Jungkat

3 TAHUN PAKAI MOBIL LISTRIK IONIQ 5 SELAMA 64RB KM! (YouTube Video)

  • 28/03/2025

Oke, halo semuanya. Kembali lagi di Vlog Du Anif. Ya, hari ini kita mau bahas mobil yang sangat spesial buat hidup gua, ya. Karena ini adalah mobil listrik pertama gua dan juga ini mobil mungkin bisa dibilang mobil paling mahal yang gua beli yang dipakai buat pribadi ya. Karena ini kan harganya R80 pertama kali keluar. Sedangkan Jaris itu waktu pertama kali keluar harganya Rp850 juta ya. Dan mobil ini sudah kita pakai 3 tahun ya dari tahun 2022 sampai 2025. dan sudah menempuh jarak 64.000 km alias kalau misalkan dibagi per tahun sekitar 20.000 km per tahun. Nah, pertanyaannya bagaimana ee rasanya mobil ini setelah 3 tahun? Bagaimana baterainya? Apakah tahan atau enggak? Dan bagaimana dengan keawetannya? Apa aja masalahnya selama kita punya mobil ini? Oke, kita mulai dari eksterior dulu ya. Kalian bisa lihat pasti paling notice pertama itu di sini ada e kayak semacam air-air gitu lembab ya. Karena dulu di sini pernah ketabrak e codet, lampunya pecah. Nah, yang ini cuma kena sedikit, habis itu dipair. Nah, ini kalau ganti itu sekitar Rp3 jutaan. Kalau copotan asuransi sekitar R jutaan. Dulu waktu pertama kali di-pair itu benar-benar bagus, enggak ada bekasnya. Cuma setelah dipakai lama jadi kelihatan lah. Jadi kalau misalkan mau ganti sebaiknya bukan yang bekas asuransi. Terus kelistrikan dan lain-lainnya semuanya juga masih aman. Gua belum pernah mengalami kerusakan kayak misalkan di lampu, head unit, power window atau apapun itu semuanya masih bagus. Terus juga kemarin gua baru mengalami yang namanya aki soak. Yes. Jadi mobil ini tetap masih ada akinya atau kalau di luar negeri tuh dibilangnya baterai 12 volt. Jadi meskipun dia mobil listrik, dia tetap punya aki atau baterai 12 volt yang posisinya di sini ya. Loh, belum dipasang ternyata. Ini ini kita baru ganti gantinya itu awal bulan Maret ya ee sekitar beberapa minggu yang lalu ya. Karena sekarang tanggal 15 ya, 14. 14. Sekarang tanggal 14. Kemarin gua awal-awal ganti dan akinya ini cukup susah dicarinya karena dia tipenya 5621 LN2 MF ya. Jadi, e di Klaten pun juga enggak banyak. Dan dia itu cara buka akinya itu lewat baut di bagian bawah karena dia kayak ada di bawah itu ada ee pengaitnya. Dia enggak ada dari atas gini tuh enggak ada. Kan biasanya dari atas gini ya suka ada tiang gitu dia enggak ada. Jadi akinya sangat rapi, bagus. Cuma memang nyarinya agak sedikit susah dan harganya juga enggak murah. Tapi ya masih di bawah Rp3 jutaan lah, enggak sampai Rp3 juta ke atas seperti mobil yang udah pakai start stop. Dia akinya aki kering seperti pada umumnya. Terus ini juga harusnya kita pasang ya. Kemarin lupa buru-buru kemarin sebelum gua ganti aki. Jadi mobil ini kalau akinya sudah rusak dia itu bukan mati ya kemarin ya, tapi pas kita masuk ke dalam mobil kita starter dia instrumen semua masih nyala. Cuma dibilangnya harus replace aki 12 volt-nya. Jadi kalau misalkan akinya enggak diganti, dia enggak bisa jalan. Jadi pastikan ke mana-mana bawa power bank jumper ya. Dan waktu udah dinyalain power bank jumpernya, ada kereta ya. Dan waktu udah dinyalain power bank jumpernya itu kita langsung ke toko aki cari aki buat ganti di mobil ini. Dan ngomong-ngomong soal penggantian aki biasanya beberapa mobil itu kan kalau mau ganti aki tuh ada trik-trik khususnya ya. Di mobil ini enggak