Jungkat

1M JOURNEY TOUR DE ASEAN: REKREASI DI PULAU REKLAMASI! (YouTube Video)

  • 30/08/2025

[Musik] Jumpa lagi di One Willen Journey Tour the ASEAN. Pada episode sebelumnya, kami senang sekali bisa jalan-jalan di Singapura, sebuah negara maju yang memiliki banyak tempat wisata dan tempat hiburan yang sangat menyenangkan. Namun, eksplorasi kami tidak sampai di sini. Kami akan tetap keliling di negara ini dan pastinya ke tempat yang sering sekali dikunjungi oleh wisatawan. Penasaran kami ke mana? Tonton terus videonya. [Tepuk tangan] Oke, hari ini hari keenam dari One Million Journey Tour the ASEAN dan pagi ini kami dapat kabar duka ternyata bapak mertuanya Ridwan atau Ibu eh atau bapak dari Mbak Eti wafat dan Ridwan harus kembali ke Klaten entah berapa hari tapi yah Ah, so much go on. Di sini kita tetap harus memberikan experience ke teman-teman semua. Dan dari tim kantor RRC itu sudah ada perwakilan datang ke Klaten juga. Andi itu mampir ke ee apa? Nyelawat ke Klaten Andi manajernya. Jadi kita titip salam aja dan kita tim belinjurnya harus melanjutkan perjalanan ini walau tanpa ridan dan walau gimana ya hari ini kita mau ke Universal Studio tapi pagi dapat kabar duka gimana? jadinya ya. Tapi sudahlah ee maksudnya bukannya kami tidak menghormati tapi justru show must go on. Kita harus tetap ngasih experience itu karena dan pagi ini kita dibagi dua tim. Kita dibagi dua tim. Eh yang ke Universal Studio itu gua, Farhan, Rahmat sama Mas Eko. Yang keliling Singapura lagi itu John Jajago sama Riana. Jadi nanti akan akan ketemu aja vlognya bagaimana. Yuk, kita lanjut kita ke Universal Studio. Untungnya perjalanan kami ke Universal Studio dari stasiun kami naik MRT tidak jauh. Cukup sekitar 40 menit kami akan tiba di sana. Naik MRT lagi. Naik MRT. Tujuannya ke mana, Mat? Ke Harber Front. Harber Front. Tapi kita berhentinya enggak di Harber Front dong. Apa di Harber Front? Di ujung banget. Harber front. bisa to. Jadi setiap kita perjalanan kita itu dibantu sama Google Maps. Nah, Google Maps itu sudah menentukan titik-titik kita harus turun di mana. Jadinya enak banget ya, Mas. Enak banget, simpel, efisien banget. Efisien banget. Karena memang sistem transportasinya sudah terintegrasi dengan baik. Jadi, misalkan harus transit terus naik bus gu juga udah kelihatan juga di aplikasi itu pasti pasti valid. Valid. Nah, ini enaknya ya benar tuh kayak kemarin jadwalnya udah ketahuan tuh kereta selanjutnya masih 2 menit lagi. Hah. Aah kita hadapi hari ini walaupun rada bingung sebenarnya ya. But show must go on. Jadi ya udah kita experience aja makanya. Tapi yang mau naik ekstrem-ekstrem siapa? Farhan. Paling gua samahan par.han kalau gua cukup jagain tas kalian aja. Oke. Harusnya yang jagain tas. Nanti mas pala bisa pegang kamera juga gantiin videografer kita. Jadi pas lagi mereka gua ngarahinya engak ke mereka. Jadi itu kedengaran teriakan mereka gitu lagi begitu ada fotonya enggak sih biasanya kayak di depan gitu ya? Enggak tahu apa berhubung kita berempat ini for first time semuanya jadi baru pertama kali ya? Iya sama pertama kali K. Jadi kita nikmati apa keseruan hari Mbal naik naik yang ekstrem enggak mbal? Naik dong. Tadi kita sudah salaman sama Mas Farhan kalau kita berdua mau naik yang ekstrem-ekstrem. Oke. Semuanya kalau gua jujur takut gua enggak pernah main kayak gitu-gituan ya. Tidak pernah ini berani main yang waktu di Trans Trans Studio Mall aja. Tok-tua padahalak ada. Aduh. Padahal enggak ada seram-seramnya. B seram-seramnya. Ya udah nanti Mas Pala megangin kamera aja ya. Megangin kamera sama jagain tas kalian. Siap. Sama naik yang cemen-cemen aja. Hari-hari naik MRT di Singapura karena transportasi lain mahal kayaknya. Kalau ada angkot 04 jurusan Depok angkot aja enggak ada. Ya, seperti inilah kalau ke Singapura naik transportasi umum. Banyak wisatawan juga yang memilih opsi berpergian naik ini. Jadi tidak heran di setiap stasiun maupun halte pasti selalu ramai. Sama KRL Cup Senin dari Pasar Minggu sampai Sudirman. Jam berapa? Jam .00 pagi jam . pagi lebih parah ono sih. Ini enggak ada apa-apanya. Berangkat kerja. Benar kerja ini enggak ada apa-apanya. Walaupun terkesan terlihat ramai, karena sudah terintegrasinya semua transportasi umum di negara ini, kami tidak