Jungkat

2 Tahun Laptop Snapdragon: Makin Kencang atau Makin Mengecewakan? (YouTube Video)

  • 07/07/2026

Eh, kalian sadar enggak sih laptop Snapdragon X Series itu udah nyaris 3 tahun setelah diperkenalkan dan udah sekitar 2 tahun tersedia di pasaran. Hanya dalam 2 tahun saja Qualcom berhasil membuktikan kalau laptop Snapdragon X series mereka punya kemampuan yang enggak kalah dengan laptop Windows 11 lainnya. Aplikasi Windows-nya udah banyak banget yang native arm. Prism atau emulator ARM di Windows itu juga makin bagus kinerjanya. Makin banyak aplikasi yang stabil berjalan di mode emulasi. Tapi bagaimana dengan AutoCAD, ARKIS, SPSS, dan aplikasi-aplikasi lainnya? Udah bisa jalan belum? Banyak banget yang nanyain. Nah, simak jawabannya. Oke, menurut data dari Qualcom saat ini udah ada lebih dari 1800 buah aplikasi native tersedia untuk laptop Snapdragon. Jumlah ini meningkat en kali lipat dibandingkan saat awal peluncurannya di tahun 2024. Bahkan sekarang sudah ada 7.000 aplikasi non native yang sudah divalidasi oleh Qualcom bisa berjalan normal dan stabil di laptop-laptop Snapdragon. Ini perkembangan yang sangat pesat ya, cuma dalam waktu sekitar 2 tahun saja. Oke, untuk membuktikan klaim-klaim mereka itu sekarang kita coba bagaimana performa dan kestabilan sejumlah aplikasi yang ya ajaib-ajab itu ya di laptop Snapdragon. Nah, jadi kami mencoba untuk menelusuri kolom komentar video-video kami untuk mengetahui aplikasi apa sih yang dilaporkan mililiki kendala saat berjalan di laptop Snapdragon atau aplikasi yang sering dipertanyakan tapi nyaris enggak pernah ada yang ngasih jawabannya ya. Nah, kali ini kita akan menggunakan laptop Asus Zenbook A14 tapi yang versi 2026. Kalau yang ini 2025, 2024, 2025 ya. Yang ini 2026. Kalau yang ini pakai prosesor Snapdragon X2 Elite. Oke, pertama-tama kita coba aplikasi editing video yang Adobe Premiere Pro itu ya. Karena di awal kemunculan laptop Snapdragon, aplikasi ini belum ada versi ARM-nya. Jadi kalau disal laptop Snapdragon itu kita akan pakai Premiere Pro versi X86 ya. Sekarang udah ada versi ARP-nya dimulai dari Premiere Pro yang 2026. Nah, apakah Premiere Pro versi ARP ini lebih bagus performanya dibandingkan yang lama? Dalam pengujian kami waktu video full HD 60 fps yang 5 menit itu yang bisa kita pakai ya itu hasilnya adalah 2 menit 53 detik dengan Premiere Pro 2025. Itu kencang loh ya karena separuh dari nyari separuh lah dari durasi videonya sendiri. Nah, tapi itu kan pakai emulasi ya. Nah, sekarang kalau kita pakai Premier Pro 2026 ini enggak pakai emulasi nih. Ini natif ya. Waktu ekspornya itu jadi sedikit lebih cepat 2 menit 47 detik ya. Jadi memang ekspornya jadi sedikit lebih cepat. Hasil seperti ini menunjukkan kehebatan dari mode emulasi di laptop Snapdragon. Sebetulnya malah ya, performanya hampir enggak banyak beda. Hebat juga nih prismnya si Windows ini ya. Tapi tentunya kalau kita pakai versi native ARM, performa dan kompatibilitas jadi lebih baik lagi ya. Jadi tadi lebih ngasih lihat performanya si Prism sebetulnya dan nunjukin bahwa ya Adobe juga bisa kompatibel. Lanjut untuk AutoCAD sekarang ya kan banyak yang nanya AutoCAD bisa enggak? Nah, kalau kita cek di website Works on WA ya dan T manager, aplikasi