tay Jan Tayan. Oh, kompleknya kayak gini. Tuh, ada kuda-kuda Eropa tuh. Lihat tuh. Bukan. Itu kudanya siapa dah developer yang suka ada kuda tuh? Selalu ada kuda. Oh, waterfront juga di sini ada. Kemarin kan kita waterfront yang sisi berbeda toh. Tapi kayaknya ini lebih eksklusif ya. Iya. Ya, yang kemarin kan cukup hebo ya. Heeh. Nah. Nah, ya udah kita parkir sini ya. Ya. Kaki kah? Tapi Anda mau jalan kaki ke mana? Pertanyaan aku. Di sini aja. Kok mau menikmati building ini. Boleh naik loh. Coba, Ding. Yuk. Dingin toh? Ah, mendingan di sini aja nih, Han. Fotoin mobil Han. Nah, cakep dari sana tuh. Dapat atrium the apa? Atrium the arch. Cuma bacanya. Wih, atrium Senin. Ah, okelah. Ee biar lebih bagus diputar aja ya kali ya. Nanti kau kena mal lagi sama Pak Parkir kemarin. Ya kan foto doang kita masih di dalam cuma berhenti aja. Nah. Oh, ini Trium lihat banget. Terinspirasi dari kemegahan Chem Elisi di Paris, The Elisi penompen lahir sebagai simbol modernitas dan kemewahan baru di ibu kota Kamboja. Kawasan ini mulai dikembangkan pada awal tahun 2010-an. Seiring pertumbuhan pesat distrik Kop atau Diamond Island dengan arsitektur bergaya klasik Prancis, The Elisi menghadirkan suasana Eropa di tengah Asia Tenggara lengkap dengan gedung-gedung tinggi, butik mewah, dan kafe elegan. Kini The Elisi menjadi ikcon gaya hidup urban penempen perpaduan antara sejarah, budaya, dan cita rasa modern. Sampai kita di Elise. Lihat nih. Tuh, Artom apalah itu omongnya. Atrium. Atrium. Oh, iya. Oh, iya. Benar juga ya. Therium ya. Iya. Atrium. Jadinya. Nah, iyalah ampuni kami kalau itu salah abaikan saja. Oh, tuh ada cafe the Paris tuh ya. Halo. Ya, we're looking around from Indonesia. Y. Nice. Nice. Nice. So, what is this place? So, this place is called Elize. Elize. Eliz. Have the monument here and around there you can see the monument look like in Paris. Oh, Osman style Osman. Osman. Yeah. And us we just open the cafe Paris today. Today is a opening today. Congratulation. Sopening. Oh, s opening. Is this place new? No, it has been here for around n years already and due to COVID the economy was not so good and now we picking back again the economy. But why we see the building is quite new right now? It was well maintained during all this year. Rawat terat. It was maintained by OCIC. So yeah, OCIC is a group that in charge of the land. Also that's the developer ya. Yeah, the rocker is but now is OCIC taking back. Yes. So from all the place in why you choose to open your shop here? Because me and my partner we are boss from Paris. Ah, bringing the French the French and we see no other places to open than Elize. We saw the opportunity and we say why not to open in Elize. So we we pronunciate it Elize. E ele. We call that Elise ele. Elise because you see there is two el in French. But do you accept Dollar? We accept dollar in Cambodia. and real the two main currency actually my friendly is enthusiast for the coffee so he travel all around the world just to enjoy the best coffee he can ever find you can have the best coffee lucky day we gna try our best to give you the best experience with so our competition right now is Amazon caf Amazon everywhere he likes the Americano so bad oh the Americano in Amazon not really Indonesia coffee better oke what what brand there are so many brands especially the manual one. Yeah. Oh, the bro the blue. Eh, in my office there is so many beans. Yes. So, you can mix it and then once you want it, you just What beat are you doing? This is my business