1M JOURNEY TOUR DE ASEAN: SINGAPURA, KOTA PALING MODERN DI ASIA TENGGARA! (YouTube Video)
Halo semuanya, kembali lagi di video Million Journey Tourda ASEAN. Pada episode sebelumnya, tim One Million Journey akhirnya bisa kembali eksplorasi di Malaysia bersama Duo Tigo. Senang sekali rasanya. Nah, pada episode kali ini tim One Million Journey juga akan mengunjungi ke salah satu negara yang terkenal akan banyaknya hiburan di sana. Penasaran di mana? Tonton terus videonya. [Musik] He Jadi ini adalah hari ke berapa? >> Hari keempat saya. >> Oh iya, hari ketiga gua ya. Kita akan masuk ke Singapura. Ini >> ada sudah pernah dong? Pasti dong ke Singapura? >> Belum. Ini pertama kali omong ke Singapore. >> Jadi kalau Malaysia sering Singapore belum. Ya, >> betul. Karena bagi kami Singaporea tuh adalah kota yang sangat mahal >> memang. Jadi kita akan meninggalkan mobil di Johor Bahru di apartemen ini tepatnya karena kita sudah izin dan kita bayar di sini ya. He. >> Kenapa kita enggak masukin mobil? Bukan karena mobil enggak bisa masuk tapi penginapannya yang bisa naruh mobil itu mahal sekali. >> Kasih gambaran dulu, Dok. Apartem ini. >> Jadi apartemen ini tiga kamar, ada AC semuanya, terus juga ada kulkas, >> laundry. >> Terus ee air panas. Komplete lah hanya Rp1.40.000 semalam >> bisa muat >> semilan orang. Kita nanti akan menginap di sebuah dormitory. >> Dormitori. Bahasa gampangnya apa? Apa? Buat orang yang enggak tahu dormitori. >> Barak isinya bisa delan orang ya. Kursi ee tempat tidurnya tingkat ya. >> Bertujuh kan >> di Little India itu kena R juta untuk 2 malam. Jadi satu malamnya Rp3 juta. >> Tiga kali lipat dari sini tanpa ruang tamu. Tidok di barak. >> Di barak. Nah, kenapa juga mahal? Karena ini banyak orang Indonesia dan orang dari luar negeri lagi libur 3 hari. >> Oh, long weekend. >> Jumat, Sabtu, Minggu. >> Udah gitu sebelumnya ada MU. >> Ah, yang itu ya >> di Malaysia >> yang yang kitaing itu yang menang atau kalah kemarin? >> Ah, sudahlah. Saya tak tahu. >> Jadi ee kalau kita nginp di hotel yang bisa naruh mobil itu mungkin satu malamnya sekitar R jutaan yang kita sudah cek sema R juta. >> Iya. >> K tidok macam raja Kak di sana. >> Nah >> ranjangnya maskah. Jadi kita sudah packing koper taruh mobil ya, tas kita pakai nanti ke sana. Jadi kita kemarin awal datang kita tak ada mobil. >> Kemudian aku sudah bahagia nih kita punya mobil. >> Sekarang aku kem tak punya mobil lagi. >> Ah sudahlah. Ya pokoknya >> seperti itulah. >> Ini apa? Siapa by the way? >> Jadi alasannya itu adalah bukan administrasi tapi alasan ekonomis. Iya, karena kita berjalan panjang seperti yang gua bilang tadi, kelihatannya wah kok berhemat banget ya. 30 hari, Bos. >> Weh, >> kalau satu malamnya R1 juta R30 juta. >> Betul. >> Ini 1 malam Rp3 juta. >> Nah, kali ketiga. >> Iya. Jadi, kita >> itu pun paket bara. >> Kita harus berhemat. >> Berarti foto kita nanti kita pas tidur itu di bara. >> Ah. Yuk. Ah. Yeay. Semangat sekali hari ini rasanya untuk jalan-jalan ke Singapura karena kurang rasanya kalau keliling ASEAN tapi tidak mengunjungi negara ini. Ini yang penting nih untuk parkir ini katanya harus taruhnya di depan dashboard untuk menunjukkan bahwa kita bayar parkir di sini 3 hari berapa? R0 >> RM60. >> RM60. Jadi ini semua resmi ya? >> Resmi Pak. Aman Pak. Sebenar ya cer itu dia dengan kursi belakang aja itu udah luas loh. Udah luas banget malah. Nah, ini kita tambahin lagi. Kita copot kursi belakangnya jadi lebih lega lagi. Sekarang yang gua takutkan sebenarnya dari masuk parkiran begini ini atas cuma ternyata super duper aman ya tadi. >> Aman >> bahkan ya di sini tuh banyak pakai roof box loh. Parkir >> banyak banyak banyak >> di sebuah basement. Bukan basement, gedung parkir. >> Gedung parkir. Tuh, tuh, tuh, tuh, tuh. Burung gagak tadi gede. Lewat, lewat loh di parkiran loh. Ang banyak burung gagak dari kemarin, Pak. Pasis pantai. >> Persiapan sudah beres. Saatnya menitipkan mobil untuk beberapa hari ke depan. Kalau apartemen orang kaya gini ya, parkirannya dua ya. >> Hah? Iya juga ya. Benar ya? I lah ini kalau di belakang ini mobilnya beda unit apa enggak berantem? >> Iya juga sih. >> Iya dong. Justru karena ini satu unit >> yang punya sama cuma repotnya kalau dia mau ngeluarin mobil yang belakang dia mesti maju dulu buat belakang keluar. >> Hm. >> Perutama kan yang ganjil genap ya. >> Emang ada ganjil genap? >> Kak enggak ada >> kayak dia >> ya. Kalau misalkan di sini ada ganjil genap gitu kan. Ah, sudah mulai macet di Malaysia. Bikin gaji genap yuk. Ide yang >> jangan dikasih ide. Udah, jangan >> lilihat semepet itu. Sengaja karena kamera mundurnya bagus. >> Benar, Pak. >> Heeh. Jadi ini kita titip di sini ya. Kita kunci. Eh, ini buka. Ini kunci. Siapa yang ngunci? Bentar buka lagi tas gua, Mas. >> Yaah, >> besok gua mesti beli baju entar. Dan Singapore itu panas ya, sama kayak Malaysia, sama kayak Indonesia. Jadi kita enggak pakai jaket. Hah, Pak >> apa? >> Piket. >> Iya, pliket. Di sini tuh panasnya panas pliket kayak >> Kayak di Pontianak. >> Oh, persis >> segaris kan? Iya, benar ya. Segar sebentar ya. >> Iya. Kalau di Kelan Jakarta gitu panas, terik tapi enggak enggak aplikat. Enggak enggak terlalu lembab. Apik. He lembabnya tinggi banget ya. >> By the way, kenapa mobil gua di belakang? Kan lu tadi parkir sini. Kenapa gua harus mundur? Kenapa? >> Sesuai nomor. Sesuai nomor registrasinya, Pak. >> Oh, Anda kalau di luar negeri tertib ya. Jangan lupa >> kan bukan di negara sendiri, Pak. Jangan lupa. >> Jangan, jangan lupa itu kartu parkirnya ditaruh di depan. Nah, terus ini kan tinggi ya. Kita pasang antena, kita tidurin. >> Karena kalau ditegakin dia pasti kena tengtong, tengtong, tengt tong. Nah, gimana cara kita mengetahui bahwa roof rank ini tidak stopar mobil dengan cara membuka sunroof? >> Hmm. >> Jadi kalau kita lewatin jalan kayak gini nih, misnya gini. Oh, kena enggak ya? Bukanya sunroof-nya kita lihat. Cek tek tek cek cek cek. Oh, ya kena aman. Nah, kalau enggak ada sunroof, Anda harus turun. Pastikan bawa >> enggak ada yang mentok >> atau kepalanya keluar tapi enggak aman. >> Mendingan turun. >> Yah, turun kita. Bye bye. Belum bisa sebentar. Baru berapa hari, Pak, mobil turun, Pak. >> Iya, langsung ditinggalin lagi. >> Langsung ditinggal lagi kata mobilnya. >> Kita akan meninggalkan mobil ini di sini selama 3 hari, ya. Jadi, sekarang hari apa? Sabtu. >> Sabtu, >> Minggu. >> Senin Senin kita >> sudah. Ke mana jalannya? Ke sana. Heh, ke sana. Itu biasa. >> Sedih rasanya meninggalkan Duo Tigo di sini. Tapi karena untuk meminimalisir pengeluaran selama kami overland dan juga transportasi umum di Singapura sudah lebih terintegrasi, kami memutuskan untuk meninggalkan Duo Tigo di apartemen tempat kami menginap di Malaysia. Nah, ini enggak tahu ya di hotel kita itu di tempat kita nginp apartemen ya. >> I >> lucunya adalah gua seringki masuk ke signal Singapura >> jadi >> dekat banget ya. >> Gua belum beli roaming Singapore kan. >> Heeh. >> Riso >> enggak bisa sama sekali. >> Nah, ini gua mau beli masih di airplane mode dulu sampai benar-benar dia dapat sinyal >> dari Malaysia. Malayia. >> Aneh banget. Tiba-tiba terusnya single. Masuk Singapisa kita enggak beli paket itu. >> Jadi pelajaran masuk Johor itu ee kadang-kadang suka berebut karena benar-benar di sebelah Singapura nih kita. Jaraknya ke