Jungkat

4 Juta Pas Dapet Laptop Sekeren Ini?! Review ADVAN Workmate (YouTube Video)

  • 21/08/2025

Laptop ini harga launching-nya cuman R jutaan aja. Performanya udah oke banget karena pakai prosesor AMD Ryzen 5 dengan 4 core 8 trad. RAM-nya 8 gig dan masih bisa di-upgrade. Storage udah pakai SSD jadi udah jelas mantap ya. Dan layarnya pakai IPS resolusinya full HD plus 16 bis udah kekinian banget. Ini adalah Advance Workmate ya. Untuk kelas harga segini, Advan Workmate ini memang menarik banget ya. Karena laptop satu ini memang ditunjukkan untuk pelajar atau mahasiswa yang butuh laptop untuk ngetik-ngetik dan multitasking ringan. Selain itu laptop yang ini juga cocok digunakan oleh para pekerja kantoran pemula atau first jobbers ya, pengguna rumahan dan pebisnis pemula yang mencari sebuah laptop untuk kerja dan kegiatan multitasking ringan. Nah, langsung aja kita mulai. bahas dari spesifikasi utamanya terlebih dahulu. Nah, untuk prosesor dia pakai prosesor AMD Ryzen 5 3500 U. Code name-nya adalah Picasso. Arsitekturnya adalah Zen Plus dengan 12 nanm. Base TDP-nya ada di 15 wat. Dia punya total 4 cord 8 trad. Yah, 8 trad lumayan juga ya. Maksimum turbo frekuensinya up to 3,7 GHz. Capas L3 cas-nya ada di 4 MB. Untuk integrate graphics, dia pakai AMD Radion dengan 8 compute unit dengan total shadernya itu di 512 shader unit. Kapas RAM-nya ada di 8 GB DDR4 2400 single channel. Kalau memang dirasa kurang, masih bisa di-upgrade ke dual channel karena laptop ini punya dua slot SODIM. Untuk storage-nya yang terpasang adalah 256 GB SSD M2.2 and VME PCI 3.0. Hanya ada satu slot M2 di laptop ini. Jadi kalau emang butuh upgrade, kita bisa ganti aja SSD bawaannya. Jadi tetap bisa di-upgrade. Untuk reivitasnya dia pakai modul Realtech ya, udah support Wii 5 dan Bluetooth versi 5 juga. Untuk kapsel baterainya ada di 45,6 wat hour. OS tentu pakai Windows 11 Home. Untuk body fun factornya adalah clamp cell atau laptop classic. Materialnya tentunya polikarbonat. Untuk warna unit yang kami uji ini warnanya adalah blue atau biru. Ada satu varian lagi yang warnanya grey atau abu-abu. Nah, untuk desain laptop ini memiliki desain yang simpel, minimalis seperti laptop lain yang ada di kelas harga ini. Terdapat logo Advance yang ada di bagian kanan punggung layar. Untuk dimensinya panjang 31,5 cm, lebar 21,8 cm, dan ketebalan di 1,93 cm. Bobotnya untuk laptopnya aja di 1,38 kg. Lalu untuk chargernya 136 gr. Ini adalah charger 45 watt dengan colokan yang langsung menyatu dengan adapter. Jadi lebih praktis aja kalau mau dibawa-bawa bepergian. Untuk total bobot kalau dibawa-bawa semuanya adalah di 1,51 kg. Masih lumayan oke. Untuk display, laptop ini pakai panel IPS ya. IPS dengan ukuran 14 inci. Resolusinya Full HD plus atau WUxga. Lebih tepatnya 1920 * 1200 pikel. Jadi aspek rasionya 16 b. Refresh rate-nya standar sih di 60 Hz. Dan berdasarkan pengujian kami, tingkat kecaran maksimumnya ada di 309 nitz. Lumayan tinggi nih. Lalu untuk gamut coverage-nya ada di 61,4% sRGB dengan gambut volume di 62,1% sRGB. Memang ini belum yang benar-benar cocok kalau mau dipakai untuk content creation class profesional yang butuh akurasi warna tinggi. Tapi mengingat harganya sih masih bisa dimaklumin. Dan kalau memang butuh akurasi warna yang tinggi gampang, tinggal pasang monitor eksternal aja. Gampang kan? Ya, pastikan aja monitor eksternalnya memang yang bisa paling enggak 100% sRGB. Nah, untuk layarnya ini memiliki permukaan yang matte atau antiglare. Jadi, dia tidak menentukan bayangan-bayangan ya saat digunakan. Exel-nya bisa dibuka sampai 180 derajat. Ini mudahkan kita kalau ingin menampilkan isi layar ke lawan bicara dan tampilannya jadi profesional banget sii ya. Dan engsel seperti ini juga meminimalkan potensi terjadinya kerusakan saat layar tidak sengaja kedorong. Untuk bingkai layarnya tergolong