7 Hari Bersama Samsung Galaxy Z Fold8 (YouTube Video)
Samsung Galaxy Zfold 8 ini bukan cuman handphone yang beda bentuk. Cara pakainya itu juga bisa dibilang sekarang berbeda. 3 tahun gua pakai Samsung Galaxy Fold Series dan gua pikir gua tahu bahwa fault ini adalah end game-nya. Tapi ternyata ini baru the real end game dari Samsung Galaxy Zfold Series secara experience. And yes, this phone makes phone fun again. Bismillah. Alhamdulillahi rabbil alamin. Wassalatu wasalamu ala rasulillah. Barengan sama Nobu ya, Samsung Galaxy Zfold 8 ini baru gua pakai selama 1u pekan lah. Berdampingan juga dengan Samsung Galaxy Zfold 8 Ultra. Makanya gua dapat gambaran secara lengkap apa perbedaan utama dari kedua handphone ini. Yang paling bisa dirasain tentu adalah dari bagian UI atau experience. Samsung Galaxy ZF 8 ini kalau misalnya kita buka layarnya di bagian dalam itu ya jatuhnya seperti handphone dengan layar yang super besar bentuk ikcon dan juga layout yang kurang lebih mirip-mirip sebenarnya. Sementara Samsung Galaxy Zfold 8 ini kalau misalnya kita mirror antara cover screen dengan main screen. Begitu kita buka kalau cover dan juga main screen meneringnya ini kita matikan. Nah, magicnya itu terjadi. Samsung Galaxy Fold 8 itu tiba-tiba berubah jadi yang namanya mini tab. Mulai dari multi Windows yang bisa berderet tiga vertikal sekaligus sampai layar yang bisa diputar 180 derajat. Dan ini baru kejadiannya di dua handphone lipatnya Samsung. Samsung Galaxy Trifold dan juga Samsung Galaxy ZFold 8. Dan efek dari mini tab ini merubah cara gua pakai Samsung Galaxy Zfold 8 ini. Mulai dari auto rotate yang gak pernah gua matiin, cara gua bermultiwind sampai cara gua mengkonsumsi satu buah konten itu berbeda jauh. Tentu dengan kondisi seperti ini dan juga ukuran layar yang jatuhnya ada di angka 7 inci, pertanyaannya adalah mendingan beli iPad mini enggak sih? fake arm gini, kita tidak bisa menyamakan kedua device itu karena yang namanya tablet tetap adalah tablet secondary device atau bahkan luxury device. Kalau misalnya lu udah punya handphone yang oke, laptop yang udah cakep, kemungkinan tabletnya enggak dibawa ke mana-mana, ditinggal aja di rumah. Sementara kalau bentukan tabletnya bisa dilipat seperti ini, jatuhnya kita jadi sering bawa ke mana-mana. Ya enggak sih? Karena kan semuanya udah ada di sini nih, WhatsApp-nya dengan nomor utama, mbanking-nya, sosial medianya sampai mungkin saat di mana lu pengin menikmati browsing menggunakan mode desktop tapi malas pakai laptop, tinggal buka aja pakai main screennya Samsung Galaxy Zfold 8 ini. Tapi tentu dengan font factor seperti ini walaupun Samsung yang mempopulerkan, tetap ada yang namanya kompromi yang harus dibayar. Yang pertama saat kita mengkonsumsi itu vertikal video. Kalau pakai IG, pas kita belum klik videonya, dia kayak kepotong hanya bagian tengah video. Pas kita klik videonya, black bar di bagian kiri kanan itu hadir ya. Untuk beberapa orang ini enggak masalah untuk mempermasalahkan ya. Sok, monggo silakan. Ini jadi catatan. Yang kedua, flex mode-nya itu hilang ya. Di Samsung Galaxy Zfold dan juga ZFlip, flex mode ini sangat dibanggakan. Tapi di Samsung Galaxy ZFold yang baru, Flex mode itu tidak hanya hilang secara software, namun juga secara hardware. Hingch-nya dia ini yang baru hanya memungkinkan kita itu menggunakan handphone di posisi kurang lebih 45 derajat, 90 derajat, dan 180 derajat. Enggak ada posisi 135 derajat yang sebelumnya bisa kita temukan di volt lama atau ya di Volt 8 Ultra. Jadi, ya kalau misalnya 90 lebih sedikit, dia langsung snap ke 180 derajat. Dan kompromi yang ketiga itu hadirnya di kamera main screen. Beneran gua gak pernah jadi perhatian sama sekali sampai fold 8 itu gua pakai hari-hari. Kita lagi konsumsi konten, ada kala-kalannya dia motong konten. Kalau posisinya kita rubah itu di keyboard, ada kala-kalannya keyboard-nya kepotong sama kamera. Inilah saat di mana gua lebih mengappreciate yang namanya UDC atau under display kamera atau ya dipindahin aja deh kameranya di pojok. Sebenarnya juga kayaknya enggak apa-apa. Mungkin next iteration kali ya Samsung. Tapi yang menarik ada satu button yang udah lama hadir di Fold Series tapi baru gua pakai secara extensif de Foldult 8 ini. Yaitu adalah finger print sensor yang menyatu dengan tombol power. Karena gua sekarang lebih sering menggunakan handphone ini dengan posisi seperti ini. Jadi untuk si fingerprint yang ada di tombol power ini gue assign dengan banyak jari. Mulai dari jari telunjuk kanan, jari telunjuk kiri, jari jempol bagian agak atas, ataupun jempol bagian agak bawah. Nah, pertanyaan berikutnya tentu adalah masalah performa. Performanya gimana nih kalau misalnya body yang tadinya gede terus dikecilin seperti ini? Jawabannya adalah handphone ini performanya ternyata galak. Lepas dari masalah chipsetnya, RAM-nya, dan juga storage-nya. Masa iya dia masih bisa dapetin skor Antutu ini versi 10 itu di angka 2,3 jutaan. Sedikit lebih tinggi dibandingin Samsung Galaxy Zfold 8 Ultra. Diadu Geekbench-nya juga masih lebih tinggi nih, baik dari single core ataupun juga multicore score-nya. Dan yang paling menarik 3D Mark. Secara stabilitasnya dia tetap masih lebih oke dibandingkan dengan ZFold 8 Ultra. Kan gua ngelakuin stres ya. Berarti dia jalan 20 loop. Loop pertama itu paling tinggi, tapi setelahnya loop kedua dia emang turun sampai loop terakhir dia ini performanya bisa dibilang rata. Enggak ada drop-dop lagi setelahnya yang berarti performa handphone ini enggak cuman bisa ngebut tapi juga bisa konsisten. Yang wage itu lebih penting dibandingin sekedar kebut-kebutan belaka. Gua coba nih pakai main game CODM, MLBB, tentu FPS-nya mentok di 120 FPS dan stabilitasnya juga bagus baik di MLBB ataupun juga di CODM. Walaupun di grafik yang gua tayangin ada drop, ini jatuhnya adalah drop yang terjadi akibat gue ngelakuin yang namanya screenshot. Sementara kalau dicoba ngedit ya pakai CapCut ini juga berjalan dengan sangat baik, berjalan dengan sangat lancar. File yang biasanya berat ini langsung digas-gas aja dan render time-nya juga masuk kategori cepat. Tapi ada catatannya karena ini adalah handphone yang umurnya baru satu pekan. Ada kala-kalanya nih gua menemukan beberapa bug. Yang ini masih gua maafin lah karena kan emang juga baru rilis fun factornya baru gitu ya. Jadi emang masih perlu juga guliran update tidak hanya dari Samsung tapi juga dari developer aplikasi-aplikasinya supaya app-nya berjalan dengan lebih cakep lagi. Tapi secakep-cakepnya performa handphone kalau baterainya enggak awet buat apa? Nah, menariknya Samsung Galaxy Zfold 8 dengan internal bater 4800, performa baterainya cakep. Secara konsisten menggunakan koneksi GSM plus Wii, gua bisa ngedapatin rata-rata screen on time itu di area 7 sampai 9 jam. Tapi kalau misalnya koneksinya itu lebih banyak di GSM, okelah. Screen on time-nya tentu menurun sedikit ya. Itu ada di angka sekitar 6 sampai 7 jam. Jadi, ya bisa dibilang secara baterai performanya galak. Tapi kalau handphone ini kita coba push main game ini performa baterainya emang agak beda ya terlihat kok. Samsung Galaxy Zfol 8 ini untuk CODM 15 menit baterainya berkurang 6%, MLBB 15 menit baterainya ini berkurang 5% dan untuk YouTubean 30 menit baterainya hanya berkurang 5% aja. Full brightness 100% semuanya dites menggunakan layar dalam atau main screen. Yang gua happy sih sebenarnya karena gua nemu hack untuk nge-charge-nya biar lebih cepat. I benar, 45 watt aja. Kalau kita nge-charge sampai 100% dari 1% perlu waktu 1 jam 15 menit, 1 jam 20 menit masih bermain di area itu. Tapi kalau lu menggunakan hax yang gua lakuin, batery protection-nya dinyalain dan nge-charge-nya itu maksimal di 90% aja, dia bisa full total ngisi 1 sampai 90% hanya dalam waktu 45 menit sampai 50 menit. Berikutnya, mari kita bahas satu hal yang lumayan bikin gemas pengguna ZF 8 dari generasi sebelumnya, yaitu adalah masalah kamera. Samsung Galaxy Zfold 8 ini menggunakan setup dua kamera eh belakang. Dua-duanya