Jungkat

3 Juta, Ganteng, Kuat dan Tahan Lama | vivo Y400 (YouTube Video)

  • 04/08/2025

Ini adalah Vivo Y400 yang berani ngelawan hukum fisika karena dia punya desain yang stylish dengan dimensi tipis tapi baterainya badak 6000 mamp yang bisa tahan 2 hari dan dia juga tahan banting plus punya sertifikasi IP6869. Pertanyaannya HP tahan banting emang buat apaan? Terus jangan-jangan baterainya yang gede ini cuman angka doang kalau dipakai beneran enggak tahan lama? Hm. Yuk kita bas. [Musik] Hai Andika, guys. Di sini pernah enggak sih ketika kalian asik-asyik nge-game lagi seru-serunya tiba-tiba pet mati baterainya habis atau lagi scroll TikTok eh dia nyemplung ke wasffel dan mati juga. Apes itu emang enggak ada di kalender ya. Dan kalau kalian ngerasa, ah kayaknya ini saya orang yang apes terus deh. Mungkin kalian bisa nyobain HP yang satu ini. Karena di balik tampilannya yang stylish habis, dia punya kekuatan yang sadis. Kita bahas dari desainnya dulu ya. Kata Vivo, desainnya ini terinspirasi dari HP flagship dan kalau dilihat dan dipegang emang udah kerasa flagship sih ya. Desainnya ini agak mirip sama seri atasnya, yaitu si Vivo V50 Lite. Looksnya minimalis, tapi tetap cakep dan secara berquality. Walaupun memang dia pakai plastik, tapi enggak ada area yang kerasa kopong atau murah. Dan bodinya ini istimewa ya, dia punya dual IP rating 68 dan 69 yang artinya sebenarnya 68 itu bisa dicelupin di air kedalaman 1 m selama 30 menit. Tapi karena ini ada lapisannya lagi dari Vivo, jadi klaimnya bisa kedalaman sampai 6 m. Terus untuk IP69-nya ini dia ini tahan cuaca ekstrem. Jadi mau minus atau temperatur yang tinggi aman. Nah, biasanya demonya itu disemprotin tekanan air tinggi dan masih aman-aman aja. Terus ada fitur water ejection juga. Jadi kalau misalkan enggak sengaja masuk ke dalam air dan speakernya itu gembret, dia ada fitur yang namanya water ejection. Jadi speaker atau portnya yang kemasukan air bakal dikeluarin sendiri airnya. Airnya dikeluarin sendiri. Diksinya kok aneh ya? Pokoknya gitulah. varian warna dia ada dua cakep ungu senja dan hijau tropis. Ungu senja ini bisa membangkitkan keindahan langit senja yang tenang. Hijau tropis menawarkan tampilan yang segar, cerah dengan finishing yang mulus dan mengkilap. Menangkap semangat alam yang hidup dalam nuansa modern dan elegan. Pilihan warnanya bukan sekedar warna tapi ada rasanya. Untuk feel genggamnya sendiri dia nyaman ya. Dimensinya ini pas buat tangan saya dan enggak begitu berat dengan ketebalannya enggak sampai 8 mili dan bobotnya juga enggak sampai 200 gr. Kita lanjut ke bagian layar yang juga menjadi salah satu selling point dari HP midrange-nya Vivo si Vivo Y400 ini. Di kelas midrange yang budget ya Rp3 jutaan, dia udah pakai panel AMOLED 120 Hz ultra terang. Brand lain kebanyakan yang masih pakai IPS ya. Ada sih yang AMOLED tapi jarang. Ukurannya itu 6,67 inch. Pck brightness ultra terangnya ini diklaim bisa sampai 1800 nit. Ultra terang beneran sih di kelasnya yang R3 jutaan. Dan poin menariknya lagi di kelas midrange budget dia punya basel yang super tipis dengan screen to body rasionya itu di kepala 91%. Basel-nya ini jauh lebih tipis dibandingkan seri Y sebelumnya. Dan kalau kita compare sama HP flagship contohnya kayak iPhone atau Android yang lain yang flagship kita ngomongin