3.2 Jutaan! Hape Android Baterai Terbesar Terawet di Indonesia! REVIEW iQOO Z10 (YouTube Video)
Ini adalah IQU Z10, smartphone dengan baterai paling besar di Indonesia saat ini. Tapi keren ya, bobotnya masih di bawah 200 gr dan ketebalannya enggak nyampai 8 mm. Dukungan charging-nya 90 watt flash charge dan ada bypass charging-nya. SOCnya juga mantap pakai Snapdragon 7S Gen 3. Fitur E juga ada di sini jadi udah kekinian. Baterainya 7.300 mAh. Ya, gede banget. dan ini berhasil memecahkan rekor MURI sebagai smartphone dengan baterai terbesar di Indonesia. Udah penasaran? Oke, langsung aja kita review smartphone yang satu ini. IQ Z10 ini adalah salah satu smartphone terbaru dari IQ. Ya kan kalian sudah tahu ya kalau brand yang satu ini asalnya dari Vivo. Jadi ini bukan brand sembarangan sebetulnya. Nah, sekilas memang terdengar namanya seperti penerus dari IQ Z9 ya. Tapi menurut IQ Indonesia, Z10 ini adalah penerus dari Z9X. Soalnya harga smartphone ini sebetulnya lebih cenderung dekat dengan Z9X ketimbang Z9. Yes, benar ya. Dan dia datang dengan beberapa peningkatan kalau dibandingkan dengan Z9X ya. Nah, kalau pesaran sekarang apa smartphone ini langsung aja kita mulai dari paket penjualannya tentunya di dalam udah ada unit smartphone IQ Z10 dengan screen protector yang sudah terpasang. Lalu ada charger 90 watt flash charge. Jadi ya ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya di sini ya. Lalu kabelnya USBC ada di sini. Lalu ada case, SIM tray ejector dan paket dokumen. Cukup lengkap paket penjualan masih ya. Nah, untuk desain Acu Z10 ini mengadopsi desain yang baru untuk kelas harganya ya. Dia pakai modul kamera belakang yang terinspirasi dari smartphone flagship zaman sekarang. Flagship-nya Vivo mungkin ya maksudnya ya. Nah, bagian B belakangnya dan frame-nya itu menggunakan gaya rounded atau yang membulat gitu ya. Jadi enggak terasa kotak-kotak gitu saat digenggam. Untuk materialnya bagian body belakang dan frame itu sama-sama terbuat dari bahan plastik composite sheet. Sementara bagian depannya menggunakan desain quad curve yang membuat keempat sisi basel-nya itu sedikit ada lengkungannya yang biasa disebut mungkin 2,5D ya. Nah, untuk varian warnanya itu ada dua, ada nitro black dan quantum silver. Nah, khusus di varian quantum silver bagian body belakangnya itu ada corak mirip kayak batu marmer gitu ya yang bisa terlihat dari sudut pandang tertentu ya. Jadi ini membuatnya tidak terlalu terasa polos dan menambah kesan mewah juga sih menurut kami. Jadi untuk daya tahan untuk debu dan airnya dia punya IP rating di IP65. Jadi kalau kena percikan air atau hujan itu masih aman enggak ada masalah. Nah, IQ sendiri mengklaim kalau dia sudah lolos tes hujan selama 12 jam di dalam lab mereka. Tapi tetap aja ya itu hujan ya berarti airnya masih turun. Jangan diajak berenang atau menyelam ya. Nah, setelah itu smartf dikatakan juga sudah punya sertifikasi military standar 810H. Jadi artinya sudah lolos uji ketahanan secara militer di situ ya. Oke, untuk dimensinya tinggi 163,4 mm, lebar 76,4 mm, dan ketebalan di 7,89 mm untuk versi Quantum Silver dan 7,93 mm untuk yang Nitro Black. Sementara untuk bobotnya sama ya, sama-sama ada di 199 gr. Nah, untuk smartphone dengan baterai yang super besar di 7300 mAh ini terbilang tipis dan ringan. Ini luar biasa banget nih IQ ya. Nah, katanya itu berkat teknologi Vivo Bluevolt baterai yang canggih itu. Teknologi siapa? Vivo Bluevolt dari Vivo ya. Oke, lanjut ke sisi kanan. Tombol power dan tombol volume up and down ada di sini. Lalu di atas ada mikrofon. Di kiri itu kosong. Di sisi bawah ada SIM tray non hybrid ya. Jadi