partner. Hi. Halo. Er. Halo. Eric. I'm John. Ya. So, what be you using here for your late? Our blend. Your blade, your beat, your happy beat. Yeah, we mix blend like from all over the world and we make our own blend. From Brazil, from Vietnam, Have you ever tried a bean from Indonesia? I think we didn't try. No, didn't try the be No, not yet. Asian. You got a be from Asian here? Yeah. Yeah. Like Vietnam, man all over the world. We make our own plan. How lucky, my friend. You meet the one right person. Stop opening today. Stop opening today. Ya. A coba yuk. Let's try. Let's try. Oke. Let's try. Let's try. Cafe di Paris, sebuah kafe yang memancarkan nuansa romantis Eropa dengan desain klasik, musik lembut, dan aroma kopi yang menggoda. Tempat ini menghadirkan suasana khas Paris di jantung Kamboja. Duduk di teras sambil menikmati kerosang hangat dan secangkir cappuccino seolah membawa kami melangkah jauh ke boulevard Prancis. Cafe di Paris bukan sekedar tempat minum kopi, tapi pengalaman cita rasa dan gaya hidup ala Eropa di tengah pesona nompen. Jadi ini kan bawahnya tuh ruko-ruko semua ya. Tapi di atasnya apakah ruko-rukonya sampai atas itu? Ternyata enggak. Di atas itu adalah residence. Jadi ini adalah ee kayak flat ya, flat flatat di bawah ini kaafe-kafe tiba-tiba ada try residence. Jadi boleh coba antara itu boleh coba atau try itu nama merek dia. Terus yang sebelah sini namanya promenade. Ada lift-nya naik ke atas. Nah, itu baru kita bisa masuk ke unit-unit flat yang ada di atas. Jadi ee meskipun di sini ini public transportnya enggak begitu bagus. Tapi ternyata buat housing-nya mereka beneran kayak di Eropa pakai flat-flat kayak gini ya. Yup, banyak sekali. Kita mau ceking harganya dulu, Guys. Nah, coba itu foreign tanya bronit house foreign. Tuh, rumah, cok. Rumah ada. Oh, iya. Ini ada lift-nya buat naik ke atas. Bronit. Ini kalau kita foto nih beberapa sudutnya itu kayak Eropa tapi tiba-tiba ada bajai atau tiba-ti ada mobil Indonesia. Mobil-mobil lokal Jepang kuat sana. Oh iya ini kayak pik sih. Pik cuma pik kurang tinggi aja. Nah dan bersihnya ya. Iya. Dan katanya ini bangunan bukan baru. 9 tahun loh. Masih kayak gini loh. Karena developernya tuh rajin bersihin. Bagus, bagus, bagus. Itu suatu yang harus kita contoh ya. Ini rumah sakit loh ternyata loh. Jadi di rukun-rukun kayak gini ya. 1 2 3 4 5 6 7 8 lantai sini rumah sakit. Sebelahnya adalah farmasi dan rumah sakitnya 1 du ruko. Ini kayak kota kecil jadi semua lengkap. Iya. Ini juga era klinik premium laboratory. Sebelah sana ada dialisis buat khusus ginjal ya. Kenapa hangnya langsung berubah gitu sih? Bagus berarti lengkap. Saya tersenyum. Di sini terlihat Eropa kan? Tapi ada lagi yang lebih Eropa. Wow. Apa itu? Namanya Europark. Benar-benar Eropa 15 menit dari sini. Hm. Sebenarnya bisa lebih cepat, tapi cuma kita jalannya harus muter. Ah, kalau kita bisa nyebrang sungai lebih cepat. Oh, dia pakai sungai. Iya. Oh, itu yang lebih lama karena kita mesti muter. Oke, let's go Eropa ini Kamboja. Wah, kami enggak nyangka kalau ada tempat seperti ini di penompen. Jalan-jalan di sini bukan sekedar menikmati pemandangan, tapi juga merasakan kemewahan dan ketenangan di tengah hirup pikuk kota. Dialisi perpaduan sempurna antara gaya hidup urban dan keanggun Prancis di jantung penompen. Aduh, Bang Agus lagi. Nyaman-nyaman nih. Nyaman-nyaman. Nyaman-nyaman tuh bagus biru-biru Oh, ya. Ini beda nih. Biru-biru nih yang sebelah kiri ya. Benar-benar kayak yang pik kan ada setiap klaser ada bagian S masing-masing