Jungkat

2,199 JUTA pun udah SECANTIK INI 🥲 - Unboxing Infinix HOT 60 PRO Indonesia! (YouTube Video)

  • 27/07/2025

Halo guys, David di sini, dan Infinix Hot 60 Pro! Apalagi ulah Infinix kali ini. HP 2 juta kecil, tapi berani main di bodi tipis yang enteng. Ala ala HP flagshipnya Samsung yang Galaxy Edge itu, yang 20 juta itu. Prosesornya baru, Helio G200, layarnya 1.5K... Hhh... Selalu inget sepanjang video ini ya, harganya 2 juta kecil aja, khas seri Hot. Rp2199 buat internal 128GB, tambah Rp200 ribu buat internal 256GB. Let's go kita unboxing, kita lihat dulu dari desain kotaknya yang... heboh sekali ini ya. Kotaknya warna ijo menyalak kayak rumah saya dulu. Cuma ini emang warna khas Infinix juga ya, yang kali ini kolaborasi sama Free Fire. Di atas ini ada logo Infinix, ada logo Free Fire, ada desain yang seperti... kertas yang terkelupas atau stiker yang dicabut atau lembaran yang dibalik. Entah maksudnya apa, atau di sini ada komik-komikan, jadi ada sketsa di atas kertas, terus ini berasa satu kertas. Taman kertas, gitu lah kira-kira. Intinya kertas, tipis dan enteng. Tambah lama tambah dalem kayaknya. Tipis dan enteng seperti HPnya. Mungkin itu lah. Di bawahnya ada nama HP, Hot 60 Pro, jangan kebalik sama Hot 60 Pro Plus atau Hot 60i ya, 60i ya. Karena Hot 60 ada 3 varian yang 60i yang udah launching duluan, terus ini yang 60 Pro, sama nanti yang belum launching ada 60 Pro Plus. Jadi ada 3. Jangan kebalik. Di sini ada ketulis fitur utamanya juga, yang lagi-lagi pake tema kertas atau stiker yang dicabut gitu ya. 6.6mm desainnya, oke. New Ultra-Slim Frame dan Infinix AI Phone. Ada gambar dari karakter yang seharusnya dari Free Fire sih. Karena mereka collab sama Free Fire, terus ada Hot 60 series dengan tagline mereka kali ini adalah Thin, Yet Everything. Tipis tapi tetep semuanya. Mungkin kayak gitu, tetep ada semua. Varian yang kita unbox kali ini punya storage 256GB, dan RAMnya adalah 8GB plus 8GB virtual jadi 16GB yang realnya 8GB aja. Ada in-display fingerprint, terus layarnya juga tetep bisa disentuh-sentuh, walaupun agak basah ya, dan refresh ratenya 144Hz. Di sebelah kiri ada label-label lagi soal fitur-fiturnya. Hot 60 Pro, di sini dia punya gyro, oke. 5 year fluency, tetep lancar walaupun udah dipake 5 tahun. Klaimnya aja. IP64 yang artinya seperti gambar ini, kalau kita naik motor dan ada hujan-hujan, dan mungkin HPnya kehujanan, masih tetep aman, jadi ya itu arti IP64. Kacanya pake Corning Gorilla Glass 7i, itu kaca yang bagus yang biasanya dipake di HP 5 juta, 6 juta, 7 juta, juga ada yang pake kaca ini kayak Motorola kemarin, dan dia ada NFC. Itu beneran tipis tapi semuanya ya. Baru kotaknya aja udah berasa semuanya. Ada keterangan soal garansi, Calcare service 12 bulan, di sini ada bonus Smartfren lagi, yang sepertinya ada di semua HP Transsion, dan di belakang ada keterangan soal spek HPnya, yang ditulis super lengkap, sangat banyak tulisan-tulisan kecil ini, nggak bakal saya bacain nanti sambil unbox aja saya jelasin, kalau mau pause sekarang buat liat spoilernya, silakan aja, di sini ada varian 256GB plus 8GB. Di bagian bawah ada varian warna dari unit yang kita unbox, yang di sini adalah Sapphire Blue. Ini salah satu doang dari 6 varian warna yang ada di Hot 60 Pro. Jadi mereka lumayan mainin warna ya. Saking