tipis dengan ketebalan sisi kanan dan kirinya di 5,9 mm. Sedangkan untuk bingkai atas itu sedikit tebal karena terdapat kamera dan mikrofon di area ini. Jadi wajar ya. Nah, kita sekarang bicara kamera dan mikrofonnya. Kameranya punya resolusi di 1,9 megapel untuk asper rasio 4 b. Kalau kita ubah jadi 16 b 9 resolusinya jadi di 720p. Untuk videonya tentunya jadi 720p 30 fps. Untuk mikrofon itu terletak di samping webcam dan untuk kuat gambar dan pengujian mikrofonnya kurang lebih seperti ini ya. Dan ini adalah kualitas kamera dari laptop Advance Workmate yang satu ini. Untuk kameranya sendiri ini punya resolusi 720p. Jadi kalau memang kalian mau gunakan laptop ini untuk meeting ini bisa karena gambarnya juga ya udah bisa dibilang cukup baguslah untuk laptop kelas harga Rp4 jutaan. Tapi kalau emang kalian mau pakai, saya sangat sarankan untuk menggunakan kameranya di ruangan dengan pencahayaan yang cukup yang terang gitu. Jadi biar gambarnya kelihatan lebih jelas ya. Kali ini kita ada di luar untuk menguji mikrofon dari laptop Advance Workmate yang satu ini. Untuk mikrofonnya ya ini memang belum dilengkapi noise cancelling ya, tapi wajar mengingat harganya ada di R jutaan aja. Oke, untuk sistem audionya laptop ini pakai dua buah speaker. Jadi stereo ya terletak di kanan kiri laptop dan mengarah ke alas laptop. Untuk suaranya standar lah kelas laptop entry level ya begini ya kalau tes suaranya ya. Kalau memang dirasakan kurang, kita bisa gunakan headset atau speaker eksternal supaya lebih mantap lagi. Toh harganya udah murah nih ya. Lanjut untuk konektor. Di sebelah kiri ada satu USB type C yang hanya digunakan untuk charging aja di sini ya. Lalu ada satu USB 3.2 gen ada satu HDMI, ada satu USB 3.2 Gen One type C yang sudah mendukung data transfer, display output, dan power delivery. Lumayan lengkap. Kita lihat sisi kanannya. Di sini ada satu micro SD card reader, ada satu audio jack combo 3,5 mm, dan ada satu USB 2.0, 1 USB 3.2 gen one, serta satu Kensington lock slot. Oke, untuk keyboard-nya ini adalah keyboard chicklet dengan layout yang mirip dengan laptop Advance Wor Pro yang pernah kami review sebelumnya. Tombolnya bukan yang paling silent, tapi masih okah buat digunakan di tempat yang hening. Untuk tombol navigasi seperti page up dan page down itu menyatu dengan tombol anak panah. Tapi di sini tidak tersedia tombol home dan end. Nah, untuk tombol anak panah atas dan bawah ini ukurannya setengah dibandingkan tombol yang lainnya. Dan yang satu ini sayangnya memang masih belum pakai backlit tapi ingat harganya ya. Lanjut ke touchpad. Laptop ini punya precision touchpad jadi sudah mendukung berbagai gestart dari Windows precision driver. Ukurannya adalah 12 * 6,6 cm dan terletak center to space bar. Jadi ini jarang kesenggol telapak tangan kalau kita sedang mengetik. Mantap. Untuk sistem pendingin, dia menggunakan sistem pendingin aktif dengan satu kipas dan satu buah heat pipe. Intake udara dari bawah dan ekhaya ke arah belakang. Mari sekarang kita bahas aspek performanya. Langsung aja kita masuk ke konsistensi performanya. Pakai Sinab R23, stability test selama 30 menit. Untuk skor maksimum yang sudah dicapai adalah di 3.043 poin. Sedangkan untuk skor yang dapat dipertahankan ada di kisaran 3.000-an poin juga. Ini skor yang masih sangat mirip dengan skor maksimumnya ya. Jadi terlihat ini minim sekali gejala throttling. Untuk konsistensi performanya saat enggak nyolok ke charger itu ada di kisaran 2.500 sampai 2700 poin. Jadi masih lumayan oke, enggak terlalu jauh dari performa maksimalnya. Nah, kita lihat sekarang suhu kerjanya. Ternyata CPU bisa dipertahankan di kisaran 62 sampai 66 derajat celcius saja. Wah, adem ini sih. Oke, sekarang kita langsung aja coba Adobe Premiere ProCi 2025. Seperti biasa kita pakai video yang durasinya 2 menit 7 detik. tentunya nanti