tuh. Berasa kan di kasih air depannya wei. Oh nyaman-nyaman. Coba matiin AC-nya mana tahu bisa hemat AC kita. Ah kayak gitu juga konsepnya mati gitu. Mobil memerserak ya. Tuh lihat defender lagi Range Rover lagi Alpard itu ada L cruiser Raptor itu berserak Raptor lagi ya kan. Raptor beser nih. Raptor lagi ini. Wtrack banyak kali. Alpad tuh kayak udah biasa sih. Macam angangkot si Alpad itu ya. Tapi memang kalau kita ke Jakarta juga beberapa daerah juga kayak kepik juga. Ramai sih mobil-mobil gitu ya. Tapi ini pengalaman pertama nih nyetir di Medan tapi ininya di sebelah kanan. Nyetir di Medan, Guys. Nah, jembatan apa nih di Medan nih? bagus. Eh eh enggak ada jembatan gini di enggak ada kah Medan kayaknya deh. Jembatan apa kah? Raptor lagi di mana-mana. Raptor. Uhuh keren. Kayaknya kuning sekali. Coklat ini mah bukan kuning. Oh iya iya iya i ya. Tapi gak kelihatan kayak jembatannya karena dia tertengah-tengah ini. J aku enggak dapat aura jembatan yang ini kayak reklamasi enggak sih? Reklamasi sungai. Reklamasi bisa jadi ya. Makanya keru ya. Heeh. Kami soal Jumat dulu bentar. Gas enggak apa nanti ya. carilah apa e salat pak cari masjid yang paling megah lah di sini udah tadi kan dapat dapat ya nih ini mirip kayak daerah-daerah Jakarta Utara yang kena reklamasi gitu-gitu deh betulit ke atas ah fluit betul priwit gitu kan yoy berarti sih baju juga dong gua no komen kalau itu ya enggak sih harusnya dia kan sungainya di bawah banget tadi ya aku punya ketemu aku pernah ketemu a di atas jalan itu di Mana daerah situ juga fluit ya? Lagi pasang jadi airnya di atas bendungan tuh ini Porsche tapi jadi jadi porting por harusnya purting brand apa itu enggak tahu tuh apaan di sini banyak mobil Cina karena kan setir kiri ya jadi mereka impor-or aja enggak usah pakai pindah-pindah setir lagi. Betul. Tapi paling enak bajay sih. dia enggak ada setir kiri, enggak ada setir kanan tengah kah dia setingir tengah. Jadi ekspor ke mana aja gampang. Iya ya. Ini ada Woling bingo plus bingo namanya Bu Bingo ya. Iya karena kalau bingo itu kan di bingo. Bingo. Bingo itu kayak jadi online ya. Bingo ya kan. Ah di Indonesia namanya diganti jadi binggo. Enggak tahu artinya apa. Kenapa ini di depan kita lambat sekali sih? Kan lagi ngobrol dia. Enggak sih ada dua mobil di depan. Milik kah? Habis cilah gak bisa ada bajai. Weh, Raptor di belakang dong. Raptor lagi. Raptor lagi. Di mana-mana Raptor sini. Hilux enggak laku ya. Malah Raptor di mana-mana ya. Oh, ada Toyota ini. Tundra. Tundra? Iya, Tundra. Oh, ke 7-Eleven dulu kah? Oh, kangen aku. Yuk, tnya kita mau makan di Nasi Padang. Oh, ya udah kita ke Nasi Padang aja. Sebelum kami keluar dari kota ini, ada destinasi terakhir yang akan kami kunjungi, yaitu Europark. Hanya memakan waktu kurang lebih 16 menit dan jarak tempuh sekitar 7 km. Kami akan tiba di lokasi yang direkomendasikan oleh wisatawan yang datang ke penompen. Kayaknya iya bisa jadi kayak reklamasi vies-nya ya. Iya, karena kontur dia punya pasnya tuh mirip-mirip yang tipe-tipe itu. Tuh, pas yang betonggok itu loh, belonggok gitu. Heeh. Kayak reklamasi. Tapi ini kan sungai ya. Betul juga. Biasanya laut biasanya laut. Atau itu tadi itu sungai itu muara siapa tahu juga. Ai tadinya rawa-rawa kan di sini kayak ini. Nah, bisa jadi kayak apa namanya? Kayak Kalimantan. Struktur tanahnya bermula di rawa kayak kota baru. Iya. I Parahyangan. Parayangan loy. Tuh, gedung-gedungnya bisa kelihatan dari sini ya. Cuma yang uniknya itu gedung-gedungnya tuh enggak mengumpul di satu tempat gitu