ada. Jadi gua tanya dulu sama ee bengkel Hyundai ya. Ini kalau mau ganti aki bisa langsung replace aja atau ada electrical yang mesti dijumper atau semacamnya. katanya enggak ada. Jadi langsung diganti aja. Habis itu ngobi bisa jalan dengan baik. Nah, kemudian di sini ada cairan radiator ya. Jadi ada yang warna pink, ada warna putih. Ini pendingin buat baterai dan pendingin buat motor listrik. E gua lupa tepatnya yang mana yang buat baterai atau mesin yang pink atau yang putih, tapi tiap 60.000 km itu mesti dikuras. Dan kalau misalkan kita mau kuras air radiatornya itu sekitar e 2 sampai R jutaan di bengkel resmi Hyundai. Gua lupa tepatnya berapa ya. Jadi kenapa agak mahal? Karena ini cairan radiator khusus. Dia itu e enggak konduktif. Jadi kalau misalkan ada kebocoran arus dia tuh enggak nyetrum si cairan radiatornya. Ini emang agak sedikit beda ya. Sama ini kayaknya udah butuh didetailing ya. Kayaknya mesti bawa ke Autonet Care karena sudah kotor sekali. Namanya juga mobil dipakai. Oke, ini logonya kita ganti warna hitam ya. Dan ini kemarin pernah diwrapping ee si mobilnya jadi warna putih. sekarang sudah dibalikin lagi karena pernah disewa buat G20. Nah, ban mobil ini bannya mahal sekali. Kalau kalian mau beli itu sekitar 4 sampai R jutaan per pisnya. Sekarang udah banyak ban buat Ionic 5. Kenapa dia mahal? Karena dia pertama ban khusus EV. Ban khusus EV itu kalau kita buka dalamnya dia tuh kayak ada busa-busanya biar enggak berisik. Dan yang kedua, ban ini ukurannya R20. Jadi meskipun mobilnya kelihatannya paling 17, 18, enggak. Ini R20 ini tuh gede banget ya. Jadi ban R20 semurah-murahnya ya pasti di atas R2 jutaan lah. Dan ada banyak sekarang pilihannya. Nah, kebetulan ini dari pertama sampai sekarang belum pernah ganti. Dan kalau kalian lihat nih kembangnya masih bagus ya. Tuh ini belum waktunya ganti. Dan dia enggak makan dalam juga. Jadi kembang dalamnya pun juga masih bagus baik luar maupun dalam. Cuma kalahnya ini ban tuh agak sedikit retak ya. Jadi kalau kita lihat lebih detail, dia tuh ada retak-retak halus di bagian pinggir kiri kanan. Begitu pula juga di belakangnya nih. Ada retak-retak halus di bagian sini. Tapi secara overall kondisi bannya ya ini ada indikatornya di bagian tengah sini itu masih dalam. Jadi belum perlu saatnya ganti sebenarnya masih bagus sekali. Nah cuman dari yang udah-udah biasanya eh Ionic yang diut car kan ada juga yang lain ya. Itu rata-rata di 50.000 1000 km itu sudah minta ganti ban depan sama belakang sudah habis. Tapi itu kembali lagi ke bagaimana kalian bawa mobilnya. Semakin kalian sering hardbreaking, semakin sering kalian ngebut, dan semakin sering kalian belok-belok tajam kecepatan tinggi, tentu saja ban akan semakin cepat habis. Udah gitu mobil ini juga berat kan mobil listrik ya. Baterainya sekitar 70 kWh. Jadi karena enggak enteng tentu saja bannya cepat habis. Jadi bayangin kalian pakai Yande Ionic 5N yang ring 21 lebih berat lagi baterainya lebih gede lebih kencang pula itu satu bannya berapa kira-kira? Nah, bagasi belakang ya. Ini mobil dari dulu masih keren aja ya bentuknya ya. Jadi beberapa mobil mungkin udah rasanya udah kelihatan kuno ini tuh masih keren. Nah, mobil ini beberapa Ionic 5 itu punya keluhan di mana belakangnya itu bunyi create-kriate tapi di mobil ini enggak. di mobil yang lain tuh ada ya. E di RKER tuh ada yang create-create. Create-create itu dari