Jungkat

6 Jutaan Gak ada Lawan !! Xiaomi 15T Leica (YouTube Video)

  • 30/09/2025

Hai Anika, Guys. Di sini ini adalah Xiaomi 50 Basic atau nonfook yang harganya jelas lebih terjangkau dibandingkan versi yang pro. Pas video ini saya buat, saya belum tahu sih harga pastinya berapa, tapi kalau kita lihat dari seri sebelumnya harusnya bakalan di 6 sampai R juta. Nah, kalau misalkan beneran di harga R jutaan, apakah si Xiaomi Mi 15T ini masih layak untuk dibeli dan apakah wajib untuk upgrade dari seri sebelumnya dan apakah dia bisa jadi flagship? killer juga. Kita mulai dari bagian yang bikin saya emis kalau beneran harganya di R jutaan ya. Kamera Xiaomi kasih tiga kamera belakang. Jadi ada 50 megapel min kamera, 12 megapel ultrawide, dan 50 megap telefoto. Semua lensanya hasil kolaborasi bareng Laika. Jadi hasil fotonya enggak main-main ya. Kalau kita lihat dari hasil foto-fotonya, dynamic range kelihatan luas. Detail tekstur masih terjaga dan tuningan warnanya saya suka natural gak lebay lah gak terlalu oversaturated atau vibrant. Di ultrawide pun detail rumput daun sampai tekstur di dinding yang kecil-kecil tetap tajam. Waktu kita pindah ke low light detailnya sih masih tergolong aman lah walaupun ada perbedaan dengan main kamera. Di beberapa case HP lain kan kalau masuk night mood itu somehow jadi kayak kuning banget gitu warnanya ya. Nah, di sini masih kelihatan agak kuning memang, tapi enggak yang berlebihan. Hasilnya juga enggak terlalu semaji atau enggak ada efek oil paint yang kentara gitu. Ini artinya sensor yang dipakai sama Xiaomi berarti bisa menangkap cahaya lebih. Lanjut ke telefoto. Dia juga ada lensa telenya sama kayak versi Pro tapi bukan yang periscope ya. Nah, untuk digital zoom-nya bisa sampai 60 kali. Kalau yang versi Pro itu bisa sampai 100 kali karena periscope hasilnya ya lumayan lah kalau misalkan dizoom 10 kali atau 30 kali enggak terlalu kelihatan efek cat airnya. Tapi kalau udah 60 kali ya kalian bisa lihat sendirilah hasilnya ya. masih ada terlihat kayak pixelated gitu. Kalau dibandingin sama versi yang pro yang udah saya coba di Moon. Hasil main kamera dan juga ultrawide-nya sih ya mirip-mirip walaupun versi Pro memang terlihat lebih detail. Tapi kalau kita udah masuk ke lensa tele beda karena versi Pro punya five time zoom dengan periscope. Sedangkan versi basic ada tele tapi cuma di optical dua kali. Dan kalau kita pakai digital zoom jelas beda hasilnya. Nah, versi yang basic ini untuk telen-nya sayangnya belum ada O kayak di versi Proya. Oke, jadi ini adalah kualitas kamera depan dari Xiaomi 15T yang basic ya. Nah, ini kondisi sekarang hujan pencahaya cukup sulit tuh mendung. Dan sekarang kita coba untuk jalan dulu ya kira-kira kalau misalkan diguna untuk jalan 4K 30 FPS. Kamera depannya kayak gini dan hujan enggak masalah karena dia udah support sama IP68. Nah, sayangnya enggak support A68 ya. Paling masuk angin dikitlah. Kita jalan aman-aman aja. Mirip-mirip sama versi yang Pro ya, karena dia juga sama-sama 32 megapel. Kalau untuk dynamic dance kira-kira seperti ini. Tuh, walaupun mendung masih ada sparsinya ya. Jadi antara tembok dan langit masih cukup oke separasinya. Terus detail-detail di bagian daun itu juga masih aman. Dan sekarang kita cobain untuk kamera belakangnya. Kamera belakang juga enggak ada masalah. Ini main kameranya 4K 60 fps. Tuh detail tomat yang belum matang nih. Sama air yang ada di sini juga aman. Bokhnya aman juga. Coba kita zoom ya dia bisa sampai berapa. Nah, kira-kira jaraknya seperti ini. Terus kalau misalkan kita zoom out 60 fps aman