Jungkat

5 JUTAAN juga DIMASAK MOTOROLA 🔥 Unboxing 60 Edge Fusion Indonesia! (YouTube Video)

  • 24/05/2025

Halo guys, David di sini, dan Motorola Edge 60 Fusion. Moto lagi semangat masak nih, mumpung ada momentum. Kemarin HP comeback mereka di Indonesia, Moto G45 5G, sukses besar ya. HP pertama, tapi langsung rame. HP 2 jutaan, yang dipuji abis, karena softwarenya kelas. Desainnya berani, dan kualitas videonya super stabil. Ternyata ada HP 2 jutaan, yang bisa kayak gitu. Iklannya juga GG ya, langsung sama Dr. Tirta. Bisa se-on point ini pilihannya. Dan sekarang, giliran pasar mid range nih, yang coba dipanasin oleh Motorola. Lewat Edge 60 Fusion ini, yang harganya kurang lebih 5.5 juta ya. Andelannya, dia bawa sensor kamera yang lebih bagus lagi, layar yang lebih cakep lagi, software yang tetep mateng, dan lain lain. Ini BA-nya atau yang iklan siapa ya? Wendy Walter dong? Gaul juga ya? Kira-kira sebagus apa nih HP? Worth it atau nggak? Si anak baru, tapi aslinya udah sepuh ini. Let's go kita unboxing bareng, terus tes-tes gaming, kamera, dan lain-lain. Di sini kita lihat desain kotaknya dulu, yang kelihatan super simple ya. Ada Motorola, Edge 60 Fusion, tidak ada garis-garis, tidak ada istilah fitur kunci atau RAM 30 ribu giga, nggak ada, sini putih aja, ada tempelan, total kuota 45GB. Jadi yang di sini RAM, bukan RAM tapi kuota XL untuk 1 tahun. Aktifkan di My XL, terus di sini ada Motorola, polos, ada plastik free packaging, jadi itu salah satu ciri khas brand global kayak Samsung, kayak Apple, Sony, yang sangat memamerkan kotak yang ramah lingkungan. Tapi untungnya kalau lihat tebelnya, mereka aksesorisnya nggak ramah lingkungan ya, alias tetap murah hati. Nggak berlindung di balik kata ramah lingkungan. Di bawahnya ada banyak banget keterangan dari image, terus ada warna, ini Pantone Slipstream, artinya dia isinya warna abu-abu, terus ada 2 lagi, varian lain itu Pantone Mykonos Blue, dan 1 lagi itu saya lupa nama teknisnya apa, nama brandingnya apa, tapi dia warnanya agak hijau ke biruan. Terus di sini ada tulisan kecil aja, RAMnya 12GB, walaupun gede, tapi nggak terlalu dipamerin ya. Lumayan kelas, dan ada memori internal 256GB. Dibikinnya ada juga nih, tanggal 2 April 2025, atau 4 Februari, harusnya April. Dan tentu aja HPnya udah dibikin di Indonesia oleh Satnusa Persada. Sip, lumayan simpel dari luarnya. Sekarang kita coba lihat isinya, Motorola Edge 60 Fusion di baliknya sini tadi, udah lepas sendiri ada ini bagian aksesoris. Kalau kita tarik, ada bonus XL-nya, oke, terus ada memperkenalkan Edge 60 Fusion, ini petunjuk, terus ada SIM Ejector, oke, terus di sini ada informasi hukum, keselamatan, dan peraturan, oke, dan di sini ada casingnya yang dibungkus oleh kertas. Jadi memang plastik, free packaging ya, bener-bener nggak ada plastiknya sama sekali. Ini casing yang lumayan unik sih, soalnya dia kalau diperhatiin dari dekat gini, ini kalau kita close up liatnya, dia berasa ada motif titik-titik, tapi random gitu ya, warnanya juga random, berasa manik-manik, ada pink, ada putih, ada biru. Kalau saya tebak sih, ini casingnya dari bahan daur ulang, karena waktu itu kita pernah juga nyobain laptop malah, yang bodinya hampir semuanya kebikin dari bahan daur ulang. Yang itu laptop Acer Vero, kalau nggak salah, itu dijual sebagai laptop sampah! Laptop yang ramah lingkungan, cakep