2 Jutaan Ter Worth it !! KINGFINIX AKHIRNYA TOBAT !! (YouTube Video)
Kemarin ada yang bilang orang desa itu gak pakai dolar. Semoga aja cuman kelakar. Tapi tenang, walaupun kalian gak punya dolar, si Infini keluarin HP dengan warna cetar yang speknya bikin hati berdebar. Ya udah, enggak usah terlalu barbar. Selamat menonton pejabat Madagaskar. Apakah ini isinya bansos crut? Hai Andika, guys. Di sini ini adalah Infinix Hot 70 yang sepertinya Infinix udah tobat ya. Karena kemarin kan mereka ngeluarin Infinite GT50 Pro harganya Rp7 juta, terus ngeluarin Note 60 Ultra harganya Rp1 juta. Dan akhirnya banyak hujatan dan akhirnya mereka balik kampung atau tobat dengan ngeluarin lagi Infinix Hot 70 yang harganya itu start from Rp2 juta. Jadi untuk yang 4128 itu di kisaran Rp2.99.000 ketika flashill. Kalau enggak flash di 2199. Terus yang varian 6128 itu di 2699. Yang varian 6256 di 3399. Dan untuk yang 8128 itu di 3199. Nah, ini baru Infinix yang kita kenal nih. Seri hot-nya bakalan ngebantai seri entry level yang dari kemarin. Kebanyakan harganya banyak yang ngebadut ya. Tapi apakah cuman harganya aja yang menarik? Gimana fiturnya dengan harga R jutaan? Yuk, kita bahas. [musik] Boknya beda banget ya. Kalau dulu Infinic Hon yang kita kenal kan kalau enggak Free Fire biasanya Mobile Legends ya. Yang warnanya hijau itu tapi sekarang warnanya lebih elegan dengan putih terus ada abstrak-abstrak kayak gambar HP-nya gitu. Terus enggak ada gambar HP-nya cuma tulisan H70. Dan menurut saya sih lebih elegan yang ini ya dibandingkan seri hot sebelumnya yang warna hijau yang terlalu ramei yang maaf menurut saya Infin. Tapi kalau yang ini keren banget. Nah, selling point-nya kalau kita lihat di sini selain chipset ya, ada baterai dengan 6.000 mAmz di harga Rp jutaan dan dapat 45 watt fast charge. Cuman untuk RAM-nya nih kalau kalian lihat ini kita dapat yang varian 6 GB dengan 256 GB yang harganya sekitar Rp3 jutaan ya. Kalau kalian lihat ini RAM-nya 12 GB ini enggak ya, ini gimmik aja karena pakai virtual RAM 6 + 6 jadinya 12. Tapi RAM R-nya itu cuman 6 GB. Terus untuk warnanya kita dapat yang green texture tapi Infini Hot 70. Ini sekarang ada enam warna ya, banyak banget. Jadi ada hitam, silver, biru sampai yang kelebihan green texture ini. Terus ada juga ungu dan juga orange. Nah, plus kita juga dapat smart fan gratis kuota utama itu 48 GB dan juga apa nih software update-nya? Wuh, software update-nya kita dikasih 5 tahun, Guys. Gila di class entry level 5 tahun udah mau nyain Samsung ya. gokilah. Apalagi kalau kita ngomongin software-nya Infinix sekarang juga AI-nya makin berkembang, ekosistemnya juga ada lebih bagus. Oke, jadi untuk desainnya mereka sebut dengan dynamic sign desain. Desainnya kayak apa nanti kita lihat. Terus chipsetnya ya chipsetnya ini chipset sejuta umat tahun lalu di kelas harga 2 sampai Rp3 jutaan ya. Bahkan ada R jutaan dulu ya kalau tahun dulu ya. Tapi intis ekonomi ketika arah mudah naik kita dapatnya di G100 Ultimate yang sebenarnya untuk harga R jutaan di kondisi sekarang itu masih oke banget ya dibandingkan chipset-chipset kemarin yang menurut saya yutnya cuma Rp300 R00.000 ini kalau G 100 harusnya dikisaran Rp500.000-an lah. Terus juga udah Dustprof, layarnya 6,78 inch 120 Hz, tapi kayaknya bukan AMOLED ya. Kalau dila di sini enggak ada AMOLED-nya. Terus ya ini 5 tahun software updade dan juga ada one type AI flash MIM. Apa itu? Langsung aja kita buka ya. Oke, jadi dalam paket pembeliannya apakah Infini pelit? Sekarang kita coba lihat paket