screen to body rasio atau beasel gak kelihatan loh kalau HP Vivo ini tampak depan kayak HP R jutaan color akurasinya juga cakep di hasil pengetesan kita, color gambutnya juga udah mirip sama HP midrange kelas atas. Di mode standar sRGB-nya itu menyentuh 100%, NTC-nya 91,5%. Tapi kalau pengen yang warnanya bright banget di mode bright ya sRGB-nya itu bisa tembus 140%. dengan P3 100% NTS-nya 97,3%. Untuk brightness kalau tipikalnya dia dapatnya sih di 620 Nit di mana untuk HP Rp3 jutaan memang ultra terang banget sih. Dan dengan color akurasi segitu tadi ya hasilnya gambarnya tajam, warna-warnanya keluar tapi tetap natural. Kalau kita pakai outdoor layarnya juga masih kelihatan jelas. Dan kalau kita lihat layarnya lama aman juga karena dia juga udah punya fitur yang namanya i Comfort. Vivo Y400 ini sebenarnya punya always on display ya, tapi enggak always banget. Biasanya kan 10 detik ya. Nah, ini sayangnya cuman di 5 detik aja untuk AOD-nya. Lanjut ke spesifikasi. Untuk chipsetnya dia pakai chipset Snapdragon 685 yang sebenarnya ini chipset keluaran 3 tahun lalu sih, tapi tahun lalu ini dipakai di HP midrange yang R jutaan ke atas dan sekarang diturunin ke seri midrange budget Rp3 jutaannya. Karena ya bisa dibilang masih relevan lah kalau dipakai di tahun 2025 untuk kelas midrange budget. Tapi yang kurang dari chipset ini memang dia belum support sama 5G. Tapi kalau kita ngomongin performa di kelas harganya memang bukan yang paling kencang ya. Tapi untuk daily aja sih udah oke. Contohnya kayak AnTu. AnTutunya dia dapat skor Rp380.000-an. Dan kita juga udah tes di CPU throttle-nya selama 30 menit. Aman-aman aja enggak ada masalah. Enggak ada throttle. Stability di 3D Mark-nya juga dapat skor di atas 90% semua. Kalau untuk main game game-game ringan aja sih sanggup ya. Contohnya kayak Mobile Legends. Mobile Legends dapat settingannya frame rate super grafiknya ultra jadi bisa running di 90 FPS dan average-nya dia dapat di kisaran 80-an. Maksimumnya bisa tembus di 90. Drop-dropnya sih di 34 fps dan stabil ya. Kalau misalkan ada drop di 34 fps itu ya itu berarti dia kembali ke lobi aja sih. Terus untuk PUBG, PUBG dapat settingannya smooth ultra dan average FPS-nya di 38, drop-dropnya cuma di 35 FPS aman. Genin Impact masih aman juga dengan settingan lowes, tapi ya average FPS dia masih dapat 37, maksimum bisa 57 tapi kalau drop bisa di bawah 30 fps dengan 22 fps. Dan untuk suhu ketika kita coba main game Gin Impact selama setengah jam juga aman-aman aja. Suhu tertingginya itu cuma di 39,8 derajat Celcius di bagian depan, bagian belakang juga di bawah 40 derajat Celcius. Karena untuk sistem cooling-nya di Clim Vivo si dia punya 40.000 large cooling area ya yang ya itu mah klaim aja sih tapi setelah kita buktiin memang di bawah 40 derajat celcius jadi dingin. Nah ini dia nih bintang utamanya baterai karena untuk dimensi yang enggak sampai 8 mili baterainya cukup jumbul ya. Dia melawan hukum fisika karena ada teknologi dari Vivo yang namanya Blue Folt yang bikin HP tipis itu bisa punya dayaan baterai yang gede 6.000 mAmz. Dan selama kita pakai kalau digunain hanya untuk Mobile Legends tipis-tipis ringan gitu tanpa Gensin Impact ya dia bisa tahan sekitar 2 hari. Di datan baterainya kalau untuk game Gensin Impact 30 menit itu cuma berkurang 7%. 