Jungkat

50 JUTAAN!! Inovasi Terbaik Huawei Saat Ini: Review Huawei Mate XT | Ultimate Design RESMI Indonesia (YouTube Video)

  • 15/04/2025

punya HP R juta, R juta atau bahkan R juta udah berasa sultan nih. R jutaan, Bos. Yang sultan ayo merapat. Yang bukan sultan gimana? Ya ayo sinilah sini merapat juga kan. Kami gak maksa kalian buat beli. Kita di sini akan belajar sedahsyat apa inovasi dari Huawei kali ini. Ini adalah Huawei Mate XT Ultimate Desain. Di China udah hari sejak September 2024 kemarin dan saat video tayang harusnya segera dijual resmi di Indonesia. Huawei Mate XT Ultimate ini adalah HP lipat 3 komersial pertama di dunia dan cuma Huawei yang punya. Yang komersial yang udah dijual. Ya, cuma Huawei doang. Kalau yang cuma pamer-pamer doang banyak. Tapi yang bisa jualan Huawei aja ya. Sejak Andilao jadi brand ambassador Huawei Mate XT Ultimate Desain, smartphone ini jadi heboh banget di sana ya. Kemudian ada juga Jansen Wang ya yang bilang kalau ini smartphone yang keren banget. Raja Spanyol juga muji-muji smartphone ini. Dan yang baru aja viral tuh live streamer si I Show Speed ya itu baru aja beli langsung di sana sampai 3 unit. Hm. Sekeren apa sih sebetulnya smartphone yang satu ini? Apa yang membuat dia begitu luar biasa? Mau tahu? Langsung simak aja review kita kali ini. Ya, Huawei Mate XT Ultimate ini adalah smartphone dengan teknologi layar lipat tiga. Huawei juga punya yang lipat dua loh. Udah tahu kan yang Huawei Mate X6 ya. Video review-nya udah tayang. Nah, kalau buat kalian yang mencari foldable dengan desain yang lebih mainstream yang desainnya super tipis dan ringan dan dilengkapi dengan kamera yang luar biasa. Bahkan kami bilang itu foldable dengan kamera terbaik saat ini ya. Udahlah ya. Saat ini itu foldable dengan kamera terbaik ya. Nah, kalau yang dicari seperti itu, nah yang itu udah tayang videonya. Nah, kalau Huawei Mate XT Ultimate yang satu ini versi yang lebih canggih lagi karena yang satu ini adalah produk revolusioner dari Huawei. Mari kita mulai dari bahas paket penjualan terlebih dahulu. Di dalam ada unit plus screen protektor yang sudah terpasang. Harus diingat screen protektornya ini tidak boleh dilepas ya. Kalau mau ganti pun harus di Huawei Service Center karena ini bukan screen protektor biasa. Lalu tentunya ada charger 66 watt di sini. Jadi masih ada chargernya, masih ada chargernya, masih ada chargernya ya. Lalu ada kabel USB type C, ada sim tr ejector, ada case untuk back cover yang dilengkapi dengan kick stand ya supaya bisa diatur untuk posisi berdiri seperti ini. Asik banget ya posisi kayak gini untuk scrolling-solling di sosem gitu ya. Atau mau diposisikan horizontal seperti ini bisa juga. ini ya. Mantap ya. Nah, untuk konsep desainnya ini sebetulnya sederhana aja. Ada mode satu layar atau single screen ya. Ini membuatnya dia seperti smartphone biasa aja ya. Lalu ada mode dua layar atau dual screen. Ini jadi seperti smartphone lipat atau seperti foldable lipat 2 secara umum ya. Dan nah ada mode tiga layar atau triple screen ini membuatnya jadi seperti sebuah tablet karena layarnya jadi besar dan lebar. Ini menjawab keluhan para pengguna smartphone foldable yang merasa kadang kalau aspek rasionya itu kok kotak ya. Agak aneh rasanya kalau buat nonton video tuh ada bar hitam besar atas dan bawahnya jadinya. Nah, kalau dengan mode tiga layar ini jadi lebih imersif. Baritam sih masih ada ya karena ini aspek raso tetap bukan 16 b 9 tapi pengalaman melihat kontennya jauh lebih asik kalau seperti ini. Di satu sisi pengguna memang harus lebih berhati-hati ya karena arah lipatan untuk setiap sisi layarnya itu beda-beda ya. Satu sisi ditekuk ke dalam seperti ini. Lalu sisi satunya lagi tuh ditekuk seperti ini nih. Ya, butuh pembiasaan dulu