2,099 Juta bukan HP main main - Unboxing Redmi 15 Indonesia! (YouTube Video)
Halo guys, David disini, dan kita bakal cobain Redmi 15. Redmi 15 polos, yang punya baterai 7000 mAh, chargingnya 33 Watt, layarnya Full HD 6.9 inci, nice. Storage-nya UFS, tahan air, dan lain lain. Harganya di 2 jutaan kecil. 2.1 juta buat varian 8.128 dan 2.3 juta buat varian 8.256. Udah mepet tuh, sama Redmi Note 14, yang sekarang harga pasarannya sekitar 2.2 juta buat varian 8.128, dan 2.4 juta buat varian 8.256. Selisih sekitar 100 ribuan aja ya, kalau lihat dari namanya doang, Redmi Note jelas lebih mending. Tapi sebelum kita auto mendang mendingin, sebelum kita tes dulu, ya kita kasih panggung dulu lah ke Redmi 15 ini. Dia ini cuma pancingan biar orang itu milih Redmi Note, atau justru dia malah lebih mantep, lebih worth it. Nggak bisa lihat nama doang kan? Mulai dari lihat desain kotaknya yang ini ala Redmi banget ya, mirip kayak Redmi 15C, yang kemarin juga kita unbox, temanya emang ada kotak merah dan ada bingkai putih, ini ada huruf C-nya, ini nggak ada huruf C-nya, tapi ini lebih mahal. Ini lebih mahal sekitar berapa ratus ribu gitu. Redmi 15, di pojok kanan atas ada logo Xiaomi, di sini ada Redmi 15, dan di sini ada tempelan atau stiker dengan tulisan Redmi 15 lagi, dan fitur-fitur utamanya ada 7000 mAh, baterai super besar, layarnya 6.9 inci Full HD+, memorinya bisa sampai 256GB, dan RAMnya hingga 16GB, tapi ini sekali lagi, aslinya cuma 8GB yang hardware. 16GB itu kalau ditambah, ekspensin yang nggak terlalu ngaruh. Di sebelah kiri ada Xiaomi Hyper OS, ada pengisian daya cepat 33 Watt, kameranya 50MP, terus di sebelah kanannya ada Redmi 15, desain Quad Curve yang nyaman digenggam, dan Snapdragon 685. Di bawah, di atas nggak ada apa-apa, terus di belakang ada keterangan kalau dia dibuat di Indonesia, mantap, Redmi 15, garansi 15 juga, 15 bulan. Di sini yang tadi udah ditulis di samping-sampingnya, fitur-fitur utamanya yang kita unbox kali ini adalah varian Sandy Purple, 8GB, internal 256GB. Ada rambut sedikit sih. Dan dia diproduksi di PT. Satnusa Persada. Sip! Sekarang langsung kita lihat saja isinya seperti apa. Redmi 15, yang ini berarti harganya 2.3 juta ya, karena dia varian yang 8-256. Di sini kita bakal dapetin... Casing, casing warna hitam, oke, ada garis-garisnya, di sini ada sedikit tekstur, ada tulisan Redmi, ada cutout buat kameranya yang lumayan gede, ini finishingnya halus, terus ada apa lagi? Ada panduan cepat, dan kartu garansi, dan ada ucapan selamat bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Xiaomi. Terima kasihnya juga telah memilih produk Xiaomi. Di dalamnya ada si HP, si Redmi 15, yang sekali lagi dibungkus dengan plastik, dengan tulisan fitur-fitur utamanya ada 6, kalau menurut Xiaomi ada 6 bagian yang bisa dibanggakan, atau fitur-fiturnya. Di dalamnya lagi ada kabel charger, USB A to USB C, ini lumayan standar, dan di dalamnya ada charger 33 Watt, ini lumayan ngebut buat kelas 2 juta ya. SIM Ejectornya ada di... Mana ya? Oh, sini! Nah ini dia! Nggak dibuka, tapi langsung seluncurin aja dari lubang. Ini