Singapura tuh lebih dekat daripada gua dari Kelantan ke Kelantan kota tahu enggak? >> Di Johor tuh. >> Belum sampai Singapura rasanya udah kayak Singapura. >> Benar juga. Lihat tuh. gedung-gedung tinggi tadi kita nginp di tang itu tuh ng tuh. >> Nah, ini tower kita nih ya. Tapi sepanjang ini semuanya apartemen tinggi ya, semuanya workable, ada taman-tamannya bagus, hijau. Cuma memang kalau bedanya sama Singapura di sini mobilnya banyak sekali ya. Jadi Singapura itu mobil sangat sedikit. He. >> Tapi nanti kita cerita kenal mobil di sana sangat sedikit. >> Mungkin kalian sudah tahu kali yang nonton. >> Tapi kita buktikan sendiri di sana. >> Hah? Banyak tetap ya, tapi beda intensitasnya karena negaranya kecil. >> Iya sih. >> Dan di Singapura itu kalau kita kayak Marti antara station ke station itu kan di kereta paling cuma 2 menit, 3 menit. >> he. >> Tapi kalau kita jalan kaki sebenarnya juga dekat 15 menit doang. Paling >> nyampai Singapura ya. >> Enggak. Dari station ke station antara stationnya >> itu juga dekat kalau jalan kaki. >> Oh. Seengah catatan jalan kakinya orang Singapura >> belum, bukan jalan kakinya orang Indonesia kita. >> Iya, mereka jalan cepat-cepat. >> Jadi tadi kita mau naik bus murah sekali, hanya RM1,5 manja lingkas tapi maksimal jam 10.00 kalau kecik sama ee jam 5.00 sore sampai jam 11.00 sore ya. Nah, cek tuh ini di sini nih border. Ya udahlah enggak ada berarti kita naik apa? >> Naik Grab aja lah, Pak. >> Kita tidak disponsori oleh Grab. >> Mulai kembali lagi ke sesi awal Grab lagi. Ya sudahlah. >> Ini tuh diam-diam disponsor kita telat >> kan cuma B 1 menit >> tak ke manah. Sayang sekali kami ketinggalan jadwal bus untuk menuju stasiun. Jadi opsi lain yang kami punya adalah naik taksi online yang di mana kami juga harus memesan dua mobil karena rombongan kami tujuh orang dan janjian untuk bertemu di stasiun. Tapi lucunya jadi dari apartemen tadi kita udah bisa >> e taksol >> sudah bisa taksol. Kita janjian di detik yang sama. Cuman Bapak Ridwan terus juga Jago sama Rihana jalan >> pada ke mall dulu. >> Sementara kondisinya udah mepet nih untuk beli tiket, beli pesan online enggak bisa-bisa dari kemarin kan ribet. Nah, udah mereka di mall makan segala macam. Udah kita kasih tahu nih buat ke sini ya. Kita sama-sama enggak tahu nih di sini tempatnya. Betul. Ikutin aja pokoknya. Pelang ke Woodland. >> Dia enggak nyampai-nyampe. Akhirnya dikabarin udah diimigrasi naik bus ke Singapura. Ya udah >> yah. Eh berarti tinggal >> tinggal kita naik kereta aja. >> Naik kereta juga jam 5 menit sebenarnya. >> Oke. >> Dan tiketnya murah Pak sebenarnya RM5 satu orang. >> Oke gas lah >> gasnya. Udah kita antri nih keretanya dibuka gate-nya langsung >> kita otw naik kereta yuk. >> Yuk. Haduh, ada-ada aja si Ridwan jadinya malah pisah lagi. Kan enggak beda jauh sama stasiun Sudirman ini. Ini stasiun Klaten ditingkatkan >> renovasi jadi lebih bagus. >> Keretanya juga Gajah Wong nih. Kereta Gajah Wong. >> Gajah Wong anjir. Benar juga. Nah, >> itu di seberang itu jalan raya yang juga mau masuk ke Singapura dan kondisinya macet >> ya. Itu kalau naik bus seperti itu tuh. Tuh sebelah situ tuh >> tuh kayaknya Ridwan mesti nyangkut di buse. >> Mudah-mudahan nyangkut. Eh, jangan ding. Lancar lancar lancar. >> Iya. Pokoknya macet kereta lancar >> lancar jaya. Pramek pramek. Ini antrian-antrian mobil yang mau masuk ke Singapura. Jadi, itu sangat bisa sekali ya, cuma antriannya panjang. Apalagi ini hari libur. Tuh, lihat sebanyak itu Oh, bisa gitu ya. >> Kita baru turun ya dari ini. >> Oh, >> jadi gua baru dikabarin kalau kita pakai kacamata ini buat perekap itu bisa vertikal only ya. >> Betul. Hanya vertikal. >> Jadi tidak bisa horizontal. Tah gitu dari tadi ngerekamnya pakai ini. >> Tapi ekspresi dapat itu emosi natural banget. >> Iya. Apalagi kalau melihat dia mukanya panik ya. >> Untung aku enggak kelihatan mukaku sendiri. >> Oh, I yuk. Oke, kita sudah sampai. >> Nah, seperti ini dia kondisi MRT Station di Keranji ya. Kita makan dulu kali. >> Iya. Cari makan apa? >> Aku otakku belum jalan. Aku makanan. >> Yuk, kita cari makan apa ya? Apa kira-kira di sini? >> Aku mau nasi berani dengan honey chicken. >> Ah, kunyit kedai. >> Kunyit. >> Kunyit kedai. >> Oh, tuh ada nasi-nasi tuh. Ah terima dolar. >> Eh kita KTM dulu aja. Ah tuh ada Yabi >> oke kita sudah beli makan tadi. Bisa pakai bayar pakai curies ya. >> Bisa >> curies bisa >> pakai MyBCA. Luar biasa. >> Brunei dolar tak bisa. >> Eh iya kemarin katanya Brunei Dolar itu bisa dipakaian Singapura tapi di sini mereka tak terima. >> Sama dong. >> Jadi kursnya Singapura sama Brunei itu sama. >> Ah >> ya. >> Malaysia berbeza, Indonesia berbeza. rupiah harusnya bisa dipakai ini 3,5 di Brunei. Anda makan ini berapa? >> Iya. Ee yaitu juga ada nasi kato 1 dolar saja. >> Oi. >> Nasi ayam. >> Oh iya. >> Sambal ini nasi ayam ee perkedel telur. >> Saya bihun. >> Ah itu ada yang bihun. Bihun telur. Bihun telur berapa tadi? >> 1,36 1 dolar. >> Murah sekali. >> Iya. Banyak lagi. >> Coba dimakan. Enak enggak? Kita belum coba. >> Pasti ini adalah makan pagi kita dari tadi. Ini sudah buat jam . >> Ayo. Oh, coba makan. >> Itu ada sambal ya? >> Ada. >> Oh, ngambil entar gua ngambil dulu. >> Oh, ngambil. Ya udah nanti mau pakai sambal dikasih >> minta. Eh, >> itu sambalnya manis ya. >> Hmm. Bihunnya enak. >> Manis. Bihunnya enak. >> Nah, coba ayamnya >> lebih ke arah karena aku lapar sih, Pak. >> Iya, iya iya. I >> dia semua jadi enak ni ya. >> Oh, ada ada kalinya. Oh, enak. >> Hm. Nyamannya makan siun. >> Sedap ya. >> Sedap. >> Sedap. Padahal lu juga makan di MRT loh. Ini mungkin di MRT ini kayak kalau di Indo ini kayak wartek. Warteknya cover price. >> Oke. Nah, itu dia 170 bis kita. >> 170 >> Queen Street. Yey. Hah? >> Tap lagi. >> Sekarang kita naik bus ke tempat penginapan. Gimana, Pak? Bu, >> mantap. >> Oh, ya. Tips eh bukan tips sih, tim yang hilang. Tim yang hilang itu mereka pasti diimigrasi. >> Kita sudah makan, sudah menuju penginapan. Ya, ternyata memang >> eh ya enggak apaalah pengalaman buat mereka. >> Walaupun kami cukup hacking dan panik ya, beliau sangat slow saja. Tidak ada alasan untuk panik. Santai aja. Tapi gimana, Pak? Apanya? >> Gimana rasanya, Pak? >> Ini pengalaman terbaik. >> Terbaik. >> Cuman di situ orangnya tuh kayak terburu-buru, serba hektik, serba cepat. Jadi itu aku tuh aku otakku belum sampai, hatiku tuh masih tertinggal di Johor Bahru. >> Iya. Iya. Malaysia lebih santai ya. Lebih slow sikit lah sih. Sow >> setelah kami naik kereta kami tetap harus transit naik bus untuk menuju daerah tempat kami menginap. Ah, sekali-kali videografer in frame. >> Ini videografer ee one milenjur nih yang tahan banting. Ini dia sehari makan cuman berapa kali? >> Satu kali aja cup. >> Satu kali makan cukup >> buat 3 hari. >> Ular kali >> tanpa minum. >> Akhirnya kita duduk ya. Akhirnya kita duduk. >> Menurut lu lebih enak ke mana? Tras Jakarta sama ini >> hampir sama mungkin kalau ini >> hampir sama >> yang ada trek khususnya kali ya. >> Nah, iya treknya bebas ya dari tadi kita lihat ya enggak ada enggak ada steril tracknya. Kalau kas Jakarta kan ada >> tapi juga jalanannya kosong di sini. >> Iya >> enak. Nah perjalanan kita kurang lebih 1 jam 18 menit sampai hal terakhir sebelum kita jalan kaki menuju penginapan. >> Jadi kayaknya memang di Singapura