3 Jutaan 5G ?! Di kondisi Ini ? Dah, Beli Aja ! Review Moto g37 (YouTube Video)
Sejauh ini kayaknya HP R jutaan yang paling allrounder cuma ini deh. Karena di harga Rp3 jutaan dia udah 5G. Dan di brand lain biasanya di Cllash harga Rp3 jutaan di kondisi seperti ini biasanya cuman satu atau dua selling point yang menonjol. Tapi HP ini enggak. Dia berani tampil beda. Enggak cuma ngejar satu fitur buat dipamerin, tapi hampir semua partnya kalau dinilai masih cukup balance lah mulai dari chipset, layar, kamera, bahkan sampai speakernya. Tapi di kondisi sekarang, HP dengan harga Rp3 jutaan, kita sebagai customer itu patut bertanya-tanya kok masih ada ya? Kira-kira apa yang disunat? Apakah komprominya ini ada yang fatal sampai kita pengin banting HP atau masih di tahap yang bisa ditolelir dan tetap bikin PD atau malah bikin pusing kayak MB? [berteriak] Hai Andika, guys. Di sini kenalin ini adalah Motorola G37 HP R3 jutaan yang menurut saya saat ini sangat menarik. Kenapa menarik? Karena di range harga yang sama biasanya brand-brand lain itu mainnya masih Uni City series [musik] kalau enggak MediaTG99. Tapi Motorola langsung ngasih kita di City 6300. [musik] Ya, mungkin 1 tahun lalu atau 2 tahun lalu hal ini bakalan kalian bully. Tapi di kondisi sekarang brand berani ngasih harga Rp3 jutaan aja kita harus angka topi karena udah jarang yang berani jual di Rp3 jutaan. Apalagi dia udah ada Men City 6300 plus udah ada 5G. 5G ini G-nya generation ya, bukan gerung. Karena kalau gerung itu ya yang masuk kabinet kemari. Sebenarnya si Mediach Dam City 6300 ini bukan chipset yang tujuannya buat kencang-kencengan. Tapi meskipun enggak [musik] kencang dibanding dua chipset tadi, secara experience performa lebih nyaman lah ya. Buka tutup aplikasi berasa lebih smooth buat scrolling, chatting, atau main game ringan juga gak patah-patah. Tapi yang diunat pertama itu ada di [musik] memori RAM-nya. RAM-nya dia ada di 4 GB dengan storage 64 GB. Mungkin kalian ngerasa, "Wah, ini zaman kapan nih storage RAM kayak gini?" Dulu saya sempat bilang, "Wah, HP dengan 4 g 64 GB kalau harga Rp3 jutaan enggak mungkin laku." Tapi di kondisi sekarang, sulit sih. Untuk brand aja yang berani ngasih harga Rp3 jutaan menurut saya sekarang patut diapresiasi. Tapi untungnya Motorola masih ngasih slot micr SD ya. Jadi misalnya seterusnya kurang masih bisa nambah dan menurut saya sih pasti kurang sih 64 GB. Kalau untuk performanya ya bisa dibilang okelah untuk harian kayak skor Anutunya itu di Rp600.000-an Geek bench 6-nya kalian bisa lihat di sini dan stability-nya pas kita tes karena memang chipsetnya bukan chipset yang kencang-kencang banget dan tuningnya Motorola ini cukup bagus. Jadi pas kita tes di space test lolos dengan skor 99,7%. Kalau untuk main game ya asalkan game casual sih oke ya. Kayak contohnya PUBG dia dapat average FPS 54 dengan setting [musik] smooth extreme Mobile Legends graphic high frame rate high. Dia dapat average FPS di 57-an. Nah, yang menarik di sini nih [musik] suhunya karena pas kita tes di stres tadi juga lolos. Suhu flir permukaannya juga aman. Pas kita tes terus estafet main game dia suhu luarnya cuman 37 derajat celcius baik depan ataupun belakang. Jadi anget aja enggak. Kompromi kedua ada di bagian layarnya ya. Dulu Rp3 jutaan layar kita bisa dapat full HD plus atau AMOLED, tapi sekarang susah. Jadi si Motorola G37 ini pakai panel IPS 6,67 inch XD Plus. Yah, kok masih XD Plus sih, Bang? Tunggu