7% aja ya biasanya lain itu 12 sampai 15% ini bisa 7%. Terus kalau PUBG 30 menit berkurang cuma 5%. Mobile Legends 30 menit juga berkurang cuma 50%. Dan karena terlalu awet, kita cobain juga untuk record video 1080p 30 fps 30 menit dan berkurangnya cuma 8%. Gila sih emang af banget. Untuk charging-nya kita dapat charger 44 wat flash charge yang diklaim 1 sampai 50% itu cuma butuh waktu 30 menit. Kalau untuk full charge-nya sih pas kita tes dia butuh waktu sekitar 1 jam 27 menit ya. Tapi memang ketika 80% ya dia bakalan turun 90% lebih turun lagi. Jadi untuk ngecas 0 ke 80 cepat tapi 80 ke 100 memang agak lama. Oh ya, dan pertama kalinya ya di HP midrange budget R jutaan Y series Vivo menanamkan fitur bypass charging. Jadi enggak melulu harus HP gaming performance yang punya bypass charging. Tapi di Vivo Y series ini Vivo Y series pertama loh yang punya fitur bypass charging yang artinya baterai yang blueot gede tadi itu bisa lebih awet karena kan enggak melulu ngecas ya. Jadi dia dibypass langsung ke MBUnya, artinya baterainya jadi enggak panas dan jangka panjangnya lebih awet. Lanjut kita bahas kamera. Untuk main kameranya di kelas Rp3 jutaan juga cukup oke karena dia pakai sensor dari Sony 50 megap AMX852. Sensor ini udah kebukti di kelasnya bisa hasilin foto dengan kualitas gambar yang solid. Detailnya juga cakep. Akurasi warna kalau buat daily aja aman. Buat yang suka point shoot aja tanpa atur-atur mode pro langsung upload sosm aman juga. Lolet-nya emang masih ada beberapa noise dan detail yang hilang tapi masih cakep kok, enggak overbik. Terus ada kamera dep megapel buat bonus ketika kalian pakai putrit bakal lebih bagus. Dan kamera selfie-nya di 8 megap cukup juga buat video call, buat selfie. Tapi ya jangan expect kayak di Vivo X series ya. Dynamic r-nya enggak yang luas gimana gitu. Tapi sekali lagi buat kelas Rp3 jutaan masih lumayan. buat video depan belakang bisa full HD 30 fps, cuman bedanya yang belakang ada fitur stabilization yang bikin gambar lebih stabil, tapi ya kayak stabilizer pada umumnya dia jadi kayak nge-crop gitu kalau fitur ini diaktifin. Untuk fitur lain konektivitas yang wireless-nya dia pakai Wii 5, Bluetooth-nya pakai Bluetooth versi 5, NFC ada. Fingerprint-nya juga udah under display, dan sensor-sensor lainnya juga lengkap. OS-nya pakai Fantouch OS yang base-nya Android 15. Kalau untuk iklan jelas gak ada di sini ya. Kalau untuk bloodware sih masih ada tapi di angka yang wajarlah 4 sampai 5 dan masih bisa diuninstall juga. Kenapa banyak blotware? Karena biasanya memang TKDN itu butuh bloodware juga. Speakernya udah stereo dan dia udah ada fitur audio booster yang bisa kita pakai buat nge-boost volume dari HP-nya. Bisa sampai 200% kalau dibuat call dan 400% kalau kita buat entertainment. Dan 400%-nya ini enggak yang gembret gimana gitu. Kira-kira kayak ginilah kualitasnya. [Tepuk tangan] Nah, di software Fun Touch OS-nya ini juga ada beberapa fitur AI yang dari seri X turun ke seri Y. Di antaranya ada AI caption. Ini yang baru sih di seri Y ya. Jadi kalau misalkan kita lagi nonton video YouTube atau apapun lah, video di manapun, kita bisa aktifin live caption-nya. Jadi bakal otomatis dia ngekstrak dari video jadi teks dan langsung ditampilin sebagai caption. Ada AI Note Summary juga buat kalian yang suka meeting. Ada transkript