4K mini LED Termurah ?? VRR 120Hz, 99,9% sRGB | Smart TV Changhong QD QN9S1 (YouTube Video)
Sekarang buat beli TV rasanya itu kayak harus nyusun skripsi. Ribet karena istilahnya banyak banget. Ada TV OLED, mini LED, QD, LED, pelet, kongslet, bahkan sampai mulet ada. Jadi kayak perlu gelar khusus marketing gitu buat paham untuk beli TV. Dan harganya buat yang LED LED itu tadi biasanya bisa sampai di atas R juta. Tapi gimana kalau ada TV yang harganya enggak sampai R10 juta tapi panelnya udah pakai mini LED. Resolusinya 4K 120 Hz, support Dolby Vision dan juga Dolby Atmos. Paket lengkap buat bioskop di rumah. Udah Google TV dan ukurannya 65 inch. Beh, harganya pasti mahal nih, enggak kok harganya itu under R juta. Jadi, kenalin TV di belakang saya ini Changhong Hudi mini LED VN9. [Musik] Biar tahu tentang LED-letan tadi dan kalian juga bisa tahu ketika mau beli TV, saya jelasin dulu apa maksudnya Mini Hy. Jadi bayangin aja TV yang biasa, TV yang biasanya cuman TV LED itu di belakangnya cuma ada satu bohlam kotak gede gitu. Nah, lampu itu tadi cuman bisa nyala mati, nyala mati dan bodohlah kayak lampu taman gitulah kayak hubungan Genz lah yang putus 2 jam terus balikan, putus lagi 3 jam balikan lagi kayak gitu terus enggak ada ujungnya. Nah, si Mini LED ini bayangin aja segerombolan kunang-kunang karena lampu titik-titiknya itu banyak. Yang dia itu kecil dan cerdas. Jadi, setiap kelompok kunang-kunang itu bisa nyala, redup, dan bersinar secara independent, mandiri dia. Inilah yang biasanya disebut dengan local diming yang artinya TV itu bisa membuat beberapa bagian. Kayak misalkan bagian kanan ini super terang, bagian kiri super gelap. Tergantung scene outputnya, tergantung gambar yang dihasilkan yang hasilnya kontrasnya itu lebih baik, dia lebih seimbang. Jadi warna gelapnya pas, warna yang terang juga pas, dan efek abu-abu yang biasanya ada di TV LED standar tahu enggak sih ketika kalian matiin kayak masih ada abu-abu backlit-nya nyala. Nah, itu. Atau kalau kalian kurang paham, ya gampangnya TV ini saya semprotin baigon gitu ya. Jadi kayak masih ada kabutnya gitu. Nah, dengan mini LED ini efek kabutnya tadi enggak ada. Tapi karena dia bukan pure OLED, jadi ada sedikit efek blooming atau kayak cahaya halo gitu. Nah, contohnya kalau misalkan kalian lagi putar film di Netflix itu kan pasti ada subtitle tuh yang putih. Terus subtitle tadi background-nya hitem. Nah, biasanya ada kayak lampu yang bocor yang subtitle-nya itu akhirnya kayak berpendar gitu. Itu bukan kalian silinder ya. Itu ada efek kayak lampu LED-nya agak bocor dikit walaupun memang tidak berpengaruh. Apalagi di harganya yang 65 inch ini untuk Changhong di under R10 juta. Kalau misalkan TV-nya Rp25 juta masih berpendar gitu, saya bakal komplin sih. Untung dia under R10 juta. Itu tadi bagian mini LED-nya ya. Kan dia pakai pelnya itu mini Hy. Nah, Hy sini atau HD di sini bukan kepanjangan dari Quick DK gitu bukan ya? Hid kepanjangan dari quantum dot. Apa itu quantum dot? Jadi ada lapisan quantum lagi di atas LED backl-nya tadi biar gambarnya itu lebih keluar dan untuk klaimnya bisa sampai 93% d3. Gampangnya mirip kayak gini deh. Kalau kalian punya kamera, kalau misalkan kalian shoot siang-siang itu kan ada kayak gambar yang over expose. Terus kalau kalian kasih ND filter kayak cuman lapisan aja gambarnya jadi enggak over expose. Warna ijunya lebih akurat, lebih panci warnanya lebih keluar. Ya, ibaratnya analoginya gampangnya kayak gitu. Nah, di TV ini juga sama. Quantum Dot ini ibarat lapisan penyaring warna bikin setiap warna yang keluar itu enggak pudar dan enggak norak aja. Dan pas kita tes untuk color akurasinya pakai Kalman itu sesuai dengan klaimnya Changhong sih. P3-nya di mode standar dia dapatnya malah lebih gede ya, 95,2%. SRGB di 99,8%. Mode vivit sRGB-nya di 99,9% ya hampir 100% lah ya. P3-nya gede lagi 96,4%. Nah, kalau di mode sport dapatnya srb di 99,8%, P3-nya di 95,8%. Terus ada mode lain juga. Ini juga udah kita tes pakai Kalman dan hasilnya editor tolong dipop up ya. Nah, mirip-mirip aja sebenarnya hasilnya. Semua mode itu hampir 100% sRGB yang artinya emang dia bisa menampilkan warna yang akurat. Changhome klaimnya