sih. Dan Motorola juga mungkin menerapkan hal yang sama di sini ya, salut, ini bahannya juga nggak murahan, ini justru lebih bagus daripada bahan plastik bening yang klewer-klewer doang, yang tipis itu, ini jauh lebih bagus dari casing yang murahan. Dan warna yang kita dapat juga sesuai sama warna HPnya ya, jadi kalau kita beli warna yang biru kehijauan, kita bakal dapat warna casing yang biru kehijauan, kalau beli warna biru juga bakal warna biru, ini karena agak abu-abu, dia juga casingnya warnanya seperti ini. Ada 4 lubang kamera, ada logo Motorola, dan kanan kirinya dia bolong saja. Oke, casing yang bagus, terus ada Edge 60 Fusion kita taruh di kiri dulu, kita coba lihat isinya lagi, ada kabel charger, ini juga dari kertas semua, dan dia kabelnya Type-C to Type-C. Cakep. Chargernya juga cakep ya, dibungkus pakai plastik, dan dia pakai port Type-C. Ini saya suka sih, soalnya masih banyak HP-HP flagship yang belasan juta, bahkan 20 juta kayak kemarin terakhir kita bahas Oppo Find N5, dia masih pakai port Type-E, dan rasanya walaupun ngecasnya ngebut, kok agak tanggung aja gitu. Kalau Type-C itu rasanya lebih modern, C to C. Tapi kalau ngelihat charger yang langsung lubangnya Type-C gini, rasanya lebih modern aja ya, sama di sini ada logo Motorola, dan ada tulisan 68W! Sayang sekali, kenapa bukan tambah 1 lah gitu kan? Lebih bagus tuh kelihatannya, 69 lebih oke. Lebih ramah internet gitu rasanya, lebih bakal banyak diomongin gitu. 68, hoki kali ya? Ya hoki ya, banyak tuh plat mobil 168. Tapi itu nggak ada satunya. Tanggung banget, kurang 1 semua. Kurang hoki dan kurang nice rasanya. Sekarang kita coba lihat HP-nya yang berasa enteng ya, karena bobot HP ini cuma 177 gram saja. Bukan 177 cm. Di sini kita buka, dia juga dari kertas, jadi benar-benar plastik free sih. Nggak mungkin ada yang lolos ya. Waaah! Agak sayang gitu kalau sobek, jadi kita coba paksa dikit deh. Nah, ini warnanya dia agak abu-abu sih, ke abu-abu gelap, agak sedikit biru ya, tapi ini lebih ke abu-abu dan... agak nyaru. Jadi kita ganti dulu, tidak ramah syutingan nih, lebih fokus ke sini nanti. Woh, kalau covernya dilepas jadi putih polos ini ya, bagus juga sih. Kita kayaknya jarang banget pakai putih polos, nggak apa deh. Boleh ya? Ini mumpung warnanya lagi berani gini sama yang biru ini, tapi kotaknya... Ah, udah kotak nggak penting. Kebalikannya nggak nyadar. Nah, kalau kayak gini kan HP-nya kerasa lebih menonjol ya, tekstur kulit-kulitannya juga harusnya bakal lebih terlihat, ini soft touch, terus warnanya juga abu-abu agak gelapan dikit, ada logo Motorola yang rata aja, nggak ada cekungan ke dalam kayak HP Motorola yang dulu, dan kameranya juga tonjolannya nggak sejauh itu ya, nggak setinggi itu ya, ada sedikit aja di bagian sini, sama kameranya juga nggak terlalu maju, apalagi kalau kita pasangin casingnya tadi. Kalau kita pasangin casingnya tadi, kameranya sama sekali tidak terlihat, dia bakal rata aja, tapi tetap ada tonjolan di bagian sini sih. Sininya tetap ada ngurus ke bawah gitu. Buat kameranya sendiri, walaupun dia terlihat ada 4 lubang hitam di bagian pojok sini, tapi sebenarnya dia cuma punya 2 kamera yang bisa kita pakai, ada kamera utama 50MP dan kamera ultrawide 13MP, sisanya 1 kamera gimmick dan 1 LED flash, dengan cincin tulisan-tulisan kecil ya, dia ada tulisan Lytia. Jadi Motorola bilang kalau