bagian sini sama bagian sini. Nah, lucunya kalau mau create-create-nya hilang itu enggak cuma bisa dikasih ee pelumas atau semacamnya, tapi dikasih bantalan lagi. Kalian bisa cari di Tokopedia gitu ya atau semacamnya. Cari Ionic 5 pintu belakang. Nanti ada yang jual kayak bantalannya gitu. Masangnya gampang. Tinggal dibuka, ditempel, baru dimasukin bagian sini sama bagian sininya. Dan ajaibnya ternyata beneran hilang suaranya. Suara kreat-kretnya hilang. Cuma mobil yang ini alhamdulillah sampai sekarang enggak ada bunyi kreat-kreat di bagian belakangnya. Nah, ini karpet juga udah kita ganti ya. Kita tambahin pakai LFtech ini. Dan dulu gua pengen banget beli T no cover-nya. Jadi di belakang itu ada separasi gitu ya. Cuma dulu kan harganya Rp2 juta, Rp3 juta mahal ya. Sekarang udah ada yang jual di bawah Rp1 juta cuma barangnya belum datang. Gua udah pesan. Enggak tahu deh barangnya bagus atau enggak. Tapi kalau karpet ini sih bagus banget dan kepakai ya dia fit finish-nya bagus. Nah, bagasi bawahnya ini udah kita custom. Tadinya dia tuh ada Kenapa ada baju di sini? Baju siapa ini? Jadi tadinya tuh ada subwover ya di tengah sini cuma karena subwovernya menurut gua kurang tendang, gua copot terus kita kasih tatakan yang baru di bawah sini sama Om Yanto. Bekja Autotronics ya. Jadi kita dapat bagasi yang lebih gede di bagian bawah. Oke. Dan gua senangnya ya sama ini mobil ya, dia tuh benar-benar didesain niatnya tuh luar biasa. Jadi waktu bawahnya ini covernya itu dibuka ya, diambil itu dia peredam busanya itu tebal banget loh. Jadi enggak heran kalau misalkan mobil ini tuh interiornya kedap meskipun dia kacanya dia enggak pakai double glass. Sama ini yang selalu jadi perhatian buat teman-teman yang punya Hyundai enggak cuma Ionic 5. Jadi Hyundai itu dia kalau punya karet itu tebal-tebal tapi karetnya tuh kurang kuat mencengkramnya. Jadi dia tuh gampang banget buat dilepas seperti ini ya. Nah, solusinya gimana kalau gampang ngelepas? Ya, dikasih lem sih ya. Cuma menurut gua sih enggak perlu. Jadi, ya kalau gua sih gua taruh begini aja. Kalau misalkan copot ya tinggal dipasang lagi. Memang ee ini enggak cuma kejadian di sini, tapi di Santafe pun juga sama seperti itu ya. Karetnya bagus, tebal, kenyal gitu ya. Cuma ya gampang copot. Apalagi si Ionic 5D dia kursinya seringkiali kalau kita keluar masuk ya ini tuh kena ke bagian karetnya makanya karetnya ini suka gampang kelepas. Jadi ini common problems di semua Ionic 5. Nah, terus di bagian inner fendernya ini hampir semua Ionic 5 itu inner vendernya tuh lama-lama lemas ya. Dia tuh bagus banget dikasih karpet tebal gitu. Cuma lama-lama karpetnya itu turun kayak gini. Enggak cuma yang sebelah kanan, yang sebelah kiri pun juga seperti itu. Dan rata-rata hampir semua Ionic 5 yang sering dipakai, dipakai jalan terutama sering lewatin jalan-jalan yang becek, kotor, itu pasti bagian sininya tuh pada lemas. Harus dikencengin lagi, dikasih lem lagi baru dia jadi benar. Ya, kalau yang depan gimana? Depan sama enggak? Depan enggak. Ya, dia cuma yang bagian belakang aja. Jadi bagus banget sebenarnya karena enggak semua mobil tuh punya karpet-karpet kayak begini di dalam. inner vendernya gitu. Tapi mobil ini dikasih cuma setelah lama lama-lama dia turun dan itu kejadian di semua ionic gitu. Jadi kalau kita perhatiin secara detail ini mobil tuh treatment-treatmentnya itu memang treatmentnya mobil