bisa untuk dual nano SIM tanpa slot micro SD. Kemudian ada mikrofon lagi dan ada port USBC dan ada grill speaker. Jadi untuk mikrofon smartphone ini ada dua ya. Nah, kalau speaker memang cuma ada satu alias mono. Nah, tapi kues suara yang dihasilkan masih terbilang mencukupi untuk kelas harganya dengan volume yang cukup lantang. Walaupun sebetulnya ya memang sama dengan kalian. Kami juga berharap bahwa ke depannya yang satu ini juga bisa pakai dual speaker. Oke, lanjut ke sisi depannya. Ini adalah layar 120 Hz quad curve AMOLED display. Ukurannya 6,77 inci. panelnya adalah. Nah, ini meningkat ya dibandingkan Z9X yang dulu pakai IPS. Untuk resolusi 2392 * 1080 dan refresh rate-nya up to 120 Hz. Ini bisa adaptif ya atau kalau di sini disebutnya smart switch. Jadi bisa naik sampai 120 Hz kalau ada aktivitas dan turun ke 60 Hz kalau tidak ada aktivitas. Nah, untuk brightness diklaim ini pick brightness sampai 5.000 nit. Tapi ini harusnya hanya local pick brightness di mode HDR saja. Nah, kalau kita tes untuk mode indoor brightness itu mencapai 590 nit. Sementara untuk simulasi outdoor brightness layarnya itu keseluruhannya ya keseluruhan itu di 1255 nitz dan ini sebetulnya sudah terbilang tinggi dan bisa sangat diandalkan untuk penggunaan di luar ruangan. Oke, untuk mode warna smartphone ini punya tiga mode warna yang berbeda, standar, profesional, dan bright. Mari kita lihat color gamutnya. Hasil tesnya kurang lebih seperti ini. Terlihat ya, mode bright dan standar itu diarahkan ke DCIP3. Jadi, kami sarankan pakai mode ini kalau buat nonton video, mau main game gitu ya. Biar warnanya tuh mantap gitu keluarnya ya. Sedangkan mode profesional ini yang dioptimalkan untuk sRGB. Jadi kalau mau editing video itu gunakan mode yang ini aja supaya foto dan video yang kita edit warnanya enggak terlihat kurang ya pada saat dilihat di smartphone lain yang mungkin masih pakai layar IPS gitu yang 100% sRGB doang. Nah, untuk Always on display tentunya ada dia sudah support always on display atau AOD. Tapi sayangnya ini emang masih belum yang bisa terus-terusan aktif. Ini hanya nyala untuk beberapa detik saja. Lalu untuk bezel di sini sudah tergolong tipis dan hampir simetris di keempat sisinya. Jadi penampilan terlihat modern dan cukup rapi. Untuk layar dikatakan sudah pakai shield glass yang menurut IQ 150% lebih kuat dibandingkan generasi sebelumnya ya. Tidak harus pakai yang itu ya, yang satu itu ya. bisa pakai perlindungan yang lain karena enggak cuma dia doang yang bikin perlindungan khusus. Tahu kan yang saya masuk yang mana kan? Lanjut untuk earpiece terletak di bagian basel atas di sininya. Sayangnya ini hanya earpace saja jadi tidak menangkap sebagai speaker kedua untuk smartphone ini. Lalu di sini ada 32 megapel front wide angle camera. Bukaannya F2.0. Ini kamera fixed fokus ya. perekaman videonya sampai 4K 30 fps dan ada opsi untuk 1080p 60 fps. Lalu berada ke belakang di sini ada sensor 50 megap Sony IMX 882 OIS kamera ya bukanya F1.79, ada optical image stabilizer dan autofokus tentunya. Perekaman video juga sampai 4K 30 fps dan ada opsi 1080 60 fps. Kemudian ada 2 megapel bok kamera. Nah, yang satu ini mungkin bisa dianggap sebagai bonus lah ya di sini ya. Lalu di sini ya di sini ada infrared blaster-nya juga. Kemudian ada LED flash dan untuk fitur-fitur kamera ini ada banyak ya dilihat di tabel yang satu ini aja lumayan banyak di sini. Oke untuk spek internalnya SOS-nya pakai Snapdragon 7S Gen 3. Nah kalau dibandingkan dengan Z9X yang dulu itu pakai Snapdragon 6 gen ini kelasnya meningkat ya. Nanti kita lihat bagaimana performanya. Oke sekarang kita lihat RAM