2.9 Juta, Helio G99+, Update 6 Tahun, dan bonus bundling. Opsi Masuk Akal? Review Samsung Galaxy A08 (YouTube Video)
Ini Samsung Galaxy A08, penerus Galaxy A07 yang datang dengan baterai lebih jumbo dan paket penjualannya ini sangat lengkap untuk tahun 2026. Baterainya tuh sekarang naik ya jadi 6.000 mAh. SOC pakai Helio G99 Plus jadi masih kencang. IP ratingnya itu naik ke IP64 dan OS-nya sekarang sudah One UI 9 Android 17. Jaminan update-nya juga panjang 6 tahun. Kalau kita pakai kacamata 2026 di mana semua harga smartphone naik ya, kamera Samsung kali ini berhasil memberikan value yang sangat menarik. Coba lihat kombinasi kemampuannya tadi, ini harganya masih di bawah 3 juta loh. Tapi namanya A0 Series, ini pasti masuk dalam kelas entry level. Tentunya ada detail yang perlu diperhatikan karena tidak mungkin semua fitur Samsung ada di sini. Lalu kenapa kita bilang ini paket penjualannya lengkap? Nah, biar lebih jelas simak review-nya kali ini. [mendengus] [musik] Ya, Samsung Galaxy A08. Tentunya ini penerus A07 ya. Yang kali ini dia pakai Helio G99 Plus, ini versi yang dioptimalkan dari G99. G99 tahun lalu itu dicela ya karena ngebosenin, wah G99 terus. Tapi 2026 G99 Series ini dirindukan. Malah Samsung sekarang bisa kasih yang versi Plus. Oh ya, di Indonesia yang satu ini hadir dengan dua opsi RAM dan storage yaitu 4/64 yang harganya di 2.999.000 dan yang 4/128 harganya di 3.599.000. Unit yang kami review kali ini adalah varian yang storage-nya 128 GB. Sekarang kita lihat paket penjualannya. Di dalam box utamanya itu ada unit smartphone-nya, lalu ada kabel USB-C to USB-C, ada SIM tray ejector dan paket dokumen. Sebentar, jangan protes dulu. Uniknya, yang satu ini datang dengan box tambahan yang menempel dengan box utamanya. Di dalamnya ada travel adapter 25 watt. Jadi, ada charger-nya, ada charger-nya, ada charger-nya di sini. Dan menariknya lagi, ada case di sini. Lalu, lebih hebat lagi di sini ada earphone type C ya. Ya, tulisannya design for Samsung, ya. Kemungkinan besar bukan diproduksi oleh Samsung-nya sendiri, ya. Tapi disediakan saja sudah ajaib sebetulnya. Dan kalau charger-nya sih jelas itu yang charger Samsung yang tadi. Tapi lagi-lagi ini semuanya sudah luar biasa karena datang dari Samsung di harga segini di akhir tahun 2026. Oke, untuk desain Galaxy A08 ini masih mengusung desain yang mirip dengan pendahulunya. Layarnya masih pakai desain notch. Frame-nya juga menggunakan desain key island di sini dengan area tombol power dan volume up and down yang lebih menonjol. Sementara bagian frame yang lain itu tetap flat, ya. Bagian back cover-nya ini ada perpaduan pola garis vertikal dan horizontal yang akan terlihat dari sudut tertentu kalau kena cahaya. Untuk materialnya ini frame-nya dari polikarbonat. Untuk back cover dia pakai glass fiber reinforced polymer GFR ya, yang memberikan perlindungan yang lebih kuat. Tapi bobotnya tetap ringan. Opsi warnanya itu ada dark blue, green, dan silver, ya. Untuk dimensinya tinggi 167,4 mm, lebar 77,4 mm, tebal sekitar 8 mm. Sementara bobotnya sekitar 195 gram. Bobotnya masih mirip dengan A07 tapi hebatnya ukuran baterainya naik. Nah, untuk ketahanan terhadap debu dan air IP rating-nya itu naik, ya. Jadi IP 64. Itu kalau yang sebelumnya kan IP 54. Jadi masih aman kalau kecipratan air, tapi lagi-lagi