mewah kayak di kelasnya eh Mercedes-Benz Class atau 3 series itu juga kayak gitu tuh. Oke, lanjut. Sekarang kita masuk ke dalam, ya. Nah, sekarang kita masuk ke dalam. Dan mobil ini punya kaca di bagian atas. Setelah pakai 3 tahun, kaca bagian atas tuh suka ada bunyi kerek-kriek ya, tapi kecil sekali. Jadi kalau kita nyalain e sound system itu udah sama sekali enggak kedengaran. Nah, terus bagian tengahnya ini ini pernah rusak ya by the way. Jadi pernah enggak bisa digeser setelah dicek itu ternyata ada kotoran di bagian bawah sini. Nah, menurut gua ini tuh konsol tengah yang paling enak buat mobil. Kenapa? Karena kalau kita parkir mepet sebelah kanan ya, terus kita mundurin, kita buka begini, kita bisa keluar lewat kiri. tanpa harus kita kakinya naik-naik ke atas gitu, enggak perlu. Makanya kalau yang Ionic 5N yang ada tengahnya itu, nah itu jadi enggak praktis tuh. Yang ini masih sangat praktis. Iya, kita majuin lagi. Terus juga bagian USB-nya ini dulu pernah rusak, pernah e enggak bisa dipakai charge. Sekarang udah benar, masih garansi. Yang sebelah kanan doang sih mungkin karena selalu dicolok-colokin. Sama buat Android Auto sama Apple CarPlay pakailah kabel USB yang bagus. Kenapa? Karena kalau kita pakai kabel USB yang jelek itu kadang-kadang pas kita pakai suka putus sendiri atau kita tambahin ini nih. Hei atau kita tambahin ini nih. Jadi gua pasang Android tambahan. Dia udah pakai Android Auto sama Apple CarPlay-nya wireless. Nah, jadi kita masuk ke font projection di sini. Nah, jadi kita bisa setel YouTube apa segala macam dari sini. Device-nya ada di bagian dalam. Dan ini jadi asik ya. Cuma kalau buat driver sih enggak asik. Kenapa? Karena e yang nonton YouTube kan anak-anak kita sama yang sebelah kiri. Kalau yang driver enggak bisa. Ada Netflix, ada YouTube dan kawan-kawan. Tapi kalau untuk e Maps-nya, Google Maps-nya tetap lebih akurat pakai HP biasa gitu. Dan yang menarik ya ini mobil, jadi ini pertama kalinya gua punya mobil yang pakai bahan dia tuh kulitnya bukan kulit sintetis biasa, tapi kulitnya itu dibuat dari bahan-bahan yang ramah lingkungan kayak misalkan dari jagung, dari canola oil, apa segala macam lah. Ada biji-bijian banyak dan itu yang membentuk semua kulit-kulit di mobil ini. Termasuk dari plastik bekas. Contohnya di kursi ini nih. Kursi ini ya. Ini mohon maaf belum didetailing jadi agak kotor bagian sini dan sampai bagian setir. Cuma yang bagian setirnya ini seru sih karena dia tuh ternyata ada break in-nya sama kayak kulit-kulit asli. Dan setelah break in setelah kita pakai lama ini konturnya itu dipegang itu jadi enak banget kayak kulit asli. Iya. Ini kita pegang udah lama nih ya kan jadi agak sedikit mengkilap ya tapi makin lama jadi kayak kulit yang mahal gitu. Jadi gua pikir kalau vegan Leather itu ya kalau kita pakai lama gitu kan karena gua biasanya kalau mobil pinjaman gitu ya minjam Mercedes, minjam BMW itu kan beberapa juga pakai vegan lader ya. Si MercedesBenz itu bilangnya artico, artificial cow. Nah, cuma kan gua enggak megang itu dalam waktu 3 tahun kan jadi enggak ngerasain ketika kulitnya breakin. Kalau masih baru kilometer masih di bawah 5.000 ya masih bagus. Nah, ini setelah breakin jadi natural banget kayak kulit beneran kayak kulit sapi asli. Begitu pula dengan kursinya ya. Ini kursi sebelah kiri sama belakang kelihatan masih bagus seratnya. Tapi yang sebelah kanan sini