si Moto Edge 60 Fusion ini adalah HP pertama yang pakai Lytia 700C, itu sensor Sony. 700C pertama di dunia, tapi apakah di Indonesia? Bukan, di Indonesia yang duluan itu TECNO 40 Pro 5G, yang kemarin kita coba itu, yang 3 jutaan dan kita adu sama Samsung itu lho. Kalau anda nonton itu videonya seru, kameranya bagus, dan itu dipakai juga di Motorola ini. Kenapa dia di dunia tapi di Indonesia nggak? Apakah Indonesia nggak termasuk dunia? Karena dia launchingnya udah sebulan 2 bulan lalu, di dunia, di global. Sementara kalau di Indonesia agak sedikit telat, jadi disalip oleh si TECNO. Jadi jangan bingung ya kalau lihat marketing kayak gitu ya. Terus ada spek OIS, di sini ada 12mm sampe 24mm, ini 12 berarti ultrawide, 24 buat kamera utama, dan ada 50MP. Oke, di sebelah kanan sini ada 1 lubang yang kelihatannya seperti mikrofon ya, nanti kita tes karena ini unik banget, kayaknya saya nggak pernah lihat ada mikrofon di sebelah kanan sini, kecuali HP gaming. Ada tombol power, ada tombol volume, di sini ada mikrofon lain, nah kalau di atas ini biasa ada tulisan Dolby Atmos, dia speakernya stereo ya, karena di sini ada speaker di bagian earpiece ini, lubangnya kelihatan lebar, kelihatan lebih gede dari HP-HP lain, dan di kiri dia polosan aja, di bawah dia ada speaker, ada port type C, ada mikrofon, dan ada SIM tray hybrid. Dia bisa SIM 1, tulisannya besar, dan di baliknya ada SIM tray 2 atau SD card. Sekarang mari kita hidupkan HP-nya... Halo Moto! Ada gambar Borobudur dong, asik. Di sini layarnya melengkung ya, jadi di kanan, kiri, lengkungannya juga lumayan ekstrim, di bagian belakang juga dilengkungin, jadi kalau kita pegang, HP-nya berasa tipis. Kalau misalnya kita lihat di lembar speknya, dia bakal ketulis kalau ketebelannya 8mm, sama sekali nggak berasa kayak gitu, soalnya harusnya 8mm itu maksudnya bagian tertebel di sini ya, kalau itu masuk akal 8mm, kalau di bagian bawah sini, dia jelas lebih tipis mungkin 7 atau di bawah 7 mungkin nggak ya? Dan baterainya bisa tetap tebel di 5500 mAh. Ya teknologi baterai sekarang cakep sih. Sip! Jadi ini adalah penampilan paling awal dari Motorola H60 Fusion, dengan layar yang melengkung ya, jadi ini kelihatan seksi, banyak curve-curvenya. Dan kalau misalnya anda lihat spek dari layarnya, dia bakal ketulis P-OLED. Itu artinya plastik OLED. Apakah plastik OLED lebih jelek daripada AMOLED? Ya awalnya saya juga kirain gitu kan, karena OLED itu dia pakai kaca, kalau P-OLED dia pakai plastik, tapi setelah dibaca-baca lebih jauh lagi, saya bakal kasih linknya di bawah kalau anda pengen baca sendiri. P-OLED sama AMOLED itu ternyata sama aja, cuma beda di branding doang, karena AMOLED juga pakai plastik yang sekarang, biar bisa lebih fleksibel, lebih tahan. Ya P-OLED itu intinya bikinan LG, AMOLED bikinan Samsung. Jadi ini layarnya bikinan LG. Kalau dari kualitas warnanya sendiri, ini udah cakep seperti layar-layar OLED pada umumnya, dan dari terang dia juga brightnessnya bagus, di luar ruangan dia masih kelihatan jelas, resolusinya juga tajam di 1.5K, refresh ratenya 120Hz, kacanya juga pakai Corning Gorilla Glass 7i. Jadi kalau dari spek layar, ini lumayan jagoan lah, beda sama si G45 kemarin, yang cuma HD doang. Itu salah satu kekurangan HP ini, cuma kerasa oke karena harganya 2 jutaan, sementara kalau ini dia udah maksimal soal layarnya. Dari bezel juga