Jungkat

4 Jutaan! Tablet Honor Terbaik di Indonesia: REVIEW Honor Pad 9 + Ekosistem Honor (YouTube Video)

  • 23/05/2025

Ini adalah Honor Pad 9, tablet terbaik owner di Indonesia saat ini. Layarnya 12,1 inci. SOC Streagen 6 gene. RAM 8 gig, storage 256 gig dan dia punya 8 speaker. Dia support keyboard case, dan stylus. Dan uniknya dia punya fitur ekosistem yang terhubung dengan smartphone dan laptopnya juga. Nah, kalian lagi cari tablet di harga R jutaan? Masih ragu apakah tablet ini cocok atau tidak buat kalian? Nah, kalian datang ke video yang tepat. Langsung simak review kita kali ini. Owner Indonesia merilis tablet ini pada Februari 2025 kemarin ya. Banyak sekali produk yang dibawa sama owner dari smartphone, smartphone lipat, tablet hingga laptopnya juga ada. Udah lama nih kita enggak ng-review produk under nih. Nah, untuk video ini kita akan membahas tabletnya dulu sekaligus kenalan dengan ekosistemnya owner di Indonesia. Karena mungkin banyak dari kalian yang belum kenal secara lengkap. Siapa tahu kalian baru ngikutin dunia gadget 5 tahun terakhir, jadi belum pernah dengar brand yang satu ini ya. Nah, intinya her tuh dulunya adalah subbrandnya Huawei, tapi sekarang katanya sih udah pisah dan ini membuat her tidak termasuk dalam list band-nya Google. Jadi, tablet ini tentunya adalah sebuah tablet Android normal banget. Ada Play Store-nya di dalamnya, ya. Sekarang kita lihat paket penjualannya. Di dalamnya tentunya ada unit tabletnya. Lalu ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini ada chargernya ya, 35 watt chargernya, ada kabel USBC, ada dokumen, dan ada juga keyboard cover serta stylus yang termasuk dalam paket penjualan. Tapi sayangnya untuk styless kami belum pegang nih ya, o baru kirimkan dengan keyboard cover-nya aja. Nah, dari segi desain, bodinya ini menggunakan desain yang serba flat baik sisi layar, frame, sampai back cover-nya. yang membuat berbeda ada di penempatan modul kameranya yang di tengah nih seperti ini nih. Ini cukup elegan juga ya dan kokoh berkat material back covernya yang dibuat dari aluminium. Untuk dimensinya 278,2 * 180,1 * 6,9 mm. Dan untuk bobot tabletnya aja ada di kisaran 556 gr. Nah, kalau tablet digabungkan dengan keyboard cover-nya dan mau dibawa-bawa ini ada di kisaran 974 gr saja. Jadi masih cukup ringan. Nah, untuk warna hanya satu ini aja. Ini namanya adalah space gray. Nah, kalau dilihat dari posisi kamera selfie-nya yang ada di tengah, tablet ini ditujukan untuk penggunaan secara horizontal. Kita lihat sekarang sisi kanannya. Di sini ada port USBC dan ada dua grill speaker. Di atas ada dua mikrofon, tombol power, dan tombol volume. Di kiri ada dua grill speaker, lalu sisi bawah ada empat lubang grill speaker lagi. Jadi total ada delan speaker. Suaranya nih sangat lantang ya dan jernih. Catatannya volumenya jangan terlalu dipentokin aja. Kalau kita coba pentokin sampai mentok banget itu agak pecah sedikit suaranya ya. Jadi ya setengah jalan aja lah atau 2/3 jalan aja udah mantap kok, udah lantang suaranya. Nah, dilihat dari sekeliling tabletnya ini memang tidak ada slot untuk SIM maupun SD card karena tablet ini memang Wi-Fi only dan memang tidak mendukung penggunaan micro SD dan untuk headphone jack juga sudah tidak ada di sini. Oke, sekarang kita lihat sisi depannya ya. Ini adalah layar dengan panel IPS ukurannya 12,1 inci. Resolusinya adalah 2.560 * 1600 piksel. Untuk brightness saat diuji maksimum brightnessnya dalam ruangan itu adalah 570-an nits. Ini bahkan lebih tinggi dari claim owner yang katanya cuma 500 nits. Sementara itu untuk simulasi outdoor brightness-nya masih mirip-mirip aja. Untuk mode warna layarnya itu enggak ada opsinya ya. Jadi kita tes