karena banyaknya dipakai buat driver ya, ini udah mulai kelihatan dan kelihatan kerutan rusaknya itu. Itu kayak kulit beneran. Ini kulit vegan leather-nya ini bagus banget gitu ternyata ini mobil. Nah, untuk door trim-nya bagian-bagian sini itu semuanya masih bagus. Paling yang suka agak rusak itu di bagian ini nih, daur ulangnya nih. Itu kalau kalian makainya enggak ini ya, enggak rapi itu gampang coel. Kayak misalkan di bagian sini ini udah agak coel nih dan itu enggak bisa balik ke awal. Ini bahannya dari bahan-bahan ramah lingkungan. Kemudian yang rusak-rusak lagi dari mobil ini itu di bagian AC ya. Ini pengen beli ujungnya ini gua enggak nemu di online shop ya. Ada yang tahu enggak kalau mau beli ginian di mana? Gua pengen beli nih karena bagian sini ada, sini ada, situ ada yang ininya enggak ada. Ya namanya juga mobil dipakai bersama ya. Terus kita buka bagian sininya. Ini semua mekanismenya masih bagus ya. Ini juga kulit-kulitnya masih bagus. Di bagian atas ini kan dia pakai soft touch ya. Head unit pun juga enggak ada degradasinya masih bagus semua. Subwover pindah ke bagian sini. Nah, karena pindah ke bagian sini kita tuh kakinya jadi agak sedikit kena dikit ya. Jadi kalau mau enak, kursi belakangnya harus sedikit agak mundur. Udah itu aja. E ini sebenarnya salah satu mobil yang kalau misalkan ada di rumah gua selalu jaga di atas 50%. Enggak kayak si Woling Bingo atau Woling RV. Kadang-kadang kalau Woling Bingo tuh ah 30% masih ada gitu santai buat paling kan tiap hari bolak-balik antar jemputan sekolah ya. Nah, mobilnya itu dia punya V2L yang bisa jadi genset. Jadi kalau misalkan rumah gua mati lampu dan enggak tahu ya bulan Ramadan ini sering banget mati lampu di Klaten. Nah, kita pakai itu buat nyalain rumah. Karena kalau pakai genset berisik gua ada genset bensin gitu ya. Kalau misalkan malam nyala udah berisik ya itu rumah gua nyala tetangga gua dapat grisik doang gak enak gitu. Nah, kalau ini rumah gua nyala tapi enggak berisik gitu. Dan eh ternyata 70 kWh itu itu gede banget. Jadi, eh kita udah pernah ngetes ya. Kalau misalkan kalian pengin tahu videonya bisa cek di deskripsi di bawah. Gua nyobain mobil ini dari 100 sampai ke 20% e pakai genset buat rumah. Jadi, listrik rumah benar-benar dari sini. Jadi, itu benar-benar kepakai dan menyenangkan sekali punya mobil listrik di rumah. Oke, sekarang kita jalan karena kita mau ngomongin Range dan kawan-kawannya. Hah, ini adalah bagian yang paling seru. Yuk. Nah, ini yang paling penting. Gimana soal range-nya ya. Jadi, mobil listrik itu pasti yang namanya baterai akan mengalami degradasi. Baterainya akan turun seiring berjalannya waktu dan pemakaian. Mobil ini sudah 64.000 km ya. Dan gua paling jauh kemarin ee baru beberapa hari yang lalu ya, Sabtu, Minggu sekitar berapa hari yang lalu tuh? Berarti 5 hari yang lalu lah. 5 hari kan. Sekarang Jumat itu gua jalan dari 100% sampai Magelang 80 km ya dari rumah gua ke Magelang itu penumpang dewasanya tiga, anak tiga, bagasi full, terus juga Magelang jalanan nanjak itu berkurang 14%. 