21 Hari Tanpa Dicharge! Smartwatch Terbaik Huawei - Huawei Watch GT 6 Series (YouTube Video)
Smartwatch ini punya ketahanan baterai terlama di industri smartwatch. Bisa nyala sampai 21 hari. Ada fitur ECG, tracking olahraganya next level, bodinya titanium, layarnya safir, dan dia juga bisa terhubung ke iOS dan juga Android. Ini adalah smartwatch terbaru dari Huawei. Huawei GT6 series. Ada Huawei GT6 Pro dan Huawei GT6. yang saat ini saya pakai adalah versi Pro-nya. Smartwatch seri GT Huawei itu tuh selalu bawa dua hal, desain dan fungsionalitas. Makanya, Sobat bisa lihat kalau desainnya itu punya look seperti jam tangan mahal. Layarnya bulat dengan detail beasel layar berbentuk oktagon jadi punya aksen mewah. Layarnya juga pakai panel AMOLED 1,47 inch dengan peck brightness di 3000 units. Terang banget. Jadi nyaman dipakai di siang hari dan punya watch face seabrek yang cakep-cakep. Ada lebih dari 30.000 watch face mulai dari yang elegan, yang lucu kayak watch face kucing yang lagi saya pakai ini, atau beberapa watch face dengan IP ada Pacman, pip boy-nya, Fallout sampai kura-kura ninja. Materialnya juga mewah ya. Versi Pro yang saya pakai ini bagian bodinya ini tuh pakai Aerospace Great Titanium. Selain looks-nya jadi keren, Titanium ini adalah material yang kuat ya. Jam kan cukup sering kepentok sana sini ketika kita sedang beraktivitas. Layarnya juga udah pakai Safire Glass jauh lebih tahan goresan ketimbang layar Gorilla Glass. Percayalah kalian enggak akan mau pakai smartwatch yang bagian layarnya ada goresan. Punya sertifikasi IP69 untuk ketahanan sama air bertekanan dan juga IN13319 untuk standar diving equipment. Yes, dia tahan air sampai bisa dipakai buat diving di laut sampai kedalaman 40 m. Jadi soal ketahanan smartwatch ini no play. Durability materialnya ada di kelas smartwatch kelas ultra. Contohnya kayak Apple Watch Ultra 2, Samsung Galaxy Watch Ultra atau Garmin 4R 970. Kalau mau dibandingin sama smartwatch yang saya sebutkan tadi, dia tuh lebih ringan daripada Apple Watch Ultra 2 dan Galaxy Watch Ultra yang pada akhirnya tentu jadi lebih nyaman untuk digunakan. Garmin Foruner 970 lebih ringan lagi sih, tapi dia tuh pakai material plastik jadi mewah dan durability-nya tuh gak dapat. Menurut saya Huawei Watch GT6 Pro ini tuh dapat semuanya. Desainnya paling cakep, nyamannya dapat, dan material mewahnya juga dapat. Ada tiga pilihan warna dari Huawei Watch GT6 Pro ini. Yang saya pakai ini yang warna hitam dengan strap floro rubber strap. Enak dipakai harian dan nyaman dipakai buat olahraga. Ada juga yang warna brown ya. Warnanya itu lebih stand out dengan strap woven. Dan buat yang suka looks mewah dan elegan bisa pilih yang menggunakan titanium strap. Sementara untuk versi basic ada yang warna green dan juga black untuk ukuran 46 mm dan purple untuk ukuran 41 mm. Untuk yang ini ada pivoting loop lux-nya ya yang bakalan bikin smartwatch tuh lebih nyaman digunakan kalau tangan kamu tuh kecil. Terakhir ada yang wise 41 mm. Nah, sektor desain udah kita bahas. Sekarang kita bahas bagian terbaiknya. Fitur. Walaupunya bandrol harga berapa 1/3 dari Apple Watch Ultra, fitur yang di bawahnya ini tuh komplit banget. Dia punya lebih dari 100 mode olahraga. Ini impresif. Tapi lebih impresif lagi kalau melihat data yang disajikan. Pertama, soal akurasi data. Huawei itu ngasih all new sunflower positioning system yang bisa bikin tracking data tuh cukup akurat. Saya coba berjalan dengan menggunakan measuring wheel. sejauh 1 km dan hasil pengukuran Huawei menunjukkan hasil sebagai berikut. Beda tipis banget kan? Ini saya jalan dua langkah lagi mungkin udah sama ini 1 km. Selain data jarak data detak jantung juga lebih akurat. Berikut pengukuran detak jantung yang kita bandingkan menggunakan hardstrap. Hasilnya Sobat bisa lihat ya perbandingannya. Saya sempat membandingkan juga dengan smartwatch lain yang kedua adalah data yang lengkap dan komprehensif. Kalau kalian naik sepeda, selain dapat data kecepatan, tracking posisi, elevasi, hard rate, kini kamu tuh bisa dapat data virtual power yang sebelumnya hanya bisa kamu dapetin dari perangkat sepeda terpisah kayak hard rate strap, buy komputer atau pedal power meter. Jadi melalui jam aja kamu tuh bisa dapat data sekomprehensif ini. Setahu saya baru smartwatch ini aja