saat pertama kali mencobanya. Yang menarik dalam kondisi terbuka penuh seperti ini, ketebalan cuma sekitar 4 mm saja dan dalam keadaan full terlipat itu cuman 12,8 mm. Sebagai gambaran aja nih ya, tadi kan 12,8. Nah, kalau 12 mm aja itu biasanya kita temukan defoldable layar lipat 2. Nah, di sini Huawei berhasil membuat 12 mm lebih dikit ya dengan layar lipat 3. Ini memang sebuah inovasi yang luar biasa menurut kami. Bobotnya ini juga masih di kisaran 300 gr. Jadi enggak terlalu jauh beratnya juga ya. Saat dipegang dalam kondisi terlipat seperti ini hampir mirip dengan pakai smartphone yang nonfoldable bahkan. Untuk warnanya di Indonesia hanya ada red ya. sayangnya yang black memang enggak hadir resmi di Indonesia. Untuk IP rating sayaknya masih belum ada sama sekali sekarang ya, tapi masih wajar karena di satu sisi benda ini belum ada kompetitornya juga. Untuk sisi-sisinya mari kita langsung lihat dalam kondisi terbuka aja deh ya. Kita beralih ke sisi kanan nih ya. Ini tombol power sekaligus jadi fingerprint scanner dan ada tombol volume up and down di sini. Lalu di atas ada grill speaker. Di kiri ini kosong. Di bawah ada SIM tray untuk dual SIM ya. Tentunya enggak ada slot micro SD lah di sini ya. Di sebelah slot SIM itu ada mikrofon, ada USBC, ada grill speaker stereo bagian bawahnya. Untuk speakers ini tergolong mantap nih. Suaranya sangat lantang, jernih, dan untuk keperluan entertainment ini memuaskan. Sekarang mari kita lihat sisi depannya ya. Huawei menyebutnya sebagai Huawei X True Display. Ukurannya 10,2 inci dalam kondisi triple screen atau terbuka penuh. Resolusinya jadi 2.232 * 3.184 piksel. Aspek rasionya itu 12,84 bing 9. Kalau single screen itu jadinya 6,4 inci dengan resolusi 1008 * 2232 piksel. Aspek rasio 16 b 11. Jadi kalau terlipat penuh ini mirip banget seperti HP biasa ya. Nah, lalu untuk panelnya itu pakai OLED LTPO refresh set-nya up to 90 Hz dan ini sudah mendukung 1440 Hz PWM dimming. Jadi ini akan minim sekali flicker. Brightness di claim Huawei bisa mencapai 1800 nits. Saat diuji itu bisa mencapai 600 nits untuk indoor. Dan untuk simulasi outdoor brightness-nya bisa sampai 1000 nits untuk standar pengujian kami. Untuk mencapai 1800 nit pengujiannya memang agak beda ya. Biasanya pakai kotak kecil ya, putih gitu ya dan itu di dalam konten HDR. Itu yang biasa kami uji. Meskipun begitu untuk penggunaan outdoor layarnya masih terbilang mencukupiah yang satu nih ya. Terkait warna layar di sini ada dua mode ya. Ada mode vivit dan normal. Ini cukup sederhana. Intinya Vivit Color, Gamut, Coverage, dan volumenya itu diarahkan ke kisaran 100% di CP3. Intinya lah. Eh, jadi untuk Vivit ini warnanya super gonjreng. Asik buat nonton film atau main game. Kalau untuk editin konten ya saran kami pakai yang mode normal aja. Dan untuk mode normal ini diarahkan ke 100% sRGB. Nah, untuk yang penasaran apakah lipatan layarnya kelihatan atau tidak, menurut kami sih seperti layar lipat pada umumnya aja yang satu ini ya. Pada saat pertama kali baru dipakai, kris atau lipatan layarnya itu yang tentunya nyaris tidak terlihat, tapi seiring pemakaian lipatannya akan semakin kentara. Cuma pertanyaannya apakah ini mengganggu? Nah, kalau menurut kami ya searing pemakaian kita akan terbiasa dan jadi tidak terasa mengganggu. Kristal lipatan ini juga baru terlihat dari angle dan pencahayaan tertentu saja, tidak terlihat langsung terus-terusan gitu, enggak. Oke, untuk kameranya. Untuk kamera di smartphone ini totalnya ada empat kamera. Ada kamera selfie 8 megapel di sisi layarnya ini. Lalu perekaman video selfie ini support sampai 4K 30 fps. Lalu ada tiga kamera di body belakang. Kamera ini terdiri dari kamera utama 50 megapel dengan fitur variable aperture ya ada variable aperture-nya, ada