2 Jutaan IP68 & IP69, Dual Speaker, Baterai Awet, Bisa Bypass Charging! | Review iQOO Z10 Lite (YouTube Video)
Ini IQU Z10 series paling terjangkau. Harganya di R jutaan, tapi menariknya layarnya AMOLED 120 Hz. Baterainya 6000 mAh bluevolt bater dengan 44 watt flash charge. Rating durabilitasnya ada IP68 dan IP69. Aman nih kalau keemplung dalam air ya. RAM 8 GB dan ada opsi storage besar sampai 256 GB. Plus ini pakai UFS 2.2 ya, bukan IMMC. Fiturnya juga menarik, ada dua speaker, ada NFC, ada bypass charging, ya. Ini adalah IQU Z10 Lite. Oke, IQ Z10 Lite ini pertama kalinya ya IQ membawa varian Lite dari Zeries ke Indonesia. Sebelumnya untuk varian terjangkau dari Zeries yang mereka bawa adalah yang pakai akhiran X. Ada Z7X, ada Z9X. Keduanya adalah smartphone yang menarik di kelasnya pada saat perilisannya. Nah, bagaimana dengan Z10 Lite ini? Sekilas tadi kan sudah kelihatan ya, bahwa smartphone ini punya beberapa hal yang menarik. Kita akan bahas dengan lengkap mulai dari isi paket penjualannya. Di dalamnya ada unit IQ Z10 Lite dengan screen protektor yang sudah langsung terpasang. Lalu ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini adalah charger 40 watt flash charge dan ada kabel USB A toC di sini, SIM tray ejector, case, dan paket dokumen. Jadi, udah cukup lengkap ya. Nah, untuk smartphone ini hadirnya dengan gaya yang serba flat dengan layar flat, frame-nya flat, serta sisi belakangnya juga flat. Tapi bagian tepi frame-nya itu sedikit melengkung. Ini membuat smartphone jadi lebih nyaman digenggam. Untuk opsi warna ada armor white yang terkesan soft dan elegan serta ada power green yang kalian pakai ini yang terlihat lebih berani ini ya. Nah, tentunya karena ini smartphone terjangkau, body belakang dan frame-nya pakai bahan polikarbonat. Untuk dimensi tinggi 162,29 mm, lebar 75,31 mm, dan tebalnya di 7,99 mm. Sementara bobotnya ada di 198 gr. Ada sedikit perbedaan bobot dan ketebalan antara yang power green ini dengan yang armor white. Oke, smartphone ini punya rating ketahanan terhadap air dan debu di IP68 dan IP69. Jadi, ini kedap debu karena depannya en ya dua-duanya ya. Tahan kecemplung dalam air karena ada IP68-nya ya. Serta tahan semprotan air karena ada IP-nya. nya. Nah, K9 itu tahan semprotan air yang tekanannya tinggi dengan suhu sampai 80 derajat celcius. Jadi kalau sekedar dibawa hujan-hujanan aman. Enggak sengaja nylum ke kolam tinggal angkat dan keringkan aman ya. Tapi bukan untuk disengajakan dibawa berenang atau diajak mandi-mandi gitu ya. Jangan, jangan. Ini hanya untuk kejadian enggak sengaja kecemplung. Oke, sekarang kita lihat ada apa aja di body smartphone nih. Di kanan ada tombol power serta volume up and down. Di atas ada speaker dan ada mikrofonnya. di kiri kosong, di bawah ada SIM tray. Ini untuk isinya 2 nano SIM. Kemudian ada mikrofon, USBC, dan ada speaker. Jadi beneran ada dual speaker di smartphone ini. Untuk suarnya memang masih belum bisa dibilang yang rapi-rapi amat, tapi ini udah pantes lah untuk kelas harganya. Untuk kelangannya bagaimana di 100% standar? Kami merasa suaranya udah sangat lantang sih. Nah, di sini IQU menawarkan audio booster untuk volume yang lebih lantang lagi. Ada opsi 200% dan ada 400%. Tapi rasanya ini memang lebih untuk teleponan ya, bukan untuk menikmati musik. Kualitas suara memang akan turun saat audio booster aktif. Tapi ini tidak bermasalah kalau untuk voice call atau untuk video call. Yang penting kedengaran kan suaranya ya. Oke, beralih ke sisi depan. Ini adalah layar 