2 Jutaan Udah SSD, RAM up to 8GB ! Rekomendasi Laptop Akhir Tahun 2025 (YouTube Video)
udah masuk di akhir tahun 2025. Saatnya nih tim DKID keluarin rekomendasi laptop untuk akhir tahun kas DKID. Jadi mungkin kita akan buat berkala. Jadi mulai dari yang jutaan dulu, lalu R3 jutaan, 4 jutaan, dan juga seterusnya. Jadi kita mulai dari yang harga R2 jutaan terlebih dahulu. Jadi kalau R jutaan itu di R juta pas sampai di Rp2.999.000. Di rentang harga ini itu sebenarnya gaca banget. Beli baru pasti ODM atau produk baru tapi brandnya enggak jelas. Dan banyak dari kalian juga pasti akan ngomong mending beli limbah tingpad atau del sekalian. Tapi tetap aja kalau kalian beli second sekalipun kalian gak akan tahu detail hardware-nya seperti apa. Harus orang yang expert juga untuk bisa menilai produk ini masih layak atau enggak atau rekondisi atau enggak. Tapi banyak juga customer atau end user yang tidak mengerti itu. Jadi jatuhnya gaca juga. Jadi video ini dikhususkan untuk kalian yang mungkin cari laptop dengan budget yang sangat terbatas di harga R jutaan atau cuman sekedar beli laptop hanya untuk belajar doang. Jadi enggak dipakai macam-macam atau kalian takut untuk beli laptop second atau tidak terbiasa dengan laptop second juga. Dan yang pasti kita akan merekomendasikan barang yang kita nilai worth iteli. Lalu ada garansinya juga dan yang pasti produknya harus baru. Kita udah list beberapa SKU laptop di rentang harga R jutaan, tapi nanti kita akan berikan dua rekomendasi di akhir video. Kita mulai dari pembahasan laptop yang pertama. Kita mulai dari yang paling murah dulu. Yang pertama ada Zyx Sky 232. Mungkin kalian pasti ngomong, "Bang, itu bukannya tipe lama." Iya, karena memang direntang harga R jutaan itu jarang banget ada brand yang ngeluarin laptop baru. Karena ya mungkin menurut kita pribadi segmen marketnya memang marketnya gede, tapi memang kalau kita ngomong untuk keuntungan company atau perusahaan itu tipis banget. Itu alasan kenapa di harga R jutaan pasti akan didominasi oleh produk lokal dan produk-produk ODM. Memang zarabon itu mirip dan dipertahankan selama 5 tahunan. Tapi pertama keluar itu menggunakan Seleron N3350. Tapi di tahun selanjutnya itu muncul N40 yang dipertahankan sampai sekarang. Nah, untuk video yang N350 itu sudah pernah kita review Mas Dika pada saat itu yang review. Nanti kalau kalian penasaran produknya seperti apa, kalian bisa tonton link di atas ini nanti. Nah, pada saat itu dia keluar launching pertama di harga Rp3,6 juta. Tapi untuk yang seri N420 di tahun ini itu cuma dipasang di harga R jutaan kecil aja. Nah, untuk konfigurasinya sampai sekarang pun jadi usianya kurang lebih 5 tahun itu masih mirip-mirip cuman beda prosesor aja. Memang perubahannya cukup jauh tapi yang namanya seleron ya gitulah performance-nya. Intinya kalau kalian pakai seleron, kalian gak akan bisa berekspektasi tinggi untuk kalian pakai desain atau bahkan main game. Jangan deh. Nah, untuk laptop ini sayangnya RAM-nya paten, enggak bisa di-upgrade cuman 4 gig doang. Nah, di versi yang terbaru itu sudah menggunakan dual Rage 164 gig dan satunya SSD 128 gig. Saran saya kalau kalian beli laptop ini, kalian cloning untuk OS atau Windows-nya pindah ke SSD. Karena untuk SSD-nya dia menggunakan M.Ata, Jadi, speed-nya bisa sampai 500 MB/s atau naik dua kali lipat lebih. Nah, untuk layarnya cuman 11,6 inch. Ini mungkin ngetren di zaman itu di 5 tahun lalu. Tapi yang menarik adalah walaupun layarnya 11,6, layarnya yang dikasih FHD IPS itu sudah lebih