itu lebih enak naik transportasi umum deh. >> Betul. Gua sebenarnya kan naik transportasi umum karena di Subang enggak ada. Belum ada. >> Adanya angkot >> dan angkot pun ngeten. >> Dulu tuh sering banget gua naik tas Jakarta. Oh. >> Heeh. Waktu tahun 9 lah gua sering naik Jakarta. >> 9 gua belum lahir, Mas. >> Pokoknya enak dah kalau kota itu sudah punya transportasi umum yang terintegrasi. >> Alhamdulillah Jakarta sudah punya. Semoga kota lain menyusul. Jadi mau ke mana pun jelas kita naik apa aja tanpa harus ya terlalu sering ngergoh pecek dalam buat naik taksi lah. Enggak apa-apa naik taksi kalau buru-buru. >> Kalau Argen ya. >> Heeh kalau Argent tapi kalau lagi santai bisa transportasi umum karena ini juga pemandangannya bagus loh. Eh stoksit shot jangan lupa >> stoksit nimat. Ah lu >> nimat mat tuh. Ah kelewat kan >> tuh dalam rekam. >> Nah tim Ridwan kira-kira keseruan apa yang dia alami? Ya dibuang-buang kameranya. Gua lagi ngomong nih. Gua lagi ngomong jangan dibuang-buang. >> Parah ya banget. >> Kira tim yang bareng Ridwan keseruan apa yang mereka alami ya? Karena kita di lumayan seru ya. >> Sangat seru. >> Di imigrasi ada kesalahan-kesalahan kecil dari waktu input data akhirnya suruh masuk ke kantor. Tapi amanlah. >> Aman. Oke itu aja dulu. Ternyata walaupun memang sejalur menuju halte penginapan kami, kami tetap harus pindah bus. Untungnya tidak memakan waktu lama untuk bus yang akan kami naiki datang. Tapi kalau naik bus selama gini kira-kira Ridwan sudah sampai belum? Ya, >> kita sudah sampai di Rocher. >> Ye, >> gimana? >> ye. >> Ye, sekarang kita tinggal jalan kaki menuju kamar dormitori. Ya, enggak tahulah ini suaranya masuk apa enggak. Berisik banget suara bus. Inilah Singapura. Ye, >> gimana kesannya setelah ee side seeing dengan bus? >> Orang sini kaya-kaya banyak mobil mahal-mahal nih. >> Mercy lah, Lexus lah, BMW lah, Porsche lah. >> Tapi masalahnya adalah harusnya kalau benar petang kita ke sana. >> Hah? >> Bukan ke sini. >> Sudahlah, sekarang kita sambil nge-vlog ya, >> Yoi. >> Tadinya gua berharap, "Oh, udahlah pakai kacamata saja sudah cukup." Eh, ternyata kacamatanya vertikal. >> Mohon maaf nanti tunggu Gen 4. >> Gen 4 ya. Dan mereka ini sangat mempedulikan yang namanya >> orang tua ya. >> Bukan artinya coba orang tua disability. Jadi ee setelah kita banyak berkenalan dengan orang-orang disable, mereka tuh enggak minta perlakuan khusus tapi equality. >> Wis kesetaraan. Artinya sama-sama bisa naik bus, bisa sama-sama naik transportasi umum, MRT dan nanti kau lihat itu di jalan tuh ada guide block yang bl >> guide block itu yang buat tuna netra >> ya blat. >> Jadi dia bisa ngikutin di bawah jalan. Nah, itu di pedestan tuh rata-rata guide blocknya bagus-bagus >> sampai ke MRT juga guide blocknya bagus-bagus. Namanya rem, terus ada elevator dan eskalator aja >> enggak? >> Ah, burung darahnya bahagia dan jinak kalau bengk. Oh iya, tapi Anda masih ke Brunei. >> Oh, lebih jinak lagi. >> Oh, tuh lihat tuh lihat tuh >> inner chart-nya keluar dia langsung >> lari e >> io. Ih. >> Ahah. Sepednya dibuang-buang sini lah. >> Enggak sih, itu harusnya dia tegak tapi jatuh. >> Oh, gitu >> ya. Begitulah banget jalur jalur jalan kakinya. >> Ah, kan. Nah, ini juga tuh guide block. >> Guide block. Ya, ini kita udah nyampai di Little India. >> Ye >> ye. Nah, ini e hotel yang akan kita datangi. >> Lurus lagi. Gimana Bapak dan Ibu? >> Singambur keren. >> Tadi kan naik bus sudah setting sudah lihat macam-macam ya. Lihat ke bawah. Oke. >> Jalannya bagus. >> Bagus ya. >> Terus banyak mobil mewah di sepanjang jalan. >> Iya. Ah, kamu mau jadi orang India di sini? >> Boleh ini. Coba >> baju-baju India mana ya? >> Fostel kan? Beri yang itu loh. >> Oh, ini seven hotel tu. Seven Wonders Upper Dixon. >> Nah, itu kelihatan. Yuk. >> Oke. Yuk, kita masuk yuk. Kebayang kalau kita bawa mobil bagaimana kita parkir. >> Oh, ini sih parah nih. Parkir susah. >> Nah, parkir susah. Jadi sudah mobilnya sedikit. Hei, hei, >> woi. K mana woi? >> Ini tempat kita. >> Oh, ini. >> Jadi, pintunya cuma segede gini aja. Kiri kanan itu langsung ada tempat makan. Sebelah apa tuh? Ada kue. Apam. >> Apam juta? >> Nah, ini apa pinnya? lagi tet. >> Oke, pakai pin ya. Kita jangan kasih lihat pinnya apa. Nanti kalian bisa masuk tanpa ee pin bahaya. >> Ah, ini hotel kita. Yuk, naik naik. Ah, jadi towelnya itu atau anduk itu berapa tadi? >> 10 peruk deposit. >> Deposit. Jadi sebenarnya gratis tapi ada depositnya ya. >> Jaga-jaga kalau gua bawa balik. Nah, >> mungkin mungkin sebenarnya enggak ada deposit cuma karena kita paspor Indonesia kali mulai. >> Oke, untuk sepatunya bisa >> Oh, sepatu taruh sini ya. >> Siap. >> Tapi kita punya kasut aman >> aman aman >> aman. >> Kalau paspor saya warna merah masih perlu deposit 10 kan? >> Paspor saya. >> Oh, beda. >> Paspor lain dari Amerika, dari Eropa tetap sama ya. Wah, kau itu zone >> Pakai kartu kah? Di >> mana? Masuk sini. >> Masuk sini. >> Ah, sini semuanya pakai password. >> Oh, password. >> Passwordnya ini 8391 bintang. >> Catat. >> 8391 bintang. Asalamualaikum. Oh, udah >> 83 91 bintang. >> Udah. Oh. >> Udah begini saja. >> Oke, >> terima kasih. >> Wow. >> Oh. >> Oh, udah begitu saja. Bus apa sih sliper bus itu? >> Iya. Untuk delan orang >> dengan harga >> haah. Dengan harga satu kamarnya berapa >> Rp3 juta. >> Satu kamarnya Rp3 juta. >> 2 malam R juta >> untuk 8 orang. Tidok di sleeping bus. >> Ah, AC-nya AC-nya. >> Ah, tu >> itu AC lagi remote. >> Oke, pakai remote >> ini. Aku udah >> tetap. Oh, mati nih. Kita nyalakan dulu Hmm. >> Aku udah foto di belakang password-nya nih. Semuanya ada lengkap. >> Karena berhubung kita nih tujuh orang, jadi dapat satu kamar langsung. Cuma kalau kita mungkin kalian datang cuma sendiri berdua, kalian bisa beli per. >> Oh, sharing ya. Per betapa katanya? Kemarin kan yang beli tuh. >> Ah, coba n tanya di bawah ya, peritnya berapa ya. Jadi inilah hotel kita Rp3 juta seperti ini di Singapura ya. >> Keras itu Singapura kawan. >> Wah, mau hujan lagi. Bagaimana kita mau ke Rafles? Mau ke Mer Lion Park. >> Kabar katanya Bang Ridwan, hujan Singapura tuh gak enggak basah. >> Mana ada ngomong begitu sembarangan. Oh ya udah kita mau menikmati >> susu pepaya dulu. Nyobain. >> Eh nyalakan lampu ya itunya AC yang >> mana? Jangan-jangan nyalakan AC bayar lagi. Enggak >> kenapa ya? Kenapa? >> Ini AC-nya mati di jam 5.30. >> Oh, jadi AC-nya tu sampai 8.30 ya. Oh, >> Boleh, maaf tangan kiri. >> Boleh nyalain sekarang kan? Eh, boleh >> boleh. Makasih. Ah. Oke, lihat kamar mandinya. >> Oke, monggo. Okup. Please use four toilets at the back. Oh, ada empat toilet lagi. Oh, okelah ada air panas. >> Okelah. >> Oh, ada wasffel. >> Oke. Coba kita lihat for toilets yang di belakang >> mana. Oh, di luar. Yang itu ramai-ramai punya toh. >> Press button tuh. Open. >> Open. Oke. Oh, kandang kali ya. Bukan itu kamar orang ini. >> Oh ini itu exit Oh ini itu ada WC di belakang. Ini tangga daruratnya. Cuci piring. Oh, sederhana sekali ya. Tapi okelah. Harganya murah sekali jadi kita tidak perlu protes ya. Dan ada yang di daerah sana juga tuh. Kembali ke masa muda, Bapak. >> Wis masih muda saya. >> Yuk, >> manjat dulu, Git. Iya. >> Waduh, untung saya bineraga. Yeay. Eh, empuk loh. Enak. Empuk ternyata. >> Jadi, ayo kita review seperti BS. Gimana? E pokoknya yang di atas itu