dan storage-nya. Smartphone ini punya empat opsi RAM dan storage. Ada yang 8128, ada yang 8256, 12256, dan 1251. Mantap ya. RAM-nya pakai LPD dan 4X, untuk storage-nya pakai UFS 2.2. Tentunya UFS 2.2 ini adalah bawaan dari SOC atau prosesornya karena enggak bisa dipasang UFS yang lain. Ini benar-benar tergantung SOC-nya. Lalu untuk baterai seperti dibahas tadi pakai 7300 mAh dengan teknologi third gen silicon blue batery. Teknologi ini diklaim bisa menghadirkan baterai dengan kepadatan yang sangat tinggi ya. Density-nya tinggi banget. Jadi bisa punya kapasitas yang besar tapi tetap tipis ya. Dan berkat kapasitas baterainya yang super besar ini, IQ Z1 itu berhasil mecahin rekor MUI sebagai smartphone dengan kapasitas baterai terbesar di Indonesia saat ini. Luar biasa ya. Nah, untuk chargingnya smartphone ini mendukung 90 watt flash charge ya. Lalu untuk sensor dia punya akometer, light sensor, proximity sensor, magnetometer, gyroskope tentunya juga ada di sini. Untuk kreativitas 5G dong ya. 2G, 3G, 4G, 5G bisa semuanya. WiFi 6 juga ada di sini. Bluetooth 5 juga ada. Untuk Bluetooth code juga lengkap. Dilihat aja di tabel nih ya. Lengkap Bluetooth kodex-nya ya. Lalu untuk NFC-nya juga ada. Dan ini adalah NFC multifunction. Untuk USB-nya juga tentunya bisa OTG. Nah, untuk fitur keamanannya dia punya face unlock dan in display fingerprint sensor. OS dia pakai Fantasou OS15 basisnya langsung Android 15. Dan untuk jatah update-nya dia akan dapat dua kali update versi Android dan 3 tahun security patch. Selain itu, IQ juga menjanjikan kalau OS-nya ini tetap akan mulus dan bebas masalah selama 50 bulan ke depan. Waduh, janji yang luar biasa itu ya. Nah, Fantas OS di IQ ini mirip ya dengan yang ada di Vivo dan ini juga sama bersih dari iklan. Tapi kalau aplikasi third party itu masih tetap ada dan kalau dirasakan tidak dibutuhkan ya aplikasinya bisa diuninstall kok aman. Untuk fitur AI tentunya ada di sini ada AI not assist. Ini bisa membantu kita merangkum, mengatur, dan menerjemahkan catatan di aplikasi notes bawaan. Lalu ada super docums. Fit ini bisa menghilangkan bayangan yang mengganggu di suatu dokumen yang lagi kita scan. Jadi ini bisa menghasilkan hasil scan yang lebih bersih. Ada live text. Dengan fitur ini kita bisa menyalin teks secara langsung dari sebuah foto atau gambar yang ada dalam galeri. Lalu ada AI voice changer for gaming. Nah, ini bisa mengubah suara kita pada saat kita lagi voice chat dalam game ya. Ada beberapa preset suara yang bisa dipilih dari sini. Mulai suara anak-anak, suara robot dan sebagainya. Ya, lumayanlah buat lucu-lucuan. Untuk circle to search juga ada di sini. Jadi kita bisa mencari info di Google cuma dengan melingkari gambar atau tulisan di layar tanpa harus keluar dari aplikasinya. Tentunya kalau pakai Gemini ya bisa juga di sini. Oke, kita langsung ke pengujian performanya ya untuk Antutu 10 ya dia dapat Rp812.000-an. Menariknya walaupun ini penerus dari Z9X skorut-nya masih tidak terlalu jauh dengan Z9 yang kelasnya lebih tinggi ya, enggak terlalu jauh sebetulnya ya. Nah, untuk Geek Bandch 6 core 1174 dan multiore di 3.24. Lalu untuk 3max slingshot extreme open is 3.1 grafic skornya di 5821 untuk 3D wildlife stress test soal tanpa kipas kita lihat best scornya di 3884 sementara lowest scor-nya ada di 3.864 stability-nya 99% mantap di sini lanjut untuk cfx bench 1080 pm dan 3.1 offsreen dapat 62 fps. Untuk 1080 car change offsreen dapat 34 fps. Oke, sekarang kita coba untuk pengujian gaming. Supaya bisa mendapatkan hasil yang maksimal, kita gunakan monster mode yang bisa diakses melalui slider ketika menjalankan aplikasi