ada kayak kawat-kawat standar. Sekarang kita lihat HPnya, ini warna sandy purple ya, tadi kayak sandinya sponsbok gitu, cuma sandy sponsbok warnanya coklat, di sini warnanya ungu, karena purple dan desainnya ini terlihat... Ini lepasin dulu. Desainnya ini terlihat sangat-sangat standar ya, kalau misalnya saya tutup ini dan saya bilang ini adalah HP OPPO, HP Vivo, atau HPnya ini tebak nih, ini HPnya siapa nih? Saya tutupin logonya, ITEL! Jadi ini desain yang sangat standar sih, nggak ada ciri khasnya, udah dipake di banyak brand, Xiaomi lumayan-lumayan aman buat Redmi 15 ini. Dari susunan kameranya juga, ini terlihat seperti OPPO realme sekali ya, yang ada susunan 3 kamera ke bawah, padahal kamera yang berfungsi cuma 1, 50MP, ini kamera gimmick, dan di sini tidak ada apa-apa. Ini ada tulisan apa ini? Innovative AI Camera? Inovasinya di mana? Oh iya, tadi Xiaomi bilang kalau desainnya ini apa sebutannya yang keren-keren itu, Quad Curve Design for Comfort in Hand. Quad Curve, jadi mungkin ada ke 4 sisi, mungkin ini ya, ke 4 sisi di atas, kanan, kiri, dan bawahnya ini dibikin sedikit nge-curve, biar tangan lebih ergonomis, lebih masuk ke tangan. Karena kalau desain yang terlalu ngotak kayak iPhone, kayak Infinix Note, kayak yang kotaknya kaku gitu, emang kerasa lebih tajam, jadi lebih susah digenggam, kalau agak di-curve-in dikit, memang lebih nyaman di tangan, dan lumayan berasa lah buat si Xiaomi ini. Cuma ukurannya ini besar sekali! 6,9 inci layarnya. Jadi agak ngebantu lah ya, kalau ukuran yang gede tetap nggak bisa bohong, dia memang ngandelin banget ukuran yang gede ini. Beratnya ada di 218 gram, itu udah termasuk screen protector yang biasanya beratnya itu sekitar 3-4 gram, tebalnya juga ini termasuk tebal, udah 8,6 mm. Apakah bentuk HP yang besar dan lumayan tebal ini adalah sebuah kelemahan? Itu tergantung cara kita liatnya ya. Kalau kita emang nyari HP yang baterainya gede, itu udah salah satu ciri khas 7000 mAh, kecuali iQOO. Z10 kemarin itu tipisnya mantep banget, tapi 3 jutaan, ini 2 juta. Dan ukuran HP yang gede, mungkin dicari orang, pengen layar yang gede, mungkin itu jadi fitur ya, bukan bug ya. HP yang gede dan bongsor gini. Di sisi kanan kita akan menemukan tombol power yang bisa jadi fingerprint scanner juga, ada tombol volume, di atas ada IR blaster, ini speakernya cuma satu, jadi di bagian atas nggak ada speakernya, di sebelah kiri ada SIM tray, yang tipenya hybrid, jadi bisa masuk 2 nano SIM atau 1 nano SIM, dan 1 micro SD, kalau udah 256GB kayaknya dual SIM aja sih. Ya tergantung, di sini ada mikrofon, ada port type C, dan ada speakernya. HP ini juga udah support NFC, terus dia IP64, jadi aman kalau dihujanin, air-air percikan gitu. Tapi sayangnya dia nggak punya jaruh hardware, dan speakernya juga mono saja. Jadi sensornya nggak lengkap-lengkap banget. Sekarang kita hidupkan. Sip! Jadi ini adalah penampilan paling awal dari Redmi 15. Ini pas banget, saya nggak sengaja, jamnya 15 juga! Konspirasi macam apa ini? Bener kan jam 3 kan? Nih jam 3 nih, wih deh. Entah terlalu kebetulan lah ya, kalau dari OSnya