tipisnya udah simetris, dia dilengkung-lengkungin gini juga, biar kelihatan lebih cantik lagi. Terus apa lagi ya? Dari Motorola yang kemarin kita banyak tes itu, bagian softwarenya. Coba kita cari dulu, banyak banget settingannya. Oh iya, dia UI-nya kelihatan super simple gini ya. Aplikasi bawaannya juga nggak banyak, kalau misalnya saya lihat-lihat di sini, ada beberapa aja bloatware-nya. Ini Fusion Plus! Dan dia nggak bisa di-uninstall, sayangnya. Udah dibikin sedemikian rupa, cuma bisa di-disable doang sayangnya. Itu ciri khas aplikasi bawaan sih. Terus ada apa lagi ya kemarin? Ada satu lagi kalau nggak salah. Ini nih, Etawase Apps! Ini saya udah lama nggak lihat selain di Motorola ini, kelihatan UI lokal banget sih. Ini ada apa ini? Mega Mendung, terus depan-depannya gini kayak agak kurang update rasanya. Di sini ada aplikasi yang nggak pernah di-review orang kayaknya. Ini 0 bintang semua, ya ini tanda-tanda nggak pernah di-review sih. Tolong dong, kalian install Etawase Apps terus kasih review lah. Ini aplikasinya Telkomsel semua, Maxstream, MyIndiHome, WiFi, ada FTL, ada FitHub, mantep sih, oke lah. Lokal sih, lokal sih, oke-oke. Tempat aplikasi lokal berkumpul. Lumayan bisa bedain kayak gini. Ada TJ Eiger juga ada. Oh ini bagian game-game ada yang kurasinya juga nih, lumayan nih. Jadi tau mana yang game lokal, mana yang game luar. Cuma kok di bagian game ini ada aplikasi matahari. Nih, ini tempat belanja. Ya ini salah satu cara Motorola buat menuhin siarat TKDN juga kali ya. Itu harus diapresiasi juga. Mengenalkan aplikasi lokal. Terus di aplikasi yang mereka banggakan sendiri, aplikasi buatan Moto sendiri, ada di satu folder khusus namanya Moto, dia ada Family Space, jadi kalau misalnya kita buka Family Space, kita bisa daftarin HP-HP Motorola punya keluarga kita, biar kita bisa ngontrol, kita bisa tracking HP-nya ada di mana, kita bisa kendaliin jarak jauh misalnya emak kita. Ini kenapa iconnya jadi kekecilan nih? Tolong gedein dong, kalau bisa satu layar itu cuma ada 2 iconnya, sama tolong terangin dong. Nah itu kita bisa bantu atur, itu kan HP orang tua kan? Iconnya gede-gede. Auto locknya, auto locknya never. Gua pernah jam 2 pagi kebangun, lihat kok ada terang-terang di dapur, HP-nya nggak mati loh. Dahsyat sih itu. Terus ada Moto Unplugged. Kalau dari namanya kayaknya ini biar kita kasih sesi-sesi tertentu, kasih timer biar kita lebih inget jangan nempel di HP terus. Brain rot nanti. Terus ada Moto Secure, kalau ini lebih ke keamanan sih, ini lumayan simple sih. Paling cuma scan-scan doang, simple. Asal kita pakai logika, jangan percaya link-link nggak jelas, atau jangan kecepatan tangan ngeklik link, karena penipu tambah hebat. Ini semoga nggak terlalu berguna ya. Yang paling keren sih Smart Connect ini sih, ini cuma ada di HP-HP Motorola, kita cari di Play Store nggak ada, intinya dia bakal konekin HP ini ke komputer kita, dan itu keren. Sekarang kita coba demoin bentar. Harus di-demoin sih, karena ini salah satu hebatnya Motorola ya. Dan asiknya, untung kita nggak harus konekin ke laptop Lenovo ya, dia bisa ke semua laptop Windows PC, misalnya di sini kita pakai laptopnya Asus, alias rival besarnya si Lenovo yang punya Motorola ini. Di sini saya bakal tunjukin 1 fiturnya aja, karena ada banyak banget, cuma buat saya ini yang kayaknya paling penting ya, di sini ada