pembeliannya. Harusnya sih enggak ya. Jadi guys, jadi kita dapat 48 GB selama 1 tahun. Terus pasti ada license by Qualcom yang menurut saya ini enggak perlu ya Infinix ya karena buat apa enggak perlulah. Jadi biar bisa hemat cost juga. Terus ada buku panduan dan ada softcase. Softcase-nya uh menarik ya. Softcase-nya enggak transparan aja tapi ada warna ijaunya kayak gini. Ini dapatnya kita grand teksture. Jadi harusnya sih sesuai dengan backcover-nya tapi nanti kita lihat. Terus kita juga dapat adapter 45 watt untuk baterai 6000 mamp 45 watt. Okelah ya ngecasnya paling 1 jam lebih dikit. Terus juga dapat charger. chargernya ini type A to type C. Terus juga ada sim ejector yang sim ejectornya udah diorganize kayak gini. Karena dulu kalau kita nguin Infinix Herry hot, SIM ejectornya itu ditaruh kayak di semacam plastik obat kayak gitu. Nah, untuk HP-nya kayak gini. Set. Wih, warnanya sih fun ya. Ini warna yang anak muda banget. Kayaknya memang targetmarketnya Infinic ya, anak-anak muda, mahasiswa yang dia baru memulai usaha dengan harga R2 jutaan. Dan kalau misalkan kita ganti-ganti cahayanya ya, tuh dia kayak berubah warna gitu ya. Tuh keren sih untuk harga R jutaan keren. Terus kalau misalkan kita kasih casing jadinya kayak gini nih. Entar. Wuh masih cakep ya. Karena ini transparan, jadi warnanya ini masih terlihat gitu ya. Wah. Nah, ini loh yang saya suka dari Infinix ya. Kalau misalkan back covernya itu bagus, desainnya dikasih atau case-nya itu dikasih transparan kayak gini, tapi ada tekstur dua warna dengan warna ijunya kayak gini. Leh jadi lebih cakep gitu ya kalau pakai case ya. Iya enggak sih? Tuh cakep. Nah, makanya tadi selling point-nya itu dynamic sign design. Dynamic yang artinya berubah-ubah. Jadi bagian belakangnya ini kalau misalnya kita putar-putar kena efek tekstur cahaya, seolah-olah dia bergerak gitu ya dan berubah bergantung sudut pandang kita. Yang menarik lagi, coba kalian lihat di bagian bingkai kameranya ya. Tuh dia bisa memantulkan cahaya kayak warna pelangi gitu ya yang disebut Infinix dengan Crystal Mood Island. Terus dia juga punya Hollow Lighting mirip kayak Infini seri GT ada Halo Lighting-nya juga. Jadi di bagian sini yang kotak ini itu nanti kalau misalkan ada notif atau kita ngecas dia bakalan nyala yang nanti kita coba ya. Terus di bagian sini ada volume up and down seperti biasa tombol power. Terus di sini ada shortcut button yang nanti kita coba ini tombolnya buat apa. Mungkin one type AI tadi ya. Terus ada speaker di bawah juga ada speaker. Speakernya stereo type C, audio jack absen gak ada. Terus di sini juga ada sim trick. Nah, kalau soal dimensi nih, coba lihat. Tipis banget. Walaupun baterainya 6000 mAmz, tapi soal dimensi dia lumayan tipis ya. Kepala tuju di 7,49 mili. Soal bobot, Infinixi klaimnya 195 gr. Tapi kalau kita tes nih, coba lihat 197,6 gr ya. Selisih 2,6 gr. Okelah ya. Kalau dipegang di tangan saya sih cukup nyaman ya. Cuman karena body belakangnya ini polikarbonate, jadi jangan dibandingin sama HP flagship ya. Tapi feel-nya masih oke kok ya, enggak terlalu kopong dan enggak nempel fingerprint juga karena kan sertifikal orang yang cepat banget basah ya tangannya ya. Tapi walaupun ini dia plastik, aduh dia udah punya SGI 5 star sertifikasinya yang artinya dia tahan banting. Mau dibanting dari layar depan samping aman aja. Plus sambil kita nyalain ya, dia juga udah punya sertifikasi IP65 ya. Belum IP6 sih ya, tapi kelas harga R jutaan udah ok lah. Jadi kalau misalkan hujan-hujanan atau kalian di tempat berdebu, IP6-nya