juga, ini Android 15 kan kalau pas saya ngelihatnya ini. About phone, dia HyperOS 2, Redmi 15, dan Androidnya juga 15. Jadi ini serba 15 sih sayang harganya bukan 1.5 juta ya, tapi harganya adalah 2 juta rupiah. Dari sini kelihatan nggak? Kalau layar si Redmi 15 ini gede ya, 6.9 inci, sekali lagi nice, 6.9 inci. Kalau dibandingin sama Redmi Note 14, yang layarnya 6.67 inci, dia lumayan beda, sedikit ya 0.2 inci, cuma di tangan bedanya kerasa ini kerasa menuhin tangan, kalau ini berasa pas aja, 6.67 inci ukuran HP yang standar. Mungkin sekitar setengah lebih HP di pasaran ukurannya 6.67 inci. Kalau cari aman ukurannya yang Redmi Note 14. Tapi kalau pengen yang gedean, emang si Redmi 15 ini berasa beda sih. Dari kualitas warnanya juga oke, saya suka nggak kusam atau nggak puder, warnanya udah keluar, cuma brightnessnya emang nggak terlalu tinggi ya, di studio ini aja, yang pake lampu doang, hampir 75%! Kalau kita mentokin ke 100%, dia cocoknya di outdoor yang mendung aja ya. Kalau misalnya matahari udah keluar, isi layarnya bakal agak sedikit gelap. Mata kita harus fokus banget buat ngeliatnya, apalagi kalau udah trik, lumayan sulit itu. Panelnya sendiri IPS, terus resolusinya tajem di Full HD+, dan refresh ratenya, dia up to 144Hz. Kalau kita aktifin show refresh ratenya, di sini dia bakal ngasih tau ya, kalau sekarang layarnya lagi aktif di 120Hz. Kadang turun ke 48 fps juga, jadi dia lumayan fleksibel, ada variablenya. Kalau mau cari yang 144Hz-nya, kayaknya harus di sini deh. Playstore, Playstore tidak, masih 120Hz. 120, 60, kalau ke Youtube, Youtube biasanya mentok 60, apakah ini bisa 120? Tidak. Ini lagi-lagi ya, di Gmail dia bisa di 90Hz, oke, lumayan bijak, nggak harus 120Hz paling tingginya, nggak usah buang-buang tenaga, tapi di mana ya? 144Hz-nya. Kalau di SMS, wow! 144Hz, jadi silakan anda chatting-an di 144Hz, sebenarnya nggak terlalu guna sih, ngapain kita chatting-an 144Hz? Ya dia turun ke 48 sih, kalau lagi marah, 144Hz. Biasa orang lagi emosi gitu kan, lagi debat di sosmed, atau lagi marahin orang, waaah! Ya ini sih, ketemunya di Google Message, kalau saya tekan dia langsung aktif, jadi layarnya beneran bisa 144Hz, nggak bohong, cuma kayaknya penggunaannya kurang tepat ya, tidak sesuai dengan aplikasinya. Biasa kan scrolling, ini chatting-an sangat tidak scrolling. Jadi... semoga bisa diefisienkan oleh Xiaomi. Sekarang kita ke... speakernya, mari kita buka Save & Sound. Ini kita udah cuma puluhan sih, nggak sebanyak. Bocil kematian masih ada nggak sih sekarang? Atau udah move on ya? Ya move on lah ya. Nah itu jadi sebuah legenda. Cuma lagunya emang enak-enak aja sih, jadi kita tetap pakai ini. Lumayan, lumayan. Ini belum full. Kalau 200% audio boostnya udah bikin agak... pecah dikit ya, kalau di 100%. Lumayan sih, lumayan enak sih. Walaupun speakernya monot, tapi bassnya masih berasa, dan volumenya tetap kenceng. Saya suka, cuma emang stagingnya jadinya ngebuang ke satu sisi doang. Itu kurangnya. Kalau dinilai sih 7 ya. Saya sih suka sih. Bagian yang bakal kurang disukai oleh banyak orang dari Redmi 15 ini, yang bakal