yang bisa ngasih data virtual power. Untuk golf tracking-nya udah ada di level profesional, detail banget. Bisa lihat map dari hall yang sedang kita mainin. Jadi tahu posisi bunker itu ada di mana, jarak ke green bisa zoom map-nya. Tinggal putar aja crown-nya drag dan punya 3D counter map juga. Jadi tahu ketinggian lapangannya itu seperti apa, kemiringannya dan tahu harus pakai stick yang mana. Huawei itu punya database lapangan golf yang cukup lengkap ya. Punya lebih dari 17.000 map lapangan golf di seluruh dunia dan 160 lapangan golf yang ada di Indonesia. Effort banget memang nih Huawei. Tentu ini bukan satu-satunya smartwatch yang punya fitur Golf. Cuman kalau mau dibandingin penyajian datanya, Huawei Watch GT6 Pro ini ada di kelas yang berbeda. Kalian bisa lihat perbedaannya sebagai berikut. Kalau suka trail run juga pasti senang sama data yang didapat dari Huawei Watch GT6 Pro ini. Sudah pakai GPS dual band, jadi tracking posisinya tuh akurat, bisa dapat trend altitude, estimasi sampai ke checkpoint berikutnya sampai data slop atau kemiringan TRK. Bahkan kamu tuh bisa download rute trail run dari Strava. Keren kan? Masih banyak lagi olahraga yang bisa kamu rekam. Free diving yang bisa sampai kedalaman 40 m. Karena Huawei Watch GT6 Pro ini tuh punya sertifikasi IP69, I1319 buat professional diving level water resistance yang support sertifikasi padi SSI dan Aida atau yang lagi tren itu padel. Nah, kamu bisa dapat data kayak begini kalau lagi main padel. Selain data olahraga, data keseharian kamu juga bakalan kamu dapatkan secara detail. Mau itu data heart rate, HRV, pulse wave aritmia analisis buat ngecek detak jantung yang tidak teratur. Ya, kalian bisa lihat ya, kadang saya punya resiko tersebut soalnya dan secara otomatis itu suka dikasih alert langsung ke smartwatch-nya. Terus juga ada arterial stiffness detection yaitu buat ngecek kondisi arteri kamu. Saya agak tegang sedikit nih, kudu lebih banyak olahraga. Bahkan smartwatch ini juga bisa menjalankan fitur ECG dengan cara menaruh jari telunjuk kamu tuh di tombol ini. Karena dia tuh juga bekerja sebagai sensor. Tinggal tunggu bentar langsung keluar deh hasil ECG-nya. Data tidur juga ada. Dan yang saya suka adalah presentasi datanya warna-warni. Komplit juga tahu kapan kebangun, kapan deep slip. Terus ada sistem poin dan analisisnya juga. Tuh dikasih tahu kalau saya tuh kelamaan tidur siang. Kalau tidur siang lebih dari 30 menit memang bisa mempengaruhi kualitas tidur di malam hari. Soalnya saya tidur siang lama karena memang baru kembali ya e dari liputan di Hawai masih agak jet lag. Bisa cek emotional wellbeing juga alias tingkat stres kamu. Kini udah di-upgrade jadi punya 12 state of emotion. Sebelumnya tiga doang soalnya di sini terlihat ya kalau saya mostly netral aja, enggak stres, enggak terlalu rileks juga. Penilaian emotional ini juga diasses sama Huawei secara otomatis ya. Soalnya kalau di Apple Watch ataupun Samsung Galaxy Watch itu kita perlu masukin status emosi kita secara langsung, enggak otomatis. Soalnya semua data ini tersaji di Huawei Health ya. Selain ngasih data yang lengkap dan presentasi data penuh grafik dan warna yang memanjakkan mata, aplikasi ini juga punya fitur-fitur tambahan seperti musik pengantar tidur, planner buat selalu fit, sampai video tutorial olahraga. Jadi, ketika beli smartwatch kamu tuh enggak dilepas begitu aja. kamu bisa memaksimalkan fitur-fitur di dalam aplikasinya sehingga bisa jadi versi terbaik dari dirimu. Anjay, gua udah kayak motivator aja. Super. Tapi bagian paling super ada di sektor baterai. Alasan utama saya merekomendasikan weable Huawei enggak hanya smartwatch aja, tapi smartband-nya juga adalah ketahanan baterainya. Biasanya seri GT, Huawei itu tuh punya ketahanan baterai maksimal di 14 hari. Menurut saya ini tuh lebih dari cukup dan saya tuh gak pernah ngeluh soal ini. Tapi Huawei ternyata masih bisa mengimprove ketahanan baterainya yang sudah luar biasa itu. Kini Huawei Watch GT6 Pro bisa bertahan hingga 21 hari. Edan. Buat saya yang suka liputan ke luar negeri dan kadang makan waktu semingguan ya senang banget ketemu smartwatch yang punya ketahanan baterai lama kayak begini. Selama seminggu di Amerika kemarin saya tuh enggak perlu bawa casan smartwatch ini. Pergi di 100% sampai Indonesia tuh masih 65%. Nah, sekarang saya syuting nih belum saya cas juga nih. Sekarang tuh lagi di bentar tuh di 51%. Berarti total tuh udah 10 hari. Edan ya. Bentar. 