game. Kita mulai dulu dari Subway server. Di game Sat ini kita bisa menikmati refresh rate di 120 Hz. Jadi frame rate-nya bisa mencapai 120 fps. Jadi gameennya bisa jalan mulus, lancar tanpa ada kendala. Tapi ada sedikit catatan kalau kita mau memainkan e game ini dengan refresh rate yang tinggi, kita harus mengatur refresh rate layarnya ke mode high. Karena kalau kita pakai smart switch, refresh set-nya bakal langsung turun ke 60 Hz saat game-nya dibuka. Lanjut ke Mobile Legends. Setting grafis terbuka di sini sampai ultra, sementara untuk setting frame rate-nya terbuka sampai super atau 90 fps. Catatannya sama seperti di game sebelumnya ya, kita harus ngatur refresh set layar ke mode high dulu biar game-nya bisa jalan di refresh set yang tinggi. Kalau kita pakai mode smart switch, refresh set-nya bakal langsung turun ke 60 Hz saat game-nya dibuka. Nah, saat dimainkan dengan setting high ultra, frame rate-nya cukup stabil nih dekat 90 fps ketika sedang sepi atau lagi enggak ada battle. Kalau ada battle, frame rate-nya juga tetap aja masih kisaran 80 sampai 90 fps. Oh ya, pihak IQ itu berjanji kalau ke depannya setting frame rate ultra atau 120 fps bakalan hadir di smartphone ini. Jadi, buat yang main Mobile Legends tungguin aja nanti ada update-nya kok. Lanjut untuk PUBG Mobile. Nah, di sini opsi setting frame rate terbuka sampai ekstrem atau 60 fps dan gameennya bisa jalan mulus dan lancar di 60 fps gak ada masalah di sini. Untuk gero aiming-nya juga aman enggak ada masalah sama sekali karena pakai sensor gyoskop yang hardware di sini. Lanjut untuk watering waves. Pertama-tama kita coba mainkan dulu di preset graphics quality dan setting frame rate di 60 fps. Kalau dij keliling map atau battle, frame rate yang dapatkan sayangnya sering berada di bawah 30 fps. Saran kami kalau mau main game yang satu ini lebih baik pakai preset graphics yang lebih rendah aja biar bisa dapat frame rate yang lebih asik. Lanjut untuk Genin Impact. Langsung aja kita hajar di highest 60 fps kalau yang satu ini ya. Kita coba tanpa kipas pendingin dulu. Kalau lagi jalan-jalan frame rate-nya ada kisaran 35 sampai 45 fps. Sementara kalau ada battle masih di 35 sampai 40 fps dan hasil seperti ini cenderung stabil sampai 30 menit pengujian kami. Untuk suhunya titik terpanas bagian depan smartphone itu ada di kisaran 42 sampai 43 derajat celcius. Sementara titik tanes di bagian belakang smartphone itu ada di 41 sampai 42 derajat celcius. Jadi cukup normal ya dan diambang batas tapi ini cukup normal sebetulnya. Kemudian kita coba mainkan dengan kipas pendingin sekarang dengan skan dari pengujian yang sama 10 menit terakhir kita mendapatkan frame rate di angka 35 sampai 45 fps saat lagi jalan-jalan. Lalu kalau ada battle 35 sampai 40 fps. Jadi mirip-mirip aja dengan tanpa kipas pendingin. Nah, kalau mau dikasih ranking ini masuk ke ranking B, baik dengan kipas maupun tanpa kipas pendingin. Oke, sekarang kita masuk ke pengujian kamera. Di tangan saya kali ini udah ada IQ Z10 dan kali ini tes kameranya bareng sama saya. Suara yang teman-teman dengar sekarang ini itu direkam langsung menggunakan mikrofon dari smartphone-nya ya. Jadi kalau mau dipakai untuk vlogging, untuk rekam-rekam pakai kamera smartphone-nya itu hasil audionya tuh kayak gini kurang lebih. Kita mulai pembahasannya dari video di kamera selfie. Di sini resolusinya bisa sampai 4K 30 fps dan ada opsi 1080p 60 fps juga. Untuk stabilisasi sayangnya ini masih belum stabil ya. Mau di resolusi berap pun masih terasa berkuncang kalau di bawah jalan kayak gini. Untuk kualitas gambarnya kurang lebih kayak gini. Di resolusi 1080p detail