5 Gadget Dari Baseus Yang bikin Hidup Lebih Mudah !! No 3 Wajib Tau !! (YouTube Video)
Pernah enggak sih kalian kesal gara-gara kabel semerawut di dalam tas kayak gini? Dan akhirnya kita harus buang-buang waktu buat ngerapiin. Sekarang udah ada kabel magnetik yang tinggal kayak gini aja dia udah rapi. Atau pernah enggak kalian bawa powerbank tapi lupa bawa kabelnya? Tenang aja karena sekarang udah ada powerbank yang udah nyelipin kabel jadi satu sama powerbank-nya. Dan percaya enggak kalau adapter sekecil ini dia bisa digunakan buat ngecas laptop? Itu tadi adalah beberapa gadget spesial dari Basius yang akan kita bahas di video kali ini. Dan harganya tenang aja semuanya ini under [Musik] Rp300.000. Hai Andika guys di sini. Jadi di video kali ini kita akan ngebahas lima gadget under Rp300.000 dari Basius yang bisa membantu hidup kita kayak agak lebah ya membantu hidup. Tapi emang enggak, ini beneran bisa ngebantu hidup kita. Contohnya ada kabel magnetik yang didesain rapi kayak gini. Kalau kita ngomongin kabel type C, kabel type C itu udah menjadi barang primer lah ya. Karena HP itu udah jadi barang primer. Laptop juga buat yang kerjanya pakai laptop udah jadi barang primer. Dan semua device itu pasti butuh baterai. Dan baterai itu pasti butuh dicas. Makanya kita butuh yang namanya kabel. Dan kalau kabel biasa pasti ya bulat-bulat dan buang-buang waktu buat ngerapiinnya. Nah, si Bassius ngeluarin kabel magnetik yang fungsinya ini keren banget sih. Jadi, kita bisa langsung rapi gitu set tuh langsung auto rapi kabelnya. Misal dia enggak rapi, tinggal diginiin aja. Dan bayangin aja berapa waktu yang bisa kita simpan untuk ngerapiin kabelnya. Dan karena dia magnet, kalau mau ditempelin di casing PC atau benda besi tinggal tempel aja. Jadi gak perlu storage buat kabel lagi. Dia punya panjang 1 m. Lumayan panjang lah ya kalau misalkan kita mau ngecas HP sambil tiduran sambil dipakai 1 m masih cukup. Dan kata Basius dia juga udah dibending test sebanyak 10.000 kali. Cara berquality sih kerasa mahal ya. Kabelnya ini tebal enggak kayak kabel bawaan smartphone atau enggak kayak kabel yang biasanya kita beli harga Rp30.000 R000 itu support dayanya dia bisa sampai 240 watt. Jadi bisa ngecas laptop yang fast charging juga. Karena kalau kita ngomongin kabel sebenarnya ya bukan kabel aja ya. kabel itu fungsinya kalau misalkan dia cuma bisa deliver daya 20 watt. Jadi walaupun adapter kalian 120 watt, dia bakalan tetap menghantarkan daya 20 watt. Enggak bisa optimal di 120 watt. Bahasa bayinya ibaratnya kalau misalkan kalian punya keran air yang kencang banget tapi kalian punya selang yang kecil. Ya, mau enggak mau ya airnya itu enggak bisa sekencang ketika kran menyiram tanaman kalian. Kalau misalkan kabelnya enggak support air yang ada di krannya, ya. Mirip-mirip kayak gitulah ya penjelasan analoginya. Cuman kekurangannya menurut saya memang di harga sih harganya untuk yang 240 watt ini 142.000. Ada juga yang 100 watt. 100 watt itu harganya sekitar Rp130.000 kalau enggak salah. Mahal untuk ukuran kabel. Tapi bayangin aja berapa waktu yang bisa kita simpan dan berapa mata yang bisa terselamatkan karena ketika melihat setup rapi gitu. Karena kalau berantakan mata