jangan dibawa berenang. Sekarang kita lihat sisi kanan. Ini ada tombol power yang sekaligus merangkap fingerprint scanner dan ada volume up and down. Di atas ada mikrofon, di kiri ada SIM tray triple slot di sini. Jadi bisa dua nano SIM plus satu micro SD untuk ekspansi. Di bawah ada audio jack 3,5 mm, port USB C, mikrofon, dan grill speaker. Untuk speaker-nya ini mono, ya. Dan ini wajar karena ini seri A0, ya. Bahkan bukan A1, ini A0. A08, ya. Untuk kualitas suara speaker-nya ya oke-oke saja lah untuk smartphone entry level. Sekarang kita balik ke sisi depan. Layarnya 6,7 inci, panel PLS LCD, resolusinya itu HD plus 1600 * 720 pixel. Refresh rate-nya up to 90 Hz ini adaptif, ya. 30 sampai 90 Hz. Brightness-nya sekitar 657 nits untuk pengujian indoor dan 793 nits untuk simulasi outdoor. Masih cukup kelihatanlah untuk siang hari di outdoor, tapi memang belum ngelawan kalau itu sinar matahari terang banget dan langsung nyontong dari atas ya. Untuk color gamutnya, 99,6% sRGB untuk gamut coverage dan 121% sRGB untuk gamut volumenya. Enggak ada warna-warna lain jadi layar kami uji apa adanya aja. Untuk bezel ini tergolong tebal memang ya, terutama area dagunya. Mungkin sebagian orang akan sedikit gregetan aja lihat bezel yang enggak simetris. Sepertinya yang nulis script ini gregetan ya. Iya enggak Kris? Yoi. [tertawa] Tapi itu cuma di awal aja, seiring pemakaian sebetulnya kita bisa lupa dan perlu diingat ini kan Samsung A0 series jadi ya masih wajar-wajarlah ya. Lanjut di sisi atas layar itu ada ear piece dan ada kamera selfie 8 megapixel dengan model Infinity U. Ini bukanya F2.0 fixed focus perekaman video sampai 1080p 30fps. Beralih ke sisi belakang ini ada kamera utama 50 megapixel F1.8 auto focus tentunya perekaman video sampai 1080p 30fps dan ini tidak ada OIS-nya. Lalu kamera kedua adalah kamera bonus 2 megapixel. Untuk fitur kameranya itu ada ya banyak juga sih namanya Samsung dibaca ajalah listnya nih ya. Lanjut untuk spek internalnya, SOC pakai MediaTek Helio G99 plus ya. Ini adalah peningkatan tipis-tipis dari Helio G99 yang dipakai di A07. Untuk RAM-nya itu 4 GB LPDDR5. Nah ini salah satu pembeda ya antara G99 dengan G99 plus ya. Yang plus itu punya support memori yang lebih kencang ya. Ini LPDDR5 soalnya. Untuk storage 128 GB UFS 2.2 dan tentunya tersedia varian yang lebih terjangkau yang storage-nya 64 GB. Enggak ada lagi opsi RAM 6 GB atau 8 GB atau storage 256 GB seperti di Galaxy A07 ya. Ingat ya ini new normal sudah mencapai akhir 2026 ya sudah kayak beginilah adanya. 64 GB sebenarnya masih cukup kalau hanya untuk instal WhatsApp dan banking ya. Sebaiknya jangan berharap bisa instal banyak aplikasi apalagi game berat zaman sekarang. Jangan ya, walaupun sebetulnya ya SOC-nya masih lumayan mumpuni. Aplikasi sekarang semakin update semakin besar ukurannya soalnya. Kan ada micro SD? Sayangnya kita enggak bisa pakai micro SD untuk instal aplikasi, hanya untuk nyimpan file seperti dokumen, musik, foto dan video. Menurut kami sih yang lebih worth it itu ambil yang internal 128 GB ya, lebih multifungsi lah ya. Untuk kecepatan storage kita tes pakai PCMark, kecepatan tulisnya di 549 MBps dan bacanya di 632 MBps. Wah, ini sih tinggi banget sih ya. Ini menunjukkan bahwa ini kecepatan standarnya UFS 2.2. Ini bahkan cukup kencang untuk standar 