Rahmat, Farhan, Mas Eko. >> Ohoh. Yang ringan-ringan >> ya. Kalau ada pala di situ, waduh bahaya. >> Oke loh, ini >> layak. >> Oke loh. >> Kalau malam-malam aku WC aman. >> Tapi ini hotel. Hostel ya apa sih bilangnya? Hostel. >> Iya. Domitori toh >> yang buat orang itu pengin ke Singapura ini cuma benar-benar buat tidur saja. Kalau kalian pengin menikmati hotel, >> jangan coba-coba. Papaya milk drink. >> Papaya rules. >> Papaya rules, kawan. >> Papaya rules. Tahu papaya rules? >> Biar Anda bisa >> McLaren >> gua enggak kebayang ya nanti ya. 2040 ya ikutan F1 itu bukan McLaren Ferrari lagi >> tapi >> BYD kan >> GWM. Wah. Benar-benar luar biasa. >> E enggak mirip pepaya sih. >> Macam macam apa? >> Macam ada tehnya. >> Coba kau tengok expedak. >> Manis sekali. >> Cek exped-nya benar dah. >> Oh enggak enggak. Ini masih bukan sih. Cuma ini buatan Thailand loh. Ininya berapa gulanya? Kayaknya manis banget. >> Alah semaca gula. Total sugarnya 2, 22,8 gr per serving. >> Ah, besar sekali. >> Udah keinum. Hantam. Habiskan kawan. >> Enggak, enggak dikit aja. >> 22 gr. >> Selamat tidur, Bapak Ridwan. >> Dadah. Turun dari bus kayak naik bus Ras Jakarta gitu ya. Turun kayak di beneran. Hi >> cuma enggak ada hotel hi-nya aja. Lewat mana? Ow sono, lewat sono. Habis ini kita jalan kaki menuju penginapanis. Gimis. >> Gimis ya. >> Oh iya. Oke yuk gas. >> Sampai sudah di halte terakhir. Untungnya penginapan kami tidak jauh dari sini. Cukup berjalan kaki kurang lebih 400 m dan akhirnya bisa beristirahat. Wei, Anda sudah sampai. Gimana tadinya? Wah, >> naik bus, Pak. Habis naik kereta terus naik bus. >> Trans Jakarta banget. Tapi tapi seru banget cuma satu L jadi enggak pakai transit-transit. >> Oh, iya i. >> Ternyata diusul Anda-Anda naik apa? Kok cepat banget >> naik bus. Sudah makan belum? >> Belum. >> Belum dong. >> Kita sudah makan >> berapa kali? >> Eh, sekali. >> Kita belum sama sekali. >> Ya Allah. Nah, untungnya di Little India ini depan banyak banget makanan. >> Iya. Biryani-Biryani, Pak. >> Oh, iya. Nah, tadi kita makan apa? Enak ya >> kita balet 1 3,5. Dapat nasi putih ayam, pekedel, dan cili. >> Telur. >> Telur juga. >> Iya. Mahal sih, tapi. Ya udahlah ya. >> Oke, lanjut kita makan. >> Nah, kalau di sing di Brunei itu masih ada nasi kandar. >> Sini. >> Di mana makannya, Pak? Depan aja kita. >> Nah, depan aja ada. >> Depan itu ada Briani. Tuh. >> Briani. Yuk, depan. >> Kasihan >> pertanya sebelumnya, kenapa kita bisa pisah? Anda itu masuk lorong mana, Pak? >> Enggak tahu tadi. Oh, lurus lurus lurus lurus. >> Kok imigrasi? Terus enggak enggak enggak enggak. Tadi kan kita tanya imigrasi kan >> katanya ee ee beli tiket di mana? >> Oh di dalam. Di dalam. Ya udah kita lewat imigrasi tak pikir beli tiket di dalam. Ternyata busak tahu bus >> harusnya trend to woodland memang. >> trend to woodland. >> Enggak ini salah kalian semua. Kalian beli paket roaming itu Malaysia bukan roaming yang ASEAN. >> Oh >> tidak. >> Centang satu. Centang satu. Centang satu. Masuk entar diangkatnya. >> Iya. Ya Allah. >> Enggak apa-apa dramanya jadi seru dramanya. >> Tadi bikin video kan? >> Bikin video. >> Nah, ya udah seru. >> Aduh pokoknya lucu dah. >> Ini kalau station itu dia kita bisa masuk dari banyak tempat. Ada 1 2 3 4 Oh. Oh, warna hijau ya. >> Karena di bawah sini itu besar sekali. >> Even kita sekarang di sini kita bisa masuk lewat dari mall. >> Uh. Yuk, kita ke TK Center ya. Oke, kita lihat e bagaimana. Nah, dari sini ke Doby Gold ini sudah orchard road. Jadi, kita tidak perlu ikutin yang merah-merah ini. Nanti kita jalan-jalan aja di orchard road terus sampai ke sana. >> Setelah selesai kita orchard road, kita lanjut lagi ke Melayion Park. Lion >> after my park we can go to Marina Bas >> wei. >> Oke >> malam gas. >> Let's go. >> Ada yang perlu kita. >> Jadi kalau di sini kalau misalkan tempat enggak ada penyebrangan seperti ini, itu bisa nyebrang bebas kecuali ditutup jalannya. Kalau ada rambu-rambu gini nyeberang di tempat yang seperti ini. Sore-sore gini memang waktu yang pas untuk jalan-jalan. Jadi kami memutuskan untuk eksplorasi di Singapura.Ok. Itu ada di kotak kuning kayak gini. Itu tempat buat ngerokok lu. Di luar ini itu banyak yang foto-foto lu. Terus nanti dia akan ngelapor. Banyak cepu di sini. Jadi kita jalan di mana aja itu enggak ketemu orang ngerokok kecuali di kotak kuning tadi itu Pal. >> Dan lu >> udah enggak ngerokok sekarang ya? >> Udah gua enggak ngerokok. Dia >> itu doang ya? >> Eos. IOS. >> Oh Ios. Gua pikir buat itu biar enggak kena nyamuk. >> Nah kalau tu tuh kita linya. Nah, kalau misalkan kita ngerokok itu sangat sedih sekali di sini. Saya sih enggak ngerokok ya, karena harga rokok benar-benar mahal. Syebak itu apa? >> Itu kartunya kan? >> Iya. Ini kartu yang bisa dipil. >> Apa ini? Easy link. >> Ini kartu yang buat ngetap-ngetap yang bisa direpil. Nah, kalau misalkan kita enggak punya nanti dikasih kartu yang kertas. >> Oh, jadi kita beli dulu atau enggak? >> Nah, kalau di sana ternyata enggak ada mesin, kita pakai ini. Beli. >> kita coba dulu ya. >> Harus ya kalau beli kartu-kartu gitu kayak Imani gitu-gitu gituan aja ya. Hm. Harganya mulai kah? Tadi berapa ni? Nih. >> Terus lihat >> lihat nih >> opo >> guide block yang gua bilang. >> Jadi kalau kura netra dia tinggal follow ini dan ini berasa loh di ini. >> Tapi habis mau beli kartu yang tadi tuh. >> Iya. Udah enggak ada lagi kartu biasa ya. dulu orang bisa langsung >> kalau itu kita mesti beli kartu satu-satu yang membawa kanak-kanak atau orang tua harap gunakan >> ini MRT yang ada di Singapura sepadat ini. Nah, ni kita lihat ya sekarang kita ada di Little India. Mana dia? Terusnya ada di >> Oh, ini dia >> Italia tuh ada dua, ada yang blue line, terus juga ada yang ungu nih. Ungu tuh apa namanya? Eh, northeast line. Yang biru tuh downtown line. Jadi, MRT ada 1 2 3 4 5 6 sama LRT 789. Nah, ini kalau kita mau ke mana-mana itu udah bisa pakai ini aja gitu. Nah, kita dari Little India ke Dobig cuma satu doang. Oke, kita warna ungu berarti. >> Heeh. Tapi kalau tinggi lu di bawah 0,9 m gratis. >> Ah, itu lihat tuh. Ah, >> tetap pakai card tapi free travel. >> Oke. Eh, e wes kayaknya kita beli kartu ya. Udah enggak bisa lagi beli langsung. >> Kenapa? K ada Visa tadi kita >> itu gua lok. >> Coba lu pakai Visa masuk. Itu kita beli tiket toh. >> Iya, tapi card kita harus diisi dulu di sini. Habis coba >> itu buat bayar doang deh. >> Place your card to begin card-nya di sini ya. >> Ohya >> ada di sana. >> Tes ya tes ya. >> Tes yuk >> ini. Coba coba tes >> tes. Berarti aku tes dulu sini nih. >> Majutin aja. >> Oh sini ya. Yang sini aja dulu. Kita dulu ya. >> Nih harus pakai kartu >> bisa bangit. Wi >> ini sudah muncul nih. Muncul punya aku di terus >> kemudiannya kita mau ngapain sekarang? >> Transpayment transaction >> yang sebelumnya toh. >> Ini history >> betul >> enggak ada lagi. Kita cuma bisa lihat history doang. >> Ternyata kita bisa menggunakan kartu debet atau kredit yang punya logo RF ID seperti ini dengan catatan sudah diaktifkan terlebih dahulu ya. Ini juga bisa digunakan untuk bus juga. Jadi kalau naiknya Marti patokannya gini aja. Ini kan dari ujung-kunjung ini cuma ada dua >> punggul >> sama >> situ ke karbon. >> Nah, dia tuh pasti ngambil yang paling atas. >> Oh, ke atas nih. Unggol sama harbor font. Nah, kita kena mau ke