6,67 inci AMOLED. Resolusinya full HD plus 2400* 1080 piksel. Refresh rate-nya up to 120 Hz. Ada smart switch yang berarti refresh rate-nya adaptif. Di sini bisa turun ke 60 har tidak ada aktivitas touch atau swipe di layar selama beberapa saat. Untuk brightness ini juga menarik. Klaim dari IQ dia bisa mencapai 1200 nit untuk HBM atau 1800 nit untuk local pick brightness. Oke, kita coba. Dalam ruangan brightnessnya itu maksimum di 500 nits. Sementara untuk simulasi outdoor ini bisa mencapai 1.200 nits. Ini udah sesuai dengan klaimnya IQ. Nah, untuk pick brightness ternyata benar juga dia bisa mencapai 1800 nit. Mantap nih IQ nih. Sesuai banget dengan klaimnya. Nah, untuk mode tampilan warna ada standar, profesional, dan bright. Di mode standar gamut coverage dan volumen-nya diatur mendekati 100% DCI IP3. Mantap nih. Sementara untuk profesional ini diatur mendekati 100% sRGB. Jadi kalau mengedit warna untuk foto atau video sebaiknya sih pakai mode yang satu ini. Kalau suka warna yang lebih gonjreng lagi alias satu rahsia tinggi, ada mode bright dengan gambut volume di atas 150% di HP3 atau di atas 200% sRGB. Layar ini dilengkapi dengan wet touch technology. memungkinkan aktivitas kita bebas gangguan ghost touch sekalipun jari kita basah atau ada tetesan air di atas layarnya. Terkait bezel layar ini memang masih belum yang bisa dikatakan tipis-tipis amat ya. Basel bawah layar juga terlihat sedikit lebih tebal tapi ini wajar untuk kelas smartphone terjangkau. Layarnya ini punya SJS low blue light certification. Nah, untuk earpiece itu ada di beel atas layar. Lalu ada kamera selfie atau front kamera 8 megap f2.05. Posisinya ada di punch hold di area tengah atas layar. Untuk perkaman video ini sampai 1080 30 fps saja. Beralih ke sisi belakang. Di sini ada sistem kamera utama Vivo camera imaging system yang disusun secara vertikal seperti ini. Tentunya yang satu ini juga pakai Vivo image processing algorithm. Ya, namanya Vivo dan IQ emang terkait ya. Lalu ada 50 megapel main camera. Ini pakai Sony IMX 852 F1.8 auto di sini. Video perekamannya sampai 1080p 30 fps. Kalau mau 60 fps dia ada di 720p. Kemudian ada juga bonus 2 megapel bok kamera. Ada LED flash dan ini posisinya di kanan area kamera bump. Lalu ada dynamic light. Ini sebutan untuk ring light yang ada di kamera bump. Fungsinya sebagai notification light tapi ini ya. Ini bisa menyala kalau ada panggilan suara masuk atau ada notifikasi dari aplikasi yang masuk ya. Kita bisa atur agar dynamic light ini hanya menyala di jam-jam ttentu saja kalau dibutuhkan. Selain itu untuk penggunaan kamera smartphone dynamic light ini juga bisa digunakan sebagai countdown light ya. Jadi bisa ngitung mundur gitu kita ya. Untuk fitur-fitur ada night portrait 50 megapixel pano dokumen slow-mo, timelapse dan ada banyak lagi termasuk ada underwater fotography juga. Oke untuk spesifikasi SOS-nya pakai Snapdragon 685. Ini memang SOC yang sudah cukup berumur ya. Selain itu performanya udah tidak bisa dikategorikan kencang sih sebetulnya untuk kelas 2 jutaan. Walaupun demikian untuk kebutuhan penggunaan harian yang tidak berat SOC ini masih sangat mencukupi. Terutama karena dia sudah pakai storage di UFS 2.2. Nah, untuk storage ini ada opsi 128 GB dan ada yang 256 GB. Sementara untuk RAM-nya itu dua-duanya itu pakai 8 GB dan ini pakai LPDDR 4X. Untuk baterainya 6000 mAh blue volt baterai ini support 44 watt flash charge. Ikiko menyajikan baterai besar ini bisa diisi ulang dari 0 sampai 50% itu dalam 30 menit saja. Untuk