banyak dapetin komen negatif, saya udah bisa lihat di bawah, walaupun ini masih shooting, belum upload, tapi anda bisa scroll, saya bisa prediksi. Yah, prosesornya kok cuma Snapdragon 685? Kenapa nggak pake Helio G99 aja lah, G100, G200? Itu kan lebih kenceng. Snapdragon 685, emang 4G yang murah sih dari Snapdragon. Kalau Xiaomi emang pengen maksimalin performanya, harusnya pake Helio G99 kayak yang lain. Tapi ini main aman banget di 685. Yang biasanya dipake di HP sejutaan lain juga. Untungnya Xiaomi udah ngasih RAM 8GB sama storage-nya udah UFS ya, jadi itu melegakan kalau IMMC ini udah pasti langsung dihakimin rame-rame, nggak ada pembelaan lagi, tapi karena UFS, kita tes dulu performanya. Kita mulai dari Antutu dulu. Antutu 10, dia mendapatkan tetot 250 ribuan! Emang gitu lah, 685 nggak bisa dibandingin sama Helio G99. 685 itu lebih lambat. Rasanya agak miris gitu, agak sedih gitu kalau inget... kemarin kita baru bahas Samsung A07, Samsung loh! Harganya 1.5 juta udah pake Helio G99. Yang lebih ngebut, Antutu 400 ribuan. Kalau liat Xiaomi 250 ribuan, rasanya agak aneh aja ya, Samsung lebih kenceng dari Xiaomi Antutu-nya. Tapi Samsung emang HD, terus yang lain-lain baterainya lebih kecil, tapi kalau orang liat prosesornya doang, rasanya... kok dunia kebalik ya? Buat settingannya sendiri, dia bisa sampai frame rate super alias 90 fps, cuma buat Snapdragon 685, dia... saya... gimana ya? Saraninnya pake settingan yang high aja, yang maksimal 60 fps aja. Sok-sok nyaranin, kena kill. Tapi ini lebih ke teknis. Ya saya lebih rekomen yang settingan mentok 60 fps aja, karena setelah dicoba-coba, kalau kita set mentok kayak gitu, 60 fps aja, nggak maksa harus semaksimal mungkin, dia bisa mulus. Nggak naik turun bergelombang gitu grafiknya. Kalau kita setting ke 90, dia lumayan naik turun ya. Kadang di atas 60, kadang malah di bawah 60. Buat nyamannya sih, enakan yang lurus-lurus aja si grafiknya, nggak banyak gejolaknya. Mungkin kalau kita setting ke 90 fps, dia naik dulu ke 70-80, terus nyadar diri, eh jangan deh, jangan ketinggian deh, nanti kepanasan atau malah... sistemnya nggak stabil, jadi dia turunin lagi, naik turunin lagi. Kalau 60, dia stabil-stabil saja. Wow! Wow! Ya buat main gini udah enak sih, buat main game ringan kayak Mobile Legends gini udah aman. Snapdragon 685, no problem. Kalau buat game berat kayak Genshin, apalagi di map baru, seperti Natlan, eh nggak kena! Walah! Pukulannya nggak kena. Nah nggak, itu nggak ada hubungannya sama HP, itu lebih ke skill saja. Nggak fokus karena ngomong-ngomong terus, ini agak sedikit patah-patah ya. Masih bisa dimainkan, bisa nyepam, bossnya juga masih bisa dikalahkan dengan muda, asal karakternya emang sesultan itu. Cuma performa sendiri apakah mulus tuh? Wow! Pas kena Octane-nya berat rasanya. Bisa? Masih-masih ngebut-ngebut aja kenapa spawnnya cepet banget ini. Tiba-tiba ada lagi. Tapi memang nggak semulus itu, sekitar 20-30an fps aja. Menangnya Snapdragon 685 ini karena powernya emang nggak sekuat itu, dia punya suhu yang nggak setinggi itu, nggak seganas itu, jadi adem-adem