Dobiat satu aja kita ke Harbor Phone aja. >> Oke, berarti gua yang ke Harbor Phone yang gini. >> Oke. Nah, ini sama kayak Indonesia ya. Iya. Nah, ini dari kanan kiri keluar dari sini >> sama persis. >> Dan kalau kalian naik kayak Marti di sini enggak perlu tak ketinggalan karena biasanya cepat enggak nyampai 10 menit dada kereta selanjutnya >> dan kelihatan. >> Iya, itu kelihatan tuh next train 3 menit. Padahal tadi baru jalan kan. >> Baru banget jalan. >> Tiba-tiba langsung ada lagi 4 menit kemudian. Jadi enggak perlu ketakutan lari-lari. Tenang aja. >> Iya. Lihat aja jadwalnya >> ada. Terus enggak cuma itu >> apa, Pak? >> Di Google Maps >> kelihatan >> itu juga kelihatan keretanya. >> Flex. >> Hah? Flash gitu, Pak. >> Iya. Misalkan kita mau ke orchet to nih, ya. Public transport N. >> Ya. Oke. Nah, biar gampang ini. Lihat >> Wah, sombongnya >> sombong. Tapi benar sih emang bagus. >> Coba kelihatan enggak keretanya ada di mana? >> Biasanya di jamnya kali pasangka bawah. >> enggak kelihatan. >> Enggak ada. Start dulu kali ya. Nah, ini baru >> nih tip every 6 minutes menit walk about 4 minutes do stop 2 menit jadi dia berhenti di sini 2 menit kita harus langsung masuk jurong is every 3 minutes. >> H >> jadi ketinggalan enggak usah takut ada >> gitu >> cukup Google Map sudah kelihatan Pak? Udah kelihatan >> tuh. Datang lu. >> Itu yang ke arah sana. >> Ke arah sana. >> Tapi enggak kelihatan ya. Bus yang kelihatan kayaknya deh. >> Bus. >> Coba kita ganti. Kita naik take bass ya. Rekam aja B lagi. Enggak ada ini. Enggak gak ada. >> Ada aplikasi lain kali Pak. Bukan Pak. >> Lupalah pokoknya gitulah. >> Ada yang real time Ye, nyampe keretanya. >> Harap jangan naik bila lampu berkedip tuh. Hah? Please do not when the light is flashing. >> Berkelip. Dan di sini ada empat bahasa ya. >> Empat bahasa apa? >> Inggris, >> India, Cina, sama bahasa Indonesia. kencang ya banget ya stabil >> sendiri >> beda sama itu apa pramex >> pramex Oh, >> dan enggak berisik. >> Coba enggak pegang tangan. >> Cuma di sini boleh ngobrol. Kalau di Jepang Oh, >> gitu. >> Iya, memang >> Jepang enggak boleh ngomong. >> ini kita sekarang baru keluar di sini. Nah, ini sudah ochar road ini. >> Sepanjang itu >> ada McDonald's House dan kawan-kawannya. Kita keluar ni bisa street level A B F G E D C. >> Ah, McDonald. >> Nah, kita mau keluar lewat mana? Yang banyak makanan mana, Om R? >> Oh, sepanjang Jani banyak makanan. >> Banyak makan. >> Nah, sebaik kita ini kan ujungnya sampai sini nih. Beras basah band coolen. Nah, ocetnya dari sini kan. >> Nah, >> kita coba dari street level A kita ke sana. >> ke as. >> Oke. Nah, kita keluar cari ya tulisan ada A B C D FG kan. >> Nah, wayout-nya itu apa? Nanti kita ikutin yang tulisan A. Oke, >> jadi kita enggak tahu namanya apa, tapi ada A-nya yang penting. >> Siap. Gas. >> Ada yang merah, north south line sama circle line. Nah, kita nih sekarang mau ke exit A dan B. >> Kita ke A kan berarti ke sana. Sama kalau kita naik eskalator yang sebelah kanan itu khusus untuk yang jalan kaki. Yang kiri untuk yang santai. >> Ini kan ke kiri. De >> AB mana >> tadi? Ada lagi. D >> AB ke sana ya. >> B itu kanan A kiri >> nih. A nih A bras basa rod stand for rad. Oh, keluar berarti kita. Iya. Bisa BC aku >> bisa dong. >> Dah kita ke kiri >> ke kiri nih kan lihat tuh >> B ke exit ke sana kita A ke situ. >> E >> jadi begitu cara membaca peta kalau kita naik MRT di Singapura. Buat teman-teman yang sudah sering ke Singapura ya mungkin informasi ini biasa aja buat kalian ya. Buat yang belum pernah atau pertama kali mungkin ini bisa membantu kalian. Ah, welcome to Orchard Road. >> Tuh, di situ yang gua bilang >> di beberapa tempat yang padat suka ada ERP di jam-jam tertentu. Electronic, road pricing. >> Nah, itu agak sedikit repot lah. Enggak ngerti caranya gimana. >> Oh, kalau kita bawa mobil kita itu. >> Iya. Jadi parkir susah, mahal. Ada IRV pula. Oh, >> makanya meskipun kita bawa mobil itu agak sedikit merepotkan sih. >> Makanya enggak bawa mobil ke sini, Pak. >> I ke sana yuk. >> Tadi ada presiden Prancis, Pak. >> Wei, >> Emmanuel Macron lagi di Singapura tadi barusan lewat. >> Lumayan kita sempat dadah-dadah. >> Iya, kita dadah-dadah. Heeh. >> Walaupun kita sekarang di Singapura tapi ternyata bisa ketemu Emmanuel Macron. Kita cari cepat underground atau apa bunyi lampai sini kok ke underground. >> Tenang aja >> bentar lagi hujannya berhenti. >> Ih Mario Kart Challengeu. >> Wah di jewel Changi >> even ada teman gua, dia ke Singapura. >> Heh. >> Cuma pengen di bandara doang main. >> Lalu pulang. >> Sebagus itu bandaranya >> bagus. Jadi tempat transit ya. Kalau transit lama lu bisa banyak main-main di >> Jadi sekarang kita sesi wisata adalah pergi ke mana? >> E tidak perlu masukin nomor telepon. Jadi kita sampai sini nyarinya Lakin Coffee. >> Karena mereka pada penasaran di Cina ini nomor satu. Sudah, >> Wah, visasio >> 382 cintao. >> Mau apa? >> Mau mau lihat dulu. Bebas yang penting seger. >> Jadi ternyata di sini juga pesannya enggak bisa pakai manual, harus pakai aplikasi atau website. >> Nah, kalau kita dari Indonesia itu not available in our agent. Jadi kita enggak bisa pesan, bisanya pakai online, pakai website bukan pakai aplikasi. >> Sama Zus. Enak mana? >> Enakan ini ya? Coconut. >> Ih, kan dibilang apa >> ini? Siapa? Ini satu lagi >> kalian >> kan tiga >> kalian. >> Tiga tadi. Oh, Mas Eko >> Mas >> itu apa? >> Brown sugar pesan tiga. Ini >> brown sugar plam late. Siapa? >> Sugar siapa? Brown sugar pelam dia ini. >> Ini gua brown su >> ini 387. >> Ayo punya orang jadi >> tengok nomor odoran mana? Nomor odoran cok. >> Lo bilang aja minta maaf saya salah ambil 387. Sudah diminum belum? >> Oh belum. >> 387. >> Oh berarti aman. Jangan diminum. >> Yang mana belum? Yang mana? Sudah. >> Ini Mas >> Jika pertanya apakah dengan siswa memudah atau tidak? Inilah jawaban Anda. >> Tapi bagaimana rasanya? >> Enak. >> Enak kan? >> Dibilang ini coconut coffee paling enak di dunia. >> Kok yang jus tadi enggak kayak gitu ya? >> Enggak. Enggak. Dia agak mirip, tapi ini lebih >> creamy, >> lebih terasa lah. Ini >> gimana setelah jalan-jalan Singapura? >> Keren banget sih, ramai. Banyak yang pejalan kakinya juga. >> Tapi benar yang dibahas tadi ya. Apa tuh? >> Kalau di sini memang lebih baik naik transportasi umum. >> Nah, kan >> terasa ya. >> Terasa banget >> jalan kaki. Tapi pun kalau misalkan kita enggak di atas, di bawah tuh ramai dan saling ini mall, gedung-gedung kiri kanan tu terhubung lewat bawah tanah rata-rata. Jadi kita enggak perlu nyebrang lewat atas bisa lewat bawah. >> Nah, ini dia ice krim. >> uncle cieng. Es krim Uncle Cheng adalah salah satu kuliner yang sangat hits di Singapura seharga 1 Do. Es krim sandwich ini merupakan salah satu incaran para wisatawan yang berkunjung ke Singapura, tepatnya di kawasan Orchard Roh. Walaupun hanya berjualan di pinggir jalan, tapi kedai ini selalu ramai pembeli. Es krim Uncle Cheng didirikan oleh Cheng itu sendiri yang berasal dari Swato, China dan berimigrasi ke Singapura bersama keluarganya pada tahun 1961. Di tahun 1965 ia memutuskan untuk membuka usaha es krim kecil-kecilan. Tapi tidak langsung berjualan di Orchar Road, melainkan berkeliling naik sepeda motor di sekitaran Tanglinghal dan kawasan Chinatown. Ketika Orcharot menjadi pusat perbelanjaan, ia memutuskan