Jungkat

2.5 JUTA DAPET BEGINI!? - Philips Evnia 27M3N3540Q (YouTube Video)

  • 31/07/2026

Monitor full HD 24 inch dengan refresh rate sampai 200 Hz itu sekarang harganya ada di sekitar 1,8 sampai R jutaan dan itu menurut gua udah cukup worth it apalagi di tahun ini. Tapi monitor ini ukurannya 27 inch dengan resolusi 2K dan refresh rate 210 Hz harganya cuman R,5 jutaan. Kira-kira jadi nanggung enggak sih monitor-monitor Full HD tadi? [musik] Saat unboxing, kelengkapan monitor ini cukup standar. Kita langsung dikasih kaki dan tiangnya. Berikut dengan display calibration report, kartu garansi, dan manual. Selain adapter, kita juga diikut sertain kabel display port 1.4 dan ini normal lah buat monitor di harga segini. Perakitan monitornya pun gampang dan tules. Kita tinggal attach tiangnya ke kaki. Ceklek. Dan pasang secara sliding antara tiang ke monitornya. Ceklek. Kelar deh. Overall monitornya ini juga oke. Desainnya itu gaming banget dengan kaki yang ee agak nora sih ya menurut gua. Dan bagian belakangnya yang gaming banget. Di bagian belakangnya ini ada corak-corak biru yang bukan selera gua. Tapi buat yang suka flashyf flashy gaming ini keren sih. Bagian kakinya juga ada motif cross begitu yang gua kurang suka motif kaki seperti ini. Jadi enggak bisa ditaruh soundbar di bawah monitor. Managi. Build quality-nya juga ringkih. Semua bahannya terbuat dari plastik kecuali metal sheet yang ada di bawahnya aja. Dan buat ergonomicnya monitor ini hanya bisa tilt aja tanpa bisa swivel dan lain-lain. Untungnya masih ada lubang jalur kabel di tiangnya. Ya walaupun sih kalau kalian ogah pakai kakinya di belakang masih ada Vesa 100* 100 buat dipakaiin bracket. Buat konektivitasnya dia ada satu display port 1.4 dan 2 HDMI 2.0 beserta audio P through. Enggak ada USB dan ini termasuk standar banget. Oke, kalau bukan menang di desain, monitor ini bagusnya apa sih, Bang? Jawabannya ada di panel. Kalau secara spesifikasi monitor ini ya berukuran 27 inch 2K dengan refresh rate 210 Hz. Agak unik ya refresh rate-nya karena refresh rate-nya itu sebenarnya ada di 200 Hz dan dia bisa di OC sekitar 10 Hz. Panelnya menggunakan face IPS dengan response time yang mereka klaim bisa sampai 1 ms. Dan saat kita mencoba CS2 di monitor ini, sebenarnya motion blur itu enggak terlalu kerasa loh. Ya mungkin harus dites sebenarnya berapa real time dari response time-nya. Ini yang keren adalah DCI IP3 dari monitor ini adalah sekitar 95%-an dan ini jarang banget loh ada monitor di bawah Rp3 juta yang di IP3-nya segitu. Kalau dari claim calibration report-nya, di sini mereka menyatakan bahwa panel ini delta i-nya bisa sampai 0,28. Namun di pengetesan kita delta i-nya itu ada di sekitar 0,8. Overstate sih, tapi tetap aja di bawah harga Rp3 juta bisa dapat monitor yang delta I-nya di bawah satu. Itu keren banget. Nah, buat navigasi OSD, dia itu menggunakan analog di bagian belakang kanan dan desain OSD-nya juga khas banget dengan Fnia series dengan perpaduan warna putih dan biru. Dan di sini ada banyak preset gambarnya mulai dari standar, FPS, racing, dan lain-lain. Dan di setiap preset itu color space-nya juga bisa kita modif-modif antara native, sRGB, Aduba RGB, dan DCIP3. ngatur adaptive sink-nya juga bisa dan juga ada virtual cross hair. Tentunya monitor ini belum support sama Pip PBP ya. Maklum ini adalah monitor yang termasuk murah soalnya. Dan buat pengalaman main game-nya di monitor ini menurut gua udah cukup oke karena di CP3 yang hampir 100% layar ini beda dari yang 100% sRGB biasa. Terutama di game triple A macam Cyberpunk atau game wibu nte. Kita udah pernah juga review monitor LG 2K 180 Hz dengan VA di harga Rp3 jutaan itu d3-nya cuma 82%-an dan feelingnya beda banget loh yang Samsung juga buat main game kompetitif dia juga enggak terlalu kerasa sebenarnya motion blur-nya asalkan profil smart response-nya jangan di-et di fastest. Enggak tahu kenapa kalau diet di fastest suka ada glowing putih-putih saat lagi goyang-goyang dan ini tidak enak untuk dilihat. Terakhir, konsumsi daya dari monitor ini juga enggak terlalu gede, cuma di 31,5 watt saat full brightness main CS2 di 211 FPS. Dan ini membuat monitornya ramah buat para kaum kerehore tapi tetap pengen 2K. Jadi menurut pengetesan kita tadi, ini adalah salah satu monitor di harga R,5 juta yang kalor gamutnya itu terluas dan delta i-nya itu cukup rendah. Jadi cocok misalnya mau kalian pakai buat main game triple A lah buat ee ngelihatin warna-warna yang cantik atau mau sekalian dipakai buat editing atau fotografi atau ya 3D desa produktivitas kreatif kalian lah. Nah, sementara yang gua enggak suka dari monitornya itu paling ada dua. Yang pertama settingan OS di vestesnya itu entah kenapa error malah jadi ngeblur di bagian vestes. Dan yang kedua itu ada di kakinya. Gua enggak suka sama kakinya. Mendingan kalau misalnya beli ini sekalian sama ARM aja. Nah, sementara kalau dibandingin sama beberapa kompetitornya di harga yang setara, LG sama Samsung misalnya, itu LG sama Samsung harganya lebih mahal. Kakinya iya sih lebih cakep, tapi ya panelnya masih VA dan mereka curve gitu. Masih kalau kata gua sih masih mendingan yang ini gitu. Nah, sementara kalau misalnya di 2,5 juta ada satu lagi saingannya yang ketat banget itu malah datang dari brand NL. Karena dengan harga 2,3 juta doang dia udah dapat resolusi 2K walaupun refresh rate-nya masih 180 Hz. Menangnya dia itu ada di kakinya di mana dia full airgo dan dia kakinya itu flat. Sementara yang ini mending pakai arm sekalian. Cuma kalau gua sih mungkin akan pilih Philips yang ini ya, karena gua tinggal copot aja kakinya dan pakai arm udah beres gitu. Dan kalau misalnya menjawab pertanyaan yang tadi, apakah full HD itu jadi nanggung atau enggak, itu balik lagi sebenarnya ke budget kalian. Kalau misalnya gua sendiri memang mau beli monitor di harga segitu, ya gua akan ngelihat budget gua. Misalnya nih, gua emang mentok banget. Gua enggak bisa beli di atas R juta, ya mungkin gua akan ambil monitor-monitor full HD dengan refresh rate 200 Hz. Tapi kalau misalnya gua ada duit, GOP lagi aja atau Rp600.000 lagi aja, gua mendingan langsung sekalian ambil yang ini. Jadi menurut gua itu nanggung. Nah, menurut kalian kira-kira monitor full HD itu masih nanggung sekalian 2K atau mending ambil full HD aja sih?

Lihat di YouTube