sama-sama 50 megapel. Yang ultra wide angle-nya ini good lah, 50 megapel-nya bagus. Tapi untuk yang main kamera 50 megapel-nya untuk yang terbiasa menggunakan 200 megapel Samsung sih pasti agak-agak gemes ya. Dan buat yang terbiasa liputan menggunakan handphone, tetap tidak hadirnya tele di sini menjadi catatan utama. Bisa sih kalau kondisi terang dipush sampai empat atau lima kali, tapi ya tetap enggak akan ngalahin tajamnya kamera tele Samsung Galaxy ZF 8 Ultra. Tapi ya kalau misalnya hanya untuk foto hari-hari aja, foto-foto anak atau aktivitas ee bertetangga gitu ya kan gua bikin video ini enggak jauh dari 17-an gitu ya, tentu itu masih aman-aman aja. E cuman kalau misalnya yang pixel pip pink, nah itu mungkin akan punya perasaan gimana apalagi kalau terbiasa sebelumnya menggunakan Samsung Galaxy Zfold series yang menggunakan 200 megapel kamera. Ya, tentu Samsung Galaxy Zfolded ini enggak bisa dibilang sempurna ya. Namanya juga masih iterasi pertama. Tapi satu hal yang menjadi catatan adalah dengan keluarnya handphone ini Samsung itu memiliki penjualan sales record untuk F series. Terbukti bahwa memang orang tuh sebenarnya sudah mengidam-ngidamkan bentuk handphone yang berbeda dibandingkan dengan bentuk handphone yang kita lihat selama ini. Orang kangen dengan for factor yang unik dan e gua berharap sebenarnya ini adalah menjadi kayak semacam forefront yang paling terdepan untuk membuka orang-orang bikin handphone dengan bentuk yang unik-unik lagi gitu. Make phone fun today. Tapi gua tahu sih di luar sana udah banyak teman-teman yang punya Zfold 8. Mungkin lagi pengin belajar mengoptimalkannya, yuk kita share, bagi-bagi tips di kolom komentar. Buat sekarang gua undur diri dulu kali ya. Kita kembali. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. by
Video Lainnya
Menikmati hiburan atau bekerja kini makin praktis lewat perangkat layar sentuh ekonomis. Simak ulasan 11 Tablet Mantap Di Bawah Rp 5 Juta! - Rekomendasi di...
Dua pekan bersama Galaxy Z Fold 8: Makin Lama Makin Kelihatan… mengungkap berbagai kompromi harian ponsel lipat ini. Mulai dari layar depan hingga baterai. Simak...
Eksplorasi Samsung Galaxy Watch Ultra 2 mengungkap bodi titanium kokoh dengan kapasitas daya lebih besar dan bodi ramping. Saksikan ulasan unboxing lengkapnya lewat...
Menilik lini ponsel lipat terbaru dari Samsung lewat Samsung Galaxy Z Flip8, Z Fold8 atau Z Fold8 Ultra mengungkap perbedaan performa dan fitur yang menarik untuk...
Menggenggam ponsel lipat seharga puluhan juta tentu menyisakan ekspektasi tinggi. Namun di balik bodi tipisnya, tersimpan kompromi menyebalkan. Simak Keluh kesah...
Evolusi ponsel lipat Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra membawa baterai silikon karbon 5000 mAh dan performa tangguh. Simak Jagat Review untuk ulasan lengkapnya!
Uji coba sepekan Samsung Galaxy Z Fold8 Seminggu Kemudian ... membuka sisi praktis ponsel lipat yang kian ramping di saku, namun tetap menyisakan catatan performa...
Menawarkan desain bodi kaca premium serta performa kencang berkat Snapdragon 6 Gen 3, Samsung Galaxy A27 unboxing mengungkap sederet peningkatan menarik termasuk...
Membawa bentuk kotak yang ringkas, Review Samsung Galaxy Z Fold8 Indonesia | Jadi Beda Bukan Berarti Paling Bagus mengupas tuntas ponsel lipat ini. Di balik baterai...
Penasaran bagaimana sensasi memegang Samsung Galaxy Z Fold 8 hasil pre-order? Simak ulasan fisik, proses trade-in, hingga perubahan layar lipatnya yang terasa...
Banyak yang mencibir Samsung Galaxy A57 karena dibanderol delapan juta rupiah dengan spesifikasi biasa saja. Namun, setelah harganya anjlok ke kisaran enam jutaan,...
Memilih ponsel kelas atas keluaran sebelumnya kini menjadi strategi cerdas ketika harga perangkat baru terasa semakin melambung. Menelusuri penawaran menarik HP...
Penurunan harga drastis membuat flagship tipis ini kembali menarik untuk dipinang. Performa tangguh dan bodi ringan menjadi daya tarik utama bagi kreator yang aktif...


