perlu khawatir tertinggal kereta. Dan hanya dalam beberapa menit kami sebentar lagi akan sampai di Universal Studio Singapura. Universal Studio Singapura resmi dibuka pada tahun 2010 sebagai bagian dari kawasan resort World Sentosa dibangun untuk menghadirkan pengalaman hiburan kelas dunia di Asia Tenggara. Taman bermain ini menjadi Universal Studio pertama di Asia Tenggara dan yang kedua di Asia setelah Jepang. Hadirnya Universal Studio Singapura tidak hanya menjadikannya ikon pariwisata Singapura, tetapi juga simbol bagaimana hiburan modern bisa berpadu dengan daya tarik budaya global. Menjadikannya destinasi favorit jutaan pengunjung dari seluruh dunia setiap tahunnya. Mandatory kalau ke Universal Studios di depan bola dunia. Tapi kita enggak ngelihat ya di luar itu beneran ada tulisan apa enggak ya. Suacanya anget-anget banget ya. Anget banget di sini. Lembab. Antrianya ternyata sudah panjang. Si Rahmat sudah tiketing sebenarnya. Tinggal kita masuk doang. Enggak tahu akan seramai apa karena ini akhir dari long weekend seharusnya. Hari Minggu lagi. Wah kacau sih. Ramai pasti nih. Enggak tahu kita bakal naik berapa wahana. Yang jelas kita sudah sampai di Universal Studios. Nah, tim jajua lagi ngapain ya? Meanwhile, Hai, selamat pagi. Jadi timnya Om Pala itu udah otw pergi ke Universitas Studio Singapura. Jadi, tim Jajago, kita bakal mengekspor Singapore. Let's go. Kalau cowok-cowok mainnya ke USJ, tapi kalau cewek ya mainnya ke sini. Itulah bang pala dan geng yang bersang-senanglah kau di universal karena kita bawa bini inilah terjadi. Jadi kalian punya dua pilihan ya. Kalau buat coco silakanlah ikutin geng ompala ya. Tapi kalau kau bawa pasangan inilah kau pergi. Lokasinya ada di Vivo City. Ini salah satu mall terbesar yang ada di Sedih banget gak bisa ikut tim ompala ke Universal Studio. Hah, pasti mereka happy banget di sana. Tapi ya jugalah kita enggak bakal seru ya. So, kita bakal kling-kling Singapura dengan mengunjungi tempat-tempat yang pastinya enggak kalah menarik. Sehabis main di Lilo and Stis ternyata kamu tinggal jalan dikit dari si Vivo City. Ini adalah Harbor Front ya, terminal kita pas datang. Dan inilah tempat di mana bisa nyebrang dari Batam ke Singapura. Nah, ini ramaian di belakang karena orang-orang lagi mau nyebrang ke Batam. Dan aku mau cek harga tiketnya untuk Ferry itu di hingga 0lar. Dan yang menarik adalah ini tuh artinya kau bisa TP bahkan sudah ada tiket TP-nya juga dan jadwalnya mereka tuh ke Sekupang dan jadwal kedua adalah ke Batam Center. Seru banget ya. Dan di sini juga ada Dongkey ya. Dong dong dong Donkey Hotel. itu yang ada di Jepang ramai banget dan ternyata ada beberapa cabang di Singapore. Kita mau beli sesuatu dulu. Harbor Front Center adalah sebuah mall dan terminal feri yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan Indonesia terdekat beserta kayak kota Batam dan juga Pulau Bintan. Nah, malu maritim square ya di Harbor Font Singapura. Mall ini merupakan bagian dari sebuah pengembangan yang dikenal sebagai Harbor Front yang terhubung dengan Vivo City. Nah, mall terbesar di negara ini awalnya dikenal sebagai World Trade Center yang dibangun pada 1977 dan direnovasi pada permulaan Januari tahun 2000. Nah, penghubungnya nih dengan stasiun MRT Harvard Front dan dibuka kembali pada 20 Juni 2003. Nah, beroperasinya terminal feri terbesar Singapura ini disambut gembira ya oleh pemerintah dan juga pelaku pariwisata. Menandai kegembiraan ini, maka Pemko Batam dan juga belumlah pihak terkait sengaja memberikan sambutan meriah kepada penumpang kapal feri perdana yang berlabuh di pelabuhan Feri Batam ini. Dan kita sudah selesai belanja di Donkey Hot. Satu yang paling menarik adalah ini ya. Ini yang ku cai-cai kemarin. Jadi banyak rekomendasi buat kamu yang takut panas ya. Jalan-jalan panas macam Singapore lagi panas sekarang ini semprot aja ke baju bisa bikin dingin mendadak. So, kita membuktikan sekarang kita akan bawa kamu untuk ke spot berikutnya di kota Singapura yaitu adalah China Town. Yes, sana panas. Kita mau buktikan barang ini. Let's go. Jadi di Singapura itu gampang banget ke mana-mana karena semuanya tuh terhubung sama MRT ini. Let's go. Dan selamat datang di Chen Town. Di sini rame banget. Untung ya kita datangnya