dan ketajamannya terasa sekedar pas saja. Tapi kalau pakai resolusi 4K detail dan ketajamannya jadi semakin meningkat. Namun sedikit catatan ya kalau pakai 30 fps warnanya terasa oversaturated menurut kami. Sementara kalau pakai 60 fps warnanya jadi terasa lebih pas. Lanjut ke dynamic range. Di 60 fps. Sayangnya HDR prosessing-nya terasa tidak berjalan. Bagian terang dan gelapnya terasa sulit untuk diseimbangkan. Tapi kalau pakai 30 FPS, HDR processing-nya jadi sedikit lebih baik. Nih SKB seperti ini sebenarnya cukup wajar ya untuk smartphone di kelas midrange. Lanjut ke kamera utama. Di sini resolusinya juga bisa sampai 4K 30 fps dan ada opsi 1080p 60 fps juga. Untuk stabilisasinya ini udah stabil di 4K 30 fps atau 1080p 60 fps hasilnya sudah minim guncangan kalau di bawah gambarnya ini udah oke juga. Kami gak ada protes soal detail, warna, dan ketajaman. Semuanya masih terasa pas. Mau di resolusi 4K 30 fps atau 1080p 60 fps. Untuk dynamic range ini juga standar aja ya. Bagian background emang tidak terlalu over expos tapi bagian wajah sayangnya agak kurang terangkat. Lanjut ke low light. Untuk kamera selfie-nya menurut kami ini udah menurun ya kualitasnya ketimbang saat siang hari. Detailnya sudah menurun dan noise juga jadi bermunculan. Tapi ini masih dalam kategori yang wajar. Kalau di 1080p 60 fps gambarnya jadi sedikit lebih gelap. Tapi ini wajar karena 60 fps memang butuh lebih banyak cahaya ketimbang 30 fps. Untuk frame rate-nya sendiri masih aman. Tidak terasa ada penurunan FPS di sini. Untuk jiter gimana? Tentunya tidak terlalu berasa ya karena stabilizernya memang tidak aktif. Sekarang lanjut ke kamera utama. Di sini noise sudah mulai muncul ya, tapi enggak sampai mengganggu kok. Untuk detail gambar di resolusi 4K30 masih bisa cukup terjaga walaupun kalau diperhatikan memang sudah sedikit menurun. Kalau pakai 1080 P60 FPS-nya detail dan ketajamannya sudah terasa cukup menurun dan gambar jadi sedikit lebih gelap. Tapi seperti yang kami bilang sebelumnya ya, 60 fps memang butuh lebih banyak cahaya. Jadi ini wajar untuk frame drop ini aman. Tidak terjadi penurunan FPS meski di kondisi minim cahaya. Jaternya gimana? Tentu ada, tapi masih di level wajar kok. Urusan autofokus, langsung saja kita coba di low light dan hasilnya aman. Gak ada masalah meski di kondisi minim cahaya. Lanjut ke urusan fotografi. Menurut kami kemampuan fotografinya udah terbilang mencukupi lah di kelas harganya. Untuk contoh fotonya silakan aja kalian lihat-lihat nih. [Musik] Lanjut ke fitur ekstranya. Pertama di sini ada mode 50 megapel. Ini untuk menghasilkan foto tanpa piksel bining ya. Untuk perbandingannya dengan mode auto kurang lebih seperti ini. Lanjut. Slow motion juga ada dan ini bisa di kamera utama saja dengan resolusi 1080p 120 fps. Hasilnya kurang lebih seperti ini. Mode pro juga tersedia. Catatannya ini hanya bisa untuk fotografi di kamera utama saja ya. Untuk detail pengaturan ISO dan juga satter speed-nya silakan lihat nih di tabel berikut ini. Oke, itu dia pembahasan kamera dari IQ Z10. Overall kemampuan kameranya masih terasa pas dan sesuai dengan ekspektasi kami untuk kelas harganya. Tapi tetap ada beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk ke depannya ya. Yang pertama adalah kehadiran kamera ultrawide. Semoga ini bisa dihadirkan ya di seri-seri berikutnya. Selanjutnya adalah stabilizer di kamera selfie. Semoga saja yang satu ini juga bisa dihadirkan di seri-seri berikutnya. Dan yang terakhir adalah inkonsistensi warna di 30 fps dan 60 fps pada kamera selfie. Semoga ini juga bisa diperbaiki. Oke, sekian dulu pengujian kamera kali ini. Lanjut