dari cukup. Bahkan menurut kami pribadi itu cukup anomali di tahun ini. Yang didominasi untuk laptop 2 jutaan itu cuman SDTN. Tapi kalau kalian minta lebih di 100% sRGB keterlaluan sih gitu. Dengan body sekecil ini memang plusnya dia ringan banget. Tapi untuk yang sekarang jujur aja laptop sekarang kan 14 in dengan frame yang tipis-tipis tuh dia frame-nya cukup tebal dengan layar yang kecil juga. Walaupun layarnya cukup cakep, tapi ya workspace kita enggak akan bisa terlalu gede. Nilai minus lainnya build quality yang sangat-sangat plastiki. Ya memang kita enggak bisa berharap banyak untuk laptop di harga segini, tapi paling enggak Zarnya kasih garansi 1 tahun. Nah, lanjut. Kalau kalian cari di e-commerce, ada beberapa brand yang mungkin kalian enggak terlalu familiar, yaitu brand Vep dan dia di harga sekitarnya 2,3 jutaan. Brand ini jujur aja gak terlalu berani kita untuk rekomendasikan karena ya walaupun sama-sama ODM ya, tapi kalau kita coba cari tahu via chat GPT itu untuk service centernya enggak terlalu jelas. Lalu untuk distributor resminya mana enggak terlalu jelas dan tertulisnya juga di ee untuk garansinya adalah garansi toko. Dan bisa jadi kalau ada problem itu harus dikembalikan ke tokonya. Entah diapain kita enggak tahu juga. Jadi untuk brand ini kita skip dan tidak kita rekomendasikan. Atau kalian pernah pakai brand ini atau pernah beli, kalian coba deh tuliskan keluh kesah kalian atau experience kalian pakai si brand VP ini di kolom komentar. Naik ke harga 2,5 jutaan. Ada dari brand lokal yaitu Advan dengan SK Advance Soulmate. Ini beda sama yang tibook ya, karena tibukan pakai N100 itu better secara performance dibandingkan 4020. Dan tibook sendiri ada di harga sekitar Rp3 jutaan tapi ini di harga R,5 jutaan. Dia pakai N40, konfigurasinya pakai RAM 4 gig dan EMMC-nya 128 gig. Tapi tenang, itu ada slot tambahan kalau kalian memang butuh storage lebih dengan slot SSD Mot2u. Kalau layarnya ya standar aja dia pakai 14 inch HDN. Kita enggak bisa cacatin walaupun layarnya cuman TN doang karena mengingat harganya cuma segitu. Yang enggak wajar itu ada brand internasional di harga R juta bahkan nyaris R5 juta tapi masih pakai layar ads di TN. Harusnya kalian tahulah brand apa. Nanti kalau kita sebut, kita kena somasi nanti. Pindah ke harga Rp2,6 juta. Masih dengan brand Advance dan ini cukup banyak anomali karena selisih cuman Rp100.000 tapi bedanya jauh banget seperti Advance Soulmate ini. Apa enggak membunuh adiknya atau kakaknya sendiri mungkin ya? SKU-nya Advance Soulmate X. Dia pakai AMD 3020E walaupun Atlon Silver. Paling enggak peningkatan performersial jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Celeron N40. Nah, kalau kita berpatokan performance-nya dari San R23 3020E itu unggul kurang lebih sekitar 35% dibandingkan dengan Celeron N40 untuk multiore performance-nya. Dan single core performance-nya itu nyaris unggul 50%. Cukup jauh sih ini. Nah, tadi saya ngomong ada beberapa anomali di produk ini karena memang harganya murah banget dan anomali yang pertama itu ada di layarnya. Walaupun harga tadi saya ngomong enggak jauh beda, cuman selisih Rp100.000, tapi ini dikasih FHD IPS bukan TN. Bisa jadi ini laptop baru dengan layar FHDTN yang paling murah yang ada di pasaran Indonesia. Anomali yang keduanya performance-nya tadi yang kalau dibandingkan dengan N40 secara performance cukup jauh entah dari multiore-nya atau single core performance-nya. Anomali yang ketiga itu perihal portnya. Beneran ini laptop enggak ada di harga R