sensor-sensor ada banyak dan termasuk ada hardware gyro juga di sini. Konektivitas tentunya ini 4G ya, 2G, 3G, 4G bisa ya. Nah, tapi ini emang belum yang 5G. Untuk Wii-nya Wii 5. Bluetooth-nya juga versi 5 dan audio kodexnya support SBC, AAC, APX, Uptex adaptif juga bisa. USB-nya bisa OTG, NFC tentunya udah ada. Untuk keamanan dia punya inisplay fingerprint scanner serta face unlock juga. Untuk OS dia pakai Fun Touch OS 15 dengan basis Android 15. IQ menjanjikan akan ada dua kali Android update dengan security Pad sampai 3 tahun. Untuk fitur A tentunya ada di sini ada AI E 2.0, AI Notes, dan AI screen translate. Nah, kita coba AI E 2.0 ini buat menghapus objek yang tidak diinginkan dari foto yang kita ambil. Contohnya seperti ini. Nah, bisa kan? Lalu terkait fitur dari Google ya, SHC to search tentunya ada dan Gemini juga ada di sini. Aplikasi terpti bawaan masih ada tapi tidak banyak dan kalau enggak dibutuhkan ini bisa dihapus dengan mudah. Seperti biasa di Fantas OS akan ada tawaran untuk menginstal berbagai aplikasi lewat V App Store. Nah, ini jangan asal next-N aja ya. Cek dulu mana aplikasi yang mungkin dibutuhkan atau ada juga opsi untuk melewatkan semua tawaran ini. Nah, IKO menjanjikan 50 month smooth experience. Jadi, smartphone ini dijanjikan tidak akan terasa melambat saat digunakan sampai lebih dari 4 tahun. Oke, sekarang masuk ke benchmarknya ya. Untuk Antoto 10 tentunya pakai TR Light kita dapat R391.000-an. Geekbandch 6 single core di 474 multiore di 1565. Untuk 3 trimax sling shotsot extreme unlimited open gll graphic skornya ada di 1370. Untuk 3mx wild life stress test unlimited best score di 655, lowest score di 647. Jadi stability-nya ada di 98,8%. Bagus nih ya. Untuk Jeffx Bench T-Rex 1080p offsreen k dapat 43 fps. Oke, sekarang kita lihat untuk gamingnya. Nah, untuk pujian gaming ini kami menggunakan monster mode yang bisa diakses dari overlay yang bisa dibuka saat menjalankan game. Oh ya, kalau cek-cek fitur di overlay ini ada juga fitur gaming khas Fantouch OS seperti motion control dan touch control optimization. Selain itu, fitur bypass charging juga ada di sini. Oke, kita mulai dulu dari subway server dan ternyata game ini bisa jalan di 120 Hz. Frame rate yang didapatkan juga terbilang relatif tinggi mendekati 120 fps. Jadi game ini bisa dinikmati dengan mulus dan lancar di smartphone yang satu ini. Lalu untuk PUBG Mobile, frame rate yang bisa diakses cuma sampai ultra atau maksimum 40 fps. Saat kami coba dengan setting smooth ultra, ya frame rate-nya cukup dekat nempel ke 40 fps. Untuk Gyro aing, nah ini terbilang responsif dan akurat karena ini pakai hardware based gyo. Lanjut untuk Mobile Legends. Setting frame yang terbuka ini cuma sampai super atau 90 fps. Saat kami coba di kualitas setting ultra, game ini cuma jalan di mentok 60 fps aja. Ternyata kalau main di atas 60 fps, setting refresh-nya itu harus diatur ke high. Saat kami coba lagi, ternyata kami bisa dapat sekitar 75 fps saat keadaan sepi. Sementara saat ada battle itu turun mendekati 50 fps. Jadi kalau main game ini lebih mulus mungkin sebaiknya sedikit turunkan setting kualitas tampilan dan untuk frame rate pilih yang di high aja. Oke, mari kita coba Gensin Impact. Kita coba dengan setting lowest 60 frame rate yang didapatkan. Ya, memang tidak bisa terlalu tinggi ya, tapi secara umum ini udah di dekat 30 fps. Kalau cuma jalan-jalan aja masih relatif banyak di atas 30 fps. Setelah setengah jam dimainkan, suar panas di body belakang ada di kisaran hanya 39 