mirror phone, jadi kalau kita kendaliin dari komputer, si HP-nya juga bakal ngikut. Kalau kita kendaliin dari HP, komputernya juga bakal ngikut. Jadi mirror, cermin, satu ikut, yang satunya lagi ikut, cuma yang satunya nggak bisa ikut sih. Cuma yang aslinya, tapi kalau ini dua-duanya bisa. Dan yang paling asik adalah virtual phone, yang sebelahnya. Kita bisa kendaliin HP yang ada di komputernya doang, sementara HP aslinya santai-santai aja, mati aja. Soalnya baterainya harus dihemat kan? Kalau misalnya dia mati, mungkin yang di mirror ini juga bakal stop, karena kan softwarenya juga stop. Kalau di sini, kita bisa buka Play Store, kalau misalnya ada notif masuk, dia bakal masuk. Kalau misalnya laptop anda canggih seperti Asus Zenfone Duo, ini kita bisa taruh ininya di sini. Harusnya bisa ya? Ser! Wuidih!! Jadi layarnya ada banyak. Yang dibahas Motorola, punya Lenovo, kita ngomongin Asus. Nggak apa-apa lah, gue suka laptopnya. Nah, sett, sett! Jadi berasa ada multi monitor. Cakep sih. Multi-multi monitor. Ada HP, ada laptop. Cakep sih, dua-duanya cakep. Saya selalu menghargai software-software yang bisa mengurangi... Kita pegang HP lah, karena ini memang jebakannya, lubangnya lumayan dalam. Kalau udah ke tekan IG aja, tangan, jempolnya kayak udah... Wih, auto! Kalau di sini kan lebih enak. Mindful disini. Jadi dari software, saya suka banget yang dikasih oleh Motorola. Ini berasa matang, berasa dewasa, berasa dipikirin seriusin juga. Karena seamless, nggak ada ngelek-ngeleknya. Dipake di komputer, bisa pake mobile data juga. Mantep sih. Sekarang kita lanjut, cobain hardware-nya. Kita cobain bagian speaker-nya. Asik sih! Buat HP yang tipis gini, ternyata dia bisa punya speaker yang bagus dan kenceng juga. Dan tidak pecah. Itu salah satu yang penting. Bass-nya juga masih ada loh. Asik sih ini. Memang nggak sedalam Samsung, tapi ini lebih bagus daripada HP-HP di bawahnya, dan lebih bagus dari Vivo juga. Saya kasih nilai 8.5 lah buat si Motorola ini. Jarang-jarang kasih poin setinggi itu buat sebuah HP. Karena bagus sih. Coba kita nonton yang lain. Apa nih? Apa? Next! Apa? [Video]: Rutin mengkonsumsi kopi Americano, itu membantu proses diet agak lebih kurus. [David]: Asik sih, suaranya asik. HP ini suaranya... suaranya asik. Ya ya ya... HP tipis nggak selalu speakernya jelek ya. Ada HP tebal juga speakernya belum tentu bagus. Dan di Motorola ini speakernya bagus. Lanjut kita ke bagian yang bakal banyak dikritik dari Motorola Edge 60 Fusion ini, yaitu dari chipsetnya, dari mesinnya. Dia RAM-nya gede, 12GB, memori internal juga oke lah 256GB, nggak cukup lah, kalau nggak cukup bisa pakai microSD tadi. Tapi 256GB buat kebanyakan orang udah oke lah, kalau 128GB baru agak kurang. Tapi chipsetnya, dia pakai Dimensity 7400, yang skor AnTuTu-nya kalau kita tes ini nggak sampai 700 ribu, kurang lebih 700 ribu lah. Kalau tim mendang mending pasti langsung bandingin sama... Dimensity 7300 yang ada di HP 3 jutaan, atau Redmi 4 jutaan, Transsion yang 3 jutaan tadi, Realme juga bisa 750 ribu di HP 4 jutaan. Sementara ini Dimensity 7400 performanya mirip kayak yang 3-4 jutaan, ini harganya 5.5 juta. Jadi kalau dari chipset, si Motorola ini agak berhemat ya, mereka nyarinya aman aja, nggak lambat, tapi nggak sekenceng itu juga. bandingin sama Poco. Semuanya kalau dibandingin sama Poco langsung kerasa lambat sih. Tapi sama Transsion yang lebih murah gitu-gitu, kalau patokannya sama mereka, jelas dia bakal berasa kurang. 