5 Fitur Laptop Yang Sering DIPANGKAS!💻 - Infinix XBook 15 (YouTube Video)
Pada pandangan pertama laptop ini mungkin terlihat cakep meski dalamannya relatif sederhana. You know memori sama storage lagi mahal jadi hanya dikasih APU AMD Ryzen 5000 series, memori 8 giga, dan SSD 512 atau 256 giga. [musik] Tapi meski begitu, ada beberapa hal menarik yang patut dicontoh laptop-laptop Windows essential lain di segmen harganya saat ini. Produk ini bernama King Phoenix, eh sorry Infinix Xbook 15. Sama seperti reputasinya di dunia smartphone, Infinix sering nyoba ngasih desain dan fitur yang belum tentu ada di rival-rivalnya. Pertama, di kondisi ekonomi dan shortage komponen saat ini biasanya desain dan build quality adalah hal pertama yang langsung dipangkas oleh produsen. Either bahannya jadi makin tipis, diganti full polimer, dan lain-lain. Untungnya Xbook 15 masih punya desain minimalis yang terkesan premium dari segala sisi, terutama karena casing polimer yang solid terus punggungnya juga dari aluminium. Sekilas orang lihat ini mungkin enggak nyangka harganya di bawah 10 jutaan dan meski ini laptop luas ukuran 15,6 inch, ketiadaan numpad bikin kesan minimalisnya makin wah. Ditambah keyboardnya udah backlit pula. Nomor dua, gue somehow merasa kebanyakan brand skip jualan laptop 15 inch buat segmen mainstream dan essential karena yang mayoritas orang Indonesia prefer laptop 14 inch. Tapi sebenarnya laptop 15 inch bisa punya benefit sendiri terlebih jika sama-sama langsing dan ringan macam Xbook 15 ini. Layar lebih luas bikin kerja makin enak dan terutama buat anak-anak kos atau yang tinggal di apartemen yang sempit, layar 15,6 inch itu lebih enak buat nobar ditaruh di meja tanpa harus beli TV atau monitor tambahan. Menurut kami jika ada opsi laptop 15,6 inch, apalagi warnanya oke sRGB 90% ke atas kayak gini, bisa bikin lebih banyak user ngerasain benefit layar luas. Ketiga, gue bingung bahwa di 2026 ini ternyata belum semua laptop Windows yang ada di pasaran terutama dari brand-brand global belum menawarkan USB C 3.2 multifungsi. Kalaupun ada biasanya cuma data only, data dan display atau data dan charging. Tapi untuk support data, charging sekaligus display output dan udah dibanding dengan charger USB C 65 watt itu emang enggak semua laptop 9 jutaan ke bawah bisa seperti Xbox Series. Padahal enak loh bisa tinggal colok monitor USB C, enggak perlu bawa casan yang beda untuk smartphone, terus support dongle multifungsi pula tanpa melupakan port-port lain macam HDMI full size dan USB A. Di saat memori dan SSD lagi mahal-mahalnya gara-gara boom AI dan kurs rupiah, kemampuan bisa nyicil RAM dan SSD itu jadi sangat penting. Memang lebih sulit ya naruh slot RAM di atas motherboard dalam desain laptop setipis ini, tapi at least ada slot M.2 SSD yang masih kosong di atas SSD 256 GB atau 512 GB bawaan. Which means kalian enggak perlu ngorbanin SSD lama kalau mau upgrade storage. Tinggal RAM aja nih, please banget kasih minimal ada opsi dual channel 12 atau 16 GB karena seperti yang bisa dilihat di benchmark sang prosesor Ryzen 5000 Series termasuk iGPU Radeon-nya jadi enggak bisa ngasih performa maksimal dalam keterbatasan RAM 8 GB single channel. Padahal kalau dikasih RAM dual channel minimal bisalah main sejumlah game settingan rata kiri dan lebih cepat saat ngedit-ngedit dan render konten. Di harga 7 sampai 8 jutaan keyboard backlit mungkin udah cukup lumrah di laptop Windows meski MacBook Neo belum punya. Tetapi ada satu fitur yang pretty much enggak dimiliki laptop Windows manapun kecuali Infinix yaitu dual selfie light. Yes, laptop ini secara praktis bisa diajak video call ke Discord malam-malam ketika cahaya dari monitor enggak mencukupi buat nerangin muka kalian. Lucu kan? Ditambah resolusi webcam-nya udah full HD. Yang kurang support face ID Windows Hello aja nih, semoga bisa dipertimbangkan buat Xbox selanjutnya. Well, buat sebuah seri laptop essential yang starting harganya di 6 jutaan ini emang bukan laptop yang target pasarnya konten kreator, anak desain, apalagi gamer. Tapi sebagai laptop yang siap dipakai nobar dengan layar luas, gampang dibawa, enak dipakai ngetik tugas, ini praktis. Terlebih karena enggak perlu bawa dua charger yang beda untuk sekalian ngecas HP dan gadget-gadget USB C lain kalian. Meskipun ekonomi dan supply chain komponen lagi sulit, rasanya ngasih lima fitur-fitur yang tadi disebut enggak sulit kok untuk semua pabrikan laptop. PR buat Infinix tinggal please banget kasih opsi minimal RAM 12 giga dual channel buat maksimalin kinerja prosesor. Garansi pun udah 2 tahun dengan service center Carlcare yang udah ada di banyak kota di Indonesia. So, soal after sales harusnya enggak perlu khawatir. [musik] Itu dulu aja soal si Infinix Xbook 15. Jangan lupa menang mending di komentar. Gue Mike, sampai jumpa di next video.