aja. Paling tinggi setelah main Genshin dia 40 derajat, 41 derajat, termasuk adem buat main game berat. Kami juga udah sedikit ngetes baterai 7000 mAh di Redmi 15 ini ya, dia buat streaming Youtube selama 1 jam, ngurangnya sekitar 5% aja buat muterin lovi hip hop ini, terus kalau main Mobile Legends dia... cuma kurang 6-7% doang selama setengah jam, kalau main Genshin dia ngurangnya sekitar 8-9% doang selama setengah jam. Jadi yang dijual HP ini emang sekali lagi baterai-baterai dan layar gede sih. Nanti kami bakal coba ngetes speed ngecasnya juga, bakal ditulis di sini oleh editor setelah hasilnya ada, karena baterai ini sekali lagi salah satu bagian yang penting ya dari Redmi 15, itu salah satu nilai jual utamanya kalau cari baterai, ngecasnya apakah sengebut itu si 33 Watt? Coba, menurut anda ngebut atau nggak? Sekarang kita tes kameranya, kamera 50MP. Ini si kelinci, terus kita fotoin si Redmi Note 14, warna hijau pandan, nggak pandan banget sih, agak kuning gitu. Dan A-nya, A-nya yang agak serem ya, sangat-sangat tegap sekali ya dia berdirinya. Kualitas fotonya sendiri kontrasnya lumayan tinggi ya, seolah pengen nyembunyiin kualitas warna yang emang nggak secerah itu, jadi diproses aja gelapnya, digelapin warnanya serba dikuatin, biar kelihatan mendang. Dynamic range juga nggak terlalu luas, ya ini buat HP 2 jutaan, standar-standar aja, nggak bisa dibilang bagus banget, cuma nggak jelek juga. Cuma sebagai HP 2 juta, dia udah lebih bagus dari rata-rata kualitas kamera HP 1 jutaan lah, cuma nggak melebih ekspektasi. Foto malemnya juga, kita harus pake night mode, biar warna lampunya lebih keluar, kalau misalnya nggak pake night mode, warna lampunya bakal serba over semua putih, suasana juga bakal kelihatan lebih gelap, jadi wajib pake night mode buat ngebantu. Buat perekaman kamera depan, si Redmi 15 bisa di 1080p 30 fps aja. Kalau dari gambarnya ini... Lumayan oke sih kalau preview dari HP. Ini... suasana indoor yang cahayanya kontras, itu lampu terang banget, tapi mukanya masih bisa ditangkep dengan baik, disini agak redup juga, masih terang. Dan disana... Ada Iqbal lagi ngapain. Itu juga lampunya terang-terang semua. Kesimpulan buat Redmi 15. Kalau anda nggak nyari baterai segede mungkin, atau ukuran layar yang selebar mungkin, mending nambah 100 ribuan ke Redmi Note 14 sih. Speknya lumayan jauh ya, dari layarnya aja, dia udah AMOLED, prosesornya lebih kenceng, Helio G99, kameranya 108MP, desain ya mungkin lebih cakep kalau anda lebih nyaman sama HP yang lebih kecilan. Redmi 15 ini... berasa lebih spesifik buat orang yang nyari baterai sama layar gede aja. Yang penting nggak perlu sering-sering ngecas, konten di layarnya bisa gede-gede, main game tipis-tipis masih lancar, foto ya oke aja, bukan yang cakep. Karakter HP lapangan sih, atau buat orang tua ya, kalau HP gamer atau HP gaul, buat sosmed, bukan ini jawaban. Demikian unboxing Redmi 15 dari GadgetIn. Like kalau anda suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo! 69 inch, 6.9, nice!
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...

