dulu, ya. Ada fitur tambahannya walaupun layarnya ini masih HD plus. Pertama, refresh rate-nya udah di 120 Hz. [musik] Jadi, buat pemakaian visualnya berasa lebih smooth, animasinya juga smooth. Terus ada color boost juga biar warna yang ditampilin jadi lebih gonjreng. Udah ada proteksi Corning Gorilla Glass 7i juga. Plus udah ada fitur water touch yang bikin layarnya masih responsif. Meskipun tangan kita dalam kondisi basah, meskipun kita ketangkap kondisi basah, itu beda sih. Itu beda metaform. Buat yang sering aktivitas odor pas siang kayak ojol, kurir, dan lain-lain juga aman. Karena HP ini punya pick brightness sampai 1050 Nit yang kalau dipakai di bawah matahari masih kelihatan lumayan jelas. Dan Motorola ngebayar kompromi dari layar yang XD Plus ini dengan color akurasi yang menurut saya masih sangat lumayan. Karena pas kita tes pakai Kalman sb-nya itu di 96,7% volumenya 130%. Adobe P3 kalian bisa lihat langsung di sini. Dan untuk tipical brightness need nits-nya itu di 488 masih oke juga. Tapi memang karena XD Plus-nya ini kalau misalkan kita nontonnya benar-benar agak dekat ya gak kayak layar full HD sih, tapi soal warna aman dan kalau kalian entertainment speakernya di kelas harganya ini juga lumayan. Karena speaker dari Moto G37 ini udah dibekali stereo speaker ya. Jadi ada dua speaker dengan Dolby Atmos. Untuk kualitas suaranya, coba kalian dengar sampel ini deh. [musik] Dan selain yang kita lihat dan kita dengar dari sebuah HP yang kita pegang desainnya, desainnya ini cakep banget. Desainnya khas Motorola lah dengan back covernya itu ala-ala leather gitu. Terus karena leather jadi feel genggamnya enak untuk ukuran HP yang layarnya lumayan gede. Dimensinya emang lumayan panjang dan lebar. Tapi bodinya ini lumayan tipis. Jadi pas dipegang enggak berasa gendut. bahkan ketika pakai case-nya dan case-nya ini enggak case [musik] transparan gitu ya, jadi disamain dengan warna back covernya. Terus pas dipakai dengan satu tangan, kalau tangan saya sih jempolnya masih bisa ngejangkau [musik] bagian keyboard paling ujung ya. Cuman ya agak effort sih, tapi karena HP ini tergolong ringan, jadi kalau dipakai dengan satu tangan masih enggak gampang capek lah. Kalau untuk build quality sih Motorola yang saya suka dengan leathernya ini ya walaupun backovernya kalau kita ketuk ini kerasa plastik ya, tapi masih solid enggak yang kopong gitu. Plus dia juga udah punya standar militer 810H. Jadi kalau misalkan gak sengaja jatuh kayak itu tadi ya, itu tadi sengaja sih. Dia masih aman-aman [musik] aja. Varian warnanya jujur menurut saya juga bagus-bagus sih. Kayaknya target marketnya memang ke Gensi Gensi deh. Karena warnanya seperti biasa Motorola itu terinspirasi dari warna panton dengan warna yang agak susah ya penyebutannya. impenetrable Kepri dan Nautical Blue. Nautical Blue ini yang kita pegang ini. Dan kalau kita lihat warnanya itu beda [musik] dengan HP yang lain. Dan desain kalau kalian HP-an gini, wah langsung kelihatan. Wah, itu pasti HP Motorola tuh. Cuman Motorola seri apa ya? Karena biasanya desainnya mirip-mirip aja. Kalau di bagian depan terutama basel sebenarnya di kelas yang sama masih ada yang lebih tipis [musik] cuman bezel segini masih oke lah ya di kelasnya. Yang paling penting kamera depannya udah cuma bulat gini bukan pakai water drop. Tapi sayangnya memang di bagian bawah dagunya agak lebih tebal. Yang patut dicurigai malah ini nih kan kayak seolah-olah dia punya empat kamera