sore, jadi cuacanya itu masih enggak terlalu terik lah ya. Kita mau jalan-jalan dulu. China tahun di Singapura berawal pada awal abad ke-19 ketika Sir Stanford Refles menetapkan kawasan ini sebagai tempat tinggal utama bagi para imigran Tionghoa yang datang mencari penghidupan baru. Nah, mereka membangun rumah toko dengan khas ya arsitnya unik banget yang hingga kini masih menjadi ciri khas kawasan ini. Seiring berjalan waktu, Cheneton berkembang menjadi pusat aktivitas perdagangan. Nah, itu tempat berkumpulnya para pedagang dari pekerja hingga keluarga Tionghoa yang membawa budaya, tradisi, dan agama mereka. Ada kuil, pasar, dan kedai tua tumbuh berdampingan. Menciptakan suasana khas yang berbeda dari bagian kota lainnya. Dan hari ini China Town itu bukan hanya saksi sejarah ya perjuangan para perantau, tapi juga jadi simbol perpaduan antara masa lalu dengan masa kini. sebuah kawasan yang tetap hidup dengan budaya Tionghoa, namun berpaduh harmonis dengan wajah modern Singapura. Sini banyak banget jual gantungan yang lucu-lucu banget. Sini nih. Nah, nih cina-cina semua-nya nih. Tuh, gantungan poin logam. Ini unik banget sih. Yuk, lanjut lagi. Sepanjang jalan ini itu tuh semuanya standst Seru ya. Walaupun kami enggak ikut ke Universal Studio, ternyata jalan-jalan sekitar situ juga sangat menyenangkan. Kami itu bisa eksplorasi karena ragaman hal yang ada di sini dari sejar China Town-nya dan juga pastinya banyak souvenir yang bisa kita temukan di sini. Ah, pampelnya cakep banget pagodanya. Experience yang sangat menarik di China Town ya. J kemarin kita sudah main ke Little India, di sini China Town dan kemudian di situ juga ada Bugis Junction ya. Jadi benar-benar tuh kayak multikultural banget sih Singapore ini. Very recommended karena ke sini juga sangat murah ya, cuma MRT doang dan semuanya gratis kecuali kalau kau bawa isin dia banyak belanja. So, sekarang reportasi dari jajako selesai. Kembali lagi ke Ompala. Lanjut. Baik, kita masuk ke Universal Studio. Kita akan ngapain di sini? Mainmain pep pep pep. Wow. Bukan kadal dong. Goodless. Kalau dari saran-saran berbagai macam konten kreator di TikTok maupun di YouTube ya, Papan pertama harus kita kunjungi adalah Transformers. Jadi depan pertigaan belok kanan. Kalau mau semuanya bisa terkunjungi. Tapi melihat hari ini adalah hari Minggu dan akhir dari long weekend, saya agak cemas bisa menikmati semua wahananya. Universal Studio memiliki tujuh zona tema mulai dari Hollywood, New York, Science Fiction City, Ancient Egypt, The Lost World, Far Farway, hingga Madagascar. Masing-masing menghadirkan atraksi unik, wahana menegangkan hingga pertunjukan spektakuler. Nah, pada kali ini untuk awal kami akan mencoba scientity. Kami penasaran seperti apa wahananya. Oke, sesuai rekomendasi dari Bapak Ridwan yang sudah sering sekali ke sini, wahan yang pertama kita coba adalah Transformers the Ride. Tapi enggak tahu nih antreinya akan seperti apa ya. K itu wajib banget coba karena sama e Universal Studio lainnya sama atraksi dalamnya. Jadi kita wajib naik Transformer the Ride. Wow keren ya. Benar-benar kayak lagi Michael Bay. Keren banget ini kayak set film transformmer beneran ya. Oke. Wow. Keren. Lihat tuh. seru banget ya. Dalamamannya tuh kayak NES-nya ini Transformers gitu. Kepada seluruh penduduk bumi yang saya cintai. Tahu enggak video Transformer? Nah, kita baru aja keluar dari wahana Transformer dan wow ini keren banget. Kita benar-benar diajak masuk ke tengah pertempuran Autobots versus The Septicons. Efek 4D-nya super nyata. kerasa banget kayak jatuh dari gedung dikejar sampai diselametin sama Bumblebee. Suara gerakan sampai visualnya itu immersif parah. Rasanya kayak lagi jadi tokoh utama di film Transformers. Pas keluar kita benar-benar enggak nyangka ada wahana sekeren itu. Ternyata emang benar yang dibilang orang-orang ya. Wahana ini wajib dicoba kalau ke Universal Studio Singapura. Seru, intens, dan bikin lagi. Ya, kita baru kelar satu wahana e transformer keren banget. Itu wahana indoor terken yang pernah gua coba asli. Dan sekarang kita kayaknya mau memisahkan diri untuk single riding semua. Jadi yang pada mau naik sendiri-sendiri aja supaya ersen-nya berasa semua tapi dibikin video. Berhubung gua enggak suka