bisa dilihat ya, kita juga tes kalau RAM-nya kita upgrade 16 GB dengan konfigurasi dual channel. Nah, karena laptop ini ada di kelas 4 jutaan, jadi kita ngetes dengan resolusi 1080p 60 fps saja ya. Nah, untuk konfigurasi RAM 8 GB single channel dengan software only dalam waktu 6 menit 47 detik. Kalau kita pakai Open CL sesuai dalam waktu 7 menit 21 detik. Kalau kita upgrade ke 16 GB dual channel software only 5 menit 54 detik. Kalau pakai Acceleration dengan Open CL selesai dalam waktu 4 menit 44 detik udah lumayan lah ya. Nah, untuk SU kerjanya CPU itu ada di kisaran 58 sampai 63 derajat celcius saja. Oke, sekarang kita lihat kalau kita pakai Da Vinci Resoft 19.1. Software video rating kelas profesional tapi versi gratis ya. Durasinya masih sama, resolusinya masih sama. Untuk 8 GB single channel itu saya dalam waktu 10 menit 46 detik. Sementara kalau 16 GB dual channel saya dalam waktu 7 menit 31 detik. Jadi terlihat ya kayaknya kalau pakai aplikasi yang ini masih kurang pas memang. Nah, untuk suhu kerjanya pada saat melakukan exporting SCP bisa ditahan di kisaran 60 sampai 64 derajat celcius. Oke, sekarang kita lihat kalau kita pakai CapCut Video editor. Masih video yang sama. 1080p 60 fps durasi 2 menit 7 detik. 8 GB single channel saya dalam waktu 4 menit 51 detik. 16 GB dual channel saya dalam waktu 3 menit 39 detik. Jadi bisa dilihat ya, kalau mau digunakan untuk editing video, cocoknya sih harusnya memang ya kalau mau 1080 sih masih bisa kalau pakai CapCut. Tapi agak lama aja nunggu eksportnya. Yang cocok itu kalau kita pakai 1080p 30 fps. Rasanya udah mantap tuh kalau gitu ya. Nah, dalam pengujian tadi kita bisa lihat bahwa CPU itu bisa ditahan tetap di bawah 65 derajat Celcius. Jadi aman banget. Oke, pasti banyak yang nanya buat gaming gimana? Nah, ini hasil pengujiannya. [Musik] He. Gimana? Udah lumayan ya? Ya, jangan berharap game triple A modern bisa jalan di sini. Enggak bisa ya. Tapi udah lumayan banget loh hasilnya. Oke, kita lihat dulu untuk suhu kerjanya. Kita main GTA 5 yang tadi selama setengah jam. Susipnya dari kisaran 62 sampai 64 derajat celcius saja. Jadi lagi-lagi aman. Nah, sekarang kita lihat suhu permukaannya. Untuk area permukaan terpanas ada di bagian kanan atas dekat lubang pembuangan udara ini mencapai 47 derajat Celcius. Wajar namanya lubang pembuangan udara ya. Dan tentunya karena area ini jarang disentuh saat kita main game jadi aman-aman aja harusnya. Untuk titik terpanas di permukaan keyboard itu ada di area tengah dekat huruf G ini mencapai 40 derajat Celcius saja. Untuk area kiri suhunya di bawah 38 derajat celcius. Sementara untuk area kanan lebih rendah lagi masih di bawah 34 derajat Celcius. Untuk pamres sih luar biasa aman sih di bawah 31 derajat Celcius. Lanjut untuk pengujian storage-nya. Dengan kristal di smart kita dapatkan bahwa kecepatan bacanya ada di 3.66 MB/ dan tulis di 2145 MB/s. Ini adalah kecepatan yang tergolong kencang untuk sebuah SSD PC Gen 3 yang kapasitasnya 256 GB. Jadi udah mantap di sini. Sekarang kita lihat daya tahan baterainya. Seperti biasa, kita set beratnya di 150 unit dengan volume di 25%. Hasilnya untuk lokal video playback resolusi 1080p, baterai habis setelah 5 jam 45 menit. Ya, ini sebetulnya hasil yang cukup wajar ya untuk laptop yang kelas harganya sekitar R juta bahkan ini di bawah R juta ya yang pakai prosesor tipe seperti ini. Oke, sekarang kita lihat charging-nya. 30 menit pertama terisi di 41% sementara dari kosong sampai penuh butuh waktu 1 jam 57 menit. Ah, mantap ya. Sedikit di bawah harapan kami yang 2 jam. Jadi mantap ini. Oke, untuk harganya unit kami uji ini harga normalnya itu di Rp4.99.000. Tetapi saat video ini dibuat, kami menemukan banyak online store yang menjual di bawah Rp4 juta. Mungkin karena promo launching ya. Jadi kalau kalian mau beli, cek-cek dulu yang benar harganya