kamera ultrawide 12 megap dan ada periscop telefoto 12 megap. Kalau untuk perkaman ketiga kamera ini disupport sampai 4K 60 fps. Oke, sekarang kita lihat spesifikasi internalnya. Sous-nya pakai Kirin 90. RAM-nya 16 GB. Storage-nya 1 TB. Tidak ada opsi RAM atau storage yang lainnya, hanya satu ini aja ya. Baterai 5600 mAh yang dibelah menjadi tiga bagian. Jadi di masing-masing sisi itu ada baterainya. Charging-nya support Huawei Supercharge up to 66 watt untuk kabel dan support wireless Huawei Supercharge up to 50 wat. Nah, untuk cooling system dia pakai cross hinge cooling system ya. Nah, untuk sensor dia lengkap nih ya, sensor esensial ada semua sensor ekstra seperti infrared, laser sensor, dan color temperature sensor itu juga ada di sini. Nah, untuk fitur keamanan ada face unlock dan fingerprint scanner. Nah, untuk OS dia pakai EMUI 14. Kami udah nanya nih ke Huawei, bakal dapat harmoni OS enggak? Nah, jawaban mereka adalah saat ini prioritas utama Huawei adalah meningkatkan ekosistem dan pengalaman harmoni OS bagi market dan pengguna Huawei di Tiongkok. Jadi kemungkinan besar untuk yang versi Indonesia kita harus agak bersabar sedikit tapi tidak menup kemungkinan Huawei ke depannya akan menghadirkannya ke sini mungkin ya. Nah, mengenai kepastian lama dukungan IMUI kami belum peroleh info lebih lanjut juga sih dari Huawei. Semoga akan ada kejelasannya ya. Nah, bicara soal EMUI tentunya di sini sudah dioptimalkan untuk multitasking supaya penggunaan layar besarnya ini maksimal. Misalnya nih kita bisa buka multi window seperti ini. Bahkan bisa buka sampai tiga window sekaligus. dua window kiri kanan ditambah satu floating window seperti ini. Keuntungan pakai layar smartphone di P3 ini banyak banget hal yang bikin pengalamannya berbeda ya ketimbang pakai smartphone biasa di sini. Pertama kita bisa pakai mode smartphone biasa layar normal seperti pakai mode single screen buat bolas setonan, main sosm pesan tiket pesawat sampai foto-foto, main game tuh layaknya smartphone biasa aja. Kedua, bisa jadi mode dual screen. Kita bisa split screen. Contohnya buka dokumen dan catatan. buka map sambil buka referensi website pas lagi jalan-jalan bisa tuh enggak masalah. Layaknya pakai foldable phone yang umum lah ya. Nah, skenario penggunaan paling menarik menurut kami untuk mode dual screen adalah selfie pakai kamera utama. Jadi kualitas video dan foto kita bisa maksimal karena bisa pakai kamera utamanya dan kita bisa lihat langsung preview-nya di layarnya yang besar itu. Nah, untuk mode penggunaan yang ketiga kalau dirasa kurang lebar lagi tinggal buka. Jadi tiga layar penuh terbuka. Ini baru berasa benar-benar seperti tablet. Kalau kita buat baca-baca proporsi visualnya ini kayak buku beneran ya. Kalau dipakai buat main saham kita cek info stock market ini. Wah nyaman banget. Buat dipakai nonton video ini lebih asik. Ini layarnya enggak kotak ya. Jadi lebih full aja videonya terlihat besar jadinya ya. Mau dijadikan seperti e tablet atau PC juga bisa. HP ini kompatibel buat disamungkan dengan Bluetooth, keyboard atau mouse ya atau dua-duanya sekaligus bisa. Ini cocok buat kerja misalnya buat ngetik dokumen, bikin script nih. Asik nih pakai kayak begini ya. Ya, ini memang inovasi yang luar biasa. Baru Huawei saja yang berani merilis merilis loh, merilis smartphone ini di pasaran. Kemudian karena basisnya masih Android, tentunya aplikasi Android apapun masih bisa kita instal di sini. Mau banking, sosial media, WhatsApp, aplikasi produktivitas seperti CapCut itu juga bisa diinstal di sini. Untuk solusi Google baru bisa lewat App Market Third Party ya, sebagian bisa diinstal dan jalan. Tapi memang bukan solusi yang sempurna. Tentunya masih ada beapa app yang masih belum jalan secara natif. Kalau