2026. Soalnya kita lihat ada eMMC lagi di kelas harga yang segini-gini nih ya, bahkan yang lebih mahal tuh masih ada yang pakai eMMC. Jadi Samsung ngasih UFS di kelas harga segini dan UFS-nya normal speed-nya itu sudah hebat banget. Lalu untuk baterainya 6000 mAh dengan dukungan charging maksimal di 25 watt ya dan charger yang dikasih pula ya. Untuk sensor itu lumayan lengkap ya dan sayangnya tapi tidak ada gyroscope di sini. Untuk maps ya kita masih bisa gunakan tapi ya arah hadap kita jadi agak kurang akurat dan untuk perekaman video jadi enggak ada stabilizer-nya tentunya. Untuk kreativitas nya ini 4G, 2G, 3G, 4G bisa semuanya. Wi-Fi-nya Wi-Fi 5, Wi-Fi sharing sayangnya belum ada di sini. Bluetooth-nya versi 5.3 untuk codec-nya ada SBC, AAC, aptX, LDAC dan tentunya ada SSC yang untuk Samsung ya. Untuk NFC, aduh sayangnya enggak ada di sini. Lalu untuk USB tentunya sudah support OTG. Lalu untuk FM radio ada di sini ya. Catatannya kita harus hubungkan earphone ke jack 3,5 mm kalau mau ngidupin si FM-nya. Kalau pakai earphone yang type C yang jadi bawaannya justru belum bisa ini ya. Nah, untuk security ada fingerprint scanner, ada face unlock dan ada Knox Vault juga di sini. Ya, walaupun A series tapi tetap dikasih Knox Vault ya, mirip seperti Samsung yang kelasnya lebih tinggi. Singkatnya dia memiliki prosesor dan memori khusus untuk menyimpan data-data personal kita seperti fingerprint, PIN dan pola kunci smartphone kita. Jadi lebih aman ya. Fitur auto blocker itu juga ada di sini. Sesuai dengan namanya fitur ini bisa otomatis ngeblok aplikasi berbahaya dan iklan yang mengancam keamanan dari smartphone ini atau akun yang ada di dalam smartphone ini. Jadinya data-data yang ada dalam smartphone itu akan lebih terjaga dan ini mengurangi kemungkinan penyalahgunaan data pribadi. Ini penting ya, karena sekarang itu makin marak yang namanya undangan APK yang beredar di WhatsApp dan lain-lain gitu ya. Kalian yang nonton video ini mungkin sudah paham, tapi di luar sana masih banyak sekali orang-orang yang belum terlalu paham teknologi dan maunya simpel-simpel saja. Terutama mungkin untuk orang tua ya. Nah, dengan fitur ini jadi bisa lebih aman. Untuk OS dia pakai One UI 9, basisnya langsung Android 17. Ini adalah lompatan versi yang cukup jauh dari Galaxy A07 ya, naik dua versi langsung dari A07 yang basisnya adalah Android 15. Karena menggunakan One UI yang versi standar, fitur-fitur khas One UI seperti separate app sound, modes and routines, serta secure folder tentunya ada juga di smartphone ini. Tapi kalau untuk fitur edge panel dan fast USB delivery sayangnya belum tersedia. Untuk update OS, Samsung menjanjikan enam kali update OS versi Android-nya itu bisa naik enam kali ya, luar biasa. Dari 17 lagi mulainya ya, jadi sampai 23 itu ya. Jauh juga ya. Dan ada enam tahun security patch. Jadi ini janji update yang sangat panjang untuk smartphone di kelas harga segini. Untuk AI ada circle to search with Google serta ada akses ke asisten AI Gemini dan ada ke Perplexity juga. Sekarang kita masuk ke pengujian performanya. Nah, sebelum masuk ke benchmark kita mau uji performa tambahan sedikit untuk penggunaan sehari-hari ya, karena enggak cuma kalian kok yang skeptis. Kami juga skeptis sama RAM 4 GB. Apa enggak lemot? Apa masih cukup buat kegiatan harian? Kita coba