untuk membangun kedainya di depan Nian City sejak 1990 sampai sekarang. Nah, ni >> enggak tahulah ini siapa. >> Ada yang kenal enggak? Macaci cip. >> Ini Kris Dayanti bukan sih? >> Mirip ya >> Pak Jokowi nih. >> Alah buka itu bapaknya. >> Oh bapaknya >> itu uncle-nya. Itu uncle-nya. >> Oh iya iya. Asanti. >> Ded buser Asanti. >> Bukan. Ah >> iya ini Asanti sama Anang. >> Oh iya ini Ded Korbuser. >> Iya Ded Korbuser. >> Enggak bukan ah. >> Ini anaknya Sule Ruben. >> Ruben Unsu. >> Ini siapa namanya? >> E Indra Bekti. >> Indra Bekti. Bacokor Indonesia ya. >> Iya. Bacok Indonesia. >> Ini siapa? >> Halo. >> Suaminya itu Rizki Bilar bukan? >> Nih. Ini siapa nih? Ada orang. >> Oh ya banyak orang Indonesia ya. >> Iya benar. >> Kita kita ng >> ini presenter tuh. Presenter presenter. >> Siapa itu >> presenter? >> Tara Budiman bukan? Tarudim. >> Ada crash woy. >> Hah? Crash. >> Heeh. Celakaan, Boy. Mobil nyusruk. >> Sumpah ada-ada aja kejadian >> lagi duduk gua. Lagi duduk tuh sama Ren ngobrol gua lagi video kali ini gua T mobil struk kayaknya dia mau keluar mobil lu kanan kan terus diudah disuruh tahan sama polisi. Jangan jangan tahan dulu. Hold hold hold hold. >> Gua video >> dia masuk ke kanan >> malah banding kanan dia. >> Gua mau niat nge-video nih. Tiba-tiba ada mobil nabrak. Kocak banget tuh. >> Mana >> ini mobil nabrak >> masuk ke >> masih. >> Iya. Sudah keluar. >> Masih nyangkut. Masih masih nyangkut. >> Mau ng-video pejabat yang mau keluar >> 1,5. >> Enak kah? >> Dulu dolar asli. >> Apa itu? >> Oh nih di sini silin babi. >> Enggak ada. >> Halal ini. >> Oh halal. Mana ini antri? Antri ya? >> Kalau kita sih suka durin >> Tapi kalau di Singapura itu ee kita makan banyak, jalan juga banyak. Jadi tak gendut. Aah >> beli pakai >> f-f lah. Kalori yang keluar sama dengan kalori yang masuk. >> K cukup mau cukup dolar. Nah, ini kita sekarang di occet >> nanti kita ke 1 2 3 4 ke rafles place >> keempat turun. >> Heeh turun. Rafles Place ini diambil dari kata gubernur jenderal rafles >> yang membuat buen zor garden kebun raya Bogor. >> Kebun Raya Bogor. Bogor itu singkatan dari apa? Sleng dari Buen Zor. >> Buen Zor. >> Buen zor artinya apa, Pal? Aduh saya lupa. >> Ah suka begitu. >> Suka begitu. Pokoknya kalau kalian udah tahu mau ke mana, misalkan mau ke Rafless Place. Nah, kalau udah tahu mau ke mana, habis itu lihat paling ujungnya apa. >> Marina South Pier. >> Marina South Pie. Jadi kita lihat tuh Marina South Pi. >> Kalau kita mau ke atas ini. >> Wah. Ya udah yuk >> kok anginnya kencang kali sampai aku kena kelilipan. >> Mat, lu pernah ke MRT kan Jakarta? >> Ini sopirnya kasar-kasar semua. >> Enggak ada pakai sopir. >> Ada yang pakai sopir, ada yang enggak. >> Itu yang tadi juga pakai Selamat datang di Rafles ya. Di sini di mana kalian bisa melihat gedung-gedung yang setinggi itu. Saling berdekatan, tidak ada pagar. Jadi lihat tuh, saling menempel satu sama lain, dekat-dekatan. Nah, dan kalau kalian misalkan sini aduh bingung mau ke WC gimana caranya ya kan enggak usah pusing-pusing. Langsung masuk aja ya nanti cari WC di sana. Jadi masuk gedung pun juga tidak di itu kecuali kita naik ke atas ya mungkin pakai kartu ya. Tapi kalau cuma ke lobi-lobi kita langsung masuk aja. Yuk kita masuk ke lobi. Mau ke WC kan? >> Gas >> gas. RP electronic road pricing. Jam-jam tertentu ramai lewat sini bayar kau >> gimana cara ke situ >> itu use crossing. >> Ih bagus apa itu? >> Nah di one fulleton juga kau bisa tumpang WC apagi? >> Wah >> semua keluar tok apa ya? >> Aku tidak tahu ya apakah memang begitu. Yuk let's go. >> Itu mereka bawa apa tuh? >> Hah? Enggak tahu >> nih kalau enggak salah ya. >> Uh, itu keren banget >> dia ba >> booking ini kemarin >> enggak lewat sini kalau enggak salah kalau enggak salah. Tapi >> mesti lihat pastinya sih. Gas gas gas gas gas gas. >> Tenang ada di belakang ada orang kok. [Tertawa] >> Nah. >> Nah, ini aja lah. Uh. [Tepuk tangan] Sudah kita sudah sampai di Merlion. Itu dia watatungnya. >> Oh, Merl itu nama nama patung. >> Iya, ini Lion tapi mermaid. Jadi Mermaid Lion. Mer lion. >> Oh mer lion. >> Nah itu gedung rafles. Dulu tuh benteng zaman dulu. Sekarang jadi hotel. Dan malam ini nanti ada ininya motion graphics-nya. ini yang tadi aku kencing dulu. >> Ah coba kita lihat kencing di mana ya. >> Mana? >> Di mana? >> Nah kita ke sana. Ke sana. Mandoring mandatory. Heh, Mas Eko ini, Bro. >> Ayo, >> Mas. Mandatory mandatory dulu. >> Welcome to Merlion. Tapi seumur-umur gua ke sini nih paling rame ya. Belum pernah seramai ini sih. >> Hah? Om >> mau foto susah. >> Banyak orang nih. >> Ya, kita foto rame-rame lah kalau gitulah. >> Mandatori dulu udah. >> Eh, gua bawa ini tripod. Pak >> orang Kelen. Sini. >> El kali orang Kelaten. >> Kita mah kita mah KTP Jakarta. Mohon maaf >> enggak dapat KJP kan. Pidang Bandung aja. Pidang Bandung KDM. >> Merlion atau Singa Laut adalah patung berkepala singa dengan badan seperti ikan. Namanya merupakan gabungan dari ikan duyung atau mermaid dan singa atau lion. Meron dirancang oleh Fraser Bruner untuk Badan Pariwisata Singapura pada tahun 1964. dan dipergunakan sebagai logonya hingga 1997. Perdana Menteri saat itu, Lee Kanu meresmikan upacara pemasangan Merlion di Singapura pada 15 September 1972. Patung asli Marlion berdiri di mulut Sungai Singapura. Sementara sebuah replika yang lebih tinggi dapat ditemukan di Pulau Sentosa. Tinggi Merlin ini sekitar 8,6 m dan beratnya 70 ton. Jadi kita lagi jalan mau ke Marina Basse yang ada di belakang situ. Kita mau ke sana itu ke sana tuh gratis ya, enggak bayar. Dan kalau jalan dari ee apa namanya? >> Dari >> Merlion >> itu kalau di peta Google Maps itu sekitar 15 menitan. >> Nah, dekat. >> Nah, dekat. Jadi kita bisa walk distance jalan kaki. Tapi lebih enak lagi kalau kita naik sepeda ya. Dan tiap jam 8, 9 dan 10 itu ada light show, ada fountain, ada waterfall apa permainan air gitulah. >> Dan ada audionya bagus sekali. >> Air mancur gitu, Mas. >> Iya, itu lama 15 menit. >> Jadi kita mau menikmati wisata gratisan. >> Jadi Singapura ini memang semuanya serba mahal, tapi banyak sesuatu gratisan yang bisa kalian lihat langsung. >> Even kita >> penasaran? >> Penasaran banget. Iya, even ya kita kayak ke Universitas Studios, kita tuh bisa foto di depannya doang, >> bisa foto di itunya doang gitu loh. Jadi >> tanpa masuk pun bisa gitu. Tuh lihat tuh, lihat depan situ tuh. Rasanya kayak di Hongkong. Lihat gedung-gedung di atas. Dan kalau misalkan kalian ee datang siang-siang atau sore pas lagi adem, enggak ada salahnya kalian cobain Singapore River Cruise itu kita naik boat muter-muter Singapura. Kalian bisa lihat seru-seruan di sini. Banyak hal yang seru. Oke, Mas. >> Eh, relatif lah ya. Relatif. >> Mahal itu relatif. >> Tapi experience tidak bisa dibeli. >> Bisa sih dibeli kan tinggal bayar kan tadi kan dapat experience bayar. >> Yuk kita kiri. >> Lihat antar gedung ya itu enggak ada pagarnya. Langsung jalan aja. gitu. >> Keren sih. >> Dan lihat tuh ramai jalan orang. Jadi udah bangun-bangun aja gedung depet-depetan gitu kan. >> Biasanya kan kalau orang bangun kalau sebelahnya gedung gede itu mau bangun sebelahnya kan takut takut tumbuhan >> enggaklah. Jadi >> pernah kejadian tuh di mana? Jakarta apa ini? >> Mana enggak tahu >> yang seberang jalan. Iya ada Mas pernah. Enggak tahu. Cuma intinya ya kalau semua