itu udah debunya mentok, tapi lian itu cuman splash resistance aja ya. Jadi kalau hujan aman jadi jangan dicemplungin kolam. Lagian HP R jutaan mau cemplungin kolam itu mau apa ya? Saya juga bingung, kadang ada brand yang entry level tapi dia jualnya underwater photography. Kayaknya enggak ada orang yang beli HP entry level untuk foto under water deh. Karena kualitas fotonya juga gitu-gitu aja. [musik] Oke, jadi si Infini Hot 70-nya udah selesai kita instal beberapa aplikasi untuk hands on dan tampilannya kayak gini ya soal basel tampak depan tipis untuk harga Rp2 jutaan dan dia juga enggak pakai Waterrop ya udah pakai pansol. Nah, ini adalah Infinix yang kita kenal nih yang ngasih harga terjangkau, desain memukau, fiturnya juga memukau. Dan kalau untuk software dia pakai XOS 16, basicnya Android 16. Jadi mirip-mirip kayak iPhone ya, liquid glass, liquid glass gitu. Dan hampir semua Android juga sekarang kayak gitu. Liquid glass, liquid glass. Nah, ini sistem software-nya yang terbaru. Oh, tapi kalau misalkan nyalanya putih tadi kalau hitam kayak kelihatan baselnya tipis ya, tapi kalau nyala putih bagian dagunya ternyata masih lumayan tebal ya. Mungkin karena SGS 5 Star tadi, jadi mereka harus bikin agak tebal kayak gini ya. Cuman kalau untuk software update-nya ini 16.2 dan ini udah saya cek, ini udah versi yang paling barunya. Jadi nanti yang kita tes performanya ini udah performa yang benar-benar paling barunya. Terus, nah ini chipset LUG 100 Ultimate. RAM-nya 6 GB, kamera 50 megapel, depannya 5 megap, baterai 6000 mamp. Wah, sayangnya layarnya itu masih di XD Plus ya. Ini bukan full HD plus. Wah, tapi untuk harga R jutaan di kondisi sekarang ok lah ya. Karena kemarin banyak HP-HP entry level dari brand sebelah. XD Plus juga tapi harganya R juta. Ada yang R5 juta. Saya enggak usah sebut namanya lah ya. Kemarin di episode Kotek kita juga udah bahas. Yah. Itulah intinya. Yang saya suka dari Infinix walaupun di seri hot-nya ya. Tapi kalau kita lihat Infinix AI-nya ini dia enggak tebang pilih. Jadi kita dikasih banyak Infinix AI-nya mulai dari Volak. Nih, kalian bisa baca sendiri di sini nih, ada banyak banget. Jadi, enggak ada yang dikurangin. Kalau brand lain itu kan ya seri misalkan seri flagship-nya EA-nya lebih banyak. Seri midrange-nya EA-nya enggak sebanyak seri flagship. Entry level-nya ada AI-nya tapi dikurangi. Nah, kalau Infinix, nah Infinix AI-nya ini enggak ada yang dikurangi walaupun ini masuk ke seri hot jadi adil gitu. Terus ada juga one type AI button tadi yang jadi selling point di box-nya. Nah, ini kita bisa custom kalau misalkan long press itu bisa open vol. Kalau misalkan mau di shortcut yang lain bisa. Nah, ini kita tinggal pilih sendiri aja atau kita bisa pilih single press itu untuk m hub. Jadi, contoh nih, misalnya saya mau screenshot ini kita saya tinggal tekan satu kali aja dan dia bakal masuk ke dynamic-nya untuk di-analyze [musik] di AI-nya. Nah, ini biasanya sih kita pakai kalau misalkan kalian punya catatan misalkan stroke-stroke gitu, kalian tinggal screenshot aja masukin ke A-nya. Nah, EA-nya nanti bakal mengorganize, menganalisis pengeluaran kalian berapa kalau misalkan kalian screenshot stroke-stroke kalian. Bukan hanya stroke ya, kayak catatan juga bisa. Contohnya mimu-mimu kayak gini kayak ini kan kita udah tes di benchmarknya. Jadi dia bakalan menganalisa mimu ini buat apa sih gitu. Jadi kita kayak punya asisten sekretaris yang nyaretin gitu. Terus di sini kita juga bisa aktifin Hello Lighting-nya. Eh salah pencet sori