353 Hari Bersama Galaxy Z Fold7 (YouTube Video)
Ini adalah Samsung Galaxy ZF 7 paling enggak mulus yang mungkin hadir di Indonesia dan dipakai hari-hari. Yang lain ngejaga rapi gitu segala macamnya. Cuman em My Zfult 7 itu udah banyak bekas perangnya lah. Anyway, it is mine. Still using it. I'm happy with it. Bahkan bisa dibilang ini adalah main daily driver handphone yang gua pakai dari awal keluar handphone ini sampai sekarang. tidak sempurna. Tapi bisa dibilang this is actually might be the most usable foldable phone up until now. Kita bahas deh yuk Samsung Galaxy Jol 7 setelah 1 tahun. Bismillah. Alhamdulillahirabbil alamin wasalatu wassalam ala rasulillah. Eh Samsung Galaxy Zfold 7 ini emang bisa dibilang bukan handphone yang sempurna ya kan. Belum menggunakan teknologi baterai terbaru, belum menggunakan charging speed yang luar biasa cepat. kamera tidak mengumpulkan kamera-kamera tele ultra wide angle dan juga sensor yang emang luar biasa besar secara ukurannya gitu. Yet, at the same time kalau kita lagi keliling lihat orang-orang yang menggunakan foldable devices ujung-ujungnya yang digunakan tetap masih ZF series. Kebanyakan sih kalau yang gua lihat sekarang itu bermain di ZF 6 dan juga ZF 7. Jadi ya kayak oke, [tertawa] ternyata orang masih sepercaya itu dengan Zfold gitu ya untuk menjadi opsi Foldable series yang mereka pakai hari-hari. Dan ini di Amini ya, gua coba ngobrol dengan beberapa teman-teman gue yang emang ee di sekitaran kantornya atau di kerjaannya banyak menggunakan Foldable series dan mereka memang menggunakan ujung-ujungnya adalah ZFold Series. Alasannya simpel yang pertama mereka persedia dengan brandnya dan enggak aneh karena emang ini udah iterasi ketujuh bahkan sekarang gitu ya. Tapi enggak sedikit juga yang memang memilih stay di ZFT 6 belum naik ke ZFT 7 karena alasan kelengkapan aksesoris eh dalam hal ini itu adalah S Pen. Mereka senang banget nulis-nulis eh menggunakan S Pen di Samsung Galaxy ZFold 6 yang sayangnya memang di Samsung Galaxy Zfold 7 support untuk menggunakan Sen itu dicabut. Masih bisa sih diganti dengan stylus biasa kalau memang kalian mau. But of course it feels different and tastes different dan ya berbeda lah teknologinya dengan eh Samsung S Pen series. But as for me selama 1 tahun terakhir ini em gua terbiasa tidak menggunakan S Pen pun. Kalau buat tanda tangan, gua juga lebih banyak menggunakan jari aja. Sekarang pun kalau emang perlu fitur S Pen yang lebih advance, ada Samsung Galaxy S26 Ultra yang masih gua pakai sebagai pendamping dari Samsung Galaxy Z47. Tapi gua enggak akan bohong Albi more than happy kalau misalkan Samsung ternyata memutuskan di tahun 2026 ini membawa kembali eh S Pen di Samsung Galaxy E series. Ya, mungkin too much to ask tapi berharap boleh ya. [tertawa] Oke, nih kayaknya ngoridul ke mana-mana nih. Kode The Chase, kita omongin aja Samsung Galaxy Z7 setelah penggunaan selama kurang lebih 1 tahun. Kita omongin dari bagian baterai. Secara baterai gua tidak merasakan perubahan signifikan dibandingin dengan awal gua menggunakan tetap masih bisa bertahan satu harian, gua cabut pagi ee malam tentu emang dia udah minta diisi lagi. Tapi dengan catatan gua tidak banyak menggunakan e peran kamera di handphone ini. Kalau misalnya gue menggunakan lebih banyak kamera di Samsung Galaxy Sol 7 mungkin sekitaran jam .00 sore gua udah harus ee nyolok lagi ya untuk mendapatkan strause. Mengingat baterainya ada di area 4.400 mAh. Enggak ini bukan satu buah hal yang aneh, tapi rumor bahwa Samsung Galaxy ZFold 8 akan memiliki baterai dengan peningkatan kapasitas sekian ratus mAh. Jadi mungkin menyentuh 5.000 atau hampir 5.000, it is actually a good news. Untuk ngecharge-nya sendiri, handphone ini emang belum yang paling cepat. Tapi kalau misalkan emang kalian butuh, seperti biasa trik e melimitasi nge-charge ke 80 atau 90% akan membantu proses charging ini jadi lebih cepat. Untuk bagian hingch sendiri jujur aja