transportasi umumnya udah bagus, kita bisa lewat ee MRT semua. >> Dari Snowit kita punya parkiran besar, parking basement yang gede-gede enggak perlu. Gedung diisi isinya bisa ribuan orang, tapi semuanya mobilisasi udah lewat bawah semua. Nah, ketika kotanya masih belum punya transportasi umum yang bagus, >> usaha untuk mewujudkan itu. >> Ini lagi ada apa ya? Gua enggak ngerti Oh, goyang-goyang >> entah goyang-goyang itu karena digoyang-goyangin orang apa gimana >> itu? Digoyangin orang apa gimana? Gudang-gudang gitu >> enggak ngertilah. >> Iyaar masaranya >> enggak cuma ada goyang-goyang itu di tojok-tojok sama orang apa gimana? >> Enggak di enggak sebenarnya enggak ada, Mbah. Enggak apa-apa cuma ini doang. >> Oh, ya udah. >> Oh, ini sama kayak bambu hidup yang bambu tuh yang goyang-goyang. >> Oh, iya iya iya iya. By the way, >> ini luas banget ya. >> Setuju kan? Luas banget kan? >> Percaya atau tidak? >> Ini tuh semua reklamasi ini semua ini sampai ujung-ujung sana tuh di sana tuh itu semua reklamasi bukan tanah asli. Gila ya. Mungkin dulu sebelum reklamasi dipagerin dulu gua rasa. >> Pagar pebu >> ada lagi event apa cuma ini ramai banget dan tiap berapa meter gitu ya >> ada exhibition >> ada exhibition. Wow. >> Ini enggak tahu ada apa itu. Ada apa. Tiba-tiba ada tenda-tenda isinya makanan. >> Tapi dibanding dulu yang dibu datang lebih meria atau enggak? >> Ini meriah banget. >> Banyak orang punya show sendiri nyanyi-nyanyi. >> Mereka menjambut tim 1 million j. >> Wah enggak gitu dong. Dan ini kita sudah nyampai di lihat >> bas ini bawahnya ya the shope-nya. >> AC. Oh AC. >> Oh kita masuk >> AC. >> Inilah turis-turis kry cuma lihat-lihat doang. Ini namanya window shopping. >> Iya dulu kayaknya kita tuh waktu kecil kita ke Indomaret. Alfamart cuma lihat dari luar doang enggak berani masuk ya. >> Oh Indomaret Pak. Iya. Ini bagus bawah. itu Apple Store. >> Uh, Apple Store-nya keren sekali. >> Di tengah laut. >> Ah, >> ayo ayo ayo ayo ayo ayo. Ayo. >> Ah, mungkin >> tuh lihat. >> Wuh, epelnya di tengah. Seram ya kakinya. Seram >> aku. Seram. >> Iya kayaknya fontennya lagi enggak ada deh. >> Bisa. >> Ah. Ayo kau kau sini ikut aku. >> Di Malaysia itu besar di sini keren. >> Apanya? >> Apple Store-nya. >> Store. Ini Apple Store >> kan aku bilang apa, ya? Awas, hati-hati. Oh, itu di situ. >> itu fontennya. Oke, kita cari-cari dari tadi kok tak ada. >> Masih ada. >> Oh, ini cerita itu apa? Timun suri. >> Apa? Timun suri. >> Cerita apa dah yang di dupan dongitu? >> Enggak tahulah. Buto I >> masa ya buto Iu >> ceritanya begitu nanti. >> Jadi istriku suka banget ini. >> Iya iya bagus >> ada lagunya >> ini lagu Anda kan >> womjing Samsudin Minang. W cel. Spectral and Water Show adalah sebuah atraksi air mancur yang banyak ditunggu oleh para turis asing dengan permainan lampu dan air mancur dan membuat para penonton terpukau. Specttra Light and Water Show mencerminkan perjalanan Singapura menjadi kota kosmopolitan saat ini. Selama 15 menit para pengunjung akan disuguhkan atraksi dalam empat bagian dalam satu cerita. Di antaranya ada Simfoni tarian Air Mancur, proyeksi visual penuh warna, pertunjukan laser canggih, efek lava dan kabut. Semuanya diiringi dengan lagu tema orkestra. Sungguh indah sekali. >> Gimana, Pak? >> Kontennya mantap, Pak. Kombinasi audio sama apa pergerakan pompa air itu, Pak. >> Saya bingung pakai si miso yang berapa watt itu, Pak. >> Sanyo kali. San lagi gimana Bapak? >> Wi tadi kita beli Aqua harganya itu sekitar Rp45.000 totalnya >> mineral lah ya. >> Kayak mineral R0.000 satu. >> Aku bilang ini teralu mahal overprice. Setelah aku lihat tadi punya pertunjukan, aku bilang worth it. Wajar sih punya mineral mahal karena perunjukannya murah dan tak usah bayar. >> Ya sebenarnya kalau kita mikirnya beli air mineral dapat pertunjukan itu jadinya murah. >> Murah? >> Iya, tapi sayangnya itu gratis. Jadi air mineral tetap mahal. >> Betul. Eh, dan aku dari tadi nonton merinding merinding aku nonton seru kali. >> Mungkin kalian lihat di video seperti apa, tapi harus lihat langsung. Harus lihat langsung. >> Seeing is believing ya. >> Woi semulai pokok direkam tuh gak berasa berasa. Beda, beda. Kita lihat di rekam cuma gini-gini doang. >> Hei, kan kebayang ya itu audios kayak gitu >> dalam tadi enggak ada suara sama sekali kan. >> Oh, kedap ya tadi ya? >> Iya, kedap banget tadi pas kita buka pintu setebal itu. >> Iya, mulai. Iya, sebel >> itu. >> Keren. Keren. Serius keren. Sekarang kita ke Apple Store. Walaupun kita enggak beli apa-apa >> Walaupun kita enggak beli apa-apa tapi hah >> aku kayak jalati mimpi sekarang. >> Jadi pengin beli kan. Jadi ini dibikin satu pulau khusus untuk Apple Store. Jadi ini kanan kiri semuanya air demi jualan HP. Lebih mahal lebih mahal. Adem lebih mahal lah. Eh enggak tahu ya gua enggak tahu. Gua gak tahu. >> Mirip kan sama kayak di Malaysia. Cuma bedain massanya kotak. Nah, ini bulat spare. >> Video video >> ya kan jalan tiap meter itu ada aja yang lucu-lucu di sini >> tuh. Oke, perjalanan masih kita lanjutkan. Tapi karena teman-teman ini >> I mau ke Universal Studios besok. >> Bye bye. >> Duluan ya. >> Salam bersenang-senang. Dadah. >> Nah, ini langsung ke MRT Bfront. Nah, kita masih pengen ke Helix, pengen ke Art Science Museum, dan pengen lihat di sana ada hotel yang keren sekali. Let's go. Oh, bukan kita enggak, itu ternyata jatuh. Lihat tuh jam-jam mewah. Zenit, >> Omega, Roger Duguis, Amafit. Amavi apa sih? Patek Philip. >> Oh, pat ini. >> Iya, Pe. >> Pate >> Piaget. Ada bos. >> Become bos. >> Beckam bos. Iya benar juga. Eh ada IWC Fakeren Konstantin. Ah kita ke Hotel and Sky Park ya. Tuh itu masuk ke kasino lewat sana. >> Pernah masuk Pak? >> Tuh foreigner entry masuk. Kita coba lihat ya. Gua belum pernah ke kasino >> sama. >> Eh, pernah lihat gua. >> Emang boleh kan? >> Waktu di Makau >> boleh masuk. >> Kalau lihat doang bisa. >> Ngapain boleh >> masuk sih? Enggak. Gua cuma lihat dari itu aja. >> Ini tempat kasinonya ya. >> Ada ting ning ting ning tinging. >> Dan tahu enggak Merna Basi >> itu swasta. Oh, jadi ada pajaknya semua lengkap. >> Iya. Dan yang investornya itu yang di ini apa sih namanya? Las Vegas >> yang bikin Yuk, jalan. Ingat ya, Guys, judi itu haram. Benar. >> Gak salah. >> Benar. Jadi ee kalau katanya Roma Irama judi >> judi >> tet menjanjikan kemenangan. >> Jadi mereka >> jangan judi ya >> entertain atau memang emang itu bagian dari C duit ya. >> Ee gini biasanya orang yang >> berjudinya lama artinya dia sudah bertahun-tahun menjudi >> pro judi >> mereka sadar bahwa itu cuma for fun >> Bukan buat ngabisin duit. Artinya ketika mereka judi mereka udah ngebudgetin berapa >> untuk dihabiskan tidak all in. Biasanya yang all in itu adalah penjudi pemula. Penjudi profesional >> karena tidak ada orang yang kaya dari >> kecuali bandar. >> Kecuali bandar. Jadi kalau ada komen-komen judi online di bawah mohon bantu kami untuk menghapusnya ya karena worksh. >> Memang dibantu. >> Dibantu itu works loh. Nah ini kita ke hotelnya nih. >> Yeah. >> Yeay. Heel bukan >> hotel itu kita boleh masuk dengan bebas sebenarnya. Jadi walaupun kita tidak nginap enggak apa-apa. >> Nah, ini dia. Kalau bisa lihat. Jadi gedung itu yang ada kamarnya >> itu cuma di sebelah kiri kanan doang. Tengahnya kosong sampai ke bagian paling atas itu dia kosong tengahnya. Jadi