loh. Tersebar, memanjang, terserak gitu loh. Merserak di mana-mana. Jadi bisa aja di daerah yang lagi padat banget kok agak-agagak ramai muncul satu gedung besar gitu loh. Iya. Aneh. Kalau kita kan di Kuningan, Sudirman gitu ya. Oh, gedung besar semua berkawan lah dia berkelompoklah tupang tuh kan. Lagi-lagi sampai jadi enggak spesial. CIA first international school. Uh uh CIA coy. Intel punya di sini kawan. Harus panggil si Bang Eko tuh. Nah nih masuk ke Bintaro nih. Nanti tebus-tebus BSD. Oh iya iya i ya iya. Mirip mirip mirip mirik miren. Nuansanya tuh Indonesia sekali cuma setirnya aja beda. I ya iya. Tapi untuk jalanan gua akuin di sini e aspal dan kawan-kawannya lebih bagus. jauh. Eh, kita jarang ketemu jalan rusak. Even di kota yang semerawut itu jalannya Iya iya iya i rata gitu loh. Betul betul betul betul. Puji sikit. Nah. A helikopter semeraut. Helikopter itu yang dipakai buat orang terbang-terbang nih. Itu dari Sanok Fel ke N sama bolak-balik Helikopter tu bisa helikopter tentara atau polisi kan enggak itu helikopter private tuh kalau dari bentukannya. Mantap kawan. Oh aku tahu aku aku tahu profisnya apa. Pasti antara petani dan peternak karena banyak sekali sawah dan sapi di jalan. Iya iya iya iya iya. Nah kita sudah masuk ke daerah Eropanya. Ini mana ini? Ini nih kayak kita masuk ke kota wisata tuh tiba-tiba tengahnya ada pohon-pohon besar kanan kirinya tiba-tiba rumahnya ala-ala Eropa ya kan ya. Ini mungkin jalan jalan daerah terbaik di sini ya maksudnya yang mahal-mahalnya kali ya. PTW sejak kapan komplek perumahan wisata sih Pak. Ini boleh masuk engak? Gerbang bagus sih. Masuk yuk. Iya tuh lihat tuh lihat tuh masuk yuk. Oh itu rumah perumahan coy. Rumah. Kok bisa Anda jadikan ini sebagai sisi wisata sih? Gak tahu tiba bilangnya ada Europat di Iya ya memang dari kemarin tuh kita diarahkan untuk wisata adalah tempat-tempat kayak Album. Kan gua cek Instagram, cek TikTok, cek YouTube. Apa aja yang wajib kunjungi lah. Heeh. Keluarnya begini-begini. Wisata komplek PIK. Mantap. Wisata komplek Eropa. Cakep. Gua kayak rasanya main ke kota wisata Cibubur sih. Mirip atau Citra Grand yang Ciputra-ciputra itu loh. Mirip, Pak. Mirip I kan banyak motornya pula. Ya minimal dia punya posisi do manusiawi lah. Kayaknya di sini kalau gua tinggal, gua bakal tinggal di daerah sini nih. Asik tuh lihat tuh gerbangnya segede-gede pengen Pak. Anda tinggal di Kamboja enggak kan? Misalkan misalkan kalau tinggal lah enakan di Indonesia Weh hashag Indonesia aja. Sebagus-bagusnya negara orang paling enak untuk tinggal adalah negara sendiri. Negara orang enaknya itu buat wisata. Benar. Kalau kerja apa? Kalau kerja paling enak ya di rumah. Oh oke. Siap. Bapak. Orang yang sudah kerja lama-lama di luar negeri ujung-ujung tetap milih pulang. Iyalah lebih nyaman di Tegal sendiri katanya. Iyalah. Ini macam Eropa kah? Seandainya di ee balik Indonesia bisa dapat gaji yang sama dan benefit yang sama, orang pasti pilih pulang lah. Oh, jelas. Tapi kalau semua orang gajinya besar, Pak, sebenarnya akan ada inflasi besar-besar, Pak. Di Indonesia, Pak. Ya, tapi enak kita ke luar negeri jadi bahasanya murah. Nah, makanya kerjalah di Indonesia dengan ikan dolar. Nah, lihat nih. Tuh, itu Eropa ya. Eark ini Eropa ya. Ini apa sih? Kok ada kubah-kubah gitu? Enggak. Pertanyaannya ini mall. Kok ada itu ada apa? Pintu masuk. Apa sih? Gereja. H apa sih? Ada basand parkiran besar apa ini? Ini venue buat kalau ada nikahan itu apa sih? Kop. Welcome to Europark. tuh. Welcome to Europark. Oh, benar. Tempat