itu 93% di CP3 tapi bisa tembus di 96%. Jadi lebih dari klaimnya. Gimana? Berarti itu bagus. Jadi warna ijaunya itu ya beneran hijau. Enggak yang hijau jadi orange ke-oran segitu enggak. Dan kontras rasionya juga jadi bagus. Buat yang suka nonton konten di Netflix dia juga udah support sama nah ini Dolby Vision 5. Poin One. Suaranya juga udah support sama Dolby Atmos. Ya, ibaratnya karena Dolby Vision dan Dolby Atmos ini memang fitur yang biasanya ada di bioskop. Jadi kita kayak punya bioskop mini di rumah. Suaranya dengan Dolby Atmos-nya juga lumayan imersif. Untuk ukuran studio saya yang 6* 4 ini lumayan. Kira-kira seperti inilah suaranya. Dia juga udah support sama XDR10 Plus. Jadi kalau misalkan kalian nonton di konten di YouTube lah yang support sama XDR 10 Plus juga. Jadi gambarnya itu bakal lebih realistis, lebih tajam juga. Nah, buat gamers TV ini juga ada beberapa fitur gaming yang kalau misalkan kalian gunain untuk main game di konsole atau game entah di Xbox atau di PC, beberapa game nyaman pakai fitur yang ada di sini karena dia udah support sama VRR atau variabel refresh rate yang bisa mengurangi screen teering dan juga ada ALLM untuk mengurangi latency. Jadi ibaratnya kalau misalkan kita main PES, kita pencet sliding bunder ya dia langsung nyeliding gitu, enggak ada delay. Dan fitur ini bakal otomatis aktif kalau game modenya nyala. Dan untuk gaming dia juga punya mode 120 Hz. Tapi 120 Hz-nya ini kan dia resolusinya 4K ya. Tapi setelah saya cek-cek sebenarnya bukan real 4K 120 Hz. Enggak. Jadi dia kayak memotong di bagian tengahnya ini jadi 2K. Jadi gampangnya dia kayak ya kayak 2K 120 Hz lah. Jadi di upscaling ke 4K. seolah-olah 4K 120 Hz, tapi secara natif sebenarnya enggak. Tapi kalau dibuat main game 120 Hz udah cukup lumayan kerasa smooth dan responsif. Memang kayak detail kedal zamannya enggak bisa dibandingin sama yang udah native 4K 120 Hz kayak di monitor. Karena dia ini pakai teknologi yang namanya DLG atau dual line git. Jadi dia memotong secara vertikal untuk jadi 2K yang seolah-olah ya gampangnya itu tadilah. 2K 120 Hz tapi rasanya 4K 120 Hz. Semua fitur game ini tadi pas kita coba main game konso PS5, kita sih gak ada komplain ya, aman-aman aja buat main game Pass ya. Asal jangan game yang super kompetitif kayak Valoran, PUBG atau game yang first person shooter gitu karena ya itu tadi 120-nya itu bukan yang natif. Kalau memang mau main yang super kompetitif ya tetap paling enak itu di monitor. Gaming di TV itu cocok buat main game yang bareng-bareng kayak PES atau game open world pas ng-edit sama pacar. Makanya kalau di rental-rental PS Premium udah enggak zaman tuh pakai TV yang 43 inch. Biasanya yang premium itu 65 inch. Karena enak dari jarak yang jauh gambarnya bisa gede gitu kalau TV. Kalau monitor 55 inch saja harganya bisa super mahal, bisa Rp30 juta. Buat OS-nya dia pakai Google TV yang jujur aja dari semua OS TV kayak Vida ataupun yang lainnya, saya lebih suka Google sih ya karena ya saya udah terbiasa pakai Android. Jadi tampilannya mirip-mirip, aplikasinya pun juga banyak, UI-nya juga responsif. Aplikasi wajib kayak Netflix, YouTube, Disney, Prime Video, video di sini semuanya ada. bahkan build in sama remote-nya yang super slim ini. Cuman mungkin saran buat Changhong ya, karena kan sebenarnya untuk angka-angka ini kalau udah TV modern kayak gini enggak perlu ya. Jadi bisa dikecilin lagi remote-nya biar enak aja sih. Tapi kalau kecil-kecil juga kadang kalau remote TV terlalu kecil suka hilang. Kalau gede-gini kan nyarinya gampang ya. Tapi sayangnya dia enggak ada backl ya. Karena kan saya biasanya itu nyetel TV itu semua kondisinya mati kan lampu kan. Jadi low light banget. Nah, kalau misalkan ada backl-nya saya bisa mencet-mencet tanpa harus meraba-raba gitu karena kan terang. Kalau buat desain secara estetika dia udah kelihatan modern. Baselnya udah tipis di ketiga sisi. Bagian bawah aja yang agak tebal buat naruh logo. Bodinya overall pakai plastik tapi enggak kerasa plastik yang murahan. Kakinya ada dua di setiap ujung. Dan sekali lagi saran saya kalau misalkan mau beli TV mending diukur dulu mejanya. Jangan kayak saya ini. Ini TV meja TV saya