banget. Enggak ada jatiter, enggak ada starter. Dan kalau misalkan kita gunain untuk jalan lagi atau kita coba lihat auto fokusnya ya dari sini ya. Dari tanaman ini kita pindah ke sini. Set tuh masih aman cakep. Warnanya juga masih cakep. Hijunya itu enggak terlalu yang vibrant natural. Yang saya suka dari 15T series kayak gini. Terus untuk dynamic range ya sayangnya mendung ya. Tapi kira-kira seperti inilah. Kalau misalkan digunain untuk tilting dan penning aman-aman aja. Terus kalau digunain untuk jalan tuh kira-kira seperti ini, Guys. Aman-aman aja sih. Nah, untuk telnya dia enggak bisa dipakai kalau misalkan di 4K 60 fps. Enggak bisa switch maksud saya ya. Jadi harus dimatiin dulu. Nah, kalau udah mati ini pakai tel-nya baru bisa nih kita zoom sampai en kali. Kira-kira seperti ini. Terus beda dengan versi yang Pro, zoom-nya ini cuman dua kali aja opticalnya. Nah, kalau misalkan kita zoom di tomat ini dua kali kira-kira we dia enggak bisa fokus. Oh, enggak bisa fokus kalau dekat ya kalau pakai til ya. Tuh bisanya di seperti ini. Nah, kalau misalkan mau switch lens bisa cuman auto fokus. Coba kita cek ya. Autofokus harus agak jauh. Tuh, aman juga. Kalau misalkan mau switch lens harus kita turunkan resolusinya ke 4K 30 fps. Nah, ini baru bisa nih ultrawide-nya 4K 30 fps. Baru kita bisa pindah lens dari satu terus dua bisa. Nah, bisa sampai 15 kali. Tapi ini digitalnya ya. Nih, baru kita bisa switch lens kalau di 4K 30 fps. Kalau untuk ultrawide-nya coba kita zoom detail di ultrawide. Ah, kira-kira sampai segini untuk ultrawide-nya. Dan kalau diguna untuk jalan karena 4K 30 FPS ya, enggak sesot main kamera dan juga tele. Tapi 30 FPS-nya ini masih aman ya walaupun agak patah-patah enggak yang terlalu patah-patah gimana gitu. Terus kalau digunakin untuk moving kayak gini aman juga ya. Ya, kira-kira seperti ini untuk videonya. Terus bedanya lagi sama versi yang pro ya, selain tele di mode pro videonya. Nah, ini video kita enggak bisa pakai loots kayak di versi Pro, tapi kita bisa pakai filter-filternya. Contohnya original, positif, negatif. Ini filter-filter video ini juga berlaku di fotonya ada banyak filternya. Kita tinggal pilih aja. Cuman sayangnya kalau di yang basic memang enggak ada pilihan untuk loots kayak di mode atau di seri pro ya. Nah, kalau untuk fotonya sama-sama ada Lecut Autentic, ada fibern putretnya ada master putrit, ada Leik Putrit juga sama ya. Bedanya di situ sih dari beberapa hasil tadi Xiaomi udah mulai ngejawab keluan para user di versi sebelumnya ya. kayak konsistensi warna di setiap lensanya yang udah konsisten. Perpindahan lensanya juga udah makin halus lagi. Buat kamera depan, dia dapat kamera yang resolusinya sama dengan versi Pro 32 megap dan hasilnya juga mirip-mirip aja di daylight maupun lul light sih masih cakep. Khas-khas HP-nya Xiaomi lah. Skin tone itu masih tergolong natural. Jadi muka saya yang agak kusem terlihat masih kusem. Enggak yang kayak skincare-an bagus gitu. Ini memang efek beauty-nya saya matiin ya. Selama lihat hasil foto dan video tadi, mungkin kalian salvox sama desainnya ya. Desainnya sih masih mirip-mirip sama sebelumnya ya. Bebaslah kalau misalkan kalian mau bilang ini adalah kompor empat tungku atau obat. Tapi kompor empat tungkunya sekarang kayak kompor yang flagship. Jadi kompor induksi lah yang minimal. Pertama dari sisi warna Xiaomi 15T kasih kita beberapa pilihan warna yang semuanya itu terkesan luxuri dan mahal. Unit yang saya pegang ini silver, lalu ada hitam dan rose gold. Kalian harus coba yang Moca Gold di versi Pro-nya sih. Itu menurut saya