14% ya dari 80 kilo berarti 80 / 14 sekitar 5,7 kilo per 1%-nya. Dan kalau 5,7 itu kita kali 100% ya, karena kan per 1%-nya jadi 5,7 kg itu kita dapatin sekitar 570 km per 100%-nya. Jadi gua ngerasa baterainya belum mengalami degradasi ya. Cuma itu hitungan yang kasar banget. enggak bisa dijadikan sebuah ee patokan ya. Tapi kalau misalkan gua bandingin sama pertama kali mobil ini datang, gua bawa jalan, gua belum merasakan penurunan yang signifikan. Iya. Bahkan enggak berasa penurunannya selama 3 tahun ini. Ya, performance pun juga sama. Ee pedal-pedalnya, akselerasinya, lain-lainnya itu semua masih sama. Dan gua enggak menemukan hal aneh di mobil ini yang kelihatan ih kok performance-nya enggak kayak dulu ya? Enggak. Ini semuanya masih sama. Tapi ini masih 64.000 km. Artinya kan mobil ini digaransi 8 tahun atau 160.000 km. Nah, gua pengen tahu nanti setelah 8 tahun itu rasanya bagaimana. Jadi overall kalau Ionic 5 usianya masih 3 tahun ya gua rasa ini masih layak banget buat dibeli dan baterainya pun juga masih awet. Tapi kembali ke mobilnya masing-masing gitu. Kalian bawanya gimana? Seberapa sering kalian pakai fast charging? Seberapa sering kalian ngabisin baterainya? Terus juga bagaimana cara kalian berkendara itu juga berpengaruh terhadap range dan daya tahan baterainya. Semakin kalian ngebut, tentu saja daya tahan baterainya semakin turun ya. Karena kan ee keluar energinya lebih banyak, tentu saja lebih gampang panas ini mobil. Tapi so far overall masih bagus banget. Dan mobil ini enggak akan gua jual sampai 8 tahun ya, karena gua pengin benar-benar membuktikan mobil ini dari baru sampai ratusan ribu km bahkan sampai matot kalau bisa ya. Jadi gua enggak akan jual mobil ini karena ini adalah ee pembuktian gua bagaimana mobil listrik itu bisa bertahan. Kemudian untuk keawetan kaki-kakinya Hyundai itu ya ee gua pakai Santafe itu kaki-kakinya tuh awet banget ya dari 0 sampai 100.000 1000 km itu paling cuma ganti shock breaker karena shock breakernya udah mulai rasanya ngayun dan ketika kita ganti shock breaker itu rasanya enak banget. Mobilnya pun juga sama ya, kaki-kakinya depan masih awet, enggak ada bunyi gelutuk-gelutuk aneh-aneh atau semacamnya. Terutama mobil listrik ya. Mobil listrik itu ee semakin kedap suara mesinnya ya kan suara luar dan kawan-kawannya itu suara kaki kaki-kaki itu tuh semakin sensitif di kuping kita. Tapi mobil ini kaki-kakinya masih badak, masih awet. Meskipun dia ini ringnya 20, bodinya berat ya, ternyata kaki-kakinya dia sangat berkualitas sama seperti Santafe yang udah-udah gitu. Begitu pula dengan Paliset ya. Paliset juga kakinya awet ya meskipun dia FWD ya. Ini RWD. Nah, paling yang gua udah mulai berasa seperti mobil yang sudah 50.000 km pada umumnya, shock breakernya sudah mulai lemas. Jadi guncangannya sudah mulai terasa banyak di jalan tol. Tapi ketika jalan-jalan seperti ini itu enggak terlalu berasa sih. Jadi cuma pas di jalan tol aja dan kerasa ini suspensinya udah terlalu ngayun dibandingkan dengan waktu barunya. Nah, tapi itu sangat wajar sekali karena memang mobil rata-rata tuh terutama Innova Zenix eh Innova Innova Reborn ya. Innova Reborn itu kan shocknya tuh lemas banget ya. Jadi dari baru aja itu udah empuk. Nah, biasanya orang tuh udah 100.000 km itu shock breakernya masih original padahal udah mati, udah terlalu lemas. Tapi karena emang bawaannya lemas ya, jadi enggak berasa kalau itu shock breakernya mati dari yang udah-udah gitu. Jadi bukan awet, tapi emang terlalu lemas shoknya. Jadi rasanya kayak masih baik-baik aja gitu. Padahal udah enggak. Jadi overall buat daya tahan yang Dic menurut gua untuk 3 tahun 70.000 km, 60.000 1000 km. Ee komplainnya dikit ya, enggak banyak ya. Sama jangan lupa ee ICCU-nya itu