apa adanya aja. Untuk color gambut coversnya ada di 91% sRGB dan gambut volume di 97,5% sRGB. Jadi untuk editing content ini masih mencukupi lah ya. Nah, untuk refresh rate layernya itu up to 120 Hz. Adaptif dari 60 sampai 120 Hz. belum ada klaim untuk tas sampling rate-nya, tapi kalau kita tes tidak ada rasa delay yang mengganggu. Dipakai buat ngetik, swipe-swipe taptap. Main game pun lancar-lancar aja. Untuk layar sentuhnya ini juga ada support sampai 10 jari sekaligus. Layarnya sendiri support stylus khusus dari Honor yang namanya adalah Honor Choice Pencil ya. Nah, ini udah pakai Bluetooth Low Energy atau BLE 5.1, udah punya 4096 pressure level, baterai 80 mAh. Dan untuk isi baterainya pakai konektor USBC. Ini lumayan ya untuk yang pakai tablet mau gambar ya udah mantap banget buat siapapun yang mau beli tablet dipakai untuk gambar ya. Nah untuk kamera kita lihat di sisi atas layar terdapat kamera selfie dengan resolusi 8 megapel untuk perekaman video 1080p 30 fps. Posisi kameranya yang di tengah-tengah membuatnya ideal untuk video call. Jadi mata kita tuh lebih sejajar lah dengan kameranya. Nah, beralih ke sisi belakang. Di sini ada modul kamera utama ya yang resolusinya adalah 13 megap. Perekaman videonya up to 4K 30 fps. Nah, kita beralih ke spek internalnya. SOC-nya Snapdragon 6 gen1 dengan RAM 8 GB dan storage untuk unit kami ini adalah yang 256 GB. Baterainya ada di 8300 mAh. Untuk chargernya itu di 35 watt. Nah, untuk sensor ada accelerometer dan light sensor di sini. Untuk gyonnya belum ada ya sayangnya ya. Oke, untuk OS dia pakai Magic OS versi 8 berbasis Android 14. Untuk update sayangnya enggak ada untuk versi Android-nya. Jadi udah mentok di Android 14 aja. Tapi under menjanjikan untuk update security-nya itu sampai 2026. Sebetulnya ini juga karena tablet ini secara global diperkenalkan itu sudah cukup lama ya di Desember 2023. Cuma memang masuk Indonesianya baru-baru aja. Nah, yang membuatnya spesial tuh sebetulnya ada di fitur ekosistemnya. Jadi her juga menyiapkan ekosistemnya sendiri yang mereka sebut sebagai magic ring. Jadi kalau kita sudah punya smartphone dan laptop, semuanya itu bisa saling terhubung. Syaratnya kita hanya perlu login di semua perangkat dengan email yang sama. Contoh fitur spesifiknya kurang lebih seperti ini. Pertama ada connected apps. Jadi misalnya kita lagi nulis email di smartphone owner. Kita bisa melanjutkannya ke tablet ini atau bisa melanjutkan di laptop owner juga. Mantap. Lalu untuk screen sharing juga ada. Lalu ada connected file. Fitur ini memungkinkan transfer file seperti gambar, dokumen, dan lain-lain. Hanya dengan drag and drop seperti ini. Praktis banget kan? Nah, atau misalnya mau jadikan tablet ini sebagai layar kedua dari laptop kita secara wireless itu juga bisa. Dan ada masih banyak lagi fitur ekosistem lainnya. Ini sepertinya ya owner begitu masuk Indonesia langsung masukin macam-macam supaya kita bisa merasakan asyiknya menggunakan ekosistemnya Honor ya. Nah, kalau dilihat-lihat Magic OS nih masih ada cita rasa kakaknya ya yang dulu tuh kakaknya yang dulu ya. Tapi bedanya ini sudah support Google Mobile Services secara utuh dan secara normal. Jadi Play Store dan Maps-nya itu jalan semua di sini dengan normal ya. Oke, kita masuk ke fitur keamanan. Di sini ada face unlock dan screen lock standar Android. Untuk fingerprint scanner itu tidak ada di sini. Untuk kektivitas, dia punya Wii 5, Bluetooth versi 5.1. Untuk Bluetooth ket-nya ada beberapa dan bisa lihat aja di menu ini ya, jelas banget. USBG gimana? Bisa juga yang belum bisa itu adalah display out ya, tapi sesuai dengan harganya lah. Oke, langsung kita tes performanya. Sekarang kita mulai dari UnTutu 