yang ini. Nah kita kita jadi bisa bikin light effect-nya kayak gini. Mirip kayak di Infinix seri GT 50 Pro kemarin sama Note 60 ya kayak gini. Jadi di varian hot-nya pun kita juga dapat. Jadi kalau misalkan kalian ada tipikal orang yang suka naruh meja eh naruh meja lagi, naruh HP di atas meja kayak gini, ketika ada notif dia bakalan kelap-kelip kayak gini. Jadi kalian enggak mungkin kehilangan notif. Karena sekarang kan kita hidup di era digital di mana notif itu penting. Jadi kalau misalkan kalian punya klien, kalian lupa balas, wah kliennya bisa pindah ke vendor yang lain. Nah, kalau pakai ini enggak mungkin kalian lupa balas ya, karena notifnya bisa muncul terus di bagian belakangnya. Terus untuk ekosistem Infinix juga udah lebih baik sekarang. Jadi ada instant transfer untuk HP sesama Infinix. Mau Quixha juga bisa ya pakai Quixhare-nya untuk ke HP Android lain. Jadi lebih simpless sekarang NFC juga ada. Kalau kalian tanya aman aja dengan harga R2 jutaan. Nah, sekarang mungkin kita coba lihat gimana performanya G100 ini di XOS16 ya. Jadi kita coba lihat AnTutunya dulu. Nah, untuk skor AnTutunya di versi 11.1.2 itu di Rp585.000 hampir Rp600.000 ya. Jadi untuk HP R jutaan skor segini udah lumayan indis ekonomy di mana sekali lagi RAM dan SSD itu harganya lagi mahal-mahalnya. Untuk scor dim ini kalian bisa langsung baca sendiri di sini aja. Terus untuk Wifest-nya dia stability-nya oke banget ya di 99,1% karena G100 ini secara power memang enggak mengkonsumsi power lebih. Terus kalau kita tes di white life extreme test juga 99,8%. Jadi kalau kalian ngomongin stability ya G1 itu memang selalu aman sih. Terus kita sekarang lihat. Wih, ini heptic feedback-nya sih oh masih feel-nya itu F-fel HP entry level ya. Jadi getar semua. Kalau saya bilang sih biasanya kayak belnya becak. Jadi ketika kalian tekan itu bodinya hampir geter semua. Tapi it's ok lah. Sebenarnya bisa kalian matiin juga kalau misalkan kalian ngerasa geli sama notif-notif atau heptic feedback yang kayak gini. Nah, sekarang kita coba lihat gimana performa gamingnya ya. Di sini kita udah tes beberapa game juga. Nah, seperti biasa ada PUBG, Wering Wave, dan juga Mobile Legends. PUBG dia kebukanya di 60 fps dan aman aja. Coba kalian lihat nih. Jarang drop ya. Ini drop cuman balik ke lobi aja. Kita coba ini main 30 menit aman enggak ada masalah. Mobile Legends kebukanya juga di 90 fps. Ini kita aktifin 90 fps-nya di menit keenam dan hasilnya lancar aja. Kalau kalian drop ini lihat ya, ini balik ke lobi ya. Karena 30 menit itu memang biasanya 2 match nih kan 30 menit dan dia mengkonsumsi power sekitar berapa nih? 2,6 watt dengan temperatur bagian dalam 44,5 derajat celcius di Mobile Legends. Mirip-mirip sama PUBG. Tapi kalau booting wave G100 sih ya jangan terlalu berharap ya. Nih coba lihat average FPS-nya aja 24 jadi enggak playable. Ini udah kita set rata kiri. Powernya 3,28 watt tapi temperatur bagian dalam lebih dingin ya 43,1 derajat Celcius. Tapi kalau buat main gembuting wave jangan HP ini ya. Ini PUBG Mobile Legends masih ok lah. Nah sekarang kita bahas layarnya ya. Kalau misalkan kita buat untuk dark tempoled. Jadi hitamnya itu bukan yang hitam pekat ya. Dan saran saya sih dark temp aja ya. Kenapa? Karena baselnya langsung terlihat kayak tipis gitu kalau pakai dark temp ya. Cuman reflex sih. Jadi kalau di kamera mending saya putih aja deh biar kalian bisa lihat dengan jelas karena enggak reflect. Nah untuk fiturnya dia ada adaptive brightness juga ada IC comfort ada screen refresher-nya sampai di 