menurut kami sebaiknya cari alternatif aja lah ya. Nah, untuk kektivitas dia 4G ya, 2G, 3G, 4G bisa. Tapi sayangnya kata Huawe Indonesia unit ini belum bisa 5G. Dia mentoknya di 4G aja. Wii-nya udah WiFi 6. Wii sh juga tersedia. Bluetooth-nya versi 5.2. USB OTG jelas bisa di sini. NFC juga ada di sini. Untuk display output tentunya bisa. Jadi kita bisa hubungan ke proyektor atau monitor eksternal pakai kabel. Enggak usah pakai wireless-wireless udah bisa juga di sini. Oke, sekarang mari kita uji performanya. Kita benchmark dulu ya. Untuk performa maksimal kita perlu mengaktifkan fitur performance mode di setting baterai. Nah, kalau untuk Aut 10 sayangnya belum bisa jalan dengan normal ya, baik versi lama maupun baru. Tes GPU itu selalu gagal. Itu bukan berarti GP-nya rusak bukan ya. Bahkan kalau kita coba UnTutu 10 yang light itu juga enggak bisa. Jadi kalau mau ada gambaran SOnya sekencang apa, kita pakai Geekbench 6 dan 3D Mark aja ya. Untuk Geig Bandch 6 single core di 1384 dengan multiicoree di 394. Sekarang kita coba lihat hasil stress testnya ya pakai 3D Mark Wild Life stress test. B scor-nya terhitung sangat tinggi ya di 5.600-an dengan lowest score di 3.000-an. Stability-nya ada di 58,5%. Ini udah cukup baik ya untuk foldable karena ruangan pendinginannya itu terbatas. Jadi wajar kalau performanya agak direm di sini untuk ngejaga suhunya. Oke, sekarang mari kita lihat untuk gaming. Untuk pengaman gaming itu langsung aja kita pakai layar utamanya ya, karena layarnya lebih besar, lebih asik kalau buat gaming. Oke, langsung Mobile Legends ya. Grafik yang terbuka bisa sampai high dengan frame rate di high juga artinya 60 fps. Game-nya jalan lancar ya, enggak ada masalah. Nih, asyik banget nih. Nge-push rank di layar sebesar ini ya. Untuk download game-nya itu udah bisa lewat app Gallery loh yang satu ini. Lalu untuk Gensin Impact. Nah, kalau ini kita masih butuh download lewat app market yang lain ee karena belum ada di app Gallery. Kita mainkan dengan setting HS 60 overall masih lancar, masih cukup lancar di kisaran 40-an FPS. Sudisi layar tuh terpanas di 43 derajat Celcius dan di belakang terpanas di 41 derajat Celcius. Ini normal sih untuk performanya. Penyebaran panas dominan di sisi body yang ada kameranya karena posisi prosesornya kan ada di situ. Jadi wajar kalau area lainnya kurang kena penyebaran panas. Overall untuk kebutuhan gaming pun ini masih mencukupilah ya performance smartphone yang satu ini. Oh ya. Ada sedikit catatan, kalau mau game tampil dengan layar penuh, kita perlu atur dulu app scalingnya jadi full screen. Kalau tidak diatur, jadi game-nya itu akan jalan di aspek rasio 16 b 9. Asiknya lagi, kalau misalnya kita lagi main game di mode layar single screen tapi butuh lebih besar, tinggal langsung buka aja ke mode triple screen. Jadi langsung bisa main di layar sebesar ini. Oke, sekarang kita lanjut ke pengujian kamera. Seperti biasa bareng sama Kris ya. Oke, di tangan saya kali ini sudah ada Huawei Mate XT Ultimate. Beh, smartphone sultan nih, Teman-teman. Kameranya seperti apa? Mari kita lihat barengbeng. Yang lagi Teman-teman lihat sekarang ini adalah video dari kamera selfie-nya. Saya rekam di resolusi 4K 30 fps. Dan suara yang kalian dengar sekarang juga suara langsung dari mikrofon smartphone-nya. Saya enggak pakai mikrofon. Untuk kebutuhan video sehari-hari atau vlogging hasilnya kurang lebih seperti ini. Oke, kita lanjut bahas kamera selfie-nya dulu. Untuk kamera selfie-nya sederhana aja ya. videonya bisa sampai 4K 30 fps dengan kestabilan yang mencukupi aja. Belum bisa dibilang yang paling rapi sih karena giternya masih cukup terasa. Sayangnya belum ada opsi video 60 fps di sini mentoknya di 30 fps aja. Nah, kalau di sini saya mau ngecek kemampuan