mesti di-update ya. Karena katanya kalau enggak di-update dia makan aki sih. Tapi so far ini 3 tahun baru akinya kelar. Harusnya masih bagus ya. Tapi emang udah di-update ICC dari tahun lalu sih bukan tahun ini. Tapi yang paling nyebelin dari mobil ini adalah itu di luar dari mobilnya yaitu harga jual kembalinya. Jadi ee mobil ini dulu pertama kali keluar Rp860 juta. Terus karena peminatnya sama Bluak di aping ada yang bisa sampai Rp00 juta, R50 juta. Terus enggak lama di tahun 2023 apa 2024 ya 2024 kalau enggak salah tiba-tiba ada pengurangan PPN dari 11% jadi 1%. Jadi 10% nya itu hilang. Mobil ini tiba-tiba harganya turun jadi 700 eh 800 pas. Untuk yang signature long range, otomatis harga bekasnya pasti terkoreksi karena harganya turun, ya kan. Ditambah lagi banyaknya mobil-mobil EV baru dari Tiongkok yang jauh lebih murah. Karena dulu kan pilihannya cuma dua eh Ionic 5 atau e Wooling RV. Antara itu doang mobil yang bisa kita beli, mobil listrik waktu tahun 2022, 2023 dan 2024. 2024 tiba-tiba masuk banyak. ada Omoda E5 ya kan, sekarang ada J6 juga dan lain-lain lain-lain. BYD juga masuk gitu kan. Sehingga ketika kita punya budget Rp500 juta kita tuh banyak banget pilihan mobil yang bisa kita beli secara baru. Ada Gili E5, terus ada At 3, ada eh Cherry J6 dan lain-lain. Dan juga 400 jutaan pun juga banyak. Makanya kalau kita lihat marketplace di tahun 2025 ini harga Ionic 5 itu yang signature long range itu sekitar R00 juta sampai R00 jutaan antara 450 sampai 500 ke atas yang kilometernya rendah. Tapi kebanyakan orang tuh pakai mobil ini sebagai mobil harian. Telah pakai buat harian mobil listrik itu biasanya ee jadi malas pakai mobil biasa. ya gimana enggak gitu. Kita beli bensin itu minimal Rp500.000 lah full tank enggak lama habis, enggak nyampai seminggu. Karena waktu itu mobil ini pernah disewa e cukup lama ya. Gua balik lagi ke mobil bensin ee isi Rp500.000 itu seminggu habis padahal kegiatannya sama tuh tiap hari antar jebut anak sekolah kadang ke kota gitu kan. Nah, ketika naik mobil listrik ini sekali charge full 450 kilo ya kalau sesuai range. Tapi nyatanya selalu lebih dapat dari 550 kilo. Itu benar-benar penghematan tuh luar biasa. Sekali ngecas paling berapa? Rp50.000, Rp0.000, 10%-nya dibandingkan kita isi bensin jauh enggak nyampai 20% dengan range yang sama. Dan mungkin teman-teman ee ngelihat Ionic 5 itu 451 km doang ya. karena dia pakai eh mekanisme untuk pengujian itu menggunakan WLTP bukan NEDC. Nah, mobil-mobil listrik sekarang itu yang keluar rata-rata itu dia ngumumin range-nya itu pakai NEDC makanya kelihatannya jadi panjang sekali range-nya. Nah, yang unik itu Cherry. Karena Cherry itu ketika mereka launching mobil mereka itu claim range-nya itu ngasih dua standar. Yang pertama NEDC yang versi panjang kayak misalkan Omoda. Omoda itu kan bilangnya 502 apa 503 gitu ya, tapi dia ada eh WLTP-nya di 430 km. Nah, artinya kan bedanya sekitar 70 kman antara yang WTV sama yang makanya enggak heran kalau teman-teman punya eh yang Unix 5 ya ketika dicas itu range-nya itu biasanya kalau 100% itu pasti di atas 500. Jarang sekali di bawah 500 km karena standar digunakan itu adalah WLTP. Apalagi kalau kalian jarang masuk tol makainya cuma di dalam kota-dalam kota aja pakai pedal itu bisa sampai 600 kilo range estimasinya gitu. Jadi ini mobil eh kalau udah biasa pakai Ionic 5 ngelihat nyobain BYD gitu ya 500 kilo