derajat Celcius aja. Tepatnya ini juga di dekat modul kamera. Su terpanas di layar juga mirip-mirip aja di kisaran 39 derajat celcius di area atas juga ya. Nah, untuk soal ranking ini bisa masuk ke ranking C-US. Masih bisa dipakai buat main tapi bukan untuk main yang serius-serius amat. Kalau untuk eksplorasi bisa. Untuk berantem kurang mantap sih memang. Oke, sekarang mari kita lihat kemampuan kameranya ya. Di tangan saya kali ini sudah ada IQ Z10 Lite. Jadi, mari sama-sama kita cek kemampuan kameranya. Nah, untuk pengunjangan kali ini kita ditemanin oleh Zaki Alwan. Nah, jadi segala sampel, foto, dan videonya itu langsung diambil oleh Zaki ya. Nah, tapi seperti biasa sebelum kita mulai pengujian kamera yang kita cek terlebih dahulu adalah kemampuan mikrofonnya. Nah, di sini saya tidak menggunakan mikrofon eksternal. Jadi, ini langsung dari mikrofon di smartphone-nya. Dan karena di sini menggunakan dual mikrofon, jadi kalau misalnya salah satu mikrofon yang ketutupan seperti ini, setidaknya masih ada backup dari mic yang satunya. Lalu untuk kualitasnya sendiri mungkin bisa teman-teman dengar di sini juga kondisinya lagi hujan. Jadi kalau yang dari teman-teman dengar gimana kualitasnya? Kalau yang menurut kami ini kualitasnya sudah tergolong oke. Di mana suara vokal dapat ditangkap dengan jelas di sini. Oke, langsung saja kita mulai pembahasan kameranya. Oke, kita mulai dari kamera selfie-nya. Di sini opsi perekamannya bisa sampai 1080p 30 fps. Untuk opsi 60, sayangnya di sini belum tersedia. Lalu saat kita coba rekam di 1080p 30 fps, hasil videonya cukup oke dengan detail dan ketajaman yang memadai. Untuk damic range ini standar, area terang terlihat masih over expos. Tapi setidaknya untuk wajah masih bisa terlihat dengan baik. Untuk stabilisasi belum tergolong baik saat di bawah jalan. Jadi kalau mau vlogging pakai smartphone ini bisa pakai tools tambahan. Minimal pakai tripod kecil juga sudah cukup membantu. Lanjut kamera utamanya. Di sini opsi yang tersedia bisa 1080p 30 fps dan 720p 60 fps. Di 720p 60 fps hasil videonya lebih smooth. Tapi memang kualitasnya belum sebaik di 1080p. Lalu untuk hasil video 1080p 30 fps kurang lebih seperti ini. Detail dan ketajamannya bisa terlihat cukup oke untuk kelas harganya. Lanjut ke dnamic rangch. Hasilnya standar aja. Area terang over expos tapi area gelap bisa terekspos dengan cukup baik. Sedikit catatan fitur stabilizernya baru bisa di 30 fps. Kalau untuk 60 fps-nya sayangnya belum bisa. Saat fitur ini dinyalakan, kamera bisa meredam guncangan dengan baik. Memang ada sedikit gedutan di sini, tapi untungnya tidak terlalu mengganggu. Oh ya, fitur stabilizer ini baru akan bekerja setelah videonya selesai direkam. Jadi jangan bingung kalau di-preview-nya masih belum stabil. Lanjut ke malam hari. Di sini kualitasnya terlihat mulai menurun dan noise mulai bermunculan. Meski begitu, wajah masih bisa terlihat cukup jelas di sini. Lalu saat kami cek, frame rate video yang direkam tampak turun ke 25 fps. Sayangnya dalam menu setting belum ada opsi untuk mematikan fitur auto FPS-nya. Tapi tujuan FPS diturunkan seperti ini agar gambar terlihat lebih terang. Jadi kalau bagi kalian video ini masih terlihat aman dan tidak patah-patah ya harusnya ini bukan masalah. Kalau buat jiter tidak terlalu terasa karena kamera selfie-nya memang belum ada stabilizer. Nah, sekarang kita lanjut ke kamera utamanya. Untuk 1080p 30 fps gambar terlihat soft. Noise juga mulai terlihat tapi masih di level yang wajar. Paling tidak wajah