dynamic range dari kamera selfie-nya. Saya rekam di 4K 30 fps dan hasilnya kurang lebih seperti ini. Bisa kita lihat ekosure di wajah cukup baik tapi di bagian area highlight masih agak over expos sedikit. Kalau mau kualitas gambar yang maksimal, kita bisa pakai layar covernya seperti ini. Lalu tinggal pakai kamera utamanya aja. Menariknya lagi, kita bisa pakai kamera ultrawide-nya untuk wifi atau simply pakai kamera utama untuk hasil video yang terbaik. Untuk kamera utamanya sendiri sudah stabil, videonya aman, raw-nya juga aman. Kalau untuk telefotonya memang terasa lebih goyang ya, tapi ini hal yang wajar untuk sebuah kamera telefoto. Nah, di sini saya mau ngecek kemampuan dnamic range-nya. Kita mulai dari kamera ultrawide dulu nih di 4K60. Hasilnya seperti ini. Bagian highlight sama bagian gelapnya tuh masih bisa txpos dengan cukup baik. Ini kamera ultra wide. Lalu ini kamera satu kalinya atau kamera utamanya. Lalu ini kita pindah ke kamera telinnya. Nah, itu baru pindah ke kamera telinya. Dan hasilnya juga lumayan lumayan oke. Cuman zoom-nya jauh banget ya, 5,5 kali. Jadi mesti agak mesti agak mundur. Untuk kondisi low light. Video kamera selfie-nya masih terang. Tapi gambarnya terasa soft. Detailnya udah berkurang nih. Kamera utamanya masih cukup bisa diandalkan. Untuk kamera ultra wide-nya sudah agak kurang oke. Begitu juga dengan kamera tele-nya. Karena seringkiali kamera telenya malah pindah jadi kamera utama yang di crrop. Jadi untuk low light lebih disarankan pakai kamera utamanya aja. Untuk foto-foto sih aman ya. Mau di kondisi apapun hasilnya bagus. Kamera manapun yang digunakan juga bukan masalah. Huawei sudah terkenal lah dengan hasil fotonya. Termasuk di Huawei Mate XT Ultimate ini kemampuan fotonya overall sudah oke [Musik] banget. Lanjut lagi ke pengujian daya tahan baterainya. Untuk lokal video playback 1080p non HDR ini yang ee lokal ya. Baterai bertahan kisaran 18 jam. Kami tes dengan mode triple screen ya. Dan ini adalah hasil yang tergolong cukup baik mengingat kapasis baterainya itu 5.600 mAh dan layarnya kan besar. Nah, lalu untuk mainan TikTok selama setengah jam baterai turun 4%. Lalu untuk mainan Gensin Impact ya highest 60 30 menit baterainya turun 13%. Nah, untuk charging kita pakai charger bawaannya ya. Dari 0 sampai 50% kita butuh waktu 19 menit. Sementara dari 0 sampai penuh dia butuh waktu 1 jam 7 menit. Cukup kencang. Ingat ya, baterainya cukup besar juga di sini memang ya. Nah, lanjut untuk Netflix ini udah L1 ya, jadi udah support streaming sampai full HD. Menarik di sini ya. Untuk heptic feedback tentunya udah kelas flagship, getarannya juga empuk, presisi, sangat nyaman untuk ngetik maupun navigasi-navigasi udah enak banget di sini. Oke, untuk harga info yang kami dapatkan saat video ini dibuat harganya ada di kisaran Rp50 jutaan. Tentunya ini bukan untuk kaum mendang mending ya, tapi kalau kalian memang sultan yang mau ngerasain pengalaman smartphone paling unik saat ini, bolehlah nyobain yang satu ini ya. Enggak usah ngaku-aku sultan deh kalau segini aja enggak kebeli. Ya, tentunya akan ada banyak benefit selama periode promo. Kalau kalian mau lihat detailnya bisa langsung cek link di dalam deskripsi di bawah ya. Oh ya, jangan lupa kalau kalian butuh foldable yang lebih mainstream dan harganya lebih murah, Huawei juga ada Mate X6 dengan harga kisaran Rp29.999.000, ada cashback R5 juta dan bonus Huawei Watch GT5 juga ya kalau beli itu ya. Belum lama ini kami udah bikin video review-nya. Smartphone-nya juga enggak kalah menariknya ya. Bagi kami, Huawei Mate X6 adalah smartphone verable dengan kamera terbaik saat ini. Mate 6 ini punya teknologi ultra kamera yang ngasih hasil foto dengan warna yang sama dengan apa yang kita lihat. Sementara H Mate