350Ribuan !!! MURAH BIKIN TV LEBIH MEWAH (YouTube Video)
bikin TV terlihat lebih mahal, lebih flexip dengan alat yang harganya cuma R00.000-an. [Musik] Alat ini namanya TV backl ya, yang sebenarnya udah saya incer dari dulu. Cuman dulu itu untuk ukuran TV saya yang 65 inch yang di kamar ini itu lumayan mahal Rp1 juta. Sampai akhirnya saya nemu merek ini kayaknya merek Cinaan deh. Enggak ada mereknya. Jadi cuman immersion TV backl ya, boxboxnya juga box Cina. Harganya cuma Rp300.000-an untuk ukuran TV 65 inch. Nah, cara kerjanya jadi alatnya itu ini, Guys. Alatnya itu ini LED strip biasa sebenarnya. Terus di sini ada kayak semacam receivernya dan ada kameranya. Nah, kameranya ini bakal ditaruh di atas TV seperti ini. Terus kameranya ini bakal memonitoring warna-warna yang ada di TV. Dan akhirnya karena dia udah nangkap warna apa aja yang ada di TV, backl-nya jadi ngikut. Jadi, misalkan TV-nya nyala warna biru, backl-nya bakal nyala warna biru. Ini sebenarnya udah saya incer dari dulu karena saya pengin nyoba kalau misalkan nonton film seimersif apa kalau misalkan pakai TV backl ini. Oke, jadi sekarang langsung aja kita pasang di TV. Tapi saya butuh beberapa teman sih ya karena sulit kalau misalkan harus masangnya manual seperti ini. Jadi rencananya mau saya angkat dulu terus saya taruh di kasur sini. Aman enggak ya panelnya? Sekarang ini TV-nya ini harganya Rp65 juta, Guys. Jadi kalau rusak gara-gara konten yang saya beli harga Rp300.000, wah kacau sih. Enggak rusak sih. Kci arek telu potong. Amitamit. Wuh lumayan lumayan. Oke pelan-pelan, Guys. Ini karena panelnya super tipis ya punyanya Samsung. Udah. Kalau beratnya sih enggak ya. Ini ini. Cuma dia tipis banget. Ah. Waduh. He aman, Kak. Aman. Eh. Eh, apa? Kak iku suaranya masih iku loh. Keren. R. Terus, terus, terus, terusus, terusus, terus. Nah. Aduh. Hah. Oke. Jadi kalau kayak gini kan masangnya gampang ya. Cuman ini harus dibersihin dulu, Guys. Eh, cepat. Jadi, karena kita mau nempel solasi, pinggir-pinggirnya jitkit ya. Karena kalau ini logikanya sama kayak masang temper glass lah ya. Jadi kalau misalkan ada kotoran, takutnya itu 3M stikernya itu dia enggak nempel gitu. Nah, karena ini ujungnya itu ujung yang ini harus connect sama ini di mana ini itu bakalan konect sama kamera yang letaknya harus ada di atas. Jadi sih masangnya harus posisi seperti ini ya. Jadi biar kabelnya yang ini ngikut sini. Oke, ini panjangnya enggak tahu nanti tolong ditaruh di sini ya. Ya, inilah resikonya kalau misalkan ng-review tanpa script ini langsungan aja. Harusnya live aja enggak sih kalau kayak gini nih? IRL IRL ya. I masuk enggak GRL K gak sing nyawer. Rugi aku. Y terus ya inilah ya. Jadi saran saya buat Samsung sih mungkin ke depan bisa langsung dikasih backl RGB ya bagian belakangnya ya. Jadi biar enggak repot atau TV-TV yang lainlah. Kalau misal punya fitur tuh fitur-fitur imersif kayak gini kan cakep nih. Bisa dibikin kayak gini tapi udah yang prebil dari pabrik gitu. Monitor onokan ya. Onok ada tapi enggak roto ya. Beberapa monitor itu udah ada yang kayak gini cuma memang dia enggak rata karena resikonya itu di sini. Coba Zomri pas beloknya itu kayak aneh gitu enggak sih? Nah ini pas beloknya aneh. Ini speaker aas. Iya. Enggak ketutupan kan? Enggak. Wah, gila. Kalau dilihat