gua tidak merasakan ada yang aneh-aneh. Tetap dia lebih kokoh dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Dan setelah mengalami buka tutup,buka tutup lumayan banyak sebenarnya tetap aja handphone ini juga masih cukup aman. Bisa dilihat kondisinya saat ini. Dia tetap masih tertutup dengan rapat. Enggak ada yang tiba-tiba ngangak atau gimana-gimana. fungsinya masih ee bekerja dengan sama seperti kemarin-kemarin, masih bisa ditaruh di meja seperti ini. Terus pun juga kalau misalnya mau dibuka menggunakan layar dalamnya kurang lebih berapa nih 45 derajat terangkat itu juga masih bisa. Jadi, ya secara hingch-nya sendiri 1 tahun terakhir ini masih aman. Dan untuk masalah fleksibel dalamnya, jujur gua enggak tahu seperti apa fisik internalnya, tapi so far baik layar depan ataupun juga layar dalam itu masih berjalan dengan sempurna. Untuk crease di bagian dalamnya tentu lebih terasa karena lebih sering gua buka tutup dibandingkan dengan awal gua dapat device ini. Apakah terasa? Ya kalau di begini-begini mah ya terasa ya. Tapi kan tentu kita menggunakan handphone enggak melulu ngelewatin crise. Kalaupun ada keluhan secara fisik itu adalah memang gua mengalami beberapa paint. loss. Ada beberapa bagian paint loss yang gua ngerti karena handphone ini jatuh. E jadi ya udah mau gimana lagi memang pasti ada bekas bocelnya gitu ya. Tapi pun ada beberapa paint loss yang gua enggak ngerti kenapa karena catnya kayak kekopek seperti di dekat tombol power dan juga tombol volume ini. Ini sih enggak pernah jatuh terus kena di sini ya. Tapi emang tiba-tiba ada chat yang ngelopek aja gitu. Karena ini dari driver ya. Jadi sering banget nanti masuk celana, terus nanti juga taruh di tas, taruh di slingbag segala macam. Wajar kalau misalnya memang secara fisik tidak akan semulus di awal-awal penggunaan ya. Toh juga masih di-cover sama si e Samsung Galaxy Z Premiere Service. Jadi kalau misalkan eh menjelang nanti mau diganti ke ZFT 8 ya bisa diklaim dulu pentingnya PO di awal tuh mungkin itu kali ya. Now, as in penggunaan sehari-hari, apakah ada rasa yang lebih lagi setelah update ke Samsung One UI 8.5? Rasanya masih aman-aman aja, enggak ada yang e gimana-gimana, tetap masih smooth-smooth aja. Menggunakan CapCut juga tetap masih bisa exporting dengan sangat baik. Satu hal mungkin yang jadi highlight adalah fakta bahwa dia ini sekarang udah bisa menggunakan CapCut Pad ya. Tapi memang dengan kondisi layar yang seperti ini gitu ya, sebenarnya CapCut Padak-enak banget sih, kekecilan. But if you want, it's there. Untuk case penggunaan sehari-hari, I'm really really happy dengan penggunaan handphone ini, terutama untuk masalah split screen ya. Em, gua kan lumayan lagi sering belajar angkat-angkat beban nih, gitu ya. Jadi, eh karena gue menggunakan routin yang gua taruh di Samsung Health, jadi konsep cara pakai gua tuh simpel banget. Gua tinggal ngebuka Samsung Health, whatever workout yang lagi gua lakuin di situ, gua biasanya sambil ngedengerin podcast lah atau lihat review apalah. Kondisinya kalau gua lagi e workout itu kurang lebih seperti ini. Nanti misalkan tiba-tiba ada WA masuk yang emang harus dibalas, ini juga konsepnya simpel banget. Gue tinggal swipe aja dari bagian bawah. Terus gue buka tombol WA, gua taruh di bagian tengah. Jadi, gua punya WA di bagian floating screen yang nanti tinggal diumpetin di sini. Kalau misal itu adalah ee satu buah diskusi yang penting. Kalau misalkan diskusi yang cukup gua baca aja biasanya gua cuman taruh di bagian ee bawah sini aja di bagian split screen tapi yang bawah. Jadi hanya untuk ngebaca, enggak perlu di-reply. Kalau good. Kalaupun ada satu hal yang ternyata gua cukup amaze dengan Samsung Galaxy Zfold 7 gitu ya. Bahkan setelah gue menggunakan Samsung Galaxy S26 Ultra, terus juga ada Oppo Find X9 Ultra, ada Vivo X3 Ultra. Itu adalah fakta bahwa gua masih menggunakan handphone yang satu ini untuk syuting. Masih sering ya walaupun syutingnya