lagi ke pembahasan berikutnya, ya. Sampailah kita pada pengujian yang paling menyusahkan tim kami, yaitu pengujian daya tahan baterai. Ya, untuk lokal YouTube video playback 1080p kalau diputar terus-terusan. Baterai baru habis sekitar 40 jam, tepatnya 39 jam 35 menit. Hah, 2 hari itu. Ini udah luar biasa banget ya. Sebenarnya ini rekor baru bagi kami untuk lokal YouTube video playback terlama yang pernah kami uji. Nyaris 40 jam. sangat jarang ada yang bisa mendekati angka 40 jam untuk penghujan nih. Dapat 30 itu udah happy banget. Jadi good job untuk tim IQ yang udah bisa menemukan racikan seperti ini ya. Mantap benar. Lanjut untuk streaming YouTube 1080p 30 fps non HDR. Biasanya kita tes di setengah jam ini enggak bisa karena enggak kelihatan perubahannya. Kita harus tes di 1 jam. Di 1 jam turunnya 2%. Biasanya 30 menit turunnya 3%. ini 60 menit turunnya cuman 2%. Lalu untuk TikTok, baterai berkurang sekitar 3% dalam 30 menit. Ini juga lebih irit. Biasanya ada di 4 sampai 5%-an. Lalu untuk Gensin Impact HS 60 fps, baterai berkurang 5% saja dalam setengah jam. Hanya 5%. Biasanya 10 sampai 15%-an ini cuman 5%. Lanjut untuk charging. Nah, supaya kecepatan chargingnya maksimal, kita harus aktifkan opsi fast charging yang ada di menu setting baterai ya. Nah, di sini kita lihat dari 0 sampai 50% terisi dalam waktu 34 menit. Sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 11 menit. Wah, lama dong sampai 1 jam. Sebentar kalian lupa baterainya 7.300 mAh. Dan ini bisa terisi dalam waktu 1 jam lebih dikit ya, enggak nyampai 1,5 jam. Lanjut untuk pengujian lainnya kita lihat ada Netflix di sini yang sudah white fan L1 yang artinya bisa streaming sampai full HD dan dukungan untuk HDR10 juga sudah ada di sini ternyata. Untuk YouTube streaming udah bisa sampai 4K 60 fps dan support HDR juga. Streamingnya juga mulus ya, enggak pakai patah-patah di sini. Untuk heptic feedback secara umum getarannyaasikan sudah terasa halus tapi mungkin terasa sedikit kurang kuat. Kalau mau bikin getarannya jadi lebih kuat itu bisa dengan cara mengubah setting getarannya di pengaturan keyboard. Nah, untuk Wii sharing ada atau tidak? Ada di sini. Tinggal nyalakan saja fitur hotspot saat terhubung ke Wii ya. Berarti modul Wii-nya antenanya lengkap di sini. Nah, untuk harga wah ini panjang nih ya. Untuk varian 8128 itu dijual dengan harga Rp3.699.000. Tapi, tapi ada promo cashback yang bikin harganya jadi Rp3.199.000 saat awal peluncurannya. Nah, kalau untuk yang 8256 harga resminya di Rp3.999.000, tapi dia akan jadi Rp3.499.000 di periode promo. Lalu untuk yang 12256 dijual di harga Rp4.299.000, tapi di periode promo jadi Rp3.799.000. Sementara untuk yang 121 dijual dengan Rp4.699.000, tapi di periode promo dijual di Rp4.199.000. Promo cashback ini berlaku dari tanggal 4 sampai 10 Juni 2025. Nah, untuk detail lengkapnya silakan cek di kolom deskripsi aja ya. Yang patut diingat di sini adalah biasanya IQ dan Vivo itu harganya enggak pernah jauh-jauh dari harga promo juga. Lanjut kita masuk ke hal yang perlu diperhatikan. Pertama, dia hanya punya single kamera ditambah satu kamera bonus. Kami sedikit berharap ada ultra wide lah di sini ya. 8 megapel enggak apa-ap ya. Lalu dia pasti pakai single speaker. Nah, ini lebih diharapkan lagi supaya dia bisa dual speaker. Ayolah Ikiku bisa. Kemarin Vivo yang V series dari single speaker jadi dual speaker. Ini bisa dong jadi dual speaker juga ya. Lalu untuk always on display itu baru bisa berapa detik aja belum bisa yang benar-benar always on. Kemudian di sini tidak ada audio jack tapi sebetulnya ya zaman sekarang ya udah banyak yang enggak pakai