wahana-wahana ekstrem, jadi biarkan yang lain aja naik. Gua bisa jagain tas atau segala macamnya. Waduh gua gua gak mau gua gak bisa gua naik- gituan. Tadi aja rasa GFC-nya udah nean banget nih gua tuh. Pal gitu doang. Yang jelas biar teman-teman yang lain yang naiklah. Tapi menarik juga sih roller coaster begini ya. Kita mumi dulu aja. Oh kita ke mumi dulu. Keren banget ya. Tadi juga ada kejadian bocil kasihan banget kehilangan bapaknya. Terpisah dari rombongan. Kepisah dari rombongan. Dia minta telepon. Untung dia bisa bahasa Inggris. Jadi kayaknya sih dia asli India tuh dan dia minta tolong untung dia bisa bahasa Inggris kecil-kecil gitu. Jago bahasa Inggrisnya. Jadi ee aman-aman aja kita langsung ke Reven of Mommy. Benar enggak sih itu? Wahana mawahana strike dari situ ya mami gitu pokoknya ya. Nah, setelah dari Transformers kita lanjut ke wahana yang terkenal seram kalau masuk ke sini. Reveng of the Mommy lokasinya ada di zona Ancient Egypt. Masuk zona ini udah bikin kaget sama patung-patung Anubis yang gede-gede banget. Oke, ini sudah masuk ke wahana The Mami Revenge. Ini keren banget ya. Gila niat banget bikinnya. Siapa arsitek lu? Ini kuliah jawa. Firaun kuli jawa menyala. Ini ini Amin ini firahunya Amin hotep kayaknya nih. Nih sepanjang jalan kita begitu masuk vapes-nya langsung berubah berasa kayak masuk ke makam kuno. Ternyata luar coaster Boy. Hal yang paling gua takutin selama ini. Aduh lemas dah. Gua tuh malas ke park-t park gini karena enggak make sense gitu. Karena gua lebih suka tempat wisata yang Zen. Tapi ya udahlah ini experience lah. Dan tiketnya mahal boy. Makanya dinikmati. Harus dinikmati bisa enggak bisa sini. Gimal mah senang-senang aja. Tadi teriak-teriak gak? Teriak banget. Cemen. Cemen. Harusnya diam aja ya. Harusnya diam aja. Kalau depan kita aja emak-emak loh berempat itu. Wah, epik banget sih. Ini sih bukan roller coaster biasa ya. Suasananya, storyting-nya, efek-efeknya serasa beneran dikejar mumi di tengah makam Mesir Kuno. Dari awal naik kita udah dikejar-kejar Imhotep, apalagi api-api yang seolah-olah nyerang kita. Terus ada juga bagian kereta kita dibikin mundur kencang. Ampun deh sama wahana ini. Hampir aja tadi pingsan. Tapi emang jadi salah satu pengalaman yang seru juga sih naik wahana ini. Wah, gu gua enggak suka wahana begini. Enggak suka gua. Gimana, Mas? Wah, gila. Mau blackout gua. Aduh, mau blackout gua. Seram banget sih. Parah. Tapi oke yang suka adrenalin bisa coba ini. Iya. Iya. The Mami Revenge. Benar-benar kita kenal revenge. Iya, benar. Seru seru transformer itu permulaan permulaan transform. Ya udah gitu ya iya permulaan. Nah ini gila gua gua Mas gua tuh ya kagak pernah suka sama wahana tempark gini Mas. Asli ini aku pertama kali naik loh model ginian. Wah gila gila banget. Aduh mau hilang mas gua nyari si blackout tadi pas lagi turunan benar-benar lurus terus dikocok. Wah gila gua hampir blackout guauh inya masih lemas gua tadi kan tadi pas berhenti kan suruh ngangkat tangan kan tiba-tiba hilang suaranya lah kita nih blackout nih mau blackoutuh mau blackout pak di mami pak seru seru suaranya kencang habis itu suaranya hilang mas ya hah eh wah mum roller coaster belum roller Kas mau beremami gua udah enggak kuat gua udah enggak kuat. Gua udah gak kuat. Kalau roller coaster mas pala udah enggak mau. Habis tadi kita cobain zona yang serasa di gurun, kita pindah ke zona yang lebih segar nih. Zona The Lost World. Zona dengan tema prasejarah ini punya dua bagian, Jurassic Park dan juga Waterwor. Ya, kali ini kita akan menaiki wahana arung jeram seperti yang ada di Duvan, tapi temanya adalah Jurassic World atau The World. So, seharusnya di desa ekstrm tadi ya, kayaknya The Mami paling ekstrem deh. Menurut lu mami paling ekstrem enggak? Soalnya ada roller coaster juga di depan. Itu biasa aja. Iya. Asli gua mau blackout tadi. Teriakan gua kata Mas Ek sempat hilang. Benar lah. Lah enggak ada. Wah gila sih. Salah banget gua mencoba-coba naik itu. Enggak lagi-lagi gua. Gua terima kasih banyak karena sudah dibayarin untuk ke sini. Tapi gua bukan penyuka ini. Tapi kata sudah diberin ambil experience-nya, nikmati saja. Tapi untuk dua kali repeat order enggak. No. Enough. Wajib dicoba lagi oleh Mas Falah. Wajib. Enggak ada. Enggak