adalah vertical videos. Alasannya simpel karena lebih mudah monitoring menggunakan kamera terbaiknya yaitu kamera belakang di handphone ini tanpa harus connect-onect ke komputer. Ngerti? Kita bisa connect pakai Olus connect, kita bisa pakai screen copy buat Samsung atau mungkin Office kit Vivo gitu ya atau pakai phone link kalau kita menggunakan Windows. Tapi kan harus mengkoneksikan device ini ke komputer. Kalau misalnya kita menggunakan ini, kita cukup buka kamera. Terus klik tombol selfie di bagian pojok kiri atas. Kita buka. And then dan kita bisa monitoring ini menggunakan kamera terbaiknya. Terus biasanya gua set di 4K60 sambil gua taruh di posisi-posisi yang repot gitu. Misalkan kayak misalnya di sini kan kita monitoring dari sini tuh enggak terlalu gampang ya. Tapi dengan gue sambil bikin looking head terus juga ada unboxing biasanya gue tinggal ngelihat di di screen aja di atas gitu kayak oh ok oke ternyata secara e framing masih oke secara sht masih oke dan apa-apanya masih oke. Jadi ya udah it is actually nice. Secara hasil mungkin bukan yang luar biasa banget but it's just enough dan bisa dibilang masih cukup reliable. Kalau untuk hasil foto-foto sendiri, karena kita harus ngerti ya, Samsung Galaxy Z F4 itu bukan handphone yang dibikin untuk bisa mendapatkan hasil e foto best of the best of the best of the best. Tapi handphone ini is actually enough karena kan main kameranya juga udah 200 megapel. Jadi kalau untuk ngambil foto-foto, let's say untuk sosial media atau mungkin untuk ngambil foto ya keluarga, ada acara apalah semua segala macam tetap masih menjadi andalan karena bisa monitoring lagi-lagi menggunakan monitornya lebih mudah. Walaupun ada satu hal yang pengen gua tambahin eh sebagai kritik untuk Samsung Galaxy Zfold 7 selain baterai dan juga kamera yang pengin kita tambahin gitu ya, sebenarnya adalah fakta bahwa layar depan dari handphone ini terlalu bagus. yang berarti eh selama setahun terakhir kalau dibandingin dengan Samsung Galaxy ZFold 6, Samsung Galaxy ZF 7 ini durasi pembukaan layar atau penggunaan layar dalamnya ini jauh berkurang dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Karena emang dengan tipisnya handphone ini, terus juga dengan entengnya itu enak banget ya untuk menggunakan satu tangan dengan kondisi seperti ini aja. Ini tuh enak banget. Tapi sebagai orang yang emang ngadi-ngadi aja gitu kerjaannya ya, jadi ya selalu nemu aja waktu-waktu untuk menggunakan si layar dalamnya. Selain tadi untuk workout juga misalkan gua lagi pengin syuting menggunakan kamera gitu ya, tinggal buka aplikasi monitor control terus di sebelahnya itu script untuk baca-baca. Jadi ee ya masih ada fungsilah untuk layar dalamnya. Walaupun memang untuk casual usage akhirnya gua lebih sering menggunakan layar luarnya dibandingkan dengan layar dalamnya. Nah, pada akhirnya setelah 1 tahun bisa gua bilang Samsung Galaxy F7 ini emang adalah foldable yang paling ready to use. Benar, tidak ada kamera yang luar biasa gimana-gimana, enggak ada kerja sama dengan ee pihak kamera third party ataupun juga tidak ada em fasilitas-fasilitas yang luar biasa dari sisi baterai dan semua segala macamnya. Dia mungkin e bermain aman eh konservatif seperti Samsung pada umumnya. Yet at the same time, this is the most reliable foldable devices yang bisa dibeli saat ini. Selain saingannya yaitu Samsung Galaxy ZF 6 yang orang-orang masih suka karena support Sen it membuat gue super excited untuk melihat nanti hadirnya Samsung Galaxy ZFold 8 akan seperti apa. Yang di saat gua bikin video ini teaser udah keluar ya, bakal ada form factor baru. Let's hope, let's hope gua bisa bermain-main lebih lama dengan si form factor baru itu. That was the video for today. Gimana menurut kalian tentang handphone yang satu ini? Tulis kolom komentar buat S bunuh diri. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. by
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...

