audio jack lagi ya. Dan kemudian yang terakhir seperti dibahas tadi di bagian kamera memang untuk kamera selfie belum ada stabilizernya. Nah, lalu untuk poin menariknya yang pertama jelas kita mulai harus dari yang paling penting dulu. Apa tuh? Baterainya gede banget 7.300 mAh. Dan kalau cuma gede doang tapi enggak awet percuma. Ini sangat awet banget. Irit banget baterainya ya. Lalu bodinya ini tetap terbilang tipis walaupun ukuran baterainya besar. Bobotnya juga masih oke di bawah 200 gr. Dukungan charging kencang juga ada di sini ya. Lalu performanya ini kencang buat harganya. Lalu storage-nya itu ada yang sampai 15 TB di sini. Lalu layarnya ini pakai Violet dengan refresh set up to 120 Hz. Asik nih layarnya ya. Lalu brightness layarnya bisa lebih dari 1000 nitz. Ini nyaman banget untuk penggunaan outdoor. Lalu dia punya inisplay fingerprint scanner base tipis dan rapi. Fitur-fitur Vivo AI saya enggak salah nyebut. Vivo AI itu ada di sini ya. Lalu ada IP rating di IP65 untuk proteksi air dan debu. Hujan-hujan gak ada masalah. Ada infrared blaster, sensor-sensor juga lengkap. Paket penjualan juga masih lengkap. Charger case, screen protektor masih ada semuanya. Jadi pertanyaannya, kira-kira smartphone ini cocoknya buat siapa? Tentunya ini akan cocok untuk siapa saja yang butuh smartphone dengan baterai besar dan awet ya. Buat orang yang aktivitasnya sering di luar ruangan dan jarang ketemu colokan listrik, cocok ya. Selain itu, smartphone ini juga menawarkan aspek price to performance yang cukup asik sih menurut kami. Jadi, cocok juga untuk yang nyari smartphone di Rp3 jutaan tapi performanya kencang dan baterainya awet. Jadi pada akhirnya kalau kalian lagi mencari smartphone dengan harga Rp3 jutaan, rasanya sih IQ Z10 ini adalah opsi yang sangat menarik dan sulit sekali untuk dilewatkan. Saya Did Irfan, Jaka TV.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Tren ponsel pintar berdimensi ringkas kembali mencuri perhatian lewat kehadiran vivo X300 FE, sebuah perangkat kompak yang digadang-gadang menjadi idaman baru para...
Pertarungan supremasi fotografi seluler tahun 2026 akhirnya mencapai klimaks melalui benturan dua raksasa: OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra. Lebih dari...
Di tengah sengitnya kompetisi adu tajam lensa smartphone, kemunculan sebuah ponsel pintar yang sepenuhnya menanggalkan kamera justru memicu rasa penasaran yang...
Persaingan vivo X300 Ultra dan OPPO Find X9 Ultra melampaui sekadar adu spesifikasi di atas kertas. Melalui pengujian ekstrem dari stabilitas suhu, efisiensi daya,...
Pasar smartphone kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menjawab keresahan terbesar setiap pengguna gawai: daya tahan baterai. Kehadiran lini...
iQOO kembali menggebrak pasar smartphone tanah air lewat lini terbarunya yang membawa spesifikasi baterai di luar nalar. Melalui impresi pertamanya, David GadgetIn...
Bagi seorang tech enthusiast yang dikenal setia pada satu brand, berpaling ke perangkat lain bukanlah perkara mudah. Namun, kehadiran OPPO Find X9 Ultra tampaknya...
Bagi para gamer yang sering frustrasi karena baterai smartphone mendadak sekarat di tengah-tengah push rank, iQOO Z11 5G hadir membawa dobrakan teknologi yang sulit...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Pasar smartphone flagship kembali diguncang oleh kehadiran vivo X300 Ultra, sebuah perangkat yang tidak hanya mengaburkan batas antara ponsel dan kamera...
Pasar ponsel kelas menengah kembali diguncang dengan kehadiran vivo T5 Series yang mendefinisikan ulang arti ketahanan sebuah smartphone. Dijuluki sebagai "HP...

