warna yang paling cakep. Kalau yang warna silver ini menarik. Ini kelihatan kayak aluminium back cover-nya. Padahal ini dia pakai plastik ya. Yang tepatnya sih fiber class tapi basicnya itu plastik juga. Agak disayangkan sih ya karena flagship killer tapi bodinya untuk yang T ini masih pakai plastik gak kayak versi Pro yang pakai glass. Cuman keuntungannya kalau pakai bahan plastik dan dia finishingnya mid ini dia gak gampang nempel fingerprint dan ya kalau harganya Rp juta masih bisa kita toleransi lah. Kalau warna yang rose gold ini menurut saya ya kayak lebih feminim aja. Kalau cowok pakai juga terserah sih bebas. Tapi dari ketiga warna yang disediakan sama Xiaomi warna Moka Gold yang sayangnya cuma ada di versi Pro sih yang paling saya suka karena kayak mewah banget dan karena si modul kamera ini punya warna yang sama kayak bodinya jadi kelihatan seless cuman karena di bagian pinggir modul kameranya ada aksen glossy jadi kesan itu tadi kompor empat tungku yang lebih mewah dan lebih mahal. Bagian frame-nya ini juga plastik dengan bentuk yang melengkung, cuttingannya halus, ada curve sedikit, jadi gak bikin sakit ketika digenggam dan feel-nya ketika dipegang kayak berasa HP flex beneran. Untuk dimensi dari HP ini itu ukurannya ada di segini dengan ketebalannya 7,5 mili. Enggak yang super tipis, tapi bukan yang tebal banget juga. Jadi di tangan tuh kerasa solid dengan berat 194 gr. Memang bukan yang ringan banget, tapi yang jelas masih di bawah 200 gr. Jadi masih enak untuk digengkap. Digeser ke bagian depan. Layarnya ini flat, tapi sama kayak frame-nya. Cuttingannya halus, jadi enggak bikin sakit. Ukuran display-nya naik dari versi sebelumnya di 6,83 inch sama dengan versi Pro juga dengan screen to body rasio itu di sekitar 90%. Jadi bezel-nya lihat aja super tipis. Di bagian atas ada tompel atau punch hole tempat kamera dan di bagian bawah ada fingerprint yang responsif banget pas kita coba. Terus beasel yang tipis ini bikin experience ketika streaming atau main game jadi lebih lega. Dan kalau dari depan intinya coba kalian lihat aja nih langsung terlihat kayak HP flagship beneran dan spesifikasi larnya pun juga ala flagship beneran karena layarnya udah pakai AMOLED dengan refresh rate 120 Hz yang artinya kalau kita buat untuk scrolling sosem home screen, wah itu bakalan mulus kayak pantat bayi baru lahir. Dan pas kita tes layarnya juga warnanya juga ciri khasnya OLED ya fibrant yang enggak terlalu over. Jadi dia ada empat mode. Ada original color pro Vivit saturated dan advance. Dan untuk berbagai mode kalian lihat aja sRGB-nya segini, Adob RGB-nya dapat segini, P3-nya dapat segini, dan untuk NTS-nya di segini. Kalau untuk brightness yang paling terang dari hasil tes kita itu ada di mode original color pro. Untuk tipikalnya dia bisa dapat 624 nits tipical ya. Kalau pcknya sih di 3.200 dan selama dipakai untuk outdoor aman-aman aja karena tipikalnya aja udah setinggi itu. Lanjut, sekarang kita bahas gimana performanya. Jadi untuk chipset dia naik dari versi sebelumnya, sekarang pakai Mediatch Dam City 8400 Ultra yang skor AnTunya di AnTutu versi 11 itu tembus hampir R juta ya di 1,9 jutaan. Nah, untuk game langsung aja kita coba game yang paling berat lah ya. Wering wave. Wering Wave dengan grafik rata kanan bukan yang lowest, dia dapat average di 55 fps. Maksimumnya bisa tembus 61 dan drop-dopnya cuma di 37 fps. Jadi rata kanan masih sangat playable. Untuk game lain kalian bisa lihat chart-cat ini aja biar durasinya enggak terlalu panjang. Jadi Mobile Legends, PUBG, Gensin Impact juga aman karena wave