banyaknya saya sampe lupa. 5 varian warna lain, ada abu-abu, ada putih, ada peach, ada biru ini yang kita unbox, ada hijau juga, dan ada orange. Lumayan banyak sih, mungkin ini varian warna paling banyak buat seri Infinix ya. Jadi inget iPhone base model yang warnanya juga fun banyak. Sekarang kita lihat isi kotaknya. Kita bakal disambut oleh covernya, bungkusan plastiknya yang sama juga sih, sama bagian depannya ada karakter si abang keren berpedang ini. Terus kita lihat bagian dalemnya dulu, ada pembatas, ada bonus smartfren, terus ada Hot 60 Pro petunjuk pengguna, ada license by Qualcomm. Jadi nggak cuma TECNO kemarin aja ya yang ada license by Qualcomm, sekarang kayaknya semua HP Transsion harus ada license by Qualcomm, walaupun HPnya pake Mediatek G200. Ini tetep ada Qualcomm, jadi kita taruh sini license by Qualcomm. Lanjut, di dalemnya ada casing akrilik. Ini hard case yang ada garis-garisnya, ini mirip kayak casingnya OPPO sih. Casing OPPO Reno13 yang waktu itu saya bilang lumayan mirip motif-motif copper ya, karena ada garis-garis seperti ini sekarang juga ditiru oleh si Infinix, karena emang desainnya lumayan bagus sih. Seperti ada bantalan-bantalan, ada teksturnya juga. Oke, di sini ada kabel charger type A to type C, dan ada kepala charger dengan speed 45 Watt. Di sini ada SIM Ejector. Sekarang kita lihat penampakan dari HPnya, yang emang berasa enteng sih. Ini beratnya cuma 170 gram doang, dan ketebalannya di 6.6 mm doang. Ini jadi HP Infinix yang paling tipis buat sekarang. Kemarin ada Hot 50 Pro Plus kalau nggak salah, namanya yang paling mahal, yang ada curve-nya seri Hot yang paling tinggi, itu di 6.8 dan beratnya di 150 atau 160an gram. Ini sekarang bisa lebih tipis lagi, dan tetap enteng dengan baterai 5160 mAh. Jadi dia udah pake baterai tipe silikon karbon harusnya ya, karena baterai segede gitu bisa dimasukin ke bodi setipis ini. Saya suka sama tren 2025 ini. Teknologi baterai silikon karbon itu bisa bikin brand jadi tambah kreatif, bikin bodi HPnya ada yang di tebelin, tapi jadi monster banget, ada yang ditipisin, tapi tetap sama. Infinix ini milih buat nipisin si HPnya. Jadi temanya lebih ke cantik sih, karena warna birunya ini aja kerasa halus ya. Ada gradasi dari biru yang muda ke biru tua, jadi rasanya kayak Vivo Vivo gitu. Sampai desain kameranya juga lumayan bikin saya ingat sama HPnya Vivo ya, misalnya Vivo Y berapa, atau Vivo V50 Lite, desain kameranya kan emang kotak yang agak ngebulet gini, dan Infinix juga mendapatkan inspirasi yang sama, jadi tema HPnya serba ngebulet, di pojokan gini ngebulet, di kameranya ngebulet, warnanya halus. Kalau anda emang suka sama desain HP yang cantik, yang manis gini, ini Infinix Hot emang udah main dari seri kemarin ya, Hot 50 juga, rasanya ada layar curve gitu, rasanya lebih manis gitu. Kali ini juga dilanjutin lewat Hot 60. Cuma jangan terlalu terlena dengan desain kamera yang terlihat ada 3 lensa ini ya, karena cuma ada 1 kamera yang bisa dipake 50MP tanpa OIS yang ada di atas ini, tengahnya ini kayaknya cuma sensor atau kamera gimmick, proximity atau apalah yang nggak bisa dipake, dan di bagian bawah ada IR Blaster yang menyamar sebagai lensa kamera. Jadi tetep ada faydahnya, tapi bukan buat kamera. Di sini ada LED Flash, terus di bawahnya ada logo Infinix