langsung saja ya, contoh ya. Kegiatan belanja, aplikasinya kan pakai apa? Shopee mungkin, Tokopedia, WhatsApp gitu ya. Biasanya untuk ngecek harga mana yang lebih murah kita perlu pindah-pindah app kan ya. Cek Shopee dan Tokopedia mana yang paling murah, setelah dapat harga terbaik ceritanya kita mau share ke WhatsApp teman kita. Dan di sini kita bisa lihat ya, semua proses masih cukup mulus di sini. Ya, kalau diperhatikan banget memang ada lag saat pindah-pindah aplikasi, tapi cuma dikit banget lah. Yang penting overall ini masih aman. Shopee yang katanya berat saat lagi browsing di dalam app-nya sendiri juga sudah aman ya, kita enggak nemu masalah ya. Mungkin karena pakai G99 Plus tadi ya. Lalu buka sosial media, kita coba scroll satu menit di TikTok lalu pindah Instagram scroll 1 menit lalu pindah Facebook scroll 1 menit. Prosesnya masih cukup cepat tanpa ada app yang tertutup bahkan ya. Lalu kita juga iseng tes skenario upload video. Kita rekam video 1080p 30fps 1 menit upload ke Instagram Story dan ceritanya kita mau lanjut nonton video YouTube. Hasilnya video tetap terproses dengan baik ya, upload di background tetap jalan ya, enggak berhenti di tengah-tengah karena kita pindah aplikasi. Tapi kami menemukan saat pindah ke YouTube video yang lagi diputar tuh jadi agak enggak patah-patah sebentar, sebentar aja kok ya. Sampai IG Story selesai terproses di background baru YouTube-nya lancar lagi. Mungkin ini memang penggunaan yang cukup berat ya. Untungnya cukup tunggu sebentar aja udah lancar lagi. Kemudian keempat untuk gaming ya. Selama game ringan seperti Subway Surfers, Mobile Legends ini masih sanggup tapi ya jangan untuk game berat seperti Genshin Impact atau Watering Web dan yang sejenisnya lah ya, enggak pas. Detail hasilnya kita bisa lihat di bagian pengujian gaming nanti. Ini mungkin bukan pengujian yang cocok untuk dibandingkan datanya dengan smartphone lain karena variabelnya banyak. Yang jelas sejauh ini kami bisa menyimpulkan bahwa RAM 4 giga di A08 ini masih mencukupi untuk berbagai penggunaan ringan. Lagi-lagi kemungkinan besar ini karena prosesornya mumpuni dan dia pakai UFS 2.2 yang kencang. Lanjut untuk benchmark-nya kita sekarang lihat ya. Untuk AnTuTu 11 Lite kita dapatkan skor di 555 ribuan. Untuk Geekbench 7 single core di 678, multi core di 2134. Untuk 3DMark Sling Shot Extreme kita dapat 2466. Untuk 3DMark Wild Life Stress Test base score 1321, lowest score 1315 jadi stability-nya di 99,6%. Untuk gaming kita langsung pakai Subway Surfers. Lancar 60fps tapi belum sampai 90fps memang ya kayaknya terkunci aja. Lanjut untuk PUBG Mobile setting terbuka sampai smooth extreme tapi sayangnya belum yang luar biasa lancarnya. Eh frame rate-nya fluktuatif dari 40 sampai 60fps jadi ya agak nyendat kadang-kadang. Untuk casual gamer masih bisa tapi untuk kompetitif ini belum pas-pas amat. Lanjut untuk Mobile Legends setting-nya rata kanan frame rate-nya di high ternyata masih cukup lancar dan mulus ini di 60fps enggak kerasa ada frame drop. Lanjut untuk Genshin Impact setting-nya lowest 60. Sayangnya di sini game masih belum tergolong yang nyaman dimainkan, eh baik tanpa kipas maupun pakai kipas hasilnya mirip-mirip aja. Memang bisa nyampe 40 FPS, tapi fluktuasi frame rate-nya terlalu tinggi. Ya, ini kebanyakan sih karena RAM-nya tadi