120 Hz dan bisa kita lock 120 atau 60. Cuman sayangnya ya itu tadi resolusinya itu cuman di XD Plus. Nah, kalau untuk color akurasinya kita juga udah tes ya. Dia ada dua mode. Jadi, yang original itu SRGB-nya pas kita tes di 87%. Terus P3-nya 67%, adopnya 67%, brightness-nya ada di 487 unit. Nah, kalau mode bright color sRGB-nya naik jadi 93% ya hampir 100% lah ya, lumayan lah. P3-nya juga naik 71%, adob RGB-nya juga naik 71%. Cuman brightness-nya jadi turun di 475 H in. Nah, kalau kalian butuh warna kalian bisa ke mode bright color. Tapi kalau kalian butuh brightness yang lebih tinggi bisa di mode originalnya aja. Nah, untuk layarnya kira-kira seperti ini ya. Coba kita lihat kalau di YouTube dia bisa di upsaling kayak gimana quality-nya. Jadi, oh bisa 1440 fps tapi HDR-nya enggak nyala ya. Kira-kira seperti ini untuk kalitas warnanya masih ok lah ya. Tuh, masih aman aja. Baselnya juga kalau di bagian kanan kirinya enggak terlalu mengganggu. Cuma memang bawahnya lumayan tebal ya. Terus kalau untuk speakernya coba kita tes. Dia ada stereo memang cuman bagian bawahnya yang dominan. Jadi kalau misalkan bawah saya tutup, nah ini ada suaranya ini kecil banget ya. Terus kalau ini saya buka bawah tuh jadi lebih gede. Tapi oke sih ya untuk speakernya. R jutaan masih oke lah. Nah kualitasnya coba kalian lihat masih cakep banget ya. Uh warnanya keluar sih ya. Karena memang dia hampir menyentuh 100% sRGB, jadi masih mantap banget sih. Tuh, suaranya juga oke kok. Biasanya HP-HP R jutaan gini kalau [musik] misalkan saya mentokin di 100% suaranya itu gembret ya. Ini 100% nih volumenya. Ehh, kok enggak fokus? Nah, ini volumenya 100% tapi suaranya masih enak, enggak yang gembret-gembret [musik] gimana. Oke, sekarang kita coba bahas kameranya di indoor dulu ya, sambil kita besok kita coba sampling di depan. Nah, kameranya fokusnya bentar. Nah, kayak gini. Jadi dia 50 megapel cuman dia digital aja ya bukan optikal. Jadi kalau misalkan dua kalinya itu seperti ini. Ini saya pinjam termosnya Azura. Dia tu suka banget sama kayak gini ya. Ini apanya namanya? Apa sih? Kazumi ya. Eh Kuromi. Oh Kuromi bukan Kazumi. Nah hasilnya coba kita lihat untuk indoor masih lumayan oke ya. Kayak gini warna ungunya. Coba kalian lihat ungunya masih mendekati warna aslinya lah ya. Hasilnya itu agak lebih gelap, tapi itu karena reflect lighting masih ok lah. Terus kalau untuk selfie-nya kayak gini hasilnya kira-kira selfie-nya kayak gini. Standar sih ya kayak warna kulit saya tuh jadi langsung sawo busuk gitu ya, bukan sawo matek. Oke, kalau untuk video coba kita lihat videonya. Biasanya Infinix bisa sampai 2K ya karena diupsing sama dia bukan natifnya. Tapi coba kita lihat kalau untuk bagian depan. Oh, enggak bisa depannya mentok di oh bisa guys. Tuh. 2K 30 fps tapi enggak ada pilihan 1080p 60 fps. Terus kalau untuk kamera belakang coba kita lihat. Oh, kamera belakang baru bisa nih. 1080p 60 fps ada. Jadi bisa lebih smooth atau kalian bisa di 2K 30 fps. Tapi kalau saran saya sih 1080p 60 fps aja. Tapi gimana kualitas videonya? Langsung aja kita coba di depan ya. Nah, ini kamera depan dari si Infinix Hot 70 kayak gini. Ini kalau dari skin tone sih masih cukup oke, enggak ucurnya juga masih kelihatan ini ya. Dia bisa satu kali dan dua kali, tapi enggak ada yang 0,5. Terus kalau dari dynamic lch-nya itu nyalu sih si langit sama dindingnya. Tapi dia untuk harga R jutaan wajal aja sih. Mantap. Oke, ini kam belakangnya si Infinix Hot 70. Ini dia tuh yang paling tinggi itu resolusinya 2K terus 30 fps kalau