10. Nah, skor yang muncul adalah R60.000-an. ini sedikit lebih rendah dibandingkan hasil yang kami peroleh dari Snapdragon 6 Gen One yang biasanya ada di kisaran Rp500.000-an. Ternyata ini karena ada satu tes GPU yang tidak bisa jalan. Sayangnya versi berapun atau 10 yang kita pakai itu hasilnya sama aja. Jadi enggak tepat bisa dibilang dia yang bermasalah. Mungkin antutu 10-nya aja yang tidak mengizinkan satu pengujian itu berjalan ya. Nah oke lanjut untuk Geekbench 6 single core di 940 dan multicore di 2726. Untuk GFX Bench meratan 3.1 offsreen 1080p dia dapat 45 fps. Sementara untuk 3max sling shot graphic skornya di 393. Nah, sekarang kita coba lihat stress testnya ya dengan 3max wildlife stress test. Bornya ada di 2355. Nah, di sini kita bisa lihat bahwa stability-nya tanpa kipas itu sudah 99,8%. Udah mantap banget. Oke, kita lanjut ke gaming. Kita mulai dari Mobile Legends. Untuk setting frame rate kita bisa atur ke super. Artinya dia bisa mencapai 90 fps. Nah, untuk setting lainnya kita bisa atur rata kanan aja. Saat dimainkan game ini bisa jalan di 90 fps lancar dengan sedikit frame drop ke 80-an FPS kalau lagi ramai. Overall ini udah mantap banget. Lanjut ke Real Racing 3. Saat dimainkan game ini bisa jalan di 120 FPS ya. Ini game sih lancar banget. Nah, sekarang kita lihat PUBG Mobile. Sayangnya di sini e terkunci di ultra saja settingannya. Jadi mentok di 40 fps ya. Kalau dimainkan ya jelas ya ini keentengan buat SOC-nya. harusnya dia bisa ngasih performa yang jauh lebih kencang daripada sekedar 40 fps. Ya, kalau mungkin kalian punya cara untuk paksa buka settingnya sih silakan-silakan aja ya. Yang jelas dari developernya secara resmi baru membukanya sampai 40 fps aja. Kita lanjut ke Gensin Impact. Kita coba dengan setting HS60. Ternyata tablet ini masih cukup lancar di kisaran 30 fps. Fluktuasinya di kisaran 30 sampai 40 fps kalau lagi traveling dengan frame drop ke kisaran 25 fps. Terutama kalau lagi battle. SU tertinggi di sisi layar itu ada di kisaran 38 derajat Celcius. Sementara SU di body belakang itu tertingginya di 38 derajat Celcius saja. Ini masih amanlah ini ya. Masih lumayan jauh dari yang namanya panas yang biasa patokannya adalah sekitar 42 sampai 45 derajat celcius ya. 38 masih aman. Untuk ranking performa seperti ini lightnya dikasih ranking B minus sudah cukup kuat untuk setting highest tapi frame rate masih bisa sedikit drop di bawah 30 FPS di beberapa skenario. Kalau mau lebih lancar kalian bisa turunkan aja beberapa setting grafisnya ya. pasti entar jadi mulus aja kok gak ada masalah. Oke, kita lanjut ke watering waves di sini. Sayangnya untuk G1 ini menurut kami masih kurang nyaman dimainkan ya dengan setting rata kiri sekalipun frame rate masih ada kisaran 20-an FPS saat dimainkan dengan ya lag yang cukup berasa di sini. Kalau sekedar untuk traveling sih masih oke, tapi kalau buat battle yang serius nah belum pas yang satu ini ya. Lanjut untuk pengujian kameranya. Oke, yang lagi kalian lihat sekarang ini adalah contoh video dari kamera selfie-nya Honor Pad 9. Hasilnya kurang lebih seperti ini. Saya rekam di resolusi 1080p 30 fps. Dan suara yang lagi kalian dengar sekarang juga suara langsung dari mikrofonnya. Gimana suaranya, Teman-teman? Kalau menurut saya pribadi, mikrofonnya enggak ada masalah. Bisa menangkap suara dengan baik. Suara vokal saya juga jelas. Jadi, untuk kebutuhan video call mah pakai mikrofon bawahnya udah cukup. Kalau untuk kualitas gambarnya sendiri menurut saya pribadi sih aman-aman aja selama di pecahairanya cukup. Tapi kalau menurut selera saya pribadi, ini karakter gambarnya agak sedikit kasar. Terasa agak cover sharpen gitu. Cuman kalau enggak diit picking banget