yang... berkilau gini kalau kena cahaya karena teksturnya dibikin glossy, dibedain sama tekstur back covernya yang matte licin-licin. Dan berbunyi seperti ini. Di sebelah kanan ada 3 tombol, kali ini ada 3 bukan 2 seperti biasanya yang ada tombol volume, tombol power, kali ini ada tambahan tombol apa ini? One tap function yang fungsinya buat shortcut ke aplikasi-aplikasi tertentu, lumayan praktis. Tombol ginian mirip kayak action button di iPhone lah, jadi di iPhone kan bisa kita pake buat shortcut ke center dan lain-lain, di Infinix juga ada, tapi posisinya beda. Bukan di kiri sini. Kalau di kiri sini, Infinix milih buat masukin SIM tray yang bisa masuk 2 nano SIM dan 1 microSD, jadi bisa di ekspansi lagi. Mantap! Di bagian atas ini, ada lubang buat speaker, terus di bagian bawah, kita bisa nemuin headphone jack saudara-saudara. Jadi tipis tidak menjadi alasan buat menghilangkan fitur ya. Tipis yet everything. Tetap semuanya. Ada si lubang 3.5mm. Terus ada mikrofon, ada port USB-C, dan speaker lagi. Ini kalau kita lihat bagian sisi bawahnya aja, atau kanannya aja, emang berasa ya tipisnya. Kalau kita bandingin sama OPPO Reno, dia yang udah tipis ngomong-ngomong, juga berasa. Hep, lumayan lah. Ini padahal Reno udah lumayan tipis juga nih. Tapi si Infinix bisa lebih lagi. Kameranya sih agak tebal. Sep! Jadi ini adalah penampilan paling awal dari Infinix Hot 60 Pro. Desain belakangnya manis seperti ini, elegan, seperti halus-halus, tapi kita disambut dengan wallpaper yang... kayaknya berandal dan liar gini ya. Ini harusnya karakter dari Free Fire juga, dan kalau saya lihat kok bikin inget sama Himiko Togai. Itu karakter dari Boku no Hero Academia. Lo tau itu ya? Tapi karakternya tau nggak? Ya kayak berandal liar juga sih, serem nih, tapi berkesan. Kalau kita cek wallpapernya, apakah ada karakter yang lain? Coba wallpapers di sini. Nah kalau ini balik ke yang manis-manis semua nih. Yep, yep, ada burung, ada harimau. Coba kita balik ke si biru. Wih! Bagus lho! Ganti ya, saya mau 5! Amazing! Ini... Ini wallpaper yang cocok sih, kayak liquid glass, liquid glass gitu. Lagi ngetrend banget liquid glass sekarang. Ini langsung depan belakang, langsung manis semua, dan kita juga bisa menikmati bezelnya yang tipis, kiri, atas, kanan, bawahnya agak sedikit tebal, tapi ini udah termasuk tipis juga. HP 2 juta bisa dapet layar kayak gini ya, yang resolusinya 1.5K, 144Hz, AMOLED, terus apalagi ya? Saking terang juga sih, ini nanti kita coba cek keluar, harusnya terang juga, itu kalau kita bandingin sama HP 7 juta. Si Honor emang lebih tipis dikit, tapi dari jauh nggak bakal kerasa bedanya, dari dekat juga lama-lama. Coba kita bandingin sama HP 11 juta dari si Oppo. Wow! Ini temanya kebetulan hijau dan biru muda semua. Kalau dilihat dari depan gini, susah sih buat langsung bedain sekilas, kecuali diukur banget. Tetep 2 juta, 7, 12. Seperti itulah, kalau kita bawa keluar ruangan juga di bawah matahari, si Infinix ini tetep bisa nampilin isi layarnya dengan jelas, karena brightnessnya tinggi. Saya nggak nyangka di tahun 2025 ini, selain baterai yang makin bagus, layar juga rasanya makin kejangkau ya. Layar-layar bagus udah bisa kita dapetin di HP 2 juta kecil! Atau itu di-Transsion doang? Karena Motorola 720p sih, tapi videonya stabil. Jir! Saya suka banget