aja aman ya. Apalagi Mobile Legends, PUBG sama Genin Impact. Kenapa bisa aman? Karena selain Mediatch Dam City 8.300, 300 chipset itu tadi dikombo sama RAM yang gede juga. Ini RAM-RAM ala flexip 12 GB dengan LPDDR5X dan storage-nya ada dua pilihan nanti. Jadi ada 256 GB dan 512 GB dengan UFS 4.1 juga. Jadi bukan hanya gaming ya, kalau misalkan dipakai multitasking atau kebutuhan daily activity, wah itu udah lebih dari cukup. Tapi cepat doang agak percuma kalau masih overheat. Ini juga jadi konscern di versi sebelumnya ya. Makanya kita cobain record video 1080p pakai 60 fps selama 30 menit. Dan hasilnya untuk suhunya itu aman-aman aja dengan suhu permukaan 40,6 derajat celcius bagian depan dan bagian belakangnya juga sekitar 40,4 derajat celcius dan enggak ada notif overheating. Kalau performanya udah cukup buas, jelas secara software juga harus bikin puas. Nah, ngomongin software untuk software update Xiaomi bilang di Xiaomi 15T ini bakal dikasih software update 4 tahun dan security update di 6 tahun. Terus ada lagi fitur-fitur yang menurut saya menarik. Di update-an Hyper OS3 nanti bakalan ada tiga hal baru, yaitu Hyper Island. Ya, kalian enggak salah dengar ada island-nya. Jadi mirip-mirip sama sebelah. Jadi, ya mirip sama pulau dinamis yang ada di sebelah atau now barnya di sebelah juga. Fungsinya ini buat akses cepat ke berbagai aplikasi dan notifikasi. Jadi, kalau misalkan contoh kita buka aplikasi jam dan juga timer, kita bisa langsung switching di bagian Hyper island. Jadi running in background, tapi kita masih bisa ngintip di Hyper Island-nya. Cuman di unit saya ini masih belum ada ya, dia masih ada di Hyper OS versi 2. Nah, nanti setelah launch-nya di tanggal 30 kata Xiaomi si bakalan update by ote. Apa aja upgrade-nya selain Hyper Island? Ada satu lagi yaitu Hyper Connect. Ini juga udah saya cobain ketika global launch di Moon kemarin. Jadi, kita bisa cross platform dari device-nya Xiaomi ke device-nya Apple. Jadi walaupun HP-nya atau tabletnya itu bakalan bisa cross platform. Gampangnya si Redmi Pad nanti bakalan jadi ya iPad bisa cross platform ekosistem dan si Xiaomi 15T bakal jadi iPhone-nya. Jadi kita bisa kontrol dia dari MacBook dan sebaliknya kita bisa kontrol MacBook dari HP-nya. Menarik banget. Yang terakhir ada Hyper AI. Tapi hyper AI-nya sekarang baru jadi AI bawaan dari Xiaomi bakalan terintegrasi sama Gem ini. Jadi ada sentuhan smart assistant yang lebih canggih. Contohnya kalau misalkan kita perintah Gemini untuk add kalender kita iternary itu bakalan masuk. dan yang unik ya, tapi ini belum saya cobain ya karena juga belum di-update. Katanya si Gem ini nanti bakalan bisa akses tele foto dari Xiaomi. Foto dari Xiaomi itu bakalan menarik sih. Tapi karena sekarang belum update, ya kita tungguin aja janjinya kayak gimana nanti Hyper AI-nya. Terus dia juga udah support sama ESIM dan kalau digunain untuk traveling, main di pantai dan hujan-hujanan juga aman karena dia udah ada sertifikasi IP68. Dan buat pengalaman multimedianya, Xiaomi 15 juga gak main-main karena dia udah support sama Dolby Atmos, dual speaker. Suaranya lumayan bagus, clarity-nya bagus, sound staging-nya luas. Jadi nonton film atau main game lebih imersif. [Musik] Okelah, jadi itu dulu review dari si Xiaomi 15T yang bisa saya update kepada kalian. Kesimpulannya kalau nanti beneran harganya di R jutaan lah ya, harusnya enggak sampai 7 ke atas harusnya ya. Kalau kita lihat dari versi sebelumnya, cuman kita lihat aja nanti tanggal 30. Harusnya video ini juga di-upload tanggal 30. Jadi nanti kalian juga bisa lihat