mah gambarnya masih oke-oke aja. Nah, kalau ini contoh video dengan kondisi lampu studionya saya matikan. Jadi saya cuma pakai lampu di atas aja soalnya kan enggak semua orang punya lampu studio yang proper seperti ini kan. Ini lebih untuk menggambarkan kondisi ya mayoritas pengguna lah. Kalau menurut saya pribadi ini masih bisa cukup bagus gambarnya. Cuman memang kalau di area gelap seperti ini nih noise-nya sudah mulai terlihat. Tapi paling enggak dari segi frame rate, videonya tuh masih di 30 fps lah, belum terlihat patah-patah videonya. Nah, kalau ini adalah contoh video dari kamera utamanya Honor Pad 9. Sebetulnya ini mungkin akan jadi kamera yang paling jarang dipakai ya, karena untuk sebuah tablet biasanya kamera selfie yang paling sering dipakai untuk video call. Cuman ini kita cobain aja dan untuk kualitas gambarnya kurang lebih seperti ini. Di sini saya juga udah cobain untuk kebutuhan video call. Jadi, pertama saya tes pakai Google Meet dan di sini aman ya. Kita bisa pakai fitur gotag-ganti background, mau pakai blur bisa, mau pakai gambar sendiri bisa dan pakai gambar yang preset dari Google Meet-nya juga bisa. Kalau di Google Meet enaknya ada banyak di pilihan gambarnya. Sedangkan untuk aplikasi Zoom kita bisa pakai fitur untuk blur background-nya. Tapi memang kalau opsi gambar enggak sebanyak dan sevariatif di Google Meet ya. Cuman paling enggak kalau mau pakai gambar sendiri itu bisa di sini ya. Kurang lebih seperti inilah kameranya Honor Pad9. Kita lanjut lagi ke pembahasan berikutnya. Oke, sekarang mari kita uji daya tahan baterainya ya dengan YouTube local video playback 1080p non HDR. Kita putar videonya secara lokal ya. Baterai habis setelah 16 jam 13 menit. Ini hasil yang tergolong normal-normal aja ya. Terutama untuk tablet dengan ukuran layar sebesar ini dan baterainya juga masih di bawah 10.000 mAh kan. Nah, lanjut untuk YouTube streaming selama setengah jam baterai turun 3%. Sementara mainan TikTok selama setengah jam baterai turun 4%. Lalu untuk main Gensin Impacteng jam di setting HS 60 FPS baterainya turun 9%. Menarik ya, untuk penggunaan gaming baterainya masih tergolong cukup awet ya di sini. Nah, untuk charging sekarang kita lihat dari 0 sampai 50% tercapai dalam waktu 51 menit. Sementara dari kosong sampai penuh itu butuh waktu 1 jam 49 menit. Lagi-lagi ini hasil yang tergolong normal. Bukan yang paling kencang tapi enggak bisa dibilang lambat juga untuk baterai yang di 8.000-an mAh dengan charger yang ya ini kan bukan charger kencang-kencang amat juga. Lanjut lagi. Untuk Netflix dia sudah WF L1 jadi dia bisa streaming sampai full HD ya. Untuk YouTube dia bisa streaming sampai 4K60, tapi untuk playback video itu HDR-nya belum bisa ya. Untuk HTICH feedback di sini tidak ada mesin gitarnya ya. Jadi hptic feedback-nya jelas tidak ada. Untuk efek notifikasi gitar juga tidak ada di sini. Tapi ya ini udah umumlah untuk sebuah tablet ya. Karena kan udah disediain juga keyboard-nya. Jadi enggak perlu heptic feedback lah dari layarnya ya. Langsung aja rasakan mechanical feedback dari tos di keyboard bawaannya. Oke, untuk harganya harga resmi untuk yang 8256 ini ada di kisaran Rp4.799.000 dan ini bisa didapatkan di Erafone atau di official store owner di Shopee. Oh ya, selain tablet ini owner juga sudah menjual produk-produk lainnya ya seperti Honor 200 Pro. Ini adalah smartphone kelas R jutaan dari Honor yang pakai SOC Snapdag 8S Gen 3 dan punya setup kamera seperti kamera flagship. Ada kamera utama 50 megapel, ultrawide 12 megapel, dan telefoto 50 megapel. Lalu ada Honor Magic Fitri. Nah, ini smartphone flagship foldable dari Honor nih di sebelah saya nih ya yang dijual dengan harga kisaran R4 