XT itu enggak disupport di situ ya, tapi dia punya ultra aperture X Match camera dengan 10 size adjustable physical aperture. Untuk lebih detailnya kalian cek aja di dalam video review-nya ya. Oke, kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, penggunaan smartphone yang seperti ini butuh pembiasaan dan juga harus ekstra hati-hati terutama ketika kita mau buka layar yang besarnya. Ya, ini kami aja nih agak khawatir nih ketika membuka bagian yang pertamanya ini karena ada potensi kuku kita bisa menggores bagian layar ini ketika dibuka. Dan bagian ini juga yang paling rentan kena benturan saat pemakaian sehari-hari. Jadi lebih hati-hati saja. Kemudian belum 5G, kemudian belum ada janji terkait OS update dan dia juga yang satu ini saat ini ya belum ada fitur AI untuk produktivitas. Kemudian software kameranya masih butuh peningkatan di beberapa bagian. Kemudian aplikasi Google masih belum berjalan secara natif. Memang ada solusi sementaranya ya, tapi kami akan lebih menyarankan cari alternatifnya lah ya. Nah, kalau misalnya kalian tidak tergantung sama Google harusnya sih bukan masalah. Nah, lanjut ke kelebihannya. Pertama, ini adalah inovasi teknologi yang rasanya sih belum ada lawannya ya, terutama untuk yang sudah berhasil dijual ke pasaran ya. Kalau cuman buat prototype-protootippe mungkin yang lain bisa pamer-pamer lah. Ini bukan pameran, ini udah barang jualan. Kemudian pengalaman punya smartphone ya dengan layar yang bisa jadi seperti layar tablet ini asik banget karena aspek rasioya lebih pas. Ini bukan yang kotak gitu ya. Desainnya juga super mewah dan elegan. Kameranya keren. Bodinya super super tipis. Dia juga enggak terlalu berat ya. Kan foldable besok itu udah 250-an kurang lebih ya. Ini cuma nambah 50 gr lagi paling ya. Baterai juga besar dan awet juga lumayan di sini awetnya untuk layar sebesar ini. Chargingnya juga lumayan kencang baik kabel maupun wireless. Isi bok penjualan juga cukup lengkap. Speakernya keren walaupun bodinya tipis. Lalu after sales premium dari Huawei ya pada akhirnya untuk siapa sih Huawei Mate XT Ultimate ini? Sultan. Iya sultan. Harganya Rp50 jutaan. Itu bukan uang kecil. Jelas bukan. Tapi ini adalah sebuah inovasi teknologi yang belum ada lawannya, belum ada pesaingnya. Pengguna awal memang biasanya ditargetkan untuk las atas dulu. Kalau pasar menerima dengan baik, bukan enggak mungkin konsep layarfoldult ini akan semakin terjangkau untuk lebih banyak kalangan lagi nantinya, ya. Lalu untuk pengusaha atau profesional mau meeting atau deal-dealan bisnis, begitu kalian pakai ini biasanya ini kami jamin ya orang bisa langsung terpanah. Wih, apa itu ya? punya saya cuma lipat dua, itu lipat tiga. Ya, lalu dalam meeting kita bisa pakai mode layar besarnya untuk presentasi. Wah, lebih jelas lagi, Bos. Lihat dong, Bos. Nih kayak begini, Bos. Nih prediksinya bisa seperti ini nih. Tuh, pakai layar gede begini kan. Asik kan? Bagian aja pergi ke meeting enggak bawa laptop, enggak bawa tablet. Baunya cuma satu HP doang di dalam kantong. Tiba-tiba bisa presentasi. Keren kan? Ngeri ya Huawei ya. Dengan segala tantangan yang mereka hadapi, Huawei terus memberikan inovasi. Salah satunya dengan meluncurkan HP lipat 3 ini dengan segala hambatan atau kesulitan teknologi di baliknya. Pada akhirnya kami harus bilang terima kasih kepada Huawei Indonesia karena sudah menghadirkan smartphone ini resmi ke Indonesia. Karena ini artinya kita sebagai warga Indonesia nih dianggap layak untuk menikmati teknologi sekeren ini. Saya Ded Irfan Jaga TV.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Huawei

Hubungkan inspirasi, sinergikan produktivitas dengan ekosistem digital HUAWEI Indonesia. Temukan smartphone premium, tablet, laptop, dan wearable canggih di sini.