harganya di deskripsi ataupun di judul. Kesimpulannya jelas kalau kita lihat dari sisi kameranya gokils ya. Dibandingkan dengan versi sebelumnya. Sebenarnya kalau secara spesifikasi memang enggak berubah, tapi karena chipsetnya baru jadi ESP-nya baru. Apalagi ta-nya ini saya suka walaupun bukan versi Pro yang bisa five time zooms, tapi opticalnya udah cukup lumayan. Kalau untuk layar memang dia masih AMOLED 120 Hz, beda dengan versio yang 144 Hz. Tapi menurut saya sih 120 Hz-nya juga udah cukup lah ya. Toh 144 Hz-nya di versi Pro juga enggak di semua aplikasi. Dan ini pun juga enggak di semua aplikasi ya, di software-software tertentu yang udah support aja. Cuman dibandingin dengan versi Pro memang bodinya ini masih plastik ya karena mungkin memang cost efisiensi untuk harganya biar bisa tetap terjangkau. Mungkin ya beberapa bakal bilang kayak agak kurang SK gitu ya. Kalau misalkan kurang SK bisa ambil versi Pro-nya sih karena versi Proya pakai metal dan lebih kerasa flagship. Tapi kalau ini lebih ke allrounder kayak baterainya juga naik 500 mAh juga sama kayak versi Proya dibandingkan versi sebelumnya. Dan untuk fast charging-nya di 67 watt yang 0 ke 100% itu kira-kira butuh sekitar 50 menit ya. Enggak lebih kencang dibandingkan versi Pro sih, tapi ya okelah. Terus di versi basic ini dia enggak support sama wireless charging 50 watt kayak versi Pro. Dan untuk soal harga yaitu prediksi saya sih kalau misalkan di Global launch kemarin harganya sih Rp649 euro. Yang jelas itu enggak mungkin di Indonesia lah harga euro itu memang lebih mahal di Indonesia harusnya sih sekitar 6 sampai R jutaan ya. Tapi kira-kira menurut kalian harganya berapa? Walaupun kalian bakalan sudah tahu ketika di judul dan deskripsi bakalan saya informasi tentang apa yang Anda tanyakan Gebininya kepencet. Cuman kalau menurut saya sih misalkan harganya beneran Rp6 juta correct me fine wrong. Tapi setahu saya belum ada HP 6 jutaan lain yang fokusnya itu lebih allrounder. Kalau misalkan performa doang ada Poco, tapi yang lebih allrounder kamera, baterai, layar, terus juga performa masih pakai diamond City 8300 itu kayaknya masih Xiaomi 15T yang coba mengejar label flagship killer yang bikin HP lain itu jadi kayak kemahalan. Tapi sekarang juga udah naik kelas. Jadi desainnya dibikin lebih premium, feel-nya juga lebih premium, layarnya lebih tipis gitu-gitu. Jadi, Xiaomi kayaknya bakalan agak meninggalkan ya di bagian yang mendang-mending atau presensitif. Jadi, dia mulai agak naik premium. Itu lebih terlihat di versi Proonya. Versi basic-nya sih juga lumayan kelihat karena kalau misalkan main terusan di sensitif ya menurut saya bakalan enggak bisa survive sih ya karena ya kalau misalkan ada harga yang lebih murah pasti pindah. Tapi overall Xiaomi 15T series menurut saya perkembangannya udah lebih bagus ketimbang versi sebelumnya. Sayaikudi and see you on the next video.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Xiaomi

Xiaomi adalah brand elektronik inovatif dengan produk smartphone, AIoT, dan smart home berteknologi canggih. Xiaomi menghadirkan perangkat berkualitas dengan harga kompetitif, mulai dari HP, tablet, wearable, hingga perangkat rumah pintar.

Xiaomi 15T

Xiaomi 15T merupakan smartphone kelas atas yang secara resmi dipasarkan di Indonesia sebagai bagian dari lini seri T terbaru dari Xiaomi. Model ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman flagship yang seimbang, dengan fokus pada performa tinggi, layar berkualitas, kamera hasil kolaborasi dengan Leica, serta pengisian daya yang sangat cepat. Xiaomi 15T...