yang bangunan tuh cuma kiri sama kanan. Apaan sih? Besi-besi gitu. Memang ini yang tadi tiga gedung kayak kapal tadi. >> Oh, kita di dalamnya. >> Iya, ini kita di dalamnya. >> Oh, kayak gini bentuknya. >> Iya. Jadi kalau kau pikir ini luas sekali, tidak. Karena bangunannya cuma di sebelah kanan, kamarnya kanan sama di sebelah kiri. Tengahnya kosong sampai ke >> Berapa harga per malamnya? >> Ee kalau enggak salah belasan juta ya. >> coba kau cek sekarang >> berapa harga kamar di Marina Basens. >> Oke, Google dia tak pandai. Berapa harga kamar diena basense? >> Berapa >> Anda? R juta. >> Oh, enggak. >> 31 sampai juta per malam. Murah ya. >> Murah. >> Iya. Tapi kau bisa menginap di sini gratis. >> bagaimana caranya >> kita DF? >> Bukan >> kau berjudi dengan uang yang banyak di >> Oh, free. >> Berarti kau dapat kamar gratis. >> Tapi, tapi kalau kau sudah kalah miliaran di sana, >> kalian bisa dapat kamar gratis di hotel lain. >> Di mana? Apa saja, semewah apun akan dikasih gratis kalau kalian sudah kalah miliaran. >> Kenapa gitu? Agar kau tidak bunuh diri di kamar ini. >> Itulah sisi gelap judi. Jadi banyak yang bunuh diri tapi kalau bunuh diri itu tidak masuk berita. >> Nah, oke. Jangan coba-coba berjudi. >> By the way, dari tadi kita lewat ya, eh di mall itu biasanya ada brand-brand terkenal. >> Brandnya terlalu besar >> brandnya. Katanya dia tidak pernah lihat. >> ya. Ada Bali >> ya, >> ada Monat atau apa kok mall sebesar ini dia tidak ada Adidas. Makanya aku mau nanya tidak di tidak ada Nike aku nyari tadi tuh nyari maka solarnya tak ada jual juga ya onit suka Tiger tak ada alamak jang apalagi >> follow >> follow tak ada >> ha biasa tuh aku kardinal >> he kardinal >> ramai nama tari cari tak ada sini >> tak lengkap in >> ai tak bagus datang >> heeh salomon tak ada apa tak ada >> macam mana aku nak beli baju lebaran sini >> susah >> apa di sini enggak level ya merek-merek itu >> tak cocok buat kita >> aduh Hah? Mengerikan. Makanya film Crazy Rich Asians itu syutingnya? >> Syutingnya sih di Malaysia sama di sini. >> Cuma ya Crazy Rich itu emang belanjanya ke Singapura. >> Oke. Negara sekecil ini mampu di mranding diri sebagai tempat paling >> mewah. >> Premium. Keren. >> Nah, itu di depan kau lihat itu apa? >> Bangunan. bangunan seperti lotus, >> tratai. >> Itu namanya >> lotus tratai. >> Bawahnya itu ada kolam lotus. >> Oh, dan ini adalah Art Science Museum. >> Dan hebatnya lagi >> bangunan seperti ini ni ini kelihatannya kecil dari bawah ya. >> Tapi dari dalam tuh gede. >> Karena gua pernah ke sana waktu itu. >> Kita masuk >> enggak bayar. >> E cuma foto di sini pun sudah keren. >> sudah keren ya. Jadi tidak perlu sampai masuk ke dalam. Ayo kita lihat kolamnya di bawah. Gas. Kalau suaranya bagus sekali sih. Palang juga keren. Oh ini kolam lotus beneran rantai beneran. >> Benar. Anda lihat ini struktur bangunan ini ditopang oleh besi-besi. Bukan besi-besi tiang-tiang ini saja. Jadi bentuknya ini lihat hanya ditopang oleh tiang-tiang itu saja. Serius? >> Iya. Ini pohon beneran nih yang atas nih. Pohon kelapa nih. Bukan pinang. Pinang ya. Tuh lihat. Ini adalah kolam lotus. Kelihatan enggak? Bunga tratai. Dan ini dibikin seperti bunga lotus. Ini juga bikinnya tuh luar biasa. Dan aksesnya >> itu ada tangga darurat di sana dan ada lift. >> Ih, bagus. >> Nah, itu masuknya dari situ ya. Oke, masuk dari sini untuk datang ke sini nih. W pol kerennya. Wuh, bagaimana, Bapak? >> Saya sangat amaze. >> Makanya menikmati Singapura itu dengan jalan kaki, bukan naik mobil. >> Benar, benar, benar. >> Nah, sekarang kita mau ke Helix Bridge. >> Helix >> ini adalah sebuah jembatan yang hanya boleh manusia saja yang naik. >> Iya, iya. >> Tidak boleh ada mobil, motor. >> Oh, oke. Sepeda pun tak boleh. Ah, sepeda boleh sepeda saya pernah naikin ke sini. Nah, ini kita jalan kaki nanti ke seberang. Dan itu ada Singapore Flyer >> tuh yang seperti >> Oh, Tiang Lala. >> Yang Lala kayak London Eye lah. Tuh kan ada lagi kan tiap berapa meter itu selalu ada wahana-wahana baru dan menarik ya. >> Iya iya iya. Ini sih kayaknya udah lama sih, bukan baru cuma terima kasih Bapak tuh. Oh, lihat bawahnya. >> Astaga keren. >> Huh. Dan itu tempat makan di bawah pastinya tidak akan murah ya. Lihat tuh ada Putin di situ. Putin L ras Putin ya kan. Nah, terus di situ lihat ada kanton Paradise, ada restoran Jawa nih. >> Apa namanya? >> Sopo >> S iki >> SP ngiro. Kalau di video sih sebenarnya biasa aja ya, tapi kalau lihat langsung ini keren sekali. hasil foto dari >> Bapak Ridwan Hanif >> ke R1. >> Nah, jadi sebenarnya saya juga punya ini punya kalian fotografi ya. >> Nah, ini dia namanya Helix Bridge. Oh. Helix. >> Ada sesuatu kanah di sini? >> Ee ya jembatan saja tapi desainnya bagus. >> Oke. Dia kalau kita lurus-terus kita tebus ke mana nih? >> Lurus-terus sampai ke sana. >> Gak maksudnya? Oh, kita bisa lihat Biang Lala itu ya. Ya, bisa Singapore Flyer. Dan ini kebayang kalau di Indonesia ini pasti langsung diprotes karena >> karena jembatan seperti ini tidak ada atapnya. >> padahal di sini banyak banget kalau sore itu banyak orang lari pagi. >> Oh, bagus. >> Kalau pagi banyak orang lari sore. >> Oke, Bapak siap. >> Tapi untuk foto biasanya di sini tuh banyak yang prewet. Oh, >> Prewaret. Jadi bisa menikmati pandangan-pemandangan seperti ini. Di sini tuh ada kayak semacam kaca-kaca gitu, tapi ini sebenarnya transparan. Jadi kalau kita lihat ya, ini tuh enggak membuat jadi adem juga. Oh, formalitas ya. >> Kenapa cantik ini? Emang pengin kelihatan keren aja, tapi emang strukturnya lihat dong. >> Bagus. Luar biasa memang. Nah, ini Helix Bridge itu bentuknya seperti ini ya. W. Dan kita akan ketemu sama Singapore flyer di atas itu. >> Terus nih lihat nih. Kalian tahu enggak di situ ya? Nah, ini kayak ada pohon-pohon. Lihat enggak? >> Oh, yang sana >> merah-merah itu. >> Itu namanya Gardens By the Bay. >> Oh, iya. Yang katanya wajib foto >> I. Jadi mereka itu bikin kayak semacam kebun raya Bogor tapi dengan sentuhan modern. B. >> Nah, ada bunga-bunga gitu ya. >> Teknologia. Lah jauh >> di atas tanah reklamasi. >> Cakep ya semuanya ini hanjala buatan. >> Maksudnya kalau bikin tanah reklamasi kenapa enggak bikin perumahan gitu ya? >> KPR gitu BTN kan lumayan >> kan dijual untung. Kenapa dia malah bikin Gans by the Bay? Ya sudahlah. Yuk. Saya tidak mengerti hitungan matematika orang Singapura. Tapi kalau kita lihat sebagai ee penarik daya wisata gitu ya kan kalau orang datang terus menghabiskan duit di sini itu kan menambah devisa di sini. >> ya. Itu salah satu investasi yang sangat worth >> biarlah mereka yang berpikir kita nikmati saja. >> Betul sekali. >> Aku datang bawa wisata, Pak. Tak untuk berpikir, Pak. Tolong. >> Ah, iya. Otakku mat, Pak. >> Seru sekali rasanya bisa jalan-jalan di Singapura, sebuah negara kecil dengan pesona yang begitu besar. Namun, keseruan tidak sampai di sini. Kami harus istirahat melanjutkan eksplorasi di hari esok. Terima kasih telah menonton. Sampai jumpa di episode berikutnya. Oke, hari ini hari keenam dari One Million Journey Tour the ASEAN dan pagi ini kami dapat kabar duka ternyata. >> Jadi, kalian punya dua pilihan ya. Kalau buat Cocok silakanlah ikutin Geng Omala ya. Tapi kalau kau bawa pasangan nila kau pergi. >> Baik, kita masuk ke Universal Studio. Kita akan ngapain di sini? Hei hei Hei на на