ini. Layar bagus, desain belakang juga cakep, saya suka penampilan dari Hot 60 Pro buat 2 juta kecil ini, kerasa perfect sih, saya nggak tau mau minta apa lagi. Mungkin bahan itu udah halu, kalau minta bahan yang premium udah mantep banget. Oh iya, saya hampir ke-skip soal isi dari HP-nya, OS-nya, yang saya suka juga. HP-HP Transsion sekarang OS-nya bagus-bagus, semuanya kerasa rapi, ikonnya berasa didesain oleh... orang yang lebih mikir gitu, yang lebih spesialis, yang nggak asal ada lambang terus bisa ditekan. Sudah setahun-dua tahun, saya nggak bisa ngeremehin OS-nya Infinix sih, terutama sejak OS Android 14, Android 15, fiturnya banyak juga, misalnya dari special function ini, game mode udah banyak, udah selalu ada, split screen bisa, sampai dynamic bar juga bisa, kids mode juga ada, wuh, lucu ya kids mode ini ya. Kita bisa atur, batasan-batasan kalau misalnya kita pinjemin HP ke bocil, terus ada one tap button di kanan ini juga, yang kalau kita tekan, tahan, dia bakal ngebuka AI by DeepSeek. Jadi di sini ada ketulis DeepSeek R1. Waktu itu udah sering kita tes, udah bagus buat kita tanyain, pakai bahasa Indonesia juga bisa, dan ada satu fungsi lagi, kalau misalnya kita double press. Jadi kalau kita tekan 2 kali, buka kamera, atau center, atau ngerekor suara, bisa kita custom juga mau pilih aplikasi apa. Mantap sih. Kalau kita pakai flashlight, paling gampang kayaknya, paling kepake. Kita tekan 2 kali, hidup. Wuh, hidup dong. Ini kok ada putih-putih ini? Oh, lampu itu. Ya, lampu di... Eh, pendaran nih. Kalau dari atas nggak sih? Dari depan. Kayak ada langsung apa, gosong, kena panas yang berlebihan gitu ya? Ya, mungkin efek lensa kamera kita juga sih. Ya, kalau dari sini nggak. Kenapa nggak ada fungsi tekan satu tombol aja, harus double atau long press? Mungkin biar mencegah salah tekan tombol power sama tombol shortcut ini ya? Kalau gini nggak. Nggak respon. Iqbal ada ide menarik, kalau misalnya kita tekan volume bawah sama power, dia bakal screenshot. Oke. Eh, nggak ke-lock. Ada in display fingerprint. Kalau kita tekan tombol powernya aja, lama-lama dia bakal ngebuka Gemini. Jadi nggak harus deep seek ya, dia udah ada Gemini, yang langsung bisa baca apa yang kita ngomong dalam bahasa Indonesia dengan sangat akurat coy! Benar sekali! Gemini terus dikembangkan untuk bisa memahami dan merespon, Gemini bagus sih. Gue suka Gemini. Terus apa yang terjadi kalau kita tekan ketiga tombol ini? Hab, ada easter egg jangan-jangan. Oh, tidak ada. Dia ngebaca deep seek. Kalau dari speknya sendiri seperti apa? RAMnya 8GB, memori internal 128 atau 256GB, UFS udah oke, dan chipsetnya baru, Helio G200. Kalau dari namanya, apakah itu upgrade yang tinggi? Dari G199. Harusnya iya ya, 2 kali ya, 1 100, ke 200, tapi sebenarnya tidak. Ini adalah permainan dari rebranding tech saja, saudara-saudara. Karena Helio G200 sebenarnya isinya mirip sih, kayak G99, G100. Hasil benchmarknya pun cuma beda tipis, paling nambah 10 ribu dari 450 ribu daripada G99, G100. Kalau saya baca speknya, dia upgradenya ada 2 yang berasa dari G100. Pertama, dia clock speed GPU-nya lebih kenceng 0.1 GHz, 10%. Kayaknya nggak terlalu berasa. Perbedaan kedua, secara teknis Helio G200 katanya udah support 12 bit DCG. Itu fitur biar video HDR jadi lebih bagus lagi, terangnya sama