ya. Padahal kalau kita lihat di spesifikasinya [musik] kameranya itu cuman satu aja. Nah, tiga yang lainnya ini apa? Masa lalat? Kan enggak mungkin. Jangan-jangan di sini nih kompromi besarnya [musik] nih. Coba kita lihat ya. Nah, ternyata pas saya cobain empat bulutan yang ada di modul kamera ini emang benar-benar berfungsi buat foto dan video. [musik] Cuman min kamera sama flash-nya aja. Gelutan lain dibuat kayak two inone one light sensor sama apa ya? Kayaknya [musik] cuman tulisan aja deh. Enggak ada apa-apanya. Gimik. Jadi kalau kalian carinya HP yang ada tele ultrawide ya bukan Motorola ini sih. Motorola yang seri lain banyak tapi gimana kualitas main kamera dan juga selfie kameranya? Langsung aja sama. Azura. Oke, ini adalah kamera belakang dari Moto G37. Ini kalau soal gempa, dia enggak terlalu gempa, tapi lumayan sedikit kelihatan gempanya. Terus kalau dari resolusi dia tuh maksimal ada di 2K 30 FPS. Nah, kalau dari walna dia tuh cukup ok lah ya. Enggak sama dia dibikin ovolly satulated atau jadi puyeh gitu, enggak. Jadi hijau masih cakep. Terus kalau soal fokus kita coba lihat apakah dia fokusnya loncat-loncat nih. Tuh enggak sih enggak loncat-loncat ya kayak sama dia enggak tiba-tiba pindah ke belakang atau ke depan gitu. Masih okelah. Terus kalau kita coba lihat perpindahan fokusnya sekarang nih ada daun di sini terus kita shoot ke belakang tuh enggak yang kayak patah gitu buat dia ngefokusin lagi tuh masih cakep lah ya. Terus kalau soal dynamic cl ini memang masih agak mendung ya di sini, tapi dia masih bisa menangkap cahayanya terus sama gelapnya itu kayak kontrasnya masih bagus. Jadi enggak dibikin yang terlalu jadi kehilangan tekstur si awan gitu enggak. Jadi masih okelah ya. Ini adalah kamera depan Dali Moto G37. Kalau dari gempa dia enggak yang terlalu gempa banget. Terus dari skin tone dan warna itu masih kelihatan natural. Enggak yang dibikin putih banget atau gimana gitu. Cuman kalau dari tekstur itu sama dia kayak dibikin oval enggak tahu ya, aku ngasanya sih over proses gitu. Jadi kayak tekstur-tekstur yang sebenarnya enggak begitu kelihatan tuh jadi lebih kelihatan gitu. Terus kalau dari dynamic luh kan awannya masih kelihatan terus habis itu kayak langitnya masih biru enggak jadi putih banget apa gimana jadi masih oke lah walaupun ini lagi celah banget gitu kan. dan perpindahan dari telang ke gelap itu dia juga enggak kayak terlalu patah kayak gitu. [tertawa] Terus surprisingly sih sualanya juga cukup oke ya. sama ini dia resolusinya tuh maksimal di 2K 30 fps. Lanjut ke baterai. Baterainya seperti yang saya bilang tadi, Motorola G37 [musik] ini positioning-nya all rounder ya. Jadi dia enggak bikin baterainya itu 6.000, 7.000, bahkan 10.000 [musik] mamp. Jadi baterainya di atas standar dikitlah ya, dengan 5.200 mamp yang pas kita tes PUBG 10 menit dia berkurang 4%, Mobile Legends 10 menit berkurang 2%, TikTok dan juga YouTube 10 menit berkurang 2%. Kalau dibilang awet enggak juga karena biasanya sampling kita YouTube dan juga TikTok 10 menit itu cuman berkurang 1%. Tapi okelah, bukan yang awet banget. Terus fast charging-nya kita dapat di 20 watt yang pas kita gunain untuk ngecas 0 ke 100% itu butuh waktu sekitar 1 jam 50 menit. Nah, yang saya suka dari Motorola bukan desainnya aja yang hampir mirip di kesemua serinya, tapi fitur-fitur yang biasanya ada di HP flagship-nya itu juga diturunkan [musik] ke entry levelnya. Kayak contohnya ada Think Shield for mobile dan