itu jadi kayak ke otak langsung pusing gitu kalau lihat sesuatu yang enggak rapi. Yang kedua ada power bank yang ada strap. Yang strapnya ini bisa jadi kabel type C juga. Bukan dapat bonus kabel ya beda. Karena setiap powerbank emang biasanya ada bonus kabel tapi kabelnya kan biasanya pendek dan kabel yang murah ya. Nah, powerbank yang satu ini diselipin kabel yang didesain kayak strap yang gak bisa dicopot dan gak bakal hilang, enggak bakal lupa juga kalau misalkan kita bawa powerbank, lupa bawa kabel, itu kan sama aja enggak bawa powerbank ya, karena enggak bisa digunakan untuk ngecas. Nah, ini kabelnya enggak mungkin ketinggalan karena udah jadi satu sama powerbank-nya, enggak bisa dilepas dan kalau misalkan mau disimpan tinggal diselipin kayak jadi strap gini aja. Dia punya dua port, jadi ada type A dan type C dan bisa kita gunakan untuk ngecas tiga device secara bersamaan. Buat daya yang bisa diantarkan. itu di 20 watt. 20 watt kalau misalkan digunakan untuk ngecas iPhone ataupun Samsung yang support fast charging-nya itu ya sekitar 20 sampai 25 wat. Untuk flagship-nya masih oke sih. Tapi kalau misalkan kalian punya Vivo, Oppo atau Xiaomi yang biasanya udah di atas 67 watt untuk HP midrange-nya ya agak lamaan dikit sih. Di depannya ada indikator baterai tinggal berapa persennya. Jadi tinggal sekali pencet aja kita udah bisa monitoring apakah powerbank ini perlu dicas atau enggak. Harganya sih enggak terlalu mahal untuk yang ini ya di Rp233.000. Tapi sayangnya untuk powerbank yang satu ini dia secara dimensi walaupun masih bisa ditaruh tas untuk powerbank 10.000 mAh dimensinya lumayan gede sih karena udah banyak powerbank lain yang kapasitasnya 10.000 mAh tapi bisa ultra SIM dan ultra compact. Basius pun juga punya powerbank yang ultra SIM dan ultra compact. Contohnya basius yang ini namanya Basius Picogo. Untuk ukuran powerbank dia lumayan slim. Dipegang dengan satu tangan bisa. Dan kalau kita bandingin sama Basius BO 2 powerbank yang tadi, beda jauh sih dimensinya. Cuman memang dia enggak ada kabel yang include. Kalau untuk portnya sih tiga sama bisa ngecas tiga device sekaligus dan sama-sama punya power output di 20 watt harganya yang beda ya. Kalau ini tadi Rp200.000 ini selisihnya lumayan ini Rp300.000-an. dibuat. Bang, ini kan tambah kecil ya, kenapa tambah mahal? Beda ya. Kalau misalkan kalian beli donat, donat itu makin gede makin mahal karena materialnya dari tepung, tepungnya makin banyak. Tapi kalau teknologi atau gadget biasanya memang semakin kecil barangnya semakin mahal. Jadi yang dijual sama dia enggak cuma powerbank-nya aja, tapi kepraktisannya ketika kita bawa powerbank ini mobile. Jadi masih banyak space yang muat untuk device-device kita yang lain. Dan karena semakin kecil powerbank-nya, jadi semakin sulit dibuat juga. Jadi kan harus dipepet-pepetin gitu semua komponen yang ada di dalamnya. Dan sayangnya dia memang enggak ada kabel yang keselip kayak di BO 2 tadi yang tinggal ditarik aja. Jadi ya tinggal disesuaiin sama kebutuhannya sih. Kalau untuk sertifikasi powerbank-nya sama sih punya-punya 10 protection. Jadi untuk konslet, kepanasan dan lain-lain standarnya powerbank ada semua. Lanjut ke charger yang ukurannya segede