AutoCAD ini berjalan di mode emulasi alias belum native ARM belum ya. Nah, saat kami coba jalankan AutoCAD 2027, ternyata aplikasinya jalan dan lancar, enggak ada error-erornya ya. Pergerakan objek di viewport juga enggak ada patah-patah. Jadi terjawab ya bisa kok, bisa. Tapi yang performanya akan mirip dengan laptop tin and light kencang lainnya ya. Bukan seperti laptop gaming tentunya bukan. Kan itu yang laptop-laptop berat dan boros itu bukan target dari laptop Snapdragon saat ini dong. Tapi intinya deh bisa. Lanjut Google Drive for Desktop ya. Kita coba aplikasi Google Driver for Desktop ini. Karena sebelumnya aplikasi ini dilaporkan enggak bisa jalan di laptop Snapdragon. Bahkan pakai mode emulasi pun tidak bisa katanya. Ini dibawa-bawa terus nih. Dibahas lagi, dibahas lagi, dibahas lagi. Dan ini membuat pengguna katanya harus pakai browser untuk ngakses file mereka. Sekarang aplikasi ini sudah versinya Native Arm. Dan saat kami coba, dia dapat jalan tanpa ada masalah di laptop-laptop ST Dragon. Sinkronisasi file juga jalan tanpa ada kendala. Jadi jangan terlalu banyak dengarin masalah-masalah lama aja ya. Update lah dengan kenyataan masa kini udah netif. Lanjut lagi. Bagaimana kalau kemampuannya untuk menjalankan AI secara offline? offline, gak pakai internet, enggak pakai server-server AI yang ngabisin RAM itu. [tertawa] Kemari kita lihat kemampuan e secara offline pada laptop snapdagon saat ini. Kita sudah tahulah ya kalau laptop Snapdagragon itu bisa jalan fitur AI seperti Windows Studio Effect dan juga Copilet Plus PC. Apalagi performa NPUD Snapdragon X2 Elite itu naik jauh dibandingkan pendahulunya. Tapi gimana kalau ke jalan aplikasi AI yang lumayan berat ya seperti LM Studio ya yang kita bisa masukkan macam-macam ya. Mau pakai Quen, mau pakai GMA, macam-macam bisa dipakai di situ. Dan kalau dilihat ternyata kencang ya. Kencang nih ya. Dia emang enggak pakai NPU, dia pakai GPU. Wajar ya, karena ini bukan pekerjaan yang enteng gitu ya. Jadi kalkulasinya pakai GPU jadi lebih kencang. Dan untungnya GPU-nya Snapon X2 Elite emang naik jauh performanya dibandingkan pendahulunya. Dan karena laptop yang satu ini pakai RAM 32 GB, jadi dia bisa menggunakan AI model di LM Studio yang membutuhkan kapasitas RAM puluhan GB. Mantap. Lancar nih, gak perlu pakai internet. Berikutnya ini juga banyak banget ditanyain ya, IBM SPSS. Nah, ini banyak banget yang nanyain ya. Sama seperti AutoCAD, aplikasi ini belum tersedia versi ARM 64-nya alias belum native untuk saat ini. Walaupun demikian, aplikasi ini udah divalidasi dan bisa berjalan di laptop Snapdragon validasinya oleh Qualcom tentunya ya. Nah, di versi terbarunya aplikasi IBM SPSS ini bisa berjalan dengan normal tanpa ada masalah. Jadi terjawab ya bahwa aplikasi ini kompatibel dengan laptop Snapdragon. Lanjut lagi. Ini juga banyak tanyain nih. Argis Pro. Hmm. Lagi-lagi aplikasi ini akan berjalan di mode emulasi di laptop Snapdragon. Tapi terang, lagi-lagi aplikasinya sudah divalidasi kompatibilitasnya oleh Qualcom. Nah, saat kami coba versi terbarunya, aplikasi pemetahan ini dapat dijalankan tanpa masalah di laptop Snapdragon. Gerakan di petanya juga enggak usah patah-patah ya. Jadi udah jelas ya, aplikasi nonarm yang diemulasi