wisata ini. Oh, Range Rover berserah. Oh, ada Paris ini. Udah sampai Paris. Oh, wow. Nyampai Paris kita tadi kita kafe di Paris. Dari tepian Nasional Road One tak jauh dari jembatan Monivong terhampar sebuah taman yang seolah membawa kami menyeberang benua. Inilah Europark, sebuah taman rekreasi yang memadukan suasana Eropa dalam ukuran mini. Europark berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 4 hektar lengkap dengan kanal buatan, Boulevard kreasi arsitektur yang terinspirasi gaya Georgia, Tuskan, serta elemen-elemen khas Eropa lainnya. Awalnya dirancang sebagai bagian dari kompleks perumahan mewah dan vila-villa eksklusif. Europark menjadi daya tarik tidak hanya untuk penghuni sekitar, tapi juga bagi wisatawan dan warga lokal yang ingin mencari tempat santai, berfoto-foto, atau hanya sekedar berjalan-jalan menikmati suasana tenang dan hijau. Hah, ini dia kita sampai juga di Paris ini, Wih. Heeh. Dan di Paris ada pohon beringin ternyata ya. Wow. Amazing. Ada ini kayak burung jala yang di Indonesia ya. Hah? Oh, jalak Eropa. Jalak jalak jalak jalak jalak. Iya. Lihat nih. Lihat lihat. Agus ini. Bagus. Asalkan sore sore siang panas banget. Ampun. Makinya lebih menyala agak malam karena dia lampunya banyak banget. Uh, ada itu yang kapal-kapal ala-ala itu loh. Tapi ini lebih bersih dibanding Prancis sendiri sih. iya. Ini bersih kotol ya Prancis ya. Begitulah. Wow. Di Eropa juga ada ikan nila. Ada ikan nila bukan? Ini kalau di Thailand bilangnya namanya karp. Karp ikan car ya. Gedung-gedungnya keren. Iya. Coba itu bergerak dia punya kincin air ya. Cuma ini wisata yang tidak sangat Kamboja sekali gitu loh. Iya iya ini mirip kayak di mana-mana ada sih pakai ini kan yang kayak ala-ala luar negeri gitu toh. Iya. Itu kayak bangunan-bangunan situ rasanya kayak di Cimori ya kan? Ah Cimori. Betul. Cimori. Heeh. Kalau aku foto ini orang pasti bilang aku posting ini di Bandung orang percaya. Iya iya iya iya. Itu gedung-gedung itu tuh kayak di mana? Tempat-tempat nikahan di Indonesia tuh. Oh barum-barlumnya itu ya. Mewah venny-venynya ya. He. Jadi bisa kita lihat di sini ada menara Evel tapi replikanya ini cukup besar ya lebih besar dari yang di Indonesia. Jadi dia cukup niat enggak tahu berapa meter lah. Nah ke sini kita bisa lihat ini air mancur. Harusnya nyala sih tapi lagi mati. Dan di sini ada air terjun mini ya. Sebelahnya lagi ada air mancur kolam-kolam gini. Dia dibuat seperti layaknya air mancur eh kolam-kolam yang ada di Prancis. Jadi di sini kayak Eropa-Eopa mini gitu. Tu lihat sebelah sana. Harusnya itu jembatan bisa kebuka berarti ya kalau lihat dari desainnya ya. Oh iya benar. Dan kita nge-zoom lagi di situ ada kincir angin kayak di Belanda tuh. Wah, rasanya seperti berkeliling Eropa tanpa harus meninggalkan Kamboja. Suasana begitu tenang dengan kanal biru yang memantulkan bayangan menara mini dan bangunan bergaya klasik. Setiap sudutnya fotogenik, penuh warna, dan elegan. Di sini kami bisa berjalan santai menikmati pemandangan dan sejenak lupa bahwa ini masih di penompen. Europark, tempat wisata kecil yang menghadirkan pesona Eropa di jantung Kamboja. Terima kasih telah menonton. Sampai jumpa di episode berikutnya. Infus lagi. Kok banyak bait yang diinfus ya? Kenapa ya? Pengin infus kayak gitu Bukan. Kenapa infus? yang punya pola sama infosnya dibawa jalan naik motor. Makanya ya. Ini kan k takut kan bayangin ini orang naik motor banyak yang enggak pakai lampu. Tiba-tiba lagi jalan ada sapiar dan sapinya besar. Hei hei. наранара на

Lihat di YouTube