700 ribu. Buat settingannya sendiri juga nggak semaksimal itu, dia bisa di frame rate super atau maksimal 90 fps, dan kualitas grafis di Ultra. Kalau misalnya fokus banget ke gaming, ada HP lebih murah yang bisa 120 fps, atau HP yang lebih murah lagi, yang performanya sama kayak si Motorola ini. Kalau anda cari gaming ya, sekali lagi ya. Tidak ada tempat untuk kabur. Kalau dari performanya sendiri, untungnya HP ini stabil banget buat main Mobile Legends ya, jadi 90 fps stabil itu udah menyenangkan lah, nggak drop-drop kalau misalnya bisa 120 fps, tapi drop sana-sini juga percuma kan. Jadi mending kenceng dan stabil. Buat kebanyakan orang bakal nggak masalah kalau kayak gini. Buat Genshin Impact sendiri kayak gimana bang, kalau Moto G45 kemarin kan dia dibatesin banget di 20 fps saja. Gimana dengan versi yang lebih mahal, yang harganya 2 kali lipat, ternyata dia sama-sama aja ya, karena dia juga dibatesin. Cuma untung bagian yang dibatesinnya lebih tinggi, 30 fps. 30 fps dan hasilnya juga stabil, rata, nggak naik turun. Mungkin banyak yang lebih pentingin ini daripada naik ke 40, terus turun ke 20an, yang rasanya kurang mulus aja efeknya. Cuma apakah 30 fps rata adalah performa yang bagus? Buat sebuah HP 5 juta jawabannya tentu saja tidak ya, kalau dibandingin sama HP-HP 5 juta online yang bisa dapat 40an fps rata-ratanya. Apalagi ada HP yang memang fokus ke performa, yang bisa 50 lebih anda tahulah ya, lagi-lagi fokus soal performa, dan kawan-kawan itu luar biasa. Jadi kalau Motorola ini dia nyarinya mungkin nyaman aja, cukup aja, tapi nggak ugal-ugalan. Efek positifnya sih jelas berasa ke bagian suhunya ya, pas kita tembakin kamera thermal gini, dia dingin banget, dibawah 40 derajat. 38 doang, 39, 37 doang, itu luar biasa sih. Performa yang stabil 30 fps itu kayak film lah, sinematik-sinematik gitu rasanya. Mungkin bakal jadi oke kalau kita ingat sama performa thermal yang bisa stabil kayak gini, dingin, enak. Sekarang kita cobain bagian terakhirnya, yaitu kameranya, yang saya punya ekspektasi tinggi ya, soalnya sensornya sama kayak si Camon 40 Pro 5G. Waktu itu kita udah cobain Camon, keren banget kita udah bandingin sama Samsung S25 Ultra, dan hasilnya agak bikin bingung, kesannya positif banget. Sekarang HP kedua yang pake sensor yang sama, hasilnya seperti apa? Mari kita coba foto-foto sedikit dari dalam studio ini. Terus kita lihat bagian lainnya. Ini buat teaser-teaser saja, makanan pembuka aja. Sekarang kita masuk ke makanan utamanya, ini foto di outdoor, saya suka sih hasilnya sih. Warnanya enak banget buat dilihat, walaupun ada sedikit processingnya di bagian sini ya, shadownya agak sedikit dinaikin, tapi masih enak banget buat dilihat mata. Kalau kita patokan sama kelas harganya, ini salah satu yang kelas atas punya sih, bisa banget bersaing sama HP-HP yang udah terkenal, kameranya kayak Vivo, kayak Samsung. Buat foto indoor juga warnanya masih kejaga dengan baik, nggak ada noise sama sekali, fokus juga gampang, kualitas kamera ultrawidenya juga masih bisa mirip-mirip sama kamera utamanya, walaupun nggak bisa dibilang sama persis, masih ada penurunannya, terutama di foto malam ya, kamera ultrawide sama kamera utamanya jauh beda. Kadang saya justru lebih suka sama