jutaan. Chargernya udah pakai USB type C lalu USB type A. Ada juga tiga buah bahkan dikasihnya. Lalu ada USB type C lagi enggak ketinggalan. Ada HDMI dan combo jack audio juga. Jujur aja gak habis pikir sih sama Advance dia ngambil untungnya dari mana. Karena jujur aja ini 2 jutanya bukan 2 juta yang mepet di angka R jutaan enggak. Tapi dia ngasih spesifikasi seperti itu. Apalagi dia pakai storage langsung SSD. Enggak ada tuh gimiik-gimikan dia menggunakan AMMC. Tapi tetap ada minusnya. Contoh seperti baterai yang enggak terlalu gede dan coolingnya juga cooling pasif. Tapi semua itu bisa dimaafkan kalau kita lihat harganya juga. Nah, yang menarik kalau kalian butuh performance lebih dan basic RAM-nya kan 4 gig, kalian masih bisa tambah sampai 16 gig karena dia punya dua slot RAM dan kalau kalian tambah sekalipun 4 gig mungkin jadi 8 gig itu harganya tetap under di Rp3 jutaan. Masih cakep banget dengan performance kayak gini. Naik lagi Rp100.000 lebih tepatnya di harga 2,7 juta ada Axio Hype 1 pakai prosesor Celeron M40 jelas RAM 8 gig dan nilai plusnya untuk storage-nya dia sudah pure SSD tanpa EMMC. Basic-nya ada di 128 gig. Kalau kurang kalian masih bisa upgrade lagi storage-nya. Jadi enak banget tuh kalian tanpa perlu ngorbanin storage yang 128 gig-nya. Kalian bisa langsung tambah di 256 atau 512 sekalian. Sisanya untuk produk ini biasa aja. Dia menggunakan layar 14 inch HDTN. Keyboard-nya pun menurut saya standar banget. Tapi kalau dari sisi cakep desainnya mungkin bisa jadi ini salah satu laptop yang cukup cakep secara desain. Dan nilai plus lain dibandingkan dengan produk-produk yang sudah kita sebut tadi. Kalau Axio jelas perihal after salale dia paling cakep karena punya 183 titik. Yang paling mepet-mepet mungkin Advance tapi dia cuman punya di 83 titik service center aja. Eh, tadi ada ketinggalan. Tadi kan udah masuk di 2,7 juta. Nah, di 2,5 juta itu ada ZBook. Nah, kalau kalian ngikuti channel kita pertama kali ini bukan naming-nya bukan LBook tapi Livebook. Nah, karena Livebook sendiri sudah dipatenkan oleh Fujitsu, mau enggak mau si Zark harus rebrading dari Lifebook ke elbook. Untuk spesifikasi untuk harga 2,5 jutaan memang tidak bisa dicacat tapi tetap nothing spesial. Dia menggunakan Celeron N420 lalu storage-nya dia menggunakan EMMC di 128 gig. Tapi kalau butuh performance lebih dan booting lebih kencang, kalian bisa upgrade karena memang dia punya slot M.2 SATA. Jadi kalian cloning Windows-nya ke SSD kalian yang baru. Untuk layarnya jelas menggunakan HDTN, tapi nilai plus produk ini kalau kalian bukan yang terlalu cerewet perihal layar, untuk RAM-nya dia sudah langsung 8 gig. ZX ini cukup pintar untuk memanfaatkan beberapa brand yang memang kalau posisi upgrade RAM tidak di service center itu merusak garansi. Nah, ZX masuk dengan langsung RAM 8 gig atau beberapa seri di atasnya itu sudah masuk langsung di RAM 16 gig. Jadi untuk harga R jutaan kalian sudah enggak perlu repot-repot untuk upgrade RAM ya. Mungkin tinggal upgrade storage doang. Dukungan portnya juga cukup lengkap. Ada type A, lalu ada type C, HDMI sampai micr SD reader. Itu semuanya ada. Lalu di 2 jutaan lain ini ada yang menarik nih, Avita 100 S101. Mungkin kalau kalian pernah menemui atau sebenarnya Avita ini kan brand yang cukup lama. Dia masuk ke Indonesia tahun 2018 dan Avita 100 S101 ini itu launching kalau enggak salah ya di sekitaran 4 tahunan yang lalu. Dia menggunakan konfigurasi yang cukup cakep. Walaupun dia menggunakan Celeron N40, tapi dia sudah menggunakan