gitu. Pas kita coba kayaknya enggak nyampai 500 kilo deh. Karena standar yang kita pakai itu standarnya Ionic 5 yang pakai WLTP. Dan lucunya ketika mereka munching Kona EV di mana eh dia tuh di-launch di saat-saat mobil Cina listrik itu pada masuk gitu ya, akhirnya Yande itu pakai standar NEDC juga sama seperti mobil-mobil Tiongkok gitu. Jadi lucu ya. E menurut gua buat berikutnya Hyundai harus pakai claim anyc buat si Ionic 5 ini. Karena memang waktu mobil listrik itu masuk ke Indonesia itu standarnya tuh enggak dikasih sama pemerintah. Kayak misalkan standar chargernya itu enggak ditentuin. Ee standar claim range-nya itu enggak ditentuin. Sehingga semua pabrikan mobil itu bisa seenak jidat pakai standar range yang bisa dipilih yang menguntungkan mereka. kayak Wooling tuh pakai CLTC loh. CLTC itu biasanya sekitar 1020 km lebih pendek dibandingkan dengan NDBC. E dan yang paling parah itu Citrun. Citrun itu pakai standar namanya Era. Itu standar yang dari eh India. Makanya pas dipakai itu range-nya kayak jauh banget antara klaimnya sama actual pas kita pakai gitu. Kok ini 50% kali 300 kilo ya? Tapi 100 kilo aja udah 50% lebih gitu. Nah, itu karena standar yang digunain itu ya terlalu beragam gitu. Enggak ada yang dibikin kompak. Seandainya dibikin kompak semuanya pakai WTP pasti range-nya itu akan turunnya secara drastis. Jarang kita temukan mobil di atas 500 kilo. Nah, di luar yang tadi itu kesimpulannya gimana soal Ionic 5 bekas? Ya, kembali kepada kalian sih. Kalau menurut gua ini mobil tetap punya kelebihan dibandingkan dengan mobil EV Tiongkok yang baru-baru ya. Eh, pertama dari ride quality-nya, handling-nya dia memang standarnya kayak Eropa banget kalau Hyundai itu ya. Nyamannya juga boleh diadu ya. Dan yang paling enak tuh dari mobil ini sebenarnya worry free-nya sih. Semuanya tuh benar-benar bing plek, nyaman, santai gitu. Kayak enggak banyak mikir ketika naik mobil ini. Ya, dulu gua pertama kali naik mobil ini tuh rasanya tuh kursinya agak sedikit aneh gitu ya. Tapi setelah kita pakai lama, aduh ini kursinya enak banget. benar-benar kalau naik mobil itu kayak pergi jauh tuh kayak lesic gitu. Jadi ee buat gua even dibandingkan dengan Corona IV itu emang terasa bahwa mobil ini satu step di atasnya. Paling yang gua kurang suka dari mobil ini tu mobil ini tuh sangat lebar sekali ya. Jadi emang ini mobil lebar makanya kalau kita masuk ke dalam gang kecil gitu agak sedikit sulit. Makanya ketika dipakai di Klaten ini lebih enak. Jadi itu sih yang gua rasakan ketika pakai Ionic 5 selama 3 tahun. atau 60.000 km ya. So far puas banget ya. Ee ada kekurangan tapi minor-minor aja dan rasanya semua mobil pasti punya kekurangan ya. Cuman ini kan ah 60.000 km ee udah 3 tahun berarti masih ada 5 tahun lagi gua akan pakai mobil ini untuk membuktikan apakah baterainya awet atau enggak. Eh kayaknya mau gua acak-acak dikit biar enggak bosan kali ya. Apa ganti peleg apakah kita chat ulang atau apa segala macam. Kira-kira kalau kita mau repend bagusnya repend warna apa? Dan buat teman-teman yang punya Ionic 5 dari baru sampai sekarang dan kilometernya lebih panjang dibandingkan dengan ini, coba komen di bawah gimana rasanya, gimana baterainya gua pengen tahu ya dan seberapa penghematan yang sudah kalian lakukan karena menggunakan mobil di sidanif. Sampai jumpa di vlog berikutnya. Terima kasih telah menonton. Bye bye.

Lihat di YouTube