ada cerita begitu. Enggak ada cerita begitu. Ini Mas Eko pertama kalinya naik wahana ekstrm. Iya benar. Pertama kali naik wahana ekstrm gratis lagi. Terima kasih. Nah, itu dia. Oke, segitu aja kita coba nanti wahana Jurassic Park seperti arung jeram. Wahana yang kita naikin kali ini namanya Jurassic Park Rapid Adventures. Jadi, wahana ini adalah wahana arung drum yang membawa pengunjung menyusuri sungai di tengah hutan belantara. Bertemu dengan dinosaurus animatronik dan diakhiri dengan terjunan air yang bikin segar. Wah, seru banget sih naik ini. Adrenalinnya enggak separah naik roller coaster. Wajib naik ini sih kalau ke sini. Tapi ingat ya, bawa baju ganti. Setelah nunggu sekitar ngantri apa sekitar 1 jam, wahana The Lost World ini akhirnya kita naikin dan mirip-mirip Arum drum ya. Eum drum di apa namanya? Dufan. Enggak terlalu basah juga. Seru aja. Tapi tadi panselinnya di terakhir ya. Iya. Gokil itu. Baru itu. Itu itu kelasnya berbeda tuh. Seru banget sih. Seru banget. Ini kita mau ngambil dulu, habis itu mau makan siang dulu. Kan kita juga belum sarapan dirapel sama makan siang. Yah istirahat dulu. Oke, habis istirahat kurang lebih 1 jam sama makan siang. Capek juga ngetri-ngantri panjang tadi dari tadi ya. Nah, sekarang adalah saatnya Battle Star. Apa tuh? Pokoknya roller coaster itulah ada dua line Farhan sama Mas Rahmat akan mencobanya. Jadi Farhan sama Rahmat akan mencoba menaiki eh W itu dia roller coasternya ada line merah sama line hitam. Dan kalau gua udah enggak mau lagi, udah cukup. Cukup sudah daripada saya blackout kayak tadi, mendingan udah. Huh, sayang sekali. Tapi ya udah habis ini Paran sama Rahmat mau nyoba dua-duanya. Semoga tidak jackpot karena baru selesai makan. Oke, terima kasih. Nah, wahana yang dinaikin Farhan dan Rahmat ini namanya Battle Star Galactica Human versus Silent. Jadi wa ini adalah duel dari dua roller coaster yang lintasannya punya dua warna, merah dan abu-abu. Warna merah ini buat human yang kalau kita naik sama seperti roller coaster pada umumnya, duduk di kursi. Nah, kalau silon ini sedikit berbeda. Jadi kalau naik yang ini, kaki kita dibikin ngegantung. Roller coaster dua lintasan ini punya kecepatan hingga 90 km/h. Waduh, kencang ya. Untung aja enggak naik. Oh, iya. Uniknya banyak yang bilang kalau roller coaster dengan dua lintasan ini jadi salah satu dual roller coaster tertinggi di dunia dengan tinggi 42,5 m. Oke, pertangan panjang di Universal Studios kita sudahi karena hari ini semakin ramai dan semakin tidak kondusif sampai sore tuh gerah banget. Tapi tadi Farhan sama Rahmat naik roller coaster line merah. Sini dulu ngobrol sama gua. Apa yang kejadian ketika lu naik roller coaster merah? Farhan bilang mau blackout padahal enggak ini ya? Enggak enggak ekstrem ya? Sama The Mami lebih ekstrem mana? The Mami yang paling belakang. Yang paling belakang. The Mami. Oke. Oke. Semoga kita punya kesempatan buat ke sini lagi mat ya. Yoih. Dan di waktu yang sepi. Betul. Ini hari Minggu dan akhir dari long. Makanya rameai. Tadi antrian paling gokil sampai 1 jam. 1 jam. Gokil ngantri 1 jam. Jalan-jalan di sini benar-benar bikin lupa waktu karena tiap zona memberikan pengalaman yang berbeda. Seru, heboh, dan pastinya jadi salah satu destinasi paling memorable di Singapura. Tapi sudah waktunya kami kembali ke penginapan karena besok kami sudah berangkat lagi menuju Malaysia untuk melanjutkan tour the ASEAN. Ini hari ke berapa? 27. Hari ke sekian. Kesekian seperti biasa. Jon gimana? Luar biasa. Pertuangan kita terpisah-pisah selama di Aku bingung dengan tim ini ya. Hilang nanti hilang lagi ke mana lagi. Jadi kemarin ada kabar juga dari keluarganya Ridwan. Jadi Ridwan harus pulang dulu kan. Jadi ya udahlah gitu kita tetap harus jalan. Oke, hari ini kita balik lagi ke Malaysia untuk menuju Kuantan. Oh, enggak jadi ke itu spot awal kita itu yang kita makan enak itu. Oh, belum belum belum nanti. Karena kan Ridwan baru balik itu tanggal 5. Oh, oke Tanggal 5 kita tunggu aja di Kuala Lumpur. Tapi sebelum ke Kuala Lumpur kita ke Kuantan dulu jalan-jalan Kuantan. Aku tak tahu Kuantan tu di mana. Pokoknya pesisir itu kita entar main pantai pokoknya banyak pantai di sana. Terus ada tower 188 namanya. Mirip kayak Tokyo Tower. Kita bisa naik ke