ultrawidenya, warnanya berasa lebih bener aja gitu. Kalau kamera utamanya rasanya kok processingnya banyak banget ya, ini terangnya tuh rasanya berlebihan gitu. Padahal suasana aslinya gelap malam, ini berasa lampu dimana-mana, padahal nggak ada lampu daunnya jadi lebih terang. Memang mungkin kalau orang yang nggak pernah lihat suasana aslinya bakal bilang, wah bagus ya foto malamnya terang ya jelas ya, tapi rasanya agak lebay aja. Kalau lihat kamera ultrawidenya gelapnya bagus, tapi detailnya kurang, udah hilang. Ya kalau kita komenin secara keseluruhan, ini kamera yang bagus sih, si Motorola ini. Soal videonya juga saya harus kasih catatan khusus, kalau dia nggak nyendut-nyendut. Ini sesuatu yang masih jarang di HP-HP kelas midrange, sesekali emang ada mungkin 5 detik, ada sedikit kalau dicari, 1 sendutan, nyendutan, 2 sendutan gitu saya nggak tau istilahnya apa. Cuma ini udah enak dibanding HP-HP midrange kayak Xiaomi, yang masih ada autofocusnya kabur-kabur, terus ada jiternya, jauh lebih bagus. Cek-cek ini adalah hasil perekaman kamera depan dari Motorola Edge 60 Fusion. Mukanya bening sih, mantep. Stabil juga, dan tajem juga di 4K 30 fps. Jadi mirip kayak kamera belakangnya yang stabil, kamera depannya juga mantep sih Motorola ini. Mungkin kalau dicari kurangnya di dynamic range-nya sini ya, langitnya lagi biru, lagi bagus, cuma dia tetap fokus ke muka saya biar kelihatan balance, nggak lebih terang, nggak lebih gelap. Cuma kalau HP yang flagship lebih bagus lagi, jadi di sini dia biasanya bisa nunjukin langit yang biru juga. Kalau Motorola ini latasnya di stabil, di mukanya bagus, warnanya saya suka. Dan semoga suaranya juga bagus ya, mikrofonnya ya. Buat ukuran midrange ini udah oke, mantep. Kesimpulan, Motorola Edge 60 Fusion worth it atau nggak nih? Tergantung cara anda liatnya ya, pakai kacamata apa ya, kalau kacamata tim mendang mending sih, versusnya sama Poco, sama Transsion, Xiaomi. Moto ini kemahalan, masa? 5.5 juta, cuma dapet Dimensity 7400, yang lain 3 juta, 4 juta udah dapet. Performa gamingnya, ya dia mirip-mirip kayak 3 jutaan. Rasanya bakal kemahalan. Tapi kalau kita bandingin sama brand-brand mainstream kayak Samsung, Vivo, yang namanya udah lebih umum, lebih global kayak Motorola ini, rasanya dia setara. Malah ada spesialnya sendiri. Desainnya unik, kameranya bagus, videonya juga lebih bagus daripada HP-HP yang tadi disebutin, yang lebih mending dari performanya itu. Softwarenya tadi juga bikin iri, buat dikonekin ke PC, layarnya cakep, ini lock screen, terus ada baterai yang padet juga, walaupun bodinya tipis gini, performa juga aman kalau usernya nggak main game berat. Buat kebanyakan orang, Edge 60 Fusion ini bakal jadi pilihan yang bikin senyum sih. Gitu sih kesimpulan saya buat HP Motorola 5.5 jutaan. Like kalau suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo! Closed Caption by @subbox.id Ini HP kedua ya. Low, Middle, apakah abis ini flagship? Atau udah 2 aja?

Lihat di YouTube

Video Lainnya

HP Android 32 Juta...
Oleh GadgetIn
15m 11s

Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...

Brand Terkait

Samsung

Samsung menghadirkan smartphone Galaxy, tablet, wearable, TV, dan perangkat rumah tangga dalam satu ekosistem terintegrasi. Samsung dikenal dengan teknologi layar terbaik, performa tinggi, dan inovasi global untuk kebutuhan modern.