juga moto secure ya. Think Shield ini sederhananya adalah lapisan keamanan dari Motorola yang dirancang [musik] buat ngebantu melindungi perangkat dan data kita. biar data kita dan aktivitas kita itu lebih aman. Jadi kalau misalkan [musik] kalian tiba-tiba dikirimin undangan APK, dia diblokir gitu sama dia ya. Karena biasanya market-market HP inilah yang gampang di link basis. Sementara kalau moto secure ini lebih ke kumpulan fitur keamanan dan privasi yang bisa kita setting sendiri ya, kayak nge-setting hal-hal yang berhubungan dengan privasy, aplikasi, koneksi, dan lain-lain pas HP-nya dipakai. Selain itu juga ada Smart Connect ya yang udah pernah kita demo juga. Jadi, Smart Connect ini enggak perlu kalian punya laptop Lenovo atau harus tablet Lenovo, enggak. Asalkan di device yang lain kalian download Smart [musik] Connect juga fitur-fiturnya tadi juga bisa terhubung dengan HP yang diinstal Smart Connect juga. Smart Connect ada apa aja ya? Hampir kayak ekosistem biasanya ya. Kopas dari device ini ke sini dia dijadiin webcam bisa dijadiin kayak emulator. Bahkan kalian main PUBG di laptop kalian kalau pakai Smart Connect ini juga bisa. Terus untuk OS dia pakai Android 16 yang pendekatannya cukup clean ya. Jadi, F-nya [musik] masih dekat sama stok Android dan tampilannya enggak terlalu banyak dirombak. Aplikasi bawaannya [musik] enggak terlalu banyak. Jadi, RAM 4 gig terasa masih masuk akal di Motorola [musik] G37 ini. Walaupun enggak yang terlalu satset sih, tapi masih yang laginnya itu masih bisa ditolerance. Dan biasanya HP kalau pakai RAM 4 gig AI-nya itu enggak bisa dipakai. Tapi ini bisa loh kayak circle to search ada. G the mini shortcut ada juga. Plus konektivitas jaringannya udah 5G, cuman Wii-nya masih pakai Wii 5 dan Bluetooth-nya versi 5.4 ya. Terus kalau untuk sensor dia juga udah lumayan lengkap. Ada fingerprint, gyo, NFC, proximity, dan lain-lainnya juga masih ada. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Motorola G37 yang menurut saya di kelas harga Rp3 [musik] jutaan, dia memang enggak bikin kayak satu yang paling menonjol kayak baterai atau layarnya AMOLED, enggak. Tapi semuanya dibikin rata, balance, all rounder lah kalau bahasa kerennya. Dari sisi performanya ada Mediatch Diamond City 6300 [musik] yang enggak kencang tapi udah 5G. Layarnya juga udah 120 Hz dengan brightness tinggi. Kameranya emang cuma satu tapi masih oke kalau dipakai untuk kebutuhan foto atau video sehari-hari. Kalau cuman sekedar upload di sosemate aja aman. Terus audio udah stereo, ada Dolby Atmos ditambah durability-nya udah [musik] standar Militag. Tapi seperti yang saya bilang tadi, kompromisinya juga patut kalian pertimbangkan ya. Kayak contohnya, RAM-nya cuma 4 GB, storage-nya 64 GB, layarnya masih HD Plus, dan charging-nya itu masih di 20 watt yang ngecas kapasitas 5.200 aja, butuh 1 jam 50 menit. Untuk harganya tadi kan saya bilang di Rp3 jutaan dan saya kasih kode harganya itu mirip-mirip dengan serinya ya G37 G37 harganya itu di Rp3,7 juta. Apakah harganya itu jadi penentu serinya sekarang Motorola? Tapi nanti di tanggal 7 Oktober dengan harga 3,7 juta ini [musik] kalian dapat keuntungan sampai Rp2 juta karena ada bonus dari IM3, Vision Plus, Mr. Aladin, dan DMS Plus. HP ini juga mulai bisa kalian beli itu di tanggal 10 Oktober ya. Nanti untuk info lengkapnya atau link pembelannya di pojok kiri atau di deskripsi. Langsung aja saya di K stay Budi and see you on the next video.