ternyata dapat berjalan dengan mulus di laptop Snapdragon. Nah, kalau pakai aplikasi seperti itu pastikan aja sudah pakai versi terbaru biar lebih lancar dan stabil. Mungkin yang enggak lancar karena pakai yang versi yang lama-lama banget lah ya. Eh, tapi bicara soal versi yang lama. Kami itu sebenarnya pakai AUDA City ya versi lama itu aplikasi untuk ngerekam audio seperti yang sekarang kalian dengarkan ini. Ini rekam pakai Auda City. Nah, saat saya pakai laptop-laptop Snapdragon yang ini ya, saya juga merekam dengan Audacity versi lama yang belum native arm, tapi enggak ada masalah sama sekali loh, enggak melambat, enggak ada crash gitu ya. Ini sekali lagi membuktikan bahwa emulasinya berjalan dengan sangat lancar sekarang. Oh ya, kami juga mencoba aplikasi Google Earth Pro. Aplikasi ini belum ada versi ARM-nya dan sempat dilaporkan mengalami kendala saat instalasi. Saat kami coba, instalasi memang sempat sekali bermasalah, tetapi bisa berhasil diinstal setelah dicoba. Sekali lagi, setelah diinstal, aplikasi ini bisa bekerja tanpa masalah. Nih proses spanning dan zooming di peta terasa cukup lancar di sini. Akan tetapi jangan disamakan seperti kalau pakai laptop gaming ya. Ini kan laptop tin and light. Oke, lalu bagaimana nih daya tahan baterai laptop standaragan terbaru nih yang ini ya? Ya, kondisi sebenarnya enggak perlu tanya lagi. Udah pasti irit ya. Dalam pengujian kami dhan baterai Asus Zenbook A14 tahun 2026 ini nyaris mendekati 23 jam dari tahan baterainya. Ini terhitung hebat ya karena spesifikasi Snapdragon X2 Elite itu naik jauh dibandingkan sebelumnya. Biasanya kalau prosesor lebih kencang, GPU juga lebih kencang akan lebih boros. Tapi ternyata tidak ya. Dia tetap bisa bertahan lebih dari 20 jam seperti pendahulu-pendahulunya ya. Jadi sudah lihat ya gimana kemampuan laptop Snapdragon saat ini di tahun 2026. aplikasi yang tadinya enggak ada versi ARM-nya sudah ada versi A-nya dan jumlahnya makin banyak terus nambah gitu ya. Bahkan aplikasi nonarm sekarang bisa jalan tanpa ada masalah yang berarti. Ini dunia berkat pengembangan prism atau engine emulasi dari Windows juga. Pertanyaannya inikah saatnya beli laptop Snapdragon? Nah, pertama kesampingkan dulu faktor kenaikan harga komponen. Karena mau laptop Snapdragon atau bukan Snapdragon semuanya akan naik harganya. Nah, di luar hal itu kami mengakui kemampuan laptop Snapdragon sekarang itu sudah lebih baik terutama dalam hal kompatibilitas aplikasi. Memang belum 100% banget semua aplikasi tersedia di versi ARM-nya dan sudah divalidasi berjalan normal di laptop Snapdragon ya. Aplikasi versi ARM akan makin banyak dan kompatib aplikasi nonarm juga kelihatan lebih baik lagi. Ke depannya akan terus seperti itu. Performa dan daya tahan baterai laptop Sagin baik saat ini. Untuk performa bisa dikatakan tidak berbeda jauh dari pesaingnya. Yang menarik adalah daya tahan baterainya ini malah yang dikejar-kejar oleh pesaingnya pada akhirnya. Kecuali aktivitas kita memang tergantung banget pada aplikasi yang hanya bisa jalan normal di laptop X86. Dan ini udah langka banget ya, sangat langka sekali. Rasanya laptop Snapdragon sangat layak untuk menjadi pilihan menarik untuk perangkat andalan kita di tahun 2026 ini.

Lihat di YouTube