memang ya. Biasanya kalau Genshin Impact itu minimum 6 giga RAM-nya. Untuk permukaan layar itu tertinggi di 39 derajat Celcius, lalu untuk permukaan belakang tertinggi di 40 derajat Celcius. Belum yang tergolong panas, masih anget-anget tipis-tipis aja. Overall performanya lebih cocok untuk gaming ringan sih sebetulnya, bukan untuk game berat. Sekarang kita lanjut buat pengujian kameranya. Sekarang saya lagi nyobain mikrofonnya Samsung Galaxy A08 nih. Gimana kualitasnya, teman-teman? Menariknya dia juga udah pakai dual mikrofon. Jadi ada di dua sisi mikrofonnya. Kalau salah satu ketutupan sama tangan kita enggak sengaja, paling enggak enggak bakal hilang-hilang banget suaranya. Suara yang lagi kalian dengerin ini juga suara langsung dari mikrofon smartphone-nya ya. Saya belum pakai mikrofon eksternal. Habis ini kita cobain deh kalau pakai mikrofon eksternal seperti apa. Sebelum itu saya mau update sedikit mengenai kualitas mikrofonnya, untuk mikrofon bawah smartphone-nya ya. Dari segi kualitas suara di sini sebetulnya saya enggak terlalu masalah, bahkan cenderung bagus hasilnya. Cuman saat saya putar dengan speaker kiri kanan, setup stereo, ketika saya dengerin suaranya itu lebih dominan di speaker kiri. Entah kenapa di speaker kanannya itu seperti terlalu kecil suara saya. Dan ini juga bisa dirasain ketika kita pakai earphone kiri kanan, suara saya itu lebih dominan di bagian kiri. Entah kenapa jadi seperti itu. Kalau kita play-nya di speaker mono seperti di smartphone-nya sendiri sih enggak ada masalah. Cuman ketika pakai speaker kiri kanan, entah kenapa lebih dominan di kiri. Entah ini bug software atau apa, semoga mungkin bisa diperbaiki Mas Samsung. Kalau ini adalah contoh suara kalau kita pakai mikrofon eksternal, hasilnya seperti ini. Untuk suaranya sendiri bisa masuk dengan baik ya. Ini saya pakai mikrofon eksternal yang pakai receiver yang dicolok ke USB-C-nya. Nah, tapi ada sedikit beda nih dengan smartphone Samsung lain. Biasanya di smartphone Samsung lain itu ketika kita pakai mikrofon eksternal seperti ini, lalu kita merekam video, itu akan ada notifikasinya recording through USB microphone. Cuman entah kenapa di A08 ini pas kita ngerekam video pakai microphone eksternal seperti ini enggak ada notif seperti itu ya. Tapi untungnya suaranya masih bisa masuk dengan baik. Untuk kamera selfie-nya punya kualitas gambar yang cukup baik. Karakter gambar sedikit over sharpen, ini hal yang umum kita temukan di kelas entry level. Dynamic range standar, area terang overexposed tapi area wajah masih bisa ditangkap dengan baik. Kalau dipakai jalan karena tidak ada EIS atau electronic image stabilizer-nya. Jadi hasilnya memang belum stabil ya. Solusinya bisa stabilkan manual pakai Google Photos. Lanjut ke kamera utamanya, karakternya mirip ya. Cenderung over sharpen. Untuk dynamic range standar aja. Masih ada bagian overexposed terutama di area terangnya. Untuk stabilizer hasilnya goyang lagi-lagi karena memang belum ada EIS-nya ya. Pindah ke low light, untuk kamera selfie-nya masih oke. Detailnya memang sudah menurun tapi masih cukup bersih dari noise dan frame rate masih bisa stabil di 30 FPS. Jadi videonya itu belum terasa patah-patah. Buat kamera utama tekstur gambar jadi seperti ada efek cat air gitu ya. Detailnya memang kurang oke. Tapi di satu