kita jalan kayak gini bisa set. Nah, terus ini kalau fokusnya nih dia cukup halus sih sebenarnya ya enggak kayak nyendet-nyendet atau gimana cuman ya mungkin masih agak sedikit gempa ya. Ada kucing nih. Kalau dari fokusnya dia sih bagus sih. Terus agak ngebluli belakangnya juga cukup oke buat halak segini ya. Kita coba loh telot-nya di sini. Iya. Dia tidak mau fokus tapi oke tidak masalah nih. Terus dia tuh juga bisa dizoom ke tuh dua kali tuh. Satu kali, dua kali agak cepat gitu ya. Tapi ya enggak apa-apalah, enggak masalah. Terus kalau dari telang ke gelap dia jadi agak gini nih, tapi masih oke. Dan satu lagi ya, selain smart fan tadi saya cari-cari itu ternyata Infinite juga ngasih kita bonus Google AI Plus selama 3 bulan. Lumayan ya, karena kalau untuk kalian langganan Google AI Plus itu 1 bulannya saya langganan itu sekitar Rp340.000. Nah, kalau 3 bulan berarti Rp1 juta. Lumayan banget tuh. Jadi kalian beli HP-nya sebenarnya kayak cuman berapa sih? Kayak cuman R1 juta ya. Kalau misalkan kalian memang berlangganan Google AI Plus. Okelah. Jadi itu tadi adalah review, unboxing, dan juga hands on dari Infinix Hot 70 yang menurut saya dia udah kembali ke jalurnya ya tobat. Karena kan kalau kita ngomongin seri hot memang dia selalu main di segmen 1 sampai 2 jutaan ya. Yang kemarin kayak GT50 Pro Ultra di R juta itu eksperimen mereka untuk mencoba naik ke kelas atas. Tapi seri hot. Untungnya mereka enggak bereksperimen di seri hot ya karena sesuai jati dirinya nih. Tapi ya kalau ditanya apakah dia worth di harganya, coba sekarang untuk HP baru keluaran tahun 2026 coba kalian cari HP yang anutunya Rp500.000 yang harganya itu start from Rp2 juta. Kayaknya belum ada ya Rp juta kecil ya bukan 299 kayaknya. Baru Infinix ini yang dia juga berani ngasih 4 GB dengan storage 128 dan ada varian yang 256 GB juga 6256 tapi untuk yang 8 itu enggak ada 8256 ya. adanya 8128 dan dengan harga R2 jutaan yang saya salut Infinix [musik] ngasih XOS-nya itu enggak ada yang dipangkas. Jadi dia dapat Infinix AI yang saya sebutin tadi dengan masih lengkap. Terus ada active Halo Lighting juga. Ini fitur yang ada di seri Note 60 bahkan di seri Note Ultra Infinitex GT 50 Pro juga ada. Dan desainnya saya suka sih ya. Desainnya itu niat banget kayak anak muda banget. Apalagi bingkai kameranya nih. Tuh, jadi kayak berubah-berubah kristal mood desain. Dan buat kalian yang suka dynamic dynamic perubahan kayak gini, apalagi kalau kalian pakai casing-nya ya, itu kayak lebih bagus gitu tuh. Jadi casing-nya niat juga karena bagian sini bagian pinggir-pinggirnya ini disamain dengan warna HP-nya. Cuman kalau ditanya apakah Infini Hot 70 ini sempurna di kelas harganya, sayangnya layarnya sama kayak kompetitor-kompetitornya di kelas entry level yang harganya lebih mahal dari ini ya. resolusinya masih HD Plus, tapi di Infinic juta XD Plus saya masih bisa mewajari gitu. Karena kemarin ada yang R juta, R juta chipsetnya lumayan Majap pahit ya, lumayan lama tapi juga XD Plus juga. Itu yang agak hah kok bisa gitu ya. Tapi overall si Infinix ini bisa jadi penyelamat kalian di kondisi HP lagi naik-naiknya kayak gini. Dan di harga R jutaan kita dapat software update nih 5 tahun. Itu jarang banget ya. Yang terakhir sih Samsung ya. Samsung seri A itu R jutaan juga 5 tahun. Tapi Infinix sekarang geber langsung juga di 5 tahun. Wah gila ini sih top sih ya menurut saya sih langsung gas beli aja sih kalau cuman R jutaan dengan kayak gini ya. Ya minusnya cuma di XD plus. Okelah, sayaudi and see you on the next video.