dari belakang sih aneh ya. Kayak jatuhnya tuh TV murah gitu kalau dari belakang. Nah, kita juga dapat remote. Wah, udah nyala, Guys. Kita juga dapat remote, cuman remote-nya enggak banget, ya. Remote-remote kelihatan remote murah. Coba misal RG receiver-nya di sini harusnya ini. Kalau misal mati tuh nyala eh on tuh tombol off sama on aja jadi terpisah loh. Harusnya kan jadi satu ya. Belum. K enggak salah posisi tadi. Aduh aduh aduh. A paseng terus terus terus terus. Terus nomor terus terus nomor oke jadi sudah terpasang dan kita tes ya remote-nya ya. Wih anjay ketok gak Tom? I cuy ketok enggak nih? Sekarang kita coba kameranya ini karena saya juga belum kok gak ganti kok pancet hijau misal modenya moden sing ya weh isa kanan yaak sih w anjay dan kayak gini hasilnya ya jadi kameranya ini dia bakalan nangkap warna di sini terus direfleksikan ke sini nah selain pakai remote dia juga bisa pakai aplikasi ya di buku panduannya udah ada barcode-nya tinggal dian aja. Nah, aplikasinya kayak gini. Namanya itu ulap. Aplikasinya ULAM ya, bukan ulap. Nah, jadi kalau misalkan pakai aplikasi ini, kita bisa atur-atur warnanya, profile-nya tuh dia berubah kan? Atau kalau misalkan mau warna yang statik aja bisa pilih di sini tuh. Jadi kalau misalkan pengen warna ee banteng ya, tinggal warna merah kayak gini. Terus P3 hijau, Goldkar, kuning. Tergantunglah kalian ikut partai mana. Nanti warnanya tinggal disesuaiin. Cuman kalau misalkan pengen scene-nya itu ngikutin TV, nah kayak gini nih. Tinggal yang light and shad dream. Jadi kameranya ini bakal nangkap cahaya yang ada di sini. Terus dia direfleikkan ke lampu RGB-nya tadi. Tuh, jadi sama kan warnanya. Coba trailer. Trailer. Trailer. Trailer opo? Merah putih. One for all. Wow. Nah, ini nih. Wah, anjay. Cepat amatnya ini ya. Kita coba matiin semuanya ya. Uh, anjay. Wah, gokil. Mantap sih. Tuh, jadi warnanya ngikutin. Tapi ada delay dikit ya. Delay enggak sih? Karena kameranya itu karena mungkin ini versi yang murah ya. Yang versi mahal itu enggak HDMI enggak sih T? HDMI. HDMI sing larang ya. Kalau yang mahal itu dia pakai HDMI jadi langsung gitu. Kalau ini kan pakai kamera ya. Jadi tergantung kameranya ini nangkapnya ada delay-nya. Dan satu lagi kekurangannya karena murah jadi ini terlihat jambul gitu. Kayak webcam tapi bukan webcam. Jadi ini enggak cocok kalau misalkan frame TV-nya itu warna putih karena dia warna hitam jadi kayak kayak panu gitu jatuhnya. Beda warna tapi kalau hitam ya enggak kelihatanlah. Tapi overall dengan harga Rp350.000 nanti link mobil belinya akan saya taruh di kolom pembelian di kolom deskripsi. Oke sih kalau tampak depan ya tampak tampak belakang tadi sih aneh. Nah ini contohnya nih. Kalau misalkan kita pakai spektrum-spektrum kayak gini, wah kamar saya udah kayak gelp. Tapi okelah cukup segitu aja dengan harga Rp350.000. Apa di kesimpulannya W atau enggak ya? Wage ya. Karena TV ini harganya Rp65 juta. Tapi kalau pakai fitur ini, ini kalau saya jual Rp100 juta orang juga percaya enggak? Ya, tapi intinya ini buat pengalaman nonton jadi lebih imersif. Cuman kekurangannya itu ini panunya jadi kelihatan dan eh agak delay karena dia menangkap warna ke kamera terus ke RGB, bukan yang versi HDMI. Kalau versi HDMI itu Rp15uta, lumayan mahal. Ini aja cukuplah. M.