10 hari 51%. Uh, benar berarti bisa 21 hari ini kira-kira. Benar. Benar. Benar. Buat saya ini luar biasa. Sebagai perbandingan, baterai Apple Watch Ultra 2 itu tuh sekitar 2 sampai 3 hari. Samsung Watch Ultra itu bisa dipush sampai 4 hari dengan ditambah mode power saving. Dan kalau Garmin Forunner 970 itu maksimal di 15 hari. Tahu enggak kenapa kamu harus pakai smartwatch yang punya ketahanan baterai yang lama? Begini, selain kamu akan dapat data tracking yang komplit seharian dari bangun, tidur sampai ya bangun lagi, smartwatch yang punya ketahanan baterai tinggi itu akan jarang ngecasnya dan kalau jarang dicas artinya charge cycle-nya akan sedikit. Kalau charge cycle-nya sedikit itu artinya makin lama baterai si smartwatch kamu tuh bakalan boncos. Jadi kamu tuh bisa pakai smartwatch tersebut untuk jangka waktu yang lama, bisa beberapa tahun ke depan. Karena baterai itu tuh ya kalau misalnya kalian ngerti bagaimana cara baterai bekerja itu semuanya tuh sama. Ketika sering dipakai, dicas perlahan kapasitasnya itu tuh menurun karena terjadi pengkristalan di anodanya. Kapasitas yang sudah menurun inilah yang suka kalian sebut sebagai baterai bocor. Makanya kalau mau pakai smartwatch yang tahan lama, pastikan beli yang punya ketahanan baterai tinggi. Minimal yang tahan seminggu lah. Tahan 2 minggu bagus. Kalau tahan 3 minggu kayak Smartphone ini ya masuknya udah edan sih. Ini bagus banget. Mostly yang tadi saya bahas itu yang GT6 Pro aja ya. Kalian bisa pilih varian basic-nya tapi tentu ada beberapa perbedaan. Yang pasti harganya ini jadi lebih terjangkau bahwa hampir semua fitur yang ada di varian Pro kecuali eh arterial stiffness detection dan material yang menggunakan aluminium bukan titanium dan material layar yang enggak menggunakan safir. Itu aja kurangnya. Jadi apakah smartwatch Huawei GT6 series itu recommended? Jelas saya merekomendasikannya. Selalu bawa fitur paling lengkap, tampilan paling menawan di harga yang lebih terjangkau daripada kompetitor adalah alasannya. Saya sendiri bakalan beli juga untuk melengkapi koleksi jam tangan Huawei saya. Yes, saya sendiri adalah pengguna smartwatch Huawei atau bahkan mungkin bisa dibilang fanboy kali ya. Soalnya ya, sejauh saya ng-review smartwatch untuk lebih dari 10 tahun terakhir, menurut saya smartwatch Huawei ini tuh memang yang terbaik. Ini jujur-jujuran aja ya. Ini saya dibeli sendiri ya, kagak dikasih ya enak aja nih yang GT eh 5 Pro e masih ada itu yang watch eh Fit Ultra eh Watch Fit 4 masih ada. Saya banyak dah yang bats juga ada. Terus kenapa gua ngomong gini ya? Lupa dah. Ya, pokoknya saya enggak akan berpikir dua kali untuk beli yang GT6 Pro. Bagus. S yang ini jujur bagus. Mantap.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Mencari laptop tipis dan ringan di tengah lonjakan harga RAM global belakangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar dan mahasiswa yang bersiap...
Kabar mengejutkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple karena raksasa teknologi ini dikabarkan siap merombak strategi harga mereka secara global. Kenaikan...
Perdebatan mengenai jam pintar terbaik tampaknya memasuki babak baru lewat kehadiran Huawei Watch Ultimate 2, sebuah perangkat yang berani mendobrak batas premium...
Kehadiran laptop berprosesor mobile sering kali dipandang sebelah mata oleh para pencinta performa, namun adu tanding terbaru antara MacBook Neo dan laptop gaming...
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple, menyusul rumor kuat mengenai lonjakan harga perangkat masa depan mereka akibat ketergantungan...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...
Mencari gawai ringkas yang benar-benar bisa diandalkan untuk mobilitas ekstrem kini bukan lagi sekadar angan. Lewat gebrakan layar Flexible OLED PaperMatte yang...
Di tengah obsesi industri teknologi pada layar raksasa, kehadiran tablet seberat 260 gram ini menjadi anomali brilian bagi kaum bermobilitas tinggi. Ulasan HUAWEI...
Huawei kembali menggebrak pasar tablet lewat gebrakan yang membuat para kompetitornya, termasuk lini iPad Mini, harus waspada. Melalui dimensi super ringkas dan...


