berapa sih sebetulnya. Nah, kalau kalian sih dapatnya berapa? Coba tulis di kolom komentar. Oke, harga yang tadi itu sudah termasuk mendapatkan Windows 11 Home dan garansi 1 tahun. Oke, sekarang kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, RAM bawaan ini konfigurasinya masih single channel. kami akan sangat sangat sangat menyarankan untuk langsung upgrade ke dual channel aja supaya performanya lebih kencang. Apalagi kalau mau dipakai untuk main game tipis-tipis. Lalu untuk suara speaker ini masih kurang lah ya suaranya ya. Tapi sekali lagi melihat harganya masih tergolong wajar. Kemudian dia belum dapat Microsoft Office di sini. Tapi tenang kalau mau nginstal Microsoft Office bisa ya tapi dibeli dulu ya. Atau mau pakai alternatif lain yang gratis seperti Google Docs itu bisa juga. Oke, dari si menariknya prosesornya ini masih tergolong kencang untuk kelas harganya. Dia punya 4 core 8 trad jadi nyaman buat multitasking ya. Lalu mau browsing, ngetik atau bikin presentasi pakai PPT masih bisa banget di sini aman ya. Gaming tipis-tipis juga masih bisa tapi yang penting upgrade dulu RAM-nya. Lalu ngedit foto dan video sederhana juga bisa ya. 1080p 30 FPS masih oke. Apalagi kalau pakai CapCut di sini. Lalu untuk suhu kerjanya tergolong aman saat dipakai untuk kegiatan berat. Storage juga sudah langsung pakai SSD di sini. Layar juga IPS resolusi 1200p udah kekinian ini ya. Layarnya juga bisa dibuka 180 derajat nih. Jadi mirip seperti laptop bisnis kelas atas. Konektornya juga lengkap dan cenderung melimpah. Bahkan punya micro SD carder dan USBC full function. Jadi bisa pakai dua layar ekstra dengan laptop yang satu ini. Charging-nya juga udah pakai USB type C jadi jelas lebih praktis ya. Chargernya bisa dipakai buat ngecas HP juga tuh. Nah, kemudian penampilan juga keren ya. Enggak cuman hitam aja gitu ya. Warna yang tersedia dua-duanya juga beda aja. Oke, pertanyaannya. Jadi, Advance Workmate ini cocoknya buat siapa? Pertama, buat pelajar atau mahasiswa yang butuh laptop terjangkau tapi performanya tetap oke. Ini cocok banget. Lalu untuk pekerja kantoran, UMKM, pebisnis pemula yang butuh laptop terjangka untuk multitasking ya seperti ngetik-ngetik online meeting, bikin presentasi, ini juga tentunya cocok. Untuk penggunaan rumahan yang hanya pakai laptop buat saranaan hiburan seperti browsing, nonton atau dipakai mirroring ke TV bisa juga yang satu ini. Nah, kalau misalnya mau dibandingkan dengan pakai tablet karena ini udah masuk dalam ranahnya tablet di kelas harga segini ya mending pilih mana sih? Oke, ini sebetulnya balik lagi ke kebutuhan kalian. Laptop di kelas harga ini layarnya memang belum punya fitur touch screen, tapi kalau kita bicara soal kerja yang butuh ngetik-ngetik, keyboard di laptopnya itu jelas jauh lebih nyaman dan lebih mantap dibandingkan tablet di kelas harga yang serupa. Apalagi karena memang berbagai software Office seperti Word, Excel, PowerPoint ya itu akan berjalan secara natif di laptop Windows, mulus, lancar gitu ya. Dan saat kita bicara tentang manajemen file, ya jelas laptop Windows tuh jauh lebih mudah dan lebih nyaman untuk manajemen file-nya. Pindah-pindah, copy paste, segala macam. Wah, jauh lebih nyaman ya. Buat Mitas Taskin juga udah oke banget. Apalagi yang satu ini bisa pakai dua monitor eksternal. Jadi tambahannya dua ya, total tiga monitor tuh ya. Dan masih punya konektor USB. Yang mesti dibantkan flash disk, SSD eksternal atau bahkan mouse. Dan kalau emang kepikiran, wah mungkin saya mau pakai buat gambar-gambar, ini masih bisa ditambahkan dengan penab eksternal. Jadi aman juga. Intinya kalau memang dicari adalah sebuah laptop tin and light di harga R juta ya atau bahkan mungkin kurang ya dengan performa yang memuaskan rasanya Advance Workmate ini jadi layak sekali untuk dipertimbangkan. Saya DAN Jaga TV.

Lihat di YouTube