kunci mobil lah ya. kira-kira segini. Dan charger sekecil ini dia bisa digunakan untuk ngecas laptop. Tapi enggak semua laptop sih ya. Saya coba di laptop. Laptop yang seri yang laptop yang tipis dan ringan itu bisa. Tapi sayangnya memang dia bakalan ada notif slow charging. Karena kan memang ini daya dari chargernya cuma 45 watt dan kebanyakan laptop itu di 65 watt. Tapi intinya gokil sih. CK ini udah bisa buat ngecas laptop. Seenggaknya kalau misalkan kita lagi malas bawa adapter laptop yang gede ini masih bisa dipakai. Dia dikantongin aja bisa. Nih nih segini aja ukurannya. Gokil enggak? Dan kalau dipakai di HP 45 watt udah cukup sih, karena walaupun sekecil ini dia udah punya banyak protokol fast charging, termasuk power delivery, terus ada PPS buat super fast charging 2.0-nya Samsung, terus ada quick charge buat Huawei dan masih banyak protokol yang lain. Inputnya juga universal 100 sampai 240 volt. Jadi aman dibawa ke luar negeri. Soal keamanan dia juga udah punya sertifikasi dari TV dan Land sama kayak powerbank-nya tadi. Jadi untuk kongslet, kepanasan, ada semua. Dan walaupun kecil dia ini lumayan berat loh ya untuk ukuran segini karena uhuh padat banget kayak batu gitu kalau dipegang. Kenapa bisa sekecil ini tapi dia punya output 45 watt? Karena dia punya teknologi kaskus ya bukan sih ini juksnya anak 90-an sih. Karena di kaskus itu kan biasanya dipanggilnya agan-agan ya. Nah, dia punya teknologi Gun. Tapi Gun di sini kepanjangannya adalah galum nitret. Yang intinya dengan teknologi ini adaptornya jadi semakin gede powernya, tapi enggak butuh dimensi yang gede. Buat ngecas iPhone 15 Pro Max saya 30 menit ngisinya sampai 55%. Kalau Samsung lebih kencang sih Samsung itu di 61% dalam 30 menit. HP lain harusnya juga mirip-mirip ya karena semua protokol brand-brand HP populer udah support semua. Kekurangannya paling atau saran lah ya buat basius ke depan ujungnya ini kalau misal bisa dilipat set kayak gini itu bakalan lebih oke sih. Kenapa? Karena kalau ini ditaruh di dalam tas ujungnya ini kan tetap besi ya. Jadi dia bakal nyokrok-nyokrok ke device yang lain yang jatuhnya baret. Jadi kalau misalkan ini bisa dilipat, wah bakalan lebih praktis lagi sih. Di dalam paket pembeliannya biasanya ada kabel, tapi sayangnya di adapter ini enggak dapat. Dan buat HP-nya yang kayak Xiaomi 15 yang itu ngecasnya 120 watt, Vivo 67 watt ya bisa pakai chargeran ini, tapi ya enggak sekencang adapter orinnya sih. Terakhir ada TWS yang harganya juga lumayan miring. Harganya ini di Rp200.000-an. Namanya adalah Bowie E20. Dan kalau kita ngomongin TWS R00.000-an udah banyak lah ya. Kompetor TWS R.000-an bahkan R00.000-an itu banyak banget. Nah, spesialnya TWS ini di mana dong? Suaranya sih buat yang suka bass, bass-nya ini empuk, berlayer, agak mendem sih, tapi mendemnya itu bukan tipikal TWS R00.000-an karena suara elemen lain masih kedengar. Ini kemarin saya cobain untuk dengerin lagu di Samsung S25 Ultra saya. Platformnya itu Spotify, lagunya Niki yang Youl Be in My Heart tuh. Itu kan ada gamelan-gamelannya ya. Nah, gamalan itu masih terdengar gitu. Walaupun bassnya kayak berlayer dam dimdom, tapi suara efek gamelannya masih bisa terdengar. Jadi, separasinya