gelapnya jadi lebih seimbang lagi buat videonya. Tapi itu cuma unlock supportnya doang ya, yang saya rasa kayaknya nggak bakal terlalu guna buat HP-HP 4G yang harganya 2 juta. Karena waktu itu, G99 ke G100, bedanya adalah dia support kamera 200MP Helio G100. Kita udah setahun cobain Helio G100, nggak ada HP yang pake kamera 200MP. Jadi nggak guna. Bisa! Tapi nggak mau. Dan nggak mampu juga HP murah dikasih kamera 200MP, kayaknya belum deh. Mungkin Infinix atau Transsion selalu bisa, tapi mereka tetep nggak kasih kemahalan. Mungkin Infinix Hot 80 mungkin bakal ada kali ya. 70 pun saya nggak berani ngomong. Jadi secara teknis, emang ada upgrade-nya si G200, tapi saya tetep nganggep dia sama kayak G100 dan G99. Jadi seperti itu, G200, rebranding pack. Tapi saya tetep salut, karena mereka tetep usahain buat kasih chipset 4G yang murah dan stabil, yang udah kita percaya selama ini. Karena buat bikin chipset yang bener-bener baru, yang 4G kayaknya emang nggak jaman lagi. Buat settingan Mobile Legends, si Hot 60 Pro bisanya di high aja ya, belum bisa sampai Ultra yang 90, jadi maksimal di 60. Kayaknya sih ke depannya harusnya kalau ngeliat HP-HP Transsion yang lain, minimal bisa 90 lah, apalagi chipsetnya udah sangat teruji. Mungkin karena ini masih baru, jadi mentoknya di 60 aja. Woh! Woh! Habis lho! Fanny tapi nggak ngapa-ngapain. Feelingnya tetep lancar, terus dia punya bypass charging atau nggak, ada bypass charging, kalau rejection fitur-fitur gaming ada, jadi sudah seperti HP-HP Transsion yang biasanya. Buat game-game seperti ini udah aman. Buat Genshin, feel mainnya mirip kayak Helio G99, G100 sih, ini sekitar 30 fps saja. Nggak lebih kenceng, nggak lebih lambat, jadi GPU yang lebih kenceng 0,1 persen, eh 0,1 GHz 0,1 persen. Mana berasa? 0,1 GHz tidak ngasih perbedaan yang signifikan ya. Sama-sama sih. Makanya sekali lagi, rebranding time. Buat rata-ratanya sendiri, setelah dimainin selama setengah jam, si Hot 60 Pro buat main Genshin Lowest, dia di bawah 30 fps ya, tetep. Ini malah lebih rendah dari kebanyakan HP Helio G100 sama G99. Kalau saya tebak, pasti... Kalau tebak pasti mah, bukan tebak dong. Kalau pasti... Nebak dengan kemungkinan 100 persen. Nebaknya pasti. Kalau saya tebak ya itu karena faktor bodinya yang emang paling tipis di antara Helio G99, G100 yang lain. Jadi ada faktor thermal juga yang bikin performanya tidak semaksimal. Biasanya. Ada harga yang harus dibayar. Tapi bukan uangnya. Speaker! Saya juga happy karena hampir lupa kalau dulu speaker Infinix jelek ya. Jelek banget dulu speakernya Infinix. Sekarang udah bagus, dirio. Di Hot 60 Pro ini, dia juga kenceng di 100 persen. Nggak kerasa pecah, nggak kerasa dipaksain. Bawahnya lebih kenceng dikit sih. Hampir indah. Wah, kalau ini udah kayak kemana-mana sih suaranya. Kayak agak berantakan. 