jutaan. Bodinya super tipis 4,4 mm dan bobotnya hanya di kisaran 230 gr. Dia udah punya IP rating ya di IPX8 jadi lolos uji tenggelam dalam air dan kameranya menarik juga nih. Kamera utama 50 megapel, ultrawide 40 megapel, dan telennya 50 megap. RAM-nya 12 gig dan storage-nya 512 GB. Kemudian ada juga Honor X9C. Ini adalah smartphone class midrange yang dijual di kisaran Rp4 jutaan. Dia mengadakan baterai besar sebagai nilai jual utamanya. Kapasitas baterainya di 6.600 mAh. Chargernya 66 watt dan dipadukan dengan SOC Snapdragon 6 genen one. Kemudian nih yang di sebelah saya dari tadi ini ya, Honor juga menjual laptopnya yang bernama Hor Magic Book Art 14. Laptop ini tipis dan ringan. hanya sekitar 1 kg lebih dikit ya dan ketebalannya hanya sekitar 1 cm. Keunikan laptop ini ada di webcam-nya yang jadi modul terpisah seperti ini. Modul ini bisa disimpan dalam laptopnya seperti ini dan kalau mau dipakai tinggal cabut lalu tempel di bagian atas layar seperti ini. Layarnya ini udah pakai OLED dan resolusi tinggi ya 3.120 * 2080 piksel. RAM 16 GB storage 1 TB. Prosesornya pakai Intel Core Ultra 5 125H dan udah punya sertifikasi Evo. Untuk harganya, laptop ini dijual di kisaran 24 jutaan. Oke, sekarang kita kembali lagi ke tablet yang satu ini. Kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, versi Android-nya itu mentok di 14 ya. Paling enggak masih ada update security sampai tahun 2026. Lalu tidak ada versi selulernya. Tablet ini Wii only. Jadi kalau mau dibawa keluar rumah ya tetering atau nyari WiFi tentunya. Lalu dia enggak punya slot untuk micro SD dan enggak punya headphone jack. Lalu tidak ada fingerprint scanner juga baru dif security yang basic Android aja. Oh ya, tapi kalau face unlock ada sih di sini. Nah, untuk hal yang kami suka pertama-tama kualitas layarnya udah keren banget di sini ya. Refresh rate ah 120 Hz, support stylus spesial dari HER, support keyboard cover juga dan semuanya sudah termasuk dalam paket penjualan. Jadi membuat tablet ini ya cukup menarik ya ketimbang pesaing-pesaingnya yang masih harus beli-beli lagi itu ya ee komponen-komponen tambahannya. Kemudian untuk baterai pada saat gaming tergolong awet juga nih. Speakernya juga oke untuk kelasnya. Bahkan total speakernya ada delapan. Mantap banget ini ya. Bodinya waduh ini kokoh dari aluminium juga nih ya materialnya ya. Kelihatannya memang premium sekali. Performanya juga termasuk kencang di kelas harganya. Nah untuk RAM juga udah oke 8 gig. Storage juga udah lumayan di 256 gig. Dan dia udah support Google Mobile Services secara normal ya. Plus dia punya ekosistem her. Jadi dia terintegrasi dalam ekosistem her yang seless tadi itu ya. Nah, pertanyaannya tablet ini cocok buat siapa? Nah, buat kalian yang cari tablet ukuran besar di kelas 4 jutaan ini bisa jadi salah satu opsi yang menarik. Kualitas layarnya bagus, speakernya keren, kebutuhan entertainment bisa dipenuhi dengan baik sekali di sini. Untuk produktivitas juga udah oke karena udah support stylus dan keyboard cover. Jadi, enggak perlu beli-beli lagi, langsung pakai aja. Performa juga cukup untuk menggambar ringan dan juga editing video yang ringan. Untuk kalian yang sudah pakai smartphone her, ini juga bisa jadi opsi yang sangat menarik sebagai pendamping alat kerja kalian dengan manfaatkan fitur ekosistemnya. Akhir kata, selamat datang kembali untuk owner ke Indonesia. Semoga produk kalian bisa diterima dengan baik untuk pasar Indonesia supaya kita bisa menikmati teknologi canggih kalian bahkan untuk generasi-generasi berikutnya. Jadi ditunggu ya kelanjutannya seperti apa. Semoga ada banyak lagi nih yang masuk nih tahun ini ya. Oke, saya di Irfan Jaka Tib TV. [Musik]

Lihat di YouTube