atasnya. Kita bisa lihat sekeliling 360 deal. Oke, kita coba ke sana ya. Kita coba ke sana. Jadi kita nih nembus border dulu dari Singapura ke Malaysia di Johor Baru kita ngambil mobil. Oh iya 3 hari 3 hari mobil kita anggurin nih mobil RM10. RM10 untuk dua mobil. Parkir doang kau bayangkan untuk dua mobil. Oke kita gas dulu. Sekarang kita mau naik ee MRT sambung bus biar langsung nyeberang. Karena kalau naik kereta lagi itu jadol sudah habis. Oke MRT plus bus sekarang. Ya, kayak kemarin jalurnya Jon sama Ridwan. Langsung aja kita gas. Gas. Tiba saatnya hari ini kami kembali ke Malaysia. Setelah keseruan yang kami nikmati di Singapura, kami harus tetap melanjutkan perjalanan ini dengan atau tanpa adanya Ridwan saat ini dan juga untuk mengambil kembali Duo Tigo yang kami tinggalkan di tempat terakhir kami menginap di Malaysia. Oke. Nah, ini kita lagi ada di bus nomor 170. 170. Jadi, di sini tuh bus tuh pakai nomor. Tapi kita juga harus tahu nih rotunya gimana. Ini kita ngin ngikutin Google Map aja sih benarnya. Suruh naik 170 dan harusnya bus ini nembus sampai terminal larkin yang ada di Johor Bahru. Tapi kita kayak enggak sampai sana. Kita akan berhenti di JB Sentral. Karena dari JB Sentral itu lebih dekat ke tempat kita parkir mobil. Gimana, Jon? Aman jan. Mantap. Pik ini sudah enak sekali. Google Map sangat akurat. Iya dan ternyata di weekday sangat sepi. Recommended. Nah, kalau mau ke Singapura jangan weekend apalagi long weekend. Wah, keos, Bos. Heeh. Walaupun mahal ya Singapura tuh untuk living cost, tapi kayaknya masih jadi destinasi utama orang-orang buat liburan ya. Short search apa vacation gitu loh. Apalagi orang-orang Asia Tenggara dari Indonesia tuh kayaknya banyak main ke sini. Tapi pekerja-pekerja imigran dari Indonesia juga kemarin gua beberapa kali ketemu sih apa dia ngobrol gitu-gitu. Terus juga gua ngelihat cek di live TikTok itu banyak loh orang-orang Indonesia yang bekerja di sini itu live TikTok juga banyak. Jadi gua tahu ada orang-orang itu gitu di sini. Dan sebenarnya gua pengin lebih lama di sini kalau misalkan living living cost-nya lebih murah karena enak banget k ke mana-mana jalan gitu sehat banget. Terus transportasi umumnya juga udah mirip kayak Jakarta. Gua kan di Jakarta juga sering naik trust Jakarta ya. Jadi terintegrasi itu jadi ya enak banget, aman gitu. Ya udahlah nanti kita akan naik bus ini sampai e JB Sentral kemungkinan. Tapi kalau teman-teman mau lanjut sampai Larkin e terminal Larkin enggak apa-apa. Yang jelas kita mendekati mobil kita yang sudah 3 hari tidak nyala. Dengan rute yang sama saat kami berangkat ke Singapura, perjalanan kami kembali naik bus untuk kembali ke Malaysia akan memakan waktu kurang lebih sekitar 2 jam. Memang terasa akan lama. Itu pun dikarenakan kami harus melewati border Singapura dan Malaysia. Akhirnya kami sampai juga di Malaysia di JB Sentral. Ini lagi masih bingung nyari pickup poinnya Grab di mana. Jadi naik lagi aja. Kita tinggal ke parkiran aja sebenarnya ini untuk ngambil mobil nyari Grab Pickupnya. Linglung maklum bukan orang sini ya. Hah, sampai juga ke B Laurel. Kena mau ambil kereta sekarang bilangnya kereta, Pak. Bukan mobil lagi, Pak. ambil keretanya sudah terparkir dan mau ada beberapa kerjaan sama mobilnya baru kita jalan ke mana? Kuantan. Pahang. Pahang. Kuantan. Yuk. Aku udah kangen sama 2 tig. Kita cek apakah 38 enggak terkeluar kakinya. Ini prom. Ah ini 3 Pro Max ini. Eh Pro Max. 3 Pro Max aman. kita cek biasa. Alhamdulillah kita panaskan dulu. Alhamdulillah sambil nunggu panas kita duduk-duduk dulu ngobrol-ngobrol lah. Alhamdulillah ya. Ya, Mas. Mas, akhirnya kami bisa mengambil dua tigo tanpa adanya kendala. Dan tidak perlu berlama-lama, kami akan melanjutkan perjalanan ke kota selanjutnya. Oke, sudah bersama Bapak John. Baru bahagialah kita kembali ke mobil. Nyamannya mobil ini dingin di luar panas banget. Tapi asli ya, Pak Jonya apa? Singaporea tuh panasnya another level ya. Panas dia tuh lebih ke arah kayak pengap-pengap gak jelas gitu loh. Lembab ya. Kayak kita tuh mau hujan ketahan. Nah gitulah rasanya. Ah itu dia. Nah ini kita udah kebalik ke mobil dan mobil kondisinya tadi enggak pakai di jumper ya Bapak Jon. Weh. Alhamdulillah jadi aman benar. Nah ini mereka mau ke mana nih? Ah kan aku sudahud bilang harus dipasti ini tol non tol. Ya, mobil tadi aman tidak perlu dijumper 3 hari. Eksperiensnya gimana, Bapak? Hei, selama di Singapura kalau kami kan kemarin jalan-jalan tempat mewah ya. Oh, iya. K aku banyak nyoba-coba MRT dan aku melihat apa ya? Belajar bersyukur. Heeh. Jadi Indonesia tuh semua murah-murah ya. Sampai ke Singapura aku ngerasa kayak apa tempatnya mahal sekali semuanya. Terakhir aku dengar katanya mereka makan briyani di Universitas Studio. berapa? 