7 lah, 7.5 lah. Bassnya nggak terlalu nendang, tapi ada. Tapi buat HP 2 juta kecil, ini udah memuaskan sih. Jadi 7.5, 7.5 lah. Agak berantakan. Ya ini kayak agak bergema-bergema gitu ya. Kayak agak serak-serak sedikit. Oke lah, buat HP 2 juta. Sekarang kita cobain kameranya. Kamera HP 2 juta, buat motret kamera berapa nih? 20, 20 juta. Ini X128. Masih ghoib? Waduh, udah mau setahun ya? Udah mau setahun. Udah lebih dari setahun, si Fuji itu. Dan saat lagi kita fotoin si Smartfren 792GB. Buat foto-foto, Infinix Hot 60 Pro juga bagus buat standar HP 2 juta kecil ya. Udah layak lah buat dipamerin di sosmed. Kalau lagi jalan di tempat yang emang keren, ya tetep keren aja, walaupun warnanya... Buat saya, berasa agak sedikit lebih terang dari suasana aslinya. Warna hijaunya itu kayak kurang pekat gitu. Berasa ada sedikit kekuningan, agak kotor sedikit. Ini ciri khas processing HP Infinix entry level sih. Bagian lain udah bagus, mulai dari detail sampe ke dynamic range. Tetep kamera yang bisa diandalkan buat foto-foto. Ingat, harganya 2 juta. Apalagi kalau low light ya, justru saya lebih suka sama warna foto malemnya. Yang rasanya lebih pekat, lebih hidup lho. Lebih enak dilihat. HP murah kok, foto low light lebih bagus. Tapi harus aktifin night mode ya. Kalau ditanya apa kelemahan dari Infinix Hot 60 Pro, mungkin ada di videonya ya. Tadi kita udah lihat kamera belakangnya, dia goyang. Karena memang nggak ada OIS. Ya, itu wajar buat HP 2 juta kecil sih. Tapi kalau mau dicari yang kurang enak, ya itu sama kamera depan. Ini di resolusi 2K, dia nggak ada stabilisasi. Tapi kalau kita turunin resolusinya, kita bisa aktifin stabilizer. Di resolusi 1080p, 30 fps. Video jadi lebih stabil, lebih enak dilihat. Di sini, dynamic range-nya sih nggak terlalu bagus ya. Kayak di belakang, langit lagi cerah. Eh nggak cerah sih, tapi matahari lagi bersinar. Walaupun yang langitnya jadi putih. Karena dia sangat mengutamakan wajah yang direkam, biar tetap jelas. Tetep oke, tetep oke. Kesimpulan buat Infinix Hot 60 Pro! Ada aja ya cara Infinix buat ngebakar pasar. Padahal, kelas entry level itu bukan tempat buat main-main inovasi loh. Biasanya, entry level itu ngikutin yang di atas aja lah. Mending lu fokus saingan soal harga. Tapi buat Infinix, mungkin rasanya terlalu ngebosenin. Cuma ngasih harga murah, udah jadi sarapan tiap hari. Jadi mereka mulai coba main-main niru desain HP flagship yang tipis, enteng. Tapi baterai tetap gede, bisa ngasih layar yang terlalu bagus di kelasnya. Performa yang tetap oke walaupun tipis, fiturnya tetap banyak, kameranya tetap bagus buat foto-foto. Kalau video sih kurang bagus ya. Namanya HP 2 juta, dia masih goyang-goyang. Kalau mau yang stabil paling bagus videonya, ada di Motorola sana. Tetap 2 juta kecil, bisa dapet HP sebagus ini. Mau heran tapi ini Infinix. Demikian unboxing GadgetIn buat Infinix Hot 60 Pro! Like kalau anda suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo! Closed Caption by @subbox.id Tetap aja bakal ada yang nggak bakal-bakal-nggak bakal mikirin buat beli Infinix, karena emang brand itu berpengaruh. Saya sih suka.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

HP Android 32 Juta...
Oleh GadgetIn
15m 11s

Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...

Brand Terkait

Oppo

Oppo menghadirkan smartphone, tablet, earbuds, dan perangkat pintar dengan teknologi inovatif dan desain modern untuk hidup lebih mudah. Oppo dikenal dengan kamera canggih, fast charging cepat, dan performa andal untuk produktivitas serta hiburan digital.

Vivo

Vivo menghadirkan smartphone dan perangkat pintar dengan kamera canggih serta desain stylish. Vivo dikenal dengan teknologi fotografi inovatif, performa andal, dan fitur modern untuk kebutuhan komunikasi, hiburan, dan produktivitas.