masih terlihat cukup jelas. Lanjut ke 720p 60 fps. Tentunya detail ketajamannya tidak sebagus 1080p. Video terlihat lebih gelap, tapi hal ini wajar karena mode 60 fps butuh lebih banyak cahaya. Menariknya, frame rate video terpantau aman di sini. Tidak ada penurunan FPS meski dalam kondisi yang low light. Untuk giter beberapa kali terlihat saat kita mengaktifkan fitur stabilizer, tapi hal ini masih wajar mengingat kelas harganya. Nah, sekarang kita bahas untuk foto-fotonya. Di sini detail yang dihasilkan tergolong oke, cukup bisa diandalkan untuk kondisi terang. Untuk fitur HDR otomatis aktif ketika mengambil foto di mode auto, termasuk di mode potretnya. Kemudian di mode potretnya yang belum super rapi. Semoga ini bisa ditingkatkan lagi ke depannya. Kemudian di kondisi low, detail pada foto masih cukup bisa dipertahankan dengan noise yang tergolong minim. Jadi, baik kamera selfie dan kamera utamanya masih bisa cukup diandalkan di kondisi yang low light. Nah, untuk contoh foto lainnya bisa kalian lihat sebagai berikut. [Musik] Oke, sekarang kita bahas untuk fitur ekstranya. Di sini ada mode pro yang bisa digunakan untuk kamera utamanya. Untuk detail pengetan ISO dan setter speed bisa kalian lihat di tabel berikut ini. Kemudian ada underwater fotography. Fitur ini memungkinkan kita untuk menangkap momen di dalam air dengan batas waktu dan kedalaman tertentu. Nah, perlu diingat air yang dimaksud di sini yaitu air bersih ya seperti di kolam renang dan bukan air berlumpur ataupun air laut. Saat pakai fitur ini, kita bisa gunakan tombol volume up untuk mengambil foto, lalu volume down untuk merekam video dan tombol power untuk menghidupkan dan mematikan layar. Kalau sudah selesai, kita bisa tekan dan tahan tombol yang ada di layar bagian bawah untuk keluar dari fitur ini. Setelah itu akan ada opsi tambahan untuk mengeluarkan air dari speaker. Kalau fitur ini diaktifkan, smartphone akan mengeluarkan suara yang berfungsi mendorong sisa air keluar dari lubang speaker. Nah, itu dia tadi pembahasan kamera dari IQ Z10 Lite. Tentunya ada berapa hal yang menurut kami masih perlu ditingkatkan lagi oleh IQ ke depannya. Contohnya seperti stabilisasi kamera selfie-nya, kemudian hasil foto di mode potret yang masih belum super rapi. Sementara itu, dari sisi kelebihannya, hasil jepretan foto dan rekaman di 1080p 30 FPS dari kamera utamanya sudah tergolong oke dengan stabilisasi yang baik. Selain itu, smartphone ini punya dual mikrofon yang bisa menangkap suara dengan jelas serta fitur-fitur ekstranya yang menarik seperti proe dan juga underwater fotografy. Overall bagi kami, kamera dari smartphone ini terbilang mencukupi untuk foto dan video yang sederhana aja. Iiku sendiri memang tidak menjadikan kamera ini sebagai nilai jual utamanya. Jadi, ekspektasi kalian terhadap kameranya juga perlu disesuaikan. Oke, sekian dulu dari saya. Kita lanjut ke pembahasan selanjutnya. Lanjut lagi, pengujian daya tahan baterainya dengan YouTube offline video playback 1080p. Baterai itu baru habis terpakai setelah 25 jam. Mantap nih 25 jam untuk kelas harga segini ya. Untuk YouTube streaming 1080p 30 fps non HDR baterai turun 3% selama setengah jam. TikTok scrolling setengah jam itu baterai turun cuman 3%. Biasanya ini di 4% ya. Ini cukup awet ya. Untuk Gensin Impact lowest 60 fps, baterai turun sekitar 8% selama setengah jam. Oke, untuk charging dari 0 sampai 50% itu tercapai dalam waktu 33 menit. Sementara dari kosong sampai penuh itu butuh waktu 1 jam 19 menit. Hasil charging