RAM 8 gig cukup gede. Dan storage-nya SSD bukan EMMC, bukan SSD 128 gig tapi menggunakan SSD M.2 256 gig. Enggak cuman itu, layarnya dia pakai FHD IPS. Wah, goil enggak tuh? Dan pada saat itu dan pada saat itu launching awalnya ada di sekitar 3,6 juta. Tapi sekarang Agres bisa pasang di harga sekitar 2,7 juta. Tapi pertanyaannya kenapa bisa murah? Jujur aja saya curiga sih kenapa harganya bisa semurah itu dari harga 3,6. Walaupun beberapa brand menerapkan drop price, tapi drop price-nya enggak segitunya untuk sebuah laptop baru. Nah, kalau saya buka ke sosial media Avita, las untuk update-nya itu ada di bulan Maret 2024. Apakah Avita sudah menyerah dan cabut dari Indonesia? Belum tentu. Kita coba tanya ke beberapa rekanan saya yang memang handle service center Avita. Dan menurut statement mereka, dia sudah tidak pegang license untuk service centernya. Dua hal ini yang memperkuat sebenarnya Avita itu kemungkinan besar sudah cabut dari Indonesia. Dan beberapa forum juga menyebutkan seperti itu. Dan mungkin karena persaingan harga di Indonesia dengan harga-harga brand-brand lokal yang sebegitu gilanya akhirnya dia menyerah. Tapi yang gokil kalau kita lihat dari e-commerce-nya si Agress dia pasang di harga 2,7 juta dan mencantumkan dua jenis garansi. ini yang valid. Yang mana kita kurang tahu. Yang pertama dia menggunakan garansi resminya 1 tahun dan garansi distributornya 5 hari. Nah, misal nih ya kalau Agres bisa menjamin atau produk setelah 6 bulan atau mungkin mendekati 1 tahun ternyata bermasalah bukan karena kesalahan pemakaian dan bisa diklaimkan garansi. Ini gokil parah sih spesifikasinya. Tapi memang nilai minusnya itu ada di ketersediaan sparep. Untuk Avita 100 S101 ini kalau kita coba contoh deh ya cari untuk keyboard-nya itu sulit banget atau kita coba cari dengan SKU yang lain. SKU yang lain itu naming lain dari Avita 100 S101 ya. Yaitu di NE14A1 itu enggak ada sama sekali. Yang banyak ada di NE14A2 yaitu di Avita Pura. Tapi untuk yang lain-lain kalau layarnya bermasalah paling enggak itu masih bisa diganti berapa pin dia FHD atau TN kalian tinggal sebutkan seperti itu. Mungkin yang agak susah itu di kabel fleksibelnya ya. Sebenarnya plus minus lah kita dapat produk yang cukup cakep dengan harga yang sangat-sangat terjangkau. Tapi after garansinya habis, nah ini nih yang baru muncul masalah. Sparep-nya enggak ada ya. Intinya bisa jadi Avita ini cuman ngabisin stok doang. after itu sudah enggak akan ada lagi. Nah, seperti janji saya di awal, saya akan pilih dua laptop yang menurut kita paling worthed untuk dibeli. Kalau saya pribadi di nomor dua saya akan pilih di Avita 100 S101. Jelas karena konfigurasinya di atas rata-rata jika dibandingkan dengan yang lain. Nilai minusnya ada di ketersediaan sparepart. Dan yang kedua perihal garansinya. Kalau memang Agres berani jamin 1 tahun dan bisa diklaimkan garansi, itu bakal jadi good deal banget. Dan yang pertama yang saya rekomendasikan adalah Advance Soulmate X. Seperti yang saya jelaskan tadi, laptop ini terlalu banyak anomali. Mulai dari prosesornya yang lebih kencang dibandingkan N40 dengan harga yang enggak terlalu jauh dibandingkan dengan Soulmate. Lalu dia menggunakan FHD IPS dan RAM-nya bisa di-upgrade juga. serta dia enggak pakai MMC, tapi pakai pure SSD. Oke, cukup sekian video kita kali ini. Kalau kalian punya budget di R jutaan dan harus beli laptop baru, kira-kira kalian bakal cari atau beli laptop apa? Kalian coba tuliskan di kolom komentar. Saya Rico. See you on the next video.