sisi noise-nya tergolong cukup bersih dan gambar masih cukup terang. Untuk auto fokus ini hanya bisa di kamera utama dan auto fokusnya bisa berjalan dengan baik. Lanjut untuk urusan fotografi di kondisi cahaya mencukupi hasil fotonya terbilang memadai. Portrait mode hasilnya cukup rapi dan yang kami apresiasi adalah processing HDR-nya tuh masih jalan di sini. Sedikit catatan entah kenapa kami menemukan di mode auto dan portrait mode warna dihasilkan tuh bisa agak beda. Lalu untuk low light karena dia enggak ada OIS-nya kita perlu mengusahakan supaya tangan kita tuh lebih stabil. Shutter speed yang melambat bikin foto jadi mudah blur soalnya ketika low light shutter speed-nya itu melambat. Dan ketika shutter speed melambat itu bikin foto kita jadi lebih mudah blur kalau tangan kita enggak stabil. Buat fitur ekstra ada beberapa. Ada pro mode yang yang kita pakai untuk foto. Fitur ini bisa dipakai di kamera utamanya dan untuk pengaturan manual ISO dan shutter speed-nya bisa kalian lihat di layar saja. Kemudian ada fitur slow mo di sini, enggak ada opsi untuk mengatur resolusi saat merekam, hasilnya itu langsung jadi 720p 120fps. Jadi itu dia kameranya Samsung Galaxy A08. Menurut kami yang perlu diperhatikan cuma stabilizer videonya saja sama usahakan tangan lebih stabil saat lagi foto di low light. Overall kemampuannya tergolong standar entry level dengan keunggulan dia sudah pakai dual mikrofon serta software kameranya intuitif dan mudah digunakan. Oke, sekarang kita lihat pengujian daya tahan baterainya. Untuk YouTube local video playback 1080p baterai habis dalam waktu 25 jam. Hasil yang ya normal-normal saja untuk ukuran baterainya sih sebetulnya. Lalu untuk streaming YouTube 1080p 30fps non HDR selama 1 jam baterai turun 8%. Untuk swipe TikTok selama 1 jam baterai berkurang 6%. Kemudian untuk Genshin Impact selama setengah jam baterai berkurang 9%. Ini lumayan oke untuk standar 6000 mAh tapi lompatannya dari 5000 mAh di A07 tahun lalu tuh belum terasa impresif sih di hasil pengujian kami ya walaupun ada peningkatannya. Lalu untuk charging kita coba tes dengan menggunakan charger 25 watt dari Samsung dan hasilnya untuk mencapai 50% butuh waktu 35 menit. Dari 0 sampai penuh butuh waktu 1 jam 25 menit. Kalau dihitung 30 menit pertama baterai itu bisa terisi di 42%. Ini hasil yang khas banget dari charger 25 watt-nya Samsung. Standar saja enggak bisa dibilang cepat tapi enggak pernah lambat-lambat amat juga. Lanjut lagi untuk Netflix dia sudah L1 support streaming full HD, streaming YouTube video itu bisa up to 1440p 60fps tapi tanpa HDR. Untuk haptic feedback ini standar entry level saja ya belum pas mau dipakai untuk ketik cepat-cepat. Kalau memang kalian bisa tanpa vibrate-nya itu ya dimatiin saja. Oke, untuk harganya Samsung Galaxy A08 ini dijual dengan harga kisaran 2 juta 999 ribu untuk varian 464 dan 3 juta 599 ribu untuk varian yang 4128. Lalu untuk bonusnya ya seperti dibahas tadi ya ada travel adapter yang 25 watt, ada earphone kabel yang USB-C, ada clear case, dan ada bonus kuota akses hingga 300.000 rupiah. Dan smartphone ini sudah tersedia di berbagai kanal penjualan Samsung di Indonesia. Lalu di sini juga ada opsi cicilan dengan DP 0% dan ada bunga 0% mulai dari 200.000-an per bulan melalui pembayaran kartu kredit atau multi-financing. Promo