sampai 50% ini memang cukup sesuailah dengan klaim dari IQ. Secara umum untuk charging baterai 6000 mAh dengan charger 44 watt, kami sedikit berharap ini bisa lebih dekat lagi ke 1 jam. Tapi hasil diperoleh ya udah cukup oke sih sebetulnya. Nah, untuk Netflix Wif L1 di sini ya dan bisa streaming sampai resolusi full HD. Untuk YouTube streaming sampai 1080 p 60 fps tanpa HDR. Untuk hptic feedback ini ada getarannya masih terbilang cukup kuat tapi belum rapi-rapi amat. Walaupun demikian ini tetap relatif akurat jadi tidak terasa mengganggu saat diaktifkan. Untuk Wii sharing juga tersedia di sini aktifkan aja hotspot saat kita terhubung ke Wii. Otomatis Wii sharing akan aktif. Nah, untuk harganya IQ Z10 Lite itu dijual dengan harga untuk 8128 di Rp2.499.000. Sementara untuk 8256 ini di Rp2.699.000. Nah, untuk pembelian di minggu pertama penjualan smartphone ini ada cashback senilai Rp200.000. Sementara untuk pilihan sampai 25 September 2025 ada bonus six month extended warranty. Jadi total masa garis smartphone ini bertambah ke 18 bulan. Oke, sekarang kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. pertama Snapdragon 685 performanya memang udah agak ketinggalan untuk kelas harga ini ya, tapi ya untungnya dibantu dengan pilihan menggunakan storage UFS. Jadi performanya masih ketolonglah di situ. Lalu di sini tidak ada audio jack, tidak ada dukungan untuk micro SD juga. Lalu kami sedikit berharap sebenarnya charging dengan 44 watt flash charge ini bisa lebih dekat ke 1 jam untuk isi ulang penuh baterai. Kemudian dia hanya menawarkan single kamera untuk sistem kamera utama dengan satu kamera bonus. Lalu audio sayangnya masih terasa agak kurang rapi tapi masih cukup bisa dimaklumilah untuk kas harganya. Dan si kelebihannya layarnya AMOLED dengan kualitas yang mantap banget bisa sampai 100% DC IP3. Refresh rate juga udah adaptif sampai 120 Hz. Kemudian walaupun suaranya belum terbilang rapi, seenggaknya di sini ada dual stereo speaker ya. Jadi kalau nonton dengan smartphone di posisi horizontal ini bukan cuma keluar suara dari satu sisi doang. Dan kalau mau teleponan rameai-rame mungkin dia tempat yang berisik gitu, ini ada audio boosternya bisa lebih jelaslah kedengarannya. Lalu dia punya IP68 dan IP69 rating ketahanannya mantap. Tahan kecempung dalam air dan tahan kena semprotan tekanan tinggi dan suhu yang tinggi juga. Daya tahan baterai juga terbilang cukup baik, belum sampai yang luar biasa tapi ini udah di atas rata-rata. Kemudian dia punya dynamic light ini untuk notification light. Lalu fantaouch OL 15 dengan basis Android 15. Ini seenggaknya sudah dari awal pakai Android 15 serta update-nya juga ada di sini ya. Lalu ada beberapa fitur berbasis AI yang udah tersedia di smartphone ini. Paket penjalannya juga masih ter lengkap ada charger, ada case, dan ada juga screen protektornya ya. IQ Z10 Lite ini adalah smartphone yang memang bukan paling kencang di kelas harganya, tapi kelengkapan yang ditawarkannya tetap terasa menarik. Enggak banyak smartphone di kelas harga sini yang bisa menawarkan kombinasi layar keren, baterai awet, serta rating ketahanan tingkat tinggi. Ya, ini memang bukan smartphone pertama di 2 jutaan yang hadir dengan IP68 plus IP69. Tapi sangat jarang sekali yang ratingnya seperti itu dijumpai di smartphone 2 jutaan. Iik menyebutkan kalau smartphone ini akan cocok untuk mencari durabilitas ekstra di harga terjangkau. Dan menurut kami yang satu ini memang layak dilirik untuk kebutuhan tersebut. Saya Dedi Irfan, Jakat Ibu TV.