16 dolar. Satu porsinya artinya berapa tuh kira kali aja 12 12800 12900 lah tergantung kita kalau narik pakai valesnya kena berapa ya hampir Rp200.000 berarti kalian gila satu kali makan kami makan-makan kayak contoh nih nah kayak awalnya aku pas ke Malaysia aku kira Malaysia tuh mahal heh sampai ke Singapura oh gak ada apa-apanya lebih mahal lag briani yang ku makan di Malaysia itu harganya paling sekitar RM5 lah betul sekitar ya Rp20.000 Sampai sana aku kena yang 9,5. Dollar itu hampir Rp.000. Padahal secara porsi sama aja kan. Iya. Lalu setelah kita sudah banyak naik MRT, aku mulai bersyukur kita punya mobil tuh sangat menyenangkan. Hm. Karena katanya yang punya mobil di Singapura super kaya. Mereka hanya 10 tahun habis itu digeprek dia mobil hancor. Oh iya. Heeh. 10 tahunnya penggunaan. Jadi mobil second itu enggak enggak laku di di itu di Singapura katanya. Mend bagus-bagus ya. Iya. Jadi kalau mau kaya kaya sekalian. Kalau kau tak ada duit sudahlah kau naik public transport aja sudah cukup. Itu kata Bang kemarin. Ya Allah. Tapi yang aku senang sih ya public transportnya terintegrasi ya rapi gitu. Enggak kalah sama e Jakarta enggak kalah lah sama Singapura. Cumannya gitu. Kalau udah berkeluarga kayaknya kalau terus-terusan naik public transport juga ya berasa sih. Berasa kita gendong anak dua bawa bawa belanjaan masuk MRT lumayan juga. Wah iya benar tuh. Nah, ini kita perjalanan ke Kuantan, Bapak Jawan. Iya, Kuantan itu adalah ujung timur atasnya situ ya, Malaysia. He. Dan memang di sana pantainya, garis pantainya panjang. Berarti kita akan melalui jalur namanya pantai timur. Berarti benar-benar keliling Malaysia 360 kita ya akhirnya. Iya. Iya, benar ya. Malaysia 360 ya. Malaysia Semenanjung. Semenanjung. Eh, kalian kan kalian sudah lewatin yang Sabah, Sarawak juga toh? N udah berarti Malaysia tu udah komplit banget. Komplit. Tapi enggak tahu ya kita entar lewat Kedah apa enggak ya. Soalnya kalau dari map kita masuknya kan enggak enggak sampai Kedah banget untuk masuk ke Thailandnya. Iya. Iya. Jadi aku juga dapat info ternyata di Malaysia itu enggak ada istilah provinsi. Kita kan negara Indonesia ada 30-an provinsi 34. Kalau di Malaysia itu namanya negara. Negara. Jadi negara eh negeri sori. Jadi negara Malaysia memiliki beberapa negeri. Hmm. H. Contoh kayak apa? Selangor tuh negeri, negeri Selangor. Kemudian ada Melaka, negeri Malaka. Jadi masing-masing nama negeri. Makanya di Indonesia bendera kita cuma satu kan, merah putih kan. I Malaysia itu tiap-tiap negerinya tuh ada bendera masing-masing. J kemarin pas kita main ke Putrajaya kurung nge satu bendera Malaysia bawanya banyak bendera-bendera. Oh bendera negerinya itu ya. Masing-masing. Dan aku juga baru tahu kalau mereka punya presiden, mereka punya yang tertinggi lah ya. apa istilah tuh kayak raja raja agungnya lah gitu. Oh di tiap ne di tiap negeri itu enggak mereka dipilih rolling. Jadi kalau kita kan demokrasi ajuin calon kita pilih toh. mereka tuh rolling. Tuan Agung tuh diolling per negeri. Jadi hari ini apa tahun ini per 5 tahun nih negeri ini dapat nanti periode berikutnya negeri kedua ada penggiliran. Oke. Seperti itu ya. Oke. Oke. Oke. Malaysia unik sih. Seru. Seru. Jadi perjalanan kayak gitu membuat kalian tuh membuat apa ya? membuka mata lebih besar. He he. Kalau kemarin itu kita waktu yang Borneo, Malaysia Borneo itu membuka mata kita bahwa wah ternyata harusnya kita bisa nih, kita satu pulau sama nih. Harusnya bisa sama semaju Malaysia dan Brunei gitu. Harusnya bisa kita juga bisa seperti itu karena masih satu pulau gitu. Pas lihat Semenanjung, wah berubah lagi, berubah lagi. Harus bisa lagi nih kita bisa lebih rapi lagi ya. sampai Singaporea itu aku selalu kayak overwhelming. Sekil kau tapi sebagus itu