lainnya, ya, cek di kolom deskripsi saja. Kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, soal harga. Ini harganya new normal, tapi coba deh kalian cek HP-HP yang desainnya terbaru di kelas harga segini atau mungkin di kelas harga yang lebih tinggi. Samsung A08 ini malah masih bisa ngasih value yang menarik loh sebetulnya ya. Lalu, resolusi layar. Pasti bilang, "Wah, HD plus." Ya, harga segini HD plus untuk 2026 sih wajar sebetulnya. Dan ini HD plus-nya jauh dari kata burik. Warnanya masih oke banget. Kalau untuk desain layar dan bezel-nya, ini menurut kami memang sudah ketinggalan zaman sih. Ayolah, please Samsung, bisa kali A08 atau A0 series-nya ya diganti jadi pakai punch hole ya. Kemudian di sini enggak ada NFC. Jadi memang enggak bisa untuk fungsi-fungsi NFC yang biasanya buat ngisi e-money dan lain-lain gitu ya, itu enggak bisa langsung dari smartphone jadinya. Lalu di sini tidak ada gyroscope hardware. Rekam video jadi enggak ada stabilizer-nya. Kemudian, RAM 4GB. Jadi ini memang belum pas untuk multitasking gila-gilaan, tapi dari pengujian kami setidaknya beberapa aplikasi harian masih bisa jalan mulus dan lancar. Dikombinasi bahkan ya, bukan cuma satu-satu. Terakhir, perhatikan kebutuhan storage kalian itu seperti apa. Saran kami sih langsung yang 128GB ya. Kalau mau ambil 64GB, pastikan sudah paham risikonya. Biasanya sih enggak butuh waktu lama untuk storage-nya penuh. Jadi kita harus rajin-rajin backup atau bersihin storage. Dan di sini menariknya, baterainya 6.000 mAh sekarang dan sudah cukup awet. Performa kencang di sini ya. Storage-nya UFS ya, bukan eMMC ya. Lalu sudah pakai One UI 9 basisnya langsung Android 17. Lalu jaminan update 6 kali untuk Android dan 6 tahun untuk security patch-nya. Lalu ada fitur keamanan Knox Vault di sini. Dia punya IP rating yang sudah meningkat di IP 64 untuk proteksi terhadap debu dan cipratan air. Layarnya sudah 90Hz. Ada fitur-fitur AI juga, Circle to Search, Gemini, Perplexity juga ada di sini. Lalu ada fingerprint scanner, ada audio jack. Paket penjualannya lengkap banget. Charger ada, earphone dan case juga ada. Jadi pertanyaannya smartphone ini cocoknya buat siapa? Buat yang nyari smartphone kencang untuk kebutuhan aplikasi harian, ini masih oke sih, masih kencang dan responsif. Buat yang nyari smartphone terjangkau tapi dukungan software-nya panjang. Wah, 6 kali Android update, 6 tahun security patch. Dan ini juga pilihan smartphone yang aman untuk orang yang enggak mau ribet. Untuk beliin untuk orang tua misalnya, bakal cocok banget. One UI-nya gampang dipakai, fitur Knox Vault-nya membantu supaya data kita tetap aman. Untuk pengguna A07, apa cocok upgrade ke sini? Menurut kami sih belum ya, apalagi kalau kalian beli yang RAM dan storage-nya besar ya. Ini baru pas untuk pengguna A06 ke bawah ya, atau mungkin kalian yang baru mau nyobain smartphone Samsung tapi budget-nya terbatas. Dan terakhir ini pastinya cocok untuk eh yang mau pakai HP kedua, tapi harus Samsung juga. Nah, ini akan cocok sekali ya. Ya, baterai juga enggak terlalu perlu dipikirin ya karena awet juga baterainya. Pada akhirnya Galaxy A08 ternyata bisa kasih kemampuan yang belum masuk akal kalau kita melihat kompetisi yang ada sekarang, terutama kalau kita lihat dari kelengkapannya. Bagaimana? Kalian setuju enggak?