itu masih oke walaupun harganya Rp200.000-an. Tapi memang suara vokalnya Niki jadi agak kerasa sedikit ngebas ya karena tribelnya kayak kurang ngegigit dikit. Spesialnya yang lain di harga segini dia udah punya ANC yang kalau kita buat nail phone lawan bicara kita itu bisa mendengar suara kita lebih jelas karena ANC atau environment noise cancelling. Jadi suara environment itu kefilter sama dia. Dan untuk kualitas suaranya kira-kira seperti ini ya. Jadi di sana itu ada suara AC dan coba kalian tulis di kolom komentar apakah kalian bisa mendengar kualitas suara saya dengan jelas. Tapi untuk sekelas harga R200.000-an ribuan. Tadi sudah saya cek ya. Lumayan sih kalau misalkan ini dijual dengan harga Rp300 atau Rp400.000 kayaknya masih ok lah untuk mikrofon ANC-nya. Ini kalau untuk desain desainnya ya bukan selera semua orang sih ya. Mainstam aja desainnya. Belality-nya pakai plastik. Tutup case-nya sih udah solid. Enggak lecek kayak TWST TWWS R00.000-an. Ini udah lumayan solid dan langsung ketutup rapet gitu. Excelnya juga udah oke untuk kelas harganya. Dia juga udah punya sertifikasi IPX5. Kalau buat olahraga running sambil hujan-hujanan atau kalian mau tiktokan joget India sambil hujan-hujanan bebas karena dia IPX5 ini splash proof. Feel dipakai juga nyaman karena ada ear tips-nya jadi fit di telinga. Baterai bisa tahan 6 jam. Kalau sama case bisa sampai 33 jam. Bluetooth udah pakai versi terbaru 5.3 yang jaraknya bisa sampai 10 m. Tapi yang harus kalian perhatiin juga dia enggak punya ANC ya. Jadi beda ANC dan ENC itu beda. Nanti kalian wah R00.000 ada ANC gas beli beda ya. ANC itu active noise cancelling yang untuk istilahnya membudekan telinga kita dari environment luar. Kalau ini ENC itu fungsinya buat mikrofone. Jadi kalau kalian tanya apakah ada ANC sayangnya dia belum ada. Dan yang harus diperhatiin lainnya ya bl-nya ini masih berasa R200.000-an kerasa entry level. Dan buat yang suka karakter triple yang lebih ngegigit, tribelennya di Bwi E20 ini agak kurang. Tapi mengingat harganya cuma 29.000, jadi kekurangan itu tadi masih bisa dibilang wajarlah. Dan ya itu tadi adalah lima gadget dari Basius. Coba deh dari kelima gadget ini mana yang menurut kalian paling bagus? Kalau dari saya ya, saya suka kabelnya karena kabelnya itu karena rapi itu adalah lawan kata dari handik Setiabudi. Saya itu orangnya enggak bisa rapi ya. Jadi dengan device-device yang udah didesain rapi kayak magnetic kabel kayak gini saya suka banget sih. Dan ini juga saya suka karena biasanya kalau liputan saya pasti bawa beberapa device, beberapa adapter. Nah, adapter yang ini bisa saya bawa nih karena kecil jadi space di tas saya makin lega. Overall harganya ini under Rp500.000-an kok. Paling mahal malah cuma Rp300.000 powerbank-nya tadi. Dan buat periperal yang Rp300.000-an, saya lebih percaya Basi sih. Karena Basius itu termasuk brand yang udah lumayan lama di Indonesia. Terbukti bagus untuk iklim Indonesia dan untuk orang Indonesia. After show-nya juga udah ya terbukti juga. Untuk link pembelian semua lima gadget ini nanti kalian bisa lihat di pojok kiri video ya. saya and see you on the next video.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...

