yang kau buat. Iya iya betul. Kepala aku berasap sih. Ini baru tiga negara kan berarti Indonesia, Malaysia, Singapura. Aku penasaran nanti kita next ke Thailand. Thailand, Laos tuh. Oke deh ini kita perjalanan dulu karena perjalanan kurang lebih 4 jam 42 menit ya. Standar lah. Lumayan ya standarnya one milion nih. Yoi. Dengan jarak tempuh sekitar 320 km dan juga memakan waktu kurang lebih 5 jam, kami melanjutkan perjalanan lagi menuju Kota Kuantan untuk bermalam di sana. Kati pemain ya dari yang agak berisi tiba-tiba kurus mendadak dan agak gimbal ya. Agak gimbal betul agak gimbal. Jadi kita ganti pemain sebentar dan jalan kita dari apa? Dari kita dari mana tadi? Aku lupa dah. Johor Baru ya. Johor Baru menuju ke arah Kuantan. Kita lewati sebuah daerah yang kami kira ini Kalimantan. Sawit di kiri dan kanan ya. Kalau kata Omeko tuh mirip apa? Pembatasan di Tawau. Iya betul. Tawau arah ke Simanggaris atau dari Sabah ke Tawau ya, Mas. Nah, itu sama persis peps mirip cuma bedanya adalah jalannya mulus. Mulus banget. Bayangkan di kecepper tinggi ya kita bisa 127, 130 gitu tanpa takut ada lubang bendada. Kalau aku jujur panik karena aku cukup lama kita explore Kalimantan dan aku tahu aku gak berani nyetir secepat itu karena akan ada jalan gelelombang mendadak dan jalan lubang. Tapi di sini aman. Halus banget jalannya. Mulus jaya dan orangnya tertib-tertib ya. Jadi pas kita mau nyelip itu siapa se kanan itu mereka depan dan kiri duluan jadi cukup considerate ya. Sangat baik orang sini cuman untuk bisnis bengkel kayaknya kurang laku di sini. Jangan kau buka bengkel kaki kaki. Bengkel ban kayaknya juga agak lama ya buat pelanggan datang lagi karena jalannya bagus. Kita masih berapa jam? Sekitar 1 jam 40 jam 40 menuju ke W Kuantan. Dan kita berarti ini jalan panjang enggak melalui tol. Ini jalan raya normal pada umumnya. Cuman enggak ngantuk ya, karena si Mas Eko sangat menikmati proses apa istilahnya ya? Jalannya yang halus. Oke. Pemandangannya juga cakep. Iya. Iya. Gunung-gunung sawit. Nice. Gas. Lanjut. Akhirnya sampai juga tim One Milen Jurni Kota Kuantan. Kami akan beristirahat malam ini untuk melanjutkan eksplorasi esok hari. Yey. Ye. Tiba di Kuantan di jam malam. Akhirnya 300-an kilo ya. 9 menit lagi 5,3 km lagi sudah sampai di penginapan. Kita sudah masuk di Kuantan. Ye, mantap. Dia tadi orang nanya kan di tepi jalan. Dari mana, Bang? Aku bilang, "Aku dari Singapura." Wei, kaget dia. "Dari Singapura ke sini." Iya. Kalau aku cerita lebih panjang, kaget lagi dia. Dari mana kita asalnya? Depa bilang dari Indonesia gitu ya. Nanti meledak kepala dia. Ha, dia bilang aduh. Kita mungkin sampai katanya Bang Eko tuh mau explore pasar malam. kalau kuat, kalau kuat sama Mas Pala nanti. Nah, kalau kuat. Kita sudah sampai di Pahang, Kuantan. Nginp di sini ya. Istirahat dulu karena besok baru kita explore. Malam ini kita cari-cari makanan. Kalau masih ada tenaga. Kalau enggak ada bungkus aja lah. Simpel aja. Kita dari pagi loh sampai malam kalau sampai kan pagi kita sibuk jalan kan bus nyetir berjam-jam berarti Om Jon harus nyobain kapan-kapan ya Han ya jalan jam 5.00 pagi sampai jam berapa 10 jam 10 malam W harusin itu berarti nanti. Ah tapi kayaknya ruta ASEAN enggak ada yang sepanjang itu deh ya aman kayaknya. Ya udah silakan beristirahat Bapak ini Pak Sutri ini harus didahulukan nih begini makasih banyak kemarin dapat penginapan yang asik sekali kami kembali ke barak tentara yaudah siap sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan bisa jalan-jalan di Singapura walaupun kami juga sedikit sedih karena Ridwan tidak ada dalam perjalanan Tapi show must go on. Terima kasih telah menonton. Nantikan episode berikutnya. Hari ini kita mau coba explore ada apa aja di sini. Dan tadi timago udah gua suruh duluan mainnya di sini. Jadi tuh yang di situ tuh ini Bangi jumping enggak sih? Enggak kan? Enggak. Cuman jadi kita dikasih karabiner gitu diikat sini terus jalan terus bisa lompat ih gitu. Aku bayakin nih. Oh, ada ikan gapi. Ada ikan gapi. Kok dia nyasar ikan gapi di sini? This is art, baby. This is art. Eh, serius? Ada tulisannya, cok. Tapi di sini ada makanan yang simbolnya ada tapi enggak dijual di sini. K tuh di depan tuh. Oh, gozila. Hei hei He на нарана нара

Lihat di YouTube