Assis seperti biasa. Iris 2.0 ada juga. Secret to search juga ada. Lumayan lengkap di harga Rp3 jutaan. Okelah, jadi cukup segitu aja review dari Vivo Y400 yang dia ada 2 SKU ya, harganya Rp3 jutaan semua. Jadi yang 8128 itu di Rp3.199.000 dan 8256 selisihnya cuman sekitar Rp300.000 di 3499. Kalau saya sih bakal pilih yang 8256 ya, karena selisih Rp300.000 saya dapat double storage. Dan kesimpulannya apakah dia worthed untuk dibeli? Kita coba lihat dulu kelebihannya ya. Kelebihannya jelas dari desain dan warnanya dia cakep. Bit quality-nya juga solid, double up rating juga. Tahan banting yang biasanya untuk IP rating 6869 itu harganya bisa R juta up lah. Layarnya juga AMOLED dengan beasel super tipis. Basel-nya ini benar-benar kayak HP flagship. Color akurasinya juga cakep. tembus di 100% sRGB di semua mode dan bahkan mode bright tembus 100% lebih. Brightness-nya ultra terang dengan refresh rate-nya 120 Hz. Performanya memang bukan yang paling kencang ya, tapi setelah kita tes seperti yang kalian lihat tadi, dia enggak ada throttle sama sekali dan suhunya dingin. Baterainya badak 6000 mamp bisa tahan 2 hari untuk pemakaian yang kalian pakai terus ya bukan idle. Terus ini adalah seri Y pertama yang ada bypass charging-nya. Kamera juga lumayan bagus terlebih di kamera utamanya. fitur-fiturnya lengkap, bahkan fitur AI-nya juga udah oke. Enggak cuma gimmik yang asal ada aja. Kalau kita mainin kekurangan paling ya fast charging-nya ya, bukan yang kencang-kencang banget. 44 watt flast charge-nya untuk ngecas 6000 mAh tapi 0 ke 50% cuma butuh waktu 50 menit. Tapi kalau full memang 1 jam lebih sih. Kekurangan lain sayangnya dia masih 4G. Selfie kameranya menurut saya agak kurang. Terlebih lagi untuk low light. Beauty di kameranya itu kayak berasa kebanyakan aja sih buat saya. Mungkin karena saya enggak suka tipikal yang kayak terlalu cantik gitu ya. Mungkin kalau cewek-cewek bakal suka. Tapi overall Vivo Y400 ini bakalan cocok untuk pelajar atau pekerja kantoran yang mobilitasnya tinggi banget. Jadi enggak perlu repot cari colokan terus. Dia juga udah punya sertifikasi dual IP rating 6869 yang tahan banting juga. Mau hujan-hujan deres kayak apa, banjir Jakarta terjang aja. Jadi intinya kalau cari smartphone yang bisa diandalkan, tahan banting, baterai awet, dan punya fitur AI yang bikin hidup lebih mudah, si Vivo Y400 ini bisa jadi pilihan yang lumayan solid dan patut dipertimbangkan di segmennya. Dan memang sesuai dengan tagline-nya ya, enggak habis-habis baterainya ya. Kalau stoknya sih enggak mungkin tagline-nya enggak habis-habis kan. Harus habis kalau stoknya. Saya Budi and see you on the next video.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Vivo

Vivo menghadirkan smartphone dan perangkat pintar dengan kamera canggih serta desain stylish. Vivo dikenal dengan teknologi fotografi inovatif, performa andal, dan fitur modern untuk kebutuhan komunikasi, hiburan, dan produktivitas.

Vivo Y400

Vivo Y400 hadir di Indonesia sebagai smartphone yang dirancang untuk memberikan keseimbangan antara desain modern, daya tahan tinggi, serta performa yang stabil untuk aktivitas sehari hari. Perangkat ini menjadi bagian dari lini Y Series yang dikenal menawarkan fitur lengkap dengan fokus pada kebutuhan penggunaan harian. Vivo menghadirkan smartphone ini untuk...