beli seharga Rp300.000. Tapi hampir saya sudah ng-review dua TV ya. Tapi meja ini gak cocok buat TV-nya karena kakinya kepanjangan. Jadi kalau kalian lihat itu keluar dari meja TV-nya. Tapi untuk desainnya saya suka karena kan dia ada di ujung sana dan di ujung sini. Jadi kalau misalnya kita mau pasang soundbar di tengah itu lebih pas. Dan kalau pakai soundbar sih boh pengalaman nontonnya bakal lebih nyaman lagi. Konektivitas cukup lengkap dan mudah diakses. Dia ada empat port HDMI. Dua di antaranya udah HDMI 2.1. Nah, ini buat yang gaming jangan asal colok ya. coloknya di HDMI 2.1-nya karena bandwid-nya lebih gede. Terus dia juga ada port AARC buat exsternal audio. Jadi suaranya itu lebih jernih, lebih sound static-nya itu lebih luas. Jadi kemampuan speaker eksternal kita itu juga optimal. USBA ada, internet ada, input AV, jadul bahkan masih ada ya. Nah, buat harganya, harganya dia ada 3 SKU ya. Jadi untuk yang 55 inch itu di 69, yang 65 inch di 9 dan yang 75 inch itu di 139. Harganya sebenarnya cukup terjangkau untuk panel Mini QD LED karena biasanya kan ya TVTV lain itu QLED harganya memang lebih terjangkau. Tapi harus dipahami lagi yaitu tadi B TV itu sekarang harus benar-benar riset dulu karena ada banyak macamnya. Nah, untuk Mini QD LED ini termasuk yang lumayan terjangkau dibandingkan dengan kompetitornya. Kalian cari aja deh TV Mini LED 65 inch harganya. Kalian cek sendiri aja. Ini pasti under Rp juta ini harganya udah cakep banget sih. Garansinya juga lama 3 tahun untuk panel. Nah, TV itu kalau misalkan panelnya rusak, wah kalau misalkan garansi-nya habis itu udah kayak beli TV baru. Karena kan ya hampir semua komponen satu gede ini panel ya. Tapi Changho ngasih garansi 3 tahun. Jadi kita worry free lah ya. 3 tahun masih aman. Terus ada 1 tahun lagi untuk servis dan juga spare part. Garansinya lumayan lebih lama lah ketimbang brand China yang lain. Kesimpulannya, apakah TV ini worthed untuk dibeli? Saran saya kalian cari ke offline store lah. Untuk TV itu kalau misalkan nge-review memang susahnya ya ini kan TV ditangkap sama kamera ya. Kameranya ini enggak saya grading, enggak saya apain. Jadi kalian bisa dapat feel warna aslinya kayak gimana. Tapi tergantung device kalian juga kan kalau misalkan device kalian nontonnya di HP yang 60% SRGB atau di laptop yang 60% SRGB ya warnanya enggak jadi keluar. Jadi saran saya untuk spend Rp9 jutaan akan lebih baik kalau kalian ke offline store-nya dulu, kalian lihat gimana sih? Oh, ternyata bagus juga ya. Karena ini memang bagus sebenarnya 93% P3 loh. Jadi kalau ditanya apakah TV ini worthed untuk dibeli? Ya worthed it sih. Apalagi buat kalian yang punya TV belum 4K dan kalian pengen nyobain pengalaman TV 4K kayak gimana, terus pengin tahu canggihnya Google TV kayak gimana? Buat pecinta film yang emang benar-benar menentingin kualitas gambar kayak Dolby Vision, XD R10, dan mini LED-nya benar-benar bisa ngasih pengalaman nonton bioskop tapi di rumah dengan harga yang buat Mini LED termasuk terjangkau loh remote-nya. Karena Android TV dia juga udah support sama Google Fiz Assistant. Jadi kalau mau ngapa-apain tinggal perintah suara aja. Terus buat siapa lagi? Mungkin bisa buat teman saya juga ya, Mas Feri Pratondo. Mas Feri Pratondo itu pengusaha rental PS di Malang terbesar se-Indonesia lah ya. Nah, biasanya dia juga ng-review-ngreview TV. Nah, ini buat rental PS juga cakep menurut saya karena udah mini QD LED 120 Hz, 4K juga ada fitur gaming-nya dan saya lihat memang rental-rental sekarang itu udah jarang pakai 43 inch ya. Yang premium-premium itu pasti pakai 65 inch minimal. Tapi tetap saran saya kalau misalkan kalian memang belum yakin bisa ke offline store-nya dulu. Setelah itu kalau udah kalian lihat kalian bisa beli online. Karena biasanya offline dan online harganya lebih murah online. Nah, untuk beli online-nya di mana? Cari aja Changhong Official ya. Ada di Lazada, TikTok. E Shopee